

Teknik Isolasi Bahan ALam
Presentation
•
Chemistry
•
1st Grade
•
Practice Problem
•
Easy
Ratih Saputri
Used 1+ times
FREE Resource
38 Slides • 5 Questions
1
Teknik Isolasi
Isolasi Bahan Alam
dan Uji Fitokimia
Dr. Ratih Dewi Saputri, M.Si
Department Of Chemistry
Faculty of Mathematics and Natural Sciences
State University of Surabaya
2
• Bahan kimia yang berasal dari tumbuhan atau hewan disebut
bahan alam.
• Beberapa
kelompok
bahan
alam
ialah
lipid,
protein,
karbohidrat, alkaloid, flavonoid, terpenoid dan sebagainya.
3
• Simplisia Organisme Utuh
➢Tumbuhan, Hewan, Mikroorganisme
• Bagian dari Organisme
❖Daun / bunga dari tanaman
❖Organ tertentu dari hewan
• Ekstrak ataupun Eksudat/Getah
• Senyawa Murni hasil isolasi dari Organisme
❑Paclitaxel (Taxol ®) – Taxus brevifolia
❑Vitamin A dan D (Minyak Ikan)
❑Doxorubicn – Streptomyces peucetius
4
SIFAT
ISOLASI
FISIS
ISOLASI
KIMIA
ISOLASI BAHAN ALAM
Bahan Alam
dilakukan
berdasarkan sifat
bahan alam
tersebut, dan dapat
digolongkan
menjadi isolasi cara
fisis dan isolasi cara
kimia
5
Open Ended
Apa yang kamu ketahui tentang teknik isolasi bahan alam?
6
BERDASARKAN
KELARUTAN
PENURUNAN TEKANAN
UAP
7
Isolasi cara ini berdasarkan
sifat kimia atau kereaktifan
bahan alam terhadap
pereaksi tertentu. Bahan
alam diisolasi melalui reaksi
kimia dan dipisahkan dari
senyawa lain yang tidak
bereaksi.
Pemurnian
Fraksinasi
Ekstraksi
8
➢Pemilihan teknik ekstraksi bergantung pada bagian tanaman yang
akan disektraksi dan bahan aktif yang diinginkan, sehingga harus
mengetahui tujuan dari esktraksi sampel.
➢Tujuan tersebut bisa :
1. untuk memperoleh suatu bahan aktif yang tidak diketahui,
memperoleh suatu bahan aktif yang sudah diketahui,
2. memperoleh sekelompok senyawa yang struktur sejenis,
3.
memperoleh semua metabolit sekunder dari suatu bagian
tanaman dengan spesies tertentu,
4. mengidentifikasi semua metabolit sekunder yang terdapat
dalam suatu mahluk hidup sebagai penanda kimia atau kajian
metabolisme
Teknik ekstraksi yang ideal adalah teknik ekstraksi yang mampu
mengekstraksi bahan aktif yang diinginkan sebanyak mungkin, cepat,
mudah dilakukan, murah, ramah lingkungan dan hasil yang diperoleh
selalu konsisten jika dilakukan berulang-ulang
9
➢Maserasi dilakukan dengan melakukan perendaman
bagian tanaman secara utuh atau yang sudah
digiling kasar dengan pelarut dalam bejana tertutup
pada suhu kamar selama sekurang-kurangnya 3
hari dengan pengadukan berkali-kali sampai semua
bagian tanaman yang dapat larut melarut dalam
cairan pelarut.
➢ Pelarut
yang
digunakan
adalah
alkohol
atau
kadang-kadang juga air.
➢Cairan
yang
diperoleh
kemudian
dijernihkan
dengan
penyaringan
atau
dekantasi
setelah
dibiarkan selama waktu tertentu.
➢Keuntungan proses maserasi diantaranya adalah
bahwa bagian tanaman yang akan diekstraksi tidak
harus dalam wujud
serbuk
yang
halus, tidak
diperlukan
keahlian
khusus
dan
lebih
sedikit
kehilangan alkohol sebagai pelarut seperti pada
proses perkolasi atau sokhletasi.
10
Ekstrasi kontinyu dengan
pemanasan (sokhletasi)
➢Pada teknik ekstraksi ini, bagian tanaman yang sudah digiling halus dimasukkan ke
dalam kantong berpori (thimble) yang terbuat dari kertas saring yang kuat dan
dimasukkan ke dalam alat sokhlet untuk dilakukan ekstraksi.
➢ Pelarut yang ada dalam labu akan dipanaskan dan uapnya akan mengembun pada
kondenser.
➢Keuntungan dari proses ini jika dibandingkan dengan proses-proses yang telah
dijelaskan sebelumnya adalah dapat mengekstrak bahan aktif dengan lebih banyak
walaupun menggunakan pelarut yang lebih sedikit.
➢Hal ini sangat menguntungkan jika ditinjau dari segi kebutuhan energi, waktu dan
ekonomi. Pada skala kecil, proses ini hanya dijalankan secara batch. Namun, proses
ini akan lebih ekonomis jika dioperasikan secara kontinyu dengan skala menengah
atau besar.
➢Beberapa keuntungan ekstraksi sokhletasi adalah sampel bagian tanaman terus
menerus berkontak dengan embunan pelarut segar yang turun dari kondenser
sehingga selalu mengubah kesetimbangan dan memepercepat perpindahan massa
bahan aktif.
➢ Kelemahan ekstraksi dengan sokhlet ini adalah jika dibandingkan dengan teknik
ekstraksi yang lain maka teknik ekstraksi ini memerlukan ekstraksi yang panjang dan
pelarut yang banyak. Hal ini menyebabkan timbulnya biaya tambahan utnuk
membuang/mengolah
sisa
pelarut
dan
kemungkinan
terjadinya
pencemaran
lingkungan
11
Ekstrasi kontinyu dengan
pemanasan (sokhletasi)
12
Partisi
dilakukan
apabila
jumlah
komponen di dalam ektrak terdapat
puluhan
senyawa.
Dasar
dari
pemisahan dengan cara partisi adalah
perbedaan kelarutan, dan syarat yang
harus dipenuhi untuk melakukan hal
ini adalah bahwa dua pelarut yang
digunakan
tidak
saling
bercampur.
Dua
pelarut
yang
tidak
saling
bercampur adalah n-heksana-metanol,
kloroform-air, dan etil asetat-air.
PARTISI
13
Poll
Metode yang tepat untuk mengisolasi bahan alam yang bersifat volatif?
Maserasi
Sokletasi
Destilasi Uap
Refluks
14
• Kromatografi
adalah
suatu
teknik
pemisahan
molekul
berdasarkan
perbedaan
pola
pergerakan antara fase gerak
dan
fase
diam
untuk
memisahkan komponen (berupa
molekul)
yang
berada
pada
larutan. Molekul yang terlarut
dalam fase gerak, akan melewati
kolom
yang
merupakan
fase
diam.
15
• Kromatografi
kertas
menggunakan fase diam kertas,
yakni
kandungan
selulosa
di
dalamnya, sedangkan untuk fase
gerak yang digunakan adalah
pelarut atau campuran pelarut
yang sesuai.
• Kertas sebagai fase diam akan
dicelupkan ke dalam sampel dan
pelarut, selanjutnya sampel dan
pelarut
berdasarkan
gaya
kapilaritas
akan
terserap
dan
bergerak ke atas.
• Perbandingan jarak relatif antara
senyawa (sampel) dengan jarak
pelarut dihitung sebagai nilai Rf.
• Aplikasi
penggunaan
dari
kromatografi
kertas
sendiri
adalah
untuk
memisahkan
diantaranya
adalah
tinta,
zat
pewarna,
senyawa
tumbuhan
seperti klorofil , make up dan
berbagai zat lainnya.
Kromatografi
Kertas
16
Open Ended
Apa yang kamu ketahui tentang kromatografi lapis tipis?
17
• Kromatografi
lapis
tipis
biasanya
menggunakan sebuah lempengan tipis
yang terbalut gel silika atau alumina.
• Silika atau alumina tersebut berfungsi
sebagai fase diam. Materi lain juga bisa
digunakan sebagai fase diam asalkan
mampu
mengalami
pendarflour
(fluorescence) dalam sinar ultra violet.
• Sementara
untuk
fase
gerak
yang
digunakan
adalah
pelarut
atau
campuran
pelarut
yang
digunakan.
Aplikasi
dari
teknik
pemisahan
kromatografi
lapis
tipis
dapat
digunakan untuk mengetahui jenis pada
campuran asam amino tertentu.
Kromatografi
Lapis Tipis
18
Mobile
phase:
eluentStationary
phase:
silica
gel,
alumina,
Sephadex LH-20
Thin Layer Chromatography (TLC): The basis for performing the
separation of compounds will be isolated
Spot sight: UV lamp, CeSO4 reagent, anisaldehyde, Dragendorf and
so on
19
16
Prinsip pemisahan didasarkan atas afinitas kepolaran analit
dengan fasa diam, sedangkan fasa gerak memiliki kepolaran yang
berbeda dengan fasa diam.
Bertujuan untuk purifikasi dan isolasi
Untuk pemisahan yang bersifat preparatif,
misal : isolasi senyawa dari bahan alam/fitokimia, yang dibutuhkan
dalam jumlah besar.
Kolom berupa gelas dengan penyaring di bagian ujung bawah
kolom dan dilengkapi dengan kran, dapat pula digunakan buret
ukuran kolom, tergantung pada banyaknya zat yang akan
dipisahkan
KROMATOGRAFI KOLOM
20
17
PENGISIAN KOLOM
• Kolom diisi dengan zat padat (adsorben)
• Kolom harus terisi homogen, tidak ada
rongga udara (kompak)
• Pengisian yang tidak teratur →hasil
pemisahan tidak baik
• Agar kolom terisi kompak →adsorben
dibuat bubur(slurry) dengan pelarut yang
sesuai
• Slurry dituang ke dalam kolom secara
perlahan-lahan
21
18
PENGISIAN SAMPEL
•Sampel dibuat larutan sepekat
mungkin
(dicegah
terjadinya
pengendapan)
•Cara
memasukkan
(injeksi)
sampel di bagian atas kolom
harus
serata
mungkin
dan
dicegah
adanya
goncangan
yang
menyebabkan
rusaknya
pita-pita
22
19
•Elusi: membiarkan fasa gerak (eluen) turun dalam
kolom dengan membawa sampel sehingga
terjadi pemisahan komponen-komponen sampel
tersebut.
•Hasil pemisahan komponen-komponen dalam
kolom → kromatogram
•Kromatografi kolom dapat digunakan untuk
proses adsorpsi, partisi, pertukaran ion, dan
eksklusi (gel permeasi)
•Kromatografi kolom ini disebut kromatografi
kolom terbuka (konvensional)
23
20
PERKEMBANGAN KROMATOGRAFI
KOLOM
Perkembangan
kromatografi
kolom
berupa
kromatografi
kolom tertutup yang dikemas dalam peti baja → alat-alat
canggih :
•
GC
•
HPLC
Proses pemisahan
•Adsorpsi
: Cair- Padat (adsorben )
•Partisi
: Cair – Cair (dengan pendukung)
•Pertukaran ion
: Cair - Padat (resin penukar ion)
•Eksklusi
: Cair - Padat (gel)
24
Multiple Choice
Apa yang anda ketahui tentang proses pemisahan adsorbsi?
cair-cair
cair-padat
padat cair
cair-gas
25
21
Teknik Operasional
(Kromatografi Kolom)
26
22
KROMATOGRAFI
KOLOM
(
BERDASARKAN
INTERAKSI
KOMPONEN
DENGAN
ADSORBEN
)
• Komponen yang
dipisahkan secara selektif
teradsorbsi pada
permukaan adsorben
Kromatografi
Adsorbsi
• Komponen yang
dipisahkan secara selektif
mengalami partisi antara
lapisan cairan tipis pada
penyangga padat yang
bertindak sebagai fasa
diam dan eluen sebagai
fasa gerak
Kromatografi
Partisi
• Memisahkan komponen
yang berbentuk ion.
Komponen-komponen
tersebut terikat pada
penukar ion sebagai fasa
diam secara selektfi akan
terpelas/ terelusi oleh
fasa gerak
Kromatografi
Pertukaran Ion
• Kolom diisi dengan gel
yang permeabel sebagai
fasa diam. Pemisahan
berlangsung seperti
proses pengayakan yang
didasarkan atas ukuran
molekul dari komponen
yang dipisahkan
Kromatografi
Filtrasi Gel
27
23
Berdasarkan Gaya
yang bekerja pada
kolom
Kromatografi
Kolom
Gravitasi
Kromatografi
Kolom
Tekanan
Berdasarkan Jenis
Fasa Diam dan
Fasa Gerak
Kromatografi
Fasa Normal
Kromatografi
Fasa Terbalik
28
vacuum liquid column:
Sphadex LH-20:
1.Column height: 18-30 cm.
2.Sephadex LH-20
3.Column diameter adjusts to the number of
samples
4.Separation by molecular weight
1.Column height: 5-7 cm.
2. Silica gel 60
3.Column diameter adjusts
to the number of samples
29
• GLC
merupakan
salah
satu
jenis kromatografi gas yang
digunakan untuk memisahkan
senyawa-senyawa
organik
yang mudah
menguap. Pada
kromatografi ini, fasa gerak
yang
digunakan
adalah
gas
dan fasa diamnya adalah zat
cair.
Aplikasi
dari
kromatografi
gas
misalnya
digunakan untuk menentukan
komposisi kimia dari zat-zat
yang
tidak
kita
ketahui,
seperti
misalnya
senyawa
berbeda dalam bensin.
GLC
30
• Teknik pemisahan HPLC memiliki banyak
keunggulan
dibanding
dengan
kromatografi lainnya, diantaranya adalah:
cepat dalam proses analisa, resolusi yang
lebih tinggi, sensitivitas detektor yang
lebih tinggi, kolom yang dipakai dapat
digunakan kembali, ideal dan cocok untuk
zat bermolekul besar dan berionik dan
mudah untuk rekoveri sampel.
• HPLC
boleh
dibilang
sebagai
teknik
tercanggih dalam metode kromatografi.
HPLC
juga
menggunakan
sistem
instrumen seperti pada kromatogarfi gas.
Di
dalam
teknik
ini
juga
digunakan
tekanan dan kecepatan yang cukup tinggi
sehingga mampu dihasilkan resolusi yang
lebih baik.
HPLC
31
Sari nonpolar
• minyak
atsiri,
lemak
dan
asam
lemak
tinggi,
steroid
dan
karotenoid
Sari semipolar
• alkaloid;
senyawa
fenolik (fenol-fenol,
asam
fenolat,
fenilpropanoid,
flavonoid,
antrakinon, xanton,
stilben); komponen
minyak
atsiri
tertentu dan asam
lemak
Sari polar
• garam
alkaloid,
alkaloid
basa
kuarterner
dan
amina
teroksidasi,
antosian, glikosida,
saponin, tanin dan
karbohidrat.
32
Standarisasi Bahan Alam
33
Standarisasi
• Tujuan standarisasi adalah untuk memberikan jaminan mutu pada
produk yang dihasilkan.
Langkah-langkah
Pembakuan Sediaan Obat
Tradisional
Pembakuan Ekstrak
Pembakuan Simplisia
34
Pembakuan
simplisia
Pembakuan
simplisia
sebagai bahan baku obat
tradisional
merupakan
titik awal yang penting
bagi
pembakuan
obat
tradisional
secara
keseluruhan, karena obat
tradisional yang bermutu
hanya
akan
dapat
diperoleh
bila
simplisia
yang
menjadi
bahan
bakunya juga bermutu.
35
Pembakuan
ekstrak
Pembakuan ekstrak merupakan
hal yang penting yang harus
dilakukan
Pembakuan
ekstrak
merupakan
hal
yang
penting
yang harus dilakukan terutama
untuk tujuan memperoleh zat
identitas. Zat identitas /penanda
(marker) menjadi bagian penting
dalam penentuan standar mutu
bahan baku. Penentuan ini dapat
dilakukan melalui analisis secara
fisiko- kimia antara lain melalui
sidik jari (finger print) dalam
pola kromatografi.
36
Pembakuan
Sediaan Obat
Tradisional
Tiap
bentuk
sediaan
obat
tradisional
perlu
dilakukan
pembakuan
guna
memperoleh
keterulangan
dalam
identitas
bentuk sediaan. Bentuk sediaan
obat
tradisional
untuk
mempermudah
pengujian
dan
penggunaannya
dibuat
dalam
bentuk larutan, kapsul, tablet dan
lain- lain.
37
ALKALOID identification
ratihsaputri@unesa.ac.id
33
Uji Mayer :HgI2
❑ HgCl2 + KI4 (1:4)
❑ Cara : zat + pereaksi Mayer timbul endapan kuning
atau
larutan
kuning
bening
→+alakohol
endapannya larut.
Reaksi dengan asam kuat
❑ Asam kuat seperti H2SO4 pekat dan HNO3
pekat
menghasilkan
warna
kuning
atau
merah.
Reaksi Pengendapan
Uji Bouchardat
❑ I2 + KI (2:4) + aquadest
❑ Cara : sampel zat + pereaksi Bouchardat → coklat
merah, + alkohol → endapan larut.
Reaksi Warna
Reaksi Mandelin
Reaksi dengan Warna AZO
❑ Pereaksi
mandelin mengandung
amonium
vanadat dalam air ditambah H2SO4 pekat.
Sampel
ditambah
pereaksi
mandelin
berwarna kuning kehijauan.
❑ Sampel ditambah diazo A dan diazo B (4:1)
ditambah NaOH, dipanaskan lalu ditambah
amyl alkohol menghasilkan warna merah.
03/12/2
021
38
ALKALOID identification
Uji Dragendorf
❑ Pereaksi dragendorf mengandung bismut nitrat dan
merkuri klorida dalam nitrit berair.
❑ Ketika
suatu
alkaloid
ditambahkan
pereaksi
dragendorf
maka
akan
menghasilkan
endapan
jingga.
Gugus Benzoil
❑ Reaksi bau : Esterifikasi dengan alohol + Asam
Sulfat pekat = bau ester.
❑ Hasil positif untuk Kokain, Tropakain,k Alipin,
Stivakain, Beta eukain, dan lain-lain.
Reaksi Kristal
Uji Meyer
❑ Pereaksi meyer mengandung kalium iodida dan
merkuri klorida. Ketika sampel ditambah pereaksi
meyer maka akan timbul endapan kuning atau
larutan
kuning
bening
lalu
ditambah
alkohol
endapannya larut
Reaksi Gugus Fungsionil
Reaksi GUERRT
Gugus Amin Sekunder
❑ Alkaloida di diazotasi lalu + Beta Naftol =
merah-ungu.
❑ Hasil positif untuk kokain, Atropin, Alipin,
Efedrin, tropakain, Stovakain, Beta eukain, dan
lain-lain.
❑ Gugus Amin Sekunder
Reaksi SIMON :
larutan alkaloida + 1% asetaldehid + larutan
na (nitroprussida = biru-ungu).
❑ Hasil
cepat
ditunjukkan
oleh
Conilin,
Pelletierin dan Cystisin.
❑ Hasil lambat ditunjukkan oleh Efedrin, Beta
eucain, Emetin, Colchisin dan Physostigmin.
Uji Bauchardat
Pereaksi bauchardat mengandung kalium
iodida
dan
iood.
Sampel
ditambah
pereaksi
bauchardat
menghasilkan
endapan coklat merah.
39
FLAVONOID IDENTIFICATION
Uji Wilstater
This test is used to determine compounds that have d -
benzopyrone nuclei. The colors produced by the
Wilstater reaction are as follows :
❑ Jingga untuk golongan flavon.
❑ Merah krimson untuk golongan flavonol.
❑ Merah tua untuk golongan flavonon.
Uji Bate Smith Matecalve
❑ This color reaction is used to indicate the
presence of leukoanthocyanin compounds.
❑ Positive reaction if intense red to purple color
occurs
40
IDENTIFIKASI TERPENOID
• Ekstraksi senyawa terpenoid
• Uji fitokimia dapat dilakukan dengan
menggunakan
pereaksi
Lieberman-
Burchard.
Perekasi
Lebermann-
Burchard
merupakan
campuran
antara asam asetat anhidrat dan asam
sulfat pekat →ungu
41
IDENTIFIKASI STEROID
•Ke dalam gelas kimia dimasukkan 2 gram
sampel
dan
ditambah
dengan
20
mL
metanol yang mengandung 2 mL asam
sulfat dididihkan dan disaring,
•setelah itu ditambahkan 2 mL asam asetat
anhidrat,
lalu
diamati
perubahannya.
Adanya
steroid
ditunjukkan
dengan
adanya warna coklat
42
Multiple Choice
Bagaimana anda mengidentifikasi senyawa yang mengandung alkaloid?
dengan pereasi dragendorf
uji wilstater
Uji Bate Smith
Liebarman-Burchard
43
TUGAS KELOMPOK BAHAN ALAM
“ REVIEW ARTIKEL”
TOPIK
1. TEKNIK ISOLASI BAHAN ALAM
2. SENYAWA BAHAN ALAM DI TUMBUHAN
(Pilih salah satu → flavonoid, alkaloid, terpenoid,steroid,
fenil propanoid)
3. KANDUNGAN SENYAWA BIOAKTIF TUMBUHAN OBAT
INDONESIA DAN KEGUNAANNYA
Teknik Isolasi
Isolasi Bahan Alam
dan Uji Fitokimia
Dr. Ratih Dewi Saputri, M.Si
Department Of Chemistry
Faculty of Mathematics and Natural Sciences
State University of Surabaya
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 43
SLIDE
Similar Resources on Wayground
37 questions
Persiapan Pra Observasi Pengelolaan Kinerja di PMM
Lesson
•
KG
37 questions
MATEMATIK TAHUN 1 - Bentuk 2D
Lesson
•
1st Grade
36 questions
MATEMATIK TAHUN 1 - Kenali Bentuk 3D
Lesson
•
1st Grade
36 questions
Bahasa Indonesia
Lesson
•
1st Grade
35 questions
Pengantar PBIOP
Lesson
•
1st Grade
35 questions
AKHLAK 4 (2) 26/7/21
Lesson
•
1st Grade
34 questions
magnet
Lesson
•
KG
37 questions
TEMA 7 PERTEMUAN 8
Lesson
•
1st Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
29 questions
Alg. 1 Section 5.1 Coordinate Plane
Quiz
•
9th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
FOREST Effective communication
Lesson
•
KG
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
Discover more resources for Chemistry
20 questions
Telling Time to the Hour and Half hour
Quiz
•
1st Grade
10 questions
Heating / Cooling Matter
Quiz
•
1st Grade
10 questions
Exploring Rosa Parks and Black History Month
Interactive video
•
1st - 5th Grade
20 questions
Place Value
Quiz
•
KG - 3rd Grade
10 questions
Counting Coins
Quiz
•
1st Grade
10 questions
Identifying Points, Lines, Rays, and Angles
Interactive video
•
1st - 5th Grade
5 questions
Heating and Cooling Pre-Assessment
Quiz
•
1st Grade
20 questions
VOWEL TEAMS: AI and AY
Quiz
•
1st Grade