

prinsip persatruan kebergaman ras
Presentation
•
Moral Science
•
9th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
iis abas
FREE Resource
10 Slides • 0 Questions
1
Prinsip Persatuan dalam Keberagaman Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan
2
Prinsip Bhinneka Tunggal Ika : mengharuskan kita mengakui bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keanekaragaman suku, bahasa, agama, dan adat kebiasaan
Prinsip Nasionalisme Indonesia : Nasionalisme merupakan paham yang mencintai tanah air, adanya kesiapsiagaan dari warga negara untuk membela tanah airnya. mengagung-agungkan bangsa kita sendiri
Prinsip kebebasan yang Bertanggung Jawab : Setiap warga negara memiliki kebebasan untuk melakukan sesuatu, kebebasan yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, kepada sesama manusia, serta kepada bangsa dan negara
Prinsip Wawasan Nusantara : merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang merupakan satu kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan
Prinsip Persatuan Pembangunan untuk Mewujudkan Cita-Cita Reformasi : Dengan semangat persatuan Indonesia, kita harus dapat mengisi kemerdekaan serta melanjutkan pembangunan menuju masyarakat yang adil dan makmur sebagai cita-cita bangsa di era Reformasi ini
3
Berikut keanekaragaman masyarakat Indonesia
entuk Keberagaman Masyarakat Indonesia meliputi keberagaman Suku Bangsa, Adat Istiadat dan Agama.
Ada beberapa daerah di wilayah Indonesia yang memiliki sistem kekerabatan yang masih kuat dianut oleh masyarakat. Sistem kekerabatannya yaitu :
Parental Sistem kekerabatan parental menarik garis keturunan dari kedua belah pihak (ayah dan ibu), kedudukan laki-laki dan perempuan sama. Misalnya, di daerah Aceh dan Jawa Barat
Patrilineal Sistem kekerabatan patrilineal menarik garis keturunan dari pihak bapak. Kedudukan laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan. Misalnya, di daerah Palembang dan Batak
Matrilineal Sistem kekerabatan matrilineal menarik garis keturunan dari pihak ibu. Kedudukan perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, misalnya, di daerah Minangkabau
Bangsa Indonesia memiliki keberagaman masyarakat yang disebabkan oleh suku, budaya, agama dan keyakinan, ras, dan golongan. Keberagaman dalam masyarakat Indonesia dapat menimbulkan berbagai masalah dalam masyarakat apabila tidak dicegah dan diatasi dengan baik
4
Dampak positif yang ditimbulkan dari keberagaman masyarakat Indonesia yaitu :
terciptanya integritas nasional
Menjadi sarana untuk memajukan pergaulan antarsuku, agama, budaya, dan golongan
Dapat memperkaya khazanah budaya bangsa
5
Dampak negatif yang ditimbulkan dari keberagaman masyarakat Indonesia yaitu :
Terjadinya konflik dalam masyarakat
Munculnya sikap primordialisme, yaitu pandangan yang berpegang teguh pada hal-hal yang dibawa sejak kecil mengenai tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di lingkungan pertamanya
Munculnya sikap etnosentrisme, yaitu pandangan yang menganggap bahwa suku bangsanya sendiri lebih unggul dibandingkan suku yang lainnya
Fanatisme, yaitu paham yang berpegang teguh secara berlebihan terhadap keyakinan sendiri sehingga menganggap salah terhadap keyakinan yang lain
6
Bentuk konflik berdasarkan jenisnya :
Konflik antarsuku, yaitu pertentangan antara suku yang satu dengan suku yang lain. Perbedaan suku sering kali menyebabkan perbedaan adat istiadat, budaya, sistem keke-rabatan, dan norma sosial dalam masyarakatnya
Konflik antaragama, yaitu pertentangan antara kelompok yang memiliki keyakinan atau agama berbeda atau antar kelompok dalam agama tertentu
Konflik antarras, yaitu pertentangan antara ras yang satu dengan ras yang lain
Konflik antargolongan, yaitu pertentangan antara kelompok atau golongan dalam masyarakat. Golongan atau kelompok dalam masyarakat dapat dibedakan atas dasar pekerjaan, partai politik, asal daerah, dan sebagainya. Disebabkan sikap rasialis, yaitu memperlakukan orang berbeda-beda berdasarkan ras
7
Gejala yang menunjukkan adanya konflik sosial dalam masyarakat :
Tidak adanya persamaan pandangan antarkelompok, seperti perbedaan tujuan, cara melakukan sesuatu, dan sebagainya
Norma-norma sosial tidak berfungsi dengan baik sebagai alat mencapai tujuan
Adanya pertentangan norma-norma dalam masyarakat sehingga menimbulkan kebingungan bagi masyarakat
Sanksi terhadap pelanggar atas norma tidak tegas atau lemah
Tindakan anggota masyarakat sudah tidak lagi sesuai dengan norma yang berlaku
Terjadi proses disosiatif, yaitu proses yang mengarah pada persaingan tidak sehat, tindakan kontorversial, dan pertentangan (konflik)
8
Gejala dalam masyarakat yang berpotensi menyebabkan konflik sosial :
Menguatnya etnosentrisme kelompok. Etnosentrisme berarti perasaan suatu kelompok di mana kelompoknya merasa dirinya paling baik, paling benar, paling hebat sehingga mengukur kelompok lain dengan nilai dan norma kelompoknya sendiri
Stereotip terhadap suatu kelompok, yaitu anggapan yang dimiliki terhadap suatu kelompok yang bersifat tidak baik. Stereotip mengakibatkan sikap prasangka terhadap suatu kelompok sesuai dengan anggapan negatif tersebut
Hubungan antarpenganut agama kurang harmonis. Fanatisme terhadap keyakinan masing-masing dapat menimbulkan sikap tidak toleran terhadap agama lain. Berpegang teguh pada ajaran agama masing-masing adalah keharusan. Namun, kita tidak boleh memaksakan suatu keyakinan kepada orang lain
Hubungan antara penduduk asli dan penduduk pendatang yang kurang harmonis dapat menimbulkan masalah dalam masyarakat. Ketidakharmonisan dapat terjadi dengan diawali rasa ketidakadilan dalam bidang ekonomi, politik, ketersinggungan, keterbatasan komunikasi, dan sebagainya.
9
Dampak negatif dari konflik :
Perpecahan dalam masyarakat
Kerugian harta benda dan korban manusia
Kehancuran nilai-nilai dan norma sosial yang ada
Perubahan kepribadian
10
Upaya Pencegahan Konflik yang Bersifat Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) :
Preventif : upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah atau sebelum masalah terjadi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengembangkan sikap toleransi, kerja sama, latihan bersama, dan sebagainya
Represif : upaya mengatasi masalah pada saat atau setelah terjadi masalah, seperti penangkapan, pembubaran paksa, dan sebagainya
Kuratif, merupakan upaya tindak lanjut atau penanggulangan akibat masalah yang terjadi. Cara ini bertujuan untuk mengatasi dampak dari masalah yang terjadi. Misalnya, pendampingan bagi korban kerusuhan, perdamaian, kerja sama, dan sebagainya
Prinsip Persatuan dalam Keberagaman Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 10
SLIDE
Similar Resources on Wayground
8 questions
Kihajar STEM 2
Presentation
•
10th Grade
8 questions
Sejarah Peluang
Presentation
•
9th Grade
7 questions
TING 3 - ULANGKAJI AYAT TUNGGAL DAN AYAT MAJMUK
Presentation
•
9th Grade
6 questions
ips kelas 9 semester 2
Presentation
•
9th Grade
6 questions
Prinsip keberagaman dalam bingkai NKRI
Presentation
•
9th Grade
9 questions
BAB 1 - PENERAPAN PANCASILA DARI MASA KE MASA
Presentation
•
9th Grade
11 questions
BAB 2.2
Presentation
•
9th Grade
6 questions
Bimbingan dan Konseling
Presentation
•
10th Grade
Popular Resources on Wayground
10 questions
Safety Day 2026 – Student Review
Quiz
•
9th Grade
21 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Parts of Speech
Quiz
•
5th Grade
16 questions
Subject & Predicate
Quiz
•
5th Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
12 questions
Map Skills
Quiz
•
3rd Grade
22 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
5th Grade
15 questions
Rounding Decimals
Quiz
•
5th Grade
Discover more resources for Moral Science
10 questions
Safety Day 2026 – Student Review
Quiz
•
9th Grade
20 questions
REGULAR Present tense verbs
Quiz
•
8th - 9th Grade
26 questions
SLIME!!!!!
Quiz
•
KG - 12th Grade
10 questions
Test Your Knowledge on Bullying
Quiz
•
9th Grade
12 questions
Absolute Value Equations
Quiz
•
9th Grade
20 questions
Position vs. Time Graphs
Quiz
•
9th Grade
20 questions
Function or Not a Function
Quiz
•
8th - 9th Grade
10 questions
Exploring Chemical and Physical Changes
Interactive video
•
6th - 10th Grade