

Fismod
Presentation
•
Physics
•
University
•
Practice Problem
•
Hard
fitriana fitri
FREE Resource
38 Slides • 0 Questions
1
SIFAT PARTIKEL PADA GELOMBANG
2
Sifat Partikel dari Gelombang
3
1. Teori Kuantum Cahaya
Pengamatan pada sifat radiasi radiasi benda hitam*)
oleh Max Planck, didapat fenomena bahwa
Radiasi spektrum merupakan fungsi suhu dari
benda yang meradiasi. Hal ini dapat dijelaskan bila
radiasi
yang
dipancarkan
dari
benda
yang
meradiasi terjadi secara diskontinu dalam catuan
kecil yang disebut kuanta.
4
*) Proses terjadinya benda hitam
Seberkas sinar yang masuk ke dalam lubang akan
dipantulkan berkali-kali sehingga intensitas sinar
makin berkurang. Sampai suatu saat energinya
menjadi nol. Inilah yang disebut benda hitam.
5
Proses Radiasi Benda Hitam
Ketika sebuah lubang hitam di panaskan dengan suhu
T, maka semua dinding memancarkan radiasi secara
merata pada saat suhunya merata pada semua bagian
dinding. Sehingga timbul radiasi, yag akan keluar bila
ada lubang. Radiasi ini yang disebut dengan radiasi
benda hitam.
6
28/07/2023
5
Spektrum
radiasi
bervariasi
tergantung
temperatur
kotak-
hitam. Semakin tinggi temperatur
kotak-hitam,
semakin
tinggi
energi radiasi yang dipancarkan
(energi
radiasi
berbanding
terbalik
dengan
panjang
gelombang).
7
Teori Klasik Radiasi Benda Hitam
Teori Hukum Pergeseran Wien
Teori Rayleig-Jeans
Kedua model di atas hanya
mampu
menerangkan kurva spektrum intensitas
radiasi
benda
hitam
dengan
panjang
gelombang besar saja. Tetapi tidak cocok
untuk panjang gelombang lebih kecil
8
Teori Planck
1. Molekul-molekul
yang
bersosialisasi
akan
memancarkan energi diskret,
E = nhf
2. Molekul memancar atau menyerap energi dalam
satuan-satuan
energi
yang
diskrit
yang
dinamakan foton
E = hf
9
Planck memperoleh bahwa kuanta bersesuaian dengan
frekuensi tertentu dari cahaya semuanya harus
berenergi sama, dan energi berbanding lurus dengan .
Jadi energi kuantum dapat dinyatakan sebagai
dengan h = 6,626 x 10-34 J.s adalah tetapan Planck.
Ketika Planck mengganggap energi EM yang diaradiasikan
dari suatu benda timbul secara diskontinu, ia tidak
pernah menyangsikan bahwa penjalarannya melalui ruang
merupakan gelombang EM yang kontinu.
h
E =
10
Einsten
mengusulkan
bukan
saja
cahaya
dipancarkan secara kuantum pada suatu saat,
tetapi juga menjalar menurut kuanta individual
Hipotesis ini dapat digunakan untuk menjelaskan
fenomena efek Fotolistrik
11
2. Efek Fotolistrik
Efek fotolistrik adalah merupakan eksperimen yang
pertama kali dilakukan oleh Heinrich Hertz pada tahun
1887.
Pada eksperimen ini dilakukan penyinaran pelat katoda
dengan berbagai cahaya sehingga elektron-elektron
dipancarkan dari pelat katoda.
12
Dalam fisika klasik, terjadinya efek fotolistrik dapat
dijelaskan bahwa energi dari gelombang cahaya diserap
oleh logam yang sebagian terkonsentrasi pada elektron
tertentu dan muncul kembali sebagai energi kinetik.
Hasil pengamatan lebih lanjut didapat hal-hal yang tidak
dapat diterangkan oleh fisika klasik,
Distribusi energi elektron terpancar (fotoelektron) tidak
tergantung pada intensitas cahaya. Artinya berkas cahaya
yang kuat menghasilkan fotoelektron lebih banyak
dibandingkan dengan cahaya intensitas rendah yang
berfrekuensi sama tetapi energi rata-rata elektronnya
sama.
13
Tidak adanya keterlambatan waktu antara datangnya
cahaya pada permukaan logam dengan waktu terpan-
carnya elektron.
Energi elektron terpancar bergantung pada frekuensi
cahaya datang dan di bawah frekuensi tertentu tidak
elektron yang terpancar dari permukaan logam
walaupun intensitas cahaya diperbesar.
14
Dengan hipotesis Einstein efek fotolistrik dapat diterangkan
dari rumusan empiris berikut :
dengan :
h : energi dari masing-masing kuantum cahaya datang
ho : energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan
sebuah elektron dari permukaan yang disinari.
Km : energi fotoelektron maksimum
o
m
h
K
h
+
=
15
Harus ada energi minimum yang diperlukan oleh elektron
untuk melepaskan diri dari permukaan logam, jika tidak
demikian elektron akan terlepas walaupun tidak ada cahaya
datang.
Jadi bila frekuensi cahaya menghasilkan energi di bawah
energi
minimum
untuk
melepaskan
elektron
dari
permukaan logam, maka penambahan intensitas cahaya
tetap tidak dapat menyebabkan elektron terlepas dari
permukaan logam
Energi merupakan karakteristik dari permukaan suatu
logam disebut dengan fungsi kerja.
=+
Energi
Kuantum
Energi elekton
maksimum
Fungsi kerja
permukaan
16
3. Dualisme Pertikel Gelombang
Teori Gelombang Cahaya
Teori Kuantum
• Cahaya merambat
secara kontinu
• Cahaya menyebar
sumber yang
terdistribusi kontinu
• Tidak dapat mene-
rangkan fenomena
efek fotolistrik
• Cahaya merambat dalam
sederetan paket energi
• Cahaya menyebar sumber
sebagai sederetan konsentrasi
energi kecil yang terlokalisasi
yang dapat diserap elektron.
• Cahaya dapat dipandang sebagai
partikel
• Dapat menerangkan efek
fotolistrik
17
Berbeda dengan teori relativitas yang merupakan aproksi-
masi dari mekanika Newton, teori kuantum cahaya tidak
dapat diturunkan dari teori gelombang cahaya atau sebalik-
nya, walapun ada kaitan antar keduanya.
Untuk melihat kaitannya tinjau gelombang EM berfrekuensi
yang jatuh pada sebuah layar.
Intensitas gelombang pada layar menurut gambaran
gelombang
Intensitas gelombang pada layar menurut gambaran foton
2
0Ec
I
=
Nh
I =
18
Bila N cukup besar, pada layar akan terlihat distribusi
cahaya yang kontinu dan polanya bersesuaian dengan
rata-rata kuadrat besaran sesaat E2 dari gelombang listrik
dalam satu siklus.
Bila N kecil, pada layar akan terlihat distribusi cahaya
yang diskontinu yang menunjukkan bahwa cahaya
merupakan gejala kuantum
Jadi
cahaya
mepunyai
sifat
dual;
teori
gelombang cahaya dan teori kuantum cahaya
yang saling berkomplemen. Masing-masing
teori menjelaskan sebagian sifat cahaya dan
hanya dapat menerangkan efek tertentu saja
19
4. Sinar-X
Efek fotolistrik memberikan bukti bahwa foton cahaya
dapat mentransfer energi pada elektron.
Apakah proses sebaliknya dapat terjadi (yaitu seluruh
atau sebagian energi kinetik elektron yang bergerak
menjadi foton) ?
Kenyataanya efek fotolistrik-balik telah ditemukan
sebelum adanya teori Planck dan Einstein.
Adanya radiasi yang kemampuan tembusnya sangat
besar, ditimbulkan bila elektron cepat menumbuk materi
(Sinar-X, Wilhem Roentgen 1895)
20
5. Difraksi Sinar-X
Tinjau berkas sinar-x yang jatuh pada kristal. Karena
keteraturan letak atom-atom pada kristal maka berkas
sinar-x pada arah tertentu akan berinterferensi
konstruktif dan pada arah lainnya berinterferensi
destruktif.
21
Berkas sinar-x yang panjang gelombangnya jatuh pada
kristal dengan sudut terhadap permukaan bidang Bragg
yang jarak antar lapisannya d.
Berkas sinar-x yang mengenai atom A pada lapisan
pertama dan atom B pada lapisan kedua masing-masing
dihamburkan secara rambang. Konstruksi positif terjadi
antar dua sinar terhambur yang sejajar dan beda jarak
jalnnya , 2, 3 dst. Jadi beda jarak jalan harus n,
dengan n menyatakan bilangan bulat.
22
Syarat Bragg yang harus dipenuhi :
Berkas cahaya yang dihambur oleh atom A dan atom B
adalah sudut hambur sama dengan sudut jatuh ari
berkas semula.
Syarat kedua adalah :
dengan n = 1, 2, 3, … yaitu orde berkas uang dihambur.
n
d
=
sin
2
23
24
25
6. Efek Compton
Teori kuantum cahaya, menyatakan bahwa foton
berlaku sebagai partikel yang tidak mempunyai massa
diam.
Dapat dianalisis tumbukan antara foton dengan
elektron.
Percobaan yang dilakukan oleh Arthur COMPTON
adalah
menembakkan
foton
sinar-x
terhadap
elektron (mula-mula dalam keadaan diam terhadap
koordinat laboratorium).
Akibatnya foton akan terhambur dari arah semula
dan elektron menerima impuls dan mulai bergerak.
26
Foton dianggap sebagai partikel yang kehilangan energi
yang besarnya sama dengan energi kinetik yang diterima
elektron.
27
Dari ungkapan foton sebagai partikel tak bermassa diam
didapat hubungan :
dan dari konsep kuanta Planck E = h diperoleh besarnya
momentum foton adalah :
Menggunakan asumsi di atas , Compton menjelaskan dari
hasil eksperimennya adanya selisih panjang gelombang
yang dikenal sebagai efek Compton
pc
E =
h
c
h
p
=
=
(
)
cos
1
'
−
=
−
cm
h
o
28
Demonstrasi percobaan efek Compton dapat diperlihat-kan
pada gambar berikut :
Berkas sinar-x dengan panjang gelombang tunggal diarah-
kan pada target. Panjang gelombang sinar-x hambur diten-
tukan untuk berbagai sudut hambur .
29
Hasil gelombang sinar-x hambur untuk berbagai sudut
hambur ( pada gambar) diperlihatkan pada gambar
berikut :
30
Hasil gelombang sinar-x hambur terlihat adanya pergeser-
an panjang gelombang yang sesuai dengan prediksi persa-
maan efek Compton.
Hal ini dapat dijelaskan dengan anggapan bahwa partikel
hambur dapat berrgerak bebas dikarenakan banyaknya
elektron yang terikat lemah pada atom induknya,
Namun demikian, ada pula elektron yang terikat kuat
yang bila tertumbuk oleh foton seluruh atom bergerak.
Dalam kejadian ini massa besar mo merupakan massa
seluruh atom yang besarnya beberapa ribu kali besar
massa elektron, sehingga hasil pergeseran Compton tak
terdeteksi karena kecil.
31
7. Produksi Pasangan
Pada waktu foton menembus materi dan mendekati inti
atom, karena pengaruh medan listrik yang kuat dari inti
atom, foton berubah dan membentuk satu pasangan
yaitu
positrondan
elektronyang
masing-masing
berenergi sebesar 0,51 MeV.
Peristiwa ini disebut produksi pasangan.
Sehingga produksi pasangan memerlukan lebih ddari
1,02 MeV. Energi sebesar 1,02 MeV ini disebut nilai
batas ambang produksi pasangan. Setiap tambahan
energi foton akan menjadi energi kinetik elektron dan
proton.
32
Panjang gelombang foton yang bersesuaian adalah 0,012
angstrom.
Gelombang EM dengan panjang gelombang tersebut
adalah sinar gamma yang diperoleh dalam alam dari
pancaran inti radioaktif dan dalam sinar kosmik.
Kebalikan dari produksi pasangan adalah proses anhilasi
(pemusnahan),
yaitu
bertemunya
elektron
dengan
positron dan musnah serta diikuti terbentuknya foton.
Arah foton sedemkian sehingga energi dan momentum
linearnya kekal dan tidak perlu ada inti atau partikel lain
supaya terjadinya proses tersebut.
33
8. Foton dan Gravitasi
Dari dualitas partikel-gelombang diperoleh
pemahaman bahwa foton berlaku serupa
dengan partikel biasa dalam situasi tertentu.
Konsekuensinya apakah foton dipengaruhi
oleh gravitasi ?
34
Penjelasannya perlu dipahami mengenai teori relativiatas :
Prinsip ekuivalensi (Einstein, 1907), Publikasi efek gravi-
tasi pada cahaya dibawah relativitas khusus.
Menurut prinsip ekuivalensi, kejadian yang terjadi dalam
laboratorium tertutup dipercepat (non-inersia) tidak
bisa dibedakan dari kejadian dalam medan gravitasi
35
Relativitas Umum (Einsten, 1915)
Relativitas umum Einstein menggambarkan alam
semesta sebagai suatu sistem geometris tiga ruang dan
satu dimensi waktu.
Kehadiran massa, energi, dan momentum (kuantutasi
secara kolektif sebagai kepadatan massa-energi atau
tekanan-energi) yang dihasilkan dalam tekukan sistem
koordinat ruang-waktu. Gravitasi, oleh karena itu,
merupakan sebuah pergerakan sepanjang “sederhana”
atau paling tidak rute energetik sepanjang lengkungan
ruang-waktu.
36
Dari kedua pemahaman tersebut disimpulkan bahwa
cahaya mengalami efek gravitasi. (kelengkungan cahaya).
Kelengkungan dari cahaya bukan karena beratnya, tetapi
kelengkungan yang diciptakan oleh benda berat lain yang
membuat kita tetap melayang di luar angkasa.
Beberapa temuan mendukung prediksi unik dari relaivitas
umum :
Presisi dari perihelion Merkurius
Pembelokan gravitasi cahaya bintang
Pelebaran alam semesta (dalam bentuk konstanta
kosmologis)
Delay dari gema radar
Radiasi Hawking dari black hole
37
Walaupun foton tidak mempunyai massa diam, tetapi saat
bertumbukan seakan-akan mempunyai massa kelembaman
(inersia) besar, sehingga “massa” foton dapat dihitung dari
persamaan :
dengan v = c untuk foton.
.
2c
h
v
p
m
=
=
38
Karena massa gravitasi tdak dapat dibedakan dari massa
inersia maka cahaya dipengaruhi gravitasi Kita dapat
mengamati cahaya yang melintasi sebuah laboratorium
yang dipercepat.
Berkas cahaya yang melengkung terhadap laboratorium
haruslah sama seperti cahaya yang mengalami medan
gravitasi yang besar percepatan medannya setara dengan
percepatan laboratorium tersebut .
SIFAT PARTIKEL PADA GELOMBANG
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 38
SLIDE
Similar Resources on Wayground
31 questions
FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS
Presentation
•
12th Grade
30 questions
GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
Presentation
•
University
35 questions
PEMANASAN GLOBAL
Presentation
•
12th Grade
31 questions
usul Fiqh (hukum Islam dari aspek khitab)
Presentation
•
University
31 questions
PTS B.indonesia kelas 7
Presentation
•
12th Grade
37 questions
ISOTOF RADIOAKTIF
Presentation
•
University
28 questions
Dinamika & Hukum Newton
Presentation
•
University
33 questions
KUIS 1 RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH KELAS XII
Presentation
•
12th Grade
Popular Resources on Wayground
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Review 4
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
HSMS - Standard Response Protocol
Quiz
•
6th - 8th Grade
16 questions
1.1-1.2 Quiz Review
Quiz
•
9th - 12th Grade
12 questions
Exponent Expressions
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Adding and Subtracting Integers
Quiz
•
6th - 7th Grade
11 questions
Northeast States
Quiz
•
3rd - 4th Grade
10 questions
Characterization
Quiz
•
3rd - 7th Grade
10 questions
Common Denominators
Quiz
•
5th Grade