Search Header Logo
tesss

tesss

Assessment

Presentation

Other

11th Grade

Practice Problem

Medium

Created by

ardian da

Used 13+ times

FREE Resource

17 Slides • 12 Questions

1

BAB IV: ADAB BERPAKAIAN, BERHIAS, PERJALANAN, BERTAMU DAN MENERIMA TAMU

media

2

​1. Pengertian Adab Berpakaian

Al-Qur’an paling tidak menggunakan tiga istilah untuk pakaian, yaitu: libās, tsiyāb, dan sarabīl.

Libās pada mulanya berarti penutup, hal ini cocok untuk sesuai dengan fungsi pakaian, yaitu sebagai penutup. Pakaian dinamai tsiyāb , atau tsaub karena ide dasar adanya bahan-bahan pakaian adalah agar dipakai. Sedangkan kata sarabīl berarti pakaian dalam artian apapun bahannya.

Al-Qur’an surat al-A’rāf (7): 20 menjelaskan bahwa menutup aurat merupakan perilaku yang dilakukan oleh manusia, yaitu sejak Adam dan Hawa masih di surga, namun karena godaan setan, aurat manusia terbuka. Dengan demikian, aurat yang terbuka segera ditutup dengan pakaian sebagaimana tabiat awalnya.

3

​2. Fungsi Berpakaian

​A. Penutup Aurat

Kata 'aurat, terambil dari kata 'ar yang berarti onar, aib, tercela. Dalam konteks hukum agama, aurat dipahami sebagai anggota badan tertentu yang tidak boleh dilihat kecuali oleh orang-orang tertentu.

Beberapa hadiś menerangkan hal tersebut secara rinci: “Hindarilah telanjang, karena ada (malaikat) yang selalu bersama kamu, yang tidak pernah berpisah denganmu kecuali ketika ke kamar belakang (wc) dan ketika seseorang berhubungan seks dengan istrinya. Maka malulah kepada mereka dan hormatilah mereka.” (HR. At-Tirmidzi).

media

4

B. Perhiasan

Al-Qur’an setelah memerintahkan agar umat Islam berpakaian yang indah ketika ke masjid/beribadah, sekaligus mengecam mereka yang mengharamkan perhiasan yang telah diciptakan Allah untuk manusia.

Pakaian yang berfungsi sebagai perhiasan dapat dipahami, bahwa pakaian selain untuk menutup aurat, juga digunakan untuk memperindah atau mempercantik pemakainya. Yang terpenting adalah tidak melanggar batas-batas ketentuan agama.

5

C. Melindungi dari Bencana

Dalam hal fungsi pakaian dapat melindungi dari bencana, ditemukan dalam Firman Allah Swt., surat an-Nahl ayat 81.
Artinya: “ ....dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).

media

6

​D. Penunjuk Identitas

Pertama: pakaian untuk menutupi aurat tubuh. Untuk aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali tangan dan wajah, dan bagi pria menutup anggota tubuh di bawah pusar sampai bawah lutut.

Kedua: sebagai bentuk ekspresi dari suatu kreatifitas di bidang fashion, sehingga bernilai perhiasan. mode pakaian boleh mengikuti perkembangan zaman namun batas-batas ketentuan agama tidak boleh dikalahkan.

7

​3. Membiasakan Adab Berpakaian

  • Disunahkan memakai pakaian yang bersih, rapih, pantas dan serasi

  • Berpakaian tidak hanyaa sekedar menutup aurat, tetapi juga jangan ketat dan transparan.

  • Pakaian laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan atau sebaliknya.

  • Menghindari berpakaian untuk menunjukkan ketenaran dan kesombongan.

  • Tidak berpakaian yang bergambar makhluk hidup atau ada simbul agama non-muslim.

8

Multiple Choice

Bagian tubuh perempuan yang tidak termasuk aurat adalah…

1

Kaki dan Telapak angan

2

Wajah dan Telapak tangan

3

Telapak tangan dan Kepala

4

Kepala dan Kaki

5

Kaki dan Wajah

9

Multiple Choice

Perhatikan pernyataan berikut :

1) Memakai pakaian lebar

2) Menggunakan jilbab hingga menutup leher dan dada

3) Mengenakan pakaian khas padang pasir

4) Model yang digunakan model terbaru

5) Tidak terbuat dari bahan transparan

Pakaian yang memenuhi ketentuan menutup aurat adalah…

1

1, 3, dan 5

2

2, 4, dan 5

3

1, 2, dan 3

4

1, 2, dan 5

5

3, 4, dan 5

10

Multiple Choice

Ditemukan dalam Al-Qur'an ayat yang menjelaskan fungsi pakaian, yakni fungsi pemeliharaan terhadap bencana, dan dari sengatan panas dan dingin, terdapat pada surat

1

An Nahl [16]: 80

2

An Nahl [16]: 81

3

An Nahl [16]: 82

4

An Nahl [16]: 83

5

An Nahl [16]: 84

11

​4. Pengertian Adab Berhias

​Berhias adalah naluri yang dimiliki oleh setiap manusia. Berhias telah menjadi kebutuhan dasar manusia sesuai dengan tingkat peradaban, dan tingkat sosial. Berhias dalam ajaran Islam bertujuan untuk ibadah dan mencari ridlo Allah. Berhias dalam Bahasa Arab disebut dengan kata “tazayyana-yatazayyanu”. Secara istilah berhias dapat dimaknai sebagai upaya setiap orang untuk memperindah diri dengan berbagai busana, hiasan ataupun yang lain dan dapat memperindah diri bagi pemakainya, sehingga memunculkan kesan indah bagi yang menyaksikan serta menambah rasa percaya diri. Pada hakekatnya berhias itu dapat dikatagorikan sebagai akhlak terpuji sebagaiperbuatan yang dibolehkan bahkan dianjurkan, selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar Islam. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-A’rāf [7] ayat 31:l.

​5. Bentuk Adab Berhias

​Dalam ajaran Islam, perhiasan tidak sebatas pada penggunaan pakaian, tetapi mencakup keseluruhan piranti (alat) aksesoris yang lazim digunakan untuk mempercantik diri, mulai dari kalung, gelang, arloji, anting-anting, bross dan lainnya.

Ada beberapa barang perhiasan yang dihalalkan untuk kaum perempuan tetapi diharamkan untuk kaum lelaki, diantaranya adalah emas dan sutera asli. Nabi Muhammad Saw. pernah melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, kemudian oleh Nabi dicabutnya cincin itu dan dibuang ke tanah, kemudian beliau bersabda: ”Salah seorang diantara kamu ini sengaja mengambil bara api kemudian ia letakkan di tangannya. Setelah Rasulullah pergi, kepada si laki-laki Demi Allah, saya tidak mengambil cincin yang telah dibuang oleh rasululla” (HR. Muslim)

12

​Hal hal yang perlu diperhatikan ketika berhias antara lain:

​a. Niat yang lurus, berhias hanya untuk beribadah.

b. Dalam berhias tidak dibenarkan menggunakan bahan-bahan yang dilarang agama.

c. Dilarang berhias dengan menggunakan simbol-simbol non muslim.

d. Tidak berlebih-lebihan

e. Dilarang berhias seperti cara berhiasnya orang-orang jahiliyah

f. Berhias menurut kelaziman dan kepatutan dengan memperhatikan jenis kelamin,

g. Dilarang berhias untuk keperluan berfoya-foya atau pun riya’. Al-Qur’an sudah menjelaskan tentang etika berhias dalam firman Allah (QS. Al-Ahẓab [33]: 33 ). Larangan Allah dalam ayat tersebut secara khusus ditujukan kepada wanita-wanita muslimah, agar mereka tidak berpenampilan seperti orang-orang jahiliyah (tabarruj al-jahiliyah), yaitu berhias dengan maksud untuk mengundang rangsangan birahi kepada lawan jenis yang bukan pasangannya.

13

​6. Nilai Positif Adab Berhias

​Seorang yang berhias secara Islami akan meras nyaman dan percaya diri dengan dandanannya yang telah mendapatkan jaminan halal secara hukum. Dandanan (hiasan keangkuhan dan Berhias secara Islami akan memberikan pengaruh positif dalam berbagai aspek kehidupan, karena niat berhias adalah untuk ibadah, maka segala aktifitas berhias yang dilakukan seorang muslim akan menjadi jalan untuk mendapatkan barakah dan pahala dari Allah Swt.

​7. Membiasakan Adab Berhias

​Sejak awal agama Islam telah menanamkan kesadaran akan kewajiban pemeluknya untuk menjaga sopan santun dalam kaitannya dengan berhias ataupun berdandan, dengan cara menentukan bahan, bentuk, ukuran dan batasan aurat yang harus dijaga. S

media

14

​Secara lazim, Ada beberapa hal yang diharamkan dalam perhiasan:

a. Bagi laki-laki memakai emas dan sutera.

b. Pakaian yang mempertajam bagian tubuh (pakaian ketat)

c. Laki-laki menyerupai wanita dan wanita menyerupai laki-laki.

d. Pakaian yang berlebih-lebihan dan untuk kesombongan.

e. Tato dan mengikir gigi.

f. Menipiskan alis.

g. Menyambung rambut.

Karena itu setiap pribadi muslim haruslah membisaakan diri untuk

berpenampilan yang baik, bagus, indah dan meyakinkan, tidak menyombongkan diri, tidak angkuh, tetapi tetap sederhana dan penuh kebersahajaan sebagai wujud konsistensi terhadap ajaran Islam.

15

Multiple Choice

Apakah perhiasan yang dihalal kan bagi perempuan tetapi diharamkan untuk kaum lelaki ialah..

1

Jam arloji

2

Cincin perak

3

Cincin emas

4

Kain satin

16

Multiple Choice

Etika berhias bagi wanita sudah dijelaskan di dalam Al quran yaitu surat dan ayat berapa?..

1

QS. Al-A'raf ayat 31

2

QS. Al-Ahzab ayat 33

3

QS. Al-Ahzab ayat 23

4

QS. Al-A'raf ayat 33

17

​8. Pengertian Adab Berjalan

​ Dalam Bahasa Arab ditemukan kata "rihlah atau safar" yang mempunyai pengertian sama dengan perjalanan. Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan makna perjalanan sebagai perihal (cara, gerakan, dsb) berjalan atau bepergian dari satu tempat ke tempat lain untuk suatu tujuan.

Secara istilah, perjalanan diartikan sebagai suatu aktifitas untuk keluar atau meninggalkan rumah dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan yang mengantarkan kepada tujuan dengan maksud atau tujuan tertentu.

media

18

​9. Bentuk Adab Perjalanan

​A. Adab Sebelum Berangkat

Keluar rumah dimulai dengan pamitan atau minta ijin kepada orang tua. Apabila mengadakan perjalanan jauh maka pamitan kepada para tetangga adalah patut untuk dilakukan

B. Adab Ketika Diperjalanan

Ketika dalam perjalanan melihat sesuatu yang indah, misalnya pemandangan ataupun hasil pembangunan yang mencengangkan, maka hendaklah megucapkan “shubhanallah”

​Apabila berjalan kaki, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan

dalam menjaga akhlak perjalanan, antara lain:

1) Berjalan di sebelah kiri (menyesuaikan aturan negeri yang bersangkutan)

2) Jangan berkejar-kejaran di jalan, berteriak, dan sejenisnya.

3) Apabila berjalan kelompok, jangan mengganggu atau menghalangi pengguna

jalan yang lain.

4) Jika menemukan benda-benda berbahaya misalnya paku, pecahan kaca, dll.,

hendaklah diambil dan di buang di tempat sampah.

5) Jika ada trotoar, maka berjalanlah di trotoar.

6) Jika hendak menyeberang jalan, hendaklah menyeberang di tempat-tempat

penyeberangan seperti zebra cross dan jembatan penyeberangan

C. Adab Ketika Kembali ke Perjalanan

Sebagai ungkapan rasa syukur atas keselamatan selama perjalanan, maka

sesampainya di rumah hendaklah segera mengucapkan hamdalah, sujud syukur,

atau ṣalat sunnah.

19

​10. Nilai Positif Adab Perjalanan

​Imam al-Ghazali berpendapat, "bersafarlah, karena daam safar itu

sesungguhnya memiliki keuntungan". Keuntungan safar diantaranya :

1. Safar dapat menghibur diri dari kesedihan

2. Safar menjadi sarana bagi orang untuk mencari hasil usaha

3. Safar dapat mengantarkan seseorang untuk memperoleh tambahan pengalaman dan ilmu pengetahuan

4. Dengan safar maka seseorang akan lebih banyak mengenal adab kesopanan yang dimiliki oleh masyarakat yang dikunjunginya

5. Perjalanan akan dapat menambah wawasan dan bahkan kawan yang baik dan mulia.

media

20

Multiple Choice

Dalam sebuah perjalanan, hendaknya banyak melantunkan....

1

Campur sari

2

Dangdutan

3

Sholawat

4

Karaoke

21

Multiple Choice

Ketika dalam perjalanan melihat sesuatu yang indah, misalnya pemandangan ataupun hasil pembangunan yang mencengangkan, maka hendaklah megucapkan...

1

Shubhanallah

2

Astagfirullah

3

Masyaallah

4

Innalillahi

22

Multiple Choice

Dibawah ini yang tidak merupakan akibat dari tidak tertib dalam perjalanan adalah…

1

Macet

2

Perjalanan cepat

3

Kecelakaan

4

Tabrakan beruntun

23

11. Adab Bertamu dan Menerima Tamu

Menerima tamu͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏ merupakan suatu perwujudan keimanan seorang hamba kepada Allah SWT dan kepada hari akhir, dengan demikian seorang muslim yang mengabaikan tamunya, maka berdosa dan menunjukkan rendahnya akhlak.

Secara istilah menerima tamu merupakan sambutan kepada tamu dengan hal yang lazim atau wajar, baik secara adat maupun agama dengan maksud untuk menyenangkan atau memuliakan sang tamu.

Rasulullah bersabda: ”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berbuat baik dengan tetangganya, Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam”. (HR. Muslim).

Agar dapat menyambut tamu dengan suka cita, maka tuan rumah harus membiasakan diri untuk Berhusnudzon kepada kehadiran tamu walaupun dengan keadaan apapun tamu itu datang. karena kenyataanya tamu yang datang tidak selalu sesuai dengan keinginan tuan rumah, dan seringkali tamu itu mengganggu aktivitas yang sedang kita seriusi di rumah, maka jangan sampai seorang tuan rumah menunjukkan sikap kasar bahkan sampai mengusir tamu itu pergi.

24

media

Jadi apabila kita kedatangan seorang tamu, hendaknya kita memperhatikan beberapa hal berikut ini:

A. Menyabut tamu dengan pakaian yang sopan

B. Menerima tamu dengan ramah - tamah

C. Menjawab salam sang tamu (bila memberi salam) atau berikan tamu ucapan salam.

D. Menunjukkan wajah yang berseri - seri

E. Ketika di dalam rumah hanya terdapat wanita sendirian, maka dilarang untuk menerima tamu laki-laki

F. Mempersilahkan tamu untuk masuk dan duduk

G. Suguhilah tamu dengan hidangan dan minuman

H. Apabila tamu ingin mengunjungi orang tua kita maka segera beritahu orang tua kita

I. Mengajak bicara dengan kehangatan dan keakraban

J. Menjawab salam tamu apabila tamu berpamitan untuk pulang

K. Mengantar tamu sampai ke depan rumah ketika tamu pulang.

25

Multiple Choice

Apa yang seharusnya dilakukan saat menerima tamu dalam Islam?

1

Mengabaikan mereka

2

Menunjukkan rasa tidak senang

3

Memberikan salam dan tersenyum

4

Menyembunyikan diri

26

Multiple Choice

Bagaimana seharusnya perilaku saat menyambut tamu dalam Islam?

1

Tidak memperhatikan kebutuhan mereka

2

Mengajak mereka untuk menunggu tanpa alasan

3

Memberikan perhatian, kenyamanan, dan makanan jika ada

4

Menyuruh mereka untuk mencari tempat lain

27

Multiple Choice

Apa yang harus dilakukan ketika tamu ingin pergi setelah berkunjung dalam Islam?

1

Membuat mereka merasa terburu-buru untuk pergi

2

Meminta mereka untuk tetap lebih lama

3

Mengantarkan mereka sampai ke pintu dan meminta maaf jika ada kesalahan

28

Multiple Choice

Orang yang ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan harus bersikap...

1

Sopan

2

Egois

3

Toxic

4

Tergesa gesa

29

media

BAB IV: ADAB BERPAKAIAN, BERHIAS, PERJALANAN, BERTAMU DAN MENERIMA TAMU

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 29

SLIDE