Search Header Logo
BERPIKIR DIAKRONIK DAN SINKRONIK DALAM SEJARAH

BERPIKIR DIAKRONIK DAN SINKRONIK DALAM SEJARAH

Assessment

Presentation

History

10th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Meli Yanti

Used 10+ times

FREE Resource

10 Slides • 0 Questions

1

media

Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah

​by: Meliyanti, S. Pd

2

media

Diakronik dan Sinkronik

Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris
Madura 1850-1940

Kata “Madura” menunjukkan ruang yang memadat. Rentang
waktu “1850-1940” menunjukkan memanjang dalam waktu
tidaklah secara langsung menunjuk pada suatu periodisasi,
sebab dalam perkembangan sosial dan sejarah tidak ada
permulaan maupun akhir.

Pembahasan rentang waktu yang panjang secara kronologis
tetapi terbatas pada ruang yaitu hanya wilayah Madura.

sumber:
https://www.demabuku.com/image/data/PicsArt_1107
08.32.12.jpg

3

media

Diakronik dan Sinkronik

Perubahan Sosial di Yogyakarta

Perubahan akibat pergantian kekuasaan dari pemerintah
HIndia Belanda kemudian kekuasaan Jepang dan
akhirnya Republik Indonesia. Kata “Yogyakarta” merujuk
pada ruang yang sinkronis. Meluas dalam ruang, tetapi
terbatas dalam waktu.

Berdasarkan dua perbandingan tersebut dapat dipahami
bahwa ilmu sejarah itu diakronis, yang menjelaskan
berbagai peristiwa masa lalu dalam rentang waktu yang
panjang.

sumber:
https://komunitasbambu.id/wp-content/
uploads/2019/05/PSY-Depan.jpg

4

media

Kronologi

Kronologis dalam bahasa Inggris berasal dari
bahasa Yunani yaitu “Chronos” yang berarti waktu.
Ilmu Sejarah diakronik disampaikan secara
berurutan dari waktu yang paling awal hingga yang
paling akhir.
Berikut contoh kronologi peristiwa Proklamasi
Kemerdekaan Republik Indonesia. Diawali dengan
jatuhnya bom atom di kota Hiroshima Jepang oleh
Amerika Serikat 6 Agustus 1945. Jepang menyerah
kepada Sekutu pada 15 Agustus dan Peristiwa
Rengasdengklok 16Agustus 1945. Akhirnya tanggal 17
Agustus 1945 pembacaan naskah Proklamasi
Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Ir. Soekarno.

sumber:
https://www.lpmdimensi.com/wp-content/uploa
ds/2017/08/2222rrr.jpg

5

media

Berpikir diakronik adalah cara berpikir
kronologis di dalam menganalisis sesuatu.
Peristiwa sejarah diuraikan dengan prinsip
memanjang dalam waktu, namun
menyempit dalam ruang.

contoh dalam pelaksanaan Tanam Paksa
memanjang pada tahun 1930-1970tetapi
pembahasan latar belakang, jalannya
peristiwa, dan akhir peristiwa tidak terlalu
mendalam.

Berfikir Diakronik

sumber:
https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_l
ossy,c_fill,q_auto:best,w_640/v1610617602/kviwti6ylm0rzhgzyk
cz.jpg

6

media

PeriodiSaSi

Periodisasi adalah pembabakan waktu dalam
sejarah dengan cara menghubungkan
berbagai peristiwa sesuai dengan masanya
dalam satu periode.

Tujuan dari periodisasi adalah untuk
memudahkan memahami suatu peristiwa
bersejarah dalam rentang waktu dan
klasifikasi tertentu.

sumber:
http://fib.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/1164/2014/11/Sartono
-cover1-buku1.jpg

7

media

PeriodiSaSi

Periodisasi sejarah Indonesia yang dilakukan
oleh sejarawan Taufik Abdullah pada karyanya
Indonesia dalam Arus Sejarah adalah:

1.Prasejarah

2.Kerajaan Hindu-Buddha

3.Kedatangan dan Peradaban Islam

4.Kolonialisasi dan Perlawanan

5.Masa Pergerakan Kebangsaan

6.

Perang dan Revolusi

7.Pasca-Revolusi

8.Orde Baru dan Reformasi

sumber:
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/ima
ges?q=tbn:ANd9GcR3dmeihIf3EEtbvlKdR
8ipeIk3zvuvdMferg&usqp=CAU

8

media

Berfikir Sinkronik

Berpikir sinkronik yaitu cara berpikir
ilmu-ilmu sosial melebar dalam
ruang, serta mementingkan struktur
dalam satu peristiwa. Sinkronik
dalam ilmu

sejarah merujuk pada

ruang tempat terjadinya suatu
peristiwa atau kejadian yang
menjelaskan tentang situasi dan
kondisi (konteks) suatu masyarakat,
sebab-akibat, dan korelasi (pola
hubungan) atas suatu peristiwa.

sumber: Buku Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas X Puskur
Kemendikbudristek hal 42.

9

media

Berfikir Sinkronik

Contoh :
Pemberontakan Petani Banten 1888 Karya
Sartono Kartodirjo adalah salah satu contoh
pendekatan Sinkronik, dengan ruang lingkup
yang sempit, namun luas pembahasannya
berkat ilmu bantu lainnya. Hanya menganalisis
kondisi masyarakat Banten pada masa itu saja.

Dengan menghubungkan konsep berpikir
sinkronik dan diakronik maka akan diperoleh
pemahaman bukan hanya tentang ‘apa‘ yang
terjadi tetapi juga ’mengapa’ sesuatu terjadi

sumber:
https://komunitasbambu.id/wp-content/uploads/2019
/05/Pemberontakan-Petani-Banten-2-scaled.jpg

10

media

Bangsa yang besar adalah bangsa yang

menghormati jasa pahlawannya.

(Ir. Soekarno)

TerimaKaSih

media

Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah

​by: Meliyanti, S. Pd

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 10

SLIDE