Search Header Logo
IKM Day 2 SMPN 44 Bekasi

IKM Day 2 SMPN 44 Bekasi

Assessment

Presentation

Education

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

Agung R

Used 2+ times

FREE Resource

109 Slides • 7 Questions

1

Asesmen Formatif tiket masuk

  1. Apa keunggulan dari Kurikulum merdeka?

  2. Tuliskan 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila!

  3. Apa yang menjadi kekhasan dari kurikulum merdeka?

2

media
media
media
media
media

PENGEMBANGAN PROJEK PENGUATAN

PROFIL PELAJAR PANCASILA

3

Ayo senam pagi bersama

4

media

5

Multiple Choice

Apa perasaan Bapak/Ibu hari ini?

1
2
3
4

6

Open Ended

Tuliskan satu hal yang paling ingin Bapak/Ibu ketahui tentang P5?

7

media

Kekhasan Kurikulum Merdeka
Struktur Kurikulum
Pendidikan Anak Usía Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

1.
Pembelajaran intrakurikuler. Kegiatan
pembelajaran intrakurikuler untuksetiap
mata pelajaran mengacu pada capaian
pembelajaran.

2.
Projek penguatan profil pelajar
Pancasila. Kegiatan khusus yang
ditujukan untuk memperkuat upaya
pencapaian profil pelajar Pancasila
yang mengacu pada Standar
Kompetensi Lulusan.

Secara pengelolaan waktu pelaksanaan,
projek dapat dilaksanakan dengan
menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari
semua mata pelajaran dan jumlah total
waktu pelaksanaan masing-masing projek
tidak harus sama.

Alokasi waktu untuk setiap projek
penguatan profil pelajar Pancasila tidak
harus sama. Satu projek dapat dilakukan
dengan durasi waktu yang lebih panjang
daripada projek yanglain.

8

media
media

.

Projek adalah serangkaian kegiatan untuk mencapai
sebuah tujuan tertentu dengan cara menelaah suatu
“tema menantang”.

Pendidik dapat tetap melaksanakan pembelajaran
berbasis projek di kegiatan mata pelajaran
(intrakurikuler). Pembelajaran berbasis projek di
intrakurikuler bertujuan mencapai Capaian Pembelajaran
(CP), sementara projek penguatan profil pelajar
Pancasila bertujuan mencapai kompetensi profil pelajar
Pancasila

Projek didesain agar peserta didik dapat melakukan
investigasi, memecahkan masalah, dan mengambil
keputusan. Peserta didik bekerja dalam periode waktu
yang telah dijadwalkan untuk menghasilkan produk
dan/atau aksi.

9

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

P-5

10

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Merupakan kegiatan
Kokurikuler berbasis

projek

A

Dirancang untuk

menguatkan upaya

pencapaian

kompetensi dan

karakter sesuai dengan
profil pelajar Pancasila

B

Pelaksanaannya dilakukan secara

fleksibel, dari segi muatan,

kegiatan, dan waktu pelaksanaan

C

D

Dirancang terpisah dari
intrakurikuler.

Tujuan, muatan, dan
kegiatan pembelajaran
projek profil tidak harus
dikaitkan dengan tujuan
dan materi pelajaran
intrakurikuler

E

Satuan pendidikan
dapat melibatkan
masyarakat dan/atau
dunia kerja untuk
merancang dan
menyelenggarakan P-5

F

P-5

11

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Langkah-Langkah
Projek Profil Pelajar
Pancasila

12

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Langkah 1:
Memahami Projek
Penguatan Profil
Pelajar Pancasila

13

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

A. Profil Pelajar Pancasila

“Pelajar Indonesia merupakan pelajar
sepanjang hayat yang kompeten,
berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-
nilai Pancasila.”

14

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Gambaran Pencapaian Profil Pelajar Pancasila Di
Satuan Pendidikan:
Profil pelajar Pancasila adalah karakter dan kemampuan
yang dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam
diri setiap individu peserta didik melalui budaya satuan
pendidikan, pembelajaran intrakurikuler,projek penguatan
profil pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler

15

Open Ended

Jika ada 1 kilo batu dan ada 1 kilo kapas, ketika dijatuhkan ke atas kaki, apa yang lebih sakit?

16

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

B. Perlunya Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila

“... perlulah anak anak [Taman Siswa]
kita dekatkan hidupnya
kepada perikehidupan rakyat, agar
supaya mereka tidak hanya
memiliki ‘pengetahuan’ saja tentang
hidup rakyatnya, akan tetapi
juga dapat ‘mengalaminya’ sendiri ,
dan kemudian tidak hidup
berpisahan dengan rakyatnya.” Ki
Hadjar Dewantara

17

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

B. Perlunya Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila

“... Projek penguatan profil pelajar Pancasila
penting karena: Membentuk identitas nasional
yang kuat dan cinta tanah air, Mengembangkan
moralitas, etika, dan kepedulian social,
Mempersiapkan generasi muda menghadapi
tantangan global, Membentuk pemimpin yang
berintegritas dan bertanggung jawab,
Memperkuat persatuan dalam keberagaman
dan mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika.
Ki Hadjar Dewantara

18

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

C. Gambaran
Pelaksanaan Projek
Penguatan Profil
Pelajar Pancasila

Merupakan kegiatan
kokurikuler berbasis
Projek
(Permendikbud
No.56/M/2022)

Pelaksanaannya
dilakukan secara
fleksibel, dari
segi muatan,
kegiatan, dan
waktu
pelaksanaan

Dirancang terpisah
dari intrakurikuler.
(Tujuan, muatan,
dan kegiatan
pembelajaran
projek profil tidak
harus dikaitkan
dengan tujuan dan
materi pelajaran
intrakurikuler.)

Satuan pendidikan
dapat melibatkan
masyarakat dan/
atau dunia kerja
untuk merancang
dan
menyelenggarakan
projek penguatan
profil pelajar
Pancasila.

Dirancang untuk
menguatkan upaya
pencapaian
kompetensi dan
karakter sesuai
dengan profil pelajar
Pancasila

Projek adalah serangkaian kegiatan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu dengan
cara menelaah suatu tema menantang. Projek didesain agar peserta didik dapat
melakukan investigasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Peserta
didik bekerja dalam periode waktu yang telah dijadwalkan untuk menghasilkan
produk dan/atau aksi.

19

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

D. Prinsip-

prinsip
projek
penguatan
profil pelajar
Pancasila

Holistik

Holistik bermakna memandang sesuatu secara
utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau
Terpisah-pisah

Kontekstual

Prinsip kontekstual berkaitan dengan upaya
mendasarkan kegiatan pembelajaran pada
pengalaman nyata yang dihadapi dalam
Keseharian.

Berpusat Pada
Peserta Didik

Prinsip berpusat pada peserta didik berkaitan
dengan skema pembelajaran yang mendorong
peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran
yang aktif mengelola proses belajarnya secara
mandiri, termasuk memiliki kesempatan memilih
dan mengusulkan topik projek profil sesuai minatnya

Eksploratif

Prinsip eksploratif berkaitan dengan semangat
untuk membuka ruang yang lebar bagi proses
pengembangan diri dan inkuiri, baik terstruktur
maupun bebas. Projek penguatan profil pelajar
Pancasila tidak berada dalam struktur Intrakurikuler.

20

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

E. Manfaat projek
penguatan profil pelajar
Pancasila

Projek penguatan profil
pelajar Pancasila
memberikan ruang bagi
semua anggota komunitas
satuan pendidikan untuk
dapat mempraktikkan dan
mengamalkan profil pelajar
Pancasila.

Untuk Satuan
Pendidika

1. Menjadikan satuan pendidikan sebagai sebuah ekosistem

yang terbuka untuk partisipasi dan keterlibatan masyarakat.

2.Menjadikan satuan pendidikan sebagai organisasi

pembelajaran yang berkontribusi kepada lingkungan dan
komunitas di sekitarnya.

Untuk Pendidik

1.Memberi ruang dan waktu untuk pendidik mengembangkan

kompetensi dan memperkuat karakter dan profil pelajar
Pancasila.

2. Merencanakan proses pembelajaran projek profil dengan

tujuan akhir yang jelas.

3. Mengembangkan kompetensi sebagai pendidik yang terbuka

untuk berkolaborasi dengan pendidik dari mata pelajaran lain
untuk memperkaya hasil pembelajaran.

Untuk Peserta
Didik

1. Mendapat kesempatan ruang dan waktu untuk peserta didik

mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan
profil pelajar Pancasila.

2. Melaksanakan proses pembelajaran interaktif dalam projek

profil dengan tujuan akhir yang jelas.

3. Mendapat kesempatan lebih luas untuk peserta didik untuk

secara aktid mengekplorasi isu-isu actual. Misalnya : Isu

21

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Langkan 2:
Menyiapkan Ekosistem
Sekolah

22

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

A. Membangun budaya
satuan pendidikan
yang mendukung
pelaksanaan projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

Berpikiran
Terbuka

Satuan pendidikan diharapkan dapat
menghidupkan budaya senang menerima
masukan, terbuka terhadap perbedaan, serta
berkomitmen terhadap setiap upaya perbaikan
untuk perubahan ke arah yang lebih baik

Senang
Mempelajari
Hal Baru

Kegiatan projek penguatan profil pelajar
Pancasila akan berjalan secara optimal jika
setiap individu memiliki kesenangan untuk
mempelajari hal baru dan mengembangkan diri
secara terus menerus

Kolaboratif

Budaya kolaboratif dapat mendorong semangat
senang bekerja sama, saling mengapresiasi, dan
saling memberikan dukungan satu sama lain.
Lebih jauh, upaya kolaboratif juga perlu
dilakukan antar berbagai elemen

23

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

B. Memahami peran peserta didik,
pendidik, dan satuan pendidikan
dalam pelaksanaan projek
penguatan profil pelajar Pancasila

Bagaimana peserta didik, pendidik, dan
satuan pendidikan menghidupkan
budaya yang mendukung pelaksanaan
projek penguatan profil pelajar
Pancasila?

24

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

25

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

26

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

C. Mendorong Penguatan Kapasitas
Pendidik dalam Pelaksanaan Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Satuan pendidikan tidak diwajibkan
melakukan seluruh penguatan
Kapasitas yang ada. Dalam proses
belajarnya, satuan pendidikan dapat
menyesuaikan topik penguatan dengan
kebutuhan dan kesiapan untuk
memberdayakan diri secara bertahap
dan berkesinambungan.

27

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Langkah 3:
Mendesain Projek
Penguatan Profil Pelajar
Pancasila

28

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Alur Perencanan
Projek Profil

29

Multiple Choice

Jika dibutuhkan waktu 10 menit untuk merebus 1 butir telur, berapa waktu yang diperlukan untuk merebus 5 butir telur?

1

50 menit

2

10 menit

30

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

A. Membentuk Tim Fasilitator Projek

Penguatan Profil Pelajar Pancasila

a.Pimpinan satuan pendidikan

menentukan seorang koordinator
projek profil.

b.Koordinator projek profil sekolah dapat

membentuk koordinator di level kelas.

c.Pimpinan satuan pendidikan bersama

koordinator projek profil memetakan
pendidik dari setiap kelas untuk
menjadi tim fasilitator projek profil.

d.Koordinator bersama tim fasilitator

projek profil untuk merencanakan dan
membuat modul projek profil.

KS

Koordinator

Koor
Kelas

Fasil 1
Fasil 2

Koor
Kelas

Fasil 1
Fasil 2

Koor
Kelas

Fasil 1
Fasil 2

1. Langkah Pembentukan Tim
Fasilitator Projek Profil

31

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

2.Pembagian
Peran dan
Tanggung
Jawab dalam
pengelolaan
Projek Profil

Satuan
pendidikan

Menyiapkan sistem dari perencanaan hingga evaluasi dan refleksi projek profil.
Membuka pintu kolaborasi dengan narasumber untuk memperkaya materi.
Mengomunikasikan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Memastikan beban kerja pendidik tetap dipertahankan.
Melibatkan pendidik bimbingan dan konseling atau mentor.
Menyediakan sumberdaya dan dana.

Koordinator
Projek

Mengembangkan kemampuan kepemimpinan dalam mengelola projek profil.

Koordinator bisa dari wakil kepala satuan pendidikan atau tenaga pendidik yang

memiliki pengalaman.

Mengelola sistem yang dibutuhkan tim pendidik/fasilitator dan peserta didik.

Memastikan alur projek profil memiliki aktivitas yang kaya dan beragam.

Memastikan rancangan asesmen yang dilakukan sesuai dengan kriteria

kesuksesan.

Fasilitator
Projek

Memperhatikan kebutuhan dan minat belajar setiap peserta didik.
Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat perencanaan projek.
Memberikan ruang bagi peserta didik untuk mendalami isu atau topik
Berkolaborasi dengan seluruh pihak terkait projek profil (orang tua,mitra).

32

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Mengidentifikasi
Tahapan Kesiapan
Satuan Pendidikan
dalam Menjalankan
Projek Penguatan
Profil Pelajar
Pancasila

33

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

. Menentukan Dimensi

dan Tema Projek
Penguatan Profil
Pelajar Pancasila

1.Dimensi Profil Pelajar

Pancasila

Tim fasilitator dan kepala satuan pendidikan menentukan dimensi profil

pelajar Pancasila yang akan menjadi fokus untuk dikembangkan pada
tahun ajaran berjalan.

Pemilihan dimensi dapat merujuk pada visi misi satuan pendidikan atau

program yang akan dijalankan di tahun ajaran tersebut.

Disarankan untuk memilih 2-3 dimensi yang paling relevan untuk menjadi

fokus yang sasaran projek profil pada satu tahun ajaran.

Sebaiknya jumlah dimensi profil pelajar Pancasila yang dikembangkan

dalam suatu projek profil tidak terlalu banyak agar tujuan pencapaian projek
profil jelas dan terarah.

Penentuan dimensi sasaran ini akan dilanjutkan dengan penentuan elemen

dan sub-elemen yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik
di tahap pengembangan modul projek profil.

Apabila pimpinan satuan pendidikan sudah berpengalaman menjalankan

kegiatan berbasis projek, jumlah dimensi yang dipilih dapat ditambah
sesuai dengan kesiapan tingkat satuan pendidikan.

34

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

2. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Kearifan Lokal
(SD/SDLB-SMA/SMALB/SMK)

Membangun rasa ingin tahu
dan kemampuan inkuiri
melalui eksplorasi tentang
budaya dan kearifan lokal
masyarakat sekitar atau
daerah tersebut, serta
perkembangannya.

Rekayasa dan Teknologi
(SD-SMA/SMK)

Berkolaborasi dalam melatih
daya pikir kritis, kreatif, inovatif,
sekaligus kemampuan
berempati untuk berekayasa
membangun produk
berteknologi yang
memudahkan kegiatan dirinya
dan juga sekitarnya.

Kewirausahaan
(SD-SMA/SMK)

Mengidentifikasi potensi
ekonomi di tingkat lokal dan
masalah yang ada dalam
pengembangan potensi
tersebut, serta kaitannya
dengan aspek lingkungan, sosial
dan kesejahteraan masyarakat.

Bhinneka Tunggal Ika
(SD-SMA/SMK)

Mengenal belajar membangun
dialog penuh hormat tentang
keberagaman kelompok agama dan
kepercayaan yang dianut oleh
masyarakat sekitar dan di Indonesia
serta nilai-nilai ajaran yang
dianutnya.

Gaya Hidup Berkelanjutan
(SD-SMA/SMK)

Memahami dampak dari
aktivitas manusia, baik
jangka pendek maupun
panjang, terhadap
kelangsungan kehidupan di
dunia maupun lingkungan
sekitarnya.

Bangunlah Jiwa dan
Raganya
(SD- SMA/SMK)

Membangun kesadaran dan
keterampilan untuk memelihara
kesehatan fisik dan mental,
baik untuk dirinya maupun
orang sekitarnya.

Suara Demokrasi
(SMP-SMA/SMK)

Merefleksikan makna demokrasi
dan memahami implementasi
demokrasi serta tantangannya
dalam konteks yang berbeda,
termasuk dalam organisasi
sekolah dan/atau dalam dunia
kerja.

Kebekerjaan
(Tema wajib di SMK)

Membangun pemahaman terhadap
ketenagakerjaan, peluang kerja,
serta kesiapan kerja untuk
meningkatkan
kapabilitas yang sesuai dengan
keahliannya, mengacu pada
kebutuhan dunia kerja terkini.

35

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

3.Penentuan tema dan topik spesifik sesuai dengan

tahapan satuan pendidikan

36

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

37

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

SMP VII-VIII

SMP IX

360 JP

320 JP

38

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Total JP = 360

No

Tema

Fase

Bentuk Keluaran

Sasaran

Dimensi PPP

Waktu

JP

1

Gaya Hidup
Berkelanjutan

D

Kelas

7

Peserta didik dapat membuat

purwarupa komposter, mengelola

sampah organik menjadi pupuk dan
menggunakannya dalam budidaya

tanaman secara gotong royong, mandiri

dan kreatif.

Gotong royong

dan kreatif

Tiap Hari Kamis
8 Jp selama 3

bulan

120
JP

2

Bangunlah Jiwa

dan Raganya

D

Kelas

7

Poster Murid memiliki karakter

tanggung jawab terhadap dirinya dan
lingkungannya. Murid memiliki karakter

bernalar kritis ketika menerima

informasi, ahlak mulia dan Hafidz Quran

Beriman,

Bertakwa kepada
Tuhan YME, dan
Berakhlak Mulia,

bernalar kritis.

Tiap Hari Kamis
8 Jp selama 3

bulan

120
JP

3

Kewirausahaan

D

Kelas

7

Siswa memiliki kompetensi

interprenership produk hasta karya
berupa hasil pengolahan sampah

organik dan non organik serta produk

agribisnis

Gotong royong,

mandiri dan

kreatif

.

Tiap Hari Kamis
8 Jp selama 3

bulan

120
JP

2. Pemetaan dimensi, tema, dan alokasi waktu projek profil.

39

media

GAMBARAN JADWAL P5

40

Open Ended

Dalam sebuah keluarga, terdapat 3 anak perempuan yang masing-masing memiliki 1 adik laki-laki. Berapakah jumlah anak laki-laki dalam keluarga tersebut?

41

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

3. Alternatif Penjadwalan Sistem Blok

No

Waktu

Hari

Senin/Hari A

Selasa/Hari B

Rabu/Hari A

Kamis/Hari B

Jumat

1

06.30-06.45

Upacara

Ibadah Pagi

Ibadah Pagi

Ibadah Pagi

Olahraga Bersama

A

Matematika

2

06.45-07.25

Pelajaran A

Pelajaran E

Pelajaran A

Pelajaran I

Pelajaran F

B

IPA

3

07.25-08.05

C

IPS

4

08.05-07.45

Pelajaran B

Pelajaran F

Pelajaran B

PelajaranI I

Pelajaran F

D

Bahasa Indonesia

5

08.45-09.25

E

Bahasa Inggris

6

09.25-09.55

ISTIRAHAT

ISTIRAHAT

ISTIRAHAT

ISTIRAHAT

ISTIRAHAT

F

Penjaskes

7

09.55-10.35

Pelajaran C

Pelajaran G

Pelajaran C

Pelajaran I

Pelajaran G

G

Pendidikan Seni

8

10.35-11.15

H

Pendidikan Agama

9

11.15-11.55

Pelajaran D

Pelajaran H

Pelajaran D

Pelajaran I

I

Projek

10

11.55-12.35

Ibadah Bersama

Ibadah Bersama

Ibadah Bersama

Ibadah
Bersama

42

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Hari/Jam

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum’at

Sabtu

1

Upacara

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematika

2

PAI

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematika

3

PAI

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematika

4

PAI

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematika

5

PKN

Bahasa
Indonesia

Penjas

IPA

Informatika

Matematika

6

PKN

Bahasa
Indonesia

Penjas

Seni
Budaya/Prakary
a

Informatika

7

PKN

Seni
Budaya/Pra
karya

Penjas

Seni
Budaya/Prakary
a

Informatika

JADWAL SEBELUM ADA PROJEK P5

43

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Hari/Jam

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum’at

Sabtu

1

Upacara

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematika

2

PAI

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematika

3

PAI

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematika

4

Projek

Bahasa
Indonesia

Projek

IPA

Projek

Matematika

5

PKN

Bahasa
Indonesia

Penjas

Projek

Projek

Projek

6

PKN

Projek

Penjas

Seni
Budaya/Prakarya

Informatika

7

Projek

Projek

Projek

Seni
Budaya/Prakarya

Informatika

JADWAL SETELAH ADA PROJEK P5

Model Tradisional/reguler

44

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Hari/Jam

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum’at

Sabtu

1

Upacara

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematika

2

PAI

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematika

3

PAI

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematika

4

PKN

Bahasa
Indonesia

Penjas

Seni
Budaya/Prakarya

Informatika

Matematika

5

PKN

Bahasa
Indonesia

Penjas

Seni
Budaya/Prakarya

Informatika

IPA

6

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

7

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

JADWAL SETELAH ADA PROJEK P5
Model BLOK di akhir jam pelajaran

45

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Hari/Jam

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum’at

Sabtu

1

Upacara

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Projek

2

PAI

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Projek

3

PAI

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

Projek

Projek

4

PKN

Bahasa
Indonesia

Penjas

IPA

Projek

Projek

5

PKN

Bahasa
Indonesia

Penjas

IPS

Projek

Projek

6

Matematika Matematika

Informatika

Seni
Budaya/Prakarya

Projek

7

Matematika Matematika

Informatika

Seni
Budaya/Prakarya

Projek

JADWAL SETELAH ADA PROJEK P5

Model BLOK Hari Tertentu

46

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Hari/Jam

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum’at

Sabtu

1

Upacara

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematik
a

2

PAI

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematik
a

3

PAI

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematik
a

4

PAI

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematik
a

5

PKN

Bahasa
Indonesia

Penjas

IPA

Informatika

Matematik
a

6

PKN

Bahasa
Indonesia

Penjas

Seni
Budaya/Prakar
ya

Informatika

7

PKN

Seni
Budaya/Pr
akarya

Penjas

Seni
Budaya/Prakar
ya

Informatika

Hari/Jam

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum’at

Sabtu

1

Upacara

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

2

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

3

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

4

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

5

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

6

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

7

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

Pekan 4

Pekan 1-3

JADWAL SETELAH ADA PROJEK P5

Model BLOK Per minggu

47

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

4. Alternatif jadwal harian (sistem blok selama 2 minggu)

48

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Hari/Jam

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum’at

Sabtu

1

Upacara

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematik
a

2

PAI

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematik
a

3

PAI

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematik
a

4

PAI

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

IPA

IPS

Matematik
a

5

PKN

Bahasa
Indonesia

Penjas

IPA

Informatika

Matematik
a

6

PKN

Bahasa
Indonesia

Penjas

Seni
Budaya/Prakar
ya

Informatika

7

PKN

Seni
Budaya/Pr
akarya

Penjas

Seni
Budaya/Prakar
ya

Informatika

Hari/Jam

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum’at

Sabtu

1

Upacara

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

2

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

3

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

4

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

5

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

6

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

7

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

Projek

Bulan Juli-Desember

Bulan Nopember

JADWAL SETELAH ADA PROJEK P5

Model BLOK Per Bulan

49

media
media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

1. Komponen Modul / Rencana Projek

Jenjang

Informasi umum

Komponen inti

Lampiran

Dasar, Menengah,
Diksus, & Kejuruan

Identitas penulis modul

Sarana dan prasarana

Target peserta didik

Relevansi tema dan topik
projek untuk sekolah

Deskripsi singkat projek

Dimensi dan sub elemen dari
Profil Pelajar Pancasila yang
berkaitan

Tujuan spesifik untuk fase
tersebut

Alur kegiatan projek secara
umum

Asesmen

Pertanyaan pemantik

Pengayaan dan remedial

Refleksi peserta didik dan
pendidik

Lembar kerja peserta
didik

Bahan bacaan pendidik
dan peserta didik

Glossarium

Daftar pustaka

PAUD

Tujuan Kegiatan

Durasi kegiatan

Alat dan bahan

Tahap Permulaan

Tahap Pengembangan

Tahap Penyimpulan

Kelanjutan Projek

Kegiatan Selingan Projek

E. Menyusun Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

50

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

2.Tahap Pengembangan Modul Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Satuan pendidikan
dapat menentukan
pilihan
pengembangan
modul projek profil
sesuai dengan
tingkat kesiapannya
(sesuai kondisi dan
kebutuhan) sebagai
berikut:

51

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

2.Langkah Persiapan

Modul Projek Profil

52

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Lagngkah
Mengadaptasi/
memodifikasi
modul:

53

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Langkah
Merancang
modul secara
mandiri:

54

media

Kementerian Pendidikan, K ebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Mengembangkan
Topik, Alur
Aktivitas, dan
Asesmen Projek
Penguatan Profil
Pelajar
Pancasila

1. Pengembangan
Topik Projek Profil di
Fase D

Tema

Topik

Fokus Elemen Profil

Gaya Hidup
Berkelanjutan

Membuat purwarupa sistem pengelolaan sampah di
satuan pendidikan

Pengembangan Akhlak terhadap alam -
Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Kearifan lokal

Mural Akulturasi yang bercerita tentang proses akulturasi
dan dampaknya di masyarakat saat ini.

Akhlak kepada manusia - Mengutamakan
persamaan sebagai alat pemersatu dalam
keadaan konflik atau perdebatan. Mengenal
sejarah perkembangan budaya yang berdampak
pada cara hidup dan sudut pandang masyarakat
dan menyajikan interpretasinya melalui
penggambaran visual

Bhinneka
Tunggal Ika

Menciptakan lagu-lagu bertema keberagaman

Akhlak kepada manusia - Mengutamakan
persamaan sebagai alat pemersatu dalam
keadaan konflik atau perdebatan.

Bangunlah Jiwa
dan Raganya

Membuat kegiatan-kegiatan dan menyusun kesepakatan
antar peserta didik berbasis OSIS untuk kesejahteraan
(wellbeing) jiwa raga (olah raga, seni, kemanusiaan,
agama,dll)

Mengutamakan persamaan sebagai alat
pemersatu dalam keadaan konflik atau
perdebatan.

Suara
Demokrasi

Menyusun kepengurusan kelas beserta lingkup tugas,
jangka waktu bertugas, dan tata cara pemilihannya
(ketua kelas, wakil, bendahara), kemudian menentukan
aturan-aturan yang diberlakukan di kelas berkaitan
dengan kepentingan bersama dalam kelancaran proses
belajar mengajar dan relasi antar peserta didik.

Akhlak kepada manusia - Mengutamakan
persamaan sebagai alat pemersatu dalam
keadaan konflik atau perdebatan.

Rekayasa dan
Teknologi

Menciptakan sistem untuk pemanenan air hujan di
lingkungan satuan pendidikan untuk pemenuhan
kebutuhan sehari-hari.

Akhlak kepada Alam - Memahami konsep sebab-
akibat di antara berbagai ciptaan Tuhan dan
mengidentifikasi berbagai perbuatan yang
mempunyai dampak langsung maupun tidak
langsung terhadap alam semesta, baik positif
maupun negatif

55

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

2. Pengembangan
Alur Aktivitas Projek
Profil.

56

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

3. Pengembangan Asesmen Projek Profil

Yang perlu
diperhatikan dalam
Merancang asesmen
projek profil:

Pertimbangkan tujuan pencapaian projek profil.
Pembuatan indikator perkembangan subelemen
antarfase di awal projek.

(awal

Bangun keterkaitan antara asesmen formatif

dan sepanjang projek profil) dan sumatif.
Pertimbangkan keberagaman kondisi
Peserta didik dan sesuaikan metode Asesmen
Jelaskan tujuan asesmen dan libatkan peserta didik
dalam proses asesmen.

57

media

6
4

58

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Langkah 4:
Mengelola Projek
Penguatan Profil
Pelajar Pancasila

59

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

A. Mengawali Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Tujuan:
Membuat
peserta didik
terlibat dalam
kegiatan belajar
sejak awal
projek profil
digulirkan.

Strategi

Mulai dengan pertanyaan pemantik

Mulai dengan permasalahan autentik

Tema Projek profil

Topik

Pertanyaan Pemantik

Tema

Permasalahan

Perubahan iklim

Pengolahan
sampah

Apakah kamu tahu, setiap
sampah yang kita produksi
sehari-hari berakhir di
mana?

Gaya Hidup
Berkelanjutan

Kebakaran hutan,
polusi kendaraan
(Tergantung muatan
lokal)

Kearifan lokal

Pelestarian
kearifan
lokal

Menurutmu, apakah
kearifan lokal daerah
masih perlu dipertahankan
di tengah perkembangan
dunia yang sudah semakin
maju dan modern?

Kearifan
Lokal

Dampak negatif
modernisasi

Rekayasa dan
Teknologi

Energi
alternatif

Bagaimana memanfaatkan
potensi tenaga angin yang
tinggi di lingkungan kita
untuk membuat sumber
energi alternatif yang
ramah lingkungan?

Bhinneka
Tunggal Ika

Radikalisme, toleransi
antar umat beragama

Bangunlah
Jiwa dan
Raganya

Perundungan,
kesehatan mental di
tengah pandemi

60

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Tujuan

Strategi

Uraian

Membantu peserta didik terlibat
secara optimal sepanjang kegiatan
projek profil berlangsung

Mendorong keterlibatan
belajar peserta didik

Membangun ikatan (bonding) dengan peserta didik

Memberikan tantangan secara bertahap

Memelihara rasa ingin tahu

Pada Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK):

Pendampingan, pengulangan dan pembiasaan

Membantu peserta didik terlibat
secara optimal sepanjang
kegiatan projek profil berlangsung

Menyediakan ruang dan
kesempatan untuk
berkembang

Melakukan dialog reflektif

Memberikan suara dan menentukan pilihan

Membantu peserta didik terlibat
secara optimal sepanjang
kegiatan projek profil berlangsung

Membudayakan nilai kerja
yang positif

Pentingnya mengasah kemampuan

Memiliki kebanggaan

Memahami jika tidak ada satu cara kerja atau

jawaban benar dalam mengerjakan projek prof

Berani melakukan kesalahan

Membantu peserta didik terlibat
secara optimal sepanjang
kegiatan projek profil berlangsung

Memastikan efektivitas
kegiatan secara
berkesinambungan

Memeriksa secara berkala pengembangan aktivitas

Melakukan evaluasi secara berkala

Mengidentifikasi dan menanggulangi
kendala yang mungkin terjadi dalam
pelaksanaan projek profil

Evaluasi berkala dan adaptasi
projek profil sesuai konteks

Penyamaan persepsi tim terhadap komponen

projek profil terkait

Adaptasi peran anggota tim fasilitator projek

profil, perombakan anggota tim

B. Mengoptimalkan Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

61

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

C. Menutup Rangkaian
Kegiatan Projek
Penguatan Profil Pelajar
Pancasila

Tujuan:
Mengakhiri projek profil dengan kegiatan yang optimal

Strategi:
Merancang
perayaan
belajar

Mendampingi peserta didik

dalam perencanaannya

Melatih kemampuan berkomunikasi

dengan masyarakat umum

Menjadi pendukung di belakang

layar

Perayaan
Belajar
Projek profil

Pameran, presentasi, pertunjukkan,

aksi
nyata, kampanye, dan sebagainya

Melakukan
refleksi
tindak lanjut

Apa yang sudah dilakukan dan ke

depan
(apa yang akan dilakukan setelah

ini).

Refleksi dapat dilakukan secara verbal

maupun tertulis.

62

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

D. Mengoptimalkan
Keterlibatan Mitra

Narasumber atau
orang yang
ahli/memiliki
pengetahuan dan
keterampilan di
bidang tertentu

Pemilik warung atau usaha lokal, petani,

pengrajin, tukang kebun, pendidik dari satuan
pendidikan lain, dosen universitas terdekat,
pimpinan organisasi nirlaba, teman dan keluarga
pendidik, keluarga peserta didik, dan lain
sebagainya

Orang tua dan
lingkungan satuan
pendidikan

Ajak orang tua untuk berbagi harapan mereka

terhadap anak-anak mereka, lalu diskusikan
keterampilan dan kompetensi apa yang
anak_x005F_x0002_anak perlu miliki untuk
mencapai harapan tersebut

Diskusikan bersama manfaat dari projek

penguatan profil pelajar Pancasila

Tekankan bahwa sumber belajar dari luar satuan

pendidikan, seperti dari orang tua atau lingkungan
satuan pendidikan, akan lebih membantu anak-
anak meningkatkan keterampilan dan kompetens

63

Open Ended

Bila seorang dokter memiliki anak 3, Fitri, Nike, Hasa dan memiliki suami bernama Ari, Coba Bapak/Ibu tebak siapakah nama dokter itu?

64

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Penilaian Proyek

Penilaian proyek direncanakan di awal proyek dan diinformasikan kepada peserta didik.

Penilaian proyek lebih menekankan pada pengembangan potensi, minat, dan bakat serta

penguatan karakter sesuai dimensi profil pelajar Pancasila.

Penilaian dapat dilakukan dengan teknik:

1.
Observasi;

2.
Wawancara;

3.
Produk;

4.
Penilaian diri; dan

5.
Penilaian antar teman.

65

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Langkah 5:
Mengolah Asesmen dan
Melaporkan Hasil Projek
Penguatan Profil Pelajar
Pancasila

66

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

A. Mengoleksi
dan Mengolah
Hasil Asesmen

Jurnal (pendidik):
Jurnal adalah praktik mendokumentasikan
kumpulan pemikiran, pemahaman, dan
penjelasan tentang ide atau konsep secara
tertulis dan biasanya dituangkan dalam
sebuah buku.

Prinsip-prinsip penyusunan jurnal:

Menunjukkan perkembangan

Menjadi alat refleksi secara berkala

Observasi berkelanjutan

Portofolio (peserta didik):
Portofolio merupakan kumpulan dokumen
hasil penilaian, penghargaan, dan karya
peserta didik dalam bidang tertentu yang
mencerminkan perkembangan (reflektif-
kritis) dalam kurun waktu tertentu

Prinsip-prinsip penyusunan portofolio:

Dilakukan oleh peserta didik, bukan terhadap

peserta didik

Merupakan hasil kerja yang menunjukkan

kemampuan anak secara jelas

Menjadi alat refleksi secara berkala.

Menunjukkan perkembangan

Dikerjakan dengan bimbingan

Rubrik:
Rubrik dapat dipakai oleh pendidik dan
peserta didik untuk mengevaluasi kualitas
kinerja peserta didik secara konsisten,
membangun, dan objektif

Efektif dapat menghemat waktu

Efektif dapat memberikan peserta didik

pemahaman yang jelas.

Perlu diperhatikan dalam membuat rubrik:

jumlah kriteria dan tingkatan kualitas
performa, deskripsi yang jelas dan dapat
dibedakan antar tingkatan,deskripsi yang

1. Dokumentasi
Kegiatan Projek
Profil

67

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

2. Pengolahan Hasil
Asesmen

68

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

69

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

B. Menyusun Rapor
Projek Penguatan
Profil Pelajar
Pancasila

70

media
media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

71

media
media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

72

media

73

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Langkah 6:
Evaluasi dan Tindak Lanjut
Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila

74

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

A. Prinsip Evaluasi Implementasi Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Hal yang harus
diperhatikan dalam
evaluasi implementasi
projek profil:

Evaluasi implementasi projek profil bersifat

menyeluruh

Evaluasi implementasi projek profil fokus

kepada proses

Tidak ada bentuk evaluasi yang mutlak dan

seragam

Gunakan berbagai jenis bentuk asesmen

yang dilakukan tersebar selama projek profil
dijalankan

Libatkan peserta didik dalam evaluasi.

75

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

B. Contoh Alat dan Metode
Evaluasi Projek Penguatan
Profil Pelajar Pancasila

Beberapa contoh alat dan
metode evaluasi
implementasi projek profil

Refleksi awal,

tengah, dan akhir

Refleksi dan diskusi

dua arah

Refleksi melalui

observasi dan
pengalaman

Refleksi

menggunakan rubrik

Laporan

perkembangan
peserta didik.

Contoh Lembar Refleksi Peserta Didik

Nama : …………………………..
Kelas : …………………………..

Sangat
setuju

Setuju

Tidak
Setuju

Sangat
tidak
setuju

Aku terlibat aktif dalam projek profil ini

Suasana projek profil membuat saya bersemangat
untuk belajar dan tahu lebih banyak

Aku nyaman untuk mengungkapkan pendapat
selama projek profil ini

Pembelajaran dalam projek profil ini membekali
diriku sebagai warga yang baik

Waktu projek profil memadai untuk aku memahami
isu yang ada di sekitarku

Diskusi di kelompokku berjalan asyik dan membuat
pengetahuanku kaya

Fasilitator pada projek profil ini membantuku dalam
belajar dan berproses

Metoda yang digunakan pada projek profil ini seru
dan menyenangkan

Keterampilanku bertambah pada projek profil ini

76

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

C. Peran Pengawas Satuan
Pendidikan dalam Evaluasi Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Pengawas sekolah mengambil
peran aktif pada evaluasi projek
profil dan memandu refleksi
terhadap projek profil yang
telah dilaksanakan, dengan
mengajukan berbagai
pertanyaan reflektif sbb:

1.Dalam skala 1-10, seberapa baik Anda menilai

pelaksanaan projek profil, dan mengapa?

2.Apa saja hal yang dirasa sudah baik/perlu

dipertahankan, dan apa saja belum berhasil/perlu
diperbaiki?

3.Apa saja perbedaan sikap/perilaku peserta didik

sebelum dan setelah pelaksanaan projek profil?
Menurut Anda, bagaimana kaitan antara perbedaan
sikap/perilaku

4.Bagaimana kita bisa membuat projek profil berikutnya

berjalan lebih optimal dari aspek:proses, pengelolaan,
dampak positif terhadap lingkungan sekita dan pelibatan
berbagai pihak.

5.Apa yang dirasakan dan apa yang perlu ditingkatkan

lagi

77

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

D. Tindak Lanjut dan Keberlanjutan Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Setelah satuan pendidikan dan
pendidik merasa nyaman dan
siap dengan pelaksanaan
pembelajaran berbasis projek,
perlu melakuan tindak lanjut
untuk meningkatkan dampak
positif dari projek profil:

Menjalin kerjasama dengan pihak mitra

di

luar satuan pendidikan.

Mengajak lingkungan satuan pendidikan untuk

meneruskan aksi dan praktik baik

Mengintegrasikan berbagai projekprofil yang

ada

Mengajak lingkungan satuan pendidikan untuk

memikirkan cara mengoptimalkan dampak dan
manfaat projek profil

78

media

Terima Kasih

Sosialisasi Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran 2022

79

Multiple Choice

Anda mengikuti lomba lari, lalu anda menyalip orang di posisi nomor dua, sekarang posisi anda nomor berapa?

1

nomor 1

2

nomor 2

80

media

81

media

82

media

83

media
media

84

media
media

85

media

86

media

87

media
media

PRINSIP
PEMBELAJARAN

Dirancang dengan mempertimbang-
kan tahap perkembangan dan tingkat
pencapaian peserta didik saat ini,
sesuai dengan kebutuhan belajar,
serta mencerminkan karakteristik dan
perkembangan peserta didik yang
beragam
Dirancang dan dilaksanakan untuk
membangun kapasitas untuk menjadi
pembelajar sepanjang hayat
Mendukung perkembangan
kompetensi dan karakter peserta
didik secara holistik

88

media
media

PRINSIP
PEMBELAJARAN

Pembelajaran yang relevan, yaitu
pembelajaran yang dirancang sesuai
konteks, lingkungan, dan budaya
peserta didik, serta melibatkan orang
tua dan komunitas sebagai mitra
Berorientasi pada masa depan yang
berkelanjutan

89

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

Asesmen adalah aktivitas yang menjadi
kesatuan dalam proses pembelajaran.
Asesmen dilakukan untuk mencari bukti
ataupun dasar pertimbangan tentang
ketercapaian tujuan pembelajaran

90

media

91

media
media

Bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi
pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik,
sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan
orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam
menentukan strategi pembelajaran selanjutnya
Dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen
Dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat
dipercaya (reliable)
Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik
bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi
yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang
dicapai, serta strategi tindak lanjut
Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik,
tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan
refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran

PRINSIP
ASESMEN

92

media
media

Bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi
pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik,
sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan
orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam
menentukan strategi pembelajaran selanjutnya
Dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen
Dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat
dipercaya (reliable)
Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik
bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi
yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang
dicapai, serta strategi tindak lanjut
Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik,
tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan
refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran

PRINSIP
ASESMEN

93

media

Asesmen Formatif

*Memberikan informasi atau

umpan balik bagi pendidik
dan peserta didik

*Memperbaiki proses belajar

Asesmen
di awal pembelajaran

Asesmen
di dalam proses
pembelajaran

94

media

Contoh Asesmen Formatif

Pertanyaan di awal

tatap muka

3 - 2- 1

Diskusi terhadap

hasil percobaan dan
diberi umpan balik

Diberi pertanyaan

LALU diberi

kuncinya untuk

penilaian diri

Penilaian Diri

Peer Assesment

Umpan balik
antar teman

Refleksi

Menulis surat

95

media

Asesmen Sumatif

* Memastikan ketercapaian

keseluruhan tujuan
pembelajaran

Dilakukan pada
akhir proses pembelajaran

Dilakukan untuk dua atau
lebih tujuan pembelajaran,

Dilakukan di akhir satu
lingkup materi

Pada akhir semester/fase

96

media

1. Alat ukur untuk mengetahui pencapaian

hasil belajar peserta didik dalam satu
atau lebih tujuan pembelajaran di
periode tertentu

2. Mendapatkan nilai capaian hasil belajar

untuk dibandingkan dengan kriteria
capaian yang telah ditetapkan

3. Menentukan kelanjutan proses belajar

siswa di kelas atau jenjang berikutnya

Fungsi
Asesmen
Sumatif

97

media

Ceklis

Contoh

Instrumen
Asesmen

Rubrik

Menilai dan mengevaluasi kualitas capaian
kinerja peserta didik, fokus pada kompensi yang
harus dikuasai. Capaian kinerja dituangkan
dalam bentuk kriteria atau dimensi yang akan
dinilai yang dibuat secara bertingkat dari
kurang sampai terbaik

Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik,
atau elemen yang dituju

98

media

Catatan Anekdotal

Contoh

Instrumen
Asesmen

GRafik Perkembangan
(Kontinum)

Catatan singkat hasil observasi yang difokuskan
pada performa dan perilaku yang menonjol,
disertai latar belakang kejadian dan hasil
analisis atas observasi yang dilakukan

Grafik atau infografik yang menggambarkan
tahap perkembangan belajar

99

media

Teknik Asesmen

Observasi

Kinerja

Projek

Tes tertulis

Tes lisan

Penugasan

Portofolio

100

media

Menentukan Kriteria
Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran (KKTP)

101

media

Sumber

1. Permendikbudristek No. 21 Tahun

2022 Tentang Standar Penilaian

2. Panduan Pembelajaran dan

Asesmen Kurikulum Merdeka
Tahun 2022

KKM

102

media
media

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2022

Ayat 7dan 8
7. Penilaian sumatif pada jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan

menengah bertujuan untuk menilai pencapaian hasil belajar Peserta Didik
sebagai dasar penentuan:

a. kenaikan kelas; dan
b. kelulusan dari Satuan Pendidikan.

8. Penilaian pencapaian hasil belajar Peserta Didik dilakukan dengan

membandingkan pencapaian hasil belajar Peserta Didik dengan kriteria
ketercapaian tujuan pembelajaran.

103

media

104

media

105

media

106

media

Deskripsi Kriteria

Kriteria yang terdiri dari beberapa komponen
/pertimbangan ketercapaian tujuan, kemudian

menentukan ketercapaian tujuan tersebut
dengan melihat apakah komponen tersebut

sudah memadai atau belum memadai

Guru menetapkan KKTP dengan cara

menetapkan banyaknya kriteria yang sudah
dicapai peserta didik. Misalnya, jika siswa

mencapai 3 kriteria memadai maka dianggap

mencapai TP. Jika kurang dari 3, maka
tidak.tuntas Dan dilakukan intervensi

107

media

Deskripsi
Kriteria

CONTOH

108

media

Rubrik

109

media

Interval

nilai

Contoh
a. Untuk nilai yang berasal dari nilai tes tertulis atau ujian, pendidik

menentukan interval nilai. Setelah mendapatkan hasil tes, pendidik
dapat langsung menilai hasil kerja peserta didik dan menentukan
tindak lanjut sesuai dengan intervalnya.

0 - 40% :
belum mencapai, remedial di seluruh bagian

41 - 65 % :
belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan

66 - 85 % :
sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial

86 - 100% :
sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih

110

media

Interval

nilai

Bila peserta didik dapat mengerjakan 16 dari 20 soal (dengan
bobot yang sama), maka ia mendapatkan nilai 80%.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik tersebut
sudah mencapai ketuntasan dan tidak perlu remedial.

111

media

Interval
nilai yang
diolah dari

rubrik

Dalam tugas menulis laporan, pendidik dapat menetapkan
empat kriteria ketuntasan:
•menunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi

dengan runtut

•menunjukkan hasil pengamatan yang jelas
•menceritakan pengalaman secara jelas
•menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai

dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan
pembaca

Untuk setiap kriteria terdapat 4 (empat) skala pencapaian (1-4).
Pendidik membandingkan hasil tulisan peserta didik dengan
rubrik untuk menentukan ketercapaian peserta didik

Contoh

112

media

Interval
nilai yang
diolah dari

rubrik

113

media

Interval
nilai yang

diolah

dari
rubrik

114

media

Siswa memperoleh Skor :

2 + 3 + 4 + 2 = 11

Nilai : 11/16 x 100 = 69

Kriteria : 66 – 85: Telah mencapai tujuan tanpa remidial

115

media

https://bit.ly/diferensiasiAsesmen

Semangat..kita latihan dulu y

116

media

Asesmen Formatif tiket masuk

  1. Apa keunggulan dari Kurikulum merdeka?

  2. Tuliskan 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila!

  3. Apa yang menjadi kekhasan dari kurikulum merdeka?

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 116

SLIDE