Search Header Logo
Sumber Kesalahan Berbahasa

Sumber Kesalahan Berbahasa

Assessment

Presentation

World Languages

University

Hard

Created by

Syaripuddin Syaripuddin

Used 2+ times

FREE Resource

17 Slides • 4 Questions

1

media

Sumber Kesalahan Berbahasa

​Analisis Kesalahan Berbahasa

2

​Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Tataran Fonologi

Lanjut.....

Sumber kesalahan berbahasa dalam tataran fonologi bahasa Indonesia

antara lain: fonem, diftong, kluster dan pemenggalan kata. Sumber kesalahan itu terdapat pada tataran berikut.Item

  • 1. Fonem /a/ diucapkan menjadi /e/.

    2. Fonem /i/ diucapkan menjadi /e/.

    3. Fonem /e/ diucapkan menjadi /é/.

    4. Fonem /é/ diucapkan menjadi /e/.

    5. Fonem /u/ diucapkan menjadi /o/.

    6. Fonem /o/ diucapkan menjadi /u/.

3

​Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Tataran Fonologi

Lanjut.....

  • 7. Fonem /c/ diucapkan menjadi /se/.

    8. Fonem /f/ diucapkan menjadi /p/.

    9. Fonem /k/ diucapkan menjadi /?/ bunyi hambat glotal.

    10. Fonem /v/ diucapkan menjadi /p/.

    11. Fonem /z/ diucapkan menjadi /j/.

    12. Fonem /z/ diucapkan menjadi /s/.

    13. Fonem /kh/ diucapkan menjadi /k/.

    14. Fonem /u/ diucapkan/dituliskan menjadi /w/.

    15. Fonem /e/ diucapkan menjadi /i/.​

4

​Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Tataran Fonologi

16. Fonem /ai/ diucapkan menjadi /e/.

17. Fonem /sy/ diucapkan menjadi /s/.

18. Kluster /sy/ diucapkan menjadi /s/.

19. Penghilangan fonem /k/.

20. Penyimpangan pemenggalan kata.

5

​Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Tataran Morfologi

Lanjut...

Sumber kesalahan berbahasa dalam tataran morfologi bahasa Indonesia,

antara lain:

1. Salah penentuan bentuk asal.

2. Fonem yang luluh tidak diluluhkan.

3. Fonem yang tidak luluh diluluhkan.

4. Penyingkatan morfem men-, meny-, meng-, dan menge- menjadi n, ny, ng, dan nge-.

5. Perubahan morfem ber-, per-, dan ter- menjadi be-, pe-, dan te-.​

​6. Penulisan morfem yang salah.

6

​Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Tataran Morfologi

7. Pengulangan yang salah.

8. Penulisan kata majemuk serangkai.

9. Pemajemukan berafiksasi.

10. Pemajemukan dengan afiks dan sufiks.

11. Perulangan kata majemuk.​

7

​Sumber kesalahan berbahasa dalam tataran frase, antara lain:

Lanjut...

1. Frase kata depan tidak tepat.

2. Salah penyusunan frase.

3. Penambahan kata “yang” dalam frase benda (nominal) (N + A).

4. Penambahan kata “dari” atau “tentang” dalam frase nominal (N + N).

5. Penambahan kata kepunyaan dalam frase nominal.

6. Penambahan kata “dari” atau “pada” dalam frase verbal (V + Pr).

7. Penambahan kata “untuk” atau “yang” dalam frase nominal (N + V).​

8. Penambahan kata “untuk” dalam frase nominal (V + yang + A).

9. Penambahan kata “yang” dalam frase nominal (N + yang + V pasif).​

8

​Sumber kesalahan berbahasa dalam tataran frase, antara lain:

Lanjut...

10. Penghilangan preposisi dalam frase verbal (V intransitif + preposisi + N).

11. Penghilangan kata “oleh” dalam frase verbal pasif (V pasif + oleh + A).

12. Penghilangan kata “yang” dalam frase adjektif (lebih + A + daripada +

N/Dem).

9

​Sumber kesalahan berbahasa dalam tataran klausa, antara lain:

Lanjut...

1. Penambahan preposisi di antara kata kerja dan objek dalam klausa aktif.

2. Penambahan kata kerja bantu “adalah” dalam klausa pasif.

3. Pemisahan pelaku dan kata kerja dalam klausa pasif.

4. Penghilangan kata “oleh” dalam klausa pasif.

5. Penghilangan proposisi dari kata kerja berpreposisi dalam klausa pernyataan.

6. Penghilangan kata “yang” dalam klausa nominal.

7. Penghilangan kata kerja dalam klausa intransitif.

8. Penghilangan kata “untuk” dalam klausa pasif.

10

​Sumber kesalahan berbahasa dalam tataran klausa, antara lain:

9. Penggantian kata “daripada” dengan kata “dari” dalam klausa bebas.

10. Pemisahan kata kerja dalam klausa medial.

11. Penggunaan klausa rancu.

11

​Sumber kesalahan berbahasa dalam tataran sintaksis, antara lain:

1. Penggunaan kata perangkai, dari, pada, daripada, kepada, dan untuk.

2. Pembentukan kalimat tidak baku, antara lain:

a. Kalimat tidak efektif.

b. Kalimat tidak normatif.

c. Kalimat tidak logis.

d. Kalimat rancu.

e. Kalimat ambigu.

f. Kalimat pengaruh struktur bahasa asing.

12

​Sumber kesalahan berbahasa dalam tataran semantik, antara lain:

1. Akibat gejala hiperkorek.

2. Akibat gejala pleonasme.

3. Akibat bentukan ambiguitas.

4. Akibat diksi (pemilihan kata).

13

​Sumber kesalahan berbahasa dalam tataran wacana, antara lain:

1. Akibat syarat-syarat paragraf tidak dipenuhi.

2. Akibat struktur sebuah paragraf.

3. Akibat penggabungan paragraf.

4. Akibat penggunaan bahasa dalam paragraf.

5. Akibat pengorganisasian isi (topik-topik) dalam paragraf.

6. Akibat pemilihan topik (isi) paragraf yang tidak tepat.

7. Akibat ketidakcermatan dalam perujukan.

8. Akibat penggunaan kalimat dalam paragraf yang tidak selesai.

14

​Sumber kesalahan berbahasa dalam tataran klausa, antara lain:

1. Penggunaan kata perangkai, dari, pada, daripada, kepada, dan untuk.

2. Pembentukan kalimat tidak baku, antara lain:

a. Kalimat tidak efektif.

b. Kalimat tidak normatif.

c. Kalimat tidak logis.

d. Kalimat rancu.

e. Kalimat ambigu.

f. Kalimat pengaruh struktur bahasa asing.

15

​Hasil Penelitian tentang Kesalahan Berbahasa

Proses menguasai bahasa kedua dapat dilaksanakan secara bersamaan

dengan proses menguasai bahasa pertama, dan dapat juga dilakukan secara

berurutan oleh pembelajar. Pada umumnya, para ahli pengajaran bahasa kedua mempercayai bahwa bahasa pertama (B1) atau bahasa yang diperoleh

sebelumnya, berpengaruh terhadap proses penguasaan bahasa kedua pembelajar (Ellis, 1986). Dalam proses itu, pembelajar (siswa) tidak mungkin menghindari untuk melakukan kesalahan (kekhilafan) berbahasa.

16

​Hasil Penelitian tentang Kesalahan Berbahasa

Nursusilo Mas’ud (1987) melakukan penelitian kekhilafan (kekeliruan

berbahasa) dalam pemerolehan konstruksi kalimat bahasa Indonesia.

Dari penelitian itu diperoleh 4 (empat) wujud kekhilafan

berdasarkan taksonomi kategori strategi performasi, yakni:

(1) penanggalan (omission),

(2) penambahan (addition),

(3) kesalahbentukan (misformation), dan

(4) kesalahurutan (misordering).

17

​Hasil Penelitian tentang Kesalahan Berbahasa

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sujai dkk (1986) tentang Pemakaian

Bahasa Indonesia di Lingkungan Masyarakat Tionghoa di Jawa Timur, ditemukan 5 (lima) tipe kesalahan atau kekhilafan berbahasa Indonesia.

1. tipe A; kesalahan/kekhilafan generalisasi berlebih dalam penulisan bahasa

Indonesia.

2. tipe B; kekhilafan pengetahuan (ketidakmampuan) menaati kaidah

kebahasaan.

3. tipe C; kekhilafan pada penafsiran terhadap kaidah bahasa yang diperoleh.

4. tipe D; kekhilafan pada penggunaan kaidah bahasa Indonesia yang benar.

5. tipe E; kekhilafan akibat interferensi bahasa pertama (B1) pada bahasa

Indonesia.​

18

Multiple Choice

Contoh kesalahan bidang fonologi bahasa Indonesia adalah …….

1

fonem yang tidak luluh diluluhkan/

2

fonem /i/ diucapkan menjadi /e/

3

fonem /e/ diucapkan menjadi /i/

4

fonem /f/ diucapkan menjadi /p

19

Multiple Choice

Penambahan kata kepunyaan dalam frase nominal adalah contoh kesalahan

untuk tataran …….

1

sintaksis

2

morfologi

3

fonologi

4

semantik

20

Multiple Choice

Dalam kategori strategi performasi, penutur dapat melakukan kesalahan.

Berikut merupakan penyebab kesalahan kategori strategi performasi,

kecuali…….

1

penambahan unsur kebahasaan

2

penghilangan unsur kebahasaan

3

pembentukan unsur kebahasaan

4

pendeskripsian unsur kebahasaan

21

Multiple Choice

Ukuran kesalahan berbahasa Indonesia yang baik adalah …….

1

faktor sintaksis

2

faktor-faktor komunikasi

3

unsur-unsur kebahasaan

4

wacana interaksi

media

Sumber Kesalahan Berbahasa

​Analisis Kesalahan Berbahasa

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 21

SLIDE