Search Header Logo
Tematik 3A-Kisah Segenggam Beras (Bersyukur)

Tematik 3A-Kisah Segenggam Beras (Bersyukur)

Assessment

Presentation

Education

3rd Grade

Practice Problem

Easy

Created by

You Natan

Used 1+ times

FREE Resource

4 Slides • 4 Questions

1

Master Bercerita: Kisah Segenggam Beras

Terjangan Badai Nargis pada tahun 2008 menimbulkan kerusakan serius bagi Myanmar. Pascabadai, insan Tzu Chi Taiwan dan Malaysia bersama-sama menjangkau Myanmar. Relawan kita berbagi dengan mereka bahwa Tzu Chi berawal dari 30 ibu rumah tangga yang menyisihkan 50 sen ke dalam celengan bambu setiap hari. Relawan kita juga berbagi tentang bantuan yang diberikan Tzu Chi di berbagai negara.

____________________________________________________________________________________________________________

Warga setempat takjub saat mendengar bahwa dengan menyisihkan 50 sen ke dalam celengan bambu setiap hari, setiap orang dapat menolong sesama. Insan Tzu Chi membagikan celengan bambu kepada warga setempat. Setiap korban bencana sangat tersentuh dan mulai menyisihkan uang ke dalam celengan.

____________________________________________________________________________________________________________

Namun, ada sebagian orang yang tidak mampu menyisihkan uang koin. Karena itu, mereka memutuskan untuk menghemat beras demi menolong sesama. Setiap hari, mereka menyisihkan segenggam beras saat akan memasak untuk menolong orang yang membutuhkan. Inilah asal mula celengan beras.

2

Master Bercerita: Kisah Segenggam Beras

Praktik celengan beras berawal dari Myanmar. Semangat ini terus menyebar hingga setiap keluarga di desa itu mempraktikkannya. Mereka menghimpun beras sebulan sekali. Setiap kali, setiap keluarga membawa sekitar 1,5 guci beras yang beratnya lebih dari 3 kg. Dengan adanya lebih dari seribu keluarga, beras yang terhimpun lebih dari 3.000 kg. Beras yang terhimpun setiap bulan bagaikan sebuah bukit dan tidak bisa dibedakan beras mana merupakan donasi siapa. Ini bagaikan tetes demi tetes air yang mengalir ke lautan yang luas dan menyatu.

________________________________________________________________________

Dengan menghimpun segenggam demi segenggam beras, mereka bisa menolong orang yang membutuhkan di desa mereka, bahkan bisa menolong warga desa lain. Inilah kekuatan segenggam beras.

________________________________________________________________________

Ada pula seorang petani yang bukan orang berada, tetapi turut menyambut semangat celengan bambu dengan mendonasikan 50 kyat setiap hari. Setiap hari, dia memasukkan 50 kyat ke dalam sebuah kaleng ataupun sebuah kotak.



3

Master Bercerita: Kisah Segenggam Beras

Rumahnya sangat bobrok dan sering bocor saat turun hujan sehingga uang kertasnya menjadi lembap. Istrinya berkata, "Kami sering menjemurnya di bawah sinar matahari. Jika setelah dijemur masih lembap, kami akan menyetrikanya. Selang beberapa waktu, kami akan menjemur dan menyetrikanya."

________________________________________________________________________

Uang yang disisihkan itu akan digunakan untuk menolong orang yang membutuhkan. Karena itu, meski membutuhkan uang, mereka tidak akan menyentuh uang itu. Mereka sangat disiplin dan jujur. Jadi, tidak peduli mereka kaya atau miskin, saya sangat kagum pada niat baik mereka dan menghargai benih-benih cinta kasih ini. Meski kekurangan secara materi, mereka memiliki batin yang kaya. Mereka juga bisa menolong sesama. Orang yang bisa menolong sesama adalah orang yang memiliki kekuatan cinta kasih.

________________________________________________________________________

Dengan menghimpun beras, mereka juga bisa menolong banyak orang. Dalam jangka waktu yang panjang, mereka menyisihkan beras setiap hari tanpa melewatkan satu hari pun. Mereka terus bersumbangsih dengan menyumbangkan seguci demi seguci beras. Bukankah mereka merupakan orang terkaya?

4

Master Bercerita: Kisah Segenggam Beras

Berkat sumbangsih mereka, kebutuhan kaum lansia terpenuhi dan para janda dapat membesarkan anak mereka. Seiring berlalunya waktu, selain dapat memenuhi kebutuhan keluarga sendiri, mereka juga dapat menolong keluarga lain. Semua orang menghimpun kekuatan dan seluruh warga desa hidup harmonis.

____________________________________________________________________________________________________________

Ada yang bersumbangsih dengan cinta kasih, ada pula yang menerima dengan rasa syukur. Jadi, seluruh desa penuh dengan cinta kasih dan rasa syukur. Bukankah kebahagiaan terbesar ialah saat semua orang hidup damai dan sejahtera serta memiliki cinta kasih, kebijaksanaan, berkah, dan pahala yang berlimpah?

5

Open Ended

Apakah permasalahan yang terdapat dalam cerita?

6

Open Ended

Apa yang dimaksud dengan orang kaya?

7

Open Ended

Apakah manfaat kebaikan yang dilakukan warga Myanmar dari cerita diatas?

8

Open Ended

Tuliskan hal-hal yang dapat kamu syukuri sehari-hari?

Master Bercerita: Kisah Segenggam Beras

Terjangan Badai Nargis pada tahun 2008 menimbulkan kerusakan serius bagi Myanmar. Pascabadai, insan Tzu Chi Taiwan dan Malaysia bersama-sama menjangkau Myanmar. Relawan kita berbagi dengan mereka bahwa Tzu Chi berawal dari 30 ibu rumah tangga yang menyisihkan 50 sen ke dalam celengan bambu setiap hari. Relawan kita juga berbagi tentang bantuan yang diberikan Tzu Chi di berbagai negara.

____________________________________________________________________________________________________________

Warga setempat takjub saat mendengar bahwa dengan menyisihkan 50 sen ke dalam celengan bambu setiap hari, setiap orang dapat menolong sesama. Insan Tzu Chi membagikan celengan bambu kepada warga setempat. Setiap korban bencana sangat tersentuh dan mulai menyisihkan uang ke dalam celengan.

____________________________________________________________________________________________________________

Namun, ada sebagian orang yang tidak mampu menyisihkan uang koin. Karena itu, mereka memutuskan untuk menghemat beras demi menolong sesama. Setiap hari, mereka menyisihkan segenggam beras saat akan memasak untuk menolong orang yang membutuhkan. Inilah asal mula celengan beras.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 8

SLIDE