Search Header Logo
Ijtihad, Ittiba', dan Taqlid

Ijtihad, Ittiba', dan Taqlid

Assessment

Presentation

Religious Studies

9th - 12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Habibah Rahmadina

Used 1+ times

FREE Resource

15 Slides • 5 Questions

1

media

IJTIHAD,
ITTIBA’, DAN

TAQLID

Materi Ushul Fikih kelas 12

2

media

SLIDESMANIA.COM

01

IJTIHAD

(n).
usaha maksimal seorang ahli hukum Islam
untuk menemukan hukum dari sumber-
sumbernya.

3

media

SLIDESMANIA.COM

Pengertian Ijtihad

Secara Bahasa dan Istilah

Secara Bahasa :
pengerahan segala kemampuan untuk mengerjakan sesuatu
yang sulit.

Secara Istilah :
usaha maksimal seorang ahli hukum Islam untuk
menemukan hukum dari sumber-sumbernya.

4

media

SLIDESMANIA.COM

Hukum Ijtihad

a.
Fardhu ‘Ain jika seseorang yang sudah memenuhi syarat
mujtahid membutuhkan jawaban atas suatu masalah
hukum.

b.
Fardhu Kifayah jika sudah ada mujtahid lain yang
menjelaskan hukum dari suatu permasalahan.

c.
Mandub (sunah) jika sudah ada mujtahid lain yang
menjelaskan hukum dari suatu permasalahan.

d.
Haram berijtihad dalam hal-hal yang ada nash yang
tegas (qath’i) dan berijtihad bagi seseorang yang tidak
memenuhi syarat-syarat mujtahid.

5

media

SLIDESMANIA.COM

Syarat-Syarat Mujtahid

a.
Mengerti dengan makna-makna yang dikandung oleh ayat-
ayat hukum dalam Al-Qur’an

b.
Mengetahui tentang Hadist,

c.
Mengetahui Nasikh Mansukh.

d.
Mengetahui Ijma’ dan Qiyas

e.
Menguasai bahasa Arab

f.
Menguasai Ushul Fiqh

g.
Mampu menangkap tujuan syariat dalam merumuskan
suatu hukum.

6

media

SLIDESMANIA.COM

Tingkatan
Mujtahid

1. Mujtahid
mustaqil,

4. Mujtahid
tarjih

5. Mujtahid
fatwa

2. Mujtahid
muthlaq
ghairu
mustaqil,

3. Mujtahid
muqayyad

6. Muqallid

7

media

SLIDESMANIA.COM

02

ITTIBA’

(n).
menerima perkataan orang lain dengan
mengetahui sumber alasan perkataan
tersebut atau mengikuti pendapat mujtahid
dengan mengetahui dalil-dalilnya.

8

media

SLIDESMANIA.COM

Pengertian Ittiba’

Secara Bahasa dan Istilah

Secara Bahasa :
menuruti atau mengikuti.

Secara Istilah :
menerima perkataan orang lain dengan mengetahui sumber
alasan perkataan tersebut atau mengikuti pendapat
mujtahid dengan mengetahui dalil-dalilnya.

9

media

SLIDESMANIA.COM

Hukum Ittiba’

Terdapat perbedaan pendapat ulama terkait hukum ittiba’.
Ittiba’ hukumnya menjadi wajib apabila berkaitan dengan
ketaatan kepada Allah SWT, menegakkan syariat-Nya, dan
mengikuti sunah Rasulullah Saw dalam urusan agama.
Ittiba' kadang menjadi sunah (anjuran), misalnya seperti
mengantarkan jenazah. Namun ittiba' bisa juga menjadi
haram, apabila menyangkut hal-hal bermaksiat kepada
Allah.

10

media

SLIDESMANIA.COM

Macam-Macam Ittiba’

Ittiba’ kepada Allah dan Rasul-Nya.
Seperti ittiba’ kepada Al-Qur’an dan
Sunnah

Ittiba’ kepada selain Allah dan Rasul-
Nya, yaitu kepada para ulama. Seperti
ittiba’ kepada qiyas, ijma’, dan lain-lain.

11

media

SLIDESMANIA.COM

03

TAQLID

(n).
menerima pendapat orang lain tanpa
mengetahui dalil-dalilnya serta tanpa
mengetahui kekuatan dari dalil-dalil tersebut.

12

media

SLIDESMANIA.COM

Pengertian Taqlid

Secara Bahasa dan Istilah

Secara Bahasa :
mengikuti, meniru, dan mengikat.

Secara Istilah :
menerima pendapat orang lain tanpa mengetahui dalil-
dalilnya serta tanpa mengetahui kekuatan dari dalil-dalil
tersebut.

13

media

SLIDESMANIA.COM

Hukum Taqlid

Haram.

jika orang awam ber-taqlid
pada seorang mujtahid dalam
hal syar’i karena tidak mampu
berijtihad sendiri.

Wajib.

taqlid yang tidak mengapa
untuk dilakukan, tidak
merupakan kewajiban, juga
bukan merupakan keharaman.
Misalnya seperti para
pengikut madzhab.

Mubah (boleh).

taqlid-nya mujtahid mutlak,
taqlid kepada selain mujtahid,
dan taqlid kepada orang sesat

14

media

SLIDESMANIA.COM

Syarat Taqlid

a.
Wajib memahami secara keseluruhan tentang
ketentuan-ketentuan imamnya dalam perkara yang
diikuti.

b.
Tidak ber-taqlid setelah dilakukannya perkara yang
akan di-taqlid-kan tersebut.

c.
Tidak memilih pendapat yang mudah-mudah saja.

d.
Tidak menggabungkan dua pendapat imam dalam
satu persoalan.

15

media

SLIDESMANIA.COM

KESIMPULAN

Ijtihad adalah usaha maksimal seorang ahli hukum Islam untuk menemukan hukum dari sumber-
sumbernya. Orang yang melakukan ijtihad disebut dengan mujtahid. Ijtihad tidak bisa dilakukan oleh
sembarang orang, seseorang dapat dikatakan sebagai mujtahid jika ia sudah memenuhi syarat dan
ketentuan tertentu.

Ittiba’ adalah menerima perkataan orang lain dengan mengetahui sumber alasan perkataan
tersebut atau mengikuti pendapat mujtahid dengan mengetahui dalil-dalilnya. Orang yang melakukan
ittiba’ disebut muttabi’, yakni orang yang tidak mampu ber-ijtihad tetapi mengetahui dalil-dalil
mujtahid. Hukum ittiba’ terbagi menjadi tiga macam, yaitu wajib, sunah, dan haram tergantung
konteksnya.

Taqlid adalah menerima pendapat orang lain tanpa mengetahui dalil- dalilnya serta tanpa
mengetahui kekuatan dari dalil-dalil tersebut. Sedangkan orang yang menerima pendapat dinamakan
muqallid. Hukum taqlid terbagi menjadi 3 macam, yaitu haram, wajib, dan mubah (boleh) sesuai
dengan konteksnya

16

Multiple Choice

Mujtahid dibagi menjadi ... tingkatan

1

4

2

5

3

6

4

7

17

Multiple Choice

Menuruti atau mengikuti merupakan arti secara bahasa dari

1

Ittiba'

2

Taqlid

3

Qiyas

4

Ijtihad

18

Multiple Choice

Menerima pendapat orang lain tanpa mengetahui dalil-dalilnya serta tanpa mengetahui kekuatan dari dalil-dalil tersebut merupakan pengertian dari

1

Qiyas

2

Ijtihad

3

Taqlid

4

Ittiba'

19

Open Ended

Jelaskan perbedaan dari Ijtihad, Ittiba', dan Taqlid

20

Open Ended

Berikan contoh dari Ijtihad, Ittiba' dan Taqlid masing-masing 1 contoh

media

IJTIHAD,
ITTIBA’, DAN

TAQLID

Materi Ushul Fikih kelas 12

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 20

SLIDE