Search Header Logo
AKIDAH AKHLAK 11

AKIDAH AKHLAK 11

Assessment

Presentation

Other

1st - 10th Grade

Easy

Created by

repi nurhakim

Used 4+ times

FREE Resource

5 Slides • 2 Questions

1

AKIDAH AKHLAK 11

By repi nurhakim

2

Open Ended

sebelum dimulai, apa yang anda tau tentang di Tasawuf? tulis dibawah!

3

​A. Pengertian Tasawuf

Ditinjau dari segi bahasa (etimologi), para ahli berbeda pendapat tentang

nisbah/sandaran asal kata tasawuf. Harun Nasution menyebutkan lima istilah yang

berkenaan dengan asal kata tasawuf, yaitu:

1. Ṣafa (suci). Disebut ṣafa (suci) karena kesucian batin kaum sufi dan kebersihan

tindakan dan keikhlasannya.

2. Ṣaff (barisan). Karena kaum sufi mempunyai iman kuat, jiwa bersih, ikhlas dan

senantiasa memilih barisan yang paling depan dalam salat berjama’ah.

3. Theosophi (Yunani: theo = Tuhan; shopos = hikmah, ilmu yang tinggi dan dalam);

yang artinya hikmah/kearifan ketuhanan.

4. Ṣuffah (serambi tempat duduk); yakni serambi masjid Nabawi di Madinah yang

disediakan untuk orang-orang yang belum mempunyai tempat tinggal dari kalangan

Muhajirin di masa Rasulullah Saw. Mereka dipanggil ahli shuffah (pemilik serambi)

karena di serambi masjid itulah mereka bernaung.

5. Ṣūf (bulu domba); hal ini disebabkan kaum sufi biasa menggunakan pakaian dari bulu

domba yang kasar, sebagai lambang akan kerendahan hati mereka, juga untuk

menghindari sikap sombong di hatinya di samping untuk menenangkan jiwa, serta

meninggalkan usaha-usaha yang bersifat duniawi. Syuhrawardi mengatakan bahwa:

“Mereka berkumpul di masjid Madinah, seperti halnya orang sufi berkumpul di

Zawiyah dan Ribath. Mereka tidak tergerak untuk berusaha mencari nafkah dan

membutuhkan hidup. Rasulullah sendiri membantu mereka untuk memperhatikan dan

memberi bantuan kepadanya”.

4

Sedangkan secara terminologi, berikut ini adalah beberapa definisi tasawuf yang

diungkapkan oleh para ahli:

1. Abu Yazid Al-Bustami (w. 261 H / 875 M), pencetus teori fana’ baqa’ dan ittihad

mengemukakan bahwa: “Tasawuf meliputi tiga aspek, yaitu kha’, ha’ dan jim. Kha’

maksudnya takhalli berarti mengosongkan diri dari perangai yang tercela; ha’

maksudnya tahalli berarti menghiasi diri dengan akhlak terpuji, dan jim maksudnya

tajalli, berarti mengalami kenyataan ketuhanan”.

2. Al-Junaid al-Baghdadi (w. 297 H/910 M) yang dikenal dengan bapak tasawuf

moderen mendefinisikan tasawuf sebagai “Keberadaan bersama Allah Swt. tanpa

adanya penghubung. Baginya tasawuf berarti membersihkan hati dari sifat yang

menyamai binatang, menekan sifat basyariyah, menjauhi hawa nafsu, memberikan

tempat bagi sifat kerohanian, berpegang pada ilmu kebenaran, memberi nasihat

kepada umat, benar-benar menepati janji kepada Allah SWT dan mengikuti syari’at

Rasulullah Saw”.

5

3. Syaikh Abul Hasan asy-Syadzili (w.1258), Syaikh sufi besar dari Afrika Utara,

mendefinisikan tasawuf sebagai “Praktik dan latihan diri melalui cinta yang dalam

dan ibadah untuk mengembalikan diri kepada jalan Tuhan”.

4. Muhammad Amin al-Kurdy memandang tasawuf sebagai suatu “Ilmu yang

dengannya dapat diketahui hal-hal yang terkait dengan kebaikan dan keburukan jiwa,

cara membersihkannya dengan sifat-sifat terpuji, cara melakukan suluk, melangkah

menuju keridhaan yang diperintahkan-Nya. Orang sufi menurut Al-Kurdi yaitu orang

yang hatinya jernih, terhindar dari kehidupan buruk, dan senantiasa terisi oleh nur

ilahi, sehingga kemurnian hatinya bagaikan emas”.

5. Zakaria al-Anshari (852– 925 H/ 1448-1519 M) seorang penulis tasawuf memandang

tasawuf sebagai “cara menyucikan diri, meningkatkan akhlak dan membangun

kehidupan jasmani dan rohani untuk mencapai kebahagiaan abadi. Unsur utama

tasawuf adalah penyucian diri dan tujuan akhirnya adalah kebahagiaan dan

keselamatan”.

6

​6. Ibrahim Basyuni mengkategorikan pengertian tasawuf pada tiga hal: “Pertama, alBidayah,

yaitu pemahaman tasawuf pada tingkat permulaan yaitu menekankan

kecenderungan jiwa dan kerinduannya secara fitrah kepada Yang Maha Mutlak,

sehingga orang senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Kecenderungan jiwa seperti ini menurutnya dimiliki oleh setiap manusia. Dalam

fitrah inilah manusia berbeda dengan binatang. Kedua, al-Mujahadah, yaitu

pemahaman tasawuf pada pengalaman yang didasarkan pada kesungguhan yaitu

yang lebih menonjolkan akhlak dan amal dalam pendekatan diri kepada Allah Swt.

Ketiga, al-Madzaqat yaitu pemahaman tasawuf pada pengalaman batin dan perasaan

keberagamaan, terutama dalam mendekati dzat yang mutlak”.

Dari ketiga pemahaman kategori tasawuf di atas, Basyuni menyimpulkan bahwa

“Tasawuf adalah kesadaran murni yang mengerahkan jiwa secara benar kepada

amal dan aktivitas yang sungguh-sungguh dan menjauhkan diri dari keduniawian

dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt. untuk mendapatkan perasaan dalam

berhubungan dengan-Nya”.

7. Amin Syukur mendefinisikan tasawuf sebagai “Sistem latihan dengan kesungguhan

(riyāḍah, mujahadah) untuk membersihkan, mempertinggi dan memeperdalam aspek

kerohanian dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub) sehingga segala

perhatian hanya tertuju kepada-Nya”.

AKIDAH AKHLAK 11

By repi nurhakim

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 7

SLIDE