Search Header Logo
coba

coba

Assessment

Presentation

Special Education

1st Grade

Hard

Created by

ARRUM DEVI

Used 1+ times

FREE Resource

10 Slides • 0 Questions

1

media

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Vol. 2, No.1, 2019, hal. 586-595

p-ISSN 2620-9047, e-ISSN 2620-9071

586

PERAN MEDIA PEMBELAJARAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

PESERTA DIDIK

Nurul Audie

Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Kota Serang, Indonesia

E-mail: nurulaudies@gmail.com

Abstract

This paper describes the use of media in learning as an intermediary to facilitate the delivery of
learning material. Learning media is designed as well as possible by educators so that students can
more easily absorb learning material and also increase the stimulus of students to learn. As time goes
on, learning media are also increasingly sophisticated from those using traditional media to modern
ones like now. The use of instructional media also helps students to absorb the same material as
others, giving rise to the same perception among students with one another and helping students to
understand the material conveyed by students.

Keywords: media, learning, material

Abstrak

Tulisan ini menjelaskan tentang pemanfaatan media dalam pembelajaran sebagai perantara untuk
mempermudah menyampaikan materi pembelajaran. Media pembelajaran dirancang sebaik mungkin
oleh pendidik agar peserta didik dapat lebih mudah untuk menyerap materi pembelajaran dan juga
meningkatkan stimulus peserta didik untuk belajar. Semakin berkembangnya zaman, media
pembelajaran juga semakin canggih dari yang menggunakan media tradisional hingga modern seperti
sekarang. Penggunaan media pembelajaranpun membantu peserta didik untuk menyerap materi sama
dengan yang lainnya sehingga menimbulkan persepsi yang sama antar siswa yang satu dengan yang
lainnya dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik lebih maksimal.

Kata kunci: media, pembelajaran, materi

PENDAHULUAN

Pendidikan

menurut

Ki Hajar

Dewantara dalam Kongres Taman Siswa yang

pertama pada tahum 1930 menyebutkan:

Pendidikan umumnya daya upaya untuk

memajukan pertumbuhannya budi pekerti

(kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek),

dan tubuh anak; dalam Taman Siswa tidak

boleh dipisah-pisahkan bagian-bagian itu agar

memajukan kesempurnaan hidup, kehidupan

dan penghidupan anak-anak yang kita didik

selaras dengan dunianya (Djaelani: 2015: 5).

Menurut Suprapto (1975), pendidikan adalah

proses yang berisi berbagai macam kegiatn

yang cocok bagi individu untuk kehidupan

sosialnya dan membantu meneruskan adat dan

budaya serta kelembagaan sosial dari generasi

ke generasi.

Pendidikan tidak hanya dilihat sebagai

suatu usaha pemberian informasi atau ilmu dan

pembentukan karakterisik dan keterampilan

saja, tetapi dalam arti luas dapat dianggap

sebagai mencakup usaha untuk mewujudkan

keinginan,

kebutuhan

dan

kemampuan

individu sehingga tercapai pola hidup pribadi

dan sosial yang memuaskan, pendidikan bukan

hanya

sebagai

sarana

untuk

persiapan

kehidupan yang akan datang nanti, tetapi

untuk kehidupan anak sekarang yang sedang

2

media

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Vol. 2, No.1, 2019, hal. 586-595

p-ISSN 2620-9047, e-ISSN 2620-9071

587

didalam

tahap

perkembangan

menuju

ketingkat kedewasaannya.

Didalam proses mengajar terdapat

lima komponen yang penting dalam proses

mengajar yaitu adalah tujuan, materi, metode,

media,

dan evaluasi

pembelajaran.dalam

kegiatan proses mengajar, kelima komponen

ini sangat mempengaruhi satu sama. Seperti

misalnya dalam pemilihan metode dalam

proses menyampaikan materi pembelajaran

akan berpengaruh dengan media pembelajaran

apa yang

akan

kita

gunakan

untuk

menyampaikan materi kepada siswa sesuai

dengan kebutuhan dan karakteristik peserta

didik yang bersangkutan.

Penggunaan

media

pembelajaran

selain

untuk

mempermudah

pendidik

menyampaikan materi kepada peserta didik

tetapi

penggunaan

media

pembelajaran

membantu untuk meningkatkan motivasi siswa

untuk belajar lebih interaktif dan lebih aktif

didalam kelas sehingga adanya umpan-balik

terhadap pendidik dan peserta didik tersebut.

Penggunaan media pembelajaranpun sangat

membantu

dalam

keefektifan

proses

pembelajaran pada saat proses kegiatan belajar

mengajar berlangsung.

Tetapi

masih

aja ada

yang

mengabaikan penggunaan media pembelajaran

dalam proses kegiatan mengajar. Alasan

seperti sulitnya mendapatkan media yang akan

digunakan, tidak cukupnya waktu untuk

membuat media pembelajaran, tidak adanya

biaya,

dll.

Penggunaan

media

pembelajaranpun

memiliki

karakteristik

tersendiri seperti salah satunya adalah relatif

murah. Pembuatan media pembelajaran harus

memikirkan juga berapa budget yang kita

miliki untuk membuat media pembelajaran

tersebut agar media tersebut sesuai seperti

yang kita ekspetasikan.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan studi

literatur sebagai metode penelitian dengan

digunakannya beberapa literatur berupa jurnal

dan buku

yang

terkait

dengan

media

pembelajaran dan hasil belajar.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Untuk meningkatkan efektivitas dan

efisiensi

dalam

pembelajaran,

perlu

dikembangkan

media

pembelajaran

yang

kreatif dan inovatif. Hal ini perlu dilakukan

karena agar peserta didik tidak cenderung

bosan dan agar proses pembelajarapun tidak

cenderung monoton dan terlalu normatif agar

tidak

menghambat

proses

transfer

of

knowledge. Oleh karena itu peran media

pembelajaran sangat penting dalam proses

kegiatan belajar mengajar agar tidak membuat

peserta didik selama proses belajar cenderung

membosankan.

Kegiatan pembelajaran yang dapat

memotivasi peserta didik agar dapat mencapai

tujuan pembelajaran haruslah melalui proses

belajar yang amat penting yaitu metode

pembelajaran dan media pembelajaran. Fungsi

utama media pembelajaran adalah sebagai alat

bantu mengajar yang turut mempengaruhi

iklim,

kondisi,

dan lingkungan

belajar

(Arsyad:

2017).

Dengan

adanya

media

pembelajaran, peserta didik lebih termotivasi

untuk mengikuti proses pembelajaran. Tanpa

3

media

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Vol. 2, No.1, 2019, hal. 586-595

p-ISSN 2620-9047, e-ISSN 2620-9071

588

adanya

motivasi,

sangat

mungkin

pembelajaran tidak menghasilkan hasil belajar.

Hasil

belajar

merupakan

tingkat

perkembangan mental yang lebih baik bila

dibandingkan pada saat belum belajar. Tingkat

perkembangan mental tersebut yang dimaksud

dengan jenis-jenis hasil belajar yaitu aspek

kognitif, afektif, dan psikomotrik.

Hasil belajar adalah bila seseorang

telah belajar akan terjadi perubahan tingkah

laku pada orang tersebut, misalnya dari yang

tidak tahu menjadi tahu, dan dari yang tidak

mengerti menjadi mengerti.

Aspek kognitif yang berhubungan

dengan pengetahuan, pemahaman, penerapan,

analisis, sintesis, dan penilaian. Kedua, aspek

afektif yaitu tentang sikap dan nilai. Aspek

afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu

menerima, menjawab atau reaksi, menilai,

organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai

atau

kompleks

nilai.

Ketiga,

aspek

psikomotorik

tentang

hasil

belajar

keterampilan dan kemampuan bertindak.

Penggunaan

media

pembelajaran

merupakan faktor yang sangat penting untuk

meningkatkan

hasil

belajar

siswa

dan

meningkatkan motivasi siswa untuk belajar,

karena media pembelajaran sangat mendukung

dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang

dimiliki seseorang, terutama terhadap peserta

didik dalam proses pembelajaran.

Media berasal dari bahasa latin yaitu

“medium” yang secara harfiah berarti tengah,

perantara, atau pengantar. Dalam bahasa Arab,

media adalah perantara atau pengantar pesan

dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach

& Ely (1971) mengatakan bahwa media

apabila dipahami secara garis besar adalah

manusia,

materi,

atau

kejadian

yang

membangun kondisi yang membuat siswa

mampu

memperoleh

pengetahuan,

keterampilan, atau sikap. Dari yang dimaksud

Gerlach & Ely, guru, buku, dan lingkungan

sekolah merupakan media.

AECT (Association of Education and

Communication Technology, 1977) memberi

batasan tentang media sebagai segala bentuk

dan

saluran

yang

digunakan

untuk

menyampaikan pesan atau informasi. Proses

belajar mengajar pada dasarnya adalah proses

komunikasi karena adanya interaksi antara

pendidik dengan peserta didik ketika proses

kegiatan belajar mengajar.

Kata media sering diganti dengan kata

mediator menurut Fleming (1987:234) adalah

penyebab atau alat yang turut campur tangan

dalam dua pihak dan mendamaikannya.

Dengan istilah mediator, media menunjukkan

fungsi dan perannya, yaitu media sebagai yang

mengatur hubungan antara dua pihak dalam

proses pembelajaran.

Marshall McLuhan (Hamalik: 2003:

201) mengatakan bahwa media adalah suatu

eksistensi manusia yang memungkinkannya

mempengaruhi

orang

lain

yang

tidak

mengadakan kontak langsung dengan dia.

Yang

dimaksud

McLuhan

dalam

pengertiannya

adalah,

media

komunikasi

seperti telepon, surat adalah sebuah jembatan

yang memungkinkan seseorang berkomunikasi

dengan orang lain.

Heinich, dan kawan-kawan (1982)

mengemukakan

istilah

medium

sebagai

perantara yang mengantar informasi antara

4

media

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Vol. 2, No.1, 2019, hal. 586-595

p-ISSN 2620-9047, e-ISSN 2620-9071

589

sumber, dan penerima. Apabila media-media

seperti televisi, film, foto, radio, dll membawa

isi yang berupa pesan-pesan yang bertujuan

instruksional

atau

mengandung

maksud-

maksud pengajaran maka media itu disebut

media pembelajaran.

Menurut UU Sisdiknas no. 20 tahun

2003, pembelajaran adalah proses interaksi

peserta didik dengan pendidik dan sumber

belajar pada suatu lingkungan. Pembelajaran

sebagai proses belajar yang dibimbing oleh

pendidik untuk mengembangkan kreatifitas

berpikir

peserta

didik

yang

dapat

meningkatkan intelekual siswa , serta dapat

mampu mengkonstruksikan pengetahuan baru

sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang

baik terhadap materi pembelajaran.

Menurut Sugandi, dkk (2004: 9)

menyatakan bahwa pembelajaran merupakan

terjemahan dari kata “instruction” yang

berarti self instruction (dari internal) dan

external

instruction(dari

eksternal).

Pembelajaran yang bersifat eksternal antara

lain datang dari guru yang bersifatteaching

atau pengajaran. Dalam pembelajaran yang

bersifat

eksternal

prinsip-prinsip

belajar

dengan sendirinya akan menjadi prinsip-

prinsip pembelajaran.

Schramm (1977) mengartikan bahwa

media

pembelajaran

adalah

teknologi

pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan

untuk keperluan pembelajaran.

Azhar

(2011)

pengertian

media

pembelajaran adalah alat bantu pada proses

belajar baik didalam maupun diluar kelas,

lebih

lanjut

dijelaskan

bahwa

media

pembelajaran adalah komponen sumber belajar

atau wahana fisik yang mengandung materi

instruksional dilingknhan siswa yang dapat

merangsang siswa untuk belajar.

Dari beberapa pengertian diatas, dapat

disimpulkan

bahwa

media

pembelajaran

adalah

sebuah

alat bantu

guru

dalam

pembelajaran untuk mempermudah pendidik

menyampaikan informasi kepada peserta didik

ketika dalam proses kegiatan mengajar.

Dalam

berkomunikasi

kita

mengunakan media sebagai sarana untuk

menyampaikan informasi, begitu juga dalam

ranah

pendidikan.

Dengan

digunakannya

media pembelajaran dalam mengajar, pendidik

dapat

mengefisensikan

waktu

dalam

menyampaikan materi pelajaran karena waktu

pelajaran sangatlah singkat dan terbatas. Oleh

sebab itu, para pendidik diharapkan mampu

menyajikan

bahan-bahan

yang

akan

disampaikannya itu secara efisien, dalam

waktu yang singkat tapi banyak informasi

yang diberikan.

Gerlach & Ely (1971) mengemukakan

tiga ciri media yang merupakan petunjuk

mengapa media digunakan dan apa-apa saja

yang dapat dilakukan oleh media yang

mungkin

guru

tidak

mampu

untuk

melakukannya.

1.Ciri Fiksatif

Ciri ini menggambarkan kemampuan

media

untuk

merekam,

menyimpan,

melestarikan, dan membangun sebuah

peristiwa atau objek. Sebuah peristiwa

tersebut disusun kembali dengan

dikumpulkan oleh suatu media seperti

fotografi, video tape, audio tape, disket

komputer, dan film. Segala apapun yang

5

media

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Vol. 2, No.1, 2019, hal. 586-595

p-ISSN 2620-9047, e-ISSN 2620-9071

590

ditangkap oleh kamera dengan mudah

dapat direproduksi dan mudah digunakan

ketika diperlukan.

Ciri fiksatif ini sangat penting bagi

guru karena kejadian-kejadian atau objek

yang telah direkam atau disimpan dengan

format media yang ada digunakan setiap

saat. Peristiwa yang hanya terjadi satu

tahun sekali misalnya dapat diabadikan

dan digunakan untuk media pembelajaran

karena sudah disimpan.

2.Ciri Manipulatif

Perubahan suatu kejadian dimungkinkan

karena media memiliki ciri manipulatif.

Kejadian yang memakan waktu berhari-

hari misalnya dapat dipersingkat menjadi

hanya beberapa menit dengan adanya fitur

timelapse. Misalnya bagaimana proses

terjadinya

larva

menjadi

kepompong

kemudian

menjadi

kupu-kupu

membutuhkan waktu yang lama tetapi

dapat dipersingkat menjadi 2-3 menit

karena dipercepat menggunakan fitur

timelapse. Tetapi, selain adanya fitur

timelapse ada juga fitur slow motion yang

dapat

memperlambat sebuah

gerakan

divideo. Misalnya gerakan reaksi sebuah

eksperimen di pelajaran kimia, gerakan

reaksi tersebut dapat diperlanbat agar

siswa dapat melihat dengan jelas reaksi

kimia tersebut. Media seperti video, film

kejadian dapat diedit sehingga pendidik

hanya menampilkan bagian-bagian yang

penting saja. Kemampuan media dari ciri

manipulatif ini memerlukan perhatian

sungguh-sungguh apabila terjadi kesalahan

didalam pengeditan ketiga memotong

bagian-bagian video atau urutan video

agar tidak terjadinya multitafsir atau

makna yang berbeda dari makna yang

sebenernya dari video tersebut.

3.Ciri Distributif

Ciri distributif dari media memungkinkan

suatu

objek

atau

kejadian

ditransportasikan

melalui

ruang,

dan

secara

bersamaan

kejadian

tersebut

disajikan kepada sejumlah besar siswa

dengan stimulus pengalaman yang relatif

mengenai peristiwa tersebut seakan-akan

ikut terlibat dalam peristiwa tersebut.

Sekali informasi direkam dalam format

media apa saja, ia dapat direproduksi

seberapa kalipun dan siap digunakan

secara bersamaan diberbagai tempat atau

digunakan secara berulang-ulang di suatu

tempat.

Menurut Nana Sudjana (1991: 3) ,

jenis media terbagi 4 yaitu:

1.Media grafis atau media dua dimensi

seperti foto, kartun, bagan, komik, dan

lain-lain.

2.Media tiga dimensi, yaitu dalam

bentuk model, solid model, model

penampang, mock up, diorama, dll.

3.Media proyeksi seperti slide, film,

OHP.

4.Penggunaan

dan

pemanfaatan

lingkungan

sebagai

media

pembelajaran.

Perkembangan

media

pembelajaran

mengikuti

perkembangan teknologi yang sedang

terjadi di masyarakat apalagi di zaman

globalisasi

seperti

sekarang

ini.

6

media

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Vol. 2, No.1, 2019, hal. 586-595

p-ISSN 2620-9047, e-ISSN 2620-9071

591

Teknologi yang paling tua yang

dimanfaatkan dalam proses belajar

adalah percetakan yang bekerja atas

dasar prinsip mekanis. Kemudian

lahirnya teknologi audio-visuall yang

menggabungkan penemuan mekanis

dan

elektronis

untuk

tujuan

pembelajaran.

Pengelompokkan

berbagai

jenis media apabila dilihat dari segi

perkembangan teknologi oleh Seels

dan Glasglow (1990: 181-183) dibagi

kedalam dua kategori luas yaitu

pemilihan

media

tradsional

dan

pemilihan media teknologi mutakhir.

1.Pilihan Media Tradisional

a.Visual diam yang diproyeksikan,

yaitu

proyeksi

opaque

(tak

tembus

pandang),

proyeksi

overhead, slides, filmstrips.

b.Visual yang tak diproyeksikan

yaitu, gambar atau poster, foto,

charts, grafik, diagram, pameran

dan papan info.

c.Audio, yaitu rekaman piringan,

pita kaset, reel, cartridge.

d.Penyajian multimedia, yaitu slide

plus suara, multi-image.

e.Visual

dinamis

yang

diproyeksikan yaitu, film, televisi,

dan video.

f.Cetak, yaitu buku teks, modul,

teks

terprogram,

workbook,

majalah ilmiah, dan lembaran

lepas.

g.Permainan,

yaitu

teka-teki,

simulasi, permainan papan.

h.Realita, yaitu model , spesimen,

dan manipulatif.

2. Pilihan Media Teknologi

Mutakhir

a. Media brbasis telekomunikasi,

yaitu telekonferen, kuliah jarak jauh.

b. Media berbasis mikroprosesor

yaitu, computer assited instruction,

permainan komputer, sistem tutor

intilijen, dan interaktif.

Kemp & Dayton (1985) dalam

buku

Azhar

Arsyad

(2017:30)

mengelompokkan media kedalam

delapan

jenis

yaitu,

1) media

cetakan, 2) media pajang 3) overhead

transparancies, 4) rekaman audio

tape 5) seri slide dan film strips, 6)

penyajian multi-image, 7) rekaman

video dan film hidup, dan 8)

komputer.

Dalam keadaan realita, daya

tangkap

siswa

jika

guru

menggunakan

metode

ceramah

hanya dapat menyerap 5% dari apa

yang diomongkan pendidik.

Dari

berbagi

jenis

media

pembelajaran

yang

ada,

siswa

cenderung lebih menyukai media

pembelajaran yang berbentuk audio-

visual seperti film, video dokumenter

karena lebih meningkatkan semangat

motivasi siswa untuk belajar dan

tidak cenderung membosankan.

Gambar ini adalah tingkatan

pengalaman

manusia

dari yang

bersifat

langsung

hingga

ke

7

media

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Vol. 2, No.1, 2019, hal. 586-595

p-ISSN 2620-9047, e-ISSN 2620-9071

592

pengalaman oleh pemikiran Edgar

Dale. Yang menunjukkan bahwa

Pemikiran

Edgar

Dale

tentang

Kerucut

Pengalaman

atau

yang

disebut dengan Kerucut Pengalaman

merupakan

usaha

awal

untuk

membuktikan tentang keterkaitannya

teori belajar dengan komunikasi

audio visual semakin keatas semakin

abstrak.

Kerucut

pengalaman

dari

Edgar Dale menyatukan teori belajar

yang dikemukakan oleh John Dewey

dengan pikiran-pikiran psikologi.

Dale

dalam

Kerucut

Pengalaman

mengatakan

“Hasil

belajar seseorang diperoleh melalui

pengalaman

langsung

(kongkrit),

kenyataan yang ada dilingkungan

kehidupan

seseorang

kemudian

melalui benda tiruan, sampai kepada

lambang verbal (abstrak). Semakin

keatas

puncak

kerucut

semakin

abstrak media penyampai pesan itu.

Proses belajar dan interaksi mengajar

tidak

harus

dari

pengalaman

langsung, tetapi dimulai dengan jenis

pengalaman

yang

paling

sesuai

dengan kebutuhan dan kemampuan

kelompok

siswa

yang

dihadapi

dengan mempertimbangkan situasi

belajar”

Dale yakin bahwa simbol, dan

gagasan yang abstrak dapat lebih

mudah dipahami oleh peserta didik

jika

digabungkan

dengan

pengalaman konkrit.

Digambar tersebut dijelaskan

dengan

cara

membaca

bisa

mengingat

10%,

dengan

cara

mendengar 20%, dengan cara meliht

(visual) bisa mengingat 30%, dengan

cara audiovisual bisa mengingat

50%, dengan cara menulis dan

mengatakan bisa mengingat 70%,

dan dengan cara melakukan sesuatu

(pengalaman) atau bermain peran

bisa mengingat 9%

Hal ini dibuktikan dengan

observasi lapangan bagi siswa, siswa

terjun kelapangan langsung untuk

belajar akan lebih mudah dipahami

konsep pembelajaran tersebut karena

peserta didik terlibat langsung dalam

observasi tersebut.

Penggunaan

media

pembelajaran dalam proses belajar

sangat mempengaruhi hasil belajar

8

media

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Vol. 2, No.1, 2019, hal. 586-595

p-ISSN 2620-9047, e-ISSN 2620-9071

593

peserta didik dan mengembangkan

prestasi peserta didik.

Dalam gambar tersebut jelas

diterangkan bahwa baca jika peserta

didik

belajar

hanya

dengan

membaca, yang diingat peserta didik

hanyalah sekitar 10% karena baca

adalah berbentuk verbal dan peserta

cenderung akan bosan.

Seperti halnya jika seorang

dosen memaparkan power point

dengan konten yang sangat text book

dan normatif,

mahasiswa

akan

cenderung bosan ketiga kegiatan

belajar. Dan jika di review ulang

materi

yang

sudah

diberikan,

misalnya dari 40 orang peserta didik

mungkin hanya 10 orang yang

mengingat dengan jelas materi yang

telah diajarkan pendidik.

Dalam model pembelajaran

konvensional (tradisional) dimana

belum

menggunakan

media

pembelajaran,

pendidik

hanya

dengan

menggunakan

metode

ceramah dan target pemahaman dan

penguasaan materi siswa dengan cara

menghapal. Menghapal dapat disebut

sukses untuk penguasaan materi pada

siswa, tetapi dengan cara menghapal

siswa

tidak

dapat

memecahkan

masalah yang ada.

Salah

satu

jenis

media

pembelajaran adalah audio-visual.

Media ini sangat membantu dalam

pemahaman peserta didik karena

menurut Edgar Dale dalam Kerucut

Pengalamannya,

belajar

dengan

menggunakan media audio-visual

memiliki tingkat keingatan 50%.

Dalam media pembelajaran

terdapat

pengembangan

media

pembelajaran

berbasis

teknologi

informasi. Di zaman globalisasi ini

penggunaan

media

pembelajaran

berbasis teknologi menjadi sebuah

tuntutan karena mau tidak kita tidak

boleh ketinggalan jaman.

Arief

S. Sadiman,

dkk

(2009:50) mengatakan dilihat dari

kesiapan

pengadaannya,

media

dikelompokkan dalam dua jenis

yaitu, media jadi karena merupakan

komoditi perdagangan yang terdapat

di pasaran luas dan dipersiapkan

secara khusus untuk maksud dan

tujuan tertentu.

Dizaman sekaramg siapa lagi

yang tidak kena; dan menggunakan

internet?

Internet

memberikan

manfaat bagi penggunanya untuk

melakukan

komunikasi

secara

langsung dengan pengguna lainnya.

Dengan digunakannya media

pembelajaran, peserta didik dapat

meningkatkan

prestasi

belajarnya

juga. Siswa dapat mengembangkan

keaktifannya

didalam

kelas

dikarenakan

penggunaan

media

pembelajaran dapat menumbuhkan

motivasi belajar siswa sehingga

meningkatkan hasil belajar karena

siswa semangat untuk belajar.

9

media

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Vol. 2, No.1, 2019, hal. 586-595

p-ISSN 2620-9047, e-ISSN 2620-9071

594

I Ketut Gede Darma Putra

(2009) dalam jurnal (Muhson Ali:

2010)

mengemukakan

beberapa

media yang dapat digunakan dalam

pembelajaran

berbasis

teknologi,

yaitu:

1.Internet

Internet

adalah

media

yang

sangat

diperlukan

dalam

pendidikan berbasis teknologi.

Karena perkembangan internet,

munculnya

model-model

e-

learning, blended learning, dll.

Internet

merupakan

jaringan

komputer

global

yang

mempermudah,

mempercepat

alses dan distribusi informasi dan

pengetahuan

sehingga

materi

dalam proses belajar mengajar

selalu dapat diperbaharui.

2.Intranet

Jika

penyedian

infrastruktur

mengalami

suatu

hambatanm

maka intranet dapat dijadikan

alternatif. Ciri-ciri intranet sama

dengan internet yang hanya

membedakan

adalah

intranet

untuk area lokal saja (kelas,

sekolah, gedung)

3.Mobile Phone

Peserta didik dapat mengakses

materi

pembelajaran

dengan

menggunakan mobile phone atau

yang canggihnya dikenal dengan

smartphone,

4.CD-ROM/Flashdisk

Materi

pembelajaran

dapat

disimpan di drive jika internet

tidak dapat digunakan sehingga

dapat dijadikan media alternatif.

Disamping itu, media juga

memiliki manfaatnya itu:

1.Penyampaian

materi

pembelajaran

dapat

diseragamkan

2.Proses pembelajaran menjadi

lebih jelas dan menarik

3.Proses pembelajaran menjadi

lebih interaktif

4.Efesiensi dalam waktu dan

tenaga

5.Meningkatkan kualitas hasil

belajar siswa

6.Dapat dilakukan dimana dan

kapan saja

7.Menumbuhkan sikap positif

siswa untuk belajar

8.Merubah pesan guru ke arah

yang lebih positif.

KESIMPULAN

Media pembelajaran sangat membantu

pendidik

dalam

proses

kegiatan

belajar

mengajar. Selain membantu pendidik dalam

mengajar, penggunaan media pembelajaran

sangat

berpengaruh

dalam

meningkatkan

motivasi siswa. Penggunaan media dalam

pembelajaran

dapat

membantu

pendidik

memberikan materi pelajaran kepada peserta

didik

secara

interaktif

dan

dapat

mengefesiensikan waktu pembelajaran. Selain

itu, penggunaan media pembelajaran dapat

meningkatkan motivasi siswa untuk belajar.

10

media

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Vol. 2, No.1, 2019, hal. 586-595

p-ISSN 2620-9047, e-ISSN 2620-9071

595

Media dapat mengstimulus otak siswa untuk

belajar, siswa cenderung tidak bosan jika

menggunakan media dalam pembelajaran.

Dalam kerucut pengalaman Edgar

Dale, semakin tinggi semakin abstrak dimana

titik tertinggi yaitu membaca. Membaca

memiliki daya ingat 10%, kebalikannya

bermain peran dan turun kelapangan memiliki

daya ingat 90% karena peserta didik turun

langsung kelapangan.

Media

pembelajaran

memiliki

beberapa jenis yaitu, audio, visual, dan audio-

visual. Dari ketiga jenis media pembelajaran

tersebut, audio-visual cenderung lebih efektif

untuk meningkatkan motivasi siswa karena

tidak membuat siswa merasakan bosan.

SARAN

Pergunakanlah media dengan baik dan benar

karena penggunaan media dalam pembelajaran

sangat membantu dalam pembelajaran dan

mengrekonstruksi

motivasi

siswa

dalam

belajar

agar

semangat

dalam

proses

pembelajaran karena penggunaan media dalam

pembelajaran sangat interaktif dan tidak

monoton

sehingga

peserta

didik

tidak

cenderung bosan dalam pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar. 2017. Media Pembelajaran.

Rajawari Pers. Jakarta

Haryoko, Sapto. „Efektivitas Penggunaan

Media

Audio-Visual

Sebagai

Alternatif

Optimalisasi Model Pembelajaran‟ Jurnal

Edukasi@Elektro Vol. 5 No. 1 Maret 2009,

hal 1-10

Muhson,

Ali.

Pengembangan

Media

Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi.

Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol

VIII. No 2- Tahun 2010.

Sadiman, Arief. 2009. Media Pendidikan.

Rajawali Pers. Jakarta

Wahyu, dkk. „Hubungan Penggunaan Media

Pembelajaran dengan Hasil Belajar PKN pada

Siswa

Kelas

X dan

XI di SMA

Muhammadiyah

1 Banjarmasin‟Jurnal

Pendidikan Kewarnegaraan: Volume 4 Nomor

7 Mei 2014

media

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Vol. 2, No.1, 2019, hal. 586-595

p-ISSN 2620-9047, e-ISSN 2620-9071

586

PERAN MEDIA PEMBELAJARAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

PESERTA DIDIK

Nurul Audie

Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Kota Serang, Indonesia

E-mail: nurulaudies@gmail.com

Abstract

This paper describes the use of media in learning as an intermediary to facilitate the delivery of
learning material. Learning media is designed as well as possible by educators so that students can
more easily absorb learning material and also increase the stimulus of students to learn. As time goes
on, learning media are also increasingly sophisticated from those using traditional media to modern
ones like now. The use of instructional media also helps students to absorb the same material as
others, giving rise to the same perception among students with one another and helping students to
understand the material conveyed by students.

Keywords: media, learning, material

Abstrak

Tulisan ini menjelaskan tentang pemanfaatan media dalam pembelajaran sebagai perantara untuk
mempermudah menyampaikan materi pembelajaran. Media pembelajaran dirancang sebaik mungkin
oleh pendidik agar peserta didik dapat lebih mudah untuk menyerap materi pembelajaran dan juga
meningkatkan stimulus peserta didik untuk belajar. Semakin berkembangnya zaman, media
pembelajaran juga semakin canggih dari yang menggunakan media tradisional hingga modern seperti
sekarang. Penggunaan media pembelajaranpun membantu peserta didik untuk menyerap materi sama
dengan yang lainnya sehingga menimbulkan persepsi yang sama antar siswa yang satu dengan yang
lainnya dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik lebih maksimal.

Kata kunci: media, pembelajaran, materi

PENDAHULUAN

Pendidikan

menurut

Ki Hajar

Dewantara dalam Kongres Taman Siswa yang

pertama pada tahum 1930 menyebutkan:

Pendidikan umumnya daya upaya untuk

memajukan pertumbuhannya budi pekerti

(kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek),

dan tubuh anak; dalam Taman Siswa tidak

boleh dipisah-pisahkan bagian-bagian itu agar

memajukan kesempurnaan hidup, kehidupan

dan penghidupan anak-anak yang kita didik

selaras dengan dunianya (Djaelani: 2015: 5).

Menurut Suprapto (1975), pendidikan adalah

proses yang berisi berbagai macam kegiatn

yang cocok bagi individu untuk kehidupan

sosialnya dan membantu meneruskan adat dan

budaya serta kelembagaan sosial dari generasi

ke generasi.

Pendidikan tidak hanya dilihat sebagai

suatu usaha pemberian informasi atau ilmu dan

pembentukan karakterisik dan keterampilan

saja, tetapi dalam arti luas dapat dianggap

sebagai mencakup usaha untuk mewujudkan

keinginan,

kebutuhan

dan

kemampuan

individu sehingga tercapai pola hidup pribadi

dan sosial yang memuaskan, pendidikan bukan

hanya

sebagai

sarana

untuk

persiapan

kehidupan yang akan datang nanti, tetapi

untuk kehidupan anak sekarang yang sedang

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 10

SLIDE