Search Header Logo
teknologi baru

teknologi baru

Assessment

Presentation

Education

6th Grade

Hard

Created by

Muhammad Nur

Used 1+ times

FREE Resource

28 Slides • 0 Questions

1

media

4

yang memanfaatkanmedia situs (Website) yang bisa diakses melalui jaringan Internet.

Pembelajaran berbasis web atau yang dikenal juga dengan “web-based learning” merupakan

salah satu jenis penerapan dari pembelajaran elektronik atau (e-learning).

Teknologi Informasi dan komunikasi seperti komputer, laptop, Netbook serta Handpone

sekarang sudah tidak asing lagi bagi peserta didik, demikian juga dengan Internet. Berbagai

kemudahan akses Internet dengan perangkat komputer maupun handpone pembelajaran berbasis

web dapat dilaksanakan dengan baik. Melalui pembelajaran berbasis web ini pendidik dapat

memposting materi, memberikan tugas, mengadakan kuis, memberikan pengayaan, berdiskusi

dengan peserta didik, memberikan berbagai informasi dan lain sebagainya. Pembelajaran pun

bisa dilaksanakan dari mana saja kapan saja sehingga lebih mudah dan menyenangkan. Internet

merupakan salah satu materi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yang ada pada

jenjang sekolah dasar. Adanya teknologi tersebut diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih

aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan, sehingga terciptanya multi interaksi, baik antara

pendidik dengan peserta didik, peserta didik dengan pendidik, peserta didik dengan

media dan sumber belajar, maupun peserta didik dengan peserta didik lainnya. Pendidik harus

mampu membiasakan peserta didik bersikap pro-aktif, kreatif dan inovatif dalam kegiatan

pembelajaran.Deni (2012:41) menjelaskan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

yang mampu mengolah, mengemas, dan menampilkan, serta menyebarkan informasi

pembelajaran baik secara audio, visual, audiovisual bahkan multimedia, dewasa ini telah mampu

mewujudkan apa yang disebut dengan Virtual Learning. Konsep ini berkembang sehingga

mampu mengemas setting dan realitas pembelajaran sebelumnya menjadi lebih menarik dan

memberikan pengondisian secara psikologis adaptif kepada peserta didik di mana pun mereka

berada. Memang upaya ke arah tersebut banyak di contohkan dengan munculnya konsep e-

learning yang secara realitas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tidak sulit walaupun

dibatasi oleh ruang dan jarak yang tidak mungkin jika dilakukan secara nature.

2

media

3

media

3

C.Lingkungan Belajar Sebelum dan Pada Saat Abad 21

Peserta

didik

sebelum

abad

21

tidak

terlepas

dari

pembicaraan

pendidikan zaman penjajahan colonial, untuk melihat karakter peserta didik ini sangat sulit

untuk melacak dan mendeteksi karakter peserta didik di era tersebut karena kurangnyareferensi.

Pada pendidikan di zaman colonial sudah memiliki jenjang atau tingkatan dalam

sekolah dasar, sekolah menengah dan sekolah tinggi. Pada pendidikan belanda tidak

semua boleh mengikuti pendidikan sekolah, yang boleh bersekolah hanya ada 3 kelompok

yaitu Bumi Putera(pribumi bangsawan,Tionghoa, dan Belanda). Pada era ini sekolah belum

diminati oleh kalangan pribumi non bangsawan karena sulitnya mengakses sekolah dan lebih

tertarik untuk bekerja.

Sedangkan karakteristik peserta didik abad 21 jauh lebih maju dibanding abad

sebelumnya.Pada peserta didik abad 21 secara keseluruhan memeiliki pemikiran yang terbuka

karenadapat mengakses informasi yang sangat banyak tanpa batasan tertentu. Peerta didik abad

21ini sedari kecil mereka telah melek teknologi dan aktif berselancar dimedia social sehingga

perkembangan informasi sasngat pesat.

Secara mendasar perbedaannya yaitu pada saat sebelum abad 21,yakni pembelajaran

lebih berpusat pada guru sedangkan pada abad 21 sekarang ini lebih berpusat pada siswa (Student

centered). Materi yang disampaikan guru sebelum abad 21 tergantung pada buku paket yang

disusun oleh penulis- penulis yang direkomendasikan oleh kementrian sedangkan guru abad 21

memandang dokumen kurikulum sebagai pedoman yang harus diolah,dikembangkan,

disesuaikan dengan kebutuhan dan latar belakang siswa.

D.Pembelajaran Berbasis Web

Salah satu inovasi pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaranadalah melalui

pembelajaran berbasis web. Pembelajaran berbasisweb merupakan suatu kegiatan pembelajaran

4

media

PENGERTIAN pembelajaran berbasis WEB

Pembelajaran berbasis web merupakan
suatu kegiatan pembelajaran yang
memanfaatkan media situs (Website) yang
bisa diakses melalui jaringan Internet.
Pembelajaran berbasis web atau yang
dikenal juga dengan “web-based learning”
merupakan salah satu jenis penerapan
dari
pembelajaran elektronik atau (e-learning).

5

media

Perkembangan e-learning dari masa
kemasa

Tahun 1990 ada CBT (Computer-Based

Training) saat itu mulai bermunculan
aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC
standalone ataupun berbentuk kemasan
CD ROM.

Tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk

paket-paket yang lebih menarik.

6

media

Karena perkembangan teknologi internet di dunia, masyarakat dunia

mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan informasi yang cepat
diperoleh secara mutlak, dan jarak serta lokasi bukanlah halangan
lagi. Lalu muncullah sebutan Learning Manegement System (LMS)
pada tahun 1997.

Tahun 1999 LMS mulai digabungkan dengan situs-situs portal yang

pada saat ini boleh dikatakan menjadi barometer situs-situs
informasi, majalah, dan surat kabar dunia.

7

media

Internet Sebagai Media E-Learning Online

Internet merupakan suatu media untuk berbagi informasi dan
berinteraksi kapan dan dimana saja. Penggunaan internet untuk
keperluan pendidikan yang semakin luas, merupakan fakta yang
menujukkan bahwa dengan media ini dimungkinkan
diselenggarakannya proses belajar-mengajar yang lebih efektif.
Banyak lembaga pendidikan yang menggunakan media internet untuk
meningkatkan daya saingnya, meningkatkan pelayanan kepada
pembelajaran, serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan
pembelajaran.

8

media

Fungsi E-Learning Online

• Suplemen
• Komplemen
• Substitusi

9

media

Manfaat E-Learning Online

1. Meningkatkan kadar interaksi

pembelajaran

2. Memungkinkan terjadinya interaksi

pembelajaran di mana pun dan kapan
pun

3. Menjangkau peserta didik dalam cakupan

yang luas

10

media

Manfaat E-Learning Online

4. Mempermudah penyempurnaan dan

penyimpanan materi pembelajaran

5. Independent Learning
6. Biaya

11

media

Kunci Keberhasilan E-Learning Online

1. Mengerti tentang e-learning dan e-learning

online

2. Mengidentifikasi karakteristik peserta didik
3. Mendesain dan mengembangkan materi

kuliah yang interaktif sesuai dengan IT

4. Mengadaptasi strategi mengajar elketronik

dan internet

12

media

Kunci Keberhasilan E-Learning Online

5. Mengorganisir materi dalam format yang mudah

untuk dipelajari

6. Melakukan trining dan praktek secara online
7. Terlibat dalam perencanaan, pengembangan

dan pengambilan keputusan

8. Mengevalusai keberhasilan pembelajaran, sikap

dan persepsi para peserta didiknya.

13

media

Menghemat

waktu

proses

belajar

mengajar

Mengurangi

biaya

perjalanan

Menghemat

biaya

pendidikan

(

infrastruktur

,

peralatan

,

buku

-

buku

)

KEUNTUNGAN e-learning

14

media

Keuntungan

Menjangkau

wilayah

geografis

yang

lebih

luas

Melatih pembelajar lebih mandiri

dalam mendapatkan ilmu pengetahuan

Adanya bantuan profesional

secara on

-

line

15

media

Kelemahan e-learning online

1.

Kurangnya interaksi antara pengajar dan peserta didik
atau bahkan antar peserta didik itu sendiri.

2. Kecenderungan mengabaikan aspek akdemik atau aspek

sosial dan sebaliknyamendorong aspek bisnis/komersial.

3. Proses belajar dan mengajar cenderung kearah pelatihan

daripada pendidikan.

16

media

Kelemahan e-learning online

4. Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik

konvensional kini juga dituntut teknik pembelajaran yang menggunakan
ICT.

5. Peserta didik yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi

cenderung gagal.

6. Tidak semua tempat berfasilitas internet.
7. Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan internet.
8. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.

17

media

Peran Setiap Pihak dalam e

-

learning

Online

1.

Peserta didik

2. Lembaga pendidikan
3. Fasilitator
4. Staf penunjang
5. Administrator

18

media

Strategi Implementasi E-Learning Online

Strategi penggunaan E-Learning online untuk
menunjang pelaksanaan proses belajar,diharapkan
dapat meningkatkan daya serap peserta didik atas
materi yang diajarkan,meningkatkan partisipasi aktif
dari peserta didik,meningkatkan kemampuan belajar
mandiri peserta didik,meningkatkan kualitas materi
pendidikan dan pelatihan.

19

media

Menurut koswari,ada beberapa strategi pengajaran
yang dapat diterapkan dengan menggunakan teknologi
e-learning, khususnya e-learning online sebagai
berikut:

Belajar dengan mengajarkan (learning by doing)
Belajar insidental (insidental learning)
Belajar dengan refleksi (learning by reflection)
Pembelajaran berbasis-kasus (case-based learning)
Belajar dengan mengeksplorasi (learning by

exploring)

20

media

Pembelajaran berbasis website
(implementasi E-learning online)

Menurut wibawanto dan sahid,beberapa
karakteristik khusus perlu dicermati terkait
dengan perbedaan yang mencolok antara
pembelajaran berbasis internet dengan
pembelajaran konvensional (tatap muka).

21

media

Karakteristik pembelajaran berbasis internet (dengan perangkat
lunak learning management system/LSM)antara lain :

Penyajian materi pembelajaran dilakukan dengan menayangkan objek ajar

teks,audio,video,maupun gabungan.

Materi pembelajaran disajikan dalam potongan-potongan kecil yang dapat

ditayangkan satu layar penuh atau video/audio dengan masa tayang 5 menit atau
kurang.

Pembelajar dimungkinkan belajar dengan kecepatan sesuai kebutuhan,dan

kemampuan,serta dapat mengakses materi pembelajaran secara nonlinier.

Interraksi antar pembelajaran dengan fasilitator umumnya berlangsung secara

asinkron,kecuali bila digunakan fasilitas chatting atau videoconference.

Diskusi berlangsung secara tekstual,menggunakan fasilitas mirip mailing list

yang hanya berlaku internal.

22

media

Obyek ajar pada pembelajaran berbasis web

Dalam konteks pembelajaran web,obyek ajar dapat
berupa :
Teks
Gambar
Audio
Video
animasi

23

media

Perancangan dan penyimpanan objek ajar

Berikut ini adalah rancangan yang
disiapkan untuk melakukan
pembelajaran:

a. Desaign intructional
b. Perancangan peta program
c. Pengembangan objek ajar

24

media

Moodle, CMS: E-learning Software Gratis untuk

Pembelajaran Online

Moodle adalah sebuah aplikasi CMS eLearning

berbasis wabsite yang dapat mangubah sebuah media
pembelajaran offline ke dalam bentuk online dan
memungkinkan siswa masuk ke dalam ruang kelas
digital untuk mengakses materi pembelajaran. Aplikasi
Moodle dikembangkan oleh Martin Dougiamas pada
Agustus 2002, dan dapat dengan mudah diakses sacara
open source.

25

media

Contoh e-Learning

26

media

Contoh pembelajaran yang didukung oleh Moodle
CMS e-Learning

Assignment
Chat
Forum
Quiz
Survey

27

media

Kesimpulan

Dalam konsep pembelajaran E-learning ini, membuktikan
bahwa pembelajaran bisa dilakukan dengan menggunakan
media internet dan bisa saja di terapkan saat perkuliahan
contohnya sekarang yaitu Mata Kuliah TEKNOLOGI BARU
DALAM PEMBELAJARAN dan fasilitas yang perlu di
kembangkan lagi adalah memenuhi kebutuhan pangguna
masih diperlukan secara optimal dan perlu
penyederhanaan.

28

media
media

4

yang memanfaatkanmedia situs (Website) yang bisa diakses melalui jaringan Internet.

Pembelajaran berbasis web atau yang dikenal juga dengan “web-based learning” merupakan

salah satu jenis penerapan dari pembelajaran elektronik atau (e-learning).

Teknologi Informasi dan komunikasi seperti komputer, laptop, Netbook serta Handpone

sekarang sudah tidak asing lagi bagi peserta didik, demikian juga dengan Internet. Berbagai

kemudahan akses Internet dengan perangkat komputer maupun handpone pembelajaran berbasis

web dapat dilaksanakan dengan baik. Melalui pembelajaran berbasis web ini pendidik dapat

memposting materi, memberikan tugas, mengadakan kuis, memberikan pengayaan, berdiskusi

dengan peserta didik, memberikan berbagai informasi dan lain sebagainya. Pembelajaran pun

bisa dilaksanakan dari mana saja kapan saja sehingga lebih mudah dan menyenangkan. Internet

merupakan salah satu materi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yang ada pada

jenjang sekolah dasar. Adanya teknologi tersebut diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih

aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan, sehingga terciptanya multi interaksi, baik antara

pendidik dengan peserta didik, peserta didik dengan pendidik, peserta didik dengan

media dan sumber belajar, maupun peserta didik dengan peserta didik lainnya. Pendidik harus

mampu membiasakan peserta didik bersikap pro-aktif, kreatif dan inovatif dalam kegiatan

pembelajaran.Deni (2012:41) menjelaskan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

yang mampu mengolah, mengemas, dan menampilkan, serta menyebarkan informasi

pembelajaran baik secara audio, visual, audiovisual bahkan multimedia, dewasa ini telah mampu

mewujudkan apa yang disebut dengan Virtual Learning. Konsep ini berkembang sehingga

mampu mengemas setting dan realitas pembelajaran sebelumnya menjadi lebih menarik dan

memberikan pengondisian secara psikologis adaptif kepada peserta didik di mana pun mereka

berada. Memang upaya ke arah tersebut banyak di contohkan dengan munculnya konsep e-

learning yang secara realitas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tidak sulit walaupun

dibatasi oleh ruang dan jarak yang tidak mungkin jika dilakukan secara nature.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 28

SLIDE