

unsur pembentuk cuaca dan iklim
Presentation
•
Geography
•
10th Grade
•
Practice Problem
•
Easy
Noble Teacher
Used 16+ times
FREE Resource
66 Slides • 8 Questions
1
2
KLASIFIKASI IKLIM
Iklim memiliki rentang waktu yang lama dan wilayah yang luas, sehingga bisa dikenali dan dikelompokkan dengan mudah. Karena hal ini, terdapat beberapa klasifikasi iklim yang digunakan secara global. Klasifikasi tersebut adalah:
1. Iklim Matahari
2. Iklim Koppen
3. Iklim Junghuhn
4. Iklim Schmidt-Ferguson
5. Iklim Oldeman
3
1. Iklim Matahari
Iklim Matahari merupakan klasifikasi iklim yang didasarkan oleh panas matahari yang diterima bumi. Menurut Iklim Matahari, iklim di bumi dibagi menjadi 4, yaitu tropis, subtropis, sedang, dan dingin.
Klasifikasi tipe iklim ini merupakan yang paling umum digunakan. Karena klasifikasi ini merupakan yang paling mudah dikenali apabila dibandingkan dengan klasifikasi lainnya.
4
5
2. Iklim Koppen
Iklim Koppen merupakan pengelompokkan iklim berdasarkan pada rata-rata curah hujan dan temperatur. Klasifikasi iklim ini dibagi menjadi 5 tipe, dan masing-masing tipe menggunakan huruf sebagai simbolnya.
Klasifikasi iklim Koppen ini merupakan klasifikasi yang paling detail. Bahkan sebenarnya dari masing-masing iklim yang dua huruf, masih ada pembagiannya lagi menjadi tiga huruf. Misalnya, Cs bisa dibagi lagi menjadi dua, yaitu Csa dan Csb.
6
7
3. Iklim Junghuhn
Iklim Junghuhn merupakan klasifikasi iklim berdasarkan ketinggian dan vegetasi di kawasan tertentu. Pada klasifikasi ini, iklim dibagi menjadi 4 macam.
Iklim Junghuhn ini lebih ditujukan untuk kegunaan agrikultur.
8
9
4. Iklim Schmidt-Ferguson
Iklim Schmidt-Ferguson merupakan klasifikasi iklim berdasarkan curah hujan. Pada klasifikasi ini, iklim dibagi menjadi 8 tipe.
Untuk mencari Q rumus yang digunakan adalah:
Rata-rata bulan kering/Rata-rata bulan basah x 100.
Cara untuk mengetahui sebuah bulan disebut bulan basah atau kering adalah melalui curah hujan di bulan tersebut. Kalo menurut Schmidt-Ferguson kriterianya adalah sebagai berikut:
Bulan Basah = Curah hujan >100mm
Bulan Lembap = Curah hujan antara 60 - 100m
Bulan Kering = Curah hujan <60mm
10
11
5. Iklim Oldeman
Terakhir ada iklim Oldeman, yaitu klasifikasi iklim yang menggunakan curah hujan juga sebagai acuannya. Perbedaannya dengan iklim Schmidt-Ferguson adalah pada kriteria bulan basah dan cara menghitungnya.
Pada iklim Oldeman, untuk menentukan tipe iklimnya, perlu menentukan bulan basah dalam satu tahun berdasarkan curah hujannya.
Berikut adalah kriteria bulan basah pada iklim Oldeman:
Bulan basah = curah hujan >200mm
Bulan lembap = curah hujan 100 - 200mm
Bulan kering = curah hujan <100mm
12
13
Unsur yang Memengaruhi Iklim dan Cuaca
Setelah mengetahui dan memahami perbedaan iklim dan cuaca, kita juga perlu mengetahui apa saja unsur-unsur yang dapat memengaruhi iklim dan cuaca, yaitu:
Suhu udara
Ketika membahas tentang iklim dan cuaca, ini mungkin akan menjadi salah satu topik pertama yang muncul. Itu karena kita sangat sensitif terhadap suhu dan dengan cepat menyadari perasaan dingin atau panas.
Tekanan Udara
Tekanan udara adalah unsur lain dari iklim dan cuaca, terutama dalam hal menciptakan atau mengubah kondisi atmosfer. Ini juga merupakan salah satu variabel penting yang digunakan untuk membuat prakiraan cuaca yang akurat.
14
Angin (Kecepatan & Arah)
Pergerakan udara (angin) merupakan salah satu kekuatan pendorong utama cuaca. Mayoritas peristiwa cuaca besar dan bahkan ekstrem seperti front dingin & hangat, awan, badai petir, dan angin topan semuanya didorong oleh angin.
Kelembapan
Kelembapan adalah unsur iklim dan cuaca lain yang tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan. Ini tidak hanya memainkan peran besar dalam pembentukan cuaca tetapi juga secara langsung mempengaruhi tingkat kenyamanan fisik kita.
Presipitasi
Manusia, hewan, dan tumbuhan membutuhkan air untuk tumbuh atau tetap hidup, dan curah hujan adalah satu-satu cara untuk mengisi kembali bendungan, sungai, waduk, dan air tanah yang kita andalkan.
15
Faktor yang mempengaruhi suhu/ temperatur tempat di muka bumi:
Lamanya penyinaran matahari/pengaruh radiasi
Sudut datang sinar matahari
Ketinggian tempat
Topografi/ relief muka bumi, Kondisi geografis suatu wilayah, Pengaruh daratan dan lautan
Ada tidaknya tutupan awan
Pengaruh angin
Perbedaan letak lintang
16
Kelembapan udara adalah kandungan uap air yang ada di dalam udara. Jumlah uap air yang ada dalam udara ini sebenarnya hanya sebagian kecil dari seluruh atmosfer.
Uap air dalam atmosfer bisa berubah bentuk menjadi cair atau padat, yang pada akhirnya bisa jatuh ke bumi atau kita kenal sebagai hujan. Kelembapan udara yang cukup besar pada suatu wilayah, memberikan petunjuk bahwa udara di wilayah tersebut banyak mengandung uap air atau udara dalam keadaan basah.
Setiap wilayah memiliki kelembapan udara yang berbeda-berbeda. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain jumlah radiasi matahari, pengaruh daratan atau lautan, pengaruh ketinggian, dan pengaruh angin.
17
Kelembapan udara cenderung lebih tinggi ketika siang hari. Hal tersebut terjadi karena ada penambahan uap air hasil evapotranspirasi dari permukaan. Evapotranspirasi terjadi karena tanah menyerap radiasi sinar matahari selama siang hari. Sedangkan ketika malam hari, akan berlangsung proses kondensasi atau pengembunan dengan memanfaatkan uap air yang berasal dari udara.
18
Tekanan udara ini dihitung dengan menggunakan barometer yang menggunakan kolom merkuri untuk menentukan tekanan udara di suatu lokasi. Seiring dengan naik-turunnya tekanan, kolom merkuri tersebut juga akan berubah-ubah ketinggiannya.
Satuan yang kerap digunakan oleh para meteorologist untuk menghitung tekanan udara adalah Bar. Namun, dalam kegiatan sehari-hari, umumnya ukuran yang digunakan adalah mb atau milibar.
Tekanan udara dipengaruhi oleh 3 faktor. Ketiga faktor tersebut adalah:
Ketinggian dari wilayah tersebut
Suhu udara dan paparan sinar matahari
Kelembaban udara yang ada pada wilayah tersebut.
19
Angin adalah udara yang bergerak akibat adanya perbedaan tekanan udara dengan arah aliran angin dari tempat yang memiliki tekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah, atau dari daerah yang memiliki suhu/temperatur rendah ke wilayah bersuhu tinggi.
Gerak atau laju angin tersebut disebut dengan kecepatan angin. Kecepatan angin adalah jarak tempuh angin atau pergerakan udara per satuan waktu dan dinyatakan dalam satuan meter per detik (m/d), kilometer per jam (km/j), dan mil per jam (mi/j).
Angin memiliki hubungan yang erat dengan sinar matahari, karena daerah yang terkena banyak paparan sinar matahari akan memiliki suhu yang lebih tinggi serta tekanan udara yang lebih rendah dari daerah lain di sekitarnya sehingga menyebabkan terjadinya aliran udara.
20
Macam-Macam Angin
Angin secara umum diklasifikasikan menjadi 2 yaitu angin lokal dan angin musim.
Angin Lokal
Angin lokal terdiri dari 3 macam-macam angin, yakni angin darat dan angin laut, angin lembah dan angin gunung, angin jatuh/angin fohn.
Angin Musim
terdiri dari 5 macam-macam angin, yakni angin pasat, angin anti pasat, angin barat, angin timur dan angin muson.
21
1. Angin darat dan angin laut.
Angin darat dan laut laut adalah salah satu bentuk dari sirkulasi thermal antara daratan dan laut. Pemanasan yang tidak sama antara tanah dan air adalah penyebab dari angin dengan skala meso yang terjadi di daerah pantai.
Pada siang hari, daerah daratan lebih cepat panas dibanding dengan lautan dan pemanasan yang intensif menyebabkan tekanan rendah di atas daratan. Udara di atas perairan masih tetap lebih dingin dibanding udara di atas daratan, karena tekanan udara tinggi terjadi di atas lautan. Efek dari distribusi tekanan ini secara umum adalah terjadi angin laut yang bertiup dari laut ke darat dan disebut angin laut.
22
Pada waktu malam, daratan lebih cepat menjadi dingin dibanding lautan. Udara di atas daratan lebih dingin dibanding lautan dan kembali menciptakan distribusi tekanan dengan tekanan tinggi sekarang berada di atas daratan.
Sekarang angin bertiup dalam arah berlawanan dari darat ke laut dan menjadi angin darat. Perbedaan suhu antara darat-laut biasanya lebih kecil pada waktu malam dari pada waktu siang, sehingga angin darat lebih lemah dibanding angin laut.
23
3. Angin lembah dan angin gunung
Angin lembah adalah angin yang bergerak dari arah lembah menuju ke puncak gunung. Angin ini terjadi terjadi saat siang hari. Pada siang hari, puncak gunung lebih cepat menyerap panas, akibatnya suhu udaranya meningkat dan tekanannya menjadi lebih rendah dari pada tekanan udara di lembah. Akibatnya angin dari bawah akan naik menuju ke gunung.
Angin gunung adalah angin yang bergerak dari puncak gunung menuju ke lembah. Angin ini terjadi pada malam hari. Pada malam hari, puncak gunung lebih cepat dalam melepas panas, akibatnya suhu udaranya menurun dan tekanannya menjadi lebih tinggi dari pada tekanan udara di lembah. Akibatnya angin dari gunung akan turun menuju ke dataran rendah.
24
3. Angin Fohn atau angin jatuh
Angin fohn merupakan jenis angin yang berhembus akibat dari proses terjadinya hujan orografis. Setelah bertiup hingga puncak, maka angin fohn ini akan turun menuju lembah-lembah disekitarnya. Angin ini sering juga disebut sebagai angin ribut. Sifatnya yang kering dan panas, menjadikan angin fohn ini dapat merusak tanaman-tanaman yang dilewatinya.
25
4. Angin Muson atau angin musim
Angin muson adalah angin yang berhembus secara bergantian arah dalam periode setengah tahunan. Jenis angin ini bertiup di bagian selatan benua asia sampai samudra hindia. Terjadinya angin muson adalah pengaruh dari perbedaaan suhu antara belahan bumi bagian utara dan bagian selatan. Berdasarkan arahnya, angin muson terbagi menjadi dua macam, yaitu angin muson barat dan angin muson timur.
26
5. Angin Pasat dan Angin Antipasat
Angin pasat adalah angin yang bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Terdiri dari Angin Passat Timur Laut yang bertiup di belahan bumi Utara dan Angin Passat Tenggara yang bertiup di belahan bumi Selatan. Di sekitar khatulistiwa, kedua angin pasat ini bertemu.
Karena temperatur di daerah tropis selalu tinggi, maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah pertemuan kedua angin pasat tersebut dinamakan Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT). DKAT ditandai dengan temperatur yang selalu tinggi. Akibat kenaikan massa udara ini, wilayah DKAT terbebas dari adanya angin topan. Akibatnya daerah ini dinamakan daerah doldrum (wilayah tenang).
27
28
Angin anti pasat adalah udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropik. Di belahan bumi Utara disebut Angin Anti Passat Barat Daya dan di belahan bumi Selatan disebut Angin Anti Passat Barat Laut. Pada daerah sekitar lintang 20o - 30o LU dan LS, angin anti pasat kembali turun secara vertikal sebagai angin yang kering.
Macam angin kering ini menyerap uap air di udara dan permukaan daratan. Akibatnya, terbentuk gurun di muka bumi, misalnya gurun di Saudi Arabia, Gurun Sahara (Afrika), dan gurun di Australia. Di daerah Subtropik (30o – 40o LU/LS) terdapat daerah “teduh subtropik” yang udaranya tenang, turun dari atas, dan tidak ada angin. Sedangkan di daerah ekuator antara 10o LU – 10o LS terdapat juga daerah tenang yang disebut daerah “teduh ekuator” atau “daerah doldrum”.
29
6. Angin Barat dan angin Timur
Angin barat merupakan sebagian udara yang berasal dari daerah maksimum subtropis Utara dan Selatan mengalir ke daerah sedang Utara dan daerah sedang Selatan. Pengaruh angin Barat di belahan bumi Utara tidak begitu terasa karena hambatan dari benua. Di belahan bumi Selatan pengaruh angin Barat ini sangat besar, terutama pada daerah lintang 60o LS. Di sini bertiup angin Barat yang sangat kencang yang oleh pelaut-pelaut disebut roaring forties.
Angin timur adalah angin yang angin yang mengalir dari daerah Kutub Utara dan Kutub Selatan bumi terdapat daerah dengan tekanan udara maksimum ke daerah minimum subpolar (60oLU/LS). Angin timur ini bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub.
30
7. Angin Siklon dan Angin Antisiklon
Angin siklon adalah angin yang pergerakannya menuju tekanan udara yang minimum. Di bagian bumi utara, angin ini bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, sebaliknya di bagian bumi selatan justru bergerak searah jarum jam.
Angin Antisiklon: Angin yang meninggalkan tempat bertekanan maksimum. Pergerakan angin ini di bagian utara searah jarum jam, dan di bagian selatan berlawanan dengan arah jarum jam.
31
Terdapat beragam jenis awan, ada yang menghasilkan hujan atau salju, ada juga yang hanya bergerak lalu menghilang seiring waktu.
Secara umum awan dibedakan dari letak dan ukurannya di atmosfer.
Jenis-jenisnya tersebut dapat diamati dan dikelompokkan melalui bentuknya, ketinggian, dan presipitasi yang dihasilkan.
Awan pertama kali dikelompokkan oleh Komisi Cuaca Internasional pada tahun 1984.
Mereka membagi awan menjadi empat kelompok utama, yakni:
Awan tinggi
Awan sedang
Awan rendah
Awan perkembangan vertikal.
32
1. Awan Rendah/ Strato (Kurang dari 2 Km dari Permukaan Tanah)
Yang termasuk awan rendah adalah:
a. Stratocumulus
Mmerupakan sebutan untuk awan yang sangat rendah.
Kita dapat melihat awan ini dari tanah dengan jelas.
Awan stratocumulus dapat menghasilkan hujan, tetapi biasanya tidak lebat.
b. Nimbostratus
Merupakan awan berbentuk tebal dan cenderung tidak teratur dengan warna putih keabu-abuan.
Tekstur awan yang tebal dan menutup cahaya matahari ini kerap menghasilkan hujan dan salju.
Di daerah tropis, awan ini menghasilkan air hujan yang cukup tinggi.
Sementara di daerah subtropik hingga dingin, awan ini mampu menghasilkan salju.
33
c. Stratus
Merupakan awan berbentuk lapisan tipis melebar pada langit dengan warna putih keabu-abuan.
Awan ini menandakan kestabilan tekanan udara pada atmosfer dan kerap muncul saat cuaca sangat panas.
Biasanya, awan ini membawa hujan ringan berupa gerimis.
Bentuk awannya sangat teratur di langit meski kadang ditemui bentuk yang pecah tidak beraturan.
Terkadang, awan ini bervolume tebal, sehingga menutup cahaya matahari.
34
1. Awan Sratocumulus
2. Awan Nimbostratus
3. Awan Stratus
35
2. Jenis Jenis Awan Sedang /Alto ( Ketinggian 2-6 Km dari Permukaan Tanah)
Yang termasuk jenis awan sedang adalah :
a. Altocumulus
Merupakan awan berbentuk bulatan kecil-kecil seperti kapas yang menyebar luas di langit.
Bentuk satu awan dan yang lain terlihat seperti terikat dengan warna putih hingga abu-abu.
Persebaran awan ini sangat teratur di langit dan dapat menyelimuti sebagian besar permukaan langit.
Kemunculan altocumulus terkadang menandakan akan terjadinya hujan deras lengkap dengan petir.
36
b. Altostratus
Merupakan jenis awan yang banyak sekali mengandung butiran air.
Awan ini dapat menghasilkan hujan ringan dan virga (hujan yang tidak sampai ke tanah).
Bentuk awan ini berupa lembaran tipis yang membentuk jalur-jalur berwarna keabu-abuan.
Awan ini menutup sebagian besar permukaan langit, meski beberapa bagian masih dapat tertembus oleh cahaya matahari.
Terbentuknya altostratus biasanya saat senja dan malam hari, lalu akan perlahan hilang jika siang datang dengan matahari terik.
37
1. Awan Altocumulus
2. Awan Altostratus
38
3. Jenis Awan Tinggi/ Cirro (Ketinggian 6-12 Km dari permukaan Tanah)
a. Cirrus
Merupakan awan yang menandakan cuaca yang baik dan cerah.
Awan ini memiliki struktur yang sangat halus seperti serat, berbentuk seperti bulu burung. Terkadang ada juga yang bentuknya seperti pita yang melengkung di langit seakan bertemu pada beberapa titik di ufuk.
Cirrus kerap menghalau cahaya matahari atau bulan, sehingga menimbulkan fenomena alam bernama halo. Halo adalah fenomena yang terjadi akibat es dalam awan cirrus membiaskan sinar matahari, sehingga membentuk lingkaran cincin yang mengelilingi matahari.
Awan ini mengandung kristal es, sehingga sangat jarang sekali menghasilkan hujan.
39
Awan cirrus
40
b. Cirrostratus
Merupakan awan berwarna agak kelabu dan bertekstur sangat halus saat berada di atmosfer.
Bentuknya kadang menyerupai anyaman tidak teratur.
Cirrostratus memiliki serabut tipis yang menyerupai cadar dan dapat menutup sebagian isi langit.
Awan ini mengandung kristal es yang banyak karena letaknya yang sangat tinggi.
Pada keadaan tertentu, cirrostratus akan menebal dan membuat fenomena halo.
41
c. Cirrocumulus
Merupakan awan yang memiliki bentuk putus putus seperti gelombang domba atau sisik ikan yang sangat tipis di langit.
Susunan yang teratur ini membuat para pelaut menyebutnya sebagai gerombolan ikan makerel di langit.
Awan ini menyimpan banyak sekali kristal es dan tetesan air yang sangat dingin karena letaknya yang sangat tinggi.
42
4. Awan dengan Perkembangan Vertikal / Cumulus (Di atas 450 M dari Permukaan Tanah)
Yang termasuk jenis awan vertikal adalah :
a. Cumulus
Merupakan awan tebal berbentuk memanjang ke atas. Awan ini bisa terjadi karena tekanan udara di atmosfer sedang labil. Kandungan awan cumulus adalah butiran air serta es yang sangat dingin.
Pada bagian yang terkena cahaya matahari akan kita lihat kilauan berwarna putih. Jika keadaan ini terus berlanjut, awan ini bisa tumbuh dan berubah menjadi awan cumulonimbus.
43
Awan cumulus
44
2. Cumulonimbus
Merupakan perkembangan dari awan cumulus dengan bentuk menjulang ke atas seperti kubah.
Warna awan ini abu-abu hingga gelap dan erat hubungannya dengan hujan deras serta angin dan petir.
Cumulonimbus kerap disebut sebagai awan berbahaya, karena terdapat banyak sekali muatan listrik di dalamnya.
45
46
Tahapan-Tahapan Proses Terjadinya Hujan
Siklus terjadinya hujan melalui lima tahapan, yakni evaporasi, transpirasi, kondensasi, adveksi, dan presipitasi. Berikut penjelasannya:
1. Evaporasi
Tahap pertama dalam proses terjadinya hujan adalah tahap evaporasi. Evaporasi adalah proses penguapan air oleh sinar matahari. Penguapan tersebut mengubah wujud air menjadi gas. Panas yang diterima menyebabkan molekul dalam air bergerak lebih cepat dan saling berbenturan. Beberapa molekul akhirnya melepaskan diri dari molekul lain dan menjadi uap air.
2. Transpirasi
Transpirasi adalah proses penguapan air dari tumbuh-tumbuhan melalui stomata atau mulut daun.
47
3. Kondensasi
Uap air yang naik akan mengalami proses kondensasi (perubahan uap air menjadi air akibat pendinginan) di dalam awan. Perubahan wujud terjadi karena pengaruh suhu udara yang rendah pada ketinggian tersebut.
4. Adveksi
Adveksi adalah proses pergerakan air secara horizontal, baik dalam bentuk padat, cair, atau uap melalui atmosfer karena perbedaan tekanan udara. Proses adveksi membantu pergerakan air dari satu tempat ke tempat lainnya. Tanpa adveksi, air yang menguap di atas lautan tidak dapat jatuh sebagai hujan di atas tanah.
5. Presipitasi
Tahap inilah yang merupakan tahap terjadinya hujan. Presipitasi adalah proses ketika uap air yang terkondensasi jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan. Hujan dapat turun dengan berbagai bentuk, seperti hujan air, hujan es, atau hujan salju. Sekitar 300 kilometer kubik hujan jatuh setiap harinya.
48
49
Jenis-Jenis Hujan
Selain curah hujan, jenis-jenis hujan juga bermacam-macam. Sobat Pintar sudah tahu tentang jenis-jenis hujan? Oke, mari kita bahas.
1. Hujan Zenithal (Hujan Konveksi)
Hujan ini terjadi akibat adanya pertemuan angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara, sehingga membentuk gumpalan dan naik secara vertikal akibat terkena pemanasan ke atas awan. Proses ini menyebabkan awan yang memiliki massa berat mengalami penurunan suhu, sehingga terjadi proses kondensasi. Karena air yang menggumpal tadi sampai pada titik jenuhnya, akhirnya turunlah hujan. Karena letak turun hujan ini berada di atas garis khayal ekuator atau khatulistiwa, maka dinamakan dengan hujan zenithal. Hujan zenithal sering turun di daerah yang beriklim tropis karena intensitas penyinaran matahari yang tinggi.
50
2. Hujan Orografis
Hujan orografis adalah hujan yang terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa oleh angin mendaki lereng pegunungan. Suhu di lereng pegunungan ini semakin ke atas semakin dingin, sehingga terjadi kondensasi. Setelah proses kondensasi, awan terbentuk dan jatuh sebagai hujan. Hujan yang jatuh pada lereng yang dilalui disebut hujan orografis, sedangkan di lereng sebelahnya bertiup angin kering yang tidak membawa uap air. Lereng sebelahnya disebut sebagai daerah bayangan hujan.
51
52
3. Hujan Frontal
Hujan frontal adalah hujan yang terjadi di daerah front, yang disebabkan oleh pertemuan dua massa udara yang memiliki temperatur yang berbeda. Skema proses hujan frontal bisa kalian lihat pada gambar berikut.
53
Perubahan Iklim Global
Perubahan iklim global merupakan proses perubahan kondisi fisik atmosfer bumi yang berupa suhu hingga distribusi curah hujan. Kondisi tersebut secara langsung membawa dampak signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan manusia.
Istilah perubahan iklim global dan pemanasan global seringkali dipahami sebagai satu makna yang sama. Namun, sebenarnya pemanasan global merupakan satu fenomena yang terjadi dalam serangkaian perubahan iklim global. Indikator terjadinya perubahan iklim global bukan hanya mengenai suhu bumi saja namun juga menyangkut kondisi awan, angin, prespitasi, hingga radiasi matahari. Sementara itu, pemanasan global merupakan suatu fenomena yang terjadi sebagai akibat dari adanya peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca pada atmosfer bumi.
54
Penyebab Perubahan Iklim Global
Perubahan iklim global terjadi karena adanya proses pemanasan global serta serangkaian aktivitas manusia yang berhubungan langsung dengan lingkungan hidup. Adapun berbagai penyebab dari perubahan iklim global tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Efek rumah kaca yang ditimbulkan oleh gas rumah kaca
Penyebab pertama dari perubahan iklim adalah adanya gas rumah kaca. Sejumlah gas seperti metana, karbon dioksida, dinitrogen oksida, hingga gas berfluorinasi membentuk selebung transparan di atmosfer cenderung bertindak seperti rumah kaca yang mencegah panas matahari keluar ke luar atmosfir bumi.
55
Selubung transparan di atmosfer
56
2. Peningkatan penggunaan bahan bakar fosil kendaraan bermotor
Penyebab perubahan iklim global yang kedua adalah adanya peningkatan penggunaan bahan bakar fosil yang dihasilkan emisi dari kendaraan bermotor. Sebab, bahan bakar fosil cenderung mengakibatkan polusi gas kimia yang dilepaskan ke udara.
57
3. Peningkatan Kegiatan yang Menghasilkan Emisi
Beberapa kegiatan manusia secara tidak langsung juga dapat meningkatkan proses perubahan iklim global. Sejumlah kegiatan yang dapat menghasilkan emisi yakni seperti penebangan dan pembakaran hutan serta pembakaran batu bara.
58
4. Perubahan Orbit Bumi
Penyebab terjadinya perubahan iklim selanjutnya berasal dari orbit bumi yang mengalami perubahan.
Orbit bumi yang berada di sekitar matahari adalah lingkaran bukannya elips.
Kadang ia hampir melingkar dimana jarak Bumi berada kira-kira sama dari Matahari saat ia bergerak mengelilingi orbitnya. Pada waktu lainnya elips lebih menonjol hingga Bumi bergerak lebih dekat dan jauh dari matahari saat mengorbit. Saat Bumi lebih dekat ke matahari sendiri, iklim kemudian akan menjadi lebih hangat.
59
5. Pemanasan Global
Penyebab perubahan iklim lainnya berasal dari aktivitas pemanasan global. Pembangkit listrik dan instalasi industri lainnya ialah penghasil CO2 utama. Suhu rata-rata global saat ini sendiri adalah 0,85ºC lebih tinggi jika dibandingkan dengan akhir abad ke-19.
Masing-masing dari tiga dekade terakhir ini sendiri telah lebih hangat dibandingkan dekade sebelumnya sejak pencatatan mulai dilakukan yaitu pada tahun 1850an. Penyebab pemanasan global adalah aktivitas manusia.
Hal ini sendiri telah diamati sejak pertengahan abad ke-20. Peningkatan 2°C dibanding suhu pada masa pra-industri ini dinilai para ilmuwan sebagai ambang batas.
Pemanasan global ini menyebabkan mencairnya es di kutub/gletser, naiknya permukaan lau, berkurangya luas daratan karena pantai dan dataran rendah tergenang air, meningkatnya frekuensi badai.
60
Dampak Perubahan Iklim Global
Perubahan iklim global tidak mustahil membawa banyak dampak yang negatif terhadap bumi dan makhluk hidup. Beberapa dampaknya tersebut kini mulai dirasakan di setiap kehidupan manusia secara perlahan. Berikut dampak perubahan iklim global terhadap kehidupan antara lain:
1. Memengaruhi Kualitas Air
Adanya perubahan iklim global secara tidak langsung akan memengaruhi kualitas hingga kuantitas air bersih yang tersedia di bumi. Meski perubahan iklim global cenderung meningkatkan intensitas hujan, namun air justru berpotensi untuk tidak terserap ke dalam tanah dan langsung bermuara ke laut sehingga tidak dapat dikonsumsi.
61
2. Memicu Kepunahan Makhluk Hidup
Dampak dari adanya perubahan iklim yang dapat terlihat adalah terjadinya kepunahan masal berbagai spesies binatang. Sebab, habitat alami dari berbagai binatang tersebut cenderung rusak sebagai akibat dari kegiatan manusia.
3. Wabah Penyakit Meningkat
Selain itu, perubahan iklim global juga dapat memicu terjadinya berbagai wabah penyakit di berbagai belahan dunia. Hal itu sebagai akibat dari paparan sinar matahari berupa ultraviolet sehingga membuat manusia rentan untuk terserang berbagai penyakit.
62
4. Cuaca Ekstrem
Dampak dari perubahan iklim global yang pasti terjadi adalah cuaca ekstrem. Adapun indikator terjadinya cuaca ekstrem tersebut antara lain seperti meningkatnya suhu, permukaan air laut yang semakin naik, suhu air laut yang meningkat, pencairan gletser dan lapisan es kutub, serta peningkatan curah hujan.
63
4. Cuaca Ekstrem
Adapun indikator terjadinya cuaca ekstrem tersebut antara lain seperti meningkatnya suhu, permukaan air laut yang semakin naik, suhu air laut yang meningkat, pencairan gletser dan lapisan es kutub, serta peningkatan curah hujan.
5.Kepunahan Ekosistem
Kemungkinan terjadinya kepunahan ekosistem yaitu pada spesies hewan dan tumbuhan adalah 20-30 persen hal ini terjadi jika bertambah CO2 di atmosfer serta kenaikan suhu rata-rata global sebanyak 1,5-2,5 derajat Celcius, yang kemudian akan turut meningkatkan tingkat keasaman laut. Hal ini kemudian akan berdampak negatif terhadap para organisme-organisme laut seperti misalnya pada terumbu karang, hingga berbagai spesies yang hidupnya bergantung terhadap organisme tersebut.
64
6. Pangan dan Hasil Hutan
Diperkirakan produktivitas pertanian yang berada di daerah tropis akan mengalami penurunan jika terjadi kenaikan suhu rata-rata global di antara 1-2 derajat Celcius, hingga kemudian meningkatkan resiko bencana kelaparan.
Meningkatnya frekuensi banjir serta kekeringan kemudian akan memberi dampak buruk terhadap produksi lokal utamanya pada penyediaan pangan pada area tropis dan subtropis. Jika perubahan iklim kemudian terjadi, maka hasil panen akan turut menurun pula, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
7. Kerusakan daerah pesisir dan dataran rendah
Daerah pantai akan kian rentan terhadap naiknya permukaan air laut dan erosi pantai. Kerusakan pesisir ini sendiri kemudian akan diperparah oleh berbagai tekanan manusia di daerah pesisir. Diperkirakan pada tahun 2080 nanti sekitar jutaan orang akan terkena banjir setiap tahun diakibatkan oleh naiknya permukaan air laut.
65
Upaya Menanggulangi Perubahan Iklim
Meski tingkat emisi gas rumah kaca terus meningkat, namun terdapat juga banyak peluang untuk menguranginya. Salah satunya adalah dengan melalui perubahan pola konsumsi dan gaya hidup. Berikut ini beberapa rekomendasi kebijakan dan instrumen yang dapat dilakukan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca di bumi, seperti diantaranya:
Menghemat penggunaan bahan bakar fosil
Koversi bahan bakar fosil ke energi baru terbarukan/ energi alternatif
Penghijauan
Mengurangi penggunaan freon untuk pendingin ruangan, lemari es dan hairspray.
66
67
Multiple Choice
Udara yang bergerak karena adanya tekanan udara disebut ….
tekanan udara
massa udara
angin
kelembapan udara
68
Multiple Choice
keadaan suhu udara di suatu tempat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut, kecuali ....
tekanan udara
sudut datangnya sinar matahari
lamanya penyinaran matahari
keadaan awan
69
Multiple Choice
kondisi atau keadaan rata-rata cuaca pada suatu daerah yang luas dan ditentukan berdasarkan perhitungan waktu yang biasanya mencapai 11 tahun hingga 30 tahun disebut ...
iklim
suhu
cuaca
musim
70
Multiple Choice
Udara yang bergerak karena adanya tekanan udara disebut ….
tekanan udara
massa udara
angin
kelembapan udara
71
Multiple Choice
alat pengukur suhu adalah....
termometer
barometer
anemometer
pluviometer
72
Multiple Choice
jumlah uap air yang terkandung di dalam udara disebut....
kelembaban udara
suhu udara
angin
tekanan udara
73
Multiple Choice
alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara adalah ...
barometer
termometer
anemometer
pluviometer
74
Multiple Choice
awan yang menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur disebut ...
komulunimbus (Cb)
komulus (Cu)
nimbostratus (Ns)
stratokomulus (Sc)
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 74
SLIDE
Similar Resources on Wayground
64 questions
Komponen Otomotif X 2
Lesson
•
10th Grade
72 questions
Persamaan Lingkaran
Lesson
•
11th Grade
70 questions
KELAS 10 - BAB 2 - MAKNA SYU'ABUL IMAN
Lesson
•
10th Grade
70 questions
K3LH & Budaya Industri TJKT
Lesson
•
10th Grade
67 questions
sejarah kerajaan islam di indonesia
Lesson
•
10th Grade
68 questions
Faktor Perubahan Sosial Budaya
Lesson
•
9th Grade
69 questions
Aliran-Aliran dalam Ilmu Kalam
Lesson
•
11th Grade
70 questions
F4(S) Buy It! L34
Lesson
•
9th Grade
Popular Resources on Wayground
8 questions
Spartan Way - Classroom Responsible
Quiz
•
9th - 12th Grade
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
14 questions
Boundaries & Healthy Relationships
Lesson
•
6th - 8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
3 questions
Integrity and Your Health
Lesson
•
6th - 8th Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
9 questions
FOREST Perception
Lesson
•
KG
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade