Search Header Logo
SEJARAH INDONESIA

SEJARAH INDONESIA

Assessment

Presentation

History

12th Grade

Hard

Created by

Bella Adelasari

Used 9K+ times

FREE Resource

15 Slides • 5 Questions

1

TEORI MASUKNYA AGAMA HINDU-BUDHA DI INDONESIA

by Bella Adelasari

2

cara masuk dan proses penyebaran agama Hindu-Budha di Indonesia terbagi menjadi 2, yaitu:

  • Masyarakat Nusantara berperan pasif

Maksudnya adalah masyarakat Nusantara mempelajari agama Hindu dan Buddha melalui masyarakat India dan China yang datang ke Nusantara.

  • Masyarakat Nusantara berperan aktif

Masyarakat Nusantara belajar langsung ke India dan China untuk mempelajari agama tersebut secara mendalam kemudian kembali ke Nusantara sebagai penyebar agama tersebut.

Weda adalah kitab suci agama Hindu yang muncul pada masa ini. Para umat Hindu meyakini bahwa weda adalah kumpulan wahyu dari Brahman (TYME)

Dewa tertinggi yang mereka anggap sebagai penguasa alam semesta mereka sebut Trimurti, terdiri dari dewa Brahma, Wisnu dan Siwa.

3

media

​DEWA TRIMURTI

4

Teori Brahmana

Teori ini dikemukakan oleh Van Leur. Ia mengemukakan bahwa para kaum brahmana diundang datang ke Nusantara karena ketertarikan raja-raja yang berkuasa dengan ajaran agama Hindu dan Buddha. Sehingga raja-raja tersebut mendatangkan para kaum brahmana untuk mengajarkan agama tersebut untuk raja dan rakyatnya.

Kelebihan teori Brahmana yaitu kaum Brahmana merupakan golongan yang paling tahu dan mengerti tentang ajaran agama Hindu, sehingga mereka yang berhak dan mampu menyebarkannya. Kelemahan Teori Brahmana yakni menurut aturan atau ajaran Hindu Kuno di India menegaskan bahwa seorang Brahmana dilarang untuk menyeberangi lautan, apabila dilanggar maka kehilangan status kastanya.

5

Teori Ksatria

Pada jaman masuknya Hindu-Buddha ke Nusantara, di daratan India dan China sedang berlangsung perang saudara. Raja-raja yang kalah peperangan melarikan diri ke Nusantara untuk berlindung. Lambat laun mereka mendirikan kerajaan kembali di Nusantara dengan corak-corak yang berhubungan dengan agama Hindu atau Buddha yang sebelumnya mereka anut. Nah, teori ini dikemukakan oleh C.C. Berg, Mookerij, J.C. Moens.

Kekurangan teori ini adalah tidak ada bukti secara tertulis mengenai kedatangan ksatria dari India tersebut.

6

Teori Waisya

Dikemukakan oleh N.J.Krom yang menyebutkan bahwa para pedagang yang beragama Hindu dan Buddha lah penyebar utama agama tersebut di Nusantara. Karena perdagangan pada jaman dahulu menggunakan jalur laut dan bergantung pada angin, ketika para pedagang ini menetap di Nusantara, mereka memperkenalkan agama dan kepercayaannya kepada masyarakat.

Kekurangan atau kelemahan teori waisya yaitu para pedagang yang datang tidak menguasai huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta, karena kemampuan ini hanya dimiliki oleh kaum brahmana.

7

​Teori Arus Balik

Teori ini berasumsi bahwa perkembangan ajaran Hindu dan Buddha yang pesat di India, kabarnya sampai terdengar sampai ke Nusantara, dan kemudian menarik minat para kaum terpelajar di Nusantara untuk berguru ke India. Setelah mereka berguru dan pulang ke Nusantara, mereka mulai menyebarkan agama baru yang mereka pelajari disana sebagai pemuka agama dan pendeta. Teori ini dikemukakan oleh F.D.K Bosch.

Kelemahan teori arus balik yaitu orang Indonesia (nusantara) pada saat itu masih bersifat pasif, sehingga kemungkinan untuk belajar agama Hindu-Budha ke India kurang akurat kebenarannya.

8

Teori Sudra

Para budak dari India dan China datang ke Nusantara karena dibawa oleh pemiliknya atau karena mencari kehidupan yang lebih baik. Pada saat mereka menetap di Nusantara, mereka berasimilasi dan berakulturasi dengan penduduk sekitar. Hal tersebut membawa perubahan pada penduduk yang pada awalnya memeluk Animisme dan Dinamisme, berganti memeluk agama Hindu atau Buddha. Teori ini dikemukakan oleh van Faber.

Kelemahan teori Sudra yaitu para Sudra tersebut tidak menguasai huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta dan mereka umumnya tidak memiliki ilmu pengetahuan karena tidak memperoleh pendidikan. Kemungkinan mereka menyebarkan agama dan kebudayaan sangat kecil kebenarannya.

9

Pengaruh Agama & Kebudayaan Hindu-Budha bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia

Bidang Politik Pemerintahan

a.Munculnya sistem pemerintahan bersifat turun-temurun

b.Munculnya Feodalisme (adanya kekuasaan ditangan bangsawan)

c.Munculnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha

d.Adanya Konsep Dewa Raja

Bidang Sosial Ekonomi

a.Munculnya sistem Kasta

b.Berkembangnya kegiatan perdagangan dan pelayaran antar pulau

c.Mengenal sistem uang

10

Bidang Budaya

Masyarahat Indonesia mengenal agama Hindu-BuddhaBerdirinya pusat pendidikan AgamaPengenalan huruf Pallawa dan bahasa SansekertaKesenian berkembang pesatArsitektur bercorak Hindu-BuddhaPengenalan sistem kalender SakaMunculnya upacara-upacara keagamaan

11

CANDI BERCORAK HINDU

Candi-candi Hindu di Indonesia umumnya memiliki ratna di puncaknya, relief di dindingnya, arca baik dalam bilik candi maupun relung dinding candi. Ratna merupakan hiasan berbentuk kuncup bunga teratai, sedangkan relief adalah pahatan membentuk figure tertentu ataupun suatu seri cerita yang memuat nilai moral dan ajaran.

Disamping itu ada arca dewa Trimurti, Durgamahisasuramardini, Agastya, serta Ganesha yang ditempatkan dalam candi banyak dibuat sebagai perwujudan leluhurnya. Hal ini karena candi Hindu umumnya berfungsi untuk menghormati dan memuliakan dewa-dewi Hindu.

Di Indonesia sendiri banyak sekali candi-candi Hindu antara lain ; Candi Prambanan, Candi Sukuh, Kompleks Candi Dieng, Candi Gedong Songo, Candi Kidal, Candi Jago, Candi Singasari, Candi Panataran.

12

CANDI BERCORAK BUDHA

Candi-candi Budha di Indonesia terlihat berbeda dengan candi Hindu, hal ini ditandai dengan banyaknya arca Budha dengan kelengkapan sederhana serta bangunan stupa dengan patung Budha di dalamnya. Di kening Budha selalu terdapat bintik kecil urna, sebagai simbol mata ketiga yang mampu memandang ke dunia ilahi atau nirwana.

Candi Budha juga memuat relief seperti pada dinding Candi Borobudur yang mengisahkan kehidupan Sang Budha dan ajarannya. Jika dilihat dari fungsinya, maka candi Budha berfungsi sebagai sarana ritual atau memuliakan Budha, menyimpan relikui Budhis ataupun biksu terkemuka atau keluarga kerajaan penganut Budha (seperti abu jenazah), atau sebagai tempat ziarah bagi para penganutnya.

Di Indonesia ada banyak candi-candi Budha yang cukup popular antara lain ; Candi Borobudur, Candi Sewu, Candi Mendut, Candi Sari, Candi Plaosan, Candi Banyunibo, Candi Sumberawan, dan Candi Muara Takus.

13

media

14

media
media

​Budha

​Hindu

15

media

16

Multiple Choice

Question image

siapakah dewa ini ?

1

Dewa Syiwa

2

Dewa Krisna

3

Dewa Trimurti

4

Dewa Matahari

17

Multiple Choice

Pengaruh dari perkembangan agama dan kebudayaan Hindu - Budha di bidang sosial adalah ...

1

pembagian kerja dalam masyarakat

2

pembagian hasil bumi dalam masyarakat

3

pembagian kasta dalam masyarakat

4

pembagian wilayah dalam masyarakat

18

Multiple Choice

Candi Prambanan merupakan contoh dari kebudayaan agama

1

Hindu

2

Budha

3

Islam

4

Kristen

19

Multiple Choice

Hipotesis Ksatria diperkuat dengan cerita panji yang berkembang dalam masyarakat Indonesia yang memperlihatkan adanya proses penaklukan daerah-daerah Indonesia oleh para Ksatria India. Pernyataan tersebut merupakan inti dari hipotesis yang dikembangkan oleh ....

1

N.J Korm

2

Van Leur

3

Majumdar

4

C.C Berg

20

Multiple Choice

Masuknya agama Hindu disebarkan orang Indonesia sendiri yang telah berkunjung ke India merupakan...

1

Teori waisya

2

Teori brahmana

3

Teori arus balik

4

Teori ksatria

TEORI MASUKNYA AGAMA HINDU-BUDHA DI INDONESIA

by Bella Adelasari

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 20

SLIDE