Search Header Logo
paragraf

paragraf

Assessment

Presentation

World Languages

12th Grade

Hard

Created by

Norkolis Kepsek

FREE Resource

9 Slides • 0 Questions

1

paragraf

By Norkolis Kepsek

2

​Paragraf/alinea merupakan bagian dari wacana yang merupakan satu kesatuan kalimat-kalimat penjelas. Paragraf yang baik harus memenuhi kriteria yaitu memiliki satu ide pokok atau satu pikiran utama dan beberapa pikiran penjelas antarkalimat saling berkaitan/berkoherensi sehingga merupakan satu kesatuan. Kalimat yang memuat ide pokok/pikiran utama disebut kalimat utama. Kalimat yang mengandung pikiran penjelas disebut kalimat penjelas. Paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal paragraf disebut paragraf deduktif. Paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf disebut paragraf induktif.

media

3

​Menyusun Kalimat Menjadi Paragraf yang PaduParagraf merupakan bagian dari wacana yang merupakan satu kesatuan. Paragraf yang baik harus memenuhi kriteria berikut.1. Memiliki satu ide pokok atau satu pikiran utama dan beberapa pikiran penjelas.2. Antarkalimat saling bertautan (berkoherensi) sehingga membentuk satu kesatuan.Koherensi perlu penataan urutan kalimat yang sistematis. Tanpa urutan yang baik, koherensi tidak akan kita peroleh. Penanda koherensi antara lain pengulangan kata/frasa kunci, kata ganti, konjungsi antarkalimat, dan situasi. Konjungsi antarparagraf pada dasarnya sama dengan konjungsi antar­kalimat.

media

4

JENIS-JENIS PARAGRAF

1. Paragraf narasi adalah jenis karangan yang ber­tujuan menceritakan suatu pokok persoalan.Ciri narasi yaitu ada pelaku, alur, latar, dan jalan cerita runtut.

2. Paragraf deskripsi/lukisan adalah jenis karangan yang bersifat informatif. Tulisannya berdasarkan hasil pengamatan. Pembaca diajak menikmati segala sesuatu yang telah dinikmati penulis.

3. Paragraf eksposisi adalah jenis karangan yang bertujuan menerangkan suatu pokok masalah/ pikiran yang dapat memperluas pengetahuan pembaca.​

media

5

4. Paragraf argumentasi adalah jenis karangan yang berisi ide/gagasan yang dilengkapi bukti­-bukti kesaksian yang dijalin menurut proses penalaran yang kritis dan logis. Tujuan argumentasi memengaruhi atau meyakinkan pembaca untuk menyatakan persetujuannya.

5. Paragraf persuasi adalah karangan yang disampaikan dengan cara-cara tertentu, bersifat ringkas. menarik. dan mempengaruhi pembaca sehingga pembaca tergugah atau tergerak oleh isi yang tersirat.​

media

6

​Penulisan Simpulan Paragraf Induktif dan Deduktif

Simpulan paragraf deduktif ditarik dari pernyataan yang bersifat umum ke pernyataan yang bersifat khusus. Simpulan terletak di awal paragraf.

Simpulan paragraf induktif ditarik dari pernyataan yang bersifat khusus ke pernyataan yang bersifat umum. Simpulan terletak di akhir paragraf.

Masalah, Ide Pokok/Gagasan Pokok, Kalimat Utama, Fakta, Opini, dan Simpulan Bacaan.

Masalah merupakan hal atau sesuatu yang harus diselesaikan atau dicari jalan keluarnya.

Ide pokok /pikiran utama/gagasan utama adalah gagasan yang menjiwai paragraf. Cara menentukan gagasan utama dalam paragraf adalah: merupakan pernyataan yang palingumum, paling penting atau penyataan yang merupakan kesimpulan, dan terdapat bagian-bagian yang diulang pada kalimat-kalimat yang lain.

7

media

​Pola Pengembangan Paragraf Deduktif dan Induktif

Silogisme merupakan bentuk cara berpikir atau menarik kesimpulan yang terdiri atas premis (pernyataan) umum, premis khusus, dan kesimpulan.

Premis umum merupakan pernyataan yang bersifat umum. Premis khusus merupakan pernyataan yang bersifat khusus. Kesimpulan merupakan kesimpulan dari premis umum dan khusus. Rumus silogisme sebagai berikut.

Rumus silogisme

PU : semua A = B

PK : C=A

K : C=B

8

1. Premis umum merupakan pernyataan atau syarat dari sesuatu. Anggota dari premis umum adalah semua hal, sesuatu, atau orang yang memenuhi syarat tertentu. Premis khusus merupakan bagian dari premis umum.

2. Kesimpulan merupakan premis khusus yang harus memiliki syarat atau sesuai dengan pernyataan dalam premis umum.

3. Silogisme merupakan salah satu pola pengembangan paragraf deduktif. Pola pengembangan yang lain adalah entimem dan sebab akibat.

Entimem adalah silogisme yang diperpendek. Rumusnya sebagai berikut.

Entimem: C = B karena C = A.

Contoh:

SilogismePremis Umum (PU) : Siswa SMA harus memakai baju seragam putih abu­-abu.

Premis Khusus (PK) : Ismail siswa SMA.

Kesimpulan (K) : Jadi, Ismail harus memakaibaju seragam putih abu‑abu.

Entimem

Ismail harus memakai baju seragam putih abu-abu karena ia siswa SMA.

9

TERIMAKASIH

paragraf

By Norkolis Kepsek

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 9

SLIDE