Search Header Logo
Penyusunan KOM

Penyusunan KOM

Assessment

Presentation

Education

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

Arif Sholehudin

FREE Resource

33 Slides • 0 Questions

1

media

Kurikulum Operasional Madrasah (KOM)

Disampaikan Oleh;

ARIF SHOLEHUDIN, S.Pd

Ketua PGM Indonesia Kota Malang

2

media

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti materi ini, peserta pelatihan diharapkan dapat:

3

media

Latar

Belakang

Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) dikembangkan
dan dikelola dengan mengacu kepada struktur kurikulum
dan standar yang ditetapkan oleh Pemerintah, dengan
menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan peserta didik,
madrasah dan daerah. Menyusunnya madrasah diberikan
kewenangan dalam menentukan format dan sistematikanya.

01

02

03

Sebelum

mengembangkan

KOM

perlu

melakukan

analisis

karakteristik dan lingkungan belajar dengan menampung
aspirasi stakeholder madrasah untuk mendapatkan gambaran
utuh kondisi dan kebutuhan madrasah dan seluruh warganya.
Hasil analisis karakteristik akan menjadi landasan dalam
proses

perumusan

visi, misi, tujuan

dan

kekhasan

madrasah.
Pelaku

pendidikan

harus

memahami

alur

berpikir

dalam

pengembangan

KOM

supaya

tidak

terjebak

pada

pemenuhan

kebutuhan

adminitratif, namun

secara

kepentingan lebih besar, bahwa pengembangan KOM
dimaksudkan untuk menjawab substansi diferensiasi
setiap madrasah.

4

media

Konsep Penyusunan

Kurikulum Operasional Madrasah

(KOM)

5

media

Kurikulum

Operasional

Madrasah (KOM)

?

1. Rencana proses belajar yang

diselenggarakan di madrasah, sebagai
pedoman seluruh penyelenggaraan
pembelajaran.

2. Dikembangkan dan dikelola dengan

mengacu kepada struktur kurikulum dan
standar yang ditetapkan oleh Pemerintah
dan menyelaraskannya dengan
karakteristik dan kebutuhan peserta didik,
Madrasah, dan daerah.

6

media

Prinsip Pengembangan KOM

Kurikulum Merdeka memberikan otonomi, kebebasan dan

keluwesan kepada madrasah dalam mengatur praktik pendidikan,
agar berani melakukan kreasi, inovasi dan terobosan dalam
memajukan madrasah.

Madrasah diberi keleluasaan untuk melakukan kreasi dan inovasi

kurikululum untuk mengakomodir karakteristik, kekhasan,
kebutuhan dan visi-misi madrasah.

7

media

Komponen KOM

Komponen 1:

Analisis

Karakteristik

Madrasah

Komponen 2: Visi,
Misi, dan Tujuan

Komponen 3:

Pengorganisasian

Pembelajaran

Komponen 4:
Perencanaan
Pembelajaran

Komponen 5:

Pendampingan dan

Evaluasi

8

media

Analisis Karakteristik/
Kekhasan Madrasah

9

media

Prinsip Analisis Lingkungan Belajar

10

media

Analisis lingkungan belajar di madrasah, dapat dengan cara:

11

media

Mari kita buat analisis karakteristik sesuai
dengan madrasah masing-masing melalui:

1.

2.

3 / 1 / 2 0 XX

SAMPL E F O O T ER T EXT

1 1

12

media

Perumusan Visi, Misi, dan Tujuan
Madrasah

13

media

Komponen 2:
Visi, Misi, dan
Tujuan madrasah

VISI

Apakah visi menggambarkan harapan seluruh warga

madrasah?

Apakah visi menyatakan tujuan besar yang ingin dicapai

madrasah?

Apakah visi sudah berpusat pada peserta didik?

MISI

Apakah misi jelas menyatakan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi? Apakah
semua warga madrasah memahami hal-hal yang menjadi prioritas untuk mencapai visi?

TUJUAN madrasah

Apakah tujuan sudah secara jelas menyatakan hasil aksi yang perlu dilakukan untuk mencapai

misi?

Apakah cara/strategi untuk mencapai misi realistis untuk dijalankan?

Tujuan Pendidikan Nasional

14

media

Visi adalah cita-cita bersama pada masa mendatang dari warga satuan pendidikan,

yang dirumuskan berdasarkan masukan dari seluruh warga madrasah.

Misi adalah pernyataan bagaimana satuan pendidikan mencapai visi yang

ditetapkan untuk menjadi rujukan bagi penyusunan program jangka pendek,
menengah, dan jangka panjang, dengan berdasarkan masukan dari seluruh warga
madrasah.

Tujuan adalah gambaran hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu oleh

setiap satuan pendidikan dengan mengacu pada karakteristik dan/atau keunikan
setiap satuan pendidikan sesuai dengan prinsip yang sudah ditetapkan

PengertianVisi, Misi, dan Tujuan

15

media

Pilihan 1

Pilihan 2

Menggunakan visi,misi,dantujuan

madrasah yang sudah ada.

Meninjau ulang visi, misi, dantujuan

madrasah serta melakukan

penyesuaiansederhana terhadap
tujuan yang disesuaikan dengan

kondisi lingkungan internal

madrasah

Pilihan 3

Pilihan 4

Meninjau ulang visi, misi, dan

tujuan madrasah, serta

menyesuaikannya berdasarkan
hasil evaluasi dan disesuaikan

dengan kondisi lingkungan internal

dan eksternal madrasah,

karakteristik pesertadidik, dan

aspirasi orangtua.

Mempertimbangkan sudut

pandang/masukan dari berbagai
pemangku kepentingan madrasah

dalam meninjau ulang secara
menyeluruh dan merumuskan
kembali visi, misi, dan tujuan

berdasarkan analisis

karakteristik/kekhasan madrasah.

Komponen 2: Pilihan Visi, Misi, dan

Tujuan

Prinsip penting dalam membuat tujuan

16

media

Pengorganisasian Pembelajaran

17

media

Komponen 3: Pengorganisasian Pembelajaran

Madrasah menyusun pembelajaran yang meliputi:

Intrakurikuler

Pembelajaran berisi muatan mata
pelajaran dan muatan tambahan

lainnya jika ada (mulok), penetapan

konsentrasi dan Praktik Kerja
Lapangan untuk MAK, Program
Kebutuhan Khusus dan Pasca
Madrasah untuk madrasa yang

memiliki PDBK

.

Kokurikuler

Projek penguatan profil

pelajar

Proyek Penguatan Profil pelajar

Pancasila dan Profil pelajar Rahmatan

lil Alamin dirancang dalam bentuk

kokurikuler atau dapat juga dirancang
secara terpadu dengan intrakurikuler

maupun ekstrakurikuler.

Ekstrakurikuler

Kegiatan kurikuler yang dilakukan

di luar jam belajar di bawah
bimbingan dan pengawasan

madrasah.

18

media

PROGRAM INTRA-

KURIKULER

PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

DAN PROFIL PELAJAR RAHMATAN LIL ALAMIN

PROGRAM EKSTRAKURIKULER

Tujuan

Mengembangkan
kompetensi pelajar sesuai
CP

Menguatkan Profil Pelajar dan membangun
pemahaman mengenai isu-isu penting dan melatih
kemampuan penyelesaian masalah dalam tema atau
isu penting terkait Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (Sustainable Development Goals,
SDGs)

Sarana bagi peserta didik untuk
mengeksplorasi dan melatih keterampilan
sesuai minat dan bakat peserta didik

Metode

Menggunakan

berbagai metode
pengajaran/pendekata
n belajar

Menggunakan berbagai

instrumen asesmen dalam
menilai progress dan
capaian peserta didik

Melibatkan guru dalam proses

desain asesmen dan moderasi
hasil asesmen

mengasah kepekaan dan mengeksplorasi isu riil dan

kontekstual dalam bentuk projek

Memberikan ruang lebih banyak bagi peserta

didik untuk bekerja mandiri dan fleksibel

Melibatkan seluruh komunitas madrasah

(peserta didik, guru, staf, orangtua) serta
narasumber/profesional

Bersifat individual dan merupakan

pilihan peserta didik

Melibatkan guru dan narasumber

profesional dalam melatih
keterampilan tertentu

Hasil

Bukti pencapaian CP berupa

portfolio/kumpulan hasil
pekerjaan peserta didik dari
berbagai instrumen asesmen

Dilaporkan melalui rapor

Bukti berupa jurnal kerja yang fokus pada proses

dan pencapaian tujuan proyek

madrasah menyediakan waktu khusus untuk

peserta didik menunjukkan hasil proyek melalui
pameran/pertunjukan

Dilaporkan melalui rapor pada bagian terpisah

dengan intrakurikuler

Bukti berupa testimoni atau cerita

dari peserta didik

madrasah bisa memilih

bentuk pelaporan

Penjelasan Struktur Kurikulum di Satuan Pendidikan

19

media

Komponen 3: Pengorganisasian Pembelajaran
Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan secara terintegrasi

03

Konsep-konsep dan keterampilan tertentu dari mata pelajaran
diajarkan secara kolaboratif (team teaching).

Pendidik berkolaborasi sedemikian rupa untuk merencanakan,
melaksanakan dan melakukan asesmen untuk suatu pembelajaran
yang terpadu.

Sebagai contoh mengajarkan muatan Ilmu Pengetahuan Alam atau
Ilmu Pengetahuan Sosial secara terintegrasi.

Pendekatan tematik

02

Pembelajaran disusun berdasarkan tema yang menaungi kompetensi-
kompetensi dari berbagai mata pelajaran.

Pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi
dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.

SD/MI dapat mengorganisasikan muatan pembelajaran menggunakan
pendekatan mata pelajaran atau tematik.

Pendekatan mata pelajaran

01

Setiap pembelajaran dilakukan terpisah antara satu mapel dengan
mapel lainnya.

Tatap muka dilakukan secara reguler setiap minggu, dengan jumlah
jam tatap muka sesuai dengan yang ditetapkan oleh masing-masing
madrasah berdasarkan ketentuan minimal dari pemerintah.

Pendekatan secara bergantian
dalam blok waktu terpisah

04

Pembelajaran dikelola dalam bentuk blok-blok waktu dengan
berbagai macam pengelompokkan.

Sebagai contoh, mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia dan IPAS
akan diajarkan dari jam 07.00- 12.00 dalam semester 1. Contoh
lain, mengajarkan muatan Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu
Pengetahuan Sosial secara bergantian dalam blok waktu yang
terpisah.

20

media

Struktur Kurikulum

1.

Pembelajaran intrakurikuler.
Kegiatan pembelajaran intrakurikuler
untuk setiap mata pelajaran mengacu
pada capaian pembelajaran.

2.

Projek penguatan profil pelajar.
Kegiatan khusus yang ditujukan untuk
memperkuat upaya pencapaian profil
pelajar Pancasila dan profil pelajar
Rahmatan Lil Alamin yang mengacu
pada Standar Kompetensi Lulusan.

Pengelolaan waktu pelaksanaan, projek
dapat dilaksanakan dengan menjumlah
alokasi jam pelajaran projek dari semua mata
pelajaran dan jumlah total waktu
pelaksanaan masing-masing projek tidak
harus sama.

Alokasi waktu untuk setiap projek penguatan
profil pelajar tidak harus sama. Satu projek
dapat dilakukan dengan durasi waktu yang
lebih panjang dari pada projek yang lain.

21

media

Muatan

Lokal

Madrasah menambahkan muatan lokal yang ditetapkan oleh pemerintah daerah
sesuai dengan karakteristik daerah. madrasah dapat menambahkan muatan
tambahan sesuai karakteristik madrasah secara fleksibel, melalui 3 (tiga) pilihan
sebagai berikut:

1.
Mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain;

2.
Mengintegrasikan ke dalam tema projek penguatan profil pelajar; dan/atau

3.
Mengembangkan mata pelajaran yang berdiri sendiri.

22

media

Intrakurikuler

Berdasarkan regulasi yang mengatur struktur kurikulum merdeka, kegiatan pembelajaran intrakurikuler dirancang agar anak dapat

mencapai kemampuan yang tertuang di dalam capaian pembelajaran

(CP) fase pondasi. Intisari kegiatan pembelajaran

intrakurikuler adalah bermain bermakna sebagai perwujudan “Merdeka Belajar, Merdeka Bermain”. Kegiatan yang dipilih harus

memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi anak.

Kokurikuler

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamiin (PPRA) dirancang dalam bentuk

kokurikuler, atau dapat juga dirancang secara terpadu dengan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Penguatan profil pelajar pada

jenjang PAUD dilakukan dalam konteks perayaan tradisi lokal, hari besar nasional, dan internasional. Pelaksanaannya menggunakan

alokasi waktu kegiatan di PAUD dengan ketentuan 1 sampai dengan 2 projek profil dengan tema berbeda dalam satu tahun. Dari 4

tema yang telah ditentukan : Aku Sayang Bumi, Aku Cinta Indonesia, Kita Semua Bersaudara, Imajinasi dan Kreativitasku. Projek

Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

dirancang agat anak mencapaian Dimensi, elemen dan sub elemen profil pelajar

Pancasila, sedangkan PPRA yang dimaksudkan untuk menguatkan perwujudan sepuluh nilai profil pelajar rahmatan lil ‘alamiin,

Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan diluar jam belajar di bawah bimbingan dan pengawasan satuan RA, sebagai wadah untuk

mengembangkan potensi, bakat, minat kemampuan, kepribadian, Kerjasama dan kemandirian anak secara optimal.

23

media

Struktur Kurikulum SD/MI

Struktur kurikulum SD/MI dibagi menjadi 3 (tiga) Fase:

a.Fase A untuk Kelas I dan Kelas II;

b.Fase B untuk Kelas III dan Kelas IV; dan

c.Fase C untuk Kelas V dan Kelas VI.

Satuan

pendidikan

SD/MI

dapat

mengorganisasikan

muatan pembelajaran menggunakan pendekatan mata

pelajaran atau tematik. Proporsi beban belajar di SD/MI

terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:

a.

pembelajaran intrakurikuler; dan

b.

projek penguatan profil pelajar Pancasila dan

profil

pelajar

Rahmatan

Lil

Alamin,

dialokasikan sekitar 20-30% beban belajar per-

tahun.

peserta

didik,

dan

tidak

harus

dikaitkan

dengan

capaian

pembelajaran pada mata pelajaran. Secara pengelolaan waktu

pelaksanaan,

projek

dapat

dilaksanakan

dengan

menjumlah

alokasi jam pelajaran projek penguatan profil pelajar dari semua

mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-

masing projek tidak harus sama.

muatan

maupun

waktu

pelaksanaan.

Secara

muatan,

projek

harus mengacu pada capaian profil pelajar sesuai dengan fase

pelajar Rahmatan Lil Alamin dilakukan secara fleksibel, baik

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dan profil

24

media

Struktur Kurikulum SMP/MTs

Struktur kurikulum SMP/MTs terdiri atas 1 (satu) fase yaitu Fase D. Fase D yaitu untuk Kelas VII,
Kelas VIII, dan Kelas IX.

Struktur kurikulum SMP/MTs terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:

a.
pembelajaran intrakurikuler; dan

b.
projek penguatan profil pelajar Pancasila dan profil pelajar Rahmatan Lil Alamin dialokasikan
sekitar 20-30% total JP per-tahun.

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dan profil pelajar Rahmatan Lil Alamin
dilakukan secara fleksibel, baik secara muatan maupun secara waktu pelaksanaan.

Secara muatan, projek profil harus mengacu pada capaian profil pelajar sesuai dengan fase peserta
didik, dan tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran.

Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam
pelajaran projek dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing
projek tidak harus sama.

25

media

Struktur Kurikulum SMA/MA

Struktur kurikulum SMA/MA terdiri atas dua fase yaitu:

a. Fase E untuk Kelas X; dan

b. Fase F untuk Kelas XI dan Kelas XII.

Struktur kurikulum untuk SMA/MA terbagi menjadi dua, yaitu:

a. pembelajaran intrakurikuler; dan

b. projek penguatan profil pelajar Pancasila dan profil pelajar

Rahmatan Lil Alamin

dialokasikan sekitar 20-30 total JP per-

tahun.

pelajar Rahmatan Lil Alamin dilakukan secara fleksibel, baik
secara muatan maupun secara waktu pelaksanaan.
Secara muatan, projek profil harus mengacu pada capaian profil

Satuan pendidikan wajib
membuka kelompok mata
pelajaran umum serta sekurang-
kurangnya 3 (tiga) kelompok
mata pelajaran pilihan. Setiap
peserta didik wajib mengikuti:


seluruh mata pelajaran dalam
kelompok mata pelajaran
umum; dan


memilih 4 (empat) sampai
dengan 5 (lima) mata
pelajaran
pelajar sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan
dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran.
Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan
dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata
pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek
tidak harus sama.

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dan profil

26

media

Fase F Untuk Kelas XI dan Kelas XII

Di fase F, struktur mata pelajaran dibagi menjadi 5 (lima) kelompok
utama, yaitu:

a.
kelompok mata pelajaran umum. Setiap SMA/MA wajib membuka
atau mengajarkan seluruh mata pelajaran dalam kelompok ini dan
wajib diikuti oleh semua peserta didik SMA/MA.

b.
kelompok mata pelajaran Pilihan

Khusus untuk madrasah/sekolah yang ditetapkan pemerintah sebagai
madrasah/sekolah keolahragaan atau seni, dapat dibuka kelompok mata
pelajaran Olahraga atau Seni, sesuai dengan sumber daya yang tersedia
di SMA/MA.

27

media

Struktur Kurikulum SMK/MAK

Struktur kurikulum SMK/MAK terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:

a. pembelajaran intrakurikuler; dan

b. projek penguatan profil pelajar Pancasila dan profil pelajar Rahmatan Lil Alamin yang dialokasikan sekitar

20-30% total JP per tahun.

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dan profil pelajar Rahmatan Lil Alamin dilakukan
secara fleksibel, baik secara muatan maupun secara waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek profil harus
mengacu pada capaian profil pelajar sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan dengan
capaian pembelajaran pada mata pelajaran. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan
dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan
masing-masing projek tidak harus sama.

28

media

Pengorganisasian Muatan Pembelajaran
sesuai dengan jenjang masing-masing

Pelajari alokasi waktu intrakurikuler
pertahun (minggu)

Pelajari alokasi waktu P5 dan PPRA
pertahun

Pelajari total JP pertahun

3 / 1 / 2 0 XX

SAMPL E F O O T ER T EXT

2 8

29

media

Perencanaan Pembelajaran

30

media

Komponen 4: Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran meliputi:


ruang lingkup madrasah - penyusunan alur tujuan pembelajaran atau silabus. Dalam ruang lingkup
madrasah, perumusan dan penyusunan alur dan tujuan pembelajaran atau silabus mata pelajaran
berfungsi mengarahkan madrasah dalam merencanakan, mengimplementasi, dan mengevaluasi
pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara sistematis, konsisten,
dan terukur.


ruang lingkup kelas -penyusunan modul ajar atau rencana pelaksanan pembelajaran. Untuk dokumen
rencana pelaksanaan pembelajaran pada ruang lingkup kelas, madrasah dapat menggunakan,
memodifikasi, atau mengadaptasi contoh modul ajar yang disediakan Pemerintah, dan cukup
melampirkan beberapa contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/modul ajar atau bentuk
rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran pada bagian Lampiran.

Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen pada mata pelajaran Praktik Kerja Lapangan (PKL) di
MAK dilaksanakan secara kolaboratif oleh madrasah dan mitra dunia kerja.

31

media

Monitoring dan Evaluasi

Kurikulum Merdeka

32

media

REFLEKSI

DAN UMPAN

BALIK

PERENCANAA

N

Pemetaan kurikulum dan

perencanaan
pembelajaraan

PELAKSANAAN

pembelajaran

EVALUASI
pembelajaran

PENDAMPINGAN DAN

PENGEMBANGAN

PROFESIONAL

PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL

33

media

Terimakasih

Semoga Bermanfaat

3 / 1 / 2 0 XX

SAMPL E F O O T ER T EXT

3 3

media

Kurikulum Operasional Madrasah (KOM)

Disampaikan Oleh;

ARIF SHOLEHUDIN, S.Pd

Ketua PGM Indonesia Kota Malang

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 33

SLIDE