Search Header Logo
Atasi burnout melalui komunikasi efektif

Atasi burnout melalui komunikasi efektif

Assessment

Presentation

Professional Development

Professional Development

Easy

Created by

Rahmi Fitrika

Used 4+ times

FREE Resource

7 Slides • 5 Questions

1

Open Ended

Question image

Apa kabarmu, Ibu?

Apa kabarmu, Bapak?

2

Open Ended

Question image

Apa harapan Ibu dan Bapak terhadap materi yang akan disampaikan?

3

media

Atasi burnout melalui komunikasi efektif

Oleh : Rahmi Fitrika S.Pd - Sekolah Bogor Raya

4

Open Ended

Question image

Apakah "burnout" itu?

5

media

6

media

Burnout merupakan istilah psikologi yang mengacu pada keadaan kelelahan kerja.

Menurut Christina Maslach dan Michael P. Leiter dalam artikel “Burnout” di Jurnal Elsevier (2007), burnout ditentukan dari tiga komponen utamanya, yakni kelelahan, sinisme, dan ketidak efisienan secara profesional.

7

Open Ended

Question image

Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi "burnout"?

8

media

Menurut Stewart L. Tubbs dan Sylavia Moss, komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tindakan.

Salah satu cara mengatasi burnout ialah dengan menerapkan komunikasi efektif.

9

media

Dalam buku Komunikasi Antarpribadi, Alo Liliweri mengutip pendapat Joseph A.Devito mengenai ciri komunikasi antar pribadi yang efektif, yaitu:

  • Keterbukaan (openness) : Kemauan menanggapi dengan senang hati informasi yang diterima di dalam menghadapi hubungan antarpribadi.

  • Empati (empathy) : kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu.

10

media
  • Dukungan (supportiveness) : Situasi yang terbuka untuk mendukung komunikasi berlangsung efektif. Individu memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap deskriptif bukan evaluatif, spontan bukan strategik.

  • Rasa Positif (positiveness) Seseorang harus memiliki perasaan positif terhadap dirinya, mendorong orang lain lebih aktif berpartisipasi, dan menciptakan situasi komunikasi kondusif untuk interaksi yang efektif.

  • Kesetaraan (equality) Komunikasi antarpribadi akan lebih efektif bila suasananya setara. Artinya, ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna, dan mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.

11

Open Ended

Kesimpulan

12

media
Question image

Apa kabarmu, Ibu?

Apa kabarmu, Bapak?

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 12

OPEN ENDED