
pelajaran agama islam
Presentation
•
Religious Studies
•
6th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
MUHAMMAD ROFIQUR ROHMAN
Used 1+ times
FREE Resource
69 Slides • 0 Questions
1
2
3
4
5
6
7
8
Semester 1
Pelajaran 1
Membaca Surah al-Kafirun
Pelajaran 2
Asmaul Husna
Pelajaran 3
Bersikap Toleran dan Simpatik
Pelajaran 4
Memahami Zakat
Pelajaran 5
Kisah Para Nabi
Pelajaran 6
Meneladani Nabi Muhammad saw.
9
Semester 2
Pelajaran 7
Mengaji Surah al-Ma’idah Ayat 2 dan 3
Pelajaran 9
Mengaji dan Berakhlakul Karimah
Pelajaran 10
Memahami Infak dan Sedekah
Pelajaran 11
Kisah Sahabat Nabi Muhammad saw.
Pelajaran 12
Kisah Ashabul Kahfi
Pelajaran 8
Mengimani Hari Akhir, Qada, dan Qadar
10
Kisah Ashabul Kahfi
Al-Qur’an
adalah
pedoman
hidup
bagi manusia. Di dalamnya berisi
banyak
petunjuk
dari
Allah
Swt.
Petunjuk tersebut berupa pengetahu-
an dan kisah zaman dahulu. Kisah
tersebut dapat menjadi petunjuk bagi
manusia sekarang, agar dapat meng-
ambil pelajaran dan hikmahnya demi
kehidupannya menjadi bahagia.
Di antara kisah yang dapat kita temukan dan dapat diambil hikmahnya
adalah kisah Ashabul Kahfi. Kisah mereka sangat baik untuk disimak
karena mereka tetap teguh pada keimanan yang mereka yakini kebe-
narannya.
11
B. Keteladanan Ashabul Kahfi
A. Kisah Ashabul Kahfi
Isi Materi
12
A.
Kisah Ashabul Kahfi
Ashabul Kahfi berarti penghuni gua. Ashabul Kahfi men-
ceritakan tentang pengalaman tujuh orang pemuda dan
seekor anjing yang melarikan diri dari kejaran penguasa
mereka yang kejam. Mereka bersembunyi di dalam gua dan
tertidur selama 309 tahun. Kisah itu diabadikan dalam Al-
Qur’an, yakni Surah al-Kahf Ayat 9–26.
Kisah ini terjadi di negeri Romawi, di sebuah kota yang
bernama Aphesus atau disebut juga Tharsus. Wilayah itu
sekarang berada di negara Turki. Peristiwa tersebut terjadi
ratusan tahun sebelum diutusnya Nabi Isa a.s. Pada masa
itu, raja yang berkuasa namanya Dikyanus atau Decius yang
berkuasa
pada
249–251,
seorang
raja/penguasa
yang
sombong dan zalim serta haus kekuasaan. Dikyanus seperti
Fir’aun pada masa Nabi Musa a.s.
13
Kesombongan Dikyanus adalah mengangap dirinya sebagai
Tuhan yang harus disembah rakyatnya. Ia merasa dirinya
hebat, kekuasaannya besar, dan tidak tertandingi. Bagi rakyat
yang tidak tunduk pada kehendaknya akan dibunuh dengan
kejam. Itulah bentuk kezaliman Dikyanus yang membuat
rakyatnya takut. Dalam memerintah, ia memaksa rakyatnya
agar meninggalkan agama mereka dan beralih menyembah
berhala.
Di tengah-tengah ketakutan penduduk tersebut, terdapat tujuh
pemuda yang tidak mau mengikuti perintah Raja Dikyanus.
Mereka adalah pemuda yang beriman kepada Allah Swt. dan
beribadah sesuai dengan ajaran agama yang mereka anut,
serta kebenaran yang mereka yakini. Mereka meyakini bahwa
yang berkuasa di alam semesta ini adalah Allah Swt., bukan
raja. Mereka hanya mengakui bahwa Allahlah yang pantas
disembah. Hanya Allahlah yang menjadi tempat memohon per-
tolongan.
14
Raja
kemudian
memerintahkan
para
pengawalnya
untuk
menghadirkan ketujuh pemuda itu ke istana. Sesampai di
istana, raja membujuk mereka untuk meninggalkan keiman-
annya kepada Allah. Raja berjanji akan memberikan harta
kekayaan dan jabatan yang tinggi jika mereka mau me-
nyembah raja. Dengan keteguhan dan ketegasannya, para
pemuda ini menolak kehendak raja. Mereka lebih memilih
untuk tetap menyembah Allah, Tuhan yang sesungguhnya.
Mendengar jawaban para pemuda tersebut, Sang Raja marah
besar. Raja mengancam akan menghukum mati jika mereka
tidak mau mengikuti kemauannya. Mereka diberi kesempatan
beberapa hari untuk memikirkannya kembali. Jika mereka
tetap membangkang, raja akan menghukum mati mereka.
Para pemuda ini tidak takut dengan ancaman raja. Mereka
tetap bertekad untuk mempertahankan keimanannya kepada
Allah. Untuk menghindari hukuman mati Sang Raja, mereka
kemudian melarikan diri dari desanya. Ditemani anjing sebagai
penunjuk jalan, mereka berjalan meninggalkan Kota Tharsus.
15
Setelah menempuh perjalanan yang jauh, mereka mencari
tempat berlindung ke dalam sebuah gua yang terletak di
Gunung Naikhayus, tidak jauh dari Kota Upsus. Mereka pun
masuk ke dalam gua untuk beristirahat dan bersembunyi dari
para pengawal raja. Kemudian, mereka berdoa, ”Ya Tuhan
kami.
Berikanlah
rahmat
kepada
kami
dari
sisi-Mu
dan
sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan
kami.” (Q.S. al-Kahf/18: 10)
Para pengawal raja pun kemudian mengejarnya. Raja juga
memerintahkan seluruh rakyatnya untuk mencari dan mene-
mukan para pemuda itu. Bagi yang berhasil menemukannya,
raja akan diberi hadiah yang besar.
Sebenarnya para pengawal raja sudah menemukan gua
tempat bersembunyi para pemuda tersebut. Namun, mereka
melihat gua tersebut seakan tidak berpenghuni. Mulut gua
penuh dengan semak belukar sehingga tidak mungkin ada
orang yang masuk ke dalamnya. Akhirnya, mereka pulang
dengan tangan hampa.
16
Para pemuda yang bersembunyi di dalam gua kelelahan
hingga akhir nya tertidur. Dengan kekuasaannya, Allah meni-
durkan mereka untuk waktu yang lama. Dalam tidur panjang
mereka, Allah memerintahkan malaikat untuk menjaga ketujuh
pemuda tersebut selama tidurnya.
Mereka
tertidur
hingga
suatu
ketika
mereka
kembali
terbangun. Mereka saling bertanya sudah berapa lamakah
mereka tertidur. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa
mereka tidur sehari atau bahkan setengah hari. Karena
merasa lapar, salah satu dari mereka kemudian pergi ke
pasar untuk membeli makanan. Pemuda ini berjalan dengan
penuh hati-hati karena takut ada pengawal Raja Diqyanus
yang menangkapnya.
Akhirnya, sampailah pemuda itu ke pasar dan membeli makan-
an. Ketika ia membayarnya, si penjual keheranan dengan
uang yang digunakan oleh pemuda ini. Uang itu adalah uang
kuno yang sudah tidak laku pada saat itu. Penjual pun
melaporkan kepada pengawas pasar yang kemudian meng-
ajak pemuda ini menghadap raja.
17
Di hadapan raja, pemuda ini menceritakan kisah hidupnya.
Raja meneteskan air mata mendengar kisah keimanan
mereka. Raja menjelaskan bahwa raja mereka, Diqyanus
sudah meninggal 309 tahun yang lalu. Pemuda ini pun
keheranan karena ternyata dia dan teman-temannya telah
tertidur selama 309 tahun.
Melihat keteguhan iman pemuda ini, Raja bermaksud
mengajaknya dan teman-temannya tinggal di istana, tetapi
mereka menolaknya. Di hadapan raja dan masyarakat,
pemuda ini memberikan nasihat agar manusia beriman
kepada
Allah.
Allahlah
Tuhan
yang
wajib
disembah,
penguasa alam semesta dan tempat semua manusia
meminta pertolongan.
Para pemuda ini pun kembali masuk ke dalam gua. Atas
kekuasaan Allah, malaikat maut mengambil ruh mereka.
Allah pun melenyapkan pintu gua itu tanpa bekas. Tidak
ada seorang pun yang dapat menemukan pintu gua itu
kembali. Itulah bukti kekuasaan Allah, agar manusia ber-
iman kepada-Nya.
18
B.
Keteladanan Ashabul Kahfi
1. Memiliki Keteguhan Iman
Iman adalah landasan pokok yang penting dimiliki oleh
manusia. Iman adalah meyakini Allah satu-satunya Tuhan
yang ada di dunia ini. Segala sesuatu yang terjadi di dunia
ini adalah atas kehendak dan kekuasaan Allah. Itulah
keyakinan yang dimiliki oleh para Ashabul Kahfi . Mereka
memiliki keimanan yang kuat sehingga tidak tergoda oleh
bujukan
Raja
Diqyanus.
Meskipun
ditawari
berbagai
kemewahan, mereka tidak mau menukar ke-imanannya.
Memiliki
keteguhan
iman
adalah
keharusan
bagi
kita.
Jangan sampai tergoda oleh kesenangan sehingga iman kita
menjadi hilang. Misalnya, jangan sampai kita lupa salat
karena
keasikan
main
game
atau
melihat
televisi.
Itu
namanya kita menukar iman dengan hiburan.
19
2. Berani Melawan Kesesatan
Kesesatan adalah sesuatu yang menjauhkan kita dari iman.
Kesesatan bersumber dari setan yang selalu menggoda
manusia agar menuruti hawa nafsunya. Orang yang berbuat
kesesatan
berarti
berteman
dengan
setan.
Orang
yang
berteman dengan setan tidak memiliki iman. Oleh karena itu,
kesesatan harus dilawan. Sikap itulah yang ditunjukkan oleh
para Ashabul Kahfi. Ketika Raja Diqyanus mengaku dirinya
sebagai Tuhan, para Ashabul Kahfi melawan kesesatan raja,
yaitu dengan tidak mau tunduk dan menyembah raja.
Contoh kesesatan adalah melakukan pelanggaran tata tertib,
melakukan kecurangan saat ujian, berbohong kepada orang
tua dan guru. Semua itu adalah perbuatan salah yang harus
kita lawan. Orang yang berani adalah orang yang taat pada
tata tertib, baik di sekolah maupun di rumah. Orang-orang
yang berani melawan kesesatan akan dilindungi oleh Allah,
sedangkan orang yang melakukan kesesatan dilindungi oleh
setan.
20
Terima Kasih ...
Semoga Ilmunya Bermanfaat,
Aamiin.
Editor : Bilal Inc.
Sumber Bahan Ajar :
21
Semester 1
Pelajaran 1
Membaca Surah al-Kafirun
Pelajaran 2
Asmaul Husna
Pelajaran 3
Bersikap Toleran dan Simpatik
Pelajaran 4
Memahami Zakat
Pelajaran 5
Kisah Para Nabi
Pelajaran 6
Meneladani Nabi Muhammad saw.
22
Semester 2
Pelajaran 7
Mengaji Surah al-Ma’idah Ayat 2 dan 3
Pelajaran 9
Mengaji dan Berakhlakul Karimah
Pelajaran 10
Memahami Infak dan Sedekah
Pelajaran 11
Kisah Sahabat Nabi Muhammad saw.
Pelajaran 12
Kisah Ashabul Kahfi
Pelajaran 8
Mengimani Hari Akhir, Qada, dan Qadar
23
Kisah sahabat
Nabi Muhammad saw.
Nabi Muhammad saw. memiliki saha-
bat-sahabat
yang
utama.
Mereka
memiliki
sifat-sifat
seperti
Nabi
Muhammad saw. Mereka itu adalah
Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman
bin Affan, dan Ali bin Abi Talib.
Para sahabat utama Nabi saw. tersebut adalah pemimpin umat Islam,
penerus tugas Nabi Muhammad saw. menyebarkan ajaran Islam. Mereka
mengajak manusia untuk mewujudkan Islam yag
rahmatan lil ‘alamin.
Mengapa demikian? Karena Nabi Muhammad saw. diutus ke dunia ini
memang sebagai rahmat bagi seluruh alam.
24
B. Meneladani Sahabat Nabi Muhammad saw.
A. Kisah Sahabat Nabi Muhammad saw.
Isi Materi
25
A.
Kisah Sahabat Nabi Muhammad saw.
1. Abu Bakar as-Siddiq
a. Gelar ”as-Siddiq” untuk Abu Bakar
Nama asli Abu Bakar as-Siddiq adalah Abdul Ka’bah bin Abi
Quhafah, lahir dari seorang ayah bernama Abu Quhafah bin
Usman bin Amr bin Ka’ab dan dari ibu bernama Salma binti
Syahrah. Beliau lahir pada tahun 571 M dari Bani at-Tamimi
yang termasuk dalam suku Quraisy, yakni suku yang paling
dihormati
di
Kota
Mekah.
Ketika
masuk
Islam,
Nabi
Muhammad saw. mengganti nama beliau menjadi Abdullah
bin Abi Quhafah.
Keahlian utama dari beliau adalah memelihara anak unta
sehingga orang-orang menyebutnya dengan Abu Bakar yang
berarti ”bapak anak unta”. Di samping itu, beliau juga
dipanggil ”Atiq” yang berarti tampan karena beliau memiliki
wajah yang tampan sehingga banyak orang mengaguminya.
26
Dari asal usul keluarga, Abu Bakar dan Nabi Muhammad saw.
berasal dari suku yang sama, yaitu Quraisy. Bahkan, keduanya
memiliki nenek moyang yang sama. Garis keturunan Abu Bakar
dan Nabi Muhammad saw. bertemu pada nenek moyang
mereka yang bernama Murrah bin Ka’ab. Abu Bakar dikenal
jujur, bijaksana, dan murah hati. Beliau juga menjadi pedagang
yang sukses dan orang yang dermawan.
Abu Bakar menjadi sahabat Rasulullah saw. sebelum masuk
Islam. Meskipun belum masuk Islam, Abu Bakar mendukung
sikap Nabi saw. yang suka membantu kaum yang lemah. Oleh
sebab itu, setelah masuk Islam, Abu Bakar semakin giat dalam
membantu dakwah Rasulullah saw.
Abu Bakar sangat percaya terhadap apa pun yang disampaikan
Rasulullah saw. Baginya, Rasulullah saw. adalah pribadi yang
jujur dan dapat dipercaya. Nah, ketika Nabi Muhammad saw.
menceritakan bahwa beliau diangkat menjadi nabi dan rasul,
Abu Bakar langsung percaya dan menyatakan keimanannya.
Beliau mengucapkan syahadat dan menjadi sahabat pertama
yang masuk Islam.
27
Pada waktu terjadinya isra mikraj. Nabi saw. menceritakan
peristiwa yang dialaminya kepada orang-orang Mekah. Banyak
orang yang mengatakan bahwa Nabi saw. berbohong, tetapi
Abu Bakar membenarkan semua yang diceritakannya. Atas
sikapnya itulah, Rasulullah saw. memberinya gelar ”as-Siddiq”
yang berarti “benar”. Sejak saat itu, Abu Bakar dikenal dengan
sebutan Abu Bakar as-Siddiq.
Abu Bakar adalah sahabat Nabi Muhammad saw. yang setia
dan mendukung perjuangannya. Bahkan, beliau menyerahkan
seluruh hartanya untuk kepentingan dakwah Nabi saw. Banyak
budak yang masuk Islam dan dimerdekakan, salah satunya
adalah Bilal bin Rabah. Ketika Nabi saw. mendapat gangguan
dan ancaman dari orang-orang kafir, Abu Bakar selalu membe-
lanya. Beliaulah yang menemani Rasulullah saw. hijrah ke
Madinah dan bersembunyi dari kejaran orang-orang kafir di
Gua Tsur.
28
b. Abu Bakar as-Siddiq Menjadi Khalifah
Pada waktu Rasulullah saw. sakit, Abu Bakar as-Siddiq
ditunjuk untuk menggantikannya sebagai imam salat. Abu
Bakar adalah sahabat Nabi saw. yang tertua dan paling
dekat. Salah satu putri Abu Bakar, yaitu Aisyah, menjadi istri
Nabi saw. Karena itulah, Nabi mempercayakannya sebagai
wakil ketika beliau tidak dapat menjalankan tugasnya.
Ketika Rasulullah saw. wafat, sahabat berselisih menentukan
penggantinya. Melalui musyawarah di Saqifah Bani Sa’adah,
terpilihlah Abu Bakar as-Siddiq sebagai khalifah pengganti
Nabi saw. Pertimbangannya, Abu Bakar adalah sahabat Nabi
Muhammad saw. yang tertua, saleh, taat, dan orang yang
pertama masuk Islam. Akhirnya, seluruh kaum muslimin
menyetujui dan mendukung Abu Bakar sebagai khalifah
pertama dalam Islam.
Usaha-usaha yang dilakukan Abu Bakar as-Siddiq adalah
memberantas gerakan riddah, pembangkang zakat, nabi
palsu dan mengumpulkan Al-Qur’an di bawah pimpinan Zaid
bin Tsabit.
29
2. Umar bin Khattab
a. Gelar ”al-Faruq” untuk Umar
Umar bin Khattab memiliki nama lengkap Umar bin Khattab
bin Nufail bin Abdil Uzza bin Rabbah bin Abdullah al-‘Ady.
Lahir pada tahun ke-13 setelah kelahiran Nabi saw., dari
keluarga Bani Ady yang termasuk dalam suku Quraisy, suku
yang sama dengan Abu Bakar dan Nabi Muhammad saw.
Garis keturunan Umar bin Khattab bertemu dengan Nabi
saw. di nenek moyang mereka yang bernama Ka’ab, yang
juga nenek moyang Abu Bakar.
Setelah masuk Islam, Umar bin Khattab menjadi sahabat
yang gigih membela Islam. Umar mengajak Rasulullah untuk
mendakwahkan agama Islam dengan cara terbuka, tidak
dengan sembunyi-sembunyi. Orang-orang kafir pun tidak
berani mengganggu dan menghalangi dakwah Rasulullah
saw. karena takut dengan Umar.
30
Ketegasan Umar dalam bersikap membela kebenaran dan
keadilan membuatnya diberi gelar ”al-Faruq” yang berarti
orang yang mampu membedakan mana yang benar (hak)
dan mana yang salah (batil).
b. Umar Diangkat Menjadi Khalifah
Ketika Khalifah Abu Bakar sakit, Umar bin Khattab memikir-
kan siapa yang hendak menggantikannya sebagai khalifah.
Beliau pun memanggil para sahabat, baik dari kelompok
Muhajirin maupun Ansar. Satu per satu sahabat tersebut
dimintai pertimbangan tentang khalifah sesudahnya. Akhir-
nya, diputuskanlah bahwa orang yang ditunjuk sebagai
khalifah pengganti Abu Bakar adalah Umar bin Khattab.
Kaum muslimin menyetujuinya karena mereka mengenal
kepribadian Umar dan jasa-jasanya dalam memperjuangkan
agama Islam bersama Rasulullah saw.
31
Dalam memimpin pemerintahan, Umar bin Khattab dikenal
sangat adil dan bijaksana. Setiap malam beliau berkeliling
untuk memastikan apakah rakyatnya hidup berkecukupan.
Umar bin Khattab tidak ingin ada rakyatnya yang kelaparan
dan kekuarangan makanan.
Selain pemberani, Umar dikenal sebagai khalifah yang
sederhana. Hidupnya seperti rakyat biasa, bahkan bajunya
sudah banyak tambalan. Beliau adalah khalifah yang tidak
memiliki istana dan baju kebesaran. Kehidupan Umar sepe-
nuhnya diabdikan untuk kesejahteraan rakyatnya. Beliau
seorang pemimpin yang jujur dan tidak pernah memanfaat-
kan fasilitas negara untuk kepentingan pribadinya.
Selama Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah, terjadi
perluasan wilayah Islam. Banyak wilayah baru yang dikuasai
umat Islam dan negara juga bertambah kuat. Beberapa
wilayah yang dikuasai adalah Syria, Irak, Persia (Iran pada
masa sekarang), dan Mesir.
32
3. Usman bin Affan
a. Julukan ”Zannurain” untuk Usman
Nama lengkap Usman bin Affan adalah Usman bin Affan al-
Amawi al-Quarisyi, berasal dari Bani Umayyah. Lahir pada
tahun keenam Tahun Gajah (tahun 574 M), kira-kira lima
tahun lebih muda dari Rasullulah saw. Nama ibunya adalah
Arwa binti Kuriz bin Rabiah. Usman termasuk golongan As-
Sabiqun al-Awwalun, yakni golongan orang yang pertama-
tama masuk Islam. Usman bin Affan r.a. masuk Islam me-
lalui dakwah Abu Bakar as-Siddiq.
Usman mendapat julukan Zunnurain, yang berarti memiliki
dua cahaya. Julukan itu didapat karena Usman telah
menikahi putri kedua dan ketiga dari Rasullah saw., yaitu
Ruqayah dan Ummu Kalsum. Pada saat hijrah pertama,
Usman bin Affan termasuk orang yang ikut dalam rom-
bongan hijrah ke negeri Habasyah atau Abyssinia bersama
istrinya, yakni Ruqayah binti Rasulullah saw.
33
Usman bin Affan adalah pribadi yang jujur dan rendah hati.
Beliau juga seorang pedagang kaya yang sangat der-
mawan. Banyak bantuan ekonomi dari beliau yang diberi-
kan kepada umat Islam di awal dakwahnya, seperti membeli
sumur dari seorang Yahudi seharga 200.000 dirham dan
mewakafkan untuk kepentingan rakyat umum, memperluas
Masjid Madinah dan membeli tanah di sekitarnya, mender-
makan 1.000 ekor unta dan 70 ekor kuda, ditambah 1.000
dirham sumbangan pribadi untuk Perang Tabuk, nilainya
sama dengan sepertiga biaya ekspedisi tersebut. Pada
masa pemerintahan Abu Bakar, Usman juga pernah mem-
berikan gandum yang diangkut dengan 1.000 unta untuk
membantu kaum miskin yang menderita di musim kering.
b. Usman bin Affan Menjadi Khalifah
Setelah Umar bin Khattab wafat, diangkatlah Usman bin
Affan sebagai khalifah ketiga. Saat itu beliau berusia 70
tahun, dan memerintah selama 12 tahun, yaitu dari dari
tahun 644–656 M.
34
Jasa Usman bin Affan yang paling besar adalah saat
mengeluarkan kebijakan untuk mengumpulkan Al-Qur’an
dalam satu mushaf yang dikenal dengan Mushaf Usmani.
Mushaf Al-Qur’an itulah yang kemudian diperbanyak dan
dikirimkan ke berbagai wilayah Islam hingga saat ini.
4. Ali bin Abi Talib
a. Gelar ”Babul ‘ilmi” untuk Ali
Ali dilahirkan di Kota Mekah, di daerah Hejaz Jazirah Arab
tanggal 13 Rajab 10 tahun sebelum kenabian Muhammad
saw. Ayahnya adalah Abu Talib bin Abdul Mutalib bin
Hasyim
bin
Abdi
Manaf
bin
Qushayy.
Ibunya
adalah
Fatimah binti Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf. Sebelum
datangnya
Islam,
keluarga
Hasyim
terkenal
sebagai
keluarga yang mulia, penuh kasih sayang, dan pemegang
kepemimpinan masyarakat.
35
Sejak kecil, Ali bin Abi Talib dikenal sebagai anak yang
cerdas dan pemberani. Beliau mengikuti Nabi saw. sejak
umur 6 tahun. Hal itu karena Nabi saw. juga berada dalam
asuhan ayahnya yang juga paman Nabi saw. sendiri. Ali
juga termasuk dalam golongan as-Sabiqun al-Awwalun. Ali
meminang salah seorang putri Nabi Muhammad saw., yakni
Fatimah Az-Zahra. Dari perkawinan itu, mereka dikaruniai
empat anak, yaitu Hasan, Husein, Zainab, dan Ummu
Kulsum.
Setelah Rasulullah saw. wafat, Ali bin Abi Talib lebih suka
menyepi, bergelut dengan ilmu, dan mengajarkan Islam
kepada murid-muridnya. Pada masa itulah, Ali kemudian
mengasah diri menjadi seorang pemikir. Keperkasaan dan
keberaniannya yang banyak dikagumi telah berubah men-
jadi sosok yang identik dengan ilmu, yakni dari ahli pedang
menjadi ahli kalam. Kecerdasan Ali bin Abi Talib diakui oleh
sendiri Nabi Muhammad saw. Hal itu terbukti dari gelar yang
diberikan kepada Ali, yakni Babul ‘Ilmi, yang berarti pintu
ilmu.
36
b. Ali bin Abi Talib Menjadi Khalifah
Setelah Usman bin Affan wafat, masyarakat beramai-
ramai membaiat Ali bin
Abi
Talib sebagai khalifah.
Namun, timbullah persoalan ketika Ali mengeluarkan
kebijakasanaan baru sebagai khalifah. Ali mengganti para
gubernur yang diangkat oleh Usman. Beliau yakin bahwa
pemberontakan-pemberontakan terjadi karena keteledor-
an mereka.
Pada masa pemerintahannya muncul pemberontakan
yang dipimpin oleh Thalhah, Zubair, dan Aisyah. Mereka
menuntut khalifah Ali agar menghukum para pembunuh
Usman. Khalifah Ali mengirim surat kepada Thalhah dan
Zubair agar keduanya mau bermusyawarah. Namun,
ajakan tersebut ditolak sehingga terjadilah pertempuran
yang dahsyat. Perang ini dikenal dengan Perang Jamal
karena Aisyah dalam pertempuran itu menunggang unta.
Zubair dan Thalhah terbunuh, sedangkan Aisyah ditawan
dan dikirim kembali ke Madinah.
37
B.
Meneladani Sahabat
Nabi Muhammad saw.
1. Jujur dan Dermawan
Sahabat Abu Bakar dan Usman bin Affan dikenal sebagai
sahabat yang kaya. Sejak muda keduanya sudah menjadi
pedagang yang sukses. Harta kekayaannya banyak, termasuk
ternak untanya. Kesuksesan itu tidak lepas dari kejujuran
mereka dalam berdagang sehingga orang-orang Mekah suka
berdagang dengan mereka.
Di samping berkepribadian jujur, Abu Bakar dan Usman juga
dikenal sebagai saudagar yang dermawan. Keduanya tidak
segan-segan membantu orang yang kesulitan, meskipun
mereka harus memberikan harta bendanya. Sesudah mereka
masuk Islam, sifat dermawannya bertambah kuat. Mereka
menjadi
penyokong
Nabi
saw.
dalam
setiap
keperluan
dakwah, demi menyebarkan ajaran Islam.
38
Sifat jujur dan dermawan itulah yang seharusnya menjadi
dasar kita dalam mencapai kesuksesan dalam hidup. Kejujur-
an akan membuat kita dipercaya orang lain. Sifat dermawan
membawa kita menjadi orang yang suka membantu dan
memikirkan kesulitan orang lain. Semakin banyak orang yang
percaya kepada kita maka akan semakin lapang jalan menuju
kesusksesan.
2. Setia kepada Nabi Muhammad saw.
Kesetiaan para sahabat kepada Nabi Muhammad saw. tidak
diragukan lagi. Mereka bersedia mengorbankan diri dan harta-
nya demi untuk dapat bersama dengan Nabi. Semua ajaran
dari Nabi diyakini, dibenarkan, dan diamalkannya. Mereka
yakin bahwa Nabi adalah manusia pilihan yang diutus oleh
Allah untuk membimbing manusia ke jalan yang benar.
Sifat setia kepada Nabi sangat penting untuk diteladani dalam
kehidupan. Cinta kepada Allah Swt. dan Nabi Muhammad saw.
dapat meningkatkan keimanan kita. Iman adalah dasar dan
fondasi menuju ketakwaan.
39
3. Pemimpin yang Bijaksana, Adil, dan Bertanggung Jawab
Ketika menjadi khalifah, para sahabat dikenal sebagai khalifah
yang bijaksana. Mereka tidak pernah merasa paling pintar dan
paling saleh. Mereka memiliki sifat rendah hati dan tidak
sombong. Meskipun termasuk orang-orang pertama yang
masuk Islam, mereka tidak pernah menganggap rendah
sahabat nabi yang lain.
Sifat bijaksana sangat diperlukan dalam kehidupan manusia.
Sifat bijaksana sangat dekat dengan keadilan, dan sifat adil
sangat dekat dengan ketakwaan. Oleh sebab itu, orang yang
bijaksana adalah mereka yang memiliki ketakwaan. Bijaksana
berarti bertindak atau berbuat yang terbaik, tanpa menyakiti
orang lain. Sifat ini dapat menghindarkan kita dari permusuh-
an dan kesewenang-wenangan.
Sebagai
khalifah,
mereka
merasa
bahwa
kesejahteraan
rakyatnya adalah tanggung jawabnya. Setiap kebijakan yang
mereka buat ditujukan untuk menyejahterakan warganya.
Sikap ini sangat terpuji dan patut kita teladani.
40
4. Tegas dan Berani
Sahabat yang terkenal dengan ketegasan dan keberaniannya
adalah Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Talib, terutama Umar.
Sebelum masuk Islam, Umar dianggap sebagai penentang
Islam nomor satu sehingga orang akan menghindar jika
bertemu dengan beliau. Namun, setelah masuk Islam, beliau
menjadi pembela Islam nomor satu, yang selalu melindungi
Nabi Muhammad saw. dan pengikutnya.
Sikap tegas dan berani sangat penting untuk diterapkan, guna
mencegah perbuatan maksiat dan kemungkaran. Jika kita
melihat perbuatan yang dilarang oleh Allah, kita harus bersikap
tegas dan berani mengingatkannya. Demikian juga ketika ada
orang yang mengajak kita untuk berbuat dosa, kita harus
berani dengan tegas menolaknya. Dengan sikap tersebut, kita
dapat menyelamatkan diri kita dari kejahatan dan dosa.
41
5. Sederhana
Kesederhanaan para sahabat terlihat dalam kehidupan se-
hari-harinya, meskipun mereka terpilih menjadi khalifah. Kehi-
dupan mereka tetap sederhana dan tidak bmewah. Meskipun
sebagai khalifah, mereka tidak memiliki baju kebesaran dan
mahkota raja. Mereka juga tidak memiliki istana, tetapi hanya
menempati rumah yang sederhana untuk menerima tamu-
tamunya. Kesederhanaan itu juga diajarkan kepada keluarga
mereka. Mereka dilarang memanfaatkan barang milik negara
untuk kepentingan pribadi.
Sikap sederhana merupakan sikap yang diajarkan Nabi saw.
kepada umat Islam. Dalam hidup, kita tidak boleh bermewah-
mewahan dan berlebih-lebihan. Hidup yang baik adalah yang
sederhana, baik dalam makan, minum, maupun berpakaian.
Kebaikan seseorang tidak dinilai dari penampilan luarnya,
tetapi ditentukan oleh kebaikan hatinya. Sikap sederhana
dapat menjauhkan kita dari bersikap boros karena sikap boros
adalah temannya setan.
42
Terima Kasih ...
Semoga Ilmunya Bermanfaat,
Aamiin.
Editor : Bilal Inc.
Sumber Bahan Ajar :
43
Semester 1
Pelajaran 1
Membaca Surah al-Kafirun
Pelajaran 2
Asmaul Husna
Pelajaran 3
Bersikap Toleran dan Simpatik
Pelajaran 4
Memahami Zakat
Pelajaran 5
Kisah Para Nabi
Pelajaran 6
Meneladani Nabi Muhammad saw.
44
Semester 2
Pelajaran 7
Mengaji Surah al-Ma’idah Ayat 2 dan 3
Pelajaran 9
Mengaji dan Berakhlakul Karimah
Pelajaran 10
Memahami Infak dan Sedekah
Pelajaran 11
Kisah Sahabat Nabi Muhammad saw.
Pelajaran 12
Kisah Ashabul Kahfi
Pelajaran 8
Mengimani Hari Akhir, Qada, dan Qadar
45
Memahami Infak dan Sedekah
Sesama
manusia
wajib
tolong-me-
nolong. Orang yang kaya menolong
orang yang miskin, dengan cara mem-
bagi
sebagian
kekayaannya.
Harta
yang dibagi kepada fakir miskin tidak
akan berkurang. Allah akan melipat-
gandakan kekayaannya jika ia rajin
melaksanakan infak dan sedekah.
Bagaimana cara kita menolong teman atau saudara kita? Banyak cara yang
dapat kita pakai untuk menolong sesama. Di masyarakat, kita dapat
memberikan sedekah kepada anggota masyarakat yang kekurangan. Ingat,
dengan bersedekah berarti kita telah menanam suatu kebaikan untuk bekal
di akhirat kelak.
46
B. Perbedaan, Zakat, Infak, dan Sedekah
A. Infak dan Sedekah
Isi Materi
C. Hikmah Infak dan Sedekah
47
A.
Infak dan Sedekah
Selain zakat, Islam juga mengajarkan umatnya untuk ber-
infak dan bersedekah. Infak dan sedekah adalah pemberian
sukarela dari seseorang kepada orang atau lembaga.
Infak adalah mengeluarkan harta untuk kepentingan yang
diajarkan oleh Islam. Misalnya, memberikan infak kepada
fakir miskin, saudara, masjid, sekolah, dan lain sebagainya.
Pengertian
sedekah
sama
dengan
infak.
Hanya
saja,
sedekah lebih luas daripada infak. Sedekah tidak hanya
menyangkut harta, tetapi juga selain harta. Bersedekah tidak
hanya dengan uang, tetapi bisa juga berupa tenaga, pikiran,
senyum, zikir, dan amar makruf nahi mungkar. Semua pem-
berian tersebut dinamakan sedekah. Misalnya, ketika kamu
membantu
mengangkatkan
barang
temanmu
itu
sudah
berarti bersedekah.
48
B.
Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah
Perbedaan antara zakat, infak, dan sedekah dari aspek hukum, waktu
pemberian, batas nisab, dan penerimanya, antara lain sebagai
berikut.
1. Hukum zakat adalah wajib, sedangkan hukum infak dan sedekah
adalah sunah.
2. Waktu pembayaran/pemberian.
Zakat dibayarkan pada waktu tertentu. Zakat mal dibayarkan
setelah mencapai haul atau satu tahun, sedangkan zakat fitrah
dikeluarkan pada bulan Ramadan sebelum salat Idulfitri. Infak dan
sedekah tidak ada ketentuan pemberiannya. Orang bebas berinfak
atau bersedekah kapan saja.
3. Nisab atau batas ukuran
Nisab hanya berlaku bagi zakat, sedangkan infak dan sedekah
tidak ada batasnya.
4. Penerima zakat sudah ditentukan, yakni delapan asnaf, sedangkan
penerima infak dan sedekah tidak ditentukan sehingga dapat
diberikan kepada siapa saja, selama sesuai dengan ajaran Islam.
49
C.
Hikmah Infak dan Sedekah
1. Menolong Kaum Duafa
Infak dan sedekah merupakan bentuk kepedulian dari yang
mampu kepada yang tidak mampu. Bentuk kepedulian ter-
sebut berupa berbagi materi dari orang kaya kepada orang
miskin. Dengan menerima infak dan sedekah, mereka yang
miskin akan dapat memenuhi kebutuhannya.
2. Membersihkan Diri dari Sifat Kikir
Penyakit hati yang harus dijauhi oleh semua manusia adalah
kikir. Sifat ini membuat orang enggan berbagi kepada sesama.
Mereka mencintai hartanya secara berlebihan dan tidak peduli
dengan nasib saudaranya yang miskin. Infak dan sedekah
dapat mengikis sifat kikir di dalam hati manusia. Dengan mem-
bantu orang lain, kita mengubah sifat kikir menjadi dermawan.
50
3. Menghindari Timbulnya Kejahatan di Masyarakat
Kemiskinan dapat menyebabkan kejahatan di masyarakat,
seperti mencuri. Namun, jika orang kaya mau membantu
orang yang miskin melalui infak dan sedekah, niat untuk
mencuri akan menjadi hilang karena merasa tetangganya
sudah mencukupi sebagian kebutuhannya.
4. Ungkapan Syukur kepada Allah
Semua harta yang dimiliki manusia merupakan kenikmatan,
sekaligus amanah dari Allah. Semua kenikmatan harus disyu-
kuri. Cara terbaik mensyukuri nikmat harta adalah dengan
mengeluarkan infak dan sedekah.
5. Membangun Hubungan Kasih Sayang Antarsesama
Infak dan sedekah dapat mempererat hubungan antarsesama,
terutama antara si kaya dan si miskin. Dengan menerima infak
dan sedekah, orang miskin merasa disayangi oleh orang yang
kaya sehingga mereka akan menghormatinya. Hubungan ini
dapat menjadikan kehidupan di masyarakat aman, tenteram,
dan damai.
51
Terima Kasih ...
Semoga Ilmunya Bermanfaat,
Aamiin.
Editor : Bilal Inc.
Sumber Bahan Ajar :
52
Semester 1
Pelajaran 1
Membaca Surah al-Kafirun
Pelajaran 2
Asmaul Husna
Pelajaran 3
Bersikap Toleran dan Simpatik
Pelajaran 4
Memahami Zakat
Pelajaran 5
Kisah Para Nabi
Pelajaran 6
Meneladani Nabi Muhammad saw.
53
Semester 2
Pelajaran 7
Mengaji Surah al-Ma’idah Ayat 2 dan 3
Pelajaran 9
Mengaji dan Berakhlakul Karimah
Pelajaran 10
Memahami Infak dan Sedekah
Pelajaran 11
Kisah Sahabat Nabi Muhammad saw.
Pelajaran 12
Kisah Ashabul Kahfi
Pelajaran 8
Mengimani Hari Akhir, Qada, dan Qadar
54
Mengaji dan Berakhlakul
Karimah
Allah memerintahkan manusia untuk
saling menolong, saling bekerja sama
untuk tujuan kebaikan, dan saling me-
nasihati agar selalu berada di jalan
kebenaran. Sebaliknya, kita tidak boleh
saling membicarakan keburukan dan
tidak boleh saling menghina atau me-
rendahkan orang lain.
Oleh karena itu, dalam kehidupan sehari-hari, hendaklah kita berbuat baik
dan menerapkan segala akhlak yang mulia. Berbuat baik dapat kita lakukan
di mana saja, baik di rumah, di sekolah, maupun dalam pergaulan di
masyarakat.
55
Isi Materi
B. Berbaik Sangka kepada Sesama
A. Mengaji Surah al-Hujurat Ayat 12-13
C. Hidup Rukun
D. Bersikap Patuh dan Hormat
56
A.
Mengaji Surah al-Hujurat Ayat 12-13
1. Membaca dan Menghafal Surah al-Hujurat Ayat 12 –13
Membaca Al-Qur’an harus dilakukan secara tartil dan fasih.
Oleh karena itu, yang harus diperhatikan adalah pengucapan
makhraj dan tajwidnya. Perhatikan tanda-tanda baca dalam
Al-Qur’an, antara lain:
57
1. tanda mad, membacanya harus dipanjangkan;
2. huruf yang bertasydid pengucapannya harus ditekan;
3. huruf qalqalah, cara membacanya dengan memantulkan
bunyinya ketika disukun;
2. Mengartikan Surah al-Hujurat Ayat 12–13
a. Surah al-oujurwt Ayat 12
58
b. Surah al-Hujurat Ayat 13
59
Ayat ke-13 dari Surah al-Hujurat mengandung pesan kepada
semua manusia untuk saling mengenal satu sama lain.
Semua manusia diciptakan Allah dari laki-laki (Adam a.s.)
dan perempuan (Hawa). Artinya, nenek moyang manusia di
dunia ini adalah sama.
Manusia adalah keturunan dari Nabi Adam a.s. dan Hawa.
Kemudian berpencar menjadi berbagai suku dan bangsa
seperti sekarang ini. Antara satu suku dan suku yang lain
memiliki kedudukan yang sama karena mereka satu keturun-
an. Allah juga menganjurkan kepada setiap manusia untuk
saling mengenal dan menyambung persaudaraan. Sesama
manusia tidak boleh saling menyakiti dan mengejek. Mereka
harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
60
B.
Berbaik Sangka kepada Sesama
1. Contoh Perilaku Berbaik Sangka
a. Saling Menghormati
Orang yang berbaik sangka akan selalu menghormati orang
lain. Ia tidak memandang rendah orang yang di bawahnya.
Baginya, semua orang sama kedudukannya, yaitu sebagai
makhluk Allah. Ia akan selalu menjaga hubungan baik
dengan orang lain, berperilaku sopan, dan bertutur kata
yang santun.
b. Berbuat Baik kepada Sesama
Berbuat
baik
sama
artinya
dengan
menabung
pahala.
Semakin banyak perbuatan baik yang dilakukan, semakin
banyak pahala yang didapatkan. Orang yang berbaik sangka
akan selalu berbuat baik kepada setiap orang.
61
c. Saling Menolong dalam Kebaikan
Setiap orang membutuhkan bantuan orang lain. Oleh
karena itu, setiap orang harus saling menolong, siapa tahu
suatu ketika kita membutuhkan pertolongan orang lain.
Orang yang berprasangka baik akan giat menolong sesa-
manya, tanpa pandang bulu. Ia menolong dengan ikhlas,
tanpa memikirkan upah atau pujian. Siapa pun yang mem-
butuhkan pertolongan akan ditolongnya, tanpa berpikir
apakah ia kenal atau tidak.
d. Bersikap Ramah dan Bersahabat kepada Sesama
Kejahatan tidak boleh dibalas dengan kejahatan. Kebencian
tidak boleh dibalas dengan kebencian. Allah melarang kita
menceritakan kejelekan orang lain. Jika ada teman yang
berbuat
buruk,
hendaklah
dinasihati
atau
diingatkan.
Jangan didiamkan atau diceritakan keburukannya kepada
orang lain. Hal itu dapat menimbulkan fitnah yang meng-
akibatkan terjadinya permusuhan.
62
2. Keuntungan Berbaik Sangka
a. Menghindarkan Manusia dari Permusuhan
Permusuhan dapat dihindari jika setiap orang menganggap
orang lain baik dan benar. Orang berbuat sesuatu pasti
karena memiliki maksud dan tujuan yang baik. Jika kita
selalu berprasangka baik maka permusuhan dapat dihin-
dari.
b. Menciptakan Kerukunan dalam Masyarakat
Hidup rukun merupakan dambaan setiap orang. Kerukunan
dapat terjadi jika setiap anggota masyarakat menghargai
masyarakat yang lainnya. Sikap menghargai ditunjukkan
dengan berprasangka baik kepada sesama.
c. Menguatkan Persaudaraan Sesama Manusia
Prasangka baik akan menumbuhkan persaudaraan. Setiap
saudara akan berusaha membantu saudara lainnya. Saling
membantu itulah yang akan menguatkan persaudaraan. Jika
persaudaraan kuat, permusuhan dapat dihindari.
63
C.
Hidup Rukun
Salah satu keuntungan sifat berbaik sangka kepada sesama
adalah terciptanya kerukunan hidup di masyarakat. Hidup
rukun artinya saling menghormati dan menyayangi sesama.
Tidak ada permusuhan, pertengkaran, saling curiga ataupun
saling menjelekkan. Semua anggota masyarakat menjaga
kerukunan dengan cara berbuat baik dan tolong-menolong.
Di mana saja kita harus hidup rukun? Hidup rukun harus di-
praktikkan di rumah, di sekolah, dan di masyarakat.
Contoh hidup rukun di rumah.
1. ayah dan ibu saling menghargai;
2. ayah dan ibu menyayangi anak-anaknya;
3. kakak dan adik saling menyayangi dan saling membantu;
4. membersihkan rumah secara gotong royong;
5. makan, belajar, dan bertamasya bersama.
64
Contoh hidup rukun di sekolah.
1. hormat dan patuh kepada guru;
2. belajar dan bermain bersama teman-teman sekolah;
3. saling menolong sesama teman dalam kebaikan;
4. bekerja sama membersihkan kelas secara gotong royong.
Contoh hidup rukun di masyarakat.
1. melakukan siskamling bersama;
2. gotong royong membersihkan lingkungan;
3. pemilihan ketua RT atau RW secara musyawarah;
4. pelaksanaan Posyandu bagi balita, dan sebagainya.
65
D.
Bersikap Patuh dan Hormat
1. Patuh dan Hormat kepada Orang Tua
Rasulullah saw. pernah ditanya oleh seorang sahabat, amal
apakah yang paling utama. Rasulullah menjawab, amal yang
paling utama adalah birrul walidain. Apakah birrul walidain
itu?
Birrul walidain artinya berbuat baik kepada kedua orang tua.
Semua perkataan, perbuatan, dan sikap kita kepada orang
tua harus baik. Perkataan yang baik menggunakan kata-kata
yang santun dan lembut. Perbuatan yang baik adalah per-
buatan yang sopan. Birrul walidain ditunjukkan dengan patuh
dan hormat kepada orang tua
66
Patuh artinya menjalankan perintah dan nasihat orang tua
dengan benar. Semua nasihat orang tua adalah untuk ke-
suksesan anaknya di masa depan. Hormat artinya bersikap
menghargai orang tua, takzim dan khidmat. Patuh dan hormat
kepada orang tua adalah kewajiban anak. Jika seorang anak
patuh dan hormat kepada orang tuanya hidupnya akan
sukses. Sebaliknya, jika anak tidak patuh dan hormat kepada
orang tuanya, hidupnya akan menderita.
Contoh perilaku berbakti kepada orang tua.
a. Membantu orang tua sesuai kemampuan
b. Mendoakan orang tua agar diberi umur panjang dan kese-
hatan
c.Menjaga dan merawat orang tua ketika sakit
d. Melaksanakan perintah orang tua dengan ikhlas
e. Jika orang tua sudah meninggal mendoakan mereka agar
masuk surga
67
2. Patuh dan Hormat kepada Guru
Orang tua kita di sekolah adalah guru. Kita juga harus patuh
dan hormat kepada mereka. Mengapa? Para Guru sudah
banyak berjasa kepada murid-muridnya. Orang menjadi hebat
karena dididik oleh gurunya ketika di sekolah. Orang menjadi
presiden,
dokter,
polisi,
semua
karena
jasa
para
guru.
Bagaimana jika para guru itu tidak ada? Siapakah yang
mengajari kita semua? Maka patuh dan hormatlah kepada
guru.
Patuh dan hormat dilakukan dengan memuliakan guru, baik
dengan perkataan maupun perbuatan. Berbicara dengan guru
menggunakan kata yang santun, lembut, dan dengan sikap
yang ramah. Bertemu dan berpisah dengan guru mengucap-
kan salam. Pergi ke sekolah menggunakan seragam yang
bersih dan rapi. Tugas sekolah dikerjakan tepat waktu,
mengerjakan piket bersama sama, menjaga kebersihan kelas
dan sekolah. Itu semua adalah contoh dari sikap patuh dan
hormat kepada guru.
68
3. Patuh dan Hormat kepada Sesama Anggota Keluarga
Setiap anggota keluarga memiliki hak dan kewajiban masing-
masing. Kakak memiliki hak dan kewajiban, adik juga begitu.
Kewajiban kakak menjadi hak bagi adiknya. Demikian juga
kewajiban adik menjadi hak bagi sang kakak. Hak dan kewa-
jiban harus dilaksanakan secara bersama-sama. Kewajiban
seorang kakak adalah menyayangi adiknya. Kewajiban se-
orang adik adalah menghormati kakaknya. Bagaimana cara-
nya?
Seorang kakak harus membimbing belajar adiknya, mene-
maninya bepergian, merawat ketika sakit, membantu jika ada
kesulitan, mengajarinya keterampilan tertentu, dan sebagai-
nya. Seorang adik harus bersikap sopan dan santun kepada
kakak, melaksanakan nasihatnya, membantu kakak, bersikap
jujur, dan sebagainya. Jika kamu seorang kakak, jadilah kakak
yang penyayang, penuntun, dan teladan bagi adikmu. Jika
kamu seorang adik, jadilah adik yang penurut dan penuh
hormat kepada kakakmu.
69
Terima Kasih ...
Semoga Ilmunya Bermanfaat,
Aamiin.
Editor : Bilal Inc.
Sumber Bahan Ajar :
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 69
SLIDE
Similar Resources on Wayground
62 questions
DAMPAK SOSIAL INFORMATIKA 7
Lesson
•
7th Grade
64 questions
IPA SD Banguntapan
Lesson
•
6th Grade
64 questions
LATIHAN SOAL PAS 1 BAHASA INDONESIA KELAS 7 (2022-2023)
Lesson
•
7th Grade
64 questions
Koding dan Kecerdasan Artifisial
Lesson
•
5th Grade
64 questions
11.5 Translasi, Pantulan dan Putaran sebagai Isometri & 11.6 Simetri Putaran 0709
Lesson
•
7th Grade
66 questions
Lenguaje literario y figuras literarias
Lesson
•
7th Grade
60 questions
Ekologi Kelas 7
Lesson
•
7th Grade
66 questions
Bentuk Energi dan Perubahannya
Lesson
•
5th Grade
Popular Resources on Wayground
7 questions
History of Valentine's Day
Interactive video
•
4th Grade
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Valentine's Day Trivia
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade