

Darah
Presentation
•
Science
•
8th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Sholekhatun Sholekhatun
FREE Resource
13 Slides • 0 Questions
1
1
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Pembelajaran merupakan bagian penting dalam pendidikan karena
bertujuan untuk mengembangkan kemampuan, membangun watak dan
peradaban bangsa
dalam
rangka
mencerdaskan
kehidupan
bangsa.
Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara komponen-komponen
sistem pembelajaran. Daryanto dan Muljo Raharjo (2012: 30) mengemukakan
bahwa pembelajaran dapat diartikan sebagai proses mencari kebenaran,
menggunakan kebenaran dan mengembangkannya untuk kepentingan
pemenuhan kebutuhan hidup manusia, khususnya yang berhubungan dengan
upaya merubah perilaku, sikap, pengetahuan dan pemaknaan terhadap tugas-
tugas selama hidupnya.
Pembelajaran IPA adalah interaksi antara komponen-komponen
pembelajaran dalam bentuk proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang
berbentuk kompetensi yang telah ditetapkan (Asih Widi Wisudawati dan Eka
Sulistyowati, 2014: 26). Pembelajaran IPA terbagi dalam mata pelajaran
fisika, kimia, biologi, ilmu bumi, astronomi, dan kesehatan. Pembelajaran IPA
SMP dalam Kurikulum 2013 dilaksanakan secara utuh, sehingga konsep IPA
yang dibahas merupakan konsep yang terpadu bukan konsep yang terpisah-
pisah. Kurikulum 2013 membimbing peserta didik untuk memiliki
keterampilan proses sains yang menekankan pada proses belajar, aktivitas, dan
kreativitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai,
dan sikap.
2
2
IPA pada hakekatnya merupakan suatu proses, aplikasi, dan produk
(Trianto, 2014: 137). Sebagai proses, IPA merupakan langkah-langkah yang
dipergunakan untuk mempelajari sains. Sebagai aplikasi, teori-teori IPA akan
melahirkan teknologi yang dapat memberi kemudahan bagi kehidupan.
Sebagai produk, IPA merupakan sekumpulan pengetahuan dan sekumpulan
konsep dan bagan konsep. Pembelajaran IPA tentunya harus sesuai dengan
hakekat IPA.
Konsep IPA merupakan suatu konsep yang memerlukan penalaran
dan proses berpikir yang kuat pada setiap peserta didik. Materi yang ada
dalam IPA yaitu mempelajari fenomena alam. Proses berpikir peserta didik
dalam
mempelajari
IPA
merupakan
kemampuan
mengintegrasikan
pengetahuan kognitif dengan fenomena alam. Setiap materi tentu memiliki
tingkat kesukaran yang bervariasi. Ada materi pelajaran IPA yang sulit
divisualisasikan dan ada juga materi yang mudah divisualisasikan.
Karakteristik materi IPA yang cenderung sulit divisualisasikan akan menuntut
seorang guru IPA untuk berinovasi dalam menggunakan media pembelajaran
yang tepat agar memudahkan peserta didik memahami materi IPA.
Penggunaan media pembelajaran mempunyai arti yang penting karena
hambatan dalam pembelajaran dapat dibantu dengan media pembelajaran yang
berfungsi sebagai perantara. Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2013: 1)
mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah alat bantu mengajar ada
dalam komponen metodologi, sebagai salah satu lingkungan belajar yang
diatur oleh guru. Media pembelajaran adalah alat-alat yang dapat digunakan
3
3
untuk menyalurkan pesan pembelajaran sehingga dapat merangsang pikiran,
perasaan, perhatian, motivasi, dan minat peserta didik sedemikian rupa
sehingga pembelajaran dapat terjadi dan membantu siswa mengatasi
perbedaan gaya belajar, minat, intelegensi, keterbatasan daya indera, cacat
tubuh atau hambatan jarak geografis, waktu, dan lain-lain.
Materi pembelajaran yang rumit dapat disederhanakan dengan
bantuan media pembelajaran. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu
guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat. Bahkan materi yang sulit
divisualisasikan dapat divisualisasikan dengan kehadiran media. Dengan
demikian peserta didik lebih mudah memahami materi daripada tanpa bantuan
media pembelajaran.
Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 16 April 2015 dengan
guru IPA di SMP N 2 Klaten menyatakan bahwa media pembelajaran IPA
yang ada masih kurang khususnya media pembelajaran untuk materi
organisasi kehidupan. Materi organisasi kehidupan mencakup sel, jaringan,
organ, sistem organ, dan organisme. Media yang biasanya digunakan saat
pembelajaran pada submateri sel yaitu preparat awetan sel tumbuhan yang
dapat diamati melalui mikroskop. Setelah melakukan pengamatan, guru
memberikan gambar sel tumbuhan dan sel hewan melalui slide powerpoint
atau meminta peserta didik untuk mengamati gambar yang ada pada buku
peserta didik. Tujuannya yaitu untuk memperjelas pengetahuan peserta didik
mengenai bagian-bagian sel. Akan tetapi berdasarkan wawancara dengan
peserta didik, mereka merasa jenuh dan kurang tertarik apabila harus
4
4
memperhatikan gambar yang disajikan melalui slide powerpoint atau
mengamati gambar pada buku.
Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 20 April 2015, sekolah
sudah mempunyai model sel tumbuhan dan hewan tetapi sebagian besar
bagian-bagian dari model tersebut sudah hilang dan rusak. Model sel yang
rusak dan hilang membuat media tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Berdasarkan hasil observasi menyatakan bahwa motivasi peserta didik saat
belajar pada materi organisasi kehidupan masih rendah. Hal tersebut diketahui
dari perilaku peserta didik di kelas. Terdapat peserta didik yang menopang
dagu, menguap berkali-kali, melamun, mengobrol dengan peserta didik
lainnya, dan kurang memperhatikan saat guru menjelaskan materi. Keller
(dalam Made Wena, 2011: 33) menjelaskan bahwa secara operasional
motivasi belajar ditentukan oleh indikator-indikator seperti tingkat perhatian
peserta didik terhadap pelajaran; tingkat relevansi pembelajaran dengan
kebutuhan peserta didik; tingkat keyakinan peserta didik terhadap
kemampuannya dalam mengerjakan tugas-tugas pembelajaran; dan tingkat
kepuasan peserta didik terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep IPA
secara mendalam pada materi organisasi kehidupan sehingga hasil belajar
yang dicapai kurang baik terutama dalam aspek kognitif, hal tersebut terlihat
dari banyaknya peserta didik (71,8%) yang belum memenuhi Kriteria
Ketuntasan Minimum (KKM) sebesar 76. Indikator utama hasil belajar siswa
yaitu ketercapaian daya serap terhadap bahan pembelajaran yang diajarkan,
5
5
baik secara individual maupun kelompok. Pengukuran ketercapaian daya
serap ini biasanya dilakukan dengan penetapan kriteria ketuntasan belajar
minimal (KKM)
Ada beberapa jenis media yang dapat digunakan dalam pembelajaran.
Salah satu media yang dapat digunakan pada materi organisasi kehidupan
adalah media pop-up. Paul Jackson (1993: 2) mengatakan bahwa kelebihan
media pop-up yaitu dapat meningkatkan motivasi peserta didik pada semua
umur termasuk orang dewasa dan dapat memberikan visualisasi cerita yang
lebih menarik. Pop-up dinilai lebih menarik karena tampilan gambar terlihat
lebih memiliki dimensi, dapat bergerak ketika halamannya dibuka atau
bagiannya digeser, salah satu bagian dapat berubah bentuk, memiliki tekstur
seperti benda aslinya bahkan beberapa ada yang dapat mengeluarkan bunyi.
Kelebihan tersebut yang membuat materi lebih menyenangkan dan menarik
untuk dinikmati. Pop-up mempunyai kemampuan untuk memperkuat kesan
yang ingin disampaikan dalam sebuah pembelajaran sehingga materi lebih
dimengerti oleh peserta didik.
Materi yang dipilih dalam pengembangan media pop-up ini adalah
materi organisasi kehidupan. Materi ini dipilih karena banyak peserta didik
yang mempunyai hasil belajar rendah pada materi organisasi kehidupan.
Selain itu motivasi peserta didik pada materi ini masih rendah. Berdasarkan
buku peserta didik dan buku guru, materi organisasi kehidupan merupakan
materi yang banyak gambar, sehingga materi ini dapat digunakan untuk
mengembangkan media pop-up.
6
6
Berdasarkan hal di atas, peneliti berusaha mengembangkan media
pop-up untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik SMP
kelas VII.
B.Identifikasi Masalah
Beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasikan berdasarkan
latar belakang diatas adalah sebagai berikut:
1.Media pembelajaran IPA yang ada masih kurang khususnya media
pembelajaran untuk materi organisasi kehidupan, padahal materi
pembelajaran yang rumit dapat disederhanakan dengan bantuan media
pembelajaran,
2.Media yang tersedia pada submateri sel hanya preparat awetan sel
tumbuhan sedangkan preparat awetan sel hewan tidak ada. Padahal dengan
adanya preparat awetan maka peserta didik dapat melihat secara langsung
bagian-bagian sel sehingga memudahkan peserta didik untuk memahami
materi.
3.Peserta didik merasa jenuh apabila penjelasan materi melalui slide
powerpoint atau gambar yang ada dibuku peserta didik. Padahal banyak
media pembelajaran lainnya yang lebih menarik untuk memperjelas
pengetahuan peserta didik mengenai bagian-bagian sel.
4.Model sel tumbuhan dan sel hewan sudah banyak yang hilang dan rusak,
padahal model sel tumbuhan dan sel hewan membantu peserta didik dalam
memahami materi.
7
7
5.Motivasi peserta didik saat belajar pada materi organisasi kehidupan masih
rendah yang terlihat dari perilaku peserta didik saat pembelajaran
berlangsung,. Padahal dibutuhkan motivasi dalam proses pembelajaran
agar peserta didik mudah memahami dan mempelajari materi pelajaran.
6.Peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep IPA secara
mendalam pada materi organisasi kehidupan, padahal seharusnya peserta
didik mudah memahami konsep IPA.
7.Pencapaian hasil belajar aspek kognitif pada sebagian peserta didik untuk
materi organisasi kehidupan belum memenuhi KKM. Padahal indikator
utama hasil belajar peserta didik adalah dengan terpenuhinya nilai KKM
C.Batasan Masalah
Dalam penelitian ini diperlukan adanya batasan masalah. Hal tersebut
dilakukan agar penelitian yang dilakukan berfokus pada hal-hal yang diteliti.
Berdasarkan identifikasi masalah, maka masalah yang dikaji dalam penelitian
ini adalah:
1.Pengembangan media pop-up untuk meningkatkan motivasi dan hasil
pembelajaran peserta didik.
2.Materi pembelajaran “Organisasi Kehidupan” untuk peserta didik SMP
kelas VII.
8
8
D.Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah tersebut, maka rumusan masalah
yang akan dipecahkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.Apakah media pop-up yang dikembangkan layak digunakan untuk
meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik berdasarkan kriteria
kualitas media pembelajaran yang baik?
2.Bagaimana respon
peserta didik terhadap media
pop-up
yang
dikembangkan?
3.Bagaimana
peningkatan
motivasi
belajar
perserta
didik
setelah
menggunakan media pop-up?
4.Bagaimana peningkatan dan hasil belajar perserta didik setelah
menggunakan media pop-up?
E.Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1.Menghasilkan media pop-up yang layak digunakan untuk meningkatkan
motivasi dan hasil belajar peserta didik berdasarkan kriteria kualitas media
pembelajaran yang baik
2.Mengetahui respon peserta didik terhadap media pop-up yang
dikembangkan
3.Mengetahui peningkatan motivasi belajar perserta didik setelah
menggunakan media pop-up.
9
9
4.Mengetahui peningkatan hasil belajar perserta didik setelah menggunakan
media pop-up.
F.Spesifikasi Produk dan Keterbatasan Pengembangan
Produk yang dihasilkan dari penelitian pengembangan ini adalah
media pop-up untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik
SMP kelas VIII. Media pop-up ini dibuat secara handmade tetapi dalam
membuat desain gambarnya dengan menggunakan software photoshop dan
corel draw. Media pop-up yang dikembangkan mencakup kajian tentang sel
hewan dan sel tumbuhan
Media pop-up di desain seperti buku. Pada media pop-up tersebut
berisikan submateri mengenai sel, jaringan, organ, sistem organ, dan
organisme. Materi yang disajikan berupa pop-up, gambar, tulisan, permainan,
serta kegiatan percobaan yang dapat meningkatkan keterampilan proses sains
peserta didik. Media pop-up yang dikembangkan didesain tidak memuat
banyak tulisan.
Media pop-up yang dikembangkan memenuhi standar kualitas media
yang baik. Standar tersebut yaitu sesuai dengan isi dan tujuan pembelajaran,
memberikan motivasi dan berdampak bagi hasil belajar peserta didik, mudah
terbaca dan menggunakannya, tampilan warna yang sesuai dengan fakta, dan
mudah dipahami. Selain itu media pop-up yang sesuai standar yaitu mudah
dibawa, simple, dan dapat digunakan oleh semua umur.
10
10
Media
pop-upjuga
mempunyai
keterbatasan.
Salah
satu
keterbatasannya yaitu tidak memuat banyak tulisan informasi penjelas, tetapi
memuat berbagai macam permainan dan kegiatan. Hal ini dimaksudkan agar
keterampilan proses sains peserta didik dapat dikembangkan.
Media pop-up yang dibuatberukuran A3. Untuk mendapatkan hasil
yang maksimal dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik
maka dalam satu media pop-up hanya dapat digunakan oleh 3-4 orang.
Keterbatasan lainnya dalam pengembangan produk ini yaitu penyebaran
media pop-up belum disebarkan secara luas, tetapi hanya dibagikan kepada
pihak sekolah dan guru.
G.Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :
1.Peserta didik
Melalui penggunaan media pop-up ini, motivasi dan hasil belajar
peserta didik diharapkan dapat lebih ditingkatkan, serta menjadikan IPA
lebih menarik dan terasa lebih mudah serta dapat memenuhi kebutuhan
peserta didik untuk belajar.
2.Guru
Memberikan informasi dan masukan kepada guru dalam hal
mengembangkan media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran IPA.
11
11
3.Sekolah
Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran dan dapat menambah media yang membantu dalam proses
pembelajaran, serta dapat dijadikan inspirasi untuk melakukan inovasi
pembelajaran IPA pada khususnya dan pelajaran lain pada umumnya.
4.Peneliti
Menambah pengetahuan dan pengalaman peneliti mengenai media
pop-up sehingga dapat digunakan sebagai bekal saat mengajar ataupun ahli
media pembelajaran.
H.Definisi Istilah
Agar terhindar dari kesalahpahaman dalam memahami penelitian ini,
maka definisi-definisi terkait dengan penelitian dikemukakan sebagai berikut :
1.Pengembangan
Pengembangan adalah proses untuk menghasilkan suatu produk
atau mengembangkan suatu produk. Salah satu penelitian yang
mengembangkan produk yaitu Research and Development (R&D)atau
yang biasa dikenal dengan Penelitian dan Pengembangan. Rancangan
penelitian dan pengembangan bertujuan untuk mengembangkan suatu
produk bedasarkan kebutuhan yang terdiri dari hasi analisis data suatu
penelitian yang dilakukan sebelumnya. Salah satu model penelitian dan
pengembangan yaitu penelitian 4-D (four-D model). Proses pengembangan
12
12
pada model ini dilakukan melalui tahap pendefinisian, perancangan,
pengembangan, dan penyebaran.
2.Media pop-up
Media pop-up adalah media yang didalamnya terdapat gambar
bergerak dan muncul ketika halaman dibuka atau digeser, informasi yang
sesuai dengan aslinya, mudah dibawa (simple), dan berunsur 3 dimensi
(3D) yang digunakan untuk menyalurkan pesan pembelajaran sehingga
dapat dapat membuat cerita lebih menarik; dapat memperkuat kesan.
Media pop-up digunakan dalam pembelajaran IPA dengan penyajian
materi yang disertai dengan kualitas media pembelajarn yang baik yaitu
yang dilihat dari kualitas isi dan tujuan, kualitas intruksional, kualitas
teknis, kebahasaan, sajian dan kegrafisan.
3.Motivasi Belajar
Motivasi belajar adalah motivasi dorongan yang dapat merubah
perilaku serta mempengaruhi gairah dan semangat peserta didik untuk
belajar. Indikator pada motivasi model ARCS yaitu tingkat perhatian
peserta didik terhadap pelajaran; tingkat relevansi pembelajaran dengan
kebutuhan peserta didik; tingkat keyakinan peserta didik terhadap
kemampuannya dalam mengerjakan tugas-tugas pembelajaran; dan tingkat
kepuasan peserta didik terhadap proses pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
13
13
4.Hasil Belajar
Hasil belajar adalah suatu pencapaian yang diperoleh oleh peserta
didik dalam proses pembelajaran dan penilaian hasil usaha kegiatan
belajar mengajar peserta didik yang dapat dinyatakan dalam bentuk
simbol, angka, dan huruf. Nilai tersebut mencerminkan hasil yang sudah
dicapai oleh setiap peserta didik. Benyamin Bloom mengemukakan tiga
ranah hasil belajar yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor.
Indikator utama hasil belajar peserta didik yaitu ketercapaian daya
serap terhadap bahan pembelajaran yang diukur dengan penetapan kriteria
ketuntasan belajar minimal (KKM) dan perilaku yang digariskan dalam
tujuan pembelajaran telah dicapai oleh peserta didik, baik secara
individual maupun kelompok. Untuk mengukur indikator ketercapaian
daya serapa (kognitif) peserta didik maka dilakukan dengan cara pretest
dan posttest.
5.Materi Organisasi Kehidupan
Tubuh makhluk hidup tersusun atas sel-sel. Pada mulanya sel-sel
terorganisasi menjadi jaringan (tissue), yaitu kelompok sel dengan
kemampatan yang serupa dan fungsi yang sama. Kemudian jaringan-
jaringan yang berbeda terorganisasi lebih lanjut ke dalam unit-unit
fungsional yang disebut organ. Kelompok-kelompok organ yang bekerja
secara bersama-sama memberikan tingkat organisasi dan koordinasi
tambahan dan menyusun sistem organ. Beberapa organ yang mempunyai
tugas dan fungsi yang sama akan membentuk suatu sistem organ.
1
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Pembelajaran merupakan bagian penting dalam pendidikan karena
bertujuan untuk mengembangkan kemampuan, membangun watak dan
peradaban bangsa
dalam
rangka
mencerdaskan
kehidupan
bangsa.
Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara komponen-komponen
sistem pembelajaran. Daryanto dan Muljo Raharjo (2012: 30) mengemukakan
bahwa pembelajaran dapat diartikan sebagai proses mencari kebenaran,
menggunakan kebenaran dan mengembangkannya untuk kepentingan
pemenuhan kebutuhan hidup manusia, khususnya yang berhubungan dengan
upaya merubah perilaku, sikap, pengetahuan dan pemaknaan terhadap tugas-
tugas selama hidupnya.
Pembelajaran IPA adalah interaksi antara komponen-komponen
pembelajaran dalam bentuk proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang
berbentuk kompetensi yang telah ditetapkan (Asih Widi Wisudawati dan Eka
Sulistyowati, 2014: 26). Pembelajaran IPA terbagi dalam mata pelajaran
fisika, kimia, biologi, ilmu bumi, astronomi, dan kesehatan. Pembelajaran IPA
SMP dalam Kurikulum 2013 dilaksanakan secara utuh, sehingga konsep IPA
yang dibahas merupakan konsep yang terpadu bukan konsep yang terpisah-
pisah. Kurikulum 2013 membimbing peserta didik untuk memiliki
keterampilan proses sains yang menekankan pada proses belajar, aktivitas, dan
kreativitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai,
dan sikap.
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 13
SLIDE
Similar Resources on Wayground
9 questions
Getaran
Presentation
•
8th Grade
8 questions
science
Presentation
•
KG
8 questions
SAINS AWAL KITARAN HIDUP AYAM
Presentation
•
KG
8 questions
GERAK PADA BENDA
Presentation
•
8th Grade
10 questions
Sistem Gerak pada Mahluk Hidup
Presentation
•
8th Grade
10 questions
Sistem Gerak pada Manusia
Presentation
•
8th Grade
10 questions
sistem pernapasan pada manusia
Presentation
•
8th Grade
10 questions
kelas 5A
Presentation
•
KG
Popular Resources on Wayground
10 questions
Main Idea and Supporting Details
Quiz
•
3rd - 6th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
14 questions
25-26 SY 8th Grade EOY Benchmark
Quiz
•
8th Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
21 questions
EOY Grade 6 Benchmark Assessment - Content Skills
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
Discover more resources for Science
21 questions
Test Name: SCI.PS - Unit 3 - Waves (Systemwide)
Quiz
•
8th Grade
34 questions
SUA 3 Review
Quiz
•
8th Grade
19 questions
Maintaining Biodiversity and Ecosystem Services
Quiz
•
6th - 8th Grade
5 questions
Solar System
Interactive video
•
6th - 8th Grade
10 questions
Exploring the Foundations of Genetics through Mendel's Experiments
Interactive video
•
6th - 10th Grade
62 questions
Super Science Trivia
Quiz
•
6th - 8th Grade
26 questions
Amplify Evolutionary History Vocabulary
Quiz
•
8th Grade
5 questions
SS Week 1.2: Cell Theory
Presentation
•
8th Grade