
Materi konsep inflasi
Presentation
•
Social Studies
•
7th - 12th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
eri sawati
Used 3+ times
FREE Resource
26 Slides • 0 Questions
1
2
inflasi dan cara mengatasinya
materi ekonomi kelas xi SEMESTER 2
BY ERI SAWATI, S.Pd
SMA NEGERI 10 TEBO
3
Tujuan Pembelajaran:
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu menganalisis inflasi dan menyajikan hasil analisis inflasi untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari secara cermat dan bertanggung jawab.
Uraian Materi
1. Pengertian Inflasi
Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara
umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu
4
Indeks harga konsumen (IHK) merupakan Indeks yang menghitung rata-rata perubahan harga dari suatu paket barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga dalam kurun waktu tertentu. IHK merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi.
5
Perubahan IHK dari waktu ke waktu menggambarkan tingkat kenaikan (inflasi) atau tingkat penurunan (deflasi) dari barang dan jasa.
6
Berdasarkan the Classification of Individual Consumption by Purpose (COICOP), IHK dikelompokkan ke dalam tujuh kelompok pengeluaran, yaitu:
bahan makanan, makanan jadi, minuman, dan tembakau; perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan dan olahraga; transportasi dan komunikasi.
7
Penyebab Inflasi
1. Adanya permintaan yang meningkat (Demand Pull Inflation)
Inflasi di Indonesia disebabkan oleh kelebihan permintaan atau kelebihan permintaan. Penyebab inflasi di Indonesia terjadi ketika permintaan atau permintaan masyarakat terhadap suatu barang cukup tinggi.
Penyebab utama inflasi di Indonesia juga dapat disebabkan oleh munculnya hasrat berlebihan pada sekelompok orang yang ingin memanfaatkan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia di pasar.
8
2. Jumlah uang yang beredar bertambah banyak (Quantity Theory Inflation)
Penyebab inflasi di Indonesia adalah bertambahnya jumlah uang beredar. Teori inflasi akibat peningkatan jumlah uang beredar berpendapat bahwa ada hubungan antara jumlah uang beredar dan harga.
Jika jumlah barang tetap dan jumlah uang yang beredar berlipat ganda, harga barang menjadi dua kali lipat.
9
Penyebab inflasi di Indonesia terkait dengan jumlah uang yang beredar di masyarakat dapat meningkat ketika suatu negara menggunakan sistem anggaran dengan defisit.
Untuk menutupi defisit anggaran, pemerintah biasanya mencetak uang baru, yang menyebabkan harga naik. Hal ini merupakan salah satu kemungkinan yang dapat memicu terjadinya inflasi di Indonesia.
10
3. Adanya biaya produksi yang meningkat (Cosh Push Inflation)
Penyebab inflasi di Indonesia adalah adanya kenaikan biaya produksi. Inflasi biaya produksi yang meningkat hasil dari peningkatan biaya produksi yang terus menerus selama periode waktu tertentu.
Secara umum, peningkatan inflasi biaya produksi yang dapat terjadi di Indonesia disebabkan oleh tekanan pada biaya faktor produksi yang terus meningkat. Inflasi akibat biaya produksi yang tinggi biasanya terjadi di negara berkembang atau berkembang pesat seperti Indonesia
11
4. Terjadinya inflasi campuran (Mixed Inflation)
Inflasi campuran yang terjadi dapat dipengaruhi oleh adanya kenaikan penawaran dan permintaan sehingga membuat adanya ketidakseimbangan antara dua hal tersebut.
Ketika permintaan untuk barang atau jasa meningkat, maka akan mengakibatkan pasokan barang dan faktor produksi menurun.
12
Sementara itu tidak ada alternatif lain atau substitusi untuk barang dan jasa ini. Situasi yang tidak seimbang ini meningkatkan risiko inflasi yang terjadi. Harga barang dan jasa akan naik.
Mengatasi inflasi yang dapat terjadi di Indonesia akan sangat sulit ketika kenaikan supply akan suatu barang atau jasa lebih tinggi atau setidaknya setara dengan permintaan.
13
5. Inflasi terjadi karena adanya ekspektasi (Expected Inflation)
Penyebab inflasi di Indonesia adalah inflasi ekspektasi. Penyebab inflasi di Indonesia adalah perilaku masyarakat yang percaya bahwa situasi ekonomi akan membaik di masa depan. Ekspektasi masyarakat terhadap situasi ekonomi ke depan dapat menjadi penyebab terjadinya inflasi di Indonesia, khususnya inflasi permintaan atau inflasi biaya produksi. Inflasi ini tergolong sulit untuk dideteksi karena kejadiannya yang tidak terlalu signifikan
14
Jenis-jenis Inflasi
1. Inflasi berdasarkan tingkat keparahan
a. Inflasi ringan
Inflasi ringan tidak terlalu berpengaruh terhadap keadaan perekonomian suatu negara karena harga barang/jasa hanya mengalami kenaikan secara umum. Kenaikan harga pada inflasi ringan adalah di bawah 10% per tahun
b. Inflasi sedang
Inflasi sedang dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi karena dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat yang berpenghasilan tetap. Rata-rata kenaikan harga inflasi berkisar antara 10 sampai 30% per tahun.
15
c. Inflasi berat
Jenis inflasi berat yang satu ini dapat mengganggu perekonomian karena masyarakat tidak mau lagi menabung di bank. Hal ini dikarenakan suku bunga bank jauh lebih rendah dari laju inflasi. Kenaikan harga pada saat inflasi tinggi bervariasi antara 30% dan 100% per tahun.
nflasi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 dapat termasuk dalam jenis inflasi berat. Tingkat inflasi saat itu disebabkan oleh krisis moneter atau krisis mata uang yang mencapai 77,63%.
16
d. Inflasi sangat berat
Inflasi jenis sangat berat merupakan inflasi yang sudah sulit untuk dikendalikan karena adanya kenaikan harga pada inflasi ini lebih dari 100% per tahun.
17
2. Inflasi Menurut Sumbernya (Asal)
a. Inflasi dari dalam negeri (domestic inflation)
Inflasi domestik terjadi misalnya, dengan defisit anggaran yang terus-menerus, kegagalan produk, dll. Dalam keadaan seperti ini, biasanya pemerintah mewajibkan Bank Indonesia untuk mencetak uang baru dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan pemerintah.
18
Faktor lain yang dapat menyebabkan inflasi domestik adalah biaya produksi dalam negeri yang lebih tinggi dan peningkatan permintaan masyarakat akan barang yang meningkat pula, sementara kenaikan penawaran tidak dapat mengimbanginya
19
b. Inflasi dari luar negeri (imported inflation)
disebut juga dengan inflasi impor. Inflasi impor disebabkan oleh inflasi di luar negeri, yang menyebabkan kenaikan harga barang-barang impor.
Negara-negara berkembang cenderung mengalami inflasi seperti itu, dan sebagian besar operasi produksi mereka menggunakan bahan dan alat luar negeri yang diciptakan melalui perdagangan internasional.
20
Dampak Inflasi
Secara tidak langsung, inflasi juga membawa beberapa dampak untuk perekonomian, diantaranya seperti :
1. Produsen mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga umum barang dan jasa.
Inflasi tinggi mengacu pada kenaikan harga umum barang dan jasa. Hal ini dapat berdampak positif bagi produsen.
Inflasi sebagian besar dapat menutupi biaya produksi karena harga jual telah meningkat. Oleh karena itu, keuntungan produsen dapat meningkat.
21
2. Menurunnya daya beli masyarakat.
Inflasi yang tinggi dapat melemahkan daya beli masyarakat, terutama bagi pekerja yang tidak menerima kenaikan upah. Inflasi membuat harga barang dan jasa naik.
Hal ini tentunya akan membuat pengeluaran seseorang menjadi lebih besar, sementara pendapatan tidak naik/tetap. Pada akhirnya, daya beli masyarakat akan melemah
22
3.Mempengaruhi kemampuan ekspor suatu negara.
Inflasi juga dapat berdampak negatif terhadap ekspor suatu negara. Penyebab inflasi adalah biaya ekspor menjadi lebih mahal.
Selain itu, meningkatkan harga produk ekspor yang dapat mempengaruhi daya saing produk di negara tujuan ekspor. Pada akhirnya, ini bisa mengurangi devisa negara.
23
Cara mengatasi Inflasi
1. Kebijakan moneter
Dalam kebijakan moneter ini, Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk menarik uang yang beredar di masyarakat.
Hal ini dapat dilakukan dengan menjual surat berharga, meningkatkan jumlah uang beredar dari kas bank umum, atau meningkatkan suku bunga.
24
2. Kebijakan fiskal
Dalam kebijakan fiskal dapat berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran anggaran negara. Pemerintah dapat menaikkan tarif pajak dan melakukan penghematan terhadap pengeluaran pemerintah.
25
3.Kebijakan lainnya
Selain kebijakan moneter dan fiskal, inflasi juga dapat dikelola dengan meningkatkan produksi, mempermudah impor barang impor, menstabilkan pendapatan (tingkat upah), menetapkan harga maksimum, serta melakukan pengawasan dan distribusi barang.
26
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 26
SLIDE
Similar Resources on Wayground
21 questions
AKU SAYANG KELUARGA DAN TEMAN
Presentation
•
KG
20 questions
SPELLEN: Verkleinwoorden
Presentation
•
6th - 12th Grade
22 questions
Perangkat Lunak Pengolah Kata
Presentation
•
7th - 12th Grade
20 questions
Kuis Informatika Topik Pengolah Data Sederhana
Presentation
•
7th Grade - University
23 questions
Simulasi Psikotes
Presentation
•
KG
17 questions
Pelatihan Quizizz-ku
Presentation
•
KG
15 questions
Pengaruh Perubahan ruang dan interaksiantarruang di dunia
Presentation
•
KG - University
20 questions
BM PAGE 22-24
Presentation
•
KG
Popular Resources on Wayground
10 questions
How much do you know about our Portrait of an Eagle?
Quiz
•
10th Grade
10 questions
Fast Food Slogans
Quiz
•
6th - 8th Grade
21 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Parts of Speech
Quiz
•
5th Grade
16 questions
Subject & Predicate
Quiz
•
5th Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
12 questions
Map Skills
Quiz
•
3rd Grade
22 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
5th Grade
Discover more resources for Social Studies
10 questions
Exploring the Age of Exploration: Key Events and Figures
Interactive video
•
6th - 10th Grade
13 questions
13 Colonies Map Quiz
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
13 original colonies
Quiz
•
8th Grade
10 questions
Causes of the American Revolution
Quiz
•
8th Grade
19 questions
Unit 3 Spanish Colonial Era
Quiz
•
7th Grade
10 questions
Pillars of Free Enterprise
Quiz
•
6th - 8th Grade
26 questions
QA 1 Review
Quiz
•
6th - 8th Grade
17 questions
1.3 Review
Presentation
•
11th Grade