Search Header Logo
Presentasi Alam Surga dalam Agama Buddha

Presentasi Alam Surga dalam Agama Buddha

Assessment

Presentation

Religious Studies

6th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

lis wati

Used 4+ times

FREE Resource

10 Slides • 0 Questions

1

media

Alam Surga

2

Memahami Alam Surga

Buddha mengunjungi Surga Tavatimsa. Ibu-Nya Ratu Mahamaya terlahir di alam Surga Tavatimsa. Buddha mengajarkan Abhidhamma kepada Ibu-Nya dan para dewa lainnya, selama ber-vassa selama tiga bulan.

Akhir vassa, Buddha berjalan turun dari surga Tavatimsa melalui tangga yang terbuat dari batu pualam, di Sankassa, tiga puluh "league" dari Savatthi. Waktu itu orang yang berkumpul di sekitar Savatthi dan para dewa yang berada si surga Tavatimsa dapat melihat satu sama lain dengan jelas, berkat kekuatan gaib Buddha.

3

Pengertian Surga

Surga

  • Alam kehidupan yang penuh kebahagiaan.

  • Tempat para makhluk yang telah banyak melakukan kebajikan di kehidupan sebelumnya.

Istilah Dewa atau Dewi adalah menunjuk para pebghuni surga.

4

Enam Alam Surga

1.Catummaharajika (Alam Empat Dewa Raja)

Alam para dewa (surga) yang lebih menyenangkan daripada alam manusia.

Empat Dewa Maharaja adalah sebagai berikut:

a. Raja Dhataratta penguasa penjuru timur, pemimpin para Dandabba.

b. Raja Virulhakha penguasa penjuru selatan, pemimpin para Kumbhanda.

c. Raja Virupakha penguasa penjuru barat, pemimpin para Naga.

d. Raja Kuvera penguasa penjuru utara, pemimpin para Yakkha.

5

2. Tavatimsa (Alan surga dari 33 Dewa dengan Dewa Sakka sebagai raja)

Di dalam surga inilah Buddha mengajarkan Abhidhamma kepada para dewa selama tiga bulan.

3. Yama (Alam surga dari para Dewa Yama)

  1. Tusita (Alam kesenangan)

para Bodhisattva yang memenuhi persyaratan-persyaratan kebuddhaan bertempat tinggal di alam kesenangan sampai saat yang tepat datang bagi mereka untuk muncul di alam manusia untuk mencapai kebuddhaan.

Buddha Maytria, Buddha yang akan datang, sekarang ini sedang berdiam dialam kesenangan sambil menunggu kesempatan yang tepat untuk dilahirkan sebagai manusia dan menjadi seorang manusia.

6

  1. Nimamanarati (alam surga para dewa yang menikmati kesenangan istana-istana yang diciptakan mereka)

6.Paranimmita-vasavatti (Alam surga para dewa yang menikmati ciptaan-ciptaan para dewa lain.

7

Jalan Menuju Surga

Di dunia ini ia bergembira, di dunia sana ia bergembira;
pelaku kebajikan bergembira di kedua dunia itu.
Ia bergembira dan bersuka cita karena
melihat perbuatannya sendiri yang bersih.
(Dhammapada I, 16)

8

media
  1. Memiliki dan melaksanakan sila atau kemoralan. latihan kemoralan yang paling sederhana adalah melaksanakan pancasila Buddhis yaitu latihan untuk tidak melakukan lima hal yaitu: pembunuhan, pencurian, pelanggaran kesusilaan, kebohongan, dan mabuk-mabukkan. lima latihan kemoralan ini dijalankan, ketika meninggal dunia akan terlahir di alam surga.

1. Memiliki keyakinan (saddha) yakin kepada ajaran Buddha.

9

media
  1. Kebijaksaan (panna)

    Kebijaksanaan di dalam agama Buddha artinya orang yang bisa melihat hidup sebagaimana adanya. Orang yang tidak gampang tergoyahkan batinnya karena proses perubahan dunia. Kehidupan hanyalah berisikan proses sukha-dukkha, untung-rugi, memperoleh pangkat-dipecat, dipuji dan dicela. Mereka yang masih diliputi oleh ketamakan, kebencian dan kegelapan batin pasti akan banyak mengalami kekecewaan menghadapi perubahan dunia. Namun, orang setelah mengenal Dhamma, ia akan mengerti bahwa keseimbangan batin dalam menghadapi perubahan akan diperoleh dari pengendalian keinginannya sendiri. Makin keinginan dikendalikan, makin sedikit kekecewaan dialami. Buddha Dhamma telah mengajarkan cara-cara paling praktis untuk mengendalikan keinginan yaitu dengan melatih meditasi. Latihan meditasi yang rutin akan menimbulkan ketenangan pikiran. Ketenangan pikiran adalah modal utama kebahagiaan.

  1. Mengembangkan watak kedermawanan (caga).

10

media

Alam Surga

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 10

SLIDE