Search Header Logo
KIMIA

KIMIA

Assessment

Presentation

Chemistry

1st Grade

Hard

Created by

Erdiani Erdiani

FREE Resource

27 Slides • 0 Questions

1

media
media
media
media
media
media

Dr. DENI SATRIA, M.Pd

Nara Sumber Kurikulum Merdeka

Kementrian Pendidikan Kebudayaan,

Riset dan Teknologi

BIMBINGAN TEKNIS

IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA

MEKANISME KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

2

media
media
media
media

PRINSIP ASESMEN

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

3

media
media
media
media

Prinsip Asesmen

Asesmen merupakan :
1. Bagian terpadu dari proses pembelajaran,
2. Fasilitasi pembelajaran, dan
3. Penyediaan informasi yang holistik,
4. Sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang

tua/wali

5. Agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi

pembelajaran selanjutnya

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

4

media
media
media
media

Prinsip Asesmen

Asesmen dirancang dan dilakukan:
1.Sesuai dengan fungsi asesmen tersebut,
2.Dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu

pelaksanaan asesmen

3.Agar efektif mencapai tujuan pembelajaran;

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

5

media
media
media
media

Prinsip Asesmen

Asesmen dirancang secara :
1.Adil,
2.Proporsional,
3.Valid,
4.Dapat dipercaya (reliable)
5.Untuk menjelaskan kemajuan belajar,
6.Menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk

menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya;

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

6

media
media
media
media

Prinsip Asesmen

1. Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat

sederhana dan informatif,

2. memberikan informasi yang bermanfaat tentangkarakter dan

kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut;

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

7

media
media
media
media

Prinsip Asesmen

1. Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga

kependidikan, dan orang tua/wali

2. Sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

8

media
media
media
media

ASESMEN FORMATIF

1. Asesmen formatif, yaitu asesmen yang bertujuan untuk memberikan informasi atau

umpan balik bagi pendidik dan peserta didik untuk memperbaiki proses belajar serta
mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran

a) Asesmen di awal pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui kesiapan peserta

didik untuk mempelajari materi ajar dan mencapai tujuan pembelajaran yang
direncanakan.

b) Asesmen di dalam proses pembelajaran yang dilakukan selama proses

pembelajaran untuk mengetahui perkembangan peserta didik dan sekaligus
pemberian umpan balik yang cepat

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

9

media
media
media
media

ASESMEN SUMATIF

1. Asesmen sumatif, yaitu asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian keseluruhan tujuan

pembelajaran. Asesmen ini dilakukan pada akhir proses pembelajaran atau dapat juga dilakukan sekaligus
untuk dua atau lebih tujuan pembelajaran, sesuai dengan pertimbangan pendidik dan kebijakan satuan
pendidikan.

2. Penilaian atau asesmen sumatif pada jenjang pendidikan dasar dan menengah bertujuan untuk menilai

pencapaian tujuan pembelajaran dan/atau CP peserta didik sebagai dasar penentuan kenaikan kelas
dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan. Penilaian pencapaian hasil belajar peserta didik dilakukan
dengan membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan
pembelajaran.

3. Sementara itu, pada pendidikan anak usia dini, asesmen sumatif digunakan untuk mengetahui capaian

perkembangan peserta didik dan bukan sebagai hasil evaluasi untuk penentuan kenaikan kelas atau
kelulusan. Asesmen sumatif berbentuk laporan hasil belajar yang berisikan laporan pencapaian
pembelajaran dan dapat ditambahkan dengan informasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

10

media
media
media
media

PELAPORAN HASIL BELAJAR

Pelaporan hasil penilaian atau asesmen dituangkan dalam bentuk
laporan kemajuan belajar, yang berupa laporan hasil belajar, yang
disusun berdasarkan pengolahan hasil Penilaian. Laporan hasil
belajar paling sedikit memberikan informasi mengenai pencapaian
hasil belajar peserta didik. Pada PAUD, selain memuat informasi
tersebut, laporan hasil belajar juga memuat informasi mengenai
pertumbuhan dan perkembangan anak, informasi tentang tinggi,
berat badan anak, kepemilikan NIK serta refleksi orang tua tentang
perkembangan anak.

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

11

media
media
media
media

KOMPONEN RAPOR MURID

Rapor peserta didik PAUD minimal meliputi
komponen:
1. Identitas peserta Didik,
2. Nama satuan pendidikan,
3. Kelompok usia,
4. Semester,
5. perkembangan dan pertumbuhan anak,
6. Deskripsi perkembangan capaian pembelajaran,
dan
7. Refleksi orang tua.

Komponen rapor peserta didik SD/MI, SMP/
MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK atau sederajat
minimal memuat informasi mengenai:
1. Identitas peserta didik,
2. Nama satuan pendidikan,
3. Kelas,
4. Semester,
5. Mata pelajaran,
6. Nilai,
7. Deskripsi,
8. Catatan guru,
9. Presensi, dan
10. Kegiatan ekstrakurikuler

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

12

media
media

LAPORAN HASIL BELAJAR

SD

Tidak Hirarki sesuaikan dengan

kebutuhan dan muatan

kearifan lokal

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

13

media
media
media

LAPORAN HASIL BELAJAR

SMP

Tidak Hirarki sesuaikan dengan

kebutuhan dan muatan

kearifan lokal

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

14

media
media
media

LAPORAN HASIL BELAJAR

SMA

Tidak Hirarki sesuaikan dengan

kebutuhan dan muatan

kearifan lokal

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

15

media
media
media
media

TEKNIK PENYUSUNAN DESKRIPSI BERDASARKAN

CAPAIAN PEMBELAJARAN

1. Penyusunan deskripsi berdasarkan Capaian Pembelajaran
2. Penyusunan deskripsi berdasarkan alur tujuan

pembelajaran

3. Penyusunan deskripsi mengambil dari poin-poin penting

dari materi yang sudah diberikan (ruang Lingkup Materi)

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

16

media
media
media
media
media

PENYUSUNAN DESKRIPSI BERDASARKAN CAPAIAN PEMBELAJARAN

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

17

media
media
media
media
media

PENYUSUNAN DESKRIPSI BERDASARKAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

18

media
media
media
media
media

PENYUSUNAN DESKRIPSI MENGAMBIL DARI POINT-POINT PENTING DARI MATERI YANG

SUDAH DIBERIKAN (RUANG LINGKUP MATERI)

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

19

media
media
media
media

MEKANISME KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN

1. Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan kriteria kenaikan kelas.
2. Penentuan kenaikan kelas dilakukan dengan mempertimbangkan laporan kemajuan belajar yang

mencerminkan pencapaian peserta didik pada semua mata pelajaran dan ekstrakurikuler serta
prestasi lain selama 1 (satu) tahun ajaran

3. Untuk menilai pencapaian hasil belajar peserta didik sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dapat

berdasarkan penilaian sumatif.

4. Penilaian pencapaian hasil belajar peserta didik untuk kenaikan kelas dilakukan dengan

membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan
pembelajaran.

5. Pembelajaran terdiferensiasi sesuai tahap capaian peserta didik menjadi salah satu praktik yang

dianjurkan dalam Kurikulum Merdeka

6. Penggunaan fase dalam Capaian Pembelajaran adalah salah satu alasan mengapa peserta didik dapat

terus naik kelas bersama temanteman sebayanya meskipun ia dinilai belum sepenuhnya mencapai
kompetensi yang ditetapkan dalam Capaian Pembelajaran di fase sebelumnya atau tujuan
pembelajaran yang ditargetkan untuk dicapai pada kelas tersebut

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

20

media
media
media
media

MEKANISME KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN

Ilustrasi 1: kenaikan kelas dalam fase
yang

sama.Pendidik

menyusun

alur

tujuan pembelajaran dalam satu fase
secara kolaboratif. Sebagai contoh, guru
Kelas III perlu berkolaborasi dengan guru
Kelas IV dalam menyepakati alur tujuan
pembelajaran yang akan digunakan.
Mereka kemudian menyepakati tujuan-
tujuan pembelajaran mana yang perlu
dicapai

di

Kelas

III,

dan

tujuan

pembelajaran mana yang akan dipelajari
di Kelas IV.

Ilustrasi 2: kenaikan kelas antara dua fase
yang berbeda. Contoh lain adalah kenaikan kelas dari
Kelas IV (Fase B) ke Kelas V (Fase C).
Apabila terdapat peserta didik yang belum mencapai
kompetensi yang ditetapkan dalam Fase B, hal ini perlu
diidentifikasi oleh guru Kelas V sejak awal tahun ajaran.
Informasi tentang tahap capaian peserta didik ini perlu
dikomunikasikan

oleh

guru

Kelas

IV,

dan

juga

diidentifikasi melalui asesmen di awal pembelajaran
Kelas V. Untuk peserta didik yang belum menuntaskan
Fase B, pendidik dapat mengulang konsep atau materi
pelajaran yang belum dikuasai peserta didik sebelum
peserta

didik

tersebut

mempelajari

materi

yang

terkandung dalam Capaian Pembelajaran Fase C. Dengan
demikian, peserta didik dapat terus naik kelas.

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

21

media
media
media
media

KESIMPULAN

MEKANISME KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN

Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa satuan pendidikan tidak perlu menentukan kriteria
dan mekanisme kenaikan kelas. Kenaikan kelas dilaksanakan secara otomatis
(automatic promotion). Pembelajaran dilaksanakan menggunakan prinsip mastery
learning yang sangat sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi atau pembelajaran
sesuai tahap capaian (teaching at the right level). Setiap peserta didik mempelajari
tujuan pembelajaran yang sama dalam setiap pertemuan, namun bagi peserta didik
yang

tidak

dapat

mencapai

kriteria

ketercapaian

tujuan

pembelajaran

perlu

ditindaklanjuti dengan memberikan perlakukan khusus agar dapat mencapainya.
Dengan kata lain, tindakan untuk peserta didik yang berisiko tidak seharusnya
menunggu hingga tahun ajaran, tetapi perlu segera diberikan.

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

22

media
media
media
media

ISU-ISU

MEKANISME KENAIKAN KELAS

Peserta didik mempunyai tujuan pembelajaran yang
belum tuntas (ada tujuan-tujuan pembelajaran yang
hasilnya belum memenuhi pencapaian minimum).

Peserta didik dapat dipertimbangkan naik di kelas berikutnya
dengan pendampingan tambahan untuk menyelesaikan
tujuan pembelajaran yang belum tercapai/tuntas.

Peserta didik
memabsen/ketidakhadiran punyai
masalah yang banyak (Banyaknya
jumlah ketidakhadiran disepakati oleh
satuan pendidikan)

Dapat dipertimbangkan dengan mengetahui alasan

ketidakhadiran. Jika

peserta didik tidak hadir karena kondisi keluarga (siswa yang membantu orang
tua bekerja karena alasan ekonomi) atau masalah kesehatan peserta didik,
maka dapat dipertimbangkan naik dengan catatan khusus.
Jika alasan ketidakhadiran karena “malas”, meskipun kecil kemungkinan
untuk naik kelas; peserta didik tetap dapat dipertimbangkan naik dengan
catatan di rapor bagian sikap yang perlu ditindaklanjuti di kelas berikutnya.
Misalnya, permasalahan ketidakhadiran harus diselesaikan dalam jangka
waktu satu tahun dengan cara konseling atau behavior treatment lain.
Khusus permasalahan ketidakhadiran, wali kelas harus dapat mendeteksi
permasalahan ini sedini mungkin, sehingga tidak terjadi penumpukan jumlah
ketidakhadiran dari peserta didik di akhir semester.

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

23

media
media
media
media

ISU-ISU

MEKANISME KENAIKAN KELAS

Keterlambatan psikologis,
perkembangan, dan/atau
kognitif

Peserta didik bisa dipertimbangkan untuk naik kelas
dengan catatan peserta didik perlu mendapat
bimbingan dalam memahami pelajaran dan/ atau
mendapatkan layanan konseling

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

24

media
media
media
media

MEKANISME KELULUSAN

Untuk menilai pencapaian hasil belajar peserta didik
sebagai dasar kelulusan dapat berdasarkan penilaian
sumatif, yang dapat dialkukan dalam bentuk tes tulis, tugas
untuk performa, portofolio, atau kombinasi. Penilaian
pencapaian hasil belajar peserta didik untuk
kelulusandilakukan dengan membandingkan pencapaian
hasil belajar peserta didik dengan
kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.

Penentuan kelulusan ditentukan oleh satuan pendidikan.
Penentuan kelulusan dari satuan pendidikan dilakukan
dengan mempertimbangkan laporan kemajuan belajar
yang mencerminkan pencapaian peserta didik pada semua
mata pelajaran dan ekstrakurikuler serta prestasi lain
pada:
a. kelas V dan kelas VI untuk sekolah dasar atau bentuk lain
yang sederajat; dan
b. setiap tingkatan kelas untuk sekolah menengah pertama
atau bentuk lain yang sederajat dan sekolah menengah
atas atau bentuk lain yang sederajat.

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

25

media
media
media
media

MEKANISME KELULUSAN

Peserta didik dinyatakan
lulus dari satuan/
program pendidikan
setelah:
1. Menyelesaikan

seluruh program
pembelajaran; dan

2. Mengikuti penilaian

sumatif yang
diselenggarakan oleh
satuan pendidikan.

Catatan:
1. Untuk PAUD tidak memiliki evaluasi untuk kelulusan, tetapi diharapkan anak

yang telah menyelesaikan fase pondasi (PAUD) dapat mencapai profil peserta
didik yang tergambar dalam STPPA.

2. Pendidik perlu memonitor dan mengkomunikasikan sepanjang proses

pembelajaran dan bukan hanya di akhir semester/tahun, misalnya terhadap
permasalahan kehadiran, seharusnya tidak diketahui di akhir tahun; namun
sudah ada intervensi sebelumnya.

3. Kenaikan kelas/kelulusan bukan menjadi hukuman bagi siswa. Pendidik bekerja

sama dengan orangtua untuk mendeteksi permasalahan di sepanjang proses
pembelajaran. Dengan demikian jika ditemui permasalahan, maka dapat
segera diatasi dan diberikan intervensi.

4. Pendidik menggunakan umpan balik/refleksi untuk mengetahui dan

menentukan strategi untuk membantu peserta didik yang mengalami
ketertinggalan pada sepanjang proses pembelajaran

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

26

media
media

Daftar Pustaka

1.Kemendikbudristek, 2022. Bahan dan Materi Pendidikan dan Latihan Nara
Sumber Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Tim Kurikulum
Merdeka

2.Kemendikbudristek, 2022. Pembelajaran dan Asesmen, Pendidikan Anak
Usia Dini., Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta: Badan Standar,
Kurikulum dan Asesmen Pendidikan RI

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

27

media
media

TERIMA KASIH

SEMOGA BERMANFAAT

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

media
media
media
media
media
media

Dr. DENI SATRIA, M.Pd

Nara Sumber Kurikulum Merdeka

Kementrian Pendidikan Kebudayaan,

Riset dan Teknologi

BIMBINGAN TEKNIS

IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA

MEKANISME KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN

Created by Dr. Deni Satria, M.Pd

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 27

SLIDE