

Pembelajaran dan Asesmen
Presentation
•
Professional Development
•
Professional Development
•
Practice Problem
•
Hard
Tati Maryati
FREE Resource
92 Slides • 0 Questions
1
Pembelajaran
dan Asesmen
By: Tati Maryati
Pengawas SMP Dinas Pendidikan
Kota Depok
2
Pada akhir kegiatan, peserta pelatihan dapat:
3
MerencanakanPembelajaran
dan Asesmen
4
Perencanaan
Pembelajaran
65
Perencanaanpembelajaranmeliputi:
1.
ruanglingkup satuanpendidikan-penyusunanalur tujuanpembelajaran atau silabus. Dalam
ruang lingkup satuan pendidikan, perumusan dan penyusunan alur dan tujuan pembelajaran
atau silabusmata pelajaran berfungsi mengarahkansatuan pendidikandalammerencanakan,
mengimplementasi, dan mengevaluasi pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian
pembelajaran diperolehsecara sistematis, konsisten, danterukur.
2.
ruang lingkup kelas -penyusunan modul ajar atau rencana pelaksanan pembelajaran. Untuk
dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran pada ruang lingkup kelas, satuan pendidikan
dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh modul ajar yang disediakan
Pemerintah, dan cukup melampirkan beberapa contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)/modul ajar atau bentuk rencana kegiatan yangmewakili inti darirangkaian pembelajaran
padabagianLampiran.
Perencanaandan pelaksanaan pembelajarandanasesmenpadamata pelajaran PraktikKerja Lapangan
(PKL)di SMKdilaksanakansecara kolaboratifoleh satuan pendidikandanmitra dunia kerja.
Satuanpendidikandan
pendidik memiliki keleluasaan
untukmenentukankegiatan
pembelajarandanperangkat
ajarsesuai dengantujuan
pembelajaran,kontekssatuan
pendidikan,dankarakteristik
peserta didik.
5
Perencanaan
Pembelajaran
Dokumen rujukan:
gunakan panduan
Pembelajaran dan Asesmen
sebagai acuan.
66
Dalam menyusun rencanapembelajaran, satuan pendidikan perlu memperhatikanbeberapahal
sebagai berikut:
Capaian Pembelajaran
Penyusunan Alur Tujuan
Pembelajaran
Pengembangan
Perangkat Ajar
Ditetapkan oleh Pemerintah dan disusun dalam fase-fase
Alur pembelajaran adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang
disusun secara logis menurut urutan pembelajaran sejak awal
hingga akhir suatu fase. Alur ini disusun secara linear sebagaimana
urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari.
Prinsip penyusunan ATP: esensial, berkesinambungan,
kontekstual, dan sederhana. Pada Satuan PAUD, esensi ATP
adalah pengorganisasian tujuan pembelajaran berdasarkan laju
perkembangan anak yang dikembangkan oleh masing-masing
satuan PAUD agar dapat mencapai CP. Satuan PAUD dapat
memilihuntuk menyusun ATP atau tidak.
Perangkat ajar adalah berbagai bahan ajar yang digunakan oleh
pendidik dalam upaya mencapai profil pelajar Pancasila dan
Capaian Pembelajaran. Perangkat ajar meliputi Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Modul Ajar (MA), buku teks
pelajaran, modul projek penguatan profil pelajar Pancasila, video
pembelajaran, serta bentuk lainnya.
Catatan: padabeberapa satuan pendidikan, perencanaan pembelajaran untuk ruang lingkup satuan pendidikan dapat
disusun dalam bentuk silabus; berisi garis besar cakupan serta capaiankegiatan intrakurikuler dan projek penguatan
profilpelajar Pancasila.
6
Perencanaan
Pembelajarandi
Satuan Pendidikan
Dalammerancang
pembelajaran,satuan
pendidikanperlu
memperhatikan prinsip-prinsip
pembelajarandanasesmen.
Prinsip Pembelajarandan
Asesmen harus digunakan
secara terintegrasisebagai
pertimbanganutamadalam
merancangstruktur kurikulum
satuanpendidikan.
Satuanpendidikandapat
menggunakanPanduan
PembelajarandanAsesmen
sebagai acuan yanglebih
mendetail.
67
Prinsip-Prinsip Pembelajaran
Prinsip-Prinsip Asesmen
Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan
tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta
didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta
mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta
didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi
bermakna dan menyenangkan.
Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses
pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan
informasi yang holistik sebagai umpan balik untuk
peserta didik, peserta didik, dan orang tua, agar dapat
memandu mereka dalam menentukan strategi
pembelajaran selanjutnya.
Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk
membangun kapasitas untukmenjadi pembelajar
sepanjang hayat.
Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi
asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk
menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen
agar efektif mencapai tujuan pembelajaran.
Proses pembelajaran mendukung perkembangan
kompetensi dan karakterpeserta didik secara holistik.
Asesmen dirancang secara adil, proporsional,valid, dan
dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan
kemajuan belajar dan menentukan keputusan tentang
langkah selanjutnya.
Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang
dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya
peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas
sebagai mitra.
Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik
bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi
yang bermanfaat tentang karakter dankompetensi yang
dicapai serta strategi tindak lanjut.
Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang
berkelanjutan.
Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik,
tenaga kependidikan, dan orang tua sebagai bahan
refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
7
Memahami Capaian
Pembelajaran
Keputusan Kepala BSKAP Kemendikbudri No. 033/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran
pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan jenjang Pendidikan Menengah
pada Kurikulum Merdeka
8
Capaian pembelajaran dalam bentuk
KI KD sangat banyak dan terpisah-
pisah.
CP ditulis dalam paragraf yang utuh dan
mudah dipahami sebagai satu kesatuan.
KI/KD Kelas 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa
Indonesia di Kurikulum 2013
Capaian Pembelajaran Kelas 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Fase A
(Usia 6-8, umumnya kelas 1-2 SD)
Pelajar memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan kepada
teman sebaya dan orang dewasa tentang diri dan lingkungan sekitarnya. Pelajar mampu memahami dan
menyampaikan pesan; mengekspresikan perasaan dan gagasan; berpartisipasi dalam percakapan dan
diskusi secara santun. pelajar mampu meningkatkan penguasaan kosakata baru melalui berbagai kegiatan
berbahasa dan bersastra dengan topik yang beragam.
Menyimak
Pelajar mampu bersikap menjadi penyimak yang baik. Pelajar mampu memahami pesan
lisan dan informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan), dan instruksi lisan
yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi.
Membaca & Memirsa
Pelajar mampu bersikap menjadi pembaca dan pemirsa yang baik. Pelajar mampu
memahami informasi dari bacaan dan tayangan yang dipirsa tentang diri dan lingkungan,
narasi imajinatif, dan puisi anak. Pelajar mampu menambah kosakata baru dari teks yang
dibaca atau tayangan yang dipirsa dengan bantuan ilustrasi.
Berbicara &
Mempresentasikan
Pelajar mampu melafalkan teks dengan tepat, berbicara dengan santun, menggunakan
volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Pelajar mampu bertanya tentang sesuatu,
menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, guru, dan orang dewasa) dengan
baik dan santun dalam suatu percakapan. Pelajar mampu mengungkapkan gagasan
secara lisan dengan bantuan gambar dan/atau ilustrasi. Pelajar mampu menceritakan
kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar; dan menceritakan kembali teks narasi
yang dibacakan atau dibaca dengan topik diri dan lingkungan.
Menulis
Pelajar mampu bersikap dalam menulis di atas kertas dan/atau melalui media digital.
Pelajar mampu menulis deskripsi dengan beberapa kalimat tunggal, menulis rekon tentang
pengalaman diri, menulis kembali narasi berdasarkan fiksi yang dibaca atau didengar,
menulis prosedur tentang kehidupan sehari-hari, dan menulis eksposisi tentang kehidupan
sehari-hari. Pelajar mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik.
8
9
10
Pengertian CP
Capaian
Pembelajaran
(CP)
merupakan
kompetensi
pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada
setiap fase, dimulai dari fase fondasi pada PAUD. Jika
dianalogikan dengan sebuah perjalanan berkendara, CP
memberikan tujuan umum dan ketersediaan waktu yang
tersedia untuk mencapai tujuan tersebut (fase). Untuk
mencapai garis finish, pemerintah membuatnya ke dalam
enam etape yang disebut fase. Setiap fase lamanya 1-3
tahun.
Sumber: Panduan Pembelajaran dan Asesmen, Pusat Asesmen dan Pembelajaran,Balitbangbuk, Kemedikbudri, 2022
11
M
T
W
T
F
Sumber: OECD (2018)
Jika dianalogikan dengan sebuah perjalanan berkendara,
CP memberikan tujuan umum dan ketersediaan waktu
untuk mencapainya (fase).
Untuk
mencapai
tujuan
tersebut,
setiap
pengemudi
memiliki kebebasan untuk memilih jalur, cara, dan alat
untuk menempuh perjalanan tersebut, yang disesuaikan
dengan titik keberangkatan, kondisi, kemampuan, dan
kecepatan masing-masing.
Dalam mencapai CP, kita perlu membangun kompetensi
untuk melakukan perjalanan tersebut agar tiba di tujuan
pada waktu yang ditentukan. Setiap satuan pendidikan
dipersilakan mengatur strategi efektif untuk mencapai CP,
sesuai dengan kemampuan dan potensinya.
12
Sistematika Capaian Pembelajaran
• Rasional
• Tujuan
• Karakteristik
• CP
13
2
3
4
1
Komponen CP
Rasional Mata Pelajaran
● Alasan mempelajari mapel
tersebut
● keterkaitan antara Mapel
dengan salah satu (atau lebih)
Profil Pelajar Pancasila
Tujuan Mata Pelajaran
Kemampuan yang perlu
dicapai pelajar setelah
mempelajari mata
pelajaran tersebut
Karakteristik Mata Pelajaran
● Deskripsi umum tentang apa yang
dipelajari dalam mata pelajaran
● Elemen-elemen (strands) atau
domain mata pelajaran serta
deskripsinya
Capaian dalam setiap fase secara keseluruhan
Kompetensi pembelajaran yang harus dicapai
peserta didik pada setiap fase. Dibuat dalam
bentuk pernyataan yang disajikan dalam paragraf
yang utuh.
Capaian setiap fase menurut elemen
Dibuat dalam bentuk matriks. Setiap elemen
dipetakan menurut perkembangan siswa
14
Identifikasi hasil yang diinginkan - CP, TP, dan ATP
Bagaimana penggunaan CP pada satuan
pendidikan?
15
Bagaimana menggunakan CP ke dalam pembelajaran di
kelas?
• CP diturunkan ke tujuan pembelajaran dan disusun
menjadi
alur
tujuan
pembelajaran,
selanjutnya
dikembangkan menjadi modul ajar.
• Pendidik memiliki keleluasaan untuk membuat sendiri,
memilih, dan memodifikasi modul ajar yang tersedia
sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan
peserta didik.
• Pemerintah menyediakan contoh-contoh modul ajar
yang
dapat
dijadikan
inspirasi
untuk
satuan
pendidikan.
16
Bagaimana menggunakan CP ke dalam pembelajaran di
kelas?
• Satuan
pendidikan
dan
pendidik
dapat
mengembangkan
modul
ajar
sesuai
dengan
kebutuhan
belajar
peserta
didik,
memodifikasi,
dan/atau menggunakan modul ajar yang disediakan
Pemerintah
sesuai
dengan
karakteristik
daerah,
satuan pendidik, dan peserta didik.
17
M
T
W
T
F
Sumber: OECD (2018)
6Aspek/Facet
Pemahaman
merupakan
cara
untuk
mengkonfirmasi
pemahaman
siswa
atas
apa
yang
telah
mereka
pelajari
dan
tidak
hirarkis/bukan merupakan siklus.
Jika siswa melakukan salah satu dari keenam Aspek/Facet Pemahaman ini
(mampu
menjelaskan,
menginterpretasi,
menerapkan/mengaplikasikan,
berempati, memiliki sebuah sudut pandang, atau memiliki pengenalan diri),
berarti mereka telah mendemonstrasikan sebuah tingkat pemahaman.
6 Aspek/Facet Pemahaman ini merupakan modal untuk menentukan Tujuan
Pembelajaran (TP), menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), menentukan
asesmen, dan instruksi yang tepat.
18
M
T
W
T
F
Sumber: OECD (2018)
Bentuk Pemahaman dalam CP
Prinsip penyusunan CP menggunakan pendekatan konstruktivisme
yang membangun pengetahuan dan berdasarkan pengalaman nyata
dan kontekstual. Menurut teori belajar konstruktivisme (constructivist
learning theory), pengetahuan bukanlah kumpulan atau seperangkat
fakta-fakta, konsep, atau kaidah untuk diingat.
Konsep “Memahami” dalam Capaian Pembelajaran (CP) dalam
konstruktivisme adalah proses membangun pengetahuan melalui
pengalaman nyata. Pemahaman tidak bersifat statis, tetapi berevolusi
dan berubah secara konstan sepanjang siswa mengonstruksikan
pengalaman-pengalaman
baru
yang
memodifikasi
pemahaman
sebelumnya
19
M
T
W
T
F
Sumber: OECD
(2018)
Penjelasan
Explanation
Mendeskripsikan suatu ide dengan kata-kata sendiri, membangun hubungan antar topik,
mendemonstrasikan hasil kerja, menjelaskan alasan/cara/prosedur , menjelaskan sebuah teori
menggunakan data, berargumen dan mempertahankan pendapatnya.
Interpretasi
Interpretation
Menerjemahkan cerita, karya seni, atau situasi. Interpretasi juga berarti memaknai sebuah ide,
perasaan atau sebuah hasil karya dari satu media ke media lain, dapat membuat analogi,
anekdot, dan model. Melihat makna dari apa yang telah dipelajari dan relevansi dengan dirinya.
Aplikasi
Application
Menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman mengenai suatu dalam situasi yang
nyata dalam kehidupan sehari-hari atau sebuah simulasi (menyerupai kenyataan)
Perspektif
Perspective
Melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, siswa dapat menjelaskan sisi lain dari
sebuah situasi, melihat gambaran besar, melihat asumsi yang mendasari suatu hal dan
memberikan kritik.
Empati
Empathy
Menaruh diri di posisi orang lain. Merasakan emosi yang dialami oleh
pihak
lain dan/atau
memahami pikiran yang berbeda dengan dirinya. Menemukan nilai (value) dari sesuatu
Pengenalan diri
Self-Knowledge
Memahami diri sendiri; yang menjadi kekuatan, area yang perlu dikembangkan serta proses
berpikir dan emosi yang terjadi secara internal.
6 aspek pemahaman (Wiggins and Tighe, 2005)
6 facet of understanding; merupakan bentuk-bentuk pemahaman yang digunakan dalam CP. Tidak harus hirarkis
20
M
T
W
T
F
Sumber: OECD (2018)
Contoh Bentuk Pemahaman Dalam CP
Matematika Fase B elemen Bilangan
Penjelasan
Explanation
Mendeskripsikan makna dari bilangan 10.000 dengan
kata-kata sendiri, mengaitkan dengan nilai tempat,
mengurutkan dan membandingkan
bilangan 10.000
dengan bilangan lain
Interpretasi
Interpretation
Menerjemahkan makna 10.000 menggunakan gambar
Aplikasi
Application
Menggunakan pemahaman 10.000 untuk memecahkan
masalah dalam dunia nyata (misalnya berbelanja di kantin
dengan uang Rp.10.000,00 atau soal cerita/ simulasi jual-
beli)
Perspektif
Perspective
Menemukan berbagai cara berbeda untuk mendapatkan
nilai 10.000
Peserta didik menunjukkan pemahaman
dan intuisi bilangan (number sense)
untuk bilangan cacah sampai dengan
10.000.
Mereka
dapat
membaca,
menulis,
menentukan
nilai
tempat,
membandingkan,
mengurutkan,
menggunakan nilai tempat, melakukan
komposisi dan dekomposisi bilangan.
Mereka
juga
dapat
menyelesaikan
masalah
berkaitan
dengan
uang
menggunakan ribuan sebagai satuan.
21
Arti Elemen dalam
Capaian Pembelajaran
22
M
T
W
T
F
Sumber: OECD (2018)
Elemen Dalam CP
Setiap CP suatu mata pelajaran memiliki beberapa elemen
atau kelompok kompetensi esensial yang berlaku sama untuk
semua fase pada mata pelajaran tersebut.
Masing-masing elemen tersebut memiliki capaian per fasenya
sendiri yang saling menunjang untuk mencapai pemahaman
yang dituju.
Elemen sebuah mata pelajaran mungkin saja sama atau
berbeda dengan mata pelajaran lainnya.
Contoh:
•Dalam CP PAUD terdapat elemen Nilai Agama dan Budi
Pekerti, Jati Diri, dan Dasar-dasar Literasi, Matematika,
Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Seni.
•Dalam CP Matematika terdapat elemen Bilangan, Aljabar,
Pengukuran, Geometri, dan Analisis Data dan Peluang.
23
Tujuan kegiatan analisis capaian pembelajaran untuk:
● mendapatkan peta kompetensi yang akan menjadi rujukan
untuk pelaksanaan pembelajaran; dan
● menyusun tujuan pembelajaran dan alur tujuan Pembelajaran.
Pendidik dan satuan pendidikan dapat menggunakan
berbagai strategi untuk menyusun tujuan pembelajaran dan
alur tujuan. Harus dipastikan tujuan pembelajaran dan alur
tujuan pembelajaran yang dipetakan memenuhi kriteria
berikut ini:
● Kriteria tujuan pembelajaran idealnya terdiri dari
beberapa komponen
● Kriteria alur tujuan Pembelajaran
Untuk menyusun rencana
pembelajaran, jabaran kompetensi
pada Capaian Pembelajaran perlu
dipetakan ke dalam tujuan
pembelajaran dan alur tujuan
pembelajaran. Peta kompetensi
tersebut kemudian digunakan sebagai
acuan untuk mengembangkan
perangkat ajar.
24
Merumuskan Tujuan
Pembelajaran
25
Penulisan Tujuan Pembelajaran (TP)
terdiri dari 2 komponen:
1. Kompetensi → kemampuan yang mencakup
sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
dapat didemonstrasikan peserta didik
2. Konten → lingkup materi/ konsep utama
26
Perlu
diketahui
Merumuskan Tujuan
Pembelajaran
Pendidik diberikan keleluasaan dalam
menggunakan rujukan teori untuk merumuskan
tujuan pembelajaran, diantaranya:
Taksonomi Bloom versi Revisi
Anderson dan Krathwohl
(2001)
6 Aspek Pemahaman
yang dikembangkan oleh
Tighe dan Wiggins
(2005)
6 Level Taksonomi Marzano
(2000)
Pendidik diharapkan untuk
tidak fokus p a d a satu teori
saja, melainkan d a p a t
menggunakan teori atau
pendekatan lain d a l a m
merancang tujuan
pembelajaran, selama teori
tersebut dinilai relevan
dengan karakteristik m a t a
pelajaran serta konsep/topik
yang dipelajari, karakteristik
peserta didik, serta konteks
lingkungan pembelajaran.
27
Taksonomi Bloom
28
Teori Konstruktivisme (Wiggins)
29
Taksonomi Marzano
30
Taksonomi Marzano
31
KONTEN: Fenomena dan peristiwa di lingkungan
sekitar → konsep waktu: siang dan malam
KOMPETENSI
1. mengamati
2. menyusun pertanyaan
3. melakukan penyelidikan
4. membuat prediksi
5. mengorganisasi informasi
6. mendiskusikan hasil amatan
7. mengomunikasikan secara lisan dan
tertulis
Rumusan Tujuan Pembelajaran (TP):
Peserta didik memahami dan dapat
mengidentifikasi perbedaan konsep
waktu: siang dan malam.
Ada contoh rumusan kalimat TP lainnya ?
32
Mari berlatih bersama
33
Bidang Studi: Bahasa Indonesia
Fase D - elemen Membaca dan Memirsa
Peserta didik memahami informasi berupa gagasan,pikiran, pandangan, arahan atau
pesan dari teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan
audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik
menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau
pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan
sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan
informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai
topik aktual yang dibaca dan dipirsa.
34
Sila Bapak/Ibu menuliskan hal-hal berikut di kertas/word laptop masing-
masing:
1. Daftar konten/topik materi yang terkandung dalam kalimat CP tadi.
2. Daftar kompetensi/keterampilan/kemampuan yang perlu dicapai siswa
pada akhir fase, merujuk kalimat CP tadi.
3. Kata/frasa yang perlu Guru perhatikan secara khusus (bila ada, di luar
konten dan kompetensi)
35
KONTEN/kata kunci
1. jenis teks: narasi, deskripsi,
puisi, eksplanasi, eksposisi,
dan argumentasi
2. penyajian teks: visual,
audiovisual
3. ekspresi simpati, kepedulian,
empati
4. pendapat pro dan kontra
KOMPETENSI
1. memahami informasi
2. menemukan makna tersurat dan tersirat
3. mengintepretasikan informasi
4. mengungkapkan hasil intepretasi
informasi
5. menggunakan sumber informasi lain
untuk menilai akurasi dan kualitas data
6. mengevaluasi dan mengeksplorasi topik
36
KONTEN: Teks naratif
Sumber bacaan: ….
KOMPETENSI
1. mengamati
2. menyusun pertanyaan
3. melakukan penyelidikan
4. membuat prediksi
5. mengorganisasi informasi
6. mendiskusikan hasil amatan
7. mengomunikasikan secara
lisan dan tertulis
Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu menjelaskan arti
kata-kata yang jarang muncul dengan
bantuan visual dan konteks kalimat
yang mendukung pada teks naratif
2. Peserta didik mampu
mengungkapkan makna tersurat dan
tersirat dari teks naratif yang dibaca
dengan menunjukkan bukti-bukti yang
mendukung
3. Peserta didik mampu
menginterpretasikan bagian dari teks
naratif berbentuk audiovisual yang
menunjukkan simpati, kepedulian,
atau empati
37
37
Profil Pelajar Pancasila
38
Menyusun Alur Tujuan
Pembelajaran
39
1.Tujuan pembelajaran adalah tujuan yang lebih
umum bukan tujuan pembelajaran harian
(goals, bukan objectives);
2.Alur tujuan pembelajaran harus tuntas satu
fase, tidak terpotong di tengah jalan;
3.Alur tujuan pembelajaran perlu dikembangkan
secara kolaboratif, (apabila guru
mengembangkan, maka perlu kolaborasi guru
lintas kelas/tingkatan dalam satu fase. Contoh:
kolaborasi antara guru kelas I dan II untuk Fase
A;
4.Alur tujuan pembelajaran dikembangkan sesuai
karakteristik dan kompetensi yang
dikembangkan setiap mata pelajaran. Oleh
karena itu sebaiknya dikembangkan oleh pakar
mata pelajaran, termasuk guru yang mahir
dalam mata pelajaran tersebut;
5.Penyusunan alur tujuan pembelajaran tidak
perlu lintas fase (kecuali pendidikan khusus)
6.Metode penyusunan alur tujuan pembelajaran harus logis, dari
yang sederhana ke yang lebih rumit, dapat dipengaruhi oleh
karakteristik mata pelajaran, pendekatan pembelajaran yang
digunakan (misal: matematik realistik);
7.Tampilan tujuan pembelajaran diawali dengan alur tujuan
pembelajarannya terlebih dahulu, baru proses berpikirnya
8.Karena alur tujuan pembelajaran yang disediakan
Kemendikbudristek merupakan contoh, maka alur tujuan
pembelajaran dapat bernomor/huruf (untuk menunjukkan urutan
dan tuntas penyelesaiannya dalam satu fase);
9.Alur tujuan pembelajaran menjelaskan SATU alur tujuan
pembelajaran, tidak bercabang (tidak meminta guru untuk
memilih). Apabila sebenarnya urutannya dapat berbeda, lebih
baik membuat alur tujuan pembelajaran lain sebagai variasinya,
urutan/alur perlu jelas sesuai pilihan/keputusan penyusun, dan
untuk itu dapat diberikan nomor atau kode; dan
10. Alur tujuan pembelajaran fokus pada pencapaian CP, bukan
profil pelajar Pancasila dan tidak perlu dilengkapi dengan
pendekatan/strategi pembelajaran (pedagogi)
Prinsip dalam Menyusun alur tujuan pembelajaran
40
41
42
43
Berlatih Dalam Kelompok
Bapak/Ibu duduk bersama rumpun mata pelajarannya masing-masing. Di dalam kelompok, sila
Bapak/Ibu melakukan proses seperti yang baru kita lakukan.
1.
Unduh Capaian Pembelajaran sesuai mata pelajaran dan fase yang Bapak/Ibu ampu dengan
memindai QR Code ini:
2. Unduh dokumen pengerjaan analisis CP
3. Buat daftar konten dan kompetensi dari kalimat CP Bidang Studi yang Bapak/Ibu pilih.
4. Rumuskan kalimat tujuan pembelajaran dari hasil analisa tersebut
Waktu diskusi kelompok: 10 menit.
44
Untuk semakin memantapkan pemahaman akan identifikasi CP, menurunkannya menjadi rumusan TP dan merangkainya
ke dalam ATP, Bapak/Ibu akan mengerjakan penugasan berikut secara berkelompok, bersama rekan-rekan dari satu
sekolah. Sila mengikuti panduan berikut:
1.Setiap kelompok memilih 1 bidang studi untuk diidentifikasi dan dirumuskan menjadi TP hingga ATP.
2.Pastikan kelompok Bapak/Ibu telah mengunduh dokumen berisi CP seluruh Bidang Studi
3.Identifikasi seluruh konten dan kompetensi dari kalimat CP BS yang dipilih, tuangkan sedetail mungkin di LK.
4.Rumuskan 1-2 kalimat TP yang sesuai dengan karakteristik / kontekstualitas / situasi sekolah Bapak/Ibu. Ingat untuk
memasukkan unsur hasil analisa CP pada rumusan kalimat TP.
Durasi pengerjaan: 10 menit
45
Analisis Capaian Pembelajaran
46
MENYUSUN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
47
Pelaksanaan Pembelajaran
dan Asesmen
48
Kurikulum
Merdeka
menekankan
pentingnya
keterpaduan
pembelajaran
dengan
asesmen,
terutama
asesmen
formatif,
sebagai
suatu
siklus
belajar
mengindikasikan
pentingnya
pengembangan
strategi
pembelajaran
sesuai
dengan
tahap
capaian
belajar
peserta didik.
49
“Komponen dalam
Perencanaan
Pembelajaran ditentukan
oleh pendidik
berdasarkan
kebutuhannya”
Komponen Lengkap Modul Ajar
Perlu
diketahui
50
Pembelajaran terdiferensiasi
didasarkanpadahasil asesmen
awal pembelajaranpada lingkup
materi tertentu.
Hasil asesmen awal pembelajaran
ini memberikan informasi kesiapan
belajar peserta didik (readiness),
yaituinformasi kesesuaian
pengetahuan atau keterampilan
yang dimilikipeserta didiksaat ini,
dengan pengetahuanatau
keterampilan baruyangakan
dipelajari.
MelakukanAsemen Awal Guna
Mengidentifikasi Kebutuhan
Belajar Peserta Didik
Asesmendi awalpembelajarandilakukan
hanyaterkaitkesiapanpesertadidik
padakompetensi yangakan
dituju/dipelajari.
Hasilnyadigunakanuntuk
menyesuaikanrencanapembelajaran
yangdibuat agarsesuai dengantahap
pembelajaranpesertadidik.
Asesmenpadaawalpembelajaran
diharapkandapatdilakukansecara
natural,seperti diskusiringan
pemantikdiawal kegiatan, permainan,
kuis, atausederhana.
Perlu
diketahui
Penyusunan Perencanaan Pembelajaran
Melakukan Diferesiasi
Pembelajaran
51
Contoh diferensiasi pembelajaran.
Dalam melakukan pembelajaran terdiferensiasi
pendidik dapat memilih salah satu atau
kombinasi ketiga cara di bawah ini.
•Konten (materi yang akan diajarkan). Bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan dapat mempelajari 3
(tiga) hal terpenting terkait materi, bagi siswa yang cukup mahir dapat mempelajari keseluruhan materi dan
bagi peserta didik yang sudah sangat mahir dapat diberikan pengayaan
•Proses (cara mengajarkan). Proses pembelajaran dan bentuk pendampingan dapat didiferensiasi sesuai
kesiapan peserta didik, bagi siswa yang membutuhkan bimbingan pendidik perlu mengajarkan secara
langsung, bagi peserta didik yang cukup mahir dapat diawali dengan Modeling yang dikombinasi dengan
kerja mandiri, praktik, dan peninjauan ulang (review), bagi peserta didik yang sangat mahir dapat diberikan
beberapa pemantik untuk tugas mandiri kepada peserta didik yang sangat mahir.
•Produk (luaran atau performa yang akan dihasilkan). Diferensiasi pembelajaran juga dapat dilakukan melalui
produk yang dihasilkan. Contohnya, bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan bisa menjawab
pertanyaan-pertanyaan mengenai konten inti materi, sedangkan bagi peserta didik yang cukup mahir dapat
membuat presentasi yang menjelaskan penyelesaian masalah sederhana, dan bagi peserta yang sangat
mahir bisa membuat sebuah inovasi atau menelaah permasalahan yang lebih kompleks
52
Pendidikdapatmendesainpembelajaranberdiferensiasimeliputi:
Diferensiasi Konten (Materi)
Diferensiasi Proses (Metode/Strategi)
Diferensiasi Produk
Materi pembelajaran disesuaikan dengan
kesiapan peserta didik berdasarkan
kompleksitasnya.
Misal:
Kompetensi yang akan dicapai yaitu
mengurutkan dan membandingkan bilangan
bulat terkait dalam keseharian
Pendidik dapat melakukan diferensiasi
terhadap pemahaman konsep bilangan
bulat peserta didik di kelas
Proses Pembelajaran disesuaikan
dengan kemampuan
penerimaan/keterampilan peserta didik.
Misal:
Kompetensi memahami gaya dan tekanan.
Pendidik dapat melakukan diferensiasi
berupa:
●pendampingan pada praktik yang
dilakukan peserta didik secara
langsung
●Modeling-praktik-kerjamandiri-review
●Memberi pertanyaan pemantik untuk
belajar mandiri
Penyesuaian hasil dari kegiatan
pembelajaran berdasarkanpeminatan
peserta didik
Misal:
Menceritakan ulang nilai-nilai luhur yang
didapatkan dalam teks narasi (dongeng
nusantara)
Pendidik dapat melakukan diferensiasi
produk hasil belajar peserta didik berupa:
●Bahan tayang visual (poster, slide
paparan, dan sejenisnya)
●Podcast
●Review berbasis media Audio-visual
●Pagelaran drama
Perlu diketahui
Diferensiasi Pembelajaran
53
Jelas
dokumen mudah dipahami
Merupakanmerupakanaktivitasuntukmerumuskan:
a.
capaianpembelajaranyangmenjaditujuan belajardarisuatuunitpembelajaran;
b.
carauntukmencapaitujuan belajar;dan
c.
caramenilaiketercapaiantujuanbelajar.
Perencanaan Pembelajaran
Sumber: Kepmendikbud No 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses
Perencanaan
Pembelajaran
dituangkan dalam
bentuk yang:
Sederhana
dokumen yang berisi hal pokok dan penting
sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran
Fleksibel
dokumen tidak terikat pada bentuk tertentu
dan dapat disesuaikan dengan konteks
pembelajaran
Perlu
diketahui
“Setiap pendidik perlu memiliki rencana pembelajaran untuk membantu mengarahkan proses pembelajaran mencapai CP.”
54
Perlu
diketahui
Tips Memodifikasi Perencanaan
Pembelajaran
Pendidikmemiliki kemerdekaan
untuk:
●memilihataumemodifikasi
perencanaan pembelajaran
yangsudah disediakan
pemerintah untuk disesuaikan
dengan karakteristikpeserta
didik.
●menyusun sendiri perangkat
pembelajaransesuai dengan
karakteristik pesertadidik.
DalammenyusunPerencanaan
Pembelajaran, Pendidik harus
memperhatikansuasanabelajar
yang:
interaktif
inspiratif
menyenangkan
menantang
memotivasiPesertaDidikuntukberpartisipasi
aktif
memberikanruangyangcukupbagiprakarsa,
kreativitas, kemandiriansesuai denganbakat,
minat,danperkembanganfisik,serta
psikologisPesertaDidik.
Sumber: Kepmendikbud No 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses
Ketikamemodifikasi/menyusun
perencanaanpembelajaran,
Pendidikdapat menggunakan
berbagaiteknikdan/atauinstrumen
penilaian(asesmen) yangsesuai
dengantujuanpembelajaran.
55
●Asesmen untuk perbaikan
proses pembelajaran
●Berfungsi sebagai
asesmen formatif
●Asesmen untuk evaluasi
pada akhir proses
pembelajaran
●Berfungsi sebagai
asesmen sumatif
Selamaini pelaksanaan asesmen cenderung berfokus
padaasesmen sumatifyangdijadikanacuanuntuk
mengisi laporan hasil belajar. Hasil asesmen belum
dimanfaatkansebagai umpanbalikuntukperbaikan
pembelajaran.
Padakurikulum merdeka, pendidik diharapkanlebih
berfokus pada asesmenformatifdibandingkan sumatif
dan menggunakanhasil asesmenformatif untuk
perbaikanprosespembelajaranyangberkelanjutan,
sebagaimanaditunjukkan dalamgambarberikutini:
Perlu diketahui
Perubahan Paradigma
Penilaian (Asesmen)
Asesmen UNTUK Proses
Pembelajaran
(Assessment FOR Learning)
Asesmen PADA AKHIR
Proses Pembelajaran
(Assessment OF Learning)
Asesmen SEBAGAI
Proses Pembelajaran
(Assessment AS Learning)
●Asesmen untuk refleksi
proses pembelajaran
●Berfungsi sebagai
asesmen formatif
56
●Merupakan alat ukuruntuk
mengetahuipencapaianhasil
belajar peserta didikdalamsatu
lingkup materiatau periode tertentu,
misalnyasatu lingkup materi, akhir
semester, atauakhir tahunajaran;
●Capaianhasilbelajar untuk
dibandingkandengankriteria
capaianyangtelahditetapkan
●Digunakanpendidik atausatuan
pendidikan untukmengevaluasi
efektivitas programpembelajaran.
Keduamemiliki kesamaanyaitu adanya umpanbalik untuk pemberian intervensi kepada
peserta didikmaupunperbaikanprosespembelajaranberikutnya;
Karakteristik
Asesmen Formatif dan Sumatif
Formatif
Sumatif
●Terpadudenganprosespembelajaran,
sehingga asesmen formatif dan
pembelajaranmenjadisuatu kesatuan.
Perencanaan asesmen formatif dibuat
menyatudenganperencanaan
pembelajaran;
●Melibatkanpesertadidikdalam
pelaksanaannya(misalnyamelalui
penilaian diri, penilaian antarteman, dan
refleksi metakognitifterhadap proses
belajarnya);
●Memperhatikankemajuan
penguasaandalamberbagairanah,
meliputi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan, sehinggadibutuhkan
metode/strategi pembelajarandan
teknik/instrumen.
“Pendidik dan satuan
pendidikan diberikan
keleluasaan untuk
mengatur pelaksanaan
asesmen formatif
maupun sumatif melalui
berbagai teknik guna
mengukur dan
mengintervensi capaian
yang dilakukan dalam
pembelajaran”
57
●Dilakukanuntukmengonfirmasi
capaianpembelajaranpeserta
didikpadaperiodetertentu(akhir
lingkupmateri,semesteratau
akhirjenjang)
●Hasilnyaakandigunakansebagai
bahanpengolahlaporanhasil
belajar
●Pemberianumpanbaliktetap
dilakukanwalaupundatahasil
pengukurancapaiantelahdidapat
●Menggunakanberbagaiteknik
asesmen
Hal yangharusdiperhatikan
dalammelaksanakan Formatif
●Dilakukansecaraterusmenerus
bersamaandenganproses
pembelajaran
●menggunakan berbagai teknik
asesmensesuai dengantarget
padatujuanpembelajaran
●memberikanumpanbalikbaik
untukpesertadidikmaupun
pendidik
●berorientasipadaperubahan,
bukansekadarmemenuhi
kuantitasnilaiyangtermuat dalam
rapor
●bersifat informatif
Perlu
diketahui
Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif
Hal yangharusdiperhatikan
dalammelaksanakan Sumatif
58
Pemberian soal/pertanyaan yang menuntut peserta didik
menjawab secara lisan, dan dapat diberikan secara klasikal
ketika pembelajaran
Asesmen performa dapat berupa praktik, menghasilkan produk,
melakukan projek, dan membuat portofolio.
Peserta didik diamati secara berkala, dengan fokus secara
keseluruhan maupun individu. Observasi bisa dilakukan dalam
tugas atau aktivitas rutin/harian.
Teknik dan Instrumen Asesmen
“Terdapat berbagai teknik
dalam melakukan
asesmen, pendidik
diberikan keleluasaan
memilih teknik dan
instrumen agar asesmen
selaras dengan kegiatan
pembelajaran. Sehingga
hasil belajar peserta didik
valid dan dapat ditindak
lanjuti”
Observasi
Penilaian Kinerja (Performance Test)
Tes Lisan
Teknik Asesmen
Tes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis.
Tes Tertulis
Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya
peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan
perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu.
Portofolio
59
Teknik dan Instrumen
Asesmen
“Terdapat berbagai teknik
dalam melakukan
asesmen, pendidik
diberikan keleluasaan
memilih teknik dan
instrumen agar asesmen
selaras dengan kegiatan
pembelajaran. Sehingga
hasil belajar peserta didik
valid dan dapat ditindak
lanjuti”
Rubrik
Ceklist
Grafik Perkembangan
InstrumenAsesmen
CatatanAnekdotal
Pedoman yang dibuat untuk menilai dan mengevaluasi kualitas
capaian kinerja peserta didik. Capaian kinerja dituangkan dalam
bentuk kriteria atau dimensi yang akan dinilai
yang dibuat
secara bertingkat dari kurang sampai terbaik.
Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik atau elemen yang
dituju.
Catatan
singkat
hasil
observasi pada peserta didik.
Berisi
catatan performa dan perilaku peserta didik yang
penting,
disertai latar belakang kejadian dan hasil analisa dari observasi
yang telah dilakukan.
Grafik
atau
infografik
yang
menggambarkan
tahap
perkembangan belajar peserta didik.
60
Penerapan Pola Pikir Bertumbuh
Penerapan pola pikir
bertumbuh dalam asesmen
diharapkan membangun
kesadaran bahwa proses
pencapaian tujuan
pembelajaran, lebih
penting daripada sebatas
hasil akhir.
Pendidik diharapkan mampu menerapkan ide penerapan
pola pikir bertumbuh, sebagaimana uraian di berikut ini:
Kesalahan dalam belajar itu wajar. Jika diterima, dikomunikasikan, dan dicarikan
jalan keluar, maka kesalahan akan menstimulasi perkembangan otak peserta didik.
Belajar
bukan
tentang
kecepatan,
tetapi
tentang
pemahaman,
penalaran,
penerapan, serta kemampuan menilai dan berkarya secara mendalam.
Ekspektasi pendidik yang positif tentang kemampuan peserta didik akan sangat
mempengaruhi performa peserta didik.
Setiap peserta didik unik, memiliki peta jalan belajar yang berbeda, dan tidak perlu
dibandingkan dengan teman-temannya.
Pengondisian lingkungan belajar (fisik dan psikis) di sekolah dan rumah akan
mempengaruhi pencapaian hasil belajar.
Melatih dan membiasakan peserta didik untuk melakukan asesmen diri (self
assessment), asesmen antarteman (peer assessment), refleksi diri, dan pemberian
umpan balik antarteman (peer feedback).
Apresiasi/pesan/umpan balik yang tepat berpengaruh pada motivasi belajar peserta
didik.
61
Berikut acuan dalam memberikan umpan balik kepada peserta didik
melalui tangga umpan balik (Ladder of Feedback)
62
Penerapan Tangga Umpan Balik Berorientasi Pola Pikir Bertumbuh
(Growth Mindset)
Contoh Mengidentifikasi Unsur-unsur Bangun Ruang (Jaring-jaring Kubus) - Fase C
“Bagaimana Ananda mengetahui gambar ini akan membentuk kubus?”
Klarifikasi
“Bentuk kotak-kotak yang Ananda gambar, hampir sama sehingga mudah
jika disusun menjadi bentuk kubus.”
Nilai
“Ibu melihat Ananda menarik garis secara langsung. Bagaimana jika
menggunakan penggaris agar garisnya lebih lurus?”
Perhatian
“Jika tugas membuat jaring-jaring bangun ruang akan kita laksanakan
kembali, pada bagian yang mana Ananda akan melakukan perbaikan?”
Saran
“Selamat Nak, telah menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh dalam
mengerjakan tugas ini. Ibu juga senang karena kamu mengumpulkan
tugas tepat waktu.”
Apresiasi
63
Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen
Rencana pembelajaran dirancang untuk memandu guru melaksanakan pembelajaran
sehari-hari untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran.
“Setiap pendidik perlu memiliki
rencana pembelajaran untuk
membantu mengarahkan
proses pembelajaran
mencapai CP.”
Rencana pembelajaran ini dapat berupa:
1Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
2Modul Ajar
Apabila pendidik menggunakan modul
ajar, maka ia tidak perlu membuat RPP
karena komponen-komponen dalam
modul ajar meliputi
komponen-komponen dalam RPP.
Komponen minimum dalam
rencana pelaksanaan pembelajaran
Komponen minimum dalam
modul ajar
●Tujuan pembelajaran (salah satu dari
tujuan dalam alur tujuan pembelajaran)
●Langkah-langkah atau kegiatan
pembelajaran. Biasanya untuk satu atau
lebih pertemuan.
●Asesmen pembelajaran: Rencana
asesmen untuk di awal pembelajaran dan
rencana asesmen di akhir pembelajaran
untuk mengecek ketercapaian tujuan
pembelajaran
●Tujuan pembelajaran (salah satu dari
tujuan dalam alur tujuan pembelajaran)
●Langkah-langkah atau kegiatan
pembelajaran. Biasanya untuk satu
tujuan pembelajaran yang dicapai dalam
satu atau lebih pertemuan.
●Rencana asesmen untuk di awal
pembelajaran beserta instrumen dan
cara penilaiannya
●Rencana asesmen di akhir pembelajaran
untuk mengecek ketercapaian tujuan
pembelajaran beserta instrumen dan
cara penilaiannya
●Media pembelajaran yang digunakan,
termasuk misalnya bahan bacaan yang
digunakan, lembar kegiatan, video, atau
tautan situs web yang perlu dipelajari
peserta didik
64
ini bukanlah format utama,
satuan pendidikan dapat
menggunakan berbagai
format asal mencakup
poin-poin penting yang
termuat dalam modul ajar
Inspirasi Penyusunan Modul Ajar
65
ini bukanlah format utama,
satuan pendidikan dapat
menggunakan berbagai
format asal mencakup
poin-poin penting yang
termuat dalam modul ajar
Inspirasi Penyusunan Modul Ajar
66
ini bukanlah format utama,
satuan pendidikan dapat
menggunakan berbagai
format asal mencakup
poin-poin penting yang
termuat dalam modul ajar
Inspirasi Penyusunan Modul Ajar
67
ini bukanlah format utama,
satuan pendidikan dapat
menggunakan berbagai
format asal mencakup
poin-poin penting yang
termuat dalam modul ajar
Inspirasi Penyusunan Modul Ajar
68
ini bukanlah format utama,
satuan pendidikan dapat
menggunakan berbagai
format asal mencakup
poin-poin penting yang
termuat dalam modul ajar
Inspirasi Penyusunan Modul Ajar
69
Mengolah Hasil Asesmen
•
Pengolahan hasil asesmen dilakukan dengan menganalisis secara kuantitatif dan/atau
kualitatif terhadap hasil asesmen. Hasil asesmen untuk setiap Tujuan Pembelajaran
diperoleh melalui data kualitatif (hasil amatan atau rubrik) maupun data kuantitatif
(berupa angka). Data-data ini diperoleh dengan membandingkan pencapaian hasil
belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, baik pada
capaian pembelajaran di akhir fase, maupun tujuan-tujuan pembelajaran turunannya.
•
Asesmen sumatif dilaksanakan secara periodik setiap selesai satu atau lebih tujuan
pembelajaran. Hasil asesmen perlu diolah menjadi capaian dari tujuan pembelajaran
setiap peserta didik. Pendidik dapat menggunakan data kualitatif sebagai hasil
asesmen tujuan pemeblajaran peserta didik. Namun, dapat juga menggunakan data
kuantitaif dan mendsikripsikannya secara kualitatif. Pendidik diberi keleluasaan untuk
mengolah data kuantitatif, baik secara rerata maupun proporsional.
70
Menentukan Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran
•Untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran, pendidik perlu
menetapkan kriteria atau indikator ketercapaian tujuan pembelajaran. Kriteria ini dikembangkan saat pendidik
merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran, baik dalam
bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran ataupun modul ajar.
•Kriteria ketercapaian ini juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen,
karena belum tentu suatu asesmen sesuai dengan tujuan dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
Kriteria ini merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/
didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran. Dengan
demikian, pendidik tidak disarankan untuk menggunakan angka mutlak (misalnya, 75, 80, dan sebagainya)
sebagai kriteria. Yang paling disarankan adalah menggunakan deskripsi, namun jika dibutuhkan, maka
pendidik diperkenankan untuk menggunakan interval nilai (misalnya 70 - 85, 85 - 100, dan sebagainya).
•Dengan demikian, kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah peserta didik telah mencapai tujuan
pembelajaran dapat dikembangkan pendidik dengan menggunakan beberapa pendekatan, di antaranya: (1)
menggunakan deskripsi sehingga apabila peserta didik tidak mencapai kriteria tersebut maka dianggap
belum mencapai tujuan pembelajaran, (2) menggunakan rubrik yang dapat mengidentifikasi sejauh mana
peserta didik mencapai tujuan pembelajaran, (3) menggunakan skala atau interval nilai, atau pendekatan
lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pendidik dalam mengembangkannya. Berikut adalah
contohcontoh pendekatan yang dimaksu
71
72
73
74
75
Pengolahan Hasil Asesmen
76
Mengolah hasil asesmen dalam satu tujuan
pembelajaran
Asesmen sumatif dilaksanakan secara periodik setiap selesai satu atau
lebih tujuan pembelajaran. Hasil asesmen perlu diolah menjadi capaian
dari tujuan pembelajaran setiap peserta didik. Pendidik dapat
menggunakan data kualitatif sebagai hasil asesmen tujuan pemeblajaran
peserta didik. Namun, dapat juga menggunakan data kuantitaif dan
mendsikripsikannya secara kualitatif. Pendidik diberi keleluasaan untuk
mengolah data kuantitatif, baik secara rerata maupun proporsional.
77
78
79
Pengolahan Hasil Asesmen untuk Nilai
Rapor
Contoh Data Kualitatif
80
Penyusunan Deskripsi berdasarkan Capaian Pembelajaran
Terdapat 3 opsi dalam menyusun deskripsi capaian kompetensi pada rapor, ketiga opsi tersebut sebagai berikut:
Dalampenyusunandeskripsi
capaiankompetensi,
pendidikharus
mengidentifikasicapaian
kompetensi tertinggidan
terendah.Untukmelihat
capaiankompetensitertinggi
ditandaidenganwarnahijau
dancapaiankompetensi
terendahditandaidengan
warnamerah
Opsi 1 : Deskripsi Berdasarkan CP
1
81
Penyusunan Deskripsi berdasarkan Capaian
Pembelajaran
Opsi 2 : Deskripsi Berdasarkan ATP
2
Dalampenyusunandeskripsi
capaiankompetensi,
pendidikharus
mengidentifikasicapaian
kompetensi tertinggidan
terendah.Untukmelihat
capaiankompetensitertinggi
ditandaidenganwarnahijau
dancapaiankompetensi
terendahditandaidengan
warnamerah
82
Penyusunan Deskripsi berdasarkan Capaian
Pembelajaran
Opsi 3 : Deskripsi mengambil dari poin-poin
penting dari materi yang sudah diberikan
2
Dalampenyusunandeskripsi
capaiankompetensi,
pendidikharus
mengidentifikasicapaian
kompetensi tertinggidan
terendah.Untukmelihat
capaiankompetensitertinggi
ditandaidenganwarnahijau
dancapaiankompetensi
terendahditandaidengan
warnamerah
83
PELAPORAN KEMAJUAN BELAJAR
84
Pelaporan hasil penilaian (asesmen) dituangkan dalam bentuk laporan kemajuan belajar. Laporan
hasil belajar merupakan dokumen yang disusun berdasarkan pengolahan hasil Penilaian.
Bentuk-bentuk laporan hasil belajar diantaranya:`
Pengolahan Hasil Asesmen
Rapor
1
Portofolio
2
Diskusi/Konferensi
3
Pameran Karya
4
85
Sebagaimana diuraikan pada prinsip asesme, laporan
hasil belajar hendaknya bersifat sederhana dan
informatif. Dapat memberikan informasi yang bermanfaat
tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta
strategi tindak lanjut bagi pendidik, satuan pendidikan dan
orang tua untuk mendukung capaian pembelajaran.
Bentuk Laporan Hasil Belajar
Rapor
1
1.Identitas peserta didik
2 .
N a m a satuan pendidikan
3.
Kelas
4.
Semester
5 .
M a t a pelajaran
6.
Nilai
7.
Deskripsi
8.
Catatan guru
9.
Presensi
10.
Kegiatan ekstrakurikuler.
Komponen pada Rapor DIKDASMEN
Catatan:
Format dapat disesuaikan berdasarkan
struktur kurikulum masing-masing
jenjang.
Deskripsi capaian kompetensi peserta
didik berisi informasi tentang
kompetensi yang sudah dicapai dan
kompetensi yang perlu ditingkatkan.
Deskripsi menggunakan kalimat positif
dan memotivasi.
86
Tujuan dari portofolio adalah kumpulan dokumen dari hasil
karya peserta didik. Isi portofolio adalah hasil karya peserta
didik yang dipilih oleh peserta didik, berdasarkan hasil diskusi
dengan pendidik. Portfolio bisa berupa foto, video, infografis,
poster atau karya apapun yang bukan berupa lembar soal -
jawaban.
Bentuk Laporan Hasil Belajar
Portofolio
2
87
Tujuan diskusi adalah berbagi informasi antara pendidik,
peserta didik dan orang tua. Sekolah perlu menentukan fungsi
dari suatu diskusi untuk dapat mengembangkan struktur, dan
kegiatannya melibatkan menentukan target belajar. Diskusi atau
konferensi bisa dalam struktur formal maupun informal.
Bentuk Laporan Hasil Belajar
Diskusi/Konferensi
3
88
Tujuan dari pameran karya adalah sebagai perayaan proses
belajar peserta didik dan juga sebagai asesmen sumatif.
Pameran karya berisi proses dari pembelajaran hingga produk
dari sebuah proyek belajar. Pameran karya bisa mengundang
orang
tua
peserta
didik,
komunitas
sekolah
maupun
mengundang peserta didik dan pendidik dari sekolah lain untuk
saling belajar dan mendapatkan umpan balik dari audiens yang
lebih luas selain pendidik kelas
Bentuk Laporan Hasil Belajar
Pameran Karya
4
89
Pembelajaran dilaksanakan menggunakan prinsip
mastery learning yang sangat sesuai dengan
pembelajaran berdiferensiasi atau pembelajaran sesuai
tahap capaian (teaching at the right level).
Setiap peserta didik mempelajari tujuan pembelajaran
yang sama d a l a m setiap pertemuan, namun bagi peserta
didik yang tidak dapat mencapai kriteria ketercapaian
tujuan pembelajaran perlu ditindaklanjuti dengan
memberikan perlakukan khusus a g a r d a p a t
mencapainya. Dengan kata lain, tindakan untuk peserta
didik yang berisiko tidak seharusnya menunggu hingga
tahun ajaran, tetapi perlu segera diberikan.
Mekanisme Kenaikan Kelas
Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA,
S MK /MA K , atau sederajat, kenaikan kelas
mempertimbangk an pencapaian peserta
didik pada semua mata pelajaran dan
ekstrakurikuler serta prestasi lain selama 1
(satu) tahun ajaran
Dalam Kurikulum Merdeka penggunaan fase dalam
Capaian Pembelajaran adalah salah satu alasan
mengapa peserta didik dapat terus naik kelas
bersama teman-teman sebayanya meskipun ia
dinilai belum sepenuhnya mencapai kompetensi
yang ditetapkan dalam Capaian Pembelajaran di
fase sebelumnya atau tujuan pembelajaran yang
ditargetkan untuk dicapai pada kelas tersebut.
Apabila terdapat tujuan
pembelajaran pada mata
pelajaran tertentu yang tidak
tercapai sampai saatnya
kenaikan kelas, maka pada
rapor peserta didik tersebut
dituangkan nilai aktual yang
dicapai dan dideskripsikan
bahwa peserta didik tersebut
masih memiliki tujuan
pembelajaran yang perlu
ditindaklanjuti di kelas
berikutnya
Perlu
diperhatikan
Dalam proses penentuan peserta
didik tidak naik kelas, perlu
dilakukan musyawarah dan
pertimbangan yang matang sehingga
opsi tidak naik kelas menjadi
pilihan paling akhir apabila seluruh
pertimbangan dan perlakuan telah
dilaksanakan.
a.Laporan kemajuan belajar yang mencerminkan
pencapaian peserta didik pada semua mata
pelajaran
b.Laporan pencapaian projek penguatan profil
pelajar Pancasila
c.Portofolio
d.Paspor keterampilan (skill passport) dan
rekognisi pembelajaran lampau pada peserta
didik jenjang SMK
e.Prestasi akademik dan non-akademik
f.Ekstrakurikuler
g.Penghargaan peserta didik
h.Tingkat kehadiran
90
Isu-isu terkait Kenaikan Kelas
Contoh Isu
Pertimbangan yang Diambil Sekolah
Peserta didik mempunyai tujuan
pembelajaran yang belum tuntas
(ada tujuan-tujuan pembelajaran
yang hasilnya belum memenuhi
pencapaian minimum).
Peserta didik dapat dipertimbangkan naik di kelas berikutnya dengan
pendampingan tambahan untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran yang belum
tercapai/tuntas.
Peserta didik mempunyai
masalah presensi/ketidakhadiran
yang banyak (Banyaknya jumlah
ketidakhadiran disepakati oleh
satuan pendidikan)
Dapat dipertimbangkan dengan mengetahui alasan ketidakhadiran. Jika peserta
didik tidak hadir karena kondisi keluarga (siswa yang membantu orang tua bekerja
karena alasan ekonomi) atau masalah kesehatan peserta didik, maka dapat
dipertimbangkan naik dengan catatan khusus. Jika alasan ketidakhadiran karena
“malas”, meskipun kecil kemungkinan untuk naik kelas; peserta didik tetap dapat
dipertimbangkan naik dengan catatan di rapor bagian sikap yang perlu
ditindaklanjuti di kelas berikutnya. Misalnya, permasalahan ketidakhadiran harus
diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun dengan cara konseling atau behavior
treatment lain. Khusus permasalahan ketidakhadiran, wali kelas harus dapat
mendeteksi permasalahan ini sedini mungkin, sehingga tidak terjadi penumpukan
jumlah ketidakhadiran dari peserta didik di akhir semester.
91
a.kelas V dan kelas VI untuk sekolah dasar atau bentuk
lain yang sederajat; dan
b.setiap tingkatan kelas untuk sekolah menengah pertama
atau bentuk lain yang sederajat dan sekolah menengah
atas atau bentuk lain yang sederajat.
Mekanisme Kelulusan
Penentuan kelulusan dari satuan pendidikan
dilakukan dengan mempertimbangk an laporan
kemajuan belajar yang mencerminkan pencapaian
peserta didik pada semua mata pelajaran dan
ekstrakurikuler serta prestasi lain pada
Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan
pendidikan/program pendidikan setelah:
1Menyelesaikan Seluruh Program
Pembelajaran
2mengikutipenilaian sumatif yang
diselenggarakanoleh satuanpendidikan.
92
Pembelajaran
dan Asesmen
By: Tati Maryati
Pengawas SMP Dinas Pendidikan
Kota Depok
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 92
SLIDE
Similar Resources on Wayground
90 questions
Belum Berjudul
Lesson
•
Professional Development
82 questions
Bab 3 Perawatan Produk dan Kompetensi Pramuniaga
Lesson
•
12th Grade
88 questions
Orarkom 6
Lesson
•
University
84 questions
LATIHAN US BAHASA INDONESIA
Lesson
•
12th Grade
84 questions
Modul 2.2
Lesson
•
University
76 questions
Untitled Presentation
Lesson
•
Professional Development
83 questions
MENTORING MLT TS25 PPD BANGSAR PUDU
Lesson
•
Professional Development
81 questions
Konsep Dasar IPA (Gaya dan Percepatan)
Lesson
•
University
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade
Discover more resources for Professional Development
20 questions
Black History Month Trivia Game #1
Quiz
•
Professional Development
20 questions
90s Cartoons
Quiz
•
Professional Development
12 questions
Mardi Gras Trivia
Quiz
•
Professional Development
7 questions
Copy of G5_U5_L14_22-23
Lesson
•
KG - Professional Dev...
12 questions
Unit 5: Puerto Rico W1
Quiz
•
Professional Development
42 questions
LOTE_SPN2 5WEEK2 Day 4 We They Actividad 3
Quiz
•
Professional Development
15 questions
Balance Equations Hangers
Quiz
•
Professional Development
31 questions
Servsafe Food Manager Practice Test 2021- Part 1
Quiz
•
9th Grade - Professio...