Search Header Logo
Memilih untuk tidak berputus Asa

Memilih untuk tidak berputus Asa

Assessment

Presentation

Religious Studies

8th Grade

Hard

Created by

welhemina welkis

Used 5+ times

FREE Resource

26 Slides • 0 Questions

1

media
media
media
media

Pertemuan ke - 6

WELHEMINA WELKIS, S.Pd

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI KELAS 8

2

media

Bab III
Memilih untuk
Tidak Berputus
Asa

Bahan Alkitab:
Matius 6: 25 – 33;
Roma 5: 3-4

3

media

A. Mengapa Harus Khawatir
dan Putus Asa?

Dalai Kamu Besar Bahasa
Indonesia, putus asa dianggap
sama artinya dengan putus
harapan, yaitu keadaan dimana
seseorang tidak memiliki
harapan.

4

media

A. Mengapa Harus Khawatir
dan Putus Asa?

Sejak beberapa tahun
terakhir ini kita semakin
sering membaca atau
mendengar berita tentang
orang yang bunuh diri
karena merasa tidak mampu
melanjutkan hidup.
Perhatikan bahwa kata
“merasa” tambahan pada
kata merasa ini membuat
makna kalimat berbeda
dibandingkan dengan tanpa
tambahan kata merasa.
Artinya, belum tentu orang
tersebut betul-betul tidak
mampu; mungkin ia hanya
merasa bahwa ia tidak
mampu, padahal
kemampuan untuk bertahan
hidup masih ada padanya.

5

media

Wujud ketidakmampuan bisa beragam, misalnya, karena
tidak mampu membayar hutang, tidak mampu membeli
makanan untuk anak, tidak mampu membeli obat untuk
menyembuhkan penyakit. Majalah Gatra edisi 29 Agustus
2003 menceritakan tentang kisah pilu Heriyanto yang
mencoba bunuh diri karena ibunya tidak sanggup
memberikan Rp. 2.500 untuk membayar kegiatan
ekstrakurikuler. Pada saat itu, ia baru berumur 12 tahun,
masih sangat muda untuk mengerti bahwa tidak bisa
membayar kegiatan ekstrakurikuler tidaklah sama dengan
harus mengakhiri hidup. Untung niat ini tidak tercapai
walaupun ia sempat dalam perawatan intensif di rumah
sakit dan mengalami cacat mental karena ketiadaan
sementara aliran zat asam ke otaknya akibat jerat kuat tali
di lehernya. Bunuh diri bisa terjadi pada seseorang yang
tidak melihat bahwa hidupnya berarti sehingga ia tidak
melihat ada gunanya untuk melanjutkan hidup. Apakah
dapat dibenarkan, bila kita berputus asa untuk melanjutkan
kehidupan dan memilih bunuh diri? Apakah memang kita
berhak untuk mengakhiri hidup ini? Padahal bukan kita
yang memberikan kehidupan dan karena itu mengakhiri
kehidupan juga bukanlah hak kita.

6

media
media

Penjelasan Bahan
Alkitab

Suatu pesan yang indah tentang
bagaimana menghadapi hidup
disampaikan oleh Tuhan Yesus
seperti yang diceritakan didalam
Injil Matius 6: 25-34. Mari kita
simak pesan Tuhan Yesus ini.

7

media

Paling sedikit ada tiga pesan
yang di sampaikan oleh
Tuhan Yesus disini.

8

media

9

media

10

media

Mazmur 146:5 :
“Berbahagialah orang
yang mempunyai Allah
Yakub sebagai penolong,
yang harapannya pada
Tuhan, Allahnya.”

Kita bisa menjadi putus asa karena mengandalkan pada kekuatan
sendiri, atau mengandalkan orang lain, padahal, kekuatan diri
sendiri ataupun kekuatan orang lain ada batasnya.

11

media

Bila kita mengandalkan
pertolongan pada Allah
Bapa, apa yang kita
butuhkan akan dipenuhi-
Nya dengan ketentuan
sebagai berikut.

1. Hal yang kita butuhkan memang
merupakan sesuatu yang kita
perlukan untuk membuat kita
semakin bertumbuh dalam
pengenalan akan Dia dan semakin
berkarya demi kebaikan sesama.

12

media

2. Allah pasti memberikan apa yang memang kita butuhkan untuk
kebaikan kita dan orang-orang lain yang ada dalam lingkungan kita.
Jadi, saat kita bingung mengapa pa yang kita butuhkan tidak kita
dapatkan, ingatlah bahwa Allah sangat mengasihi kita dan karena
itu Allah sangat memperhatikan kita. Mungkin saja jawaban Allah
datang tidak secepat yang kita harapkan, tapi tetap datang pada
waktu yang tepat menurut Allah, bukan menurut kita. Tuhan Yesus
berkata begini kepada murid-murid-Nya: “Adakah seorang dari
padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat
tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi
Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada
mereka yang meminta kepada-Nya.” (Matius 7: 9 -11)

13

media

3. Kita harus gigih meminta apa yang kita butuhkan
sampai mendapatkannya. Kegigihan untuk
mendapatkan apa yang kita inginkan memang
disarankan oleh Tuhan Yesus sendiri dalam
Matius 7: 7-8. “Mintalah, maka akan diberikan
kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat;
ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Karena setiap orang yang meminta, menerima dan
setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap
orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”
Sungguh kata-kata Tuhan Yesus ini sangat
menguatkan kita, bukan?

14

media

Keterbatasan Manusia
Kegiatan ini berupa lanjutan pembahasan yang kini menyoroti keterbatasan manusia, termasuk
keterbatasan manusia dalam menetapkan apa yang terbaik bagi dirinya. Namun, justru disitulah
letaknya keterbatasan manusia, karena manusia menganggap bahwa apa yang dibutuhkan harus
diperoleh pada saat ia meminta kepada Allah. Padahal, Allah berpikir ke masa depan. Jadi bila
kita hanya memikirkan kebutuhan sesaat, belum tentu apa yang kita inginkan adalah hal yang
baik bagi kita. Ilustrasi tentang Sari dipakai karena apa yang dialami Sari bisa terjadi pada

setiap remaja seusia siswa. Penjelasan lengkapnya adalah seperti berikut, ….

15

media

Sari, siswa kelas VIII, merengek-rengek
minta dibelikan telepon seluler, padahal

ayahnya bekerja sebagai tenaga keamanan di

suatu kantor. Adik Sari ada dua orang dan
bersekolah di SD. Ibu Sari membuat kue di
rumah dan menjualnya di warung tetangga.
Permohonan Sari sulit dipenuhi orang tuanya
karena pengeluaran per bulan cukup banyak:

untuk biaya makan, sewa rumah, biaya

transportasi sekolah Sari dan kedua adiknya,
untuk membeli buku pelajaran, baju seragam,

dan sebagainya. Namun, karena cinta kasih
mereka terhadap Sari, mereka meminjam

uang dari kantor ayah Sari untuk membelikan

telepon yang diinginkannya. Sari sangat
bangga dengan telepon itu, dan segera

membawanya ke sekolah untuk diperlihatkan

kepada teman-temannya saat istirahat.

16

media

Tanpa diduga, telepon itu berpindah dari
tangan yang satu ke tangan yang lain, dan

tepat ketika ada pada tangan Badu, pak Guru

masuk ke kelas. “Diam, anak-anak!” hardik
pak Guru. Karena terkejut, Badu mencoba

memasukkan telepon itu ke kantong

celananya, tetapi Badu lupa bahwa kantong
celananya sudah berlubang sehingga telepon

itu meluncur bebas ke lantai. Akibatnya,
telepon itu mengalami keretakan di bagian
atas. Pak Guru menegur Badu yang nampak

tergesa-gesa mengambil telepon dan

mengembalikannya ke Sari. Ketika pak Guru
tahu bahwa telepon itu milik Sari, beliau pun
menegur Sari agar tidak memamerkan hal-

hal yang membuat temantemannya jadi
penasaran. Tentu saja Sari sangat sedih
karena teleponnya yang baru ternyata kini

cacat.

17

media

Bagaimana ia menjelaskan hal ini
kepada orang tuanya? Sari juga

merasa malu karena ditegur oleh pak

Guru di hadapan teman-temannya.
Padahal selama ini ia sering dipuji
oleh para guru sebagai siswa yang
rajin dan suka membaca. Sari kini

berpikir ulang, mungkin belum

saatnya ia memiliki telepon seperti

itu, apalagi bila tujuannya hanya
untuk dipamerkan kepada teman-

temannya.

18

media

Cerita Sari ini menunjukkan bahwa apa yang diinginkan
manusia belum tentu merupakan hal yang dibutuhkannya.

Hal ini bisa terjadi karena manusia memiliki

keterbatasan dalam memikirkan konsekuensi atau akibat

dari keputusannya terhadap dirinya sendiri dan diri

orang-orang lain di sekitarnya. Namun, bila kita

menyerahkan kepada Tuhan untuk memenuhi apa yang

kita butuhkan, tentu Tuhan melakukannya dengan tepat.

19

media

Judul pelajaran ini adalah Memilih untuk Tidak Berputus

Asa. Kepada siswa dapat ditanyakan apakah mereka

sudah mengerti bahwa putus asa adalah hal yang harus
dihindari. Tentunya mereka harus menyatakan dengan
kata-kata sendiri mengapa tidak perlu memilih untuk

berputus asa. Hidup di dalam Tuhan yang Mahapengasih

dan Maha Pemurah adalah hidup yang membawa kita
kepada kelimpahan dan hendaknya ini yang kita pilih,

yaitu dengan taat kepada-Nya dan mengasihi-Nya dengan
sungguhsungguh. Bila ini yang kita pilih, tidak ada waktu

lagi untuk berputus asa.

20

media

Rangkuman

Putus asa adalah keadaan dimana

seseorang tidak memiliki

harapan. Jadi, putus asa adalah

kebalikan dari kondisi

berpengharapan. Tuhan Yesus
mengajarkan kita untuk tidak

berputus asa dan kuatir

terhadap hidup ini, karena Allah

Bapa memelihara kita dengan

sungguh baik. Allah Bapa

memberikan kepada kita apa

yang kita butuhkan untuk
kebaikan kita, dan bukan

memberikan apa yang semata-
mata kita inginkan. Tuhan Yesus
mengajarkan kita untuk meminta

kepada Allah Bapa apa yang

memang kita butuhkan.

21

media

Evaluasi

1.Berdoa adalah salah satu upaya menumbuhkan iman yang ada pada diri kita, di dalam berdoa ada 3 hal
yang harus kita utarakan, mengucap syukur, memohon dan
….
A. percaya
B. mengharapkan
C. mengabulkan
D. mengatakan dengan jujur

22

media

2.Ada dua cara menghadapi permasalahan hidup yaitu ada yang memilih untuk melarikan diri dari
masalah tersebut dan ada yang mem ilih men ghad api

masalah den gan berserah pada Tuhan dan

mohon bimbinganNya supaya bisa dilepaskan masalahnya, dua cara mengatasi masalah
tersebut yaitu ….
A. Fight atau in fight
B. Fly atau in fly
C. Fight atau flight
D. Flight atau pistis

23

media

3.Bila kita melihat di sekitar kita, ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa manusia hidup
dengan penuh kekuatiran, sehingga mereka bekerja keras tanpa memperdulikan
kesehatannya. Firman Tuhan mengatakan, "…. Janganlah kuatir akan hari esok, karena hari esok
mempunyai kesusahannya sendiri" firman ini tertulis dalam kitab ….
A. Matius 6 : 34 a
B. Matius 16 : 13a
C. Markus 6 : 14 a
D. Markus 12 : 10 a

24

media

4.Jangan kamu kuatir akan hidupmu apa yang hendak kamu makan dan kamu minum dan jangan
pula kuatir akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai Firman ini mengajarkan tentang ....
A. Hidup yang prihatin
B. Agar selalu kuatir
C. Supaya tidak berputus asa
D. Bersyukur dalam kehidupan

25

media

5.Orang yang hidup berpengharapan selalu berpikir dan bertindak atas dasar "pasti ada
jalan keluar" sesulit apapun persoalan hidupnya pasti ada penyelesaiannya, sebab ia memiliki
keyakinan yang kokoh bahwa Allah....
A. Akan menolong
B. Membuat kesulitan
C. Panjang sabar
D. Membiarkannya

26

media
media
media
media
media
media

Pertemuan ke - 6

WELHEMINA WELKIS, S.Pd

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI KELAS 8

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 26

SLIDE