Search Header Logo
sosiologi xi

sosiologi xi

Assessment

Presentation

Social Studies

1st Grade

Hard

Created by

Hespi Nadhifa

FREE Resource

9 Slides • 0 Questions

1

sosiologi xi

By Hespi Nadhifa

2

Definisi Konflik dan Kekerasan Sosial

Apa itu konflik? Secara etimologi atau dari asal katanya, konflik berasal dari bahasa Latin, yaitu configere, yang artinya saling memukul. Tapi kesimpulannya, konflik nggak cuma pukul-pukulan, ya guys! Saling memukul tersebut merupakan ungkapan dari pertentangan atau perselisihan antar pihak-pihak yang berlawanan. Makanya, secara sosiologis, konflik sosial adalah pertentangan yang masing-masing pihak di dalamnya berupaya untuk saling menyingkirkan. 

Nah, sekarang kita bahas tentang kekerasannya. Konflik sosial yang terus larut tanpa solusi, akan menimbulkan keadaan baru yakni kekerasan. Secara definisi kekerasan adalah perbuatan seseorang atau sekelompok orang yang menyebabkan cedera atau hilangnya nyawa seseorang atau dapat menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain. 

By Hespi Nadhifa

3

Macam-Macam Teori Konflik

Nah, kita udah tau nih tentang apa itu konflik, dan juga kekerasan. Sekarang kita bahas tentang beberapa teori konflik. Jadi, teori-teori ini, penting banget untuk kita gunakan sebagai cara pandang dalam melihat berbagai kasus konflik yang terjadi di masyarakat. Karena bisa aja beda kasus konflik, teori untuk mengkajinya juga berbeda. Yuk kita bahas!

By Hespi Nadhifa

4

Macam-Macam Teori Konflik

1. Teori Konflik Karl Marx

Pertama, kita akan bahas teori konflik dari pemikiran Karl Marx. Kita tentu tau, bahwa banyak pemikiran Karl Marx didasari atas perbedaan kelas berdasarkan kepemilikan alat produksi atau aspek ekonomi. Begitu juga dengan konflik atau masalah sosial.

Menurutnya, salah satu penyebab terbesar dari terjadinya konflik yakni diterapkannya sistem kapitalisme. Dalam sistem ini, kelompok pemilik modal atau borjuis, mengalami konflik melalui ketimpangan yang terjadi dengan kelompok proletar atau buruh.  

Dalam sistem kapitalisme, kelompok borjuis ingin mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya sehingga memicu pertentangan dari kelompok proletar atau buruh yang menuntut keadilan terhadap upah dan kesejahteraan. Nah disitulah konflik sosial terjadi menurut pandangan Karl Marx.

By Hespi Nadhifa

5

Macam-Macam Teori Konflik

2. Teori Konflik Gramsci

Oke selanjutnya, kita bahas pemikiran dari Antonio Gramsci. Jika dibandingkan dengan Marx, yang fokus konfliknya pada aspek ekonomi, Pak Gramsci berfokus dengan aspek budaya maupun politik atau kekuasaan. 

Jadi kata Gramsci, konflik sosial dapat terjadi karena adanya suatu hegemoni. Eh tapi, hegemoni itu apa? Jadi, hegemoni adalah kekuasaan yang dijalankan dengan jalan kekerasan untuk membangun sebuah ideolog dan kebudayaani yang diinginkan oleh pihak penguasa. Kalau masih bingung, kita bisa mengambil contoh dari cara kekerasan yang dilakukan Adolf Hitler untuk membangun ideologi fasis di Jerman, atau ideologi komunis yang tidak bisa dihilangkan di Korea Utara karena kekerasan dari pemimpin negaranya.

Jadi, kalo orang udah punya hegemoni, ya dia bisa mengatur apapun yang menurutnya ideal. Tapi siapa saja yang bisa menjalankan hegemoni ini? Nah kata Gramsci, hegemoni ini dapat dijalankan oleh beberapa pihak. 

By Hespi Nadhifa

6

- Dampak Positif Konflik

  • Konflik sejatinya memperjelas berbagai aspek kehidupan yang masih belum tuntas.

  • Terjadinya konflik menimbulkan penyesuaian kembali serangkaian norma dan makna nilai yang berlaku dalam masyarakat.

  • Konflik mampu mendorong solidaritas mekanik dan solidaritas organik di antara angota kelompok yang ada di masyarakat perkotaan serta pedesaan.

  • Konflik dapat mengurangi rasa ketergantungan terhadap individu atau kelompok.

  • Terjadinya konflik dapat memunculkan kompromi baru yang dikenal dengan akomodasi dalam sosiologi.

  • Integrasi sosial lebih kuat.

By Hespi Nadhifa

7

Dampak Konflik

- Dampak Negatif Konflik

  • Merusak integrasi sosial masyarakat.

  • Menyebabkan trauma secara sosial dan psikologis.

  • Menimbulkan kerusakan harta benda dalam masyarakat.

  • Timbulnya rasa dendam dan tidak bisa menciptakan kehidupan harmonis.

By Hespi Nadhifa

8

Cara Mengatasi Konflik Sosial dengan Baik

Berikut ini beberapa cara mengatasi konflik sosial dalam kehidupan sehari-hari:

1. Fokus pada Penyelesaian Konflik

Langkah pertama agar konflik sosial yang terjadi bisa segera teratasi adalah Anda harus fokus pada penyelesaian konflik itu sendiri, dan jangan memikirkan bagaimana adu argumen dengan lawan atau siapa pihak yang paling benar di antara Anda dengan orang tersebut. Dengan fokus pada penyelesaian konflik ini, maka kita bisa mengetahui dengan cepat apa yang menjadi inti permasalahan, sehingga bisa dicari penyelesaian terbaik dan masalah pun akan lebih cepat selesai.

By Hespi Nadhifa

9

2. Menggunakan Kepala Dingin

​Hal utama yang harus Anda lakukan dalam mengatasi konflik ini adalah menggunakan kepala dingin, dan tidak memakai emosi. Memang agak sulit menahan emosi saat sedang berkonflik dengan seseorang, tetapi Anda harus tetap tenang supaya bisa menemukan solusi yang tepat dalam masalah yang sedang dihadapi. Ambil napas, berjalan-jalan sebentar, dan regangkan otot sejenak supaya pikiran tenang.

3. Melakukan Diskusi

Membuka percakapan atau diskusi adalah langkah bijak untuk menyelesaikan konflik atau masalah. Ajak lawan bicara Anda untuk berdiskusi dengan memiliki tempat yang netral, aman, kondusif dan juga nyaman. Sehingga Anda bisa merundingkan masalah yang dihadapi dengan sikap yang baik.

Anda juga bisa menjelaskan bagaimana sudut pandang dari pihak Anda dan dengarkan sudut pandang dia. Jelaskan juga bagaimana keinginan Anda dalam masalah tersebut, tapi gunakan kata-kata yang baik, sopan dan tidak berteriak. Karena jika Anda seenaknya dalam berdiskusi maka konflik akan semakin panjang dan runyam.

By Hespi Nadhifa

sosiologi xi

By Hespi Nadhifa

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 9

SLIDE