
Pemajemukan
Presentation
•
Education
•
University
•
Practice Problem
•
Medium
Randi Ramliyana
Used 1+ times
FREE Resource
13 Slides • 9 Questions
1
Pemajemukan atau Penggabungan Kata
Dr. (Can) Randi Ramliyana, M.Pd.
Forum Diskusi Terpumpun U-Tapis
Ra Suite Simatupang, Jakarta - 10 Agustus 2023
2
Multiple Choice
Manakah penulisan kata yang benar di bawah ini?
acapkali
acap kali
3
Multiple Choice
Manakah penulisan kata yang benar di bawah ini?
apa bila
apabila
4
Multiple Choice
Manakah penulisan kata yang benar di bawah ini?
bela sungkawa
belasungkawa
5
Multiple Choice
Manakah penulisan kata yang benar di bawah ini?
daripada
dari pada
6
Multiple Choice
Manakah penulisan kata yang benar di bawah ini?
kacamata
kaca mata
7
Multiple Choice
Manakah penulisan kata yang benar di bawah ini?
orang tua
orangtua
8
Multiple Choice
Manakah penulisan kata yang benar di bawah ini?
loka karya
lokakarya
9
Multiple Choice
Manakah penulisan kata yang benar di bawah ini?
matahari
mata hari
10
Multiple Choice
Manakah penulisan kata yang benar di bawah ini?
ola
mata hari
11
Kridalaksana
" Gabungan leksem dengan leksem yang seluruhnya berstatus sebagai kata yang memiliki pola fonologis, gramatikal, dan semantis yang khusus menurut kaidah bahasa yang bersangkutan. "
12
Ciri kata majemuk yang utama adalah hasil katanya tidak bisa disisipi. Jadi, untuk membedakannya dengan frasa, cobalah untuk membuat sisipan di antara dua kata dasar pembentuknya dan lihat seperti apa maknanya.
Di antara komponennya tidak dapat disisipi apa pun.
Ketaktersisipkan
Mengidentifikasi Kata Majemuk
13
Sakit mata
Bisa disisipi menjadi “sakit di mata” atau “sakit pada mata”, berarti ini adalah frasa.
Kacamata
Tidak bisa disisipi menjadi “kaca pada mata”, atau “kata dari mata”, berarti ini adalah kata majemuk.
Contoh
Mengidentifikasi Kata Majemuk
14
Kata ini tidak bisa diperluas dengan imbuhan berupa awalan atau afiks dan akhiran hanya di tiap-tiap katanya. Jika akan memberikan imbuhan, imbuhan harus disertakan di gabungan kata tersebut sehingga memiliki makna. Berbeda dengan frasa yang bisa diperluas dengan penambahan afiks di satu kata saja.
Komponennya tidak dapat diafiksasi dan dimodifikasi, kecuali keseluruhan.
Ketakterluaskan
Mengidentifikasi Kata Majemuk
15
Kereta api
Kata ini tidak bisa diperluas dengan imbuhan di satu kata saja, menjadi “perkereta api” atau “kereta apian”. Apabila harus memakai imbuhan, imbuhan harus diletakkan di awal dan akhir untuk mengapit kedua kata yang membentuknya sehingga menjadi “perkeretaapian”.
Contoh
Mengidentifikasi Kata Majemuk
16
Kata-kata yang membentuknya bersifat tetap. Artinya, posisi dari kata-kata tersebut tidak bisa ditukar satu sama lain. Jika ditukar, maknanya akan hilang atau berubah.
Komponennya tidak dapat dipertukarkan.
Ketakterbalikan
Mengidentifikasi Kata Majemuk
17
Angkat kaki
bermakna ‘pergi’. Kata ini tidak bisa ditukar menjadi “kaki angkat” karena maknanya akan berubah atau menjadi tidak jelas.
Kata “buah tangan” yang bermakna “oleh-oleh” juga tidak bisa ditukar menjadi “tangan buah” karena maknanya jadi tidak jelas.
Contoh
Mengidentifikasi Kata Majemuk
18
Perbedaan Kata Majemuk & Frasa
Pemajemukan & Frasa
Pemajemukan yang memiliki makna baru atau memiliki satu makna, sedangkan frasa tidak memiliki makna baru, tetapi memiliki makna sintaktik atau makna gramatikal.
19
Perbedaan Kata Majemuk & Frasa
Contoh
Contoh bentuk meja hijau yang berarti pengadilan adalah kata majemuk, sedangkan meja saya yang berarti ‘saya punya meja’ adalah sebuah frasa.
Kalau kita ikuti konsep linguis stuktural yang menyatakan bahwa kedua komponen kata majemuk tidak dapat disela dengan unsur lain.
20
Perbedaan Kata Majemuk & Frasa
Contoh
Contoh bentuk mata sapi yang berarti ‘telur goreng tanpa dihancurkan’ karena tidak bisa disela dengan unsur lain, adalah sebuah kata majemuk. Sebaliknya, contoh mata guru yang berarti ‘mata kepunyaan guru’, karena dapat disela, misalnya menjadi mata guru adalah sebuah frasa.
21
Perbedaan Kata Majemuk & Frasa
Dalam bahasa Indonesia, bentuk majemuk ditulis terpisah, kecuali kata tersebut berpotensi menimbulkan salah pengertian. Agar terhindar dari salah pengertian, digunakan tanda hubung, misalnya buku-sejarah baru; ibu bapak-kami. Bentuk majemuk yang mendapat awalan atau akhiran sekaligus ditulis tergabung dan yang mendapat awalan atau akhiran saja ditulis terpisah, misalnya bertepuk tangan, sebar luaskan, pertanggungjawaban, dan menggarisbawahi. Adapun bentuk majemuk atau gabungan kata yang sudah padu selalu ditulis serangkai.
acapkali, bilamana, darmabakti, dukacita, kasatmata, matahari, olaharga, saripati, segitiga, sukacita, sukarela, wiraswasta
22
Terima Kasih
Pemajemukan atau Penggabungan Kata
Dr. (Can) Randi Ramliyana, M.Pd.
Forum Diskusi Terpumpun U-Tapis
Ra Suite Simatupang, Jakarta - 10 Agustus 2023
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 22
SLIDE
Similar Resources on Wayground
15 questions
Pengantar Akuntansi
Presentation
•
University
18 questions
Gaya, Gerak, Pesawat Sederhana (Shanta Rezkita: Bimtek SPADA)
Presentation
•
University
16 questions
Memanfaatkan Platform Literasi Digital untuk Sekolah Penggerak
Presentation
•
KG - University
19 questions
Aspek Hukum Lembaga Penjamin Simpanan
Presentation
•
University
19 questions
Strategi Pembelajaran di Kelas Virtual
Presentation
•
University
15 questions
Perilaku Organisasi
Presentation
•
University
17 questions
Game-Base Learning - HE - Perlembagaan
Presentation
•
University
16 questions
Paradigma Kualitatif dan kuantitatif
Presentation
•
University
Popular Resources on Wayground
20 questions
STAAR Review Quiz #3
Quiz
•
8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Marshmallow Farm Quiz
Quiz
•
2nd - 5th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
12 questions
What makes Nebraska's government unique?
Quiz
•
4th - 5th Grade