Search Header Logo
Kata Baku dan Tidak Baku

Kata Baku dan Tidak Baku

Assessment

Presentation

World Languages

7th - 9th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Anna S.S

Used 38+ times

FREE Resource

9 Slides • 1 Question

1

Kata Baku dan Tidak Baku

By Anna S.S

media
media

2

Poll

Siapkah kamu belajar hari ini?

3

Pengertian Kata Baku

Kata baku adalah kata-kata yang ejaan dan pelafalannya sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku yang tertuang dalam KBBI dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Some text here about the topic of discussion

4

Pengertian Kata Tidak Baku

Sementara itu, kata tidak baku adalah kosakata yang ejaan dan pelafalannya tidak sesuai dengan KBBI dan PUEBI.

Some text here about the topic of discussion

5

Fungsi Kata Baku

Kata baku digunakan untuk segala hal yang bersifat resmi dan membutuhkan penuturan bahasa yang tepat. Empat fungsi utama kosakata baku

  1. Sebagai pemersatu

  2. Memberi kekhasan

  3. Meningkatkan kewibawaan

  4. Kerangka Acuan

Some text here about the topic of discussion

6

Fungsi Kata Tidak Baku

Kata tidak baku lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari atau dalam tulisan yang bersifat tidak resmi seperti dalam pesan singkat. Kata tidak baku sering ditemukan dalam interaksi sehari-hari karena terpengaruh oleh budaya tutur yang berkembang di masyarakat.

Faktor penyebab​ kemunculan kata tidak baku

  1. Penutur tidak memahami bentuk penulisan baku dari kata yang dimaksud;

  2. Penutur tidak mengoreksi kesalahan pelafalan atau ejaan yang ditemui;

  3. Terbawa oleh kebiasaan penutur lain;

  4. Pelafalan terpengaruh oleh dialek dari daerah asal penutur.

Some text here about the topic of discussion

7

Ciri-ciri kata baku dapat dirangkum sebagai berikut, beserta contoh kata baku dan tidak baku:

  1. Tidak dipengaruhi oleh dialek atau bahasa daerah

    Contoh: ‘tengkurap’ (baku) dan ‘tengkurep’ (tidak baku); ‘bagus sekali’ (baku) dan ‘bagus pisan’ (tidak baku).

  2. Tidak dipengaruhi oleh bahasa asing

    Contoh: ‘kamu’ (baku) dan ‘lo’ (tidak baku); ‘saya’ (baku) dan ‘ane’ (tidak baku).

  3. Bukan ragam bahasa percakapan

    Contoh: ‘memang’ (baku) dan ‘emang’ (tidak baku); ‘bawakan’ (baku) dan ‘bawain’ (tidak baku).

Some text here about the topic of discussion

8

  1. Penggunaan imbuhan diterapkan secara eksplisit

    Contoh: ‘menangis’ (baku) dan ‘nangis’ (tidak baku); ‘menyetop’ (baku) dan ‘nyetop’ (tidak baku).

  2. Penggunaan kata atau frasa sesuai dengan konteks kalimat

    Contoh: ‘terbuat dari’ (baku) dan ‘terbuat’ (tidak baku); ‘sebanding dengan’ (baku) dan ‘sebanding’ (tidak baku).

  3. Tidak bermakna ganda atau rancu

    Contoh: ‘menghemat’ (baku) dan ‘mempersingkat’ (tidak baku).

  4. Tidak mengandung pleonasme atau penambahan kata yang tidak perlu

    Contoh: ‘turun’ (baku) dan ‘turun ke bawah’ (tidak baku); ‘terbaik’ (baku) dan ‘paling terbaik’ (tidak baku).

  5. Tidak hiperkorektif

    Contoh: ‘musyawarah’ (baku) dengan ‘musawarah’ (tidak baku); ‘surga’ (baku) dan ‘syurga’ (tidak baku).

9

10

Kata Baku dan Tidak Baku

By Anna S.S

media
media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 10

SLIDE