Search Header Logo
Bab 4 - Puisi

Bab 4 - Puisi

Assessment

Presentation

World Languages

8th Grade

Hard

Created by

Miftahul Wahidah

Used 2+ times

FREE Resource

13 Slides • 25 Questions

1

Bahasa Indonesia

Bab 4 - Puisi

2

Open Ended

Apa yang kamu ketahui tentang Puisi?

3

​Pengertian

Puisi adalah teks atau karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyairnya dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Dalam puisi, kita dapat mengungkapkan berbagai hal, seperti kerinduan, kegelisahan, atau pengagungan yang kamu ungkapkan dalam bahasa indah.

Istilah dalam Puisi

Penyair adalah orang yang menulis puisi.

Larik adalah baris dalam puisi.

Bait adalah kumpulan larik

4

Jenis – Jenis Puisi

  1. Puisi naratif adalah puisi yang mengungkapkan cerita atau penjelasan penyair. Puisi naratif terbagi menjadi dua:

  • Balada adalah jenis puisi yang bercerita tentang orang-orang perkasa maupun tokoh pujaan.

  • Romansa adalah jenis puisi yang bercerita tentang kisah percintaan, dan diselingi perkelahian atau petualangan.

2. Puisi lirik adalah puisi yang mengungkapkan berbagai perasaan penyairnya. Puisi lirik dibagi menjadi tiga macam, yaitu elegi, serenada, dan ode.

  • Elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka dari si penyairnya.

  • Serenada adalah sajak percintaan yang dapat dinyanyikan.

  • Ode merupakan jenis puisi yang berisi pujian yang dapat ditunjukkan untuk seseorang, suatu hal, maupun suatu keadaan.

5

​3. Puisi deskriptif adalah puisi di mana penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap suatu keadaan, peristiwa, benda, maupun suasana yang menarik perhatiannya. Puisi deskriptif terbagi menjadi dua, yaitu satire dan puisi kritik sosial.

  • Satire adalah puisi yang mengungkapkan perasaan tidak puas penyair terhadap suatu keadaan, tetapi dengan cara menyindir atau menyatakan hal yang sebaliknya.

    Puisi kritik sosial juga merupakan jenis puisi yang mengungkapkan ketidakpuasan penyair terhadap suatu keadaan, tetapi dengan cara membeberkan atau menyebarkan ketidakadilan yang terjadi.

6

​Unsur-unsur Pembentuk/Fisik Puisi

  • Majas (figurative language) adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menciptakan kesan tertentu bagi penyimak atau pembacanya. Untuk menimbulkan kesan-kesan tersebut, bahasa yang dipergunakan berupa perbandingan, pertentangan, perulangan, dan perumpamaan.

  • Irama (musikalitas) adalah alunan bunyi yang teratur dan berulang-ulang. Irama berfungsi untuk memberi jiwa pada kata-kata dalam sebuah puisi yang pada akhirnya dapat membangkitkan emosi tertentu seperti sedih, kecewa, marah, rindu, dan bahagia.

  • Kata konotasi adalah kata yang bermakna tidak sebenarnya. Kata itu telah mengalami penambahan-penambahan, baik itu berdasarkan pengalaman, kesan, maupun imajinasi, dan perasaan penyai

  • Lambang atau simbol adalah sesuatu seperti gambar, tanda, ataupun kata yang menyatakan maksud tertentu. Untuk kata-kata dalam puisi, seperti kata putih yang melambangkan kesucian atau kebersihan, bunga yang melambangkan kecantikan, api yang melambangkan kemarahan, dan baja yang melambangkan kekuatan atau ketangguhan.

  • ​​Pengimajinasian adalah kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi. Dengan daya imajinasi tersebut, pembaca seolah-olah merasa, mendengar, atau melihat sesuatu yang diungkapkan penyair.

7

​Unsur Batin Puisi

  1. Tema adalah gagasan pokok yang ingin diungkapkan oleh penyair. Tema biasanya tersirat dalam keseluruhan isi puisi.

  2. ​Nada dan Suasana. Nada mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca, sedangkan suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi akibat psikologis yang ditimbulkan puisi terhadap pembaca.

  3. ​Perasaan dalam puisi. Puisi mengungkapkan perasaan dari penyair. Jika penyair hendak mengungkapkan keindahan alam, maka sebagai sarana ekspresi ia akan menggunakan imaji-imaji, majas serta diksi yang mewakili makna tentang keindahan alam.

  4. ​Amanat. Amanat merupakan suatu pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisinya. Pesan tersebut dihadirkan dalam ungkapan yang tersembunyi. Amanat akan selaras dengan tema dari puisi tersebut.

8

Open Ended

Apa yang belum kamu pahami tentang Puisi?

9

Poll

Main yuk!

10

Multiple Choice

Setelah perang memberi kita

Puing demi puing kepapaan dan air mata

Daftar jenazah yang senantiasa bertambang

Hutang dalam ratusan jam kerja

Timbullah kini kesabaran dan kekuatan

Memikul berat beban nestapa

Seorang tiada hingganya


Tema puisi tersebut adalah …

1

Perang menimbulkan hutang

2

Perang menumbuhkan dendam

3

Kedamaian tumbuh setelah perang

4

Perang mengakibatkan kesengsaraan

11

Multiple Choice

Seratus Juta


Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini

Seratus juta banyaknya

Di tengah mereka takt ahu akan berbuat apa

Kini kutundukkan kepala, karena

Ada sesuatu besar luar bisa

Hilang terasa dari rongga dada

Saudaraku yang sirna nafkah, tanpa kerja berdiri hari ini

Seratus juta banyaknya

Kita mesti berbuat sesuatu, betapa pun sukarnya

(Taufik Ismail)

Amanat puisi tersebut adalah kita harus ..

1

Tetap berjuang tanpa kenal putus asa

2

Berjuang untuk sesuatu yang luar biasa

3

Pasrah pada keadaan yang menyulitkan

4

Hidup sebagai pejuang hingga akhir usia

12

Multiple Choice

Berkenalan dengan sepi

(…)

Jalanan berderu tak berhenti

Lewat nasip menatapnya


Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut adalah …

1

Pada malam aku terkenang

2

Gelap di malam dingin

3

Sepi yang diam seribu bahasa

4

Melewati jalanan yang berbatu

13

Multiple Choice

Deretan bukit menghijau

Hamparan kerikil dan batu

Air sungai gemericik merdu

Di sanalah tempat kami bersatu

Sungguh indah dikenangkan

Takkan mungkin terlupakan

Imaji penglihatan dalam kutipan puisi tersebut terletak pada baris ke- ....

1

1 dan 2

2

2 dan 3

3

3 dan 4

4

4 dan 5

14

Multiple Choice

Dalam suram dari murung senja

Bersama ketukan jari hujan

Dan di hati bangkit kemanisan

Yang berakhir negeri sendiri

Yang lalu tak kan surut lagi

Amanat yang terdapat pada puisi tersebut adalah …

1

Janganlah suka bermain air hujan

2

Janganlah masalah disimpan dalam hati

3

Janganlah terlalu memikirkan masa lalu

4

Janganlah membiarkan pintu terbuka

15

Multiple Choice

Masa kecilku begitu penuh ceria

Kala itu yang ada hanyalah nyata

Dan tak ada sedikit pun pura-pura

Salah satunya

Saat aku diboncengkan sepeda

Oleh ayah tercinta

Penuh kasih kami bergembira

Melihat alam penuh pesona

Sawah menguning sebagai pertanda

Sebentar lagi panen akan tiba

Semua pun menyambutnya dengan sukacita


Isi puisi tersebut adalah ...

1

Menceritakan seorang petani yang akan panen

2

Menggambarkan keindahan alam di sebuah desa

3

Menceritakan masa kecil yang penuh kegembiraan

4

Menggambarkan seorang sedang menyambut panen

16

Multiple Choice

Saat itu


Saat Mentari mulai terbit

Itulah awal aku mengenalmu dalam buku

Saat raja siang membakar

Itulah awal aku bersamamu

Saat hujan turun dengan lebat

Itulah saat aku menghawatirkanmu

Saat bintang bertabur dan bulan tersenyum

Itulah saat aku memikirkanmu

Saat malam semakin larut

Saat itulah aku merasa takut untuk kehilangan dirimu

Tema puisi tersebut adalah …

1

Orang yang sangat setia

2

Keakraban seseorang dengan waktu

3

Orang yang sedang marah

4

Kerinduan seseorang terhadap ilmu

17

Multiple Choice

Memandang senja bersama jingganya

Menikmati pasir putihnya dengan manja

Mendengar riuh ombak yang pulang

Bersenda gurau dengan kelepak camar yang datang menggoda

Tidakkah semua bentuk kebesaran-Nya

Bagi insan yang mempunyai rasa


Isi puisi tersebut adalah ....

1

seseorang yang sangat mengagumi keindahan sore di pantai

2

seseorang yang sangat menyadari kebesaran Tuhan melalui pantai

3

seseorang yang sangat menikmati suasana senja di pantai

4

seseorang yang mempunyai rasa berlebih terhadap pantai

18

Multiple Choice

Gemericik air mengalir jernih

Percikkan ke muka segar rasanya

Ikan berlumban tak kenal sedih

Gerak gembira jiwa merdeka

Ibunda

Hatimu tak pernah kemarau

Meski waktu merambat makin tua

Aku kini bukan bocah lagi

Telah beranjak, berpikir, dan berasa

Terbayang dulu menangis manja disuapi

Tangan lembutmu menyentuh jiwaku


Tema puisi tersebut adalah ....

1

kasih sayang

2

lingkungan

3

balas budi

4

kenangan

19

Multiple Choice

Seratus Juta

Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini

Seratus juta banyaknya

Di tengah mereka tak tahu akan berbuat apa

Kini kutundukkan kepala, karena

Ada sesuatu besar luar biasa

Hilang terasa dari rongga dada

Saudaraku yang sirna nafkah, tanpa kerja berdiri hari ini

Seratus juta banyaknya

Kita mesti berbuat sesuatu, betapapun sukarnya. (Taufik Ismail)

Amanat puisi tersebut adalah kita harus ....

A. tetap berjuang tanpa kenal putus asa

B. berjuang untuk sesuatu yang luar biasa

C. pasrah pada keadaan yang menyulitkan

D. hidup sebagai pejuang hingga akhir usia

1

Tetap berjuang tanpa kenal putus asa

2

Berjuang untuk sesuatu yang luar biasa

3

Pasrah pada keadaan yang menyulitkan

4

Hidup sebagai pejuang hingga akhir usia

20

Majas

21

Pengertian Majas

Majas adalah salah satu bentuk gaya bahasa untuk mendapatkan suasana dalam sebuah kalimat agar semakin hidup.

Contohnya kata “tangan kanan”. Tangan kanan jika dilihat dari makna sebenarnya ialah anggota tubuh manusia. Namun, dalam kalimat “Dia termasuk tangan kanan Pak Budi”, maka makna anggota tubuh pun hilang. Makna “tangan kanan” berubah menjadi orang kepercayaan.

22

Jenis-jenis Majas

1. Majas perbandingan

Majas perbandingan adalah majas yang membandingkan atau menyandingkan antara satu objek dengan objek lainnya. Ada pun majas yang termasuk ke dalam majas perbandingan, antara lain alegori, metafora, metonimia, litotes, hiperbola, pars pro toto, totem pro parte, dan eufimisme.

2. Majas sindiran

Majas sindiran adalah majas yang ditujukan untuk menyatakan sesuatu dengan maksud menyindir. Seperti ironi, sarkasme, dan sinisme.

3. Majas penegasan

Majas penegasan adalah majas yang digunakan untuk menyatakan suatu hal secara tegas. Contoh dari pleonasme, repetisi, dan aliterasi.

23

  1. ​Majas Alegori, Majas yang menyatakan dengan ungkapan kiasan atau penggambaran. Contoh: Hidup itu seperti roda berputar, kadang di atas, kadang pula di bawah.

  2. Majas Metafora, Majas ini merupakan majas yang memakai analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda. Contoh: Anak itu dikenal sebagai kutu buku di kelasnya.

    3. Majas Metonimia, Majas ini menyatakan suatu hal dengan memakai kata lain yang punya keterkaitan (misalnya sebuah merek dagang). Contoh: Jamaah haji Indonesia pergi ke Makkah menggunakan Garuda.

    4. Majas Litotes, Majas yang menggunakan ungkapan penurunan kualitas untuk merendahkan diri. Contoh: Silakan datang ke gubukku yang kumuh.

24

  1. 5. Majas Hiperbola, Majas yang merupakan ungkapan yang berlebihan dan tidak masuk akal. Contoh: Dentuman itu menggelegar membelah angkasa.

    6. Majas Pars Pro Toto, Majas yang menggunakan sebagian unsur/objek untuk menunjukkan keseluruhan objek. Contoh: Dari tadi pagi, ia tak menampakkan batang hidungnya.

    7. Majas Totem Pro Parte, Majas yang mengungkapkan keseluruhan objek padahal hanya sebagian objek saja. Contoh: Indonesia mengalahkan Malaysia dalam pertandingan sepakbola tadi malam.

    8. Majas Eufimisme, Majas yang menggunakan ungkapan lebih halus terhadap ungkapan yang dirasa kasar atau merugikan. Contoh: Saat ini sedang dibahas penyesuaian tarif tol.

25

9. Majas Personifikasi, Majas yang membandingkan antara manusia dengan benda mati, seolah-olah benda tersebut memiliki sifat layaknya manusia. Contoh: Deburan ombak memecah karang.

10. Majas Ironi, Majas sindiran ini digunakan dengan cara menyembunyikan fakta dan mengatakan hal yang sebaliknya. Contoh: Suaranya sangat merdu sekali seperti kaset kusut.

11. Majas Sarkasme, Majas ini bisa dikatakan sebagai sindiran yang kasar. Contoh: Putih benar wajah kamu, sampai bisa aku sendoki bedaknya.

12. Majas Sinisme, Majas sinisme ini lebih bersifat mencemooh atas ide atau pemikiran. Contoh: Kamu sudah pintar ‘kan? Kenapa masih bertanya kepada aku?

26

13. Majas Pleonasme, Majas yang menambahkan keterangan pada kalimat yang sudah jelas (sebenarnya tidak diperlukan). Contoh: Dia sudah turun ke bawah.

14. Majas Repetisi, Majas ini merupakan pengulangan kata, frasa, atau klausa untuk mempertegas maksudnya. Contoh: Awas, tunggu kedatanganku besok! Tunggu!

15. Majas Retorika, Majas ini berbentuk kalimat tanya, namun tidak memerlukan jawaban. Tujuan kalimat tanya tersebut sebagai penegasan akan suatu hal. Contoh: Siapa yang tidak ingin terlahir kaya raya?

16. Majas Aliterasi, Majas yang menggunakan pengulangan huruf konsonan pada awal kata. Contoh: Beli baju biru bersama Budi.

27

Open Ended

Tuliskan apa yang masih belum kamu pahami tentang Majas!

28

Poll

Main yuk!

29

Multiple Choice

Batu itu menari-nari.

1

Hiperbola

2

Metafora

3

Personifikasi

4

Asosiasi

30

Multiple Choice

Hampir saja jantungku copot gara-gara perbuatanmu.

1

Asosiasi

2

Personifikasi

3

Metafora

4

Hiperbola

31

Multiple Choice

Seperti udara kasih yang engkau berikan.

1

Personifikasi

2

Asosiasi

3

Hiperbola

4

Metafora

32

Multiple Choice

Tugas sekolah melambai-lambai kepadaku.

1

Asosiasi

2

Metafora

3

Personifikasi

4

Hiperbola

33

Multiple Choice

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

1

Simile

2

Personifikasi

3

Hiperbola

4

Metafora

34

Multiple Choice

Bagaikan langit di sore hari. Berwarna biru, sebiru hatiku.

1

Personifikasi

2

Asosiasi

3

Hiperbola

4

Metafora

35

Multiple Choice

Kecantikan Si Mega membuatnya menjadi bunga desa.

1

Hiperbola

2

Metafora

3

Asosiasi

4

Personifikasi

36

Multiple Choice

Aku tenggelam dalam lautan luka dalam.

1

Metafora

2

Asosiasi

3

Hiperbola

4

Personifikasi

37

Multiple Choice

Gerakan anak itu seperti belut.

1

Asosiasi

2

Hiperbola

3

Personifikai

4

Metafora

38

Multiple Choice

Kecerdasannya mengalahkan komputer spesifikasi tinggi.

1

Asosiasi

2

Personifikasi

3

Metafora

4

Hiperbola

Bahasa Indonesia

Bab 4 - Puisi

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 38

SLIDE