Search Header Logo
Deviana Parjiati

Deviana Parjiati

Assessment

Presentation

Moral Science

4th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Deviana parjiati

Used 1+ times

FREE Resource

10 Slides • 0 Questions

1

Deviana Parjiati

Some text here about the topic of discussion

2

media

BAB II

PEMBAHASAN

A. Sila dan simbol dalam pancasila

Pancasila berasal dari kata panca yang berarti lima dan sila yang berarti

sendi, atas, dasar, atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Maka

demikian pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan

tentang tingkah laku yang penting dan baik.1 Jadi pancasila adalah lima dasar

dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bunyi kelima sila-sila Pancasila

adalah sebagai berikut:

1.Ketuhanan Yang Maha Esa

2.Kemanusiaan yang adil dan beradab

3.Persatuan Indonesia

4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat/ kebijaksanaan dalam

permusyawaratan perwakilan

5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.2

Dalam pasal 36 A Undang-Undang Dasar Tahun 1945 setelah

diamandemenkan empat kali, yaitu pada tahun 1999, 2000, 2001 dan 2002,

dicantumkan kalimat “lambang Negara ialah garuda pancasila dengan

semboyan Bhineka tunggal ika”.3 Garuda pancasila mempunyai perisai yang

melambangkan perjuangan dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan. Di

dalam garis hitam tebal yang melambangkan Negara merdeka dan berdaulat

yang dilintasi garis katulistiwa.

1 Maulana Arafat Lubis, Pembelajaran PPKN, (Yogyakarta: Samudra Biru, 2018), hlm.

23

2 Ari Tri Soegiti, dkk, Pendidikan Pancasila, (Semarang: Unnes Press, 2016), hlm. 2
3 Maulana Arafat Lubis, Op. Cit, hlm. 36

3

3

media
media
media

Garuda digunakam sebagai lambang Negara kesatuan Republik Indonesia

untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan Negara

yang kuat. Pada bagian dada garuda pancasila terdapat perisai yang didalamnya

terdapat lima simbol gambar. Kelima gambar di dalamnya yaitu gambar

bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, dan padi kapas.4

B. Makna simbol gambar pada sila pancasila

Di dalam perisai terdapat lima simbol gambar pancasila, yaitu bintang,

rantai, pohon beringin,, kepala banteng, dan padi kapas. Masing-masing simbol

gambar pancasila mempunyai makna5, maknanya yaitu:

4 Ari Tri Soegiti, dkk, Op. Cit, hlm. 5
5Ibid.

4

4

media
media
media
media

1.

Bintang yang memiliki lima sudut melambangkan sila pertama

Pancasila, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Bintang melambangkan sebuah

cahaya yang dipancarkan oleh Tuhan kepada setiap manusia. Lambang

bintang juga diartikan sebagai sebuah cahaya untuk menerangi Dasar

Negara yang lima.

2.

Gambar rantai dengan latar belakang warna merah dijadikan

sebagai dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Simbol gambar rantai ini

dijadikan sebagai lambang sila kedua dari pancasila. Makna simbol kedua

sila pancasila adalah manusia Indonesia yang dapat menerapkan nilai

kemanusiaan kedalam bentuk sikap tindak yang mengakui persamaan

derajat, dengan mengembangkan sikap saling mencintai, bersikap tenggang

rasa, tidak semrna-mena dengan orang lain.

3.

Pohon beringin melambangkan sila ketiga, yaitu

persatuan Indonesia. Pohon beringin melambangkan pohon besar yang bisa

digunakan oleh banyak orang sebagai tempat berteduh dibawahnya. Hal ini

mewakili keragaman suku bangsa yang menyatu di Indonesia. Makna sila

ketiga pancasila adalah persatuan Indonesia merupakan nilai yang

mengajarkan untuk selaras dengan hakikat satunya Indonesia.6

6 Maulana Arafat Lubis, Op. Cit, hlm. 37

5

5

media
media
media

4.

Kepala banteng melambangkan sila keempat pancasila,

yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

permusyawaratan perwakilan. Kepala banteng melambangkan hewan sosial

yang suka berkumpul, seperti halnya musyawarah, dimana orang-orang

harus berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu.

5.

Padi dan kapas melambangkan sila kelima, yaitu keadilan

sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Padi dan kapas dapat mewakili sila

kelima, karena padi dan kapas merupakan kebutuhan dasar setiap manusia,

yakni pangan dan sandang sebagai syarat mencapai kemakmuran.7

C. Hubungan Sila-sila Pancasila yang Satu dengan yang lainnya

Sila Pancasila mulai dari sila pertama sampai sila kelima merupakan satu

kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Memisahkan satu sila berarti

menghilangkan arti dari pancasila. Urutan pancasila dari sila kesatu sampai

dengan kelima adalah bersifat runtut dan tidak saling bertentangan. Urutan

kelima sila pancasila yang mempunyai hubungan mengikat satu dengan yang

lainnya, sehingga pancasila merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh.8

Keutuhan dan kebulatan sila pancasila dapat dilihat di bawah ini9:

1. Ketuhanan yang Maha Esa adalah ketuhanan yang berkemanusiaan,

berpersatuan, berkerakyatan, dan berkeadilan sosial.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kemanusiaan yang

berketuhanan, berpersatuan, berkerakyatan dan berkeadilan sosial.

7Ibid., hlm. 38.
8 Kemendikbud Republik Indonesia, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

(PPKn) Paket A setara SD/MI Tingkatan II Modul Tema 1, (Jakarta: Direktorat Pembinaan
Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, 2017), hlm. 14.

9Ibid.

6

6

media

3. Persatuan indonesia adalah persatuan yang berketuhanan, berkemanusiaan,

berkerakyatan dan berkeadilan sosial.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

permusyawaratan/perwakilan adalah kerakyatan yang berketuhanan,

berkemanusiaan, berpersatuan, dan berkeadilan sosial.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia adalah keadilan yang

berketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan dan berkerakyatan.

D. Contoh Pelaksanaan Sikap yang Sesuai dengan sila-sila Pancasila

Pancasila sebagai dasar negara artinya Pancasila dijadikan dasar atau

pedoman mengatur kehidupan di Indonesia. Sebagai warga negara yang baik,

harus melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila baik dalam

kehidupan dirumah, sanggar belajar, masyarakat, maupun bernegara. Sikap

yang merupakan pengamalan sila-sila pancasila adalah sebagai berikut10:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama dari Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, sila ini

berhubungan terhadap perilaku kita sebagai umat kepada Tuhannya. Berikut

contoh sikap yang mencerminkan di sila pertama:

a. Percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama

dan kepercayaanya masing-masing.

b. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan

ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

c. menjalani perintah agama sesuai ajaran agama yang dianut masing-

masing. Kita tidak boleh membeda-bedakan cara bergaul hanya karena

ras, suku dan agama.11

10Ibid., hlm. 18.
11Nadia Vertika, “ Contoh Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari”,

Tersedia secara online di http:// Independent.academia.edu/nadiavertika, 24 Februari 2019.

7

7

media

d. Menghormati teman, tetangga, maupun saudara yang berbeda agama dan

kepercayaan saat melaksanakan ibadah sesuai agama dan

kepercayaannya masing-masing.

e. Bersikap ramah, sopan dan santun kepada teman atau saudara yang

berbeda agama dan kepercayaan.

f. Membantu tetangga, teman, sahabat atau keluarga dalam menyiapkan

penyelanggaraan kegiatan keagamaan ketika merayakan hari besar

agama.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Sila ini berhubungan terhadap perilaku kita sebagai manusia yang pada

hakikatnya semua sama di Dunia ini. Berikut contoh sikap yang

mencerminkan di sila kedua mengakui persamaan hak, dan kewajiban asasi

setiap manusia tanpa membedakan12:

a. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan

mertabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

b. mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia dan tidak

semena-mena terhadap orang lain.

c. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan seperti, acara bakti sosial,

memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan sebagai bentuk

kemanusiaan peduli terhadap sesama.

d. Tidak membeda-bedakan teman, tetangga, dan saudara serta orang lain

antara yang kaya dan miskin dalam pergaulan sehari-hari.

e. Menghormati dan berbicara dengan santun kepada orang lain yang lebih

tua.

12Ibid.

8

8

media

3. Persatuan Indonesia

Sila ini berhubungan terhadap perilaku kita sebagai warga Negara

Indonesia untuk bersatu membangun negeri ini. Berikut contoh sikap yang

mencerminkan sila Ketiga13:

a. Bangga dan cinta terhadap tanah air dan bangsa.

b. Berkomunikasi dengan teman-teman, tetangga, dan saudara yang berbeda

daerah dengan menggunakan bahasa indonesia.

c. Ikut serta dalam menjaga keamanan lingkungan melalui kegiatan pos

kamling/ronda berkeliling di lingkungan sekitar.

d. Memakai pakaian dan peralatan hidup yang merupakan produksi/buatan

Indonesia.

e. Bergaul dengan teman, tetangga, dan orang lain tanpa membedakan suku,

ras dan istiadat.

4. Kerakyatan Yang di Pimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan Perwakilan

Sila ini berhubungan terhadap perilaku kita untuk selalu bermusyawarah

dalam menyelesaikan masalah. Berikut contoh sikap yang mencerminkan di

sila Keempat14:

a. Selalu mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam

menyelesaikan permasalahan.

b. Meghargai pendapat orang lain dalam musyawarah dan berhati besar

untuk menerima apapun yang dihasilkan oleh musyawarah.

c. Melaksanakan setiap hasil keputusan musyawarah bersama dengan penuh

rasa tanggung jawab.

c. ikut serta dalam pemilihan umum, pilpres dan pilkada.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

13Ibid.
14 Kemendikbud Republik Indonesia, Op.Cit. hlm. 19.

9

9

media

Sila ini berhubungan dengan perilaku kita dalam bersikap adil terhadap

semua orang. Berikut contoh sikap yang mencerminkan di sila Kelima15:

a. Membantu teman ataupun saudara kita yang terkena bencana alam seperti

gempa, banjir dan musibah lainnya.

b. Menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan gotong royong

c. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan pihak umum

d. Muka melakukan perbuatan dalam rangka mewujudkan kamajuan dan

keadilan sosial.

e. Menghormati hak-hak orang lain.

f. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan

berkeadilan sosial.

Penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila secara objektif

untuk mewujudkan kesamaan hak bagi setiap warga negara, pemerataan,

kesejahteraan dan keadilan. Penyimpangan dari nilai pancasila harus segera

ditinggalkan dan menerapkannya secara benar.16

BAB III

PENUTUP

15 Nadia Vertika, Op.Cit.
16Sulaiman, Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi, (Banda Aceh:

Penerbit PeNA, 2016), hlm.8.

10

10

media

A. Simpulan

Berdasarkan paparan materi diatas, dapat diambil kesimpulan sebagai

berikut:

1. Pancasila terdiri atas 5 sila yang masing-masing sila memili simbol

tersendiri, yakni: Ketuhanan yang maha esa (Bintang), Kemanusiaan yang

adil dan beradab (Rantai), Persatuan Indonesia ( Pohon Beringin),

Kerakyatan yang Dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

permusyawaratan perwakilan ( Kepala Banteng), Keadilan Sosial bagi

Seluruh Rakyat Indonesia (Padi dan Kapas).

2. Dari setiap simbol pada sila-sila Pancasila memiliki makna masing-masing.

3. Tiap-tiap sila Pancasila saling koheren satu sama lain, baik itu dari sila

pertama hingga sila terakhir.

4. Dikarenakan Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia, maka

kita sebagai warga negara harus mampu bersikap yang sesuai dengan sila-

sila Pancasila.

B. Saran

Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam

makalah ini, baik dari segi penulisan maupun pengolahan kata. Oleh karena itu

penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca guna

perbaikan untuk makalah berikutnya. Penulis juga berharap makalah ini dapat

berguna bagi pendidikan Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

11

Deviana Parjiati

Some text here about the topic of discussion

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 10

SLIDE