Search Header Logo
tessss

tessss

Assessment

Presentation

World Languages

7th Grade

Hard

Created by

Gita PPG2022

Used 1+ times

FREE Resource

4 Slides • 0 Questions

1

media

46

Penerapan Metode Mind Mapping Untuk

Meningkatkan Keterampilan Menulis Surat Pribadi Siswa Kelas IIIA

dapat membantu siswa untuk meningkatkan keterampilan menulis surat pribadi siswa kelas IIIA SDN 1
Sumerta tahun ajaran 2016-2017.

Metode

Penelitian ini termasuk ke dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK merupakan penelitian

yang dilakukan oleh guru di dalam kelas sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan memperbaiki kinerja
sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat (Wardhani, 2008

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IIIA SDN 1 Sumerta pada semester I, tahun ajaran

2016-2017 yang berjumlah 40 siswa. Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah keterampilan
menulis surat pribadi dengan diterapkannya metode mind mapping.

Penelitian dirancang ke dalam 2 siklus. Tahapan per siklus dimulai dari perencanaan tindakan,

pelaksanaan tindakan, observasi (pengamatan), dan refleksi. Pada saat merencanakan tindakan yang
dilakukan adalah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan tema yang akan
dibelajarkan, menyediakan sumber belajar berupa: buku tematik tema “Peduli Lingkungan Sosial” dan
menyiapkan media pembelajaraan berupa contoh gambar mind mapping, membuat kisi- kisi tes akhir
siklus I beserta tes akhir siklus I sesuai dengan materi pembelajaran, dan membuat jadwal pelaksanaan
tindakan.

Tindakan untuk siklus I dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan untuk menerapkan metode

mind mapping pada keterampilan menulis surat pribadi dan 1 kali pertemuan untuk memberikan tes
akhir siklus I. Penjabaran dari tahap pelaksanaan adalah pada awal pembelajaran, guru memberikan
apersepsi, guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran, siswa diberikan penjelasan dan contoh
mengenai mind mapping oleh guru, siswa membuat mind mapping surat tanggapan pribadi sesuai
pemahamannya, siswa menunjukkan mind mapping yang dibuat di depan kelas, siswa berlatih menulis
surat tanggapan pribadi berdasarkan mind mapping yang telah dibuat, Hasil pekerjaan siswa dinilai oleh
guru, guru memberikan penguatan positif, kegiatan guru dan siswa diakhiri dengan menyebutkan hal-hal
yang sudah dipelajari pada hari itu, siswa bersama guru menyimpulkan pelajaran, guru menutup
pembelajaran dengan berdoa dan salam. Pada pertemuan kedua dan ketiga sama seperti kegiatan di
pertemuan pertama. Dilanjutkan dengan pertemuan keempat, yaitu pemberian tes akhir siklus I sesuai
dengan kisi- kisi dan instrumen yang telah disiapkan.

Kemudian dilanjutkan dengan observasi. Dalam observasi, dilakukan dengan mengumpulkan

informasi, berupa hal- hal penting dan kekurangan- kekurangan yang menjadi hambatan selama
pelaksanaan tindakan. Selanjutnya akan menjadi masukkan saat kegiatan refleksi. Refleksi dilakukan
dengan mencarikan solusi untuk kendala- kendala yang dihadapi. Hasil dari kegiatan ini berupa informasi
yang digunakan sebagai dasar untuk merancang kegiatan yang dilaksanakan pada siklus II. Uraian
kegiatan yang dilaksanakan pada tiap tahap untuk siklus II pada dasarnya sama seperti uraian kegiatan
yang dilaksanakan pada siklus I yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Setiap tahap
dapat mengalami perubahan sesuai hasil yang diperoleh pada siklus sebelumnya.

Pada perencanaan tindakan siklus II, yang dilakukan adalah mengevaluasi hasil refleksi,

mendiskusikan, dan mencari upaya perbaikan untuk diterapkan pada pembelajaran berikutnya.
Kemudian mendata masalah dan kendala yang dihadapi saat pembelajaran, dilanjutkan dengan
merancang perbaikan berdasarkan refleksi siklus I.

Selanjutnya, tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan tindakan pada siklus I, tahap pelaksanaan

tindakan pada siklus II, dilaksanakan pembelajaran berdasarkan RPP yang telah disusun pada tahap
perencanaan dengan menerapkan metode mind mapping. Pelaksanaan tindakan sebagai berikut: 1) pada
awal pembelajaran, guru memberikan apersepsi, 2) guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran,
3) siswa diberikan penjelasan dan contoh mengenai mind mapping oleh guru, 4) siswa membuat mind
mapping surat tanggapan pribadi sesuai pemahamannya, 5) siswa menunjukkan mind mapping yang
dibuat di depan kelas, 6) siswa berlatih menulis surat tanggapan pribadi berdasarkan mind mapping
yang telah dibuat, 7) hasil pekerjaan siswa dinilai oleh guru, 8) guru memberikan penguatan positif, 9)
kegiatan guru dan siswa diakhiri dengan menyebutkan hal-hal yang sudah dipelajari pada hari itu, 10)
siswa bersama guru menyimpulkan pelajaran, dan 11) guru menutup pembelajaran dengan berdoa dan
salam.

Pada pertemuan kedua dan ketiga sama seperti kegiatan di pertemuan pertama. Dilanjutkan

dengan pertemuan keempat, yaitu pemberian tes akhir siklus II sesuai dengan kisi- kisi dan instrumen
yang telah disiapkan.

Berikutnya observasi, pada tahap ini dilakukan pengamatan terhadap penerapan metode mind

mapping, melalui pencatatan atas perubahan yang terjadi selama tindakan. Dilanjutkan dengan
melakukan diskusi membahas masalah yang dihadapi saat pembelajaran. Selanjutnya melakukan

2

media

A. M. Dwitha Evayanti, Made Sumantri. (2017).
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar. Vol.1 (1) pp. 42-50.

49

Peneliti lain yang akan meneliti permasalahan yang serupa, dapat menggunakan metode mind

mapping untuk memecahkan masalah tersebut. Bahkan dapat menemukan metode lain atau
menggunakan metode ini dalam permasalahan lain yang muncul di kelas.

Daftar Pustaka

Agung, A.A. Gede. 2010. Penelitian Tindakan Kelas (Teori dan Analisis Data dalam PTK). Singaraja: FIP

Undiksha.

Agus Suarimbawa, Kadek., A. A. I. N. Marhaeni, GAP Suprianti. 2017. An Analysis of Authentic Assessment

Implementation Based on Curriculum 2013 in SMP Negeri 4 Singaraja. Journal of Evaluation and
Research

in

Education

(JERE)

Vol

1 No

1 Tahun

2017

(http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JERE/article/view/9551).

Arifin, Syamsir. 1987. Pedoman Penulisan Surat Menyurat Indonesia. Padang: Angkasa Raya.

Buzan, Tony. 2013. Buku Pintar Mind Map. Terjemahan Susi Purwoko. The Ultimate Book of Mind Maps. PT.

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Dalman, H. 2015. Keterampilan Menulis. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Darmawati, Uti. 2007. Surat- surat Pribadi. Klaten: PT. Intan Pariwara.

Hernowo (ed.).2004. Cara Cepat nsn Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Menulis.

Terjemahan Eva Y. Nukman. Quantum Writing. Bandung: Penerbit MLC.

Ilyas, Ismail. 2008. Ilmu Pendidikan Praktis. Jakarta: Ganeca Exact.

Kurniasih, Imas dan Berlin. 2015. Ragam Pengembangan Model Pembelajaran. Kata Pena.

Oka Sugiarta, Gst Pt., I Wayan Widiana, I Dewa Kade Tastra. Penerapan Model Pembelajaran Akselerasi

(Accelerated Learning) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V di SD N 8 Banyuning.
Mimbar PGSD Vol 6 No 3 Tahun 2016. (http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPGSD/
article/view/8600).

Maharani, Ida. 2007. Bagaimana Menulis dengan Efektif. Yogyakarta: Citra Aji Parama.

Nurkholis, Hanif dan Mafrukhi. 2007. Saya Senang Berbahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Putra, Yovan P. 2008. Memori dan Pembelajaran Efektif.Bandung: Yrama Widya.

Sape,

Mirfan.

2012.

Model

Pembelajaran

Mind

Mapping.

(Online).

(http://mirfansape.blogspot.com/2012/12/model-pembelajaran-mind mapping.html. Dikunjungi
tanggal 19 Desember 2012)

Rasyid, Harun, Drs. dan Drs. Mansur, M.Pd. 2008. Penilaian Hasil Belajar. Bandung: CV Wacana Prima.

Rostikawati, R. Teti. 2008. Mind Mapping dalam Metode Quantum Learning Pengaruhnya Terhadap

Prestasi Belajar dan Kreatifitas Siswa. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas
Pakuan.

(Online).

(http://etalaseilmu.wordpress.com/2009/10/02/mind-mapping-metode-

quantum-learning/. Dikunjungi tanggal 19 Juli 2012).

Saleh Andri. (2009).Kreatif Mengajar Dengan Mind Map.Bogor: CV Regina

Santihani, Ni Wayan Rosita. 2016. Penerapan Pendekatan Saintifik Berbantuan Mind Mapping untuk

Meningkatkan Penguasaan Kompetensi Keterampilan Menulis dalam Bahasa Indonesia Kelas VA
SD No. 1 Dalung Tahun 2015/2016. Skripsi (tidak diterbitkan). Jurusan Pendidikan Guru Sekolah
Dasar, FIP Undiksha.

Silberman, Mel. 2002. Pembelajaran Aktif. Terjemahan Sarjuli, dkk. Active Learning. 1996. Yogyakarta:

Pustaka Insan Madani.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Trianto, Agus. 2007. Pembahasan Tuntas Kompetensi Bahasa Indonesia. Jakarta: Esis

Wardhani, IGK. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.

3

media
media

iii

Kata Pengantar

Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan,

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mempunyai tugas penyiapan

kebijakan teknis, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan

pengembangan kurikulum serta pengembangan, pembinaan, dan pengawasan sistem

perbukuan. Pada tahun 2020, Pusat Kurikulum dan Perbukuan mengembangkan

kurikulum beserta buku teks pelajaran (buku teks utama) yang mengusung semangat

merdeka belajar. Adapun kebijakan pengembangan kurikulum ini tertuang dalam

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 958/P/2020

tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan

Pendidikan Menengah.

Kurikulum ini memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan dan guru untuk

mengembangkan potensinya serta keleluasan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan

kemampuan dan perkembangannya. Untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum tersebut,

diperlukan penyediaan buku teks pelajaran yang sesuai dengan kurikulum tersebut. Buku

teks pelajaran ini merupakan salah satu bahan pembelajaran bagi siswa dan guru.

Pada tahun 2021, kurikulum dan buku akan diimplementasikan secara terbatas di

Sekolah Penggerak. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Nomor 1177 Tahun 2020 tentang Program Sekolah Penggerak. Tentunya umpan balik dari

guru dan siswa, orang tua, dan masyarakat di Sekolah Penggerak sangat dibutuhkan untuk

penyempurnaan kurikulum dan buku teks pelajaran ini.

Selanjutnya, Pusat Kurikulum dan Perbukuan mengucapkan terima kasih kepada

seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan buku ini mulai dari penulis, penelaah,

reviewer, supervisor, editor, ilustrator, desainer, dan pihak terkait lainnya yang tidak dapat

disebutkan satu per satu. Semoga buku ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu

pembelajaran.

Jakarta, Juni 2021

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan,

Maman Fathurrohman, S.Pd.Si., M.Si.,

Ph.D.

NIP 19820925 200604 1 001

4

media
media

46

Penerapan Metode Mind Mapping Untuk

Meningkatkan Keterampilan Menulis Surat Pribadi Siswa Kelas IIIA

dapat membantu siswa untuk meningkatkan keterampilan menulis surat pribadi siswa kelas IIIA SDN 1
Sumerta tahun ajaran 2016-2017.

Metode

Penelitian ini termasuk ke dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK merupakan penelitian

yang dilakukan oleh guru di dalam kelas sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan memperbaiki kinerja
sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat (Wardhani, 2008

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IIIA SDN 1 Sumerta pada semester I, tahun ajaran

2016-2017 yang berjumlah 40 siswa. Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah keterampilan
menulis surat pribadi dengan diterapkannya metode mind mapping.

Penelitian dirancang ke dalam 2 siklus. Tahapan per siklus dimulai dari perencanaan tindakan,

pelaksanaan tindakan, observasi (pengamatan), dan refleksi. Pada saat merencanakan tindakan yang
dilakukan adalah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan tema yang akan
dibelajarkan, menyediakan sumber belajar berupa: buku tematik tema “Peduli Lingkungan Sosial” dan
menyiapkan media pembelajaraan berupa contoh gambar mind mapping, membuat kisi- kisi tes akhir
siklus I beserta tes akhir siklus I sesuai dengan materi pembelajaran, dan membuat jadwal pelaksanaan
tindakan.

Tindakan untuk siklus I dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan untuk menerapkan metode

mind mapping pada keterampilan menulis surat pribadi dan 1 kali pertemuan untuk memberikan tes
akhir siklus I. Penjabaran dari tahap pelaksanaan adalah pada awal pembelajaran, guru memberikan
apersepsi, guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran, siswa diberikan penjelasan dan contoh
mengenai mind mapping oleh guru, siswa membuat mind mapping surat tanggapan pribadi sesuai
pemahamannya, siswa menunjukkan mind mapping yang dibuat di depan kelas, siswa berlatih menulis
surat tanggapan pribadi berdasarkan mind mapping yang telah dibuat, Hasil pekerjaan siswa dinilai oleh
guru, guru memberikan penguatan positif, kegiatan guru dan siswa diakhiri dengan menyebutkan hal-hal
yang sudah dipelajari pada hari itu, siswa bersama guru menyimpulkan pelajaran, guru menutup
pembelajaran dengan berdoa dan salam. Pada pertemuan kedua dan ketiga sama seperti kegiatan di
pertemuan pertama. Dilanjutkan dengan pertemuan keempat, yaitu pemberian tes akhir siklus I sesuai
dengan kisi- kisi dan instrumen yang telah disiapkan.

Kemudian dilanjutkan dengan observasi. Dalam observasi, dilakukan dengan mengumpulkan

informasi, berupa hal- hal penting dan kekurangan- kekurangan yang menjadi hambatan selama
pelaksanaan tindakan. Selanjutnya akan menjadi masukkan saat kegiatan refleksi. Refleksi dilakukan
dengan mencarikan solusi untuk kendala- kendala yang dihadapi. Hasil dari kegiatan ini berupa informasi
yang digunakan sebagai dasar untuk merancang kegiatan yang dilaksanakan pada siklus II. Uraian
kegiatan yang dilaksanakan pada tiap tahap untuk siklus II pada dasarnya sama seperti uraian kegiatan
yang dilaksanakan pada siklus I yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Setiap tahap
dapat mengalami perubahan sesuai hasil yang diperoleh pada siklus sebelumnya.

Pada perencanaan tindakan siklus II, yang dilakukan adalah mengevaluasi hasil refleksi,

mendiskusikan, dan mencari upaya perbaikan untuk diterapkan pada pembelajaran berikutnya.
Kemudian mendata masalah dan kendala yang dihadapi saat pembelajaran, dilanjutkan dengan
merancang perbaikan berdasarkan refleksi siklus I.

Selanjutnya, tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan tindakan pada siklus I, tahap pelaksanaan

tindakan pada siklus II, dilaksanakan pembelajaran berdasarkan RPP yang telah disusun pada tahap
perencanaan dengan menerapkan metode mind mapping. Pelaksanaan tindakan sebagai berikut: 1) pada
awal pembelajaran, guru memberikan apersepsi, 2) guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran,
3) siswa diberikan penjelasan dan contoh mengenai mind mapping oleh guru, 4) siswa membuat mind
mapping surat tanggapan pribadi sesuai pemahamannya, 5) siswa menunjukkan mind mapping yang
dibuat di depan kelas, 6) siswa berlatih menulis surat tanggapan pribadi berdasarkan mind mapping
yang telah dibuat, 7) hasil pekerjaan siswa dinilai oleh guru, 8) guru memberikan penguatan positif, 9)
kegiatan guru dan siswa diakhiri dengan menyebutkan hal-hal yang sudah dipelajari pada hari itu, 10)
siswa bersama guru menyimpulkan pelajaran, dan 11) guru menutup pembelajaran dengan berdoa dan
salam.

Pada pertemuan kedua dan ketiga sama seperti kegiatan di pertemuan pertama. Dilanjutkan

dengan pertemuan keempat, yaitu pemberian tes akhir siklus II sesuai dengan kisi- kisi dan instrumen
yang telah disiapkan.

Berikutnya observasi, pada tahap ini dilakukan pengamatan terhadap penerapan metode mind

mapping, melalui pencatatan atas perubahan yang terjadi selama tindakan. Dilanjutkan dengan
melakukan diskusi membahas masalah yang dihadapi saat pembelajaran. Selanjutnya melakukan

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 4

SLIDE