Search Header Logo
membudayakan pola hidup sederhana dan menyatuni dhuafa

membudayakan pola hidup sederhana dan menyatuni dhuafa

Assessment

Presentation

Religious Studies

1st Grade

Medium

Created by

Maimunah Ag

Used 5+ times

FREE Resource

14 Slides • 5 Questions

1

Membudayakan Pola Hidup Sederhana dan Menyatuni Dhuafa

by Maimunah Ag

2

​Kompetensi Inti

​3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, procedural , dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, serta bertindak

secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

3

​KOmpetensi Dasar

1.1. Mengamalkan pola hidup sederhana dan gemar menyantuni dhuafa

1.2. Menghayati nilai sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan

1.3. Mengamalkan nilai-nilai yang terkait dengan kelestarian lingkungan hidup

1.4. Bertindak dan berpikir secara ilmiah dalam beragama

​​2.1. Menunjukkan perilaku hidup sederhana dan gemar menyantuni dhu’afa sebagai implementasi dari Surat al-Furqan: 67, al-Israa’: 26-27, 29-30, al-Qashash: 79-82; Surat al-Baqarah: 177, Surat Al-Ma’un (107): 1-7 dan hadis riwayat Ibnu Majah dan Ahmad dari Abdullah bin Amru

أَنَّرَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَمَرَّبِسَعْدٍوَهُوَيَتَوَضَّأُفَقَالَمَاهَذَاالسَّرَفُ فَقَالَأَفِيالْوُضُوءِإِسْرَافٌقَالَنَعَمْوَإِنْكُنْتَعَلَىنَهَرٍجَارٍ dan hadis riwayat Imam Bukhari dari Hakim bin Hiram الْيَدُالْعُلْيَاخَيْرٌمِنْالْيَدِالسُّفْلَىوَابْدَأْبِمَنْتَعُولُوَخَيْرُالصَّدَقَةِعَنْظَهْرِغِنًىوَ مَنْيَسْتَعْفِفْيُعِفَّهُاللَّهُوَمَنْيَسْتَغْنِيُغْنِهِاللَّهُ

4

media

5

A.   Ayat-ayat Al-Qur’an tentang pola hidup sederhana

1.      Al-Qur’an surah al-Israa Ayat 26-30

وات ذا القربى حقه والمسكين وابن السبيل ولاتبذر تبذيرا    ان المبذرين كانوا اخوان الشيطين  وكان الشيطن لربه كفورا    واماتعرضن عنهم ابتغاء رحمة من ربك ترجوها فقل لهم قولا ميسورا    ولا تجعل يدك مغلولة الى عنقك ولا تبسطها كل البسط فتقعد ملوما محسورا    ان ربك يبسط الرزق لمن يشاء ويقدر  انه كان بعباده خبيرا بسيرا

Artinya : 26. Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. 27. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudaranya setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhan-nya. 28. Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhan-mu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas. 29. Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu  dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya, karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal. 30. Sesungguhnya Tuhan-mu melapangkan rizeki kepada siapa yan dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui dan Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

6

.      Isi kandungan surah Al-Israa; ayat 26-30

Pada ayat ke 26, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan supaya berlaku baik kepada kedua orangtua, karena keduanyalah yang merupakan sebab yang nyata dari keberadaan seorang anak manusia. Lalu, diperintahkan pula agar memberikan hak-hak kerabat yang dekat, kemudian diperintahkan supaya memperbaiki keadaan orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, karena dengan memperbaiki keadaan mereka berdua, berarti memperbaiki keadaan masyarakat. Sebab, umat islam seluruhnya adalah bersaudara, masing-masing dari mereka merupakan tangan yang patut memberikan pertolongan kepada sesamanya. Kemudian dilanjutkan dengan larangan untuk berlaku boros.[1]

Sementara itu, M. Quraish Shihab menjelaskan kata (اخوان) ikhwan pada ayat ke 27, merupakan bentuk jamak dari kata (اخ) akh yang biasa diterjemahkan saudara. Dari sini persamaan dalam asal usul keturunan mengakibatkan persaudaraan, baik asal usul jauh, lebih-lebih yang dekat. Persaudaraan stan dengan pemboros adalah persamaan sifat-sifatnya, serta keserasian antar keduanya. Mereka berdua sama melakukan hal-hal yang bathil. Persaudaraan itu dipahami oleh ibn ‘Asyur dalam arti kebersamaan dan ketidakberpisahan setan dengan pemboros. Ini karena biasanya saudara selalu bersama saudaranya dan engaan berpisah dengannya. Penyifatan setan dengan kafur/sangat ingkar  merupakan peringatan keras kepada para pemboros yang menjadi teman setan itu, bahwa persaudaraan dan kebersamaan mereka dengan setan dapat menghantarkan mereka pada kekufuran.[2]

7

.      Al-Qur’an surah Al-Furqan ayat 67

والذين اذا انفقوا لم يسرفوا وكان بين ذالك قواما

Artinya : 67. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian.

a.      Isi kandungan surah Al-Furqan ayat 67

Orang-orang yang tidak berlaku mubadzir didalam mengeluarkan nafkah, maka tidak mengeluarkannya lebih dari kebutuhan, tida pula kikir terhadap diri mereka, sehingga mengabaikan kewajiban terhadap diri mereka dan keluarga mereka, sehingga mengeluarkannya secara adil dan pertengahan, dan sebaik-baik perkara adalah yang paling pertengahan.

8

.      Al-Qur’an surah Al-Qashash ayat 79-82

فخرج على قومه في زينته  قال الذين يريدون الحيوة الدنيا يليت لنا مثل ما اتي قارون  انه لذو حظ عظيم    وقال الذين اوتوا العلم ويلكم ثواب الله خير لمن امن وعمل صالحا  ولا يلقها الا الصبرون    فخسفنا به وبداره الارض  فما كان له من فئة ينصرونه من دون الله  وما كان من المنتصرين    واصبح الذين تمنوا مكانه بالامس يقولون ويكان الله يبسط الرزق لمن يشاء من عباده ويقدر  لولا ان من الله علينا لخسف بنا  ويكانه لا يفلح الكفرون

Artinya :  79. Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki dunia, “semoga kita kiranya mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.” 80. Berkatalah orang-orang yang dianugrahi ilmu, “kecelakan besarlah bagi kalian, pahala Allah adalah lebih baik bagi orangporang yang beriman dan beramal sholeh, dan tidaklah pahala itu diperoleh, kecuali orang-orang yang sabar.”

81. Maka kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya kedalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah dia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). 82. Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu berkata, “aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dari para hamba-Nya dan menyempitkannya. Kalau Allah tidak melimpakan karunia-Nya atas kita, benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah).

9

.   Ayat-ayat Al-Qur’an tentang perintah menyantuni kaum dhu’afa

       Sebelum kita membahas ayat-ayat Al-Qur’an tentang perintah untuk menyantuni kaum dhu’afa, terlebih dahulu kita bahas makna dari menyantuni kaum dhu’afa. Kata dhu’afa sendiri berasal dari bahasa Arab (ضعفاء) yang merupakan bentuk jamak dari kata (ضعيف) yang artinya adalah orang yang lemah. Makna dari menyantunni kaum dhu’afa ialah memberikan harta atau barang yang bermanfaat untuk kaum dhu’afa, kaum dhu’afa sendiri ialah orang yang lemah atau orang yang tidak punya apa-apa, dan mereka harus disantunni sebagai kewajiban muslim untuk saling memberi, itu sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Perlu digaris bawahi, bahwa “memberi” tidak harus dengan uang, akan tetapi kita bisa memberikan barang-barang yang lain, seperti memberikan makanan yang nanti ibadahnya akan mengalir terus seperti halnya infak dan kalau sudah diberi akan jadi tanggung jawab orang miskin itu, misal saja barang yang diberikan digunakan untuk beribadah kepada Allah atau hal positif lainnya akan mendapat pahala yang sama, ketika ia gunakan tadi, sebaliknya degan digunakan mencopet atau judi kita tidak akan mendapat pahala buruk dari orang miskin itu, in syaa Allah pahalanya tidak akan berkurang setelah memberi kepada orang miskin itu.

10

11

1.      Surah Al-Israa ayat 26-27

وات ذا القربى حقه والمسكين وابن السبيل ولاتبذر تبذيرا    ان المبذرين كانوا اخوان الشيطين  وكان الشيطن لربه كفورا

Artinya: 26. Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. 27. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudaranya setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhan-nya.

2.      Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 177

ليس البرا ان تولوا وجوهكم قبل المشرق والمغرب ولكن البر من امن باالله وليوم الاخر والملئكة والكتب والنبين واتى المال على حبه ذوى القربى واليتمى والمسكين وابن السبيل والسائلين وفي الرقاب واقام الصلوة واتى الزكوة  والموفون بعهدهم اذا عاهدوا  والصبرين في البئ ساء والضراء وحين البئ س  الئك الذين صدقوا  والئك هم المتقون

Artinya : 177.  Bukanlah menghadapkan wajahmu ke timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah kebaktian orang yang beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir dan orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

12

C.   Hadist tentang pola hidup sederhana dan perintah utuk menyantuni kaum dhu’afa

وعن ابى  امامة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : يا ابن ادم انك ان تبذ ل الفضل خير لك , وان تمسكه شر لك , ولا تلام على كفاف, وابداء بمن تعول (رواه الترمذى)

Dari Abu Umamah ra., ia berkata : “Rasulullah SAW. Bersabda : “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu memberikan kelebihan hartamu, maka itu lebih baik bagimu, dan jika kamu menahannya, maka itu sangat jelek bagimu. Kamu tidaklah dicela dalam kesederhanaan. Dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggunganmu.”[12]

       وعن ابى امامة اياس بن ثعلبة الانصارى الحارثى رضي الله عنه قال : ذكر اصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم يوما عنده الدنيا فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الا تسمعون ؟ الا تسمعون ؟ ان البذاذة من الايمان, ان البذاذة من الايمان (رواه الابو داود)

Dari Abu Umamah iyas bin tsa’labah Al-Anshoriy Al-Haritsiy ra., ia berkata : pada suatu hari, para sahabat Rasulullah SAW. Membicarakan masalah dunia, kemudian Rasulullah SAW. Bersabda : “apakah kalian tidak mendengar ? apakah kalian tidak mendengar ? “sesungguhnya kesederhanaan itu itu bagian dari iman.[13]

وعن ابى هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم كافل اليتيم له او بغيره انا وهوكاتين في الجنة, واشار الراوى وهو مالك بن انس بالسببة والوسطى (رواه المسلم)

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah SAW. Bersabda : “orang yang menanggung anak yatim baik anak yatim itu ada hubungan famili atau tidak, maka saya dan orang yang menanggungnya seperti dua jari ini, didalam surga.”

Malik bin Anas perawi hadist itu mengatakan, beliau memberi isyarat dari jari telunjuk dan jari tengah.[14]

13

14

15

Multiple Choice

Berikut ini merupakan contoh berbuat baik kepada kaum dhuafa, kecuali ....

1

merendahkan hati kepada mereka

2

mengundang acara walimahan

3

bergaul dengan baik

4

mengasihi mereka

5

menjaga jarak dengan mereka

16

Multiple Choice

Berikut ini merupakan manfaat berbuat baik kepada kaum dhuafa, kecuali .....

1

hilangnya pemisah antara miskin- kaya

2

terwujud tatanan masyarakat harmonis

3

timbul sikap optimis dalam hidup

4

terhindar dari prilaku zhalim

5

dikenal dikalangan kaum dhuafa

17

Multiple Choice

Semua prilaku Nabi Muhammad saw, berupa perkataan, perbuatan maupun ketetapannya, disebut ......

1

hadits

2

Al- Qur’an

3

ijma’

4

qiyas

5

ijtihad

18

Multiple Choice

Golongan yang lemah / dilemahkan adalah pengertian dari ...

1

amil

2

gorim

3

muallaf

4

dhuafa

5

musafir

19

Multiple Choice

Berikut ini termasuk kaum dhuafa kecuali ...

1

anak yatim

2

fuqoro

3

masakin

4

janda

5

sabilillah

Membudayakan Pola Hidup Sederhana dan Menyatuni Dhuafa

by Maimunah Ag

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 19

SLIDE