Search Header Logo
BIOGRAFI

BIOGRAFI

Assessment

Presentation

World Languages

12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Asriyanti S

Used 1+ times

FREE Resource

6 Slides • 1 Question

1

SENIN / 13 MARET 2023

Kompetensi Dasar

3. 14 Menilai hal yang dapat diteladani dari teks biografi

4.14 Mengungkapkan kembali hal – hal yang terdapat dalam teks biografi yang dibaca secara tertulis.

2

media

Pertama : Hal yang diteladani dari teks biografi

Kedua  : Pengungkapan kembali yang diteladani dari tokoh

BIOGRAFI

3

Multiple Select

Jawablah perynyaan berikut dengan benar !

 

A.A. Navis, nama lengkapnya Ali Akbar Navis. Beliau lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada tanggal 17 November 1924.Ia tamat perguruan INS di Kayutanam pada tahun 1943. Pada masa penjajahan Jepang, A.A. Navis bekerja di pabrik porselen di sekitar daerah Padang Panjang, kemudia menjadi guru, pada tahun 1952 jadi kepala urusan kesenian perwakilan jawatan kebudayaan Sumetera Tengah.

Pada tahun 1950, A.A. Navis mulai mengikuti perkembangan kesusastraan secara aktif, seperti mengarang cerita pendek dan sandiwara radio. Seluruh cerita yang dibuat oleh beliau dipublikasikan dalam Mimbar Indonesia, Siasat, Kisah, Sastra, dan lain-lain. Ia sebagai pemenang hadiah majalah kisah pada tahun 1955. Karya-karyanya ialah Robohnya Surau Kami (1956), Bianglala (1963), Kemarau (1967).Semuanya diterbitkan oleh N.V. Nusantara.

1.    Pertanyaan yang sesuai dengan teks biografi tersebut adalah…

1

Kapan A. A Navis mulai mengikuti perkembangan kesusastraan secara aktif?

2

Bagaimana    pandangan    A.A.    Navis    terhadap                         perkembangan        kesusastraan Indonesia?

3

Mengapa A.A. Navis mendapatkan hadiah majalah Kisah pada tahun 1955?

4

Mengapa A.A. Navis tidak pernah menciptakan karya sastra berbentuk puisi?

5

         Bagaimana cara A.A. Navis dalam menciptakan karya sastra berbentuk cerpen?

4

Tengku Ibrahim PM TOH Pembaca hikayat dari Aceh

Tengku Ibrahim PM TOH Membangun Khazanah Sastra Aceh dengan Hikayat

 

“ Janganlah Anda malu memiliki ayah seorang pembaca hikayat, seharusnya Anda bangga punya Ayah seorang pembaca hikayat. Ayah Anda Tgk. Ibrahim PM TOH adalah pahlawan budaya Aceh.” ( Muda Balia, 2016)

ltulah beberapa kalimat yang pernah ditulis Muda Balia, seorang pembaca hikayat Aceh yang mendapat rekor MURI, ketika berkenalan dan bincang bincang dengan saya seputar perkembangan hikayat Aceh melalui media sosial pada pertengahan bulan April 2016. Terinspirasi dari kata-kata Muda Balia yang menggugah perasaan itulah tergerak hati saya untuk menulis kisah ini. Kisah perjuangan dan perjalanan karier Tgk. lbrahim PM TOH seorang pembaca hikayat Aceh yang patut diberikan penghargaan sebagai sosok yang telah berjasa membangun peradaban budaya Aceh dengan hikayat.

Salah satu seni tutur Aceh yang diwariskan kepada Tgk. lbrahim PM TOH adalah seni budaya hikayat Aceh yang diwariskan oleh Tgk. Adnan PM TOH pada era tahun 1980an. Tgk. lbrahim PM TOH belajar memperdalam kepiawaian dalam bermain PM TOH kepada Tgk. Adnan selaku gurunya secara langsung atau tidak langsung karena figur yang diidolakan oleh Tgk. lbrahim dalam berkesenian ketika itu adalah sosok Adnan. Pada era tahun 1980-an, ketika semarak hikayat meriah dibaca di kampung-kampung dan radio-radio,Tgk. lbrahim sering tampil gemilang menuturkan hikayat dari panggung ke panggung. Hikayat yang dibaca pada waktu itu rata-rata bertema sejarah Aceh dan hikayat yang bernapaskan Islam seperti hikayat berkisah tentang syuhada, aulia, dan pahlawan.

Tgk. lbrahim PM TOH merupakan pelaku seni tutur kelahiran Desa Paya Kambuek, Kec. Meurah Mulia, Kab. Aceh Utara sekitar 58 tahun silam. Seorang pembaca hikayat Aceh andalan kontingen Kabupaten Aceh Utara dalam event pameran pendidikan, kebudayaan, dan pembangunan. Sering mewakili Aceh Utara dalam arena Pekan Kebudayaan Aceh di ibu kota Serambi Mekkah, Banda Aceh.

Tgk lbrahim PM TOH pria berpenampilan sederhana itu ketika tampil di pentas saat menuturkan hikayat juga piawai meniup bansi (seruling) dan menabuh rapa- i dengan suara beralun-alun dan bertalu-talu. Musik tersebut menambah keasyikan suara di sda-sela lantunan hikayat Aceh. Penampilannya mendapat gemuruh suara kegirangan penonton saat menyaksikan adegan baca hikayat yang merupakan salah satu khazanah

Pada era tahun 1990-an, Tgk. lbrahim sering mendapat dukungan dan arahan dari Bapak H. Dahlan pegawai di pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk mengembangkan hikayat sebagai tradisi masyarakat Aceh yang mengandung pesan-pesan moral. Adakalanya hikayatjuga dibacakan di hadapan masyarakat Aceh untuk memberi nasihat dengan ungkapan-ungkapan yang halus.

Tgk. Ibrahim juga mengoleksi Hikayat Raja-raja Pasai, hikayat yang sudah langka dan dicari-cari kolektor naskah hikayat saat ini. Namun, naskah yang ada di rumah Tgk Ibrahim itu hanya berupa naskah fotokopi yang didapatkan dari gurunya Tgk. Adnan pada tahun 1990-an.

Hamdani, S.Pd. Pengamat Sastra Aceh dan Pendiri Pustaka Rumah Baca, Tgk.|brahim PM TOH)

5

UNSUR : TOKOH, LATAR, ALUR

ENIS : IMAJINATIF DAN OBJEKTIF

BENTUK TEKS : NARASI

Ciri Umum Biografi

Biografi sering pula disebut sebagai narasi objektif karena berbentuk cerita. Sebagaimana teks berbentuk cerita lainnya, teks biografi mengandung unsur tokoh, latar, dan alur.

Tokoh dalam teks itu adalah Tengku Ibrahim PM TOH. Latar di daerah Aceh, pada tahun 80-90-an.

Alur: memperdalam seni PM TOH; menuturkan hikayat dari kampung ke kampung; mengoleksi Hikayat Raja-raja Pasai.

Berdasarkan bentuknya.teks biograh sama dengan cerpen, novel, dan jenis-jenis teks narasi lainnya. Jenis-jenis teks itu dibentuk oleh unsur-unsur tokoh, latar, dan alur. Bedanya biografi bersifat faktual. Sementara itu, cerpen dan novel merupakan teks yang bersifat imajinatif. Oleh karena itu, biografi digolongkan kedalam jenis teks narasi objektif atau narasi faktual. Hal itu karena cerita di dalamnya berupa fakta-fakta.

6

Struktur Teks Biografi

Untuk dapat memahami bahkan menyusun teks biografi, kalian perlu mengenali struktur dari teks tersebut dengan jelas. Sebagaimana yang kalian pahami sebelumnya bahwa biografi merupakan teks narasi objektif. Teks tesebut terbentuk cerita yang di dalamnya terkandung unsur penokohan, latar, dan alur kejadian. Teks tersebut tersusun pula oleh bagian- bagiannya dari awal hingga akhir, yaitu sebagai berikut.

a. Orientasi Orientasi atau setting (aim), berisi pengenalan latar belakang kehidupan tokoh, yakni kisah ketika kecil atau keadaan keluarga.

Buya Hamka ulama yang sekaligus sastrawan

Hamka adalah seorang sastrawan Indonesia dan ulama. Selain sebagai sastrawan, ia juga dikenal sebagai ulama, ahli filsafat, dan aktivis politik. Hamka adalah singkatan dari nama lengkapnya, yaitu Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Dalam dunia kepengarangan, Hamka juga kadang-kadang menggunakan nama samaran, yaitu A.S. Hamid, Indra Maha, dan Abu Zaki. Hamka lahir pada tanggal 16 Februari 1908, di Sungai Batang, Maninjau, Sumatra Barat. Ayahnya adalah Dr. Haji Abdul Karim Amrullah, seorang ulama Islam yang sangat terkenal di Sumatra dan pendiri Sumatra Thawalib di Padang Panjang, sedangkan ibunya adalah Siti Shahyah Tanjung. Perceraian orang tuanya menyebabkan Hamka sudah harus berpisah dengan ibunya pada saat usianya baru menginjak enam tahun.

b. Kejadian Penting

Kejadian penting (important even, record of events), berisi rangkaian peristiwa yang disusun secara krolologis , menurut urutan waktu, yang meliputi rangkian peristiwa yang dialami tokoh. Dalam bagian ini mungkin pula disertakan komentar-komentar penulis pada beberapa bagiannya.

Contoh

Untuk meningkatkan pengetahuannya, pada tahun 1924, Hamka merantau ke Pulau Jawa. Mula-mula ia ke Yogyakarta, Surabaya, lalu Pekalongan. Ia mempelajari pergerakan Islam yang pada waktu itu sedang bergelora. Selama di Pulau Jawa, Hamka mendapat pengetahuan tentang pergerakan Islam dari H.O.S. Cokroaminoto, H. Fachruddin, R.M. Suryopranoto, dan St. Mansyur. Hamka hanya setahun tinggal di Pulau Jawa. Pada tahun 1925, ia kembali ke Padang Panjang dan mulai mencoba menjadi seorang pengarang. Hasilnya lahir setahun kemudian; sebuah novel berbahasa Minangkabau yang berjudul Si Sabariah (1926).

c. Reorintasi

Reorientasi berisi komentar evaluatif atau pernyataan kesimpulan mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan sebelumnya. Bagian ini sifatnya opsional, yang mungkin ada atau tidak ada di dalam suatu teks biografi.

Contoh

Belakangan, ia mendapat sebutan Buya (berasal dari bahasa Arab, abi atau abuya, yang berarti ayahku), sebuah panggilan yang ditujukan untuk seseorang yang dihormati. la juga dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia setelah dikeluarkannya Keppres No. 113/TK/Tahun 2011, pada tanggal 9 November 2011


7

Rangkuman

Teks Biografi merupakan salah satu teks yang menjelaskan tentang seorang tokoh yang memiliki kelebihan atau keunggulan tokoh tersebut yang dapat diteladani pembaca.

Adapun fungsinya adalah dapat digunakan sebagai panutan bagi pembaca, memuat informasi berdasarkan fakta pada tokoh, memuat sebuah fakta pengalaman hidup suatu tokoh dalam memecahkan masalah, mengetahui dan memahami karakter orang lain

Struktur teks biografi

Pertama orientasi atau setting, berisi pengenalan latar belakang kehidupan tokoh, yakni kisah ketika kecil atau keadaan keluarga.

Kedua kejadian penting (important even, record of events), berisi rangkaian peristiwa yang disusun secara krolologis, menurut urutan waktu, yang meliputi rangkian peristiwa yang dialami tokoh.

Ketiga reorientasi berisi komentar evaluative atau pernyataan kesimpulan mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan sebelumnya.



SENIN / 13 MARET 2023

Kompetensi Dasar

3. 14 Menilai hal yang dapat diteladani dari teks biografi

4.14 Mengungkapkan kembali hal – hal yang terdapat dalam teks biografi yang dibaca secara tertulis.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 7

SLIDE