Search Header Logo
BUDAYA POSITIF 1.4

BUDAYA POSITIF 1.4

Assessment

Presentation

Religious Studies

5th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Nabbawi Nabbawi

Used 2+ times

FREE Resource

19 Slides • 1 Question

1

media

PERUBAHAN
PARADIGMA

DISIPLIN POSITIP

K K G P A I K E C . WIDODAREN

2

media

CAPAIAN UMUM

Memahami konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara dihubungkan
dengan konsep budaya dan lingkungan positif di sekolah yang berpihak

pada murid.

Melakukan evaluasi dan refleksi tentang praktik disiplin dalam pendidikan

Indonesia secara umum untuk mendapatkan pemahaman baru mengenai

konsep disiplin positif untuk menciptakan murid dengan profil pelajar

Pancasila.

Memahami peran sebagai guru untuk membangun budaya positif dengan

menerapkan konsep disiplin positif dalam berinteraksi dengan murid.

3

Poll

BAGAIMANA PEMAPARAN BUDAYA POSITIF YANG DI SAMPAIKAN PK NABBAWI

SANGAT JELAS

KURANG JELAS

SANGAT DETAIL

CUKUP BAGUS

4

media

CAPAIAN KHUSUS

Mendemonstrasikan pemahaman mengenai konsep Budaya Positif ,

konsep perubahan paradigma stimulus respons dan teori kontrol.

Menerapkan strategi disiplin positif yang memerdekaan murid untuk

menciptakan ekosistem sekolah aman dan berpihak pada anak.

5

media

SETUJU ? / TIDAK SETUJU ?

Hukuman dapat mendisiplinkan anak.
Pemberian

hukuman

dengan

hal

positif

seperti

membaca atau membersihkan halaman sekolah dapat
meningkatkan disiplin anak.
Memberi

penghargaan

dapat

meningkatkan

motivasi belajar anak.

1.
2.

3.

6

media

Ada A dan B (Anda dan teman Anda).

Sobeklah secarik kertas kecil, tuliskan benda atau sesuatu yang sangat
berharga untuk Anda. Letakkan di salah satu tangan Anda dan genggam
benda/sesuatu tersebut dengan segala daya.
Buatlah sebuah kepalan, teman Anda (B) akan mencoba dengan sekuat tenaga,
dengan berbagai cara untuk meminta Anda memberikan benda tersebut.
B bisa membujuk, mengancam, menghardik, merayu, menyuap, apa saja agar
dapat membuka kepalan tangan Anda. Apa yang terjadi ?

PERUBAHAN PARADIGMA

7

media

Ilusi guru mengontrol murid.
Ilusi bahwa kritik dan membuat orang merasa
bersalah dapat menguatkan karakter.
Ilusi bahwa semua penguatan positif efektif
dan bermanfaat.
Ilusi

bahwa

orang

dewasa

memiliki

hak

untukmemaksa.

PERUBAHAN PARADIGMA TEORI KONTROL /
TEORI PILIHAN (ILUSI KONTROL)

8

media

9

media

10

media

DISIPLIN POSITIF

Sebelumnya, mari kita tanyakan ke diri kita sendiri:
bagaimana kita berperilaku?
Mengapa kita melakukan segala sesuatu?
Apakah kita melakukan sesuatu karena adanya dorongan dari
lingkungan, atau ada dorongan yang lain?
Terkadang kita melakukan sesuatu karena kita menghindari rasa
sakit atau ketidaknyamanan, terkadang kita juga melakukan
sesuatu untuk mendapatkan apa yang kita mau.
Pernahkah Anda melakukan sesuatu untuk mendapat senyuman atau
pujian dari orang lain? Untuk mendapat hadiah? Atau untuk
mendapatkan uang? Apa lagi kira-kira alasan orang melakukan sesuatu?

11

media

JUJUR DALAM HATI

DISIPLIN ITU NYAMAN ?

DISIPLIN ITU TIDAK NYAMAN ?

12

media

DISIPLIN ITU NYAMAN / TIDAK NYAMAN ?

Ketika mendengar kata “disiplin”, apa yang terbayang di benak Anda? Apa
yang terlintas di pikiran Anda? Kebanyakan orang akan menghubungkan kata
disiplin dengan tata tertib, teratur, dan kepatuhan pada peraturan.
Kata “disiplin” juga sering dihubungkan dengan hukuman, padahal itu
sungguh berbeda, karena belajar tentang disiplin positif tidak harus dengan
memberi hukuman, justru itu adalah salah satu alternatif terakhir dan kalau
perlu tidak digunakan sama sekali.
Dalam budaya kita, makna kata ‘disiplin’ dimaknai menjadi sesuatu yang
dilakukan seseorang pada orang lain untuk mendapatkan kepatuhan. Kita
cenderung menghubungkan kata ‘disiplin’ dengan ketidaknyamanan.

13

media

KI HAJAR DEWANTARA

Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa untuk mencapai

kemerdekaan atau dalam konteks pendidikan kita saat ini, untuk
menciptakan murid yang merdeka, syarat utamanya adalah harus
ada disiplin yang kuat. Disiplin yang dimaksud adalah disiplin diri,
yang memiliki motivasi internal. Jika kita tidak memiliki motivasi
internal, maka kita memerlukan pihak lain untuk mendisiplinkan
kita atau motivasi eksternal, karena berasal dari luar, bukan dari

dalam diri kita sendiri.

14

media

15

media

16

media

17

media

18

media

19

media

20

media

THANK YOU

N A B B A W I,S.Pd.I

media

PERUBAHAN
PARADIGMA

DISIPLIN POSITIP

K K G P A I K E C . WIDODAREN

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 20

SLIDE