Search Header Logo
Kesenian Daerah Istimewa Yogyakarta

Kesenian Daerah Istimewa Yogyakarta

Assessment

Presentation

Arts

9th - 12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Irkhamudin Irkhamudin

FREE Resource

14 Slides • 0 Questions

1

media

2

media

Daerah Istimewa Yogyakarta atau lebih dikenal dengan DIY
merupakan salah satu provinsi yang lekat dengan budaya
dan kesenian. Sebagai salah satu kota paling kaya secara
budaya di Indonesia, Yogyakarta menawarkan sejumlah
besar kesenian yang tak tertandingi dalam keindahannya.

Kesenian di Yogyakarta sangat dipengaruhi oleh budaya
Jawa, yang merupakan warisan dari kerajaan-kerajaan yang
pernah berkuasa di daerah ini. Seni rupa, musik, tari,
teater, dan sastra adalah beberapa bentuk kesenian yang
berkembang pesat di Yogyakarta.

3

media

Dalam presentasi ini, kita akan lebih mendalami setiap
jenis kesenian yang ada di Yogyakarta, serta melihat
bagaimana kesenian-kesenian tersebut memengaruhi budaya
dan kehidupan masyarakat di wilayah ini.

Setiap kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki
kesenian khas yang berbeda-beda, karena setiap kesenian
dipengaruhi oleh kebudayaan dan tradisi setempat.
Berikut ini adalah beberapa contoh kesenian yang
terdapat di setiap kabupaten di Daerah Istimewa
Yogyakarta:

4

media

Seni ukir kayu dan patung kayu:
Dilansir dari laman resmi
Pemerintah Kabupaten Sleman,
seni ukir kayu dan patung kayu
merupakan hasil karya seniman
lokal yang terkenal di Indonesia
maupun di luar negeri.
Saparan Bekakak Gamping merupakan upacara
adat di Sleman yang dilaksanakan pada hari
Jumat di bulan Sapar. Dalam upacara ini,
masyarakat sekitar akan memberikan
persembahan berupa hewan atau manusia.
Namun, persembahan manusia nantinya akan
diganti dengan boneka atau sejenisnya.

Tuk Si Bedug merupakan tradisi
turun temurun masyarakat di
kecamatan Seyegan, kabupaten
Sleman, Daerah Istimewa
Yogyakarta. Tradisi ini
dilaksanakan sebagai wujud
syukur masyarakat Seyegan kepada
Tuhan atas rejeki yang telah
mereka terima.

5

media

Saparan Bekakak Gamping

Tuk SIbedug

6

media

Labuhan berasal dari kata labuh yang artinya
sama dengan larung, yaitu membuang sesuatu ke
dalam air (sungai atau laut). Upacara labuhan
dalam hal ini berarti memberi sesaji kepada
roh halus yang berkuasa di suatu tempat. Asal
mula upacara labuhan pada awal masa
pemerintahannya Panembahan Senopati mencoba
mencari dukungan moril untuk memperkuat
kedudukannya. Dukungan itu diperoleh dari
Kanjeng Ratu Kidul yaitu makhluk halus
penguasa laut selatan (Samudra Indonesia).

Adat "Nyadran" (bersih desa): Dilansir
dari laman resmi Pemerintah Kabupaten
Bantul, adat "Nyadran" merupakan ritual
adat bersih desa yang dilakukan setiap
tahun oleh masyarakat Bantul.

JAthilan merupakan salah satu potensi
keenian yang dimiliki oleh Kab. Bantul.
Kesenian jathilan berasal dari kalimat
berbahasa Jawa ,"jaranne jan thil-
thillan tenan," yang jika dialihkan ke
Bahasa Indonesia menjadi, " Kudanya
benar-benar joget tak beraturan."

7

media

Kesenian
Jathilan

Upacara Labuhan

Parangkusumo

8

media

Tari

Angguk

merupakan

salah

satu

kesenian

budaya

yang

dimiliki

oelh

Kabupaten

Kulonprogo.

Keberadaan

Tari

Angguk

tidak

lepas

dari

campur

tangan

kesenian

Warok

Ponorogo. Yang kala itu telah membantu Keraton Mataram melawan pemberontakan Trunojoyo.
Selain itu, Tari Angguk juga identik dengan Tarian Dolalak yang tumbuh di Kabupaten
Purworejo. Hal tersebut membuktikan bahwa Angguk merupakan tarian yang berpadu dari
bermacam-macam kebudayaan.

Nama Tari Angguk diadopsi dari gerakan kepala para penari yang mengangguk-angguk. Ada
dua penerapan pada Tarian Angguk. Dahulu menjadi ungkapan kegembiraan masyarakat atas
panen

yang

melimpah.

Di

lain

versi,

Tari

Angguk

merupakan

sindiran

bahwa

tentara

pribumi Belanda yang sebenarnya lemah. Memang, dahulu banyak orang pribumi direkrut
menjadi tentara oleh Belanda. Masyarakat akrab menyebutnya dengan Londho Ireng.

9

media

Kesenian Tari

Angguk

10

media

Berbagai macam tarian tradisional termasuk
Tari Reog, Gandrung serta Beskalan merupakan
warisan budaya Gunungkidul yang menggambarkan
kehidupan sehari - hari masyarakat.

Tradisi rasulan merupakan ungkapan rasa
syukur terhadap hasil panen yang melimpah
yang diperoleh selama tahun, tradisi ini juga
untuk memohon keselamatan dan menolak bahaya.
Tradisi rasulan diadakan setahun sekali
setelah panen, yang dilakukan di hampir
seluruh desa di daerah Gunung Kidul.

Gejog

Lesung

Gunungkidul

merupakan

kesenian

khas

yang

berasal

dari

Gunungkidul yang mengangkat perpaduan
irama musik dengan lesung atau alu.
Lesung

adalah

alat

untuk

menumbuk

padi

yang

digunakan

para

petani

pedesaan.
Kesenian

ini

telah

turun

temurun

sejak ratusan tahun yang bermula dari
keyakinan

mitos

yang

melegenda

di

lingkungan

masyarakat

Gunungkidul.

Sekarang

ini

gejog

lesung

sering

hadir di acara-acara budaya.

11

media

Kesenian Gejog Lesung

Tradisi Rasulan

12

media

Berbagai macam tarian tradisional
termasuk Tari Gambyong dan Tari
Bedhaya. Tari Bedhaya sendiri
merupaan tarian turun temurun
dari Kerjaan Mataram yang
menggambarkan kesucian,
keindahan, serta kedamaian.

Berbagai macam upacara adat termasuk
Grebeg Suro, Grebeg Maulud, Grebeg Syawal,
Jumenengan hingga Sekaten merupakan
kesenian yang dimiliki Gunungkidul.
Kesenian tersebut diadakan dalam rangka
menghormati para leluhur.

Bregodo adalah salah satu jenis
pasukan berkuda dalam Kerajaan
Mataram Yogyakarta. Prajurit Bregodo
terkenal dengan kecepatan dan
ketangkasan mereka dalam mengendarai
kuda serta bersenjata
lengkap.Bregodo merupakan salah satu
warisan budaya yang masih dijaga
keberadaannya hingga saat ini.

13

media

Tari

Bedhaya

Tradisi Grebeg

Bregada
Kraton

14

media
media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 14

SLIDE