Search Header Logo
Workshop IKM

Workshop IKM

Assessment

Presentation

Biology

9th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Agung R

Used 2+ times

FREE Resource

103 Slides • 9 Questions

1

media

2

Poll

Bagaimana perasaan Bapak/Ibu guru hari ini?

3

media

​Mengumumkan mengganti kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka

Bapak Nadiem Makarim

4

Open Ended

Apa yang ada di benak Bapak/ Ibu saat mengetahui kurikulum berubah?

5

media

6

media

7

media

8

media

9

media

10

media

11

media

12

Open Ended

Apa yang paling Bapak/Ibu ingin ketahui tentang kurikulum merdeka?

13

Open Ended

Agar kegiatan berjalan dengan baik, tuliskan 1 saja kesepakatan kelas selamat diklat berlangsung!

14

Multiple Choice

Siswa dilarang datang terlambat

1

Peraturan kelas

2

keyakinan kelas

15

Multiple Choice

Siswa datang tepat waktu

1

Peraturan kelas

2

Keyakinan Kelas

16

Multiple Choice

siswa menjaga kebersihan ruang kelas

1

peraturan kelas

2

keyakinan kelas

17

Multiple Choice

Siswa tidak boleh membuang sampah sembarangan

1

Peraturan kelas

2

keyakinan kelas

18

Multiple Choice

Siswa menjaga ketenangan kelas

1

Peraturan kelas

2

Keyakinan kelas

19

Mengapa keyakinan kelas, mengapa tidak peraturan kelas saja?

suatu keyakinan akan lebih memotivasi seseorang dari dalam, atau memotivasi secara intrinsik. Seseorang akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya, daripada hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan.

Murid-murid pun demikian, mereka perlu mendengarkan dan mendalami tentang suatu keyakinan, daripada hanya mendengarkan peraturan-peraturan yang mengatur mereka harus berlaku begini atau begitu.

20

media

21

media

Permendikbud

Ristek No.5 Tahun

2022 tentang

Standar

Kompetensi

Lulusan.

KEBIJAKAN IKM

1

2

Permendikbud

Ristek No.7 Tahun

2022 tentang

Standar isi

3

Permendikbud

Ristek No.16
Tahun 2022

tentang Standar

Proses

4

Kepmendikbud

Ristek No:

56/M/2022 tentang

Pedoman
Penerapan

Kurikulum dalam
Rangka Pemulihan

Pembelajaran

5

Kepmendikbud
Ristek Nomor

371/M/2021tentang
Program Sekolah

Penggerak

22

media

23

media

KURMER juga mengacu pada SNP dan Tujuan Pendidikan Nasional

Visi Pendidikan Nasional

Mewujudkan Indonesia maju
yang berdaulat, mandiri, dan

berkepribadian melalui

terciptanya pelajar Pancasila

24

media

25

media

Keunggulan Kurikulum Merdeka

1. Lebih Sederhana dan
Mendalam

Fokus pada materi yang esensial dan
pengembangan kompetensi peserta didik
pada fasenya. Belajar menjadi lebih
mendalam, bermakna, tidak terburu-buru
dan menyenangkan.

26

media

Keunggulan Kurikulum Merdeka

2. Lebih Merdeka

Peserta didik: Tidak ada program peminatan
di SMA, peserta didik memilih mata
pelajaran sesuai minat, bakat, dan
aspirasinya.

Guru: Guru mengajar sesuai tahap
capaian dan perkembangan
peserta didik.

Satuan pendidikan: memiliki wewenang
untuk mengembangkan dan mengelola
kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan
karakteristik satuan pendidikan dan peserta
didik.

27

media

28

media

29

media

30

media

1. Struktur Kurikulum

2. Projek penguatan profil pelajar

Pancasila.

Kegiatan khusus yang ditujukan untuk

memperkuat upaya pencapaian profil

pelajar Pancasila yang mengacu pada

Standar Kompetensi Lulusan.

1. Pembelajaran intrakurikuler.

Kegiatan pembelajaran

intrakurikuler

untuk setiap mata

pelajaran mengacu pada capaian

pembelajaran.

31

media

2. Guru Diberi Fleksibilitas untuk
Melakukan Pembelajaran
Terdiferensiasi

Guru diberikan keleluasaan untuk melakukan pembelajaran

terdiferensiasi, sehingga bisa mengakomodir kebutuhan belajar

peserta didiknya. Mengingat, karakter setiap peserta didik

tidaklah sama dan perlakuan yang diberikan juga pasti tidak

sama.

Peserta didik tidak dituntut untuk mendapatkan nilai yang

memuaskan.

Namun mereka dituntut untuk berproses dan memahami

makna belajar yang sesuai dengan minat serta bakatnya.

Untuk itu, guru harus bisa menghargai setiap pencapaian

dan proses belajar peserta didiknya tanpa berorientasi

pada hasil akhir berupa nilai. Meskipun secara idealnya

proses dan hasil adalah dua hal yang saling berkaitan.

32

media

Fase Capaian Pembelajaran di Kurikulum
Merdeka

33

media

STRUKTUR KURIKULUM SMP

Struktur kurikulum SMP/MTs terdiri atas 1 (satu) fase yaitu Fase D. Fase D yaitu untuk Kelas VII,
Kelas VIII, dan Kelas IX.

Struktur kurikulum SMP/MTs terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:

a. pembelajaran intrakurikuler; dan

b. projek penguatan profil pelajar Pancasila dialokasikan sekitar 25%

(dua puluh lima persen) total JP per-tahun.

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik secara
muatan maupun secara waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek profil harus mengacu pada
capaian profil pelajar Pancasila

sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan

dengan capaian

pembelajaran pada mata pelajaran. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan,

projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek

dari semua mata

pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing - masing projek tidak harus sama.

34

media

35

media

36

media

37

media

38

media

Dukungan apa yang diberikan

Pemerintah untuk satuan

pendidikan yang menerapkan

Kurikulum Merdeka?

39

media

Penerapan Kurikulum Merdeka didukung melalui
penyediaan beragam perangkat ajar serta pelatihan dan
penyediaan sumber belajar guru, kepala sekolah, dan
dinas pendidikan.

1. Penyediaan Perangkat ajar: Buku teks dan Bahan Ajar pendukung

● Perangkat ajar (buku teks, contoh-contoh alur tujuan

pembelajaran, kurikulum operasional sekolah, serta modul ajar

dan projek penguatan profil Pelajar Pancasila disediakan melalui

platform digital bagi guru. Satuan pendidikan dapat melakukan

pengadaan buku teks secara mandiri dengan BOS/BOP reguler

atas dukungan Pemda dan yayasan

● Buku cetak dapat dibeli menggunakan dana BOS/BOP melalui

SIPLah atau cetak mandiri

40

media

Penerapan Kurikulum Merdeka didukung melalui
penyediaan beragam perangkat ajar serta pelatihan dan
penyediaan sumber belajar guru, kepala sekolah, dan
dinas pendidikan.

2. Pelatihan dan penyediaan sumber belajar guru, kepala sekolah dan disdik

Pelatihan mandiri bagi guru dan kepala sekolah melalui micro
learning di aplikasi digital Merdeka Mengajar (dapat diunduh pada
Playstore dan website https://guru.kemdikbud.go.id/).

● Menyediakan berbagai narasumber dalam pelatihan Kurikulum Merdeka.
Misalnya,
melalui pengimbasan dari Sekolah Penggerak.

Berbagai sumber belajar untuk guru dalam bentuk e-book, video, podcast
dll., yang dapat diakses daring dan didistribusikan melalui media
penyimpanan (flashdisk) bagi wilayah 3T.

● Guru membentuk komunitas belajar untuk saling berbagi praktik baik
dalam adopsi Kurikulum Merdeka, baik di satuan pendidikan maupun di
komunitasnya

41

media

Penerapan Kurikulum Merdeka didukung melalui
penyediaan beragam perangkat ajar serta pelatihan dan
penyediaan sumber belajar guru, kepala sekolah, dan
dinas pendidikan.

3. Jaminan Jam Mengajar dan Tunjangan Profesi Guru

Perubahan struktur mata pelajaran tidak merugikan guru

● Semua guru yang berhak mendapatkan tunjangan profesi

ketika menggunakan Kurikulum 2013 akan tetap

mendapatkan hak tersebut

42

media

Perangkat ajar merupakan berbagai bahan ajar (tidak hanya buku teks) yang
digunakan untuk mencapai profil pelajar Pancasila dan Capaian
Pembelajaran

Buku teks mata pelajaran IPA

Kelas VII Fase D

Modul ajar Bahasa Indonesia

untuk Fase D (SMP)

Modul projek penguatan profil

pelajar Pancasila dengan
tema Bhineka Tunggal Ika

untuk Fase A

43

media

Contoh dukungan yang dapat disediakan oleh Pemerintah Daerah :

44

media

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Profil Pelajar Pancasila

PERINGATANu

Workshop Implementasi

Kurikulum Merdeka

SMP MELATI INDONESIA

Kamis, 13 Juli 2023

45

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan

SUMBER DAYA MANUSIA UNGGUL

Pelajar sepanjang hayat yang memiliki

kompetensi global dan berperilaku sesuai

dengan nilai-nilai Pancasila

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun

2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

46

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

47

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Apa Profil Pelajar Pancasila?

48

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

49

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

50

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

.

51

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

52

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

53

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

54

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

JADILAH PELAJAR PANCASILA YANG:

Banyak Coba

Banyak Karya

Banyak Tanya

Quote: Nadiem Anwar Makarim (2020)

.

55

media

56

media
media

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi
pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada
setiap fase, dimulai dari fase fondasi pada PAUD. Jika
dianalogikan dengan sebuah perjalanan berkendara, CP
memberikan tujuan umum dan ketersediaan waktu yang
tersedia untuk mencapai tujuan tersebut (fase). Untuk
mencapai garis finish, pemerintah membuatnya ke
dalam enam etape yang disebut fase. Setiap fase
lamanya 1-3 tahun.

57

media
media

Kepmen RI Nomor 958 tahun 2020 Tentang Capaian
Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan
Dasar, Dan Pendidikan Menengah dinyatakan bahwa

Capaian Pembelajaran merupakan bentuk pengintegrasian
kompetensi inti dan kompetensi dasar yang disusun secara
komprehensif dalam bentuk narasi yang meliputi:
sekumpulankompetensi dan lingkup materi sehingga CP
memungkinkan setiap anak memperdalam pengetahuan nya
tanpa harus terstandar oleh sistem.

APA ITU CP?

58

media

59

media
media

60

media
media

61

media

62

media

63

media

64

media

65

media

66

media
media

67

media
media

68

media
media

69

media
media

70

media

Contoh Tujuan
Pembelajaran

Menjelaskan rumusan dan isi Pancasila dari 3 tokoh pendiri bangsa dan
membandingkan serta menceritakan dengan menggunakan kata-kata
sendiri secara kritis
Merancang solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang
konservasi energi dalam skala rumah tangga sebagai sikap kreatif dan
inovatif
Mengkaji hukum Newton dengan mengambil contoh dari fenomena
keseharian di lingkungan sekitarnya secara mandiri
Menganalisis ide pokok dari teks deskripsi, narasi, dan eksposisi serta
nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa, pantun, dan pusi), dari
teks dan/atau audio visual
Mendeskripsikan pentingnya anggota tubuh dalam melakukan kegiatan
sehari-hari

1.

2.

3.

4.

5.

71

media

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Alur Tujuan Pembelajaran merupakan rangkaian tujuan pembelajaran
yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase secara utuh
dan menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase.
Alur disusun secara linier sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran
yang dilakukan dari hari ke hari untuk mengukur CP.

72

media

Menyusun Alur Tujuan

Pembelajaran (ATP)

Dari CP Elemen 1 misalnya turun TP 1.1, 1.2, 1.3,1.4, ..., dst.
Dari CP Elemen 2 turun ke TP menjadi TP 2.1, 2.2, 2.3, ..., dst.

Catatan:
TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau
membuat alur dari TP yang disusun, bisa alurnya mulai dari dimensi
pengetahuan yang konseptual sampai dengan metakognitif.

73

media

YUK PRAKTIK MENYUSUN

ATP...

Silahkan Bapak/Ibu guru untuk memilih satu paragrap CP untuk dibreak down (diturunkan) menjadi beberapa Tujuan Pembelajaran)

74

media

75

media

76

media

77

media

78

media

79

media

80

media

81

Praktek Membuat Modul Ajar

Silahkan Bapak/Ibu guru membuka link LK praktik Membuat Modul Ajar dan membuat modul ajar untuk satu tujuan pembelajaran dengan cara berkelompok

82

media

83

media
media

PRINSIP
PEMBELAJARAN

Dirancang dengan mempertimbang-
kan tahap perkembangan dan tingkat
pencapaian peserta didik saat ini,
sesuai dengan kebutuhan belajar,
serta mencerminkan karakteristik dan
perkembangan peserta didik yang
beragam
Dirancang dan dilaksanakan untuk
membangun kapasitas untuk menjadi
pembelajar sepanjang hayat
Mendukung perkembangan
kompetensi dan karakter peserta
didik secara holistik

84

media
media

PRINSIP
PEMBELAJARAN

Pembelajaran yang relevan, yaitu
pembelajaran yang dirancang sesuai
konteks, lingkungan, dan budaya
peserta didik, serta melibatkan orang
tua dan komunitas sebagai mitra
Berorientasi pada masa depan yang
berkelanjutan

85

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

Asesmen adalah aktivitas yang menjadi
kesatuan dalam proses pembelajaran.
Asesmen dilakukan untuk mencari bukti
ataupun dasar pertimbangan tentang
ketercapaian tujuan pembelajaran

86

media

87

media
media

Bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi
pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik,
sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan
orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam
menentukan strategi pembelajaran selanjutnya
Dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen
Dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat
dipercaya (reliable)
Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik
bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi
yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang
dicapai, serta strategi tindak lanjut
Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik,
tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan
refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran

PRINSIP
ASESMEN

88

media
media

Bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi
pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik,
sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan
orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam
menentukan strategi pembelajaran selanjutnya
Dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen
Dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat
dipercaya (reliable)
Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik
bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi
yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang
dicapai, serta strategi tindak lanjut
Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik,
tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan
refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran

PRINSIP
ASESMEN

89

media

Asesmen Formatif

*Memberikan informasi atau

umpan balik bagi pendidik
dan peserta didik

*Memperbaiki proses belajar

Asesmen
di awal pembelajaran

Asesmen
di dalam proses
pembelajaran

90

media

Contoh Asesmen Formatif

Pertanyaan di awal

tatap muka

3 - 2- 1

Diskusi terhadap

hasil percobaan dan
diberi umpan balik

Diberi pertanyaan

LALU diberi

kuncinya untuk

penilaian diri

Penilaian Diri

Peer Assesment

Umpan balik
antar teman

Refleksi

Menulis surat

91

media

Asesmen Sumatif

* Memastikan ketercapaian

keseluruhan tujuan
pembelajaran

Dilakukan pada
akhir proses pembelajaran

Dilakukan untuk dua atau
lebih tujuan pembelajaran,

Dilakukan di akhir satu
lingkup materi

Pada akhir semester/fase

92

media

1. Alat ukur untuk mengetahui pencapaian

hasil belajar peserta didik dalam satu
atau lebih tujuan pembelajaran di
periode tertentu

2. Mendapatkan nilai capaian hasil belajar

untuk dibandingkan dengan kriteria
capaian yang telah ditetapkan

3. Menentukan kelanjutan proses belajar

siswa di kelas atau jenjang berikutnya

Fungsi
Asesmen
Sumatif

93

media

Ceklis

Contoh

Instrumen
Asesmen

Rubrik

Menilai dan mengevaluasi kualitas capaian
kinerja peserta didik, fokus pada kompensi yang
harus dikuasai. Capaian kinerja dituangkan
dalam bentuk kriteria atau dimensi yang akan
dinilai yang dibuat secara bertingkat dari
kurang sampai terbaik

Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik,
atau elemen yang dituju

94

media

Catatan Anekdotal

Contoh

Instrumen
Asesmen

GRafik Perkembangan
(Kontinum)

Catatan singkat hasil observasi yang difokuskan
pada performa dan perilaku yang menonjol,
disertai latar belakang kejadian dan hasil
analisis atas observasi yang dilakukan

Grafik atau infografik yang menggambarkan
tahap perkembangan belajar

95

media

Teknik Asesmen

Observasi

Kinerja

Projek

Tes tertulis

Tes lisan

Penugasan

Portofolio

96

media

Menentukan Kriteria
Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran (KKTP)

97

media

Sumber

1. Permendikbudristek No. 21 Tahun

2022 Tentang Standar Penilaian

2. Panduan Pembelajaran dan

Asesmen Kurikulum Merdeka
Tahun 2022

KKM

98

media
media

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2022

Ayat 7dan 8
7. Penilaian sumatif pada jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan

menengah bertujuan untuk menilai pencapaian hasil belajar Peserta Didik
sebagai dasar penentuan:

a. kenaikan kelas; dan
b. kelulusan dari Satuan Pendidikan.

8. Penilaian pencapaian hasil belajar Peserta Didik dilakukan dengan

membandingkan pencapaian hasil belajar Peserta Didik dengan kriteria
ketercapaian tujuan pembelajaran.

99

media

100

media

101

media

102

media

Deskripsi Kriteria

Kriteria yang terdiri dari beberapa komponen
/pertimbangan ketercapaian tujuan, kemudian

menentukan ketercapaian tujuan tersebut
dengan melihat apakah komponen tersebut

sudah memadai atau belum memadai

Guru menetapkan KKTP dengan cara

menetapkan banyaknya kriteria yang sudah
dicapai peserta didik. Misalnya, jika siswa

mencapai 3 kriteria memadai maka dianggap

mencapai TP. Jika kurang dari 3, maka
tidak.tuntas Dan dilakukan intervensi

103

media

Deskripsi
Kriteria

CONTOH

104

media

Rubrik

105

media

Interval

nilai

Contoh
a. Untuk nilai yang berasal dari nilai tes tertulis atau ujian, pendidik

menentukan interval nilai. Setelah mendapatkan hasil tes, pendidik
dapat langsung menilai hasil kerja peserta didik dan menentukan
tindak lanjut sesuai dengan intervalnya.

0 - 40% :
belum mencapai, remedial di seluruh bagian

41 - 65 % :
belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan

66 - 85 % :
sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial

86 - 100% :
sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih

106

media

Interval

nilai

Bila peserta didik dapat mengerjakan 16 dari 20 soal (dengan
bobot yang sama), maka ia mendapatkan nilai 80%.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik tersebut
sudah mencapai ketuntasan dan tidak perlu remedial.

107

media

Interval
nilai yang
diolah dari

rubrik

Dalam tugas menulis laporan, pendidik dapat menetapkan
empat kriteria ketuntasan:
•menunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi

dengan runtut

•menunjukkan hasil pengamatan yang jelas
•menceritakan pengalaman secara jelas
•menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai

dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan
pembaca

Untuk setiap kriteria terdapat 4 (empat) skala pencapaian (1-4).
Pendidik membandingkan hasil tulisan peserta didik dengan
rubrik untuk menentukan ketercapaian peserta didik

Contoh

108

media

Interval
nilai yang
diolah dari

rubrik

109

media

Interval
nilai yang

diolah

dari
rubrik

110

media

Siswa memperoleh Skor :

2 + 3 + 4 + 2 = 11

Nilai : 11/16 x 100 = 69

Kriteria : 66 – 85: Telah mencapai tujuan tanpa remidial

111

media

https://bit.ly/diferensiasiAsesmen

Semangat..kita latihan dulu y

112

media
media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 112

SLIDE