

Modul Sel
Presentation
•
Biology
•
4th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Nurul Inayah
FREE Resource
46 Slides • 0 Questions
1
1
SMA / MA Kelas XI
~ MODUL ~
JARINGAN TUMBUHAN
NAMA SISWA
:
NISN
:
Oleh : Nurul Inayah
2
2
PENDAHULUAN
A.Identitas Modul
Mata pelajaran
: Biologi
Kelas
: XI
Materi
: Jaringan Tumbuhan
Alokasi waktu
: 3 × 45 Menit
B.Kompetensi Dasar
3.3 Menganalisis keterkaitan antara struktur sel pada jaringan tumbuhan dengan fungsi
organ pada tumbuhan.
4.3 Menyajikan data hasil pengamatan struktur jaringan dan organ pada tumbuhan
C.Deskripsi Materi
Tumbuhan merupakan organisme multiseluler yang terdiri atas banyak sel. Sel-sel
tumbuhan yang memiliki bentuk, susunan dan fungsi yang sama akan membentuk
jaringan tumbuhan tertentu. Beberapa jenis jaringan yang berbeda akan membentuk
suatu organ, misalnya akar, batang, daun, buah dan biji. Beberapa organ tumbuhan
dimanfaatkan untuk perkembangan tumbuhan.
D.Petunjuk Penggunaan Modul
Petunjuk Umum:
Modul terdiri dari 3 kegiatan pembelajaran, setiap kegiatan pembelajaran
diakhiri dengan latihan dan penilaian diri. Di akhir modul siswa akan diuji tingkat
pemahaman terhadap materi dengan soal yang terdapat pada evaluasi. Siswa dapat
mengetahui langsung hasil belajarnya setelah mengerjakan soal evaluasi.
Pentunjuk Khusus:
1.Modul ini dapat dipelajari oleh siswa dalam waktu 3 × 45 menit (3 × pertemuan)
2.Bacalah materi pada kegiatan pembelajaran yang ada dalam modul secara utuh agar
memiliki pemahaman yang baik tentang materi yang dipelajari
3.Kerjakan tugas mandiri, soal yang terdapat pada latihan, penilaian diri dan evaluasi
yang ada dalam modul sesuai dengan petunjuk yang disediakan
4.Jika dalam mempelajari modul ini kalian menemukan hal-hal yang belum bisa
dipahami, silahkan berkomunikasi dengan teman atau guru mata pelajaran.
E.Materi Pembelajaran
Modul ini terbagi menjadi 3 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat
uraian materi, lembar kegiatan praktikum dan soal evaluasi.
3
3
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
JARINGAN MERISTEM
A.Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik mampu:
1.Memahami strukur jaringan meristem penyusun tubuh tumbuhan
2.Memahami perbedaan jenis jaringan meristem penyusun tubuh tumbuhan
3.Memahami fungsi dari masing-masing jaringan meristem penyusun tubuh tumbuhan
4.Menganalisis keterkaitan antara struktur fungsi sel pada jaringan meristem.
B.Uraian Materi
Perhatikan gambar proses perkecambahan berikut ini:
Gambar 1. Perbandingan perkecambahan tipe epigeal dan hipogeal
www.torajafarmer.wordpress.com
1.Pengertian Jaringan Meristem
Pertumbuhan pada tumbuhan tidak bisa dipisahkan dari peran dan fungsi
jaringan meristem. Jaringan meristem telah mendorong terjadinya pertumbuhan pada
tumbuhan, baik itu tumbuhan primer maupun pertumbuhan sekunder. Jaringan
meristem atau disebut juga jaringan embrional adalah jaringan yang sel-selnya aktif
Apa itu jaringan?
Jaringan
adalah
sekelompok
sel yang
mempunyai asal,struktur, dan
fungsiyang sama.
Apakah ada pohon mangga di halaman rumahmu atau di
sekitar rumahmu? Pernahkah kamu atau ayahmu memotong ranting
pada batang pohon mangga tersebut? Dan beberapa waktu atau
beberapa minggu kemudian, muncul lagi pucuk daun baru dan batang
baru pada potongan batang ranting mangga tersebut. Nah, kira-kira
kenapa hal tersebut bisa terjadi? Mengapa pada pohon tersebut tidak
mati melainkan tumbuh kembali pucuk-pucuk baru dan bahkan
daunnya bertambah lebat?
Tahukah kamu mengapa hal tersebut bisa terjadi? Nah,
ternyata hal tersebut bisa terjadi karena adanya jaringan meristem pada
tumbuhan. Apasih jaringan meristem itu? Apa saja jenis jaringan
meristem? Bagaimana ciri-cirinya? apa sih fungsi dari jaringan
meristem tersebut? Nahh, untuk mengetahui hal tersebut bacalah materi
berikut!
4
4
membelah secara mitosis, sehingga tumbuhan mengalami pertumbuhan tinggi dan
volume (Aryulina, 2017).
a.Ciri-Ciri Jaringan Meristem
Menurut Pratiwi (2007) jaringan meristem memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)Terdiri atas sel-sel muda yang aktif membelah dan berukuran kecil
2)Susunan selnya sangat rapat, sehingga tidak memiliki ruang antarsel
3)Bentuk selnya bulat, lonjong, poligonal, kuboid, atau prismatik, dengan
dinding sel yang tipis
4)Sel-selnya memiliki banyak protoplasmayang memenuhi isi sel
5)Sel-selnya memiliki satu atau dua inti sel yang berukuran besar
6)Vakuola selnya sangat kecil atau tidak ada sama sekali, dengan plastida yang
belum matang atau berupa proplastida
7)Sel-selnya belum mengalami diferensiasi atau spesialisasi dalam mendukung
fungsi tertentu pada tumbuhan
8)Beberapa dapat berfungsi sebagai jaringan penyimpan makanan.
b.Fungsi Jaringan Meristem
Jaringan meristem berfungsi sebagai jaringan embrionik untuk membentuk
sel-sel baru. Sel-sel baru ini nantinya akan berdiferensiasi menjadi jaringan lain.
Pada jaringan meristem, tidak ditemukan fungsi khusus seperti pada jaringan
dewasa. Akan tetapi, keberadaan jaringan meristem sangat penting bagi
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan (Nunung, 2014).
c.Jenis-Jenis Jaringan Meristem
Menurut Aryulina (2017) jaringan meristem dapat
dibedakan berdasarkan posisinya
1)Berdasarkan posisinya pada tubuh tumbuhan
Jaringan meristem dibagi menjadi tiga, yaitu:
a)Meristem apikal
Meristem apikal adalah meristem yang terletak di ujung batang utama,
ujung lateral, dan ujung akar. Pertumbuhan meristem apikal menyebabkan
pertambahan panjang (tinggi) pada tumbuhan, baik ke arah atas pada
apikal batang maupun ke arah bawah pada apikal akar.
b)Meristem Interkalar
Meristem interkalar adalah maristem yang terletak diantara jaringan
dewasa atau jaringan yang sudah terdiferensiasi. Meristem interkalar dapat
Diferensiasi
merupakan
proses
tumbuh
dan
berkembangnya sel ke
arah fungsi khusus yang
tidak dimiliki oleh sel
asal.
Diferensiasi
berlangsung
sewaktu
embrio,
berkat
diferensiasi
suatu
individu
bentuk
definitive
jadi terdiri
atas berbagai macam
jaringan.
5
5
ditemukan pada pangkal ruas batang tumbuhan golongan rumput-
rumputan (Poaceae), beberapa anggota spesies dari Caryophyllaceae dan
Polygonaceae, serta paku ekor kuda (Equistumsp.).
c)Meristem Lateral
Meristem lateral adalah maristem yang terletak sejajar dengan permukaan
batang atau akar, contohnya adalah kambium gabus (folagen) dan
kambium vaskuler (kambium pembeuluh). Meristem lateral menyebabkan
terjadinya pertumbuhan sekunder pada batang maupunakar sehingga
batang dan akar akan membesar.
Gambar 2. Jaringan meristem pada tumbuhan
www.wurk.net
6
6
C.Rangkuman
Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai asal, struktur, dan fungsi yang
sama. Tumbuhan tersusun atas dua jenis jaringan, yaitu jaringan maristem dan jaringan
dewasa.
Jaringan meristem dapat dibedakan berdasarkan posisinya pada tubuh tumbuhan
dan berdasarkan asal-usulnya. Berdasarkan posisinya pada tubuh tumbuhan ada tiga jenis
jaringan yaitu:
a.Meristem apikal
Meristem apikal adalah meristem yang terletak di ujung batang utama, ujung
lateral, dan ujung akar.
b.Meristem interkalar
Meristem interkalar adalah meristem yang terletak diantara jaringan dewasa atau
jaringan yang sudah terdiferensiasi.
c.Meristem lateral
Meristem lateral adalah meristem yang terletak sejajar dengan permukaan batang
atau akar.
7
7
D.Tugas Mandiri
Untuk mengerjakan tugas mandiri ini, kamu bisa mengambil sebuah tanaman apa
saja di sekitarmu, misalnya tanaman bayam. Nah, perhatikanlah bagian-bagian dari
tanaman bayam tersebut. Apakah sama dengan gambar di bawah? Tuliskan juga bagian-
bagian dari tanaman tersebut sesuai penunjukan gambar di bawah ini.
Dari contoh tanaman di atas, tuliskan apa saja ciri struktur dan apa fungsi dari
bagian-bagian tanaman yang kalian ditemukan. Isilah tabel di bawah ini!
No
Macam Meristem
Ciri Struktur
Fungsi
1.
2.
3.
8
8
E.Soal Uraian
1.Terdapat sebuah pohon mangga yang tinggi dan lebat. Pohon mangga adalah tumbuhan
yang berbatang tegak, memiliki banyak cabang, dan daun yang rindang berwarna hijau.
Pada pohon mangga dewasa dapat mencapai tinggi hingga 10 - 40 meter, dan pohon
mangga dapat hidup mencapai usia hingga 100 tahun lebih. Jelaskan jaringan apa yang
berperan dan bagaimana proses dalam berkembangnya tinggi dan lebat pohon mangga!
2.Jelaskan mengapa pohon enau dapat tumbuh memanjang dan membesar!
3.Analisislah aktivitas jaringan meristem yang dapat menyebabkan pertumbuhan
memanjang dari batang jagung!
4.Mengapa pada jaringan meristem primer ujung batang bagian tumbuhannya
dihilangkan? Jelaskan!
Lembar Jawaban!
1.............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................
2.............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................
4.............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................
3.............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................
9
9
Kunci Jawaban
No
Pembahasan
Skor
1 Jaringan meristem yang berperan dalam tinggi batang pohon mangga adalah jaringan
meristem apikal (ujung). Meristem apikal adalan meristem yang terletak di ujung
batang utama, ujung lateral, dan ujung akar. Pertumbuhan meristem apikal
menyebabkan pertambahan panjang (tinggi) pada tumbuhan, baik ke arah atas pada
apikal batang maupun ke arah bawah pada apikal akar.
Jaringan meristem yang berperan dalam lebat suatu puhon mangga adalah jaringan
meristem interkalar (antara). Jaringan meristem interkalar merupakan jaringan
meristem yang terletak di antara jaringan-jaringan dewasa, misalnya seperti jaringan
pada pangkal ruas batang atau pangkal tangkai ranting.
2 Pohon enau dapat tumbuh memanjang dan membesar karena adanya aktivitas dari
jaringan meristem apikal yang terletak pada ujung akar dan ujung batang pohon enau.
Pada pohon enau tidak terdapat kambium sehingga batang dapat menjadi lebih besar yang
bukan karena pertumbuhan sekundernya melainkan karena adanya pertumbuhan primer
yang dapat menambah jumlah sel dan pembesaran tiap sel.
3 aktivitas jaringan meristem yang dapat menyebabkan pertumbuhan memanjang dari
batang jagung yaitu meristem apikal dan meristem interkalar.
4 Tujuan dihilangkannya jaringan meristem di ujung bagian tumbuhan yaitu agar tumbuhan
dapat menumbuhkan cabang-cabang lateral, sehingga tumbuhan nantinya akan tumbuh
lebih produktif.
Cocokkan jawaban dengan kunci jawaban. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut
untuk mengetahui tingkat penguasaan terhadap kegiatan pembelajarn.
Konversi tingkat penguasaan:
90 – 100%
= baik sekali
80 – 89%
= baik
70 – 79 %
= cukup
< 70%
= kurang
10
10
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
JARINGAN DEWASA (PERMANEN)
A.Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 2 peserta didik diharapkan mampu:
1.Memahami struktur jaringan permanen penyusun tubuh tumbuhan
2.Memahami perbedaan jenis jaringan permanen penyusun tubuh tumbuhan
3.Memahami fungsi dari masing-masing jaringan permanen penyusun tubuh tunbuhan
B.Uraian Materi
1.Jaringan Dewasa (Jaringan Permanen)
Jaringan embrional atau jaringan meristem akan berkembang menjadi jaringan
dewasa atau jaringan permanen. Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah
mengalami diferensiasi menjadi bentuk lain sesuai dengan fungsi.
Menurut Pratiwi (2007) jaringan dewasa memiliki ciri-ciri sebagai berikut,
yaitu:
a)Tidak melakukan aktivitas pembelahan
b)Sel-selnya berukuran relatif besar dibandingkan dengan sel-sel meristem
c)Mengalami penebalan pada dinding sel sesuai dengan fungsinya
d)Sel-selnya memiliki vakuola yang besar, sehingga mengandung sedikit sitoplasma
e)Terdapat ruang antarsel
f)Kadang-kadang, sel-selnya telah mengalami kematian.
Tahukah kamu bukan hanya manusia yang memiliki
jaringan dalam tubuhnya, tumbuhan juga memiliki jaringan-
jaringan. Nah, apakah kalian sudah tahu apa itu jaringan?
Jaringan adalah sekelompok sel-sel yang mempunyai fungsi dan
bentuk yang sama. Setiap sel suatu organisme memiliki ukuran
yang bervariasi, dan ukuran sel dapat mencerminkan fungsi apa
yang dilakukan dari sel tersebut.
Semua fungsi hidup organisme bersel satu dilakukan
oleh sel tunggal itu sendiri. Sedangkan pada organisme bersel
banyak, seringkali sel tidak dapat bekerja sendiri. Setiap sel
bergantung kepada sel yang lain. interaksi dan kerja sama di
antara sel dapat menyebabkan organisme yang membentuk
jaringan
dapat mempertahankan
hidupnya.
Nah, untuk
memahami lebih jauh, yuk simak penjelasan berikut tentang
struktur jaringan permanen, jenis-jenis jaringan permanen, dan
apa saja fungsi dari masing-masing jaringan permanen tersebut!.
11
11
Menurut Slamet (2014) jaringan dewasa berrdasarkan fungsinya, dibagi menjadi
lima macam, yaitu jaringan pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim),
jaringan pengikat (vaskuler), jaringan penyokong (penguat), dan jaringan sekretoris.
1.Jaringan pelindung (epidermis)
Jaringan epidermis adalah jaringan yang tersusun dari lapisan sel-sel yang
menutupi permukaan organ tumbuhan, seperti daun, batang, dan akar. Jaringan
epidermis berkembang dari protoderm dan umumnya tersusun dari selapis sel,
misalnya pada epidermis atas dan epidermis bawah daun.
Jaringan epidermis memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a)Umumnya tersusun atas selapis sel
b)Sel-selnya tersusun rapat satu sama lain, tidak terdapat ruang antar sel
c)Dinding selnya memiliki ketebalan yang berbeda-beda.
d)Umumnya tidak memiliki kloroplas, sehingga tidak dapat melakukan
fotosintesis.
Jaringan epidermis memiliki fungsi sebagai berikut:
1)Sebagai pelindung tubuh tumbuhan dari gangguan mekanik, patogen, atau
kahilangan air dan nutrisi lainnya
2)Sebagai sekresi getah. Pada beberapa tumbuhan insektivora, yaitu tumbuhan
pemakan serangga, misalnya kantong semar
3)Berperan dalam penyerapan air dan hara. Fungsi ini dilakukan oleh sel-sel
epidermis akar, yang sudah bermodifikasi menjadi bulu akar
2.Jaringan Dasar (Parenkim)
Jaringan parenkim merupakan jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup,
dengan struktur morfologi dan siologi yang bervariasi. Jaringan parenkim disebut
jaringan dasar karena terdapat pada hampir seluruh bagian tubuh tumbuhan.
Contohnya, parenkim palisade yang terdapat di daun dan parenkim penimbun
yang terdapat di akar.
Jaringan parenkim memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)Tersusun dari sel-sel hidup yang berukuran besar
2)Bentuk selnya polihedron dengan dinding sel primer
3)Memiliki inti sel yang berukuran besar dengan banyak vakuola
4)Letak selnya tidak terlalu rapat, sehingga terdapat ruang antarsel
5)Dapat bersifat maristematik.
12
12
Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dibagi menjadi 4, yaitu:
a)Parenkim udara, merupakan parenkim yang mampu menyimpan udara, karena
memiliki ruang antarsel yang besar. Parenkim udara disebut juga aerenkim.
Terdapat pada alat pengapung tumbuhan hidrofit seperti eceng gondok.
Gambar 2. Tanaman Eceng Gondok
www.KKP.News
b)Parenkim penutup luka, merupakan parenkim yang bersifat meristematik,
karena melakukan pembelahan diri untuk regenerasi parenkim baru. Parenkim
penutup luka disebut juga felogen (kambium gabus).
c)Parenkim pengangkut, merupakan parenkim yang terdapat di sekitar xilem dan
floem. Parenkim pengangkut memilki sel-sel yang bentuknya memanjang
sesuai dengan arah pengangkutannya.
d)Parenkim air, marupakan parenkim yang mampu menyimpan air. Berbanding
sel tipis dengan vakuola besar yang berisi cairan agak berlendir. Parenkim air
terdapat pada tanaman (xerofit lepifit) seperti kaktus dan lidah buaya untuk
menghadapi kekeringan.
Gambar Kaktus dan Lidah Buaya
www.Bobo
Pernahkah kamu melihat tumbuhan seperti pada gambar di atas? Pasti
pernahkan? Yah, gambar di atas adalah gambar tumbuhan eceng gondok. Terlihat pada
gambar, tumbuhan tersebut hidup di atas air atau terapung di atas air. Mengapa hal
tersebut bisa terjadi? Nah, ternyata hal tersebut bisa terjadi karena tanaman eceng
gondok memiliki ruang di antara sel satu dan lainnya yang berukuran besar dan berisi
udara, kemudian sel-sel penyusunnya berbentuk bulat untuk mengapung di air.
13
13
Gambar 3. Jenis-jenis jaringan parenkim
www.bespedia.com
3.Jaringan Pengangkut (Vaskuler)
Jaringan pengangkut adalah jaringan yang berfungsi untuk mengangkut air
dan garam mineral, serta hasil fotosintesis. Jaringan pengangkut terdiri atas xilem
dan floem.
a.Xilem
Xilem adalah jaringan pengangkut yang berfungsi mengangkut air dan garam
mineral dari akar menuju daun. Tersusun atas yang umumnya berupa sel mati
dengan dinding tebal dari bahan lignin.
Berikut adalah gambar komponen penyusun xilem
Gambar 4. Komponen Penyusun Xilem
www.mapel.id
b.Floem
Floem adalah jaringan pengangkut yang berfungsi mengangkut dan
mendistribusikan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian
tubuh tumbuhan. Floem tersusun dari sel-sel hidup dan sel-sel mati.
14
14
4.Jaringan Penyokong (Pengangkut)
Jaringan penyokong adalah jaringan yang menunjang bentuk tubuh tumbuhan.
Ciri-ciri jaringan penyokong adalah memiliki sel-sel berdinding tebal dan kuat,
serta telah mengalami spesialisasi pada sel-selnya.
Jaringan penyokong memiliki fungsi sebagai berikut:
1)Menegakkan batang dan menguatkan daun
2)Melindungi embrio biji
3)Melindungi tumbuhan dari gangguan mekanis
4)Memperkuat jaringan aerenkim (parenkim penyimpan udara)
5)Melindungi jaringan pengangkut.
Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong dibagi menjadi dua,
yaitu kolenkim dan sklerenkim.
1)Kolenkim
Jaringan kolenkim merupakan jaringan penguat pada organ-organ
tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
Jaringan ini terdapat pada batang, daun, bagian-bagian bunga dan buah, serta
akar yang terkena cahaya matahari.
Jaringan kolenkim memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a)Tersusun dari sel-sel yang hidup
b)Ukuran dan bentuk sel beragam. Ada yang berbentuk prisma pendek atau
panjang seperti serat dengan ujung meruncing
c)Penebalan dinding sel tidak teratur. Hanya memiliki dinsing sel primer
yang lunak, lentur, dan tidak berlignin
d)Isi sel dapat mengandung kloroplas dan tanin.
2)Sklerenkim
Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penguat pada organ
tumbuhan yang sudah berhenti melakukan pertumbuhan dan perkembangan.
Jaringan ini tersusun dari sel-sel yang dindingnya mengalami penebalan
sekunder dari bahan lignin.
Jaringan sklerenkim memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a)Tersusun dari sel-sel yang sudah mati
b)Sel-sel penyusunnya memiliki dinding yang tebal dari bahan lignin,
sehingga bersifat kaku dan keras
15
15
c)Sel-selnya tidak memiliki protoplasma karena merupakan sel mati
d)Penebalan dinding sel terjadi secara merata pada seluruh bagian dinding.
5.Jaringan Sekretoris
Jaringan sekretoris adalah sekumpulan sel yang berfungsi menghasilkan
suatu zat. Jaringan sekretoris disebut juga kelenjar internal, karena senyawa yang
dihasilkan tidak keluar dari tubuh. Pada tumbuhan terdapat struktur sekresi
khusus, yaitu berupa sel atau sekelompok sel yang mensekresikan senyawa-
senyawa tertentu. Berdasarkan tempat penyimpanan materi yang akan
disekresikan, ada dua macam sekresi, yaitu sekresi intraseluler dan sekresi
ekstraseluler.
16
16
C.Rangkuman
1.Jaringan embrional atau jaringan meristem akan berkembang menjadi jaringan
dewasa atau jaringan permanen
2.Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi menjadi bentuk
lain sesuai dengan fungsinya. Jaringan dewasa memiliki ciri-ciri yaitu :
a.Tidak melakukan aktivitas perbanyakan diri
b.Sel-selnya berukuran relatif besar dihubungkan dengan sel-sel meristem
c.Sel-selnya telah mengalami penebalan dinding sesuai dengan fungsinya
d.Sel-selnya memiliki vakuola yang besar, sehingga mengandung sedikit
sitoplasma
e.Terdapat ruang antarsel.
3.Berdasarkan jumlah tipe sel penyusunnya, jaringan dewasa dibedakan menjadi dua,
yaitu jaringan sederhana dan jaringan kompleks.
4.Berdasarkan asal meristemnya, jaringan dewasa dibedakan menjadi dua, yaitu
jaringan primer dan jaringan sekunder.
5.Berdasarkan fungsinya, jaringan dewasa dibagi menjadi lima macam yaitu jaringan
pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim), jaringan pengangkut (vaskuler),
jaringan penyokong (penguat), dan jaringan sekretoris.
6.Jaringan pengangkut adalah jaringan yang berfungsi untuk mengangkut garam
mineral, serta hasil fotosintesis. Jaringan pengangkut terdiri atas xilem dan floem.
7.Floem adalah jaringan pengangkut yang berfungsi mengangkut dan mendistribusikan
zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Floem
tersusun dari sel-sel hidup dan sel-sel mati.
8.Berdasarkan letak xilem dan floemnya, jaringan pengangkut dibagi menjadi tiga tipe,
yaitu tipe kolateral, tipe konsentris, dan tipe radial.
17
17
D.Penugasan Mandiri
Setelah membaca materi di atas diharapkan siswa dapat mengisilah tabel di bawah
tentang macam-macam jaringan permanen!
No
Macam Jaringan
Karakteristik
Fungsi
1. Jaringan Pelindung
2. Jaringan Parenkim
3. Jaringan Penguat:
a.Sklerenkim
b.Kolenkim
4. Jaringan Pengangkut:
a.Floem
b.Xilem
E.Soal Uraian
Jawablah pertanyaan berikut!
1.Ukuran diameter pada batang berkayu senantiasa bertambah secara berkelanjutan.
Jelaskan struktur apakah yang menjamin bahwa terdapat kulit kayu yang cukup
berguna untuk menutupi bagian luar dari batang.
2.Jelaskan parenkim apa yang berperan pada tumbuhan eceng gondok?
3.Jelaskan mengapa tanaman epifit dan tanaman xerofit bisa hidup di air?
4.Pohon berkayu saat ditebang memiliki lingkaran tahun seperti gambar berikut.
Bagaimanakah lingkaran tahun tersebut terbuntuk? Dan mengapa lingkaran tahun itu
memiliki lapisan yang ketebalannya berbeda-beda?
18
18
Kunci Jawaban
No
Pembahasan
Skor
1 Diameter batang berkayu selalu bertambah karena adanya felogen (meristem yang
menghasilkan periderm). Felogen adalah kambium yang terletak di bawah
epidermis batang dan akar yang tua.
2 Parenkim yang berperan dalam eceng gondok adalah parenkim udara, karena
parenkim udara merupakan parenkim yang mampu menyiapkan udara, dan
memiliki ruang antarsel yang besar. Parenkim udara dapat juga disebut dengan
aerenkim.
3 Tanaman epifit dan tanaman xerofit dapat tumbuh di air karena tanaman tersebut
mempunyai atau membutuhkan sedikit air untuk menghadapi musim kemarau.
4 Lingkaran tahun terbentuk
-Memiliki lapisan yang tebalnya berbeda karena adanya pengaruh dari musim
-Lingkaran tahun terbentuk karena tumbuhan memiliki pertumbuhan sekunder
Alasan ketebalannya berbeda
-Lingkatan tahun terbentuk akibat adanya aktivitas kambium vaskuler yang
dapat menghasilkan sel-sel baru ke arah dalam yang membentuk xylem dan
ke arah luar yang membentuk floem.
-Jaringan xylem terbentuk pada musim kemarau yang mempunyai sel lebih
kecil dan berwarna gelap
-Jaringan xylem terbentuk selama musim penghujan dan mempunyai sel-sel
berukuran relatif besar dan warna yang trang.
-Lingkaran tahun adalah lingkaran konsentris akibat pertumbuhan sekunder
-
Cocokkan jawaban dengan kunci jawaban. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut
untuk mengetahui tingkat penguasaan terhadap kegiatan pembelajarn.
Konversi tingkat penguasaan:
90 – 100%
= baik sekali
80 – 89%
= baik
70 – 79 %
= cukup
< 70%
= kurang
19
19
PERCOBAAN SEDERHANA
Jaringan parenkim atau sering disebut jaringan dasar adalah suatu jaringan yang
terbentuk dari sel-sel hidup, dengan struktur morfologi serta fisiologi yang bervariasi dan
masih melakukan segala kegiatan proses fisiologis. Jaringan parenkim dapat terbentuk
dari sel-sel parenkim, dengan demikian dapat diartikan bahwa sel parenkim itu ada masa
(sel-sel) yang menyebar luas pada seluruh organ dan tumbuhan (Argista, 2017).
A.Tujuan percobaan
1.Mengetahui adanya jaringan parenkim pada umbi dan tangkai wortel
2.Mengetahui bentuk dan struktur jaringan parenkim pada umbi dan tangkai wortel
3.Membandingkan bentuk jaringan parenkim pada umbi dan tangkai wortel
B.Manfaat Percobaan
1.Dapat mengetahui adanya jaringan parenkim pada umbi dan tangkai wortel
2.Dapat mengetahui bentuk dan struktur jaringan parenkim pada umbi dan tangkai
wortel
3.Dapat Membandingkan bentuk jaringan parenkim pada umbi dan tangkai wortel
C.Alat dan Bahan
a.Alat
1.Mikroskop
2.Silet
3.Objek glass
4.Pipet tetes
5.Deck glass
b.Bahan
1.Umbi dan tangkai wortel
2.Methylen blu
3.Tissu
Nah, pernahkah kamu menyayat buah
wortel di rumah? Bagaimana bentuk dari potongan
wortel tersebut? Bagaimana bagian-bagian jika
sayatan
tersebut
diperbesar?
Nahh
untuk
mengetahui hal tersebut berikut dapat dilakukan
percobaan sederhana yang dapat dilakukan di
sekolah dengan teman-teman.
20
20
D.Cara Kerja
a.Percobaan jaringan parenkim pada umbi akar wortel
1.Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2.Menyayat umbi wortel secara melintang menggunakan silet setipis mungkin
3.Hasil sayatan umbi tersebut diletakkan pada objek glass yang sebelumnya sudah
ditetesi methylen blu menggunakan pipet tetes dan kemudian ditutup dengan deck
glass
4.Mengamati preparat menggunakan mikroskop
5.Menggambar hasil pengamatan dan menuliskan perbesaran mikroskop yang
digunakan pada tabel hasil pengamatan.
b.Percobaan jaringan parenkim pada tangkai wortel
1.Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2.Menyayat tangkai wortel secara melintang menggunakan silet setipis mungkin
3.Hasil sayatan tangkai wotel tersebut diletakkan pada objek glass yang sebelumnya
sudah ditetesi dengan methylen blu menggunakan pipet tetes dan kemudian
ditutup dengan deck glass
4.Mengamati preparat dengan menggunakan mikroskop
5.Menggambar hasil pengamatan dan menuliskan perbesaran yang digunakan pada
tabel hasil pengamatan.
E.Hasil Percobaan
1.Hasil percobaan jaringan parenkim pada umbi wortel
Gambar Hasil Percobaan
Keterangan
Percobaan disamping menggunakan
perbesaran mikroskop 10 × 10, dengan
keterangan:
1.Jaringan epidermis
2.Inti sel
3.Xilem
4.Floem
1
2
3
4
21
21
Percobaan disamping menggunakan
perbesaran mikroskop 40 × 10, dengan
keterangan:
1.Jaringan epidermis
2.Inti sel
3.Floem
4.Xilem
2.Hasil percobaan jaringan parenkim pada tangkai wortel
Gambar Hasil percobaan
Keterangan
Percobaan disamping menggunakan
perbesaran mikroskop 10 × 10, dengan
keterangan:
1.Jaringan epidermis
2.Inti sel
3.Xilem
4.Floem
Percobaan disamping menggunakan
perbesaran mikroskop 40 × 10, dengan
keterangan:
1.Jaringan epidermis
2.Inti sel
3.Xilem
4.Floem
F.Pertanyaan
Jawablah pertanyaan berikut!
1.Berdasarkan hasil pengamatan, mengapa jaringan parenkim dikatakan sebagai
jaringan dasar? Bukti apakah yang ditemukan dari hasil pengamatan untuk
mendukung jawaban tersebut?
2.Adakah perbedaan ketebalan dinding sel parenkim pada umbi dan tangkai wortel?
Manakah diantara keduanya yang mempunyai dinding sel parenkim yang paling
tebal?
1
2
3
4
4
3
1
2
1
2
3
4
22
22
3.Apakah sel parenkim yang diamati merupakan sel hidup? Bukti apa yang ditemukan
dalam pengamatan tersebut?
4.Buatlah kesimpulan mengenai jaringan parenkim berdasarkan hasil pengamatan yang
telah dilakukan!
Lembar Jawaban!
1.............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................
2.............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................
23
23
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
ORGAN TUMBUHAN
A.Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik mampu:
1.Memahami struktur organ penyusun tumbuh tumbuhan
2.Memahami perbedaan berbagai jenis organ penyusun tubuh tumbuhan
3.Memahami fungsi dari masing-masing organ penyusun tubuh tumbuhan
4.Menganalisis keterkaitan antara struktur fungsi sel pada organ.
B.Uraian Materi
Gambar 5. Perbandingan Organ Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
www.lifestyle.kontan.co.id
Organ pada tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu organ nutritif
dan organ reproduktif. Organ nutritif adalah organ-organ yang berhubungan dengan
penyusun makanan, seperti batang, akar, dan daun. Sementara itu, organ reproduktif
adalah organ organ yang berhubungan dengan perkembangbiakan atau reproduksi,
seperti bunga, buah, dan biji (Irnaningtyas, 2016).
Tahukah kamu bukan hanya manusia yang memiliki
organ dalam tubuhnya, tumbuhan juga memiliki organ yang
penting untuk membantu kelangsungan hidupnya. Nah, apakah
kalian sudah tahu apa saja organ-organ dari tumbuhan itu? Yah,
organ pada tumbuhan itu ada 6 yaitu batang, akar, daun, bunga,
buah, dan biji. Selanjutnya apakah kalian sudah tahu apa sih
fungsinya? Apa saja ciri-cirinya dan bagaimana perbedaan dari
jenis organ tumbuhan tersebut?
Nah, untuk lebih mengetahui dan memahami lebih jauh
tentang hal itu, yuk simak penjelasan berikut!
24
24
1.Batang
Batang pada tumbuhan ada di bagian atas. Batang adalah sumbu tumbuhan yang
menopang daun, bunga, dan buah. Bentuk batang seperti silinder, yaitu panjang dan
bulat. Batang akan tumbuh tinggi ke atas supaya bisa mendapatkan cahaya matahari
dan udara yang cukup.
Terus, bagaimana dengan tumbuhan seperti jagung dan padi? Apakah mereka
punya batang atau tidak?
Nahh, jagung dan padi juga mempunyai batang. Tetapi jenis batangnya memang
beda dengan tumbuhan lainnya yaitu berbatang rumput.
Gambar 6. Macam-Macam Batang
www.KementrianPendidikanDanKebudayaan
Batang tidak hanya berfungsi sebagai penopang tumbuhan. Batang juga berfungsi
untuk menyalurkan unsur hara dari akar ke seluruh organ tumbuhan. Jadi, unsur hara
yang sudah diserap oleh akar, akan diedarkan ke daun, bunga, dan buah melalui
batang.
Menurut Slamet (2014) batang memiliki tiga bagian pokok, yaitu epidermis,
korteks, dan stele (silinder pusat).
a.Epidermis, batang terdiri atas selapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel.
Pada batang, dinsing sel bagian luar dilengkapi dengan kutikula yang dapat
melindungi batang dari kekeringan.
b.Korteks, batang tersusun dari parenkim, kolenkim, dan sklerenkim yang berupa
serabut, sklereid, serta idioblas. Sel-sel parenkim letaknya tidak teratur sehingga
banyak terbentuk ruang antarsel.
25
25
c.Silinder pusat (stele), terletak di sebelah dalam batang. Silinder pusat terdiri atas
dua bagian, yaitu perikambium (perisikel) dan berkas pengangkut.
Menurut Sri Pujiati (2016) batang monokotil dan dikotil merupakan perbedaan
baik pada struktur luarnya maupun struktur dalamnya. Untuk memahami perbedaan
diantara keduanya, perhatikan penjelasan berikut:
1)Bagian monokotil
Batang monokotil umumnya tidak bercabang dan sebagian besar memiliki ruas-
ruas batang,. Batang monokotil juga tidak memiliki kambium sehingga batang
tidak membesar seperti pada batang dikotil. Struktur dalam batang monokotil
adalah epidermis, jaringan dasar, dan berkas pengangkut.
a)Epidermis merupakan bagian terluar dari batang yang berfungsi sebagai
pelindung
b)Jaringan dasar merupakan jaringan parenkim yang tersusun renggang,
sehingga terdapat ruang antarsel. Jaringan dasar pada batang monokotil tidak
dapat dibedakan menjadi bagian korteks dan empulur
c)Berkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem. Pada batang monokotil, tipe
berkas pengangkutnya adalah kolateral tertutup yaitu letak xilem dan floem
berdampingan, serta di antara keduanya tidak terdapat kambium
2)Batang dikotil
Batang dikotil dapat dikenali dari bentuk luarnya, terutama pada tumbuhan dengan
batang berkayu. Pada umumnya, batang dikotil bercabang-cabang dan tidak
beruas-ruas adanya kambium pada batang dikotil menyebabkan batang mengalami
pertumbuhan membesar.
Struktur dalam batang dikotil adalah kulit kayu, kayu dan empulur.
a)Kulit kayu, merupakan struktur terluar batang dikotil. Pada batang tanaman
berkayu, terdapat kambium gabus (felogen) yang akan membentuk lapisan
gabus pengganti epidermis.
b)Kayu, merupakan struktur yang terletak antara kambium vaskuler dan
empulur. Kambium vaskuler terletak di antara jaringan xilem dan floem.
Aktivitas kambium vaskuler ke arah luar akan membentuk floem sekunder
dan ke arah dalam akan membentuk xilem sekunder.
c)Empulur, merupakan jaringan parenkim yang berfungsi menyimpan cadangan
makanan, ditemukan pada batang yang masih muda.
26
26
Untuk lebih memahami tentang perbedaan antara batang monokotil dan batang
dikotil, perhatikan tabel berikut.
Tabel 2. Perbedaan antara batang monokotil dan batang dikotil.
No
Pembeda
Monokotil
Dikotil
1 Percabangan batang
Tidak ada
Ada
2 Ruas batang
Ada
Tidak ada
3 Letak
jaringan
pengangkut
Tersebar
Teratur membentuk lingkaran
4 Kambium
Tidak ada
Ada, yaitu kambium gabus,
kambium
vaskuler,dan
kambium interveskuler
5 Jaringan dasar
Tidak
dapat
dibedakan
menjadi
korteks
dan empulur
Dapat
dibedakan
menjadi
korteks dan empulur.
6 Pertumbuhan sekunder
Tidak ada
Karena
aktivitas
kambium,
sehingga
diameter
batang
bertambah
7 Tipe
jaringan
pengangkut
Kolateral tertutup
Kolateral terbuka
8 Sel-sel seludang berkas
pengangkut
Ada, mengelilingi
berkas
pengangkut
Tidak ada
9 Empulu
Empulur meluas
hingga akar dan
batang,
serta
diapit oleh xilem
dan floem secara
berselang-selang
Empulur terdapat di pusat
batang, ditemukan pada batang
yang
masih
muda
atau
tumbuhan yang tidak berkayu
Berikut ini adalah gambar struktur anatomi batang monokotil dan dikotil.
Gambar 7. Struktur anatomi batang monokotil dan dikotil
www.mikirbe.com
27
27
2.Akar
Mengapa pohon yang batangnya besar bisa tumbuh tinggi dan kuat? Nah semua
itu karena pondasinya, yaitu akar. Akar adalah bagian pokok tumbuhan yang biasanya
tumbuh di bawah permukaan, yaitu di dalam tanah. Dari dalam tanah inilah akan bisa
memperkokoh tumbuhan yang tumbuh semakin menjulang ke atas.
Biasanya, akar berwarna putih atau kuning muda, dan bentuk pada ujungnya
penjang meruncing. Karena bentuknya yangpanjang meruncing, maka akar dapat
dengan mudah menembus tanah untuk menyerap makanan. Makanan dari akar adalah
unsur hara, seperti air dan garam mineral. Semakin dewasa tumbuhan tersebut, maka
semakin panjang dan menjalar juga akarnya. Hal itu terjadi karena akar akan
menembus tanah demi mencari unsir hara di sekitarnya.
Akar pada tumbuhan juga mempunyai beberapa jenis. Tetapi, jenis akar yang
paling umum dan paling sering ditemukan adalah akar serabut dan akar tunggang.
Gambar 8. Akar Serabut dan Akar Tunggang
www.KementrianPendidikanDanKebudayaan
Gambar 9. Pohon Baobab di Managaskar
www.kumparan.com
Nah coba tebak, gambar pohon di
samping akarnya tumbuh di mana?
Tumbuh di atas atau di bawah?
Kelihatannya memang seperti tumbuh
di atas, seperti tanaman yang terbalik.
Padahal akarnya tetap tumbuh di
bawah tanah. Pohon di samping
namanya pohon baobab, biasanya di
temui di benua Afrika. Nah, bukan
bentuknya yang unik, pohon ini juga
mempunyai khasiat kesehatan untuk
ritual adat agama.
28
28
Tabel 3. Perbedaan antara akar monokotil dan akar dikotil.
No.
Pembeda
Monokotil
Dikotil
1. Sistem perakaran
Serabut
Tunggang
2. Batas ujung akar
dan tudung akar
Jelas
Tidak jelas
3. Perisikel
Terdiri
atas
beberapa
lapis sel berdinding tebal
dan
hanya
berfungsi
membentuk akar cabang
Terdiri
atas
selapis
sel
berdinding
tebal,
serta
berfungsi membentuk akar
cabang dan kambium gabus
4. Berkas pengangkut
xilem dan floem
letaknya
Berselang-seling
membentuk lingkaran
Xilem
berbentuk
seperti
bintang di pusat akar dan
dikelilingi oleh floem. Di
anatara xilem dan floem
terdapat kambium
5. Jumlah
lengan
protoxilem
Lebih dari 12
Hanya berjumlah 2 – 6
6. Kambium
Tidak ada
Ada
7. Empulur
Ada terletak di pusat akar Tidak ada
Berikut adalah gambar struktur akar monokotil dan dikotil.
Gambar 10. Struktur akar monokotil dan dikotil
www.kibrispdr.org
3.Daun
Melihat keluar jendela, ada pohon. Pasti lihat daun. Lagi di jalan ke sekolah pasti
lihat daun. Nah, dari semua organ tumbuhan pasti tidak asing lagi dengan daun. Yah.
Daun itu yang biasanya berwarna hijau, dan sering kali berguguran dari pohonnya.
Daun adalah salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dan menempel pada batang.
Bentuknya ada yang tipis, lebar, dan biasanya berwarna hijau.
29
29
Gambar 11. Daun
www.KementrianPendidikanDanKebudayaan
Selain berwarna hijau, daun dari beberapa tanaman juga bisa berwarna lain.
bukan karena adanya perubahan musim, tetapi memang warnanya yang tidak hijau
dari sananya. Warnanya bisa tidak hijau karena memiliki zat warna yang dimiliki
daun bukan klorofil, tetapi zat warna lain. daun berwarna jingga karena adanya
karotenoid, daun kuning karena adanya thinin dan berwarna merah keunguan karena
adanya athocyanin.
Menurut Pratiwi (2007) daun menjadi kokoh karena adanya tulang-tulang daun.
Ada empat macam pertulangan daun, yaitu menyirip, menjadi, melengkung, dan
sejajar.
1.Pertulangan daun menyirip contohnya daun mangga
2.Pertulangan daun menjari contohnya daun pepaya
3.Pertulangan daun melengkung contohnya daun eceng gondok
4.Pertulangan daun sejajar contohnya daun kelapa.
Gambar 11. Macam-macam pertulangan daun
www.antotunggal.com
Fungsi daun bagi tumbuhan adalah sebagai berikut.
a.Membuat makanan melalui proses fotosintesis
b.Sebagai alat pengeluaran air melalui gutasi
30
30
c.Menyerap CO2 dan melepaskan O2 pada saat fotosintesis
d.Alat respirasi bagi tumbuhan
e.Tempat menyimpan cadangan makanan.
Menurut Syamsuri (2007) secara umum, daun memiliki bagian-bagian seperti
epidermis, jaringan dasar, jaringan pengangkut, jaringan penguat, dan jaringan
sekretoris.
a)Epidermis, merupakan jaringan yang terdapat di permukaan atas dan permukaan
bawah daun. Jaringan epidermis terdiri atas selapis sel atau beberapa lapis sel. Sel-
sel jaringan epidermis daun umumnya tidak memiliki klorofil, kecuali yang sudah
bermodikasi menjadi sel penjaga stomata.
b)Jaringan mesofil, marupakan jaringan yang terletak di antara epidermis atas dan
epidermis bawah daun. Pada kebanyakan daun dikotil, jaringan mesofil
berdiferensiasi menjadi jaringan palisade dan spons, sedangkan pada daun
monokotil umumnya tidak.
c)Jaringan pengangkut, terdapat pada tulang daun. Selain berfungsi untuk
pengangkutan, jaringan pengangkut juga berfungsi sebagai penguat daun. Jaringan
pengangkut terdiri atas xilem dan floem. Pada tulang daun, xilem terletak bagian
atas floem atau di sebelah dalam. Sementara itu, floem terletak di bagian bawah
xilem atau di sebelah luar. Hal ini terjadi karena tulang daun merupakan
kelanjutan dari tangkai daun yang berasal dari batang.
d)Jaringan penguat, terdiri atas jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
Kolenkim umumnya terdapat di sekitar ibu tulang daun dikotil. Sementara
serabut-serabut sklerenkim umumnya banyak ditemukan pada berkas pengangkut
tumbuhan monokotil.
e)Jaringan sekretoris dapat berupa saluran kelenjar, sel resim, sel mirosin, sel tanin,
saluran getah, dan sel-sel kristal. Contoh jaringan sekretoris adalah kelenjar
minyak pada daun jeruk (Citrus sp).
Untuk lebih memahami tentang perbedaan anatara daun monokotil dan daun
dikoti, perhatikan tabel berikut:
No
Pembeda
Monokotil
Dikotil
1. Tipe pertulangan daun
Sejajar atau melengkung
Menyirip atau menjari
2. Tipe
jaringan
pengangkut
Kolateral tertutup
Kolateral terbuka
3. Mesofil
Tidak terdiferensiasi
Terdiferensiasi
menjadi palisade dan
31
31
spons
4. Tipe daun
Umumnya isobilateral
Umumnya
dorsiventral
Berikut ini adalah gambar struktur anatomi daun monokotil dan dikotil.
Gambar 12. Struktur anatomi daun monokotil dan dikotil
www.brainly.co.id
4.Bunga
Bunga merupakan organ reproduksi seksual atau generatif pada tumbuhan berbiji
yang berasal dari modifikai tunas (batang dan daun). Bunga yang lengkap memiliki
bagian-bagian berupa dasar bunga, perhiasan bunga (kelopak dan mahkota), benang
sari dan putik. Pada umumnya, bunga memiliki beberapa sifat, antara lain adalah
mempunyai warna yang menarik, berbau harum, bentuknya bermacam-macam, dan
mengandung madu (Nurung, 2014).
Bunga merupakan alat perkembangbiakan generatif yang menjadi tempat
bersatunya gamet jantan dan gamet betina untuk menghasilkan biji. Bunga sebagai
organ seksual tumbuhan memiliki alat kelamin jantan berupa benang sari dan alat
kelamin betina berupa putik dengan bakal buah.
Menurut Nunung (2014) bagian-bagian bunga dapat dibedakan menjadi bagian
steril dan bagian fertil. Bagian steril terdiri atas tangkai bunga, dasar bunga, kelopak
bunga, dan mahkota bunga. Sementara bagian fertil terdiri atas benang sari dan putik.
a)Tungkai bunga merupakan cabang batang yang langsung mendukung bunga
b)Dasar bunga merupakan ujung tangkai bunga sebagai tempat bertumpunya bagian-
bagian bunga yang lain
c)Kelopak bunga (kaliks) merupakan perhiasan bunga yang letaknya paling luar dan
berfungsi melindungi bunga saat masih kuncup. Kelopak bunga biasanya
32
32
berwarna hijau, meskipun ada juga kelopak yang berwarna-warni, kelopak bunga
tersusun dari beberapa daun kelopak (sepala)
d)Mahkota bunga merupakan perhiasan bunga yang tampak paling mencolok, karne
aberwarna-warni dan berukuran besar. Fungsi mahkota bunga adalah untuk
menarik perhatian serangga agar menghisap madu sekaligus membantu
penyerbukan. Mahkota bunga tersusun dari beberapa daun mahkota (petala)
e)Benang sari atau stamen merupakan alat kelamin jantan pada bunga. Benang sari
terdiri atas kepala sari dan tangkai sari. Pada kepala sari, terdapat ruang serbuk
sari (mikrosporagonium) yang biasanya berjumlah empat buah. Di dalam ruang
serbuk sari, terdapat sel-sel induk yang nantinya mengalami pembelahan meiosis
membentuk serbuk sari (mikrospora)
f)Putik adalah alat kelamin betina pada bunga. Putik terletak di pusat bunga dan
tersusun dari satu atau lebih daun buah (karpela). Putik terdiri atas kepala putik,
tungkai putik, dan bakal buah. Kepala putik berfungsi sebagai tempat melekatnya
serbuk sari yang jatuh pada bunga. Tangkai putik berfungsi menghubungkan
kepala putik dengan bakal buah.
Gambar 13. Bagian-bagian Bunga
www.KementrianPendidikanDanKebudayaan
33
33
Gambar 14. Penyerbukan Bunga
www.KementrianPendidikanDanKebudayaan
5.Buah
Buah merupakan perkembangan lebih lanjut dari bakal buah. Buah biasnaya
membungkus dan melindungi biji. Berdasarkan asalnya, biah dibagi menjadi dua
macam, yaitu buah sejari dan buah semu (Nunung, 2014).
1)Buah sejatia, dalah buah yang berasal dari perkembangan bakal buah. Buah sejati
ada tiga macam, yaitu buah sejati tunggal, buah sejati ganda, dan buah sejati
majemuk.
a)Buah sejati tunggal, adalah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dan satu
bakal buah saja. Buah ini dapat berisi satu biji atau lebih, dapat pula tersusun
dari satu atau banyak daun buah, dengan satu atau banyak ruangan. Contohnya
adalah buah mangga (Mangifera indica L) yang mempunyai satu ruang
dengan satu biji.
b)Buah sejati ganda, adalah buah sejati yang terdiri dari satu bunga dan beberapa
bakal buah yang bebas satu sama lain. masing-masing bakal buah akan
menjadi satu buah. Contohnya adalah buah cempaka (Michela champaca L).
c)Buah sejati majemuk, adalah buah yang berasal dari suatu bunga majemuk,
yang masing-masing bunganya mendukung satu bakal buah. Akan tetapi,
setelah menjadi buah, semuanya akan berkumpul sehingga tampak seperti satu
buah saja. Contohnya adalah buah pandan (Pandanus tectorius).
2)Buah semu
Buah semu adalah buah yang bukan berasal dari perkembangan bakal buah. Buah
semu terbentuk dari bagian-bagian bunga lain yang menyatu dengan bakallain dari
buah. Akan tetapi, bagian lain dari bunga tersebut justru menjadi bagian utama dari
34
34
buahnya. Buah semu dibedakan menjadi tiga macam, yaitu buah semu tunggal,
buah semu ganda, dan buah semu majemuk.
a)Buah semu tunggal, adalah buah yang terjadi dari satu bagian bunga dan satu
bakal buah. Pada buah ini, bagian lain dari bunga akan ikut membentuk buah,
misalnya tangkai bunga pada buah jambu monyet dan kelopak bunga pada buah
cipluklan.
b)Buah semu ganda, ganda adalah buah yang terjadi jika pada satu bunga terdapat
lebih dari satu bakal buah yang bebas satu sama lain. kemudian, masing-masing
bakal buah tersebut dapat tumbuh menjadi buah. Contohnya adalah buah arbe
(Fragraria vesca L).
c)Buah semu majemuk, adalah buah semu yang tejadi dari bunga majemuk, tetapi
dari luar tampak seperti satu buah saja. Contohnya adalah buah nangka
(Artocarpus integra) dan keluwih (Artocarpus communis).
Gambar 15. Bagian-bagian Buah
www.KementrianPendidikanDanKebudayaan
6.Biji
Menurut Nunng (2014) biji merupakan perkembangan lebih lanjut dari bakal
biji. Biji umumnya terdiri atas bagian-bagian berikut:
1)Kulit biji atau spermodermis berasal dari selaput bakal biji (integumentum).
2)Tali pusar adalah bagian biji berbentuk menyeruapi tangkai yang menghubungkan
biji dengan tembuni.
3)Inti biji merupakan bagian inti pada biji yang dikelilingi oleh kulit biji. Inti biji
terdiri atas lembaga (embrio) dan putih lembaga.
4)Lembaga (embrio) merupakan calon individu baru yang akan tumbuh dari biji
pada kondisi lingkungan yang menguntungkan. Bagian-bagian dari lembaga biji
35
35
adalah calon akar (radikula)daun lembaga (kotiledon), dan batang lembaga
(kaulikulus).
5)Calon akar disebut juga akar lembaga. Pada tumbuhan dikotil akar ini akan
tumbuh terus sehingga membentuk akar tunggang.
6)Daun lembaga merupakan daun pertama yang tumbuh pada saat perkecambahan
setelah keluarnya akar lembaga. Fungsi daun lembaga adalah sebagai tempat
penimbunan makanan, sebagai alat untuk melakukan fotosintesis, dan sebagai alat
penghisap makanan dari putih lembaga.
7)Batang lembaga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu batang lembaga yang terletak
di atas daun lembaga (epikotil) dan batang lembaga yang terletak di bawah daun
lembaga (hipokotil).
8)Putih lembaga merupakan bagian biji yang berisi cadangan makanan yang
digunakan pada saat perkecambahan. Putih lembaga digunakan saat tumbuhan
belum dapat membuat makanannya sendiri.
36
36
C.Rangkuman
1.Organ utama tumbuhan meliputi akar, batang dan daun. Organ tumbuhan meliputi
bunga buah dan biji.
2.Akar merupakan organ tumbuhan yang berada di dalam tanah dan berfungsi
menyerap air dan mineral dari tanah serta melekatkan dan menyokong tegaknya
tubuh tumbuhan.
3.Akar tumbuhan memiliki tiga jaringan utama yaitu epidermis, korteks, dan stele.
Pada akar tumbuhan dikotil, xilem primer terletak di pusat akar dan berbentuk
bintang, sedangkan floem primer terletak di sebelah luar xilem primer.pada akar
tumbuhan monokotil, xilem primer terletak berselang-seling dengan floem primer.
4.Batang tumbuhan memiliki tiga jaringan utama yaitu epidermis, korteks dan stele.
Batang tumbuhan dikotil memiliki ikatan pembuluh tipe kolateral terbuka, yaitu di
antara xilem dan floem terdapat kambium. Pada batang tumbuhan monokotil, ikatan
pembuluhnya bertipe kolateral tertutup, yaitu di anatara xilem dan floem tidak
terdapat kambium.
5.Daun memiliki tiga jaringan yaitu epideris, mesofil dan berkas vaskuler. Pada
epidermis terdapat stomata yang berfungsi sebagai tempat terjadinya pertukaran gas
dan air. Pada tumbuhan dikotil, di bagian mesofil terdapat jaringan parenkim palisade
dan jaringan spons. Di jaringan parenkim palisade terjadi fotosintesis. Pada jraingan
spons terdapat pembuluh pengangkut. Pada tumbuhan monokotil tidak terdapat
jaringan parenkim palisade dan jaringan spons, tetapi berupa jaringan mesofil.
37
37
D.Penugasan Mandiri
Setelah membaca uraian materi di atas, kemudian jawablah pertanyaan berikut
dengan jawaban yang paling tepat!
1.Lengkapilah tabel di bawah ini berdasarkan gambar berikut:
No.
Nama Jaringan
Fungsi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
2.Perhatikan struktur anatomi batang berikut, kemudian lengkapilah tabel dibawahnya.
38
38
No.
Batang
Nama Bagian
Fungsi
1. Dikotil
1.
1.
2.
2.
3.
3.
4.
4.
5.
5.
6.
6.
2. Monokotil
1.
1.
2.
2.
3.
3.
4.
4.
5.
5.
3.Perhatikan gambar anatomi akar berikut ini.
a.Jelaskan perbedaan tipe jaringan pengangkut pada tanaman dikotil dan monokotil!
b.Apakah fungsi jaringan perisikel pada akar tanaman?
c.Mengapa susunan perisikel tanaman dikotil dan monokotil berbeda?
d.Apakah fungsi kaliptra, mengapa pada struktur ini hanya tampak pada akar
tanaman monokotil?
39
39
4.Setelah mengamati struktur anatomi organ-organ pada tumbuhan, isilah tabel berikut
dengan tepat:
No
Jaringan
Monokotil
Dikotil
Akar
Batang
Daun
Akar
Batang
Daun
1. Epidermis
2. Korteks
3. Endodermis
4. Perisikel
5. Stele
6. Xilem
7. Floem
8. Kambium
9. Sarung tepung
(floterma)
10. Pita kaspari
Keterangan:
Isilah dengan menggunakan tanda (+) jika terdapat, dan tanda (-) jika tidak terdapat.
E.Soal Uraian
Jawablah pertanyaan berikut!
1.Pada suatu tanaman buah pepaya sering berbunga tetapi tidak pernah berbuah.
Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Jelaskan!
2.Jelaskan mengapa batang tumbuhan dikotil bisa tumbuh semakin besar? Jaringan apa
yang menyebabkan batang tersebut menjadi tumbuh semakin besar?
3.Pada batang tanaman memiliki bunga putih yang dipotong dan dimasukkan ke dalam
tinta berwarna merah. Satu jam kemudian, bunga putih tersebut menjadi bunga yang
berwarna merah muda. Peristiwa apakah yang terjadi dalam hal tersebut?
40
40
Lembar Jawaban!
1..........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
...............
2..........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
...............
3..........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
...............
4..........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
...............
41
41
Kunci Jawaban:
No
Pembahasan
Skor
1 Karena, pepaya termasuk ke dalam kelompok bunga diesis.
Alasannya:
1.Tanaman pepaya termasuk ke dalam kelompok diesis
2.Diesis (berumah dua) adalah tanaman yang bunga jantan dan bunga betinanya terdapat
pada individu yang berbeda
2 Tumbuhan dikotil bisa semakin besar karena:
1.Mengalami pertumbuhan sekunder
2.Jaringannya yang dapat menyebabkan batang menjadi semakin besar adalah kambium
Alasannya, karena pada tumbuhan dikotil memiliki kambium sebagai jaringan meristem
sekunder yaitu jaringan yang tersusun atas sel-sel yang terus membelah dan sudah
mengalami diferensiasi.
3 Karena batang memiliki jaringan atau beras pembuluh yang merupakan kelanjutan dari
berkas pembuluh di akar. Berkas pembuluh di batang akan berakhir di bunga. Saat
potongan batang bunga tersebut dimasukkan ke dalam larutan tinta, maka larutan tinta
akan naik melalui berkas pembuluh di batang sampai ke bunga. Naiknya cairan tinta ini,
disebabkan karena adanya daya kapilaritas.
Cocokkan jawaban dengan kunci jawaban. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut
untuk mengetahui tingkat penguasaan terhadap kegiatan pembelajarn.
Konversi tingkat penguasaan:
90 – 100%
= baik sekali
80 – 89%
= baik
70 – 79 %
= cukup
< 70%
= kurang
42
42
PERCOBAAN SEDERHANA
Secara garis besar tumbuhan banyak macam dan jenisnya. Tumbuhan dapat dibagi
menjadi tumbuhan yang menghasilkan biji dan tumbuhan tidak dapat menghasilkan biji.
Pada praktikum sederhana ini, akan mengamati organ pada tumbuhan monokotil dan
tumbuhan dikotil. Dengan pengamatan ini diharapkan agar dapat membedakan ciri-ciri
dari organ tumbuhan monokotil dan dikotil.
A.Landasan Teori
Jaringan merupakan kumpulan sel-sel yang mempunyai asal, bentuk, fungsi, dan
struktur yang sama. Pada tumbuhan jaringan yang dapat tersusun atas sel yang
mempunyai kemampuan atau potensi yang berbeda dengan jaringan hewan. Artinya,
jaringan tumbuhan adalah jaringan yang kemampuan tumbuh kembangnya tak terbatas.
Sel-sel akan berkumpul membentuk jaringan, jaringan akan berkumpul membentuk
organ dan seterusnya sampai membentuk satu tubuh tumbuhan (Argista, 2017).
Organ tumbuhan terdiri dari daun, batang, akar dengan masing-masing penjelasannya:
1.Daun
Daun merupakan organ tumbuhan yang menjadi tempat berlangsungnya
proses fotosintesis
2.Batang
Batang merupakan tumbuhan yang berfungsi untuk menegakkan tubuh
tumbuhan, serta menghubungkan bagian akar dan daun
3.Akar
Akar merupakan bagian tumbuhan yang biasanya berkembang di bawah
permukaan tanah
Pernahkah kamu melihat daun, batang dan akar
tanaman jagung? Pasti pernahkan? Nah, perhatikan
gambar di samping. Bagaimana jika daun, batang dan
akar jagung tersebut disayat? Bagaimana bentuk dari
hasil sayatan itu? Apa saja bagian-bagiannya? Nahh,
untuk mengetahui itu, kalian bisa melakukan percobaan
sederhana berikut dengan teman-teman di sekolah.
Samakah gambar hasil pengamatan yang kamu
dapatkan dengan gambar pembanding di bawah?
43
43
B.Tujuan dan Manfaat Percoban
1.Mengetahui dan memahami bagaimana struktur organ-organ pada tumbuhan
monokotil dan dikotil
2.Mengetahui dan memahami jaringan apa saja yang menyusun organ-organ pada
tumbuhan monokotil dan dikotil
3.Mengidentifikasi perbedaan struktur anatomi tumbuhan monokotil dan dikotil.
C.Alat dan Bahan
1.Alat
Mikroskop
2.Bahan
a.Preparat awetan daun Zea mays
b.Preparat awetan batang Zea mays
c.Preparat awetan akar Zea mays
D.Cara Kerja
1.Pengamatan preparat awetan daun Zea mays
a.Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
b.Meletakkan preparat awetan daun Zea mays pada mikroskop
c.Mengamati jaringan epidermis dan stomata pada preparat awetan daun Zea mays
d.Gambarkan hasil pengamatan serta menuliskan perbesaran yang digunakan pada
tabel hasil pengamatan
e.Foto hasil pengamatan sebagai gambar pembanding
2.Pengamatan preparat awetan batang Zea mays
a.Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan
b.Meleakkan preparat awetan batang Zea mays
c.Mengamati jaringan epidermis dan tipe berkas pengangkut tersebar
d.Gambarkan hasil pengamatan serta menuliskan perbesaran yang digunakan pada
tabel hasil pengamatan
e.Foto hasil pengamatan sebagai gambar pembanding
3.Pengamatan preparat awetan akar Zea mays
a.Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan
b.Meleakkan preparat awetan batang Zea mays
c.Mengamati jaringan epidermis, parenkim, endodermis, periskel dan empulur, serta
berkas pengangkut yang terdiri atas xilem dan floem
44
44
d.Gambarkan hasil pengamatan serta menuliskan perbesaran yang digunakan pada
tabel hasil pengamatan
e.Foto hasil pengamatan sebagai gambar pembanding
E.Hasil Pengamatan
1.Pengamatan preparatawetan daun Zea mays
Gambar Hasil Pengamatan
Keterangan
Menggunakan
perbesaran
mikroskop 40 × 10.
2.Pengamatan preparat awetan batang Zea mays
Gambar Hasil Pengamatan
Keterangan
Menggunakan
perbesaran
mikroskop 40 × 10.
45
45
3.Pengamatan preparat awetan akar Zea mays
Gambar Hasil Pengamatan
Keterangan
Menggunakan
perbesaran
mikroskop 40 × 10.
F.Pertanyaan
Setelah melakukan percobaan sederhana di atas, jawablah pertanyaan berikut!
1.Apa perbedaan batang dikotil dan batang monokotil dilihat dari ikatan pembuluhnya
sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan!
2.Jelaskan perbedaan antara akar dan batang pada penampang melintangnya!
3.Jelaskan sistem berkas pembuluh pada daun Zea mays yang telah diamati!
Lembar Jawaban!
1.............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
2.............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
3.............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
46
46
DAFTAR PUSTAKA
Aryulina, Diah. 2017. Biologi 2 SMA dan MA untuk Kelas XI. Jakarta : Esis.
Argista Nelis, dkk. 2017. Modul Pembelajaran Biologi Berbasis ICT. Jambi.
Irnaningtyas. 2016. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kurikulum 2013 yang Disempurnakan
Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Jakarta : Erlangga.
Kementrian Pendidian dan Kebudayaan. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII
SMP/MTS Edisi Revisi 2017. Jakarta : Balitbang Kemendigbud.
Nunung Nurhaya. 2014. Biologi untuk SMA Kelas XI. Bandung : Yrama Widya.
Pratiwi, dkk. 2007. Biologi SMA Kelas XI. Jakarta. Erlangga.
Slamet Prawirohartono. 2014. Konsep dan Penerapan Biologi SMA/MA Kelas XI. Jakarta :
Bumi Aksara.
Sri Pujianti & rejeki, S. 2016. Menjelajah Dunia Biologi SMA/MA Kelas XI. Jakarta :
Penerbit Tiga.
Syamsuri, Istamar, dkk. 2007. Biologi Untuk SMA Kelas XI Semester 2. Malang : Erlangga.
1
SMA / MA Kelas XI
~ MODUL ~
JARINGAN TUMBUHAN
NAMA SISWA
:
NISN
:
Oleh : Nurul Inayah
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 46
SLIDE
Similar Resources on Wayground
42 questions
Gerak balas manusia terhadap rangsangan
Presentation
•
4th Grade
43 questions
Kelas 4A Tema 8 Subtema 3
Presentation
•
4th Grade
39 questions
JENIS DAUN IPAS KELAS 4
Presentation
•
4th Grade
38 questions
Examen Quincenal
Presentation
•
4th Grade
37 questions
Persiapan Pra Observasi Pengelolaan Kinerja di PMM
Presentation
•
KG
45 questions
Bunyi
Presentation
•
4th Grade
45 questions
POKEMON
Presentation
•
4th Grade
37 questions
Keterampilan Menggambar
Presentation
•
4th Grade
Popular Resources on Wayground
16 questions
Grade 3 Simulation Assessment 2
Quiz
•
3rd Grade
19 questions
HCS Grade 5 Simulation Assessment_1 2526sy
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Cinco de Mayo Trivia Questions
Interactive video
•
3rd - 5th Grade
17 questions
HCS Grade 4 Simulation Assessment_2 2526sy
Quiz
•
4th Grade
24 questions
HCS Grade 5 Simulation Assessment_2 2526sy
Quiz
•
5th Grade
13 questions
Cinco de mayo
Interactive video
•
6th - 8th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
30 questions
GVMS House Trivia 2026
Quiz
•
6th - 8th Grade