Search Header Logo
Piramida dan Kepadatan Penduduk

Piramida dan Kepadatan Penduduk

Assessment

Presentation

Geography

11th Grade

Hard

Created by

Faryanti Faryanti

Used 12+ times

FREE Resource

16 Slides • 0 Questions

1

media

2

Piramida dan Kepadatan Penduduk

By Faryanti, S.Pd.

SMAN 10 TEBO​

​Geografi SMA Kelas XI Semester 2

media
media

3

Pengertian Piramida Penduduk

Piramida penduduk adalah grafik khusus yang digunakan untuk menampilkan komposisi umur dan jenis kelamin dari suatu populasi atau kelompok.

Nah, Ananda, terdapat dua bagian dalam piramida penduduk yaitu bagian sebelah kiri dan bagian sebelah kanan. Bagian sebelah kiri menyajikan data laki-laki. Bagian sebelah kanan menyajikan data perempuan. Sumbu vertikal menunjukkan interval 5 tahunan, ditampilkan dari umur yang paling muda hingga yang paling tua.

4

Jenis-Jenis Piramida Penduduk

Jenis atau bentuk piramida penduduk berbeda-beda di setiap wilayah atau negara, Sobat. Meskipun bentuknya berbeda-beda, pada dasarnya piramida penduduk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Piramida Ekspansif (Muda)

media

5

Piramida ini dikenal juga dengan sebutan piramida penduduk segitiga, kerucut, limas, atau piramida penduduk muda. Setiap jenis piramida pasti punya karakteristik masing-masing.

Karakteristik dari piramida ekspansif yaitu:

- Sebagian besar penduduk berusia muda

- Penduduk lanjut usia relatif sedikit

- Angka kelahiran lebih besar daripada angka kematian

- Pertumbuhan penduduk sangat cepat

- Rasio ketergantungan besar

- Sebagian besar ditemukan di negara-negara berkembang

Contoh negara dengan piramida ekspansif: Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, India, Mesir, Brazil, dan lain sebagainya.

6

2. Piramida Konstruktif (Tua)

Piramida konstruktif memiliki bentuk seperti batu nisan atau guci terbalik atau sarang tawon.

media

7

Karakteristik piramida penduduk konstruktif (tua) yaitu:

  • Jumlah kelompok umur muda sedikit

  • Menurunnya tingkat kelahiran dan kematian

  • Meningkatnya angka harapan hidup

  • Perlambatan pertumbuhan penduduk

  • ​Jumlah penduduk usia kerja relatif lebih besar daripada jumlah anak-anak dan orang tua

  • Rasio ketergantungan rendah

  • Menggambarkan bonus demografis apabila penduduk usia kerjanya berpendidikan dan produktif bekerja.

Contoh negara dengan piramida penduduk konstruktif: Jepang, Swedia, Amerika Serikat, Jerman, Belgia, Swiss, Singapura, dan negara maju lainnya.

8

3. Piramida Stasioner

Piramida stasioner berbentuk granat atau segi empat. Piramida stasioner mirip dengan piramida konstruktif. Pada piramida stasioner, semua kohor kira-kira berukuran sama, kecuali yang tertua.​

media

9

Karakteristik dari piramida stasioner yaitu:

- Angka kelahiran hampir sama dengan angka kematian

- Jumlah penduduk muda, dewasa, dan tua hampir sama

- Pertumbuhan penduduknya kecil

- Rasio ketergantungan hampir nol

- Terjadi di beberapa negara maju

Contoh negara dengan piramida stasioner: Belanda, Jerman, Perancis, Inggris.

10

Berikut ini fungsi dari piramida penduduk:

​1. Dapat mengetahui komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin

2. Dapat mengetahui jumlah penduduk

3. Dapat mengetahui rasio ketergantungan

4. Dapat mengetahui usia produktif dan non produktif

5. Dapat mengetahui model pertumbuhan penduduk

6. Dapat meramalkan jumlah penduduk di masa yang akan datang

7. Dapat digunakan untuk analisis program KB dan tenaga kerja di suatu wilayah

8. Dapat digunakan untuk analisis pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, sosial, ekonomi

11

KEPADATAN PENDUDUK

Kepadatan penduduk adalah perbandingan antara jumlah penduduk dan luas daerah yang ditempati. Kepadatan penduduk atau population density menggunakan satuan penduduk jiwa/km².

Cara menghitungnya yakni jumlah penduduk di suatu wilayah dibagi luas wilayah tersebut. Semakin besar angkanya maka semakin padat wilayahnya.

Suatu wilayah tumbuh lebih padat dibanding daerah lain karena didorong beberapa faktor.

Selain karena pertumbuhan alami, pemusatan penduduk di suatu wilayah juga didorong oleh faktor yaitu fisiografis, ekonomi dan sosial budaya.

12

Faktor fisiografis meliputi bentuk permukaan bumi, kondisi perairan, dan kondisi iklim. Kondisi alam berpengaruh terhadap kepadatan penduduk karena sumber daya yang dimiliki dan dihasilkan.

​Faktor ekonomi dapat mempengaruhi kepadatan penduduk suatu daerah karena tersedianya peluang dan lapangan pekerjaan yang menarik banyak orang. Setiap orang membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhannya dan mendapatkan penghidupan yang lebih baik.

​faktor sosial budaya meliputi kemudahan pemenuhan kebutuhan sosial masyarakat. Contohnya wilayah dengan banyak sekolah bagus, fasilitas publik yang bagus, akan menarik banyak penduduk untuk tinggal. Wilayah yang relatif aman secara sosial politik juga umumnya menjadi pilihan tempat tinggal masyarakat.

13

Pengukuran kepadatan penduduk suatu wilayah dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut :

1. Kepadatan penduduk aritmatik ialah kepadatan penduduk per satuan luas, dihitung dengan rumus sebagai berikut.

media

14

2. Kepadatan fisiologis ialah jumlah penduduk tiap kilometer persegi tanah pertanian. dihitung dengan rumus sebagai berikut.

media

15

3. Kepadatan penduduk agraris adalah jumlah penduduk petani tiap km2 tanah pertanian. dihitung dengan rumus sebagai berikut.

media

16

media
media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 16

SLIDE