Search Header Logo
Keragaman Budaya Indonesia dalam Interaksi Global

Keragaman Budaya Indonesia dalam Interaksi Global

Assessment

Presentation

Geography

11th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Faryanti Faryanti

Used 2+ times

FREE Resource

41 Slides • 0 Questions

1

media

2

Keragaman Budaya Nasional dalam Interaksi Global

By Faryanti, S.Pd.

SMAN 10 Tebo​

media
media

3

KERAGAMAN BUDAYA NASIONAL DALAM INTERAKSI GLOBAL

​Keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang memiliki banyak perbedaan dalam berbagai bidang kehidupan. Kata budaya berasal dari bahasa Sanksekerta, yaitu budhhayah. Kata buddhayah merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti budi atau akal. Dengan demikian, kebudayaan dapat dipahami sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal, seperti pikiran (cipta), rasa, dan kehendak (karsa). Keberagaman budaya Indonesia dapat dilihat dari keragaman ras, suku bangsa, agama, kepercayaan, ideologi, politik, sosial-budaya, dan ekonomi. Ilmu bantu geografi yang mengkahi tentang keanekaragaman budaya adalah antropologi.

4

Secara garis besar, terdapat tiga wujud kebudayaan yang ketiganya tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Ketiga wujud kebudayaan tersebut adalah gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia.

1. Gagasan

Ide atau gagagsan sebagai wujud kebudayaan ideal bersifat abstrak, tidak dapat diraba atau disentuh, tetapi manfaatnya dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung. Wujud dari kebudayaan ini berada di dalam pemikiran masyarakat yang ditaati sebagai pedoman perilaku dan bertindak. Gagasan dapat berupa ide, nilai, norma, peraturan, dan adat istiadat.

2.  Tindakan

Disebut juga kebudayaan perilaku merupakan wujud kebudayaan yang tampak secara konkret sebagai hasil aktualisasi ide atau gagasan yang ada dalam pikiran manusia. Aktualiasasi kebudayaan perilaku dapat dipantau oleh pancaindra manusia seperti upacara-upacara adat, tarian, dan tradisi masyarakat.

5

​3) Kebudayaan Fisik / Benda Hasil Budaya

Bersifat konkret, dapat diraba dan difoto. Kebudayaan dalam wujud konkret ini disebut kebudayaan fisik. Contohnya, bangunan-bangunan megah seperti candi, piramida, menhir, alat rumah tangga seperti kapak perunggu, gerabah, dan lain-lain. Selain wujud-wujud kebudayaan, kita juga harus mengenal unsur-unsur kebudayaan agar dapat memahami apa saja aspek yang bisa kita pahami sebagai budaya dan pengaruhnya.

6

Unsur-Unsur Kebudayaan

​Kluckhon membagi sistem kebudayaan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal. Menurut Koentjaraningrat, istilah universal menunjukkan bahwa unsur-unsur kebudayaan bersifat universal dan dapat ditemukan di dalam kebudayaan semua bangsa.

Adapun ketujuh unsur kebudayaan yang disebutkan sebagai berikut:

1. Sistem Bahasa

​Bahasa adalah kebudayaan yang diciptakan manusia untuk memudahkan mereka berinteraksi antar-sesama dalam pergaulan. Menurut Koentjaraningrat, unsur bahasa atau sistem perlambangan manusia untuk berkomunikasi secara lisan maupun tertulis merupakan ciri terpenting.

7

​2. Sistem Pengetahuan

Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia.

3. Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial

Antropologi berusaha memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat, tiap kehidupan kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan. Kesatuan sosial yang paling dekat dan dasar adalah kerabatnya, yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain.

8

4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi

Para antropolog berusaha memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat. Teknologi ini berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan kegunaan yang masih sederhana. Bahasan ini menyangkut fisik dari kebudayaan itu sendiri.

5. Sistem Ekonomi/Mata Pencaharian Hidup

Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus kajian penting etnografi. Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

9

6. Sistem Religi

Koentjaraningrat menyatakan, asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural. Terlebih untuk yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.

7. Kesenian

Penelitian akan kesenian sebagai unsur kebudayaan berisi bahasan benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Penulisan etnografi awal tentang unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada teknik-teknik dan proses pembuatan benda seni tersebut.

10

  1. Letak Strategis Wilayah Indonesia.

​Indonesia terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra India, serta antara benua Asia dan Australia. Letak Indonesia membuat negara ini menjadi jalur perdagangan internasional. Lalu lintas perdagangan tidak hanya membawa komoditas dagang, tetapi juga pengaruh kebudayaan luar pada budaya Indonesia. Kedatangan bangsa asing yang beda ras dan menetap di Indonesia juga menimbulkan keragaman ras, agama, dan kepercayaan.

​Faktor yang mempengaruhi keragaman budaya Indonesia:

media

11

2. Kondisi Negara Kepulauan

NKRI yang terdiri atas ribuan pulau terpisah menghambat hubungan antarmasyarakat dari pulau yang berbeda-beda. Di satu sisi, masyarakat tiap pulau pun jadi mengembangkan budaya masing-masing sesuai tingkat kemajuan dan lingkungannya.Kondisi ini menimbulkan keragaman suku bangsa, bahasa, budaya, peran laki-laki dan perempuan, kepercayaan, dan agama di Indonesia.

media

12

  1. Perbedaan Kondisi Alam/ kondisi fisik wilayah

    Kondisi alam yang berbeda seperti daerah pantai, pegunungan, daerah subur, padang rumput, pegunungan, dataran rendah, rawa, hingga laut mengakibatkan perbedaan masyakarakat. Kondisi kekayaan alam, tanaman yang dapat tumbuh, hewan yang hidup di sekitarnya, juga memengaruhi keberagaman di tengah masyarakat Indonesia.Contoh, masyarakat pantai punya bentuk rumah, mata pencaharian, makanan pokok, pakaian, kesenian, hingga kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat pegunungan.

  2. Keadaan Transportasi dan Komunikasi

    Kemajuan transportasi dan komunikasi mendukung pertukaran budaya dari beragam wilayah di Indonesia. Sementara itu, transportasi dan komunikasi yang terbatas juga mendukung keberagaman masyarakat Indonesia.

13

  1. Penerimaan Masyarakat atas Perubahan

    Sikap masyakarat pada hal-hal baru, termasuk budaya baru dari luar, memengaruhi keberagaman masyakarakat Indonesia. Contoh, ada sebagian masyarakat yang mudah menerima orang atau budaya asing, seperti masyarakat perkotaan. Sementara itu, ada juga sebagian masyarakat yang tetap bertahan dengan budaya sendiri.

  2. Asal usul nenek moyang Indonesia yang berasar dari 3 ras bangsa, yaitu melayu, momgoloid dan melanosoid​

14

Ciri-ciri Kebudayaan Daerah atau Lokal

a. Terdapat peninggalan sejarah

b. Adanya unsur kepercayaan

c. Terdapat bahasa dan seni khas daerah

d. Dianut oleh penduduk dalam daerah tersebut

e. Terdiri dari unsur kebudayaan tradisional dan kebudayaan asli

f. Memiliki adat istiadat

g. Bersifat kedaerahan

Contoh k​ebudayaan Daerah atau Lokal :

a. Tari Lilin, Tari Serimpi, Tari Kecak, Tari Jaipong

b. Hukum Adat

c. Wayang

d. Ngaben

Budaya Lokal dan Budaya Nasional

Budaya lokal adalah budaya yang dimiliki dan dianut pada daerah atau suku bangsa yang bersifat khas dan diwariskan secara turun temurun serta merupakan budaya pembentuk budaya nasional.

15

Budaya nasional merupakan budaya lokal yang sudah dikenal dan diakui sebagai identias nasional.​

Ciri-ciri Kebuyaan Nasional:

a. Terdapat unsur – unsur yang bisa menyatukan bangsa

b. Mencerminkan kehidupan bangsa

c. Kebanggaan seluruh rakyat Indonesia

d. Adanya unsur budaya daerah yang diakui secara nasional

Contoh budaya nasional:​

a. Batik​ dan songket

b. Wayang dan reog ponorogo

c. Rumah gadang, rumah joglo​

16

​Kearifan lokal dalam budaya nasional

Kearifan lokal adalah identitas atau kepribadian budaya sebuah bangsa yang membentuk jati diri suatu bangsa. Kearifan lokal berarti gagasan-gagasan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, dan berniat baik. Gagasan-gagasan tersebut tertanam, dan dipatuhi oleh anggota masyarakat.

Bedasarkan dasar hukumnya pada UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, kearifan lokal merupakan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tatanan kehidupan masyarakat. Tujuannya yaitu, untuk melindungi, dan mengelola lingkungan hidup dengan lestari.

17

​Bentuk-bentuk kearifan lokal dalam budaya nasional

  1. Kearifan lokal dalam bidang pertanian:

    a. Pranoto Mongso di Jawa

    Pranoto mongso merupakan aturan waktu musim yang digunakan oleh para tani di pedasaan. Aturan tersebut didasarkan pada naluri dari leluhur, dan dipakai sebagai dasar untuk mengolah pertanian. Pranoto mongso memberi arahan kepada petani untuk bercocok tanam dengan cara mengikuti tanda-tanda alam dalam mongso yang bersangkutan. Sehingga, pemanfaatan tanah oleh petani sifatnya terukur. Meskipun, air dan saluran irigasi sudah tersedia dengan baik. Praktik ini dipercaya dapat menjaga keseimbangan alam.

18

b. Nyabuk Gunung

Nyabuk gunung merupakan praktik bercocok tanam dengan cara membuat teras sawah yang dibentuk menurut garis kontur. Praktik ini umumnya berlangsung di lereng Bukit Sumbing dan Sindoro. Nyabuk gunung adalah suatu wujud konservasi lahan dalam bercocok tanam. Hal itu karena didasarkan pada garis konturnya. Berbeda dengan praktik nyabuk gunung di Dieng yang memotong kontur pada saat bercocok tanam. Memotong kontur dapat mempermudah terjadinya longsor.

19

c. Subak di Bali

Subak adalah sistem irigasi tradisional yang di kelola oleh suatu organisasi para petani dari tiap wilayah di Bali, yang merupakan wujud rasa gotong royong yang telah ada di pulau Bali yang di turunkan oleh nenek moyang secara turun menurun.  Sistem irigasi ini merupakan pola pengelolaan pengairan untuk sawah-sawah yang ada di Bali yang telah berlangsung sejak zaman dahulu. Pengelolaan irigasi berdasarkan sistem subak, menggunakan bentang lahan dengan memanfaatkan aliran air secara alami. Sumber air yang digunakan biasanya didapatkan dari mata air di sekitar area sawah, memanfaatkan aliran sungai yang muncul karena adanya aliran gunung vulkanik. Dalam penerapannya, sistem subak sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat tanpa campur tangan pemerintah. 

20

d. Masyarakat Undau Mau di Kalimantan Barat

Di masyarakat Undau Mau Kalimantan Barat, kearifan lokal yang dikembangkan dalam aspek lingkungan yaitu pola penataan ruang pemukiman, mengklasifikasi hutan sesuai pemanfaatannya.

Pada sistem pertanian, mereka menggunakan sistem rotasi ladang dan membatasi penggunaan teknologi pertanian. Hanya teknologi yang ramah lingkungan saja yang mereka gunakan.

21

  1. Kearifan Lokal dalam konservasi sumber daya alam:

    a. Hutan Larangan Adat di Provinsi Riau

    Pernah mendengar tentang kearifan lokal di Riau ini ? Nah tepatnya berada di Desa Rumbio, Kampar. Hutang Larangan Adat ini bertujuan agar warga di sekitar dapat bersama-sama.

    Dalam melestarikan hutan adat disana. Dimana ada peraturan yang dilakukan yaitu tidak boleh menebang pohon di hutan yang ada di wilayah Hutan Larangan Adat tersebut.

    Kearifan lokal di Riau ini jika melanggarnya maka akan ada sanksi, seperti dikenakan dena beras 100 kg atau pun berupa uang sebanyak Rp. 6 juta.

22

  1. Kearifan Lokal dalam konservasi sumber daya alam:

    a. Hutan Larangan Adat di Provinsi Riau dan di Kampung Naga Jawa Barat

    Pernah mendengar tentang kearifan lokal di Riau ini ? Nah tepatnya berada di Desa Rumbio, Kampar. Hutang Larangan Adat ini bertujuan agar warga di sekitar dapat bersama-sama.

    Dalam melestarikan hutan adat disana. Dimana ada peraturan yang dilakukan yaitu tidak boleh menebang pohon di hutan yang ada di wilayah Hutan Larangan Adat tersebut.

    Kearifan lokal di Riau ini jika melanggarnya maka akan ada sanksi, seperti dikenakan dena beras 100 kg atau pun berupa uang sebanyak Rp. 6 juta.

23

b. ​Kearifan laut Orang Bajo di Togean

Melepaskan kembali dua ekor ikan ​hasil tangkapan pelaut Bajo sebagai bentuk terimakasih terhadap laut yang memberikan sumber kehidupan bagi mereka.

c. Kepercayaan Te aro neweak lako (alam adalah aku)​ di Papua

Tanah adalah bagian dari hidup mereka sehingga pengambilan hasil alam dan pemanfaatannya harus dilakukan secara hati-hati.​

d. Tradisi Tana' Ulen masyarakat Suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur

Larangan penduduk menebang pohon, membakar hutan, membuat ladang dan melakukan aktivitas yang menimbulkan kerusakan hutan.​

e. Lubuk larangan pada masayrakat Sumatera Barat

Larangan mengambil ikan pada hari-hari selain yang sudah ditentukan secara adat.​

24

  1. Kearifan lokal dalam falsafah, tradisi dan kepercayaan:

​a. Grebeg Syawal di Yogyakarta

Jogja memang begitu istimewa. Sudah terkenal dengan berbagai kebudayaan dan kearifan lokal yang mana menjaga budaya leluhur secara terus dan turun temurun dilakukan. Perayaannya berlangsung dengan cara mengarak Gunungan Kakung, dan Gunungan Putri yang mana tersusun dari mulai sayuran, dan hasil hasil panen bumi lainnya. 

​b. Seba di Banten

Kearifan lokal ini dikenal dengan sebutan Seba. Dimana Suku Baduy sendiri dikenal sebagai suku yang menutup diri dari dunia luar.

25

​Informasi lebih lengkap tentang bentuk-bentuk kearifan lokal Indonesia dapat ananda baca pada tautan berikut ini:

https://www.sosiologi.info/2022/01/25-contoh-kearifan-lokal-di-indonesia-beserta-penjelasannya.html

26

Bentuk-bentuk interaksi budaya​

  1. Asimilasi

Proses asimilasi menunjuk pada proses yang ditandai adanya usaha mengurangi perbedaan yang terdapat diantara beberapa orang atau kelompok dalam masyarakat serta usaha menyamakan sikap, mental, dan tindakan demi tercapainya tujuan bersama.

Asimilasi timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.​

27

  1. Akulturasi​

Akulturasi adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur-unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.

Contoh akulturasi dalam interaksi sosial budaya adalah adanya perpaduan musik Melayu dengan musik Spanyol yang melahirkan musik keroncong atau makanan bakpao yang merupakan makanan tradisional khas masyarakat bangsa Tionghoa namun populer di Indonesia.

28

  1. Amalgamasi

Amalgamasi adalah percampuran antara du akebudayaan atau lebih karena adanya perkawinan.

29

Identitas Nasional Indonesia

Identitas nasional merupakan ciri-ciri, atau karakteristik kepribadian yang dimiliki suatu bangsa dan membedakan dengan bangsa lainnya. Konteks identitas nasional sendiri berkaitan dengan adat istiadat, kebudayaan, dan karakter khas suatu negara.

Identitas nasional terwujud dalam bangsa dan negara yang merdeka, berdaulat, serta memiliki hubungan internasional dengan bangsa lain. Identitas ini menjadi jati diri untuk mendukung dan mencapai kejayaan bangsa dan negara di masa depan.

30

​Identitas nasional Indonesia terdiri dari :

  1. ​Bahasa Indonesia

  2. Bendera merah putih​

  3. Lagu kebangsaan Indonesia Raya

  4. ​Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

  5. Lambang Garuda Pancasila

  6. UUD 1945

  7. Falsafah / dasar negara Pancasila

  8. Konsep wawasan nusantara​

  9. Bentuk negara kesatuan republik Indonesia

31

Pentingnya Identitas Nasional Bangsa

  1. Indonesia dapat dikenal dan dibedakan dengan bangsa lain. Hal ini menjelaskan bahwa bangsa Indonesia dikenal dan melanjutkan perjuangan sebagai bangsa yang sesuai dengan fitrahnya.

  2. Identitas Nasional penting untuk kelangsungan hidup, sehingga bisa mempersatukan negara dan bangsa. Negara tidak mungkin hidup sendiri tanpa dikenal bangsa lain. Jadi, negara membutuhkan kerjasama dengan negara lain untuk memenuhi kebutuhan. Penyebabnya karena karena negara punya keterbatasan sehingga perlu bantuan dan kerjasama dari negara lain.

32

  1. Identitas nasional penting untuk kewibawaan negara dan ciri khas Indonesia. Identitas nasional akan memunculkan rasa saling hormat dan pengertian, sehingga tidak ada perbedaan antar negara. Kedudukan yang sejajar ini karena setiap negara mengakui kedaulatan negara lain.

33

Faktor Pembentuk Identitas Nasional

Ada tiga faktor pembentuk identitas nasional yaitu faktor utama ( faktor primordial dan faktor kondisional) serta faktor sakral.

  1. Faktor Primordial

    Merupakan faktor bawaan yang secara alami ada dan melekat pada bangsa, seperti geografi, ekologi, dan demografi. Contoh kondisi geografi dan ekologi di Indonesia yaitu wilayah kepulauan dan iklimnya tropis. Indonesia juga ada di wilayah Asia Tenggara, sehingga mempengaruhi perkembangan kondisi ekonomi, sosial, dan budaya.

34

  1. Faktor Kondisional

    Faktor Kondisional adalah suatu keadaan yang bisa mempengaruhi terbentuknya identitas nasional. Contoh faktor kondisional ini adalah sosial, politik, sejarah, dan kebudayaan bangsa Indonesia. Faktor sejarah menjelaskan tentang proses terbentuknya masyarakat dan bangsa Indonesia. Identitas terjalin dari interaksi dan berbagai faktor yang berkaitan.

  2. Faktor Sakral

    Selain faktor utama, ada faktor sakral yang membentuk identitas warga negara. Faktor sakral ini meliputi agama dan ideologi yang membentuk bangsa. Indonesia menganut ideologi Pancasila, sehingga para tokoh dan pemimpin memakai faktor ini untuk menyatukan bangsa negara.

35

Pengaruh Globalisasi terhadap Kebudayaan Nasional

​Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat dunia yang tidak mengenal batas wilayah dan menghubungkan antara masyarakat di suatu negara dengan masyarakat di negara lain di seluruh dunia. Globalisasi berangkat dari suatu gagasan untuk menyatukan tatanan antar bangsa yang diharapkan menjadi sebuah kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia.

Pengaruh globalisasi terhadap budaya nasional meliputi berbagai sektor kehidupan seperti budaya dalam bidang politik, ekonomi, ideologi, sosial dan lain- lain secara cepat maupun lambat mempengaruhi prinsip dan identitas kebudayaan nasional Indonesia.

36

Reaksi masyarakat dalam menghadapi globalisasi

​Ketidaksiapan masyarakat dalam menghadapi g;obalisasi akan mengakibatkan :

1. Kesenjangan budaya (Cultural lag)

Merupakan suatu kondisi terjadinya kesenjangan antara berbagai bagian dalam suatu kebudayaan, yaitu unsur-unsur budaya yang masuk ke masyarakat berkembang secara tidak bersamaan dimana unsur satu berkembang dan unsur yang lain tertinggal.

​2. Gegar budaya (Cultural shock)​

​Adanya perasaan cemas, hilangnya arah, perasaan tidak tahu apa yang harus dilakukan atau tidak tahu bagaimana haris melakukan sesuatu dalam menghadapi lingkungan budaya yang berbeda.

37

Pengaruh positif:

Dalam bidang budaya berpolitik adalah tumbuhnya kesadaran untuk menjalankan pemerintahan secara terbuka dan demokratis sebagaimana yang telah dijalankan oleh negara-negara demokratis di seluruh dunia.

Pada sektor ekonomi, dengan terbukanya pasar internasional, budaya bersaing secara positif sudah mulai mempengaruhi pola pikir masyarakat dunia usaha di Indonesia. Budaya tersebut memotivasi para pelaku usaha untuk menciptakan produk barang dan jasa yang kompetitif di tingkat dunia. Pada bidang sosial, globalisasi menularkan budaya berpikir global, etos kerja dan disiplin yang tinggi serta semangat untuk maju yang pada akhirnya mencipatkan identitas bangsa yang lebih positif di tingkat dunia.

38

Berikut adalah dampak positif dengan adanya globalisasi :

• Terdapat kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi

• Dapat mengetahui informasi dari wilayah lain dengan cepat

• Dapat meningkatkan motivasi hidup agar dapat bekerja lebih giat lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup

• Adanya kesempatan untuk memasarkan produk lokal ke wilayah mancanegara

• Dapat meningkatkan devisa negara melalui kegiatan ekspor

39

Pengaruh negatif:

Pada bidang politik, globalisasi yang didukung faham demokasi dan liberalisme lambat laun mengikis nilai-nilai budaya luhur dalam ideologi Pancasila. Budaya voting yang mengabaikan semangat musyawarah untuk mufakat adalah contoh nyata dari pengaruh negatif globalisasi dari faham demokrasi.

Pada bidang ekonomi, budaya cinta produk dalam negeri yang digalakkan sejak Orde Baru sudah terkikis dengan maraknya produk luar negeri (misalnya Coca Cola, Pizza Hut, Apple, dan Dolce and Gabbana).

Pada bidang sosial, sebagian besar mayarakat Indonesia, terutama generasi muda, mulai lupa dengan identitas diri bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan begitu mudahnya mereka meniru budaya dan gaya hidup negara lain, misalnya K-Pop, Rap, Hip-Hop, Punk, Harajuku, Capoeira, dan lain-lain.

40

Berikut adalah dampak negatif dengan adanya globalisasi :  

• Adanya kontak antara budaya lokal dengan budaya yang berasal dari negara lain

• Banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap orang - orang yang berada di lingkungan sekitar

• Semakin berkurangnya rasa kecintaan terhadap budaya lokal

* Munculnya faham-faham individualisme, materialisme, sekulerisme (mengutamakan kehidupan keduniaaan) dan hedonisme kesenangan/kenikmatan menjadi tujuan hidup dan tindakan manusia)

41

media
media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 41

SLIDE