Search Header Logo
Materi PJOK daring kelas 8

Materi PJOK daring kelas 8

Assessment

Presentation

Physical Ed

8th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Lailatul Istianah

Used 3+ times

FREE Resource

15 Slides • 0 Questions

1

media

2

media

Gaya ini diambil dari gaya cara berenang seekor

binatang. Oleh sebab itu gaya ini juga disebut gaya
Crawl, yang berarti merangkak, nama lain gaya ini juga
disebut gaya "renang anjing" (dog style)dan "renang
rimau" (harimau).

Untuk gaya crawl ini sudah sejak dulu dilakukan yaitu

pada (Assyra + 1000 Sebelum masehi, Yunani + 570
sebelum masehi) telah direnangkan. Ini terbukti dari
gambar-gambar pada benda-benda kuno.

3

media

Pengertian Gaya Bebas (Freestyle) yaitu:
Suatu bentuk gerakan yang direnangkan oleh

perenang dengan gaya apa saja dalam suatu
perlombaan, kecuali dalam nomor perlombaan
gaya ganti perorangan dan gaya ganti estafet, gaya
bebas berarti gaya lain apa saja yang bukan gaya
punggung, gaya dada atau gaya kupu-kupu, tetapi
kebanyakan perenang mengartikan gaya bebas
adalah gaya crawl yang artinya merangkak.

4

media

Bebarapa variasi renang gaya crawl. Cecil Colwin (4:4-7)
membagi renang gaya crawl menjadi empat variasi :

1. Versi standard

Dimana ketepatan gerakan lengan dapat

diklasifikasikan sebagai “sudut siku-siku (right-angle)”.
Ketika salah satu lengan telah masuk seluruhnya maka
lengan yang lain siap dipertengahan gerak. Pada tahap
ini ketepatan lengan kira-kira satu sama lain pada
sudut siku-siku.

Perenang sedikit menggulingkan badan (body-roll)

dan gerakan lengan dilakukan dengan seksama.

5

media

2. Gaya “Tenaga”

Adalah suatu tipe”agresif” dari gaya bebas. Setiap

memasukan lengan dengan gerakan menombak. Awal
gerakan tanpa persiapan meluncur.

Kekuatan diterapkan segera setelah memasukan

tangan. Ketepatan dari kedua lengan ialah ketika satu
lengan masuk ke dalam air, maka lengan yang lain
pada posisi telah melewati sudut siku-siku.

Disini biasanya irama yang baik adalah dengan dua

pukulan gerak kaki.

6

media

3. Gaya “meluncur”
Gaya ini sering digunakan oleh perenang yang mempunyai

berat badan ringan sehingga memungkinkan perenang
meluncur di air tanpa mengalami kesukaran.

Sifat-sifat yang perlu diperhatikan dalam gaya ini ialah setiap

memasukan tangan di dekat permukaan air dan bertahan di
depan badan sebelum mulai menarik. Menunda masuknya
lengan menyebabkan lengan yang berlawanan mengejar
yang lain.

Adapun irama lengan ketika lengan yang masuk, lengan

yang lain melakukan tarikan dan pada susut 45° terhadap
permukaan air. Ketika lengan masuk di bawah permukaan
air, kedua lengan pada sudut 90°. Masuknya lengan dengan
meluncur sehingga jumlah menggulingkan badan dibatasi.

Perenang menggunakan enam pukulan kaki dengan tiga

pukulan ke bawah untuk setiap gerakan lengan.

7

media

4. Gaya tenaga dengan enam pukulan

Gaya ini ada kesamaanya dengan gaya pada uraian

kedua. Perenang menggunakan bahu dan lengan
dengan penuh semangat. Tarikan dimulai selekasnya
dan seketika membengkokkan lengan siku tetap
tinggi. Sebab ada perbedaan yang tidak kelihatan
diantara dua gaya.

Gerakan lengan merupakan faktor yang utama dalam

melakukan renang gaya crawl. Gerak maju perenang
gaya crawl, lebih banyak ditentukan oleh pukulan
lengan dari pada pukulan kakinya. Oleh sebab itu
kegagalan melakukan teknik gerakan lengan dengan
baik, akan berpengaruh sangat besar terhadap laju ke
depan seorang perenang.

8

media

Ada 3 macam variasi gerakan lengan gaya crawl
Menurut Cecil Colwin:

1. Ketepatan gerakan lengan dengan tipe “sudut siku-

siku”. Gerakan ini paling umum digunakan. Ketika
salah satu lengan masuk, lengan yang lain sedang
melalui setengah jalan.

9

media

2. Tipe ini pada umumnya banyak digunakan oleh

perenang-perenang dengan sifat mengapung alamiah,
gerakan tungkai kuat dan tipe bangunan tubuh yang
rata-rata air sehingga memberi perenang kemudahan
“meluncur” dalam air.

10

media

3. Variasi yang ketiga dilakukan ketika satu lengan

masuk, lengan yang berlawanan telah melewati titik
tengah tarikan. Gerakan ini cocok dengan perenang
yang menggunakan pernapasan timbal balik (dua
belah pihak) dan dua pukulan gerakan tungkai,
kadang-kadang disertai juga dengan kecepatan tinggi
dari pergantian gerakan lengan.

11

media

Kesalahan-kesalahan umum gaya crawl. Menurut Youngbluth.
(7:22-23), American Red Cross (2:50-53), Counsilman (5:156) :

1. Ambil napas terlalu dini.
Mengambil napas yang terlalu dini dilakukan sering kali

berakibat dan menghasilkan dorongan yang sifatnya tidak
mendorong maju, namun mengangkat tubuh.

2. Terlambat ambil napas.
Terlambat dalam mengambil napas sering berakibat siku

jatuh lebih rendah pada lengan yang berlawanan dengan arah
ambil napas.

Untuk menanggulanginya anjurkan agar yang bersangkutan

untuk mengambil napas, setelah seluruh sisa pembakaran
dibuang habis di bawah permukaan air, baru setelah itu
mengambil napas.

12

media

3. Kaki perenang kurang rilek
Perenang yang mempunyai kaki kurang rilek, berakibat kaki

itu turun dan membentuk tahanan yang tidak sedikit bagi
daya luncur renangan. Hal ini akan banyak tergantung berapa
dalam posisi atau sikap kepala dipermukaan air. Umumnya
justru kepala yang terlalu dalam, sering berakibat kaki kurang
rilek dan akibatnya jatuh lebih dalam.

4. Sikap tubuh yang meliuk-meliuk.
Timbulnya gerakan seperti ini, biasanya diakibatkan

pengambilan napas tidak ditekankan sebagai fungsi leher
untuk memutar kepala, dimana waktu mengambil napas
harus memaksa bahu mengangkat dalam membantu
pengambilan napas, selain itu siku saat melakukan fase
istirahat gerakannya lurus sehingga mengayunkan tangan ke
depan lebih banyak diayunkan tubuh, dibanding dengan
penggunaan siku tinggi. Akibatnya pinggul akan mendapat
aksi yang berlawanan dengan arah mengambil napas.

13

media

5. Menarik dengan siku terlalu lurus.
Kesalahan ini akan menyebabkan perenang naik dan

timbul dengan tiba-tiba, dan turun. Siku perenang
akan membengkok kira-kira 900selama di tengah
tarikan. Biarpun perenang-perenang Australia
melakukan pengembangan tarikan lengan hampir
lurus untuk sprint. Tarikan lengan hampir lurus tsb,
tidak dianjurkan untuk nomor-nomor jarak menengah
dan jarak jauh.

6. Jalannya istirahat lengan lebar.
Gerak ini akan menyebabkan gerakan sisi bahu ke

pinggang zig-zag dan akan menghalangi ketepatan
penggulingan bahu.

14

media

7. Pernapasan ke belakang.

Kepala bergerak dari sumbu yang mengganggu posisi badan

dan merusak posisi rata-rata air. Bernapaslah dengan
memutar kepala lebih ke samping dan sedikit ke depan.

8. Lengan berhenti istirahat atau lambat.

Perbedaan apa saja dari kecepatan istirahat akan membuat

badan ke luar dari sumbu badan dan ada kemungkinan sama
sekali merusak kelancaran kerja gaya.


9. Tahap mendorong berhenti terlalu lambat.

Kesalahan ini akan menyebabkan gerak timbul dengan tiba-

tiba dan turun

15

media

10.Tahap mendorong berhenti terlalu awal.
Hal ini akan monghalangi sikap mengguling dengan baik.

Meneruskan tahap dorongan tangan, empat sampai enam
inchi di dalam air.

11. Jangkauan berlebihan untuk masuknya jar-jari.
Kesalahan ini akan menyebabkan turunnya siku dan

menahan perenang menangkap air dengan cepat. Tanda
yang jelas dari jangkauan yang berlebihan ketika bahu
perenang diulurkan berlebihan.

12. Tendangan dengan ujung jari kaki.
Dorongan tungkai sebagian besar datang dari tendangan

ke bawah. Dengan menarik keuntungan sepenuhnya dari
tendangan ke bawah, maka tendangan tidak menggunakan
ujung jari kaki tetapi menggunakan permukaan kaki
bagian atas.

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 15

SLIDE