Search Header Logo
Belum Berjudul

Belum Berjudul

Assessment

Presentation

Professional Development

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

Heri Azwardin

FREE Resource

56 Slides • 0 Questions

1

media
media
media
media

Topik: Projek Penguatan

PROFIL PELAJAR PANCASILA

SDN 112324 PINANG LOMBANG

BY : HERI AZWARDIN,S.Pd.

2

media
media

Mari kita cek pemahaman terlebih dahulu

Silakan scan kode atau
kunjungi link berikut ini jika
Anda bersedia melakukan
self-assessment:

bit.ly/AsesmenP5_Dinas

Kurikulum Merdeka & asesmen untuk pembelajaran:

Asesmen adalah bagian penting dari pembelajaran.

Dalam Kurikulum Merdeka, asesmen digunakan untuk

menginformasikan pendidik dan peserta didik tentang kebutuhan
belajar mereka. Dengan demikian, asesmen dalam pembelajaran
tidak digunakan untuk memberikan nilai dan ranking berdasarkan

hasil belajar, tetapi justru memandu proses belajar.

Sosialisasi merupakan proses belajar. Oleh karena itu, Ibu dan

Bapak peserta dapat menggunakan asesmen ini untuk memandu

proses yang Ibu dan Bapak lalui untuk memahami kebijakan

pemulihan pembelajaran.

Asesmen ini tidak wajib dan tidak memberi dampak apapun selain

untuk pembelajaran kita sendiri :)

3

media

Tujuan Diskusi

Memahami konsep projek penguatan profil Pelajar Pancasila agar
dapat mengembangkan kegiatan pendampingan yang dibutuhkan
satuan pendidikan.

4

media
media

Materi Diskusi

Pentingnya projek penguatan
profil pelajar Pancasila sebagai
program untuk mencapai
dimensi profil pelajar Pancasila

Prinsip-prinsip projek penguatan
profil pelajar Pancasila
penerjemahannya dalam
implementasi di satuan
pendidikan

Implementasi projek
penguatan profil pelajar
Pancasila di satuan
pendidikan

Dukungan untuk

pengembangan dan penerapan
projek penguatan profil pelajar

Pancasila: Panduan

pengembangan projek

penguatan profil pelajar

Pancasila dan contoh-contoh

modul

A

B

E

Peran pengawas dalam

membimbing satuan

pendidikan dalam penerapan

dan pengelolaan projek
penguatan profil pelajar

Pancasila

D

C

5

media
media
media

Kesepakatan Proses Diskusi

Mengikuti kegiatan secara utuh sepanjang 120 menit

Berpartisipasi dalam aktivitas belajar

Mengaktifkan ‘raise hand’ sebelum bertanya/atau

berbicara serta menunggu sampai dipersilahkan oleh

moderator. setelah selesai, klik ‘lower hand’

…. (ada hal lain yang kita sepakati?)

Apakah kita sepakat untuk hal-hal berikut ini? (centang jika sepakat)

6

media

Pentingnya projek penguatan profil pelajar Pancasila

Apa pentingnya projek penguatan

profil pelajar Pancasila?

7

media
media

M

T

W

T

F

Projek penguatan profil pelajar Pancasila
memberikan

kesempatan

kepada

siswa

untuk “mengalami pengetahuan” sebagai
proses

penguatan

karakter

sekaligus

kesempatan untuk belajar dari lingkungan
sekitarnya. Dalam projek penguatan ini,
siswa memiliki kesempatan untuk mengupas
dan memahami tema-tema atau isu penting
seperti perubahan iklim, anti radikalisme,
kesehatan

mental,

budaya,

wirausaha,

teknologi

dll.,

sehingga

siswa

bisa

melakukan aksi nyata dalam menjawab
isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan
belajar dan kebutuhannya. Tema ini dapat
berubah setiap tahunnya, ditentukan oleh
pemerintah pusat (Kemdikbud) berdasarkan
isu yang diprioritaskan.

Sumber: OECD (2018)

“... perlulah anak-anak [Taman Siswa] kita
dekatkan hidupnya kepada perikehidupan
rakyat, agar supaya mereka tidak hanya
memiliki ‘pengetahuan’ saja tentang hidup
rakyatnya, akan tetapi juga dapat
‘mengalaminya’ sendiri, dan kemudian
tidak hidup berpisahan dengan
rakyatnya.”

8

media

Latar Belakang projek penguatan profil pelajar Pancasila

Dalam penguatan karakter dan kompetensi umum (transversal atau general competences),

penting bagi siswa belajar lintas ilmu. Namun demikian, pembelajaran berbasis projek ini

belum menjadi kebiasaan di kebanyakan sekolah di Indonesia, sehingga perlu dukungan

kebijakan pusdat.

Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah terjemahan dari pengurangan beban

belajar di kelas (intrakurikuler) sebagaimana rekomendasi kajian-kajian internasional, agar

siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar di setting yang berbeda (less formal,

less structured, more interactive, engaged in community)

Siswa perlu lebih peka terhadap isu-isu terkait SDGs. Mengeksplorasi isu tersebut lebih

banyak di luar mata pelajaran dalam bentuk projek memberikan ruang lebih besar untuk

mengenali, memahami, dan mendalami isu tersebut. Diharapkan, siswa dapat menjadi

warga Indonesia dan warga dunia yang bertanggung jawab dan aktif berkontribusi

9

media
media
media
media

“Konsep karakter yang
lebih kompleks
terbangun sebagai hasil
sintesis beberapa
dimensi, sebagai contoh
konsep nasionalisme

dikutip dari naskah
akademik

Nasionalisme terbangun dalam diri pelajar Indonesia
sebagai

buah

dari

perkembangan

elemen

sekurang-kurangnya dari 3 (tiga) dimensi: elemen Akhlak
bernegara dalam dimensi (1) Beriman, Bertakwa Kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, kepedulian
pada sesama yang merupakan bagian dari dimensi (2)
Bergotong Royong, serta dimensi (3) Berkebinekaan
Global.

Pelajar Indonesia terbangun identitas dirinya secara
matang

dan

memiliki

nilai-nilai

nasionalisme

yang

tertanam

kuat,

seiring

dengan

terbangunnya

rasa

kemanusiaan. Dengan demikian, kecintaannya pada tanah
air serta tekadnya untuk membela keutuhan bangsa dan
Negara

Indonesia

berkembang

sejalan

dengan

kesadarannya bahwa ia adalah bagian dari warga dunia
yang

menghargai

nilai-nilai

kemanusiaan

universal.

Keseimbangan identitas diri sebagai warga negara yang
nasionalis dan warga dunia yang humanis mendorong
pelajar Indonesia memiliki jati diri yang kuat dalam
merepresentasikan budaya luhur bangsanya, terbuka,
inklusif,

dan

siap

berkontribusi

untuk

memajukan

bangsanya dan dunia

10

media

Dimensi dan elemen
profil pelajar Pancasila

Beriman,

bertakwa kepada
Tuhan YME, dan
berakhlak mulia

Berkebinekaan

Global

Bergotong

royong

Mandiri

Bernalar Kritis

Kreatif

Akhlak beragama

Akhlak pribadi

Akhlak kepada
manusia

Akhlak kepada alam

Akhlak bernegara

Mengenal dan
menghargai budaya
bangsa Indonesia
dan dunia

Komunikasi dan
interaksi antar
budaya

Refleksi dan
tanggung jawab
terhadap
pengalaman
kebinekaan

Berkeadilan sosial

Kolaborasi

Kepedulian

Berbagi

Pemahaman diri dan
situasi

Regulasi diri

Memperoleh dan
memproses
informasi dan
gagasan

Menganalisis dan
mengevaluasi
penalaran

Merefleksi dan
mengevaluasi
pemikirannya
sendiri

Menghasilkan
gagasan yang
orisinal

Menghasilkan karya
dan tindakan yang
orisinal

Memiliki keluwesan
berpikir dalam
mencari alternatif
solusi permasalahan

11

media
media
media
media
media
media

Penerapan profil pelajar
Pancasila di sekolah

Profil Pelajar Pancasila
adalah karakter dan
kemampuan yang
dibangun dalam
keseharian dan
dihidupkan dalam diri

Budaya Sekolah

Iklim sekolah, kebijakan,
pola interaksi dan
komunikasi, serta norma
yang berlaku di sekolah

Intrakurikuler

Muatan Pelajaran
Kegiatan/ pengalaman
belajar

Projek untuk
penguatan Profil
Pelajar Pancasila

Pembelajaran berbasis
projek yang kontekstual
dan interaksi dengan
lingkungan sekitar

Ekstrakurikuler

Kegiatan untuk
mengembangkan minat
dan bakat

Pelajar

Indonesia

12

media

Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler
berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian
kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun
berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan
profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan,
dan waktu pelaksanaan.
Projek

penguatan

profil

pelajar

Pancasila

dirancang

terpisah

dari

intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus
dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler.
Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk
merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila

13

media

Prinsip projek penguatan profil pelajar Pancasila

Apa saja prinsip projek
penguatan profil pelajar

Pancasila?

14

media
media
media
media
media
media
media
media
media

Holistik

Kontekstual

Berpusat
pada murid

Eksploratif

15

media

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila

Bagaimana penerjemahan prinsip

projek penguatan profil pelajar
Pancasila dalam implementasi di

satuan pendidikan?

16

media
media

Diskusi penerjemahan prinsip: Holistik

Seperti apa penerapannya?

Guru

Siswa

17

media
media

Diskusi penerjemahan prinsip: Kontekstual

Seperti apa penerapannya?

Guru

Siswa

18

media
media

Diskusi penerjemahan prinsip: Berpusat pada murid

Seperti apa penerapannya?

Guru

Siswa

19

media
media

Diskusi penerjemahan prinsip: Eksploratif

Seperti apa penerapannya?

Guru

Siswa

20

media
media

Prinsip-prinsip kunci projek penguatan profil pelajar Pancasila

Holistik

Holistik bermakna memandang sesuatu secara utuh dan
menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah. Dalam
konteks perancangan Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila, kerangka berpikir holistik mendorong kita
untuk menelaah sebuah tema secara utuh dan melihat
keterhubungan dari berbagai hal untuk memahami
sebuah isu secara mendalam. Oleh karenanya, setiap tema
projek yang dijalankan bukan merupakan sebuah wadah
tematik yang menghimpun beragam mata pelajaran,
namun lebih kepada wadah untuk meleburkan beragam
perspektif dan konten pengetahuan secara terpadu. Di
samping itu, cara pandang holistik juga mendorong kita
untuk dapat melihat koneksi yang bermakna antar
komponen dalam pelaksanaan projek, seperti murid, guru,
sekolah, masyarakat, dan realitas kehidupan sehari-hari.

21

media
media

Prinsip-prinsip kunci projek penguatan profil pelajar Pancasila

Kontekstual

Prinsip kontekstual berkaitan dengan upaya mendasarkan
kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang
dihadapi dalam keseharian. Prinsip ini mendorong guru
dan murid untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar dan
realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama
pembelajaran.

Oleh

karenanya,

sekolah

sebagai

penyelenggara kegiatan projek harus membuka ruang dan
kesempatan bagi murid untuk dapat mengeksplorasi
berbagai hal di luar lingkup sekolah. Tema-tema projek
yang

disajikan

sebisa

mungkin

dapat

menyentuh

persoalan lokal yang terjadi di daerah masing-masing.
Dengan mendasarkan projek pada pengalaman nyata yang
dihadapi dalam keseharian, diharapkan murid dapat
mengalami pembelajaran yang bermakna untuk secara
aktif meningkatkan pemahaman dan kemampuannya.

22

media
media

Prinsip-prinsip kunci Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Berpusat Pada Peserta Didik

Prinsip berpusat pada murid berkaitan dengan skema
pembelajaran yang mendorong murid untuk menjadi
subjek

pembelajaran

yang

aktif

mengelola

proses

belajarnya

secara

mandiri.

Guru

diharapkan

dapat

mengurangi peran sebagai aktor utama kegiatan belajar
mengajar

yang

menjelaskan

banyak

materi

dan

memberikan banyak instruksi. Sebaliknya, guru sebaiknya
menjadi

fasilitator

pembelajaran

yang

memberikan

banyak kesempatan bagi murid untuk mengeksplorasi
berbagai hal atas dorongannya sendiri. Harapannya, setiap
kegiatan pembelajaran dapat mengasah kemampuan
murid dalam memunculkan inisiatif serta meningkatkan
daya untuk menentukan pilihan dan memecahkan masalah
yang dihadapinya.

23

media
media

Prinsip-prinsip kunci projek penguatan profil pelajar Pancasila

Eksploratif

Prinsip eksploratif berkaitan dengan semangat untuk
membuka ruang yang lebar bagi proses inkuiri dan
pengembangan diri. Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila tidak berada dalam struktur intrakurikuler yang
terkait dengan berbagai skema formal pengaturan mata
pelajaran. Oleh karenanya projek ini memiliki area
eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi pelajaran,
alokasi

waktu,

dan

penyesuaian

dengan

tujuan

pembelajaran. Namun demikian,
diharapkan pada perencanaan dan pelaksanaanya, guru
tetap dapat merancang kegiatan projek secara sistematis
dan terstruktur agar dapat memudahkan pelaksanaannya.
Prinsip eksploratif juga diharapkan dapat mendorong
peran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk
menggenapkan dan menguatkan kemampuan yang sudah
murid dapatkan dalam pelajaran intrakurikuler.

24

media

Posisi projek penguatan profil pelajar Pancasila

Ditentukan berdasarkan prioritas yang
dinyatakan dalam Peta Jalan Pendidikan
Nasional 2020-2035, SDGs, dsb.

Tema ini perlu dikembangkan menjadi topik
yang lebih spesifik dan kontekstual di satuan
pendidikan

Tema ini dapat berubah setiap tahun

Kemendikbud menentukan tema

untuk setiap projek yang
diimplementasi di satuan

pendidikan

Pemerintah Daerah dan Satuan

Pendidikan dapat merancang

muatan lokal berupa projek

berdasarkan tema yang ditetapkan

25

media

Penguatan profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran
berbasis projek adalah unit pembelajaran terintegrasi, bukan
tematik (webbed)*

Pengetahuan

dan

keterampilan

(kompetensi) yang dalam projek terdiri
dari lintas disiplin ilmu, berpadu dan
melebur, tidak dipisahkan lagi mana yang
merupakan bagian dari mapel-mapel

Unit Pembelajaran

Integrasi ~ Jus

Mata pelajaran dirangkai atau dipadu
dengan

menggunakan

satu

tema.

Pengetahuan

dan

keterampilan

dari

masing-masing

mata

pelajaran

dapat

diuraikan, sehingga meskipun temanya
sama,

muatan

mapel

Matematika,

misalnya, masih bisa dipisahkan dengan
mapel Bahasa Indonesia, IPA, dsb.

Unit Pembelajaran

Tematik ~ Gado-gado

26

media

Delapan Tema untuk Dipilih Satuan Pendidikan

SD wajib
memilih min. 2
tema per
tahun

SMP, SMA, dan
SMK wajib
memilih min. 3
tema per
tahun

Sekolah
menentukan
tema dan
mengembangk
annya untuk
setiap
kelas/angkatan

Gaya Hidup Berkelanjutan (SD-SMA/K)
Memahami dampak dari aktivitas manusia, baik
jangka

pendek

maupun

panjang,

terhadap

kelangsungan

kehidupan

di dunia

maupun

lingkungan sekitarnya.

Melalui

tema

ini,

murid

mengembangkan

kemampuan

berpikir

sistem

untuk

memahami

keterkaitan

aktivitas

manusia

dengan

dampak-dampak global yang menjadi akibatnya,
termasuk perubahan iklim. Murid juga dapat dan
membangun

kesadaran

untuk

bersikap

dan

berperilaku ramah lingkungan serta mencari jalan
keluar

untuk

masalah

lingkungan

serta

mempromosikan gaya hidup serta perilaku yang
lebih berkelanjutan dalam keseharian.

Selain itu, murid juga mempelajari potensi krisis
keberlanjutan yang terjadi di lingkungan sekitarnya
(bencana alam akibat perubahan iklim, krisis pangan,
krisis

air bersih

dan lain sebagainya),

serta

mengembangkan kesiapan untuk menghadapi dan
memitigasinya.

Contoh muatan lokal:
Jakarta : situasi banjir
Kalimantan : hutan sebagai paru-paru dunia

Kearifan Lokal (SD-SMA/K)
Membangun rasa ingin tahu dan kemampuan
inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan
kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah
tersebut,

serta

perkembangannya.

Siswa

mempelajari

bagaimana

dan

mengapa

masyarakat lokal/ daerah berkembang seperti
yang ada, bagaimana perkembangan tersebut
dipengaruhi oleh situasi/konteks yang lebih
besar

(nasional

dan

internasional),

serta

memahami apa yang berubah dari waktu ke
waktu apa yang tetap sama. Siswa juga
mempelajari

konsep

dan

nilai-nilai

dibalik

kesenian dan tradisi lokal, serta merefleksikan
nilai-nilai apa yang dapat diambil dan diterapkan
dalam kehidupan mereka. Siswa juga belajar
untuk mempromosikan salah satu hal yang
menarik tentang budaya dan nilai-nilai luhur yang
dipelajarinya.

Contoh muatan lokal:
Jawa Barat : sistem masyarakat di Kampung
Naga
Papua : sistem masyarakat di Lembah Baliem

27

media

Delapan Tema untuk Dipilih Satuan Pendidikan

Bhinneka Tunggal Ika (SD-SMA/K)
Mengenal belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman kelompok agama dan kepercayaan yang dianut oleh
masyarakat sekitar dan di Indonesia serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya. Mereka juga mempelajari perspektif berbagai agama dan
kepercayaan tentang fenomena global misalnya masalah lingkungan, kemiskinan, dsb. Siswa secara kritis dan reflektif menelaah berbagai
stereotip negatif yang biasanya dilekatkan pada suatu kelompok agama, dan dampaknya terhadap terjadinya konflik dan kekerasan.
Melalui projek ini, siswa mengenal dan mempromosikan budaya perdamaian dan anti kekerasan.

Contoh muatan lokal:
Menangkap isu-isu atau masalah keberagaman di lingkungan sekitar dan mengeksplorasi pemecahannya

Bangunlah Jiwa dan Raganya (SMP-SMA/K)
Membangun kesadaran dan keterampilan untuk memelihara kesehatan fisik dan mental, baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya.
Siswa melakukan penelitian dan mendiskusikan masalah-masalah terkait kesejahteraan diri (wellbeing) mereka serta mengkaji fenomena
perundungan (bullying) yang terjadi di sekitar mereka, baik dalam lingkungan fisik maupun dunia maya, serta berupaya mencari jalan
keluarnya. Mereka juga menelaah masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental, termasuk isu
narkoba, pornografi, dan kesehatan reproduksi. Siswa merancang kegiatan dan komitmen untuk senantiasa menjaga kesejahteraan
dirinya dan orang lain, serta berusaha untuk mengkampanyekan isu terkait.

Contoh muatan lokal:
Mencari solusi untuk masalah cyber bullying yang marak di kalangan remaja lokal

28

media

Delapan Tema untuk Dipilih Satuan Pendidikan

Suara Demokrasi (SMP-SMA/K)
Dalam lingkungan sekolah, siswa mencoba mempraktikkan sistem demokrasi dan pemerintahan yang diterapkan di Indonesia, termasuk
namun tidak terbatas pada proses pemilihan umum dan perumusan kebijakan. Melalui pembelajaran ini siswa merefleksikan makna
demokrasi dan memahami implementasi demokrasi serta tantangannya dalam konteks yang berbeda, termasuk dalam organisasi sekolah
dan/atau dalam dunia kerja. Menggunakan kemampuan berpikir sistem, siswa menjelaskan keterkaitan antara peran individu terhadap
kelangsungan demokrasi Pancasila.

Contoh muatan lokal:
Sistem musyawarah yang dilakukan masyarakat adat tertentu untuk memilih kepala desa

Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI (SD-SMA/K)
Siswa berkolaborasi dalam melatih daya pikir kritis, kreatif, inovatif, sekaligus kemampuan berempati untuk berekayasa membangun
produk berteknologi yang memudahkan kegiatan dirinya dan juga sekitarnya. Siswa mengasah berbagai keterampilan berpikir (berpikir
sistem, berpikir komputasional, atau design thinking) dalam mewujudkan produk berteknologi. Melalui projek ini, siswa dapat
mempelajari dan mempraktikkan proses rekayasa (engineering process) secara sederhana, mulai dari menentukan spesifikasi sampai
dengan uji coba, untuk membangun model atau prototipe produk bidang rekayasa (engineering). Mereka juga dapat mengasah
keterampilan coding untuk menciptakan karya digital, dan berkreasi di bidang robotika. Harapannya, para siswa dapat membangun
budaya smart society dengan menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat sekitarnya melalui inovasi dan penerapan teknologi,
mensinergikan aspek sosial dan aspek teknologi.

Contoh muatan lokal:
Membuat desain inovatif sederhana yang menjawab permasalahan yang ada di sekitar sekolah

29

media

Delapan Tema untuk Dipilih Satuan Pendidikan

Kewirausahaan (SD-SMA)
Mengidentifikasi potensi ekonomi di tingkat lokal dan masalah yang ada dalam pengembangan potensi tersebut, serta kaitannya dengan
aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat. Siswa kemudian merancang strategi untuk meningkatkan potensi ekonomi lokal
dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Melalui kegiatan dalam projek ini seperti terlibat dalam kegiatan ekonomi rumah tangga,
berkreasi untuk menghasilkan karya bernilai jual, dan kegiatan lainnya, yang kemudian diikuti dengan proses analisis dan refleksi hasil
kegiatan mereka. Melalui kegiatan ini, kreatifitas dan budaya kewirausahaan akan ditumbuhkembangkan. Siswa juga membuka wawasan
tentang peluang masa depan, peka akan kebutuhan masyarakat, menjadi problem solver yang terampil, serta siap untuk menjadi tenaga
kerja profesional penuh integritas
Contoh muatan lokal:
Membuat produk dengan konten lokal yang memiliki daya jual

Kebekerjaan (SMK)
Peserta didik menghubungkan berbagai pengetahuan yang telah dipahami dengan pengalaman nyata di keseharian dan dunia kerja.
Peserta didik membangun pemahaman terhadap ketenagakerjaan, peluang kerja, serta kesiapan kerja untuk meningkatkan kapabilitas
yang sesuai dengan keahliannya, mengacu pada kebutuhan dunia kerja terkini. Dalam projeknya, peserta didik juga akan mengasah
kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan standar yang dibutuhkan di dunia kerja.

Contoh muatan lokal:
Membuat sistem yang efisien untuk pemanfaatan bahan/material dalam industri

30

media

Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Satuan PAUD

Mengenali dan belajar untuk merawat ciptaan Tuhan, berkreasi menggunakan bahan-bahan yang
tidak terpakai untuk memperpanjang waktu gunanya, serta projek-projek kecil yang mendorong
anak untuk bersyukur atas karunia lingkungan alam sekitar dengan menjaga kebersihan dan
merawat lingkungan alam sekitarnya. Melalui projek ini, diharapkan kesadaran anak untuk
bersikap dan berperilaku ramah lingkungan sehingga kelak ia terdorong untuk mencari jalan
keluar untuk masalah lingkungan serta mempromosikan gaya hidup serta praktik kerja yang lebih
berkelanjutan.
Contoh projek: Mengenalkan kebiasaan mengurangi dan mengorganisasi sampah. Mengajarkan
anak-anak cara konsumsi yang lebih efisien. Bisa juga dilanjutkan berkarya membuat benda
fungsional dengan mendaur ulang barang/sampah

01

Aku sayang bumi
(dari Tema
Perubahan Iklim
Global)

Mengenali, membangun rasa ingin tahu, dan mengapresiasi keunikan budaya melalui hal
sederhana dalam keseharian (makanan, musik, pakaian, permainan tradisional, dll.). Mereka juga
diajak untuk mengenali identitas diri dan kebiasaan-kebiasaan budaya dalam keluarga,
mengenali identitas teman dan orang terdekatnya melalui berbagai kegiatan eksplorasi dan
berkarya.
Contoh projek: Mengeksplorasi beragam kudapan tradisional, termasuk rasa, bentuk, tekstur,
warna, dan karakteristik lainnya. Mempelajari bahan dan proses pembuatannya, serta sejarah
lokal terkait kudapan tersebut.
Mengunjungi pameran budaya dan anak diajak mengapresiasi atau menceritakan ulang isi
pameran; baju daerah, tarian tradisional dan makanan tradisional.

02

Aku cinta
Indonesia
(dari Tema
Kearifan Lokal)

31

media

Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Satuan PAUD

Mengenalkan anak untuk berinteraksi dengan teman yang beragam, mengenali hal-hal yang
sama dan berbeda yang dimiliki diri dan temannya dalam berbagai hal. Dari perbedaan tersebut,
anak belajar untuk menghormati orang lain yang berbeda dengan dirinya. Anak belajar
memandang dari sudut pandang yang berbeda, bermain dan bekerja sama dengan teman yang
lebih beragam sehingga anak mempraktekkan hidup rukun dan damai.
Contoh projek: Menciptakan atau memodifikasi permainan-permainan yang bisa dilakukan
secara kolaboratif untuk merayakan hari kemerdekaan. Ide-ide permainan ini akan dimainkan
bersama dengan anak-anak di kelas lain di sekolah atau sekitar lingkungan sekolah
(mengenalkan anak pada lingkungan baru di luar kesehariannya)

03

Bermain dan
bekerjasama/
Kita Semua
Bersaudara
(dari Tema
Bhinneka Tunggal
Ika)

Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya, serta
mengapresiasi karya dan tindakan yang dihasilkan. Mengunjungi tempat-tempat yang memantik
imajinasi dan rasa ingin tahu, merasakan pengalaman mengunjungi tempat-tempat yang
memantik rasa ingin tahu dan imajinasi, lalu meresponsnya dengan karya yang inovatif dan
kreatif sesuai dengan tahapan perkembangannya, seperti membuat model atau prototipe
imajinatif.
Contoh projek: anak diajak mengunjungi taman bermain tematik, setelahnya membuat karya
imajinatif melalui gambar atau menyusun balok dengan tema taman bermain paling asyik
menurut anak. Setelah itu anak menceritakan karyanya.

04

Imajinasiku/
Imajinasi dan
Kreativitasku
(dari Tema
Berekayasa dan
Berteknologi)

32

media

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila

Bagaimana pengembangan tema-

tema projek penguatan profil pelajar

Pancasila dalam implementasi di

satuan pendidikan?

33

media

Contoh pengembangan tema
GAYA HIDUP BERKELANJUTAN

SD

SMP

SMA

SMK

SLB

Contoh
Projek

Kampanye sederhana
untuk memecahkan isu
lingkungan, misal cara
pencegahan kebakaran
hutan atau banjir.
Melakukan aksi dan
melatih keterampilan
komunikasi dengan
menggunakan media
visual dan verba

Membuat purwarupa
sistem pengelolaan
sampah di sekolah
Melakukan penelitian
dan perancangan sistem
pengelolaan sampah
berdasarkan eksplorasi
dan pengolahan data
nyata.

Mendesain sistem
pengelolaan sampah
untuk mengatasi
permasalahan banjir di
lingkungan sekitar
sekolah.
Melakukan penelitian
dan perancangan sistem
berdasarkan data nyata
dan praktik baik.

Membuat sistem yang
efisien untuk
pemanfaatan
bahan/material dalam
industri

Pengelolaan dan
pemanfaatan sampah.
Mengklasifikasikan
sampah, mengolah dan
memanfaatkan barang
tak terpakai untuk
menjadi benda yang
berdaya guna dan
memiliki nilai jual

Elemen
PPP yang
disasar

Akhlak terhadap alam
Memperoleh dan
memproses informasi
dan gagasan

Akhlak terhadap alam
Menghasilkan karya dan
tindakan yang orisinal

Akhlak terhadap alam
Menghasilkan karya dan
tindakan yang orisinal
Memperoleh dan
memproses informasi
dan gagasan

Akhlak terhadap alam
Menghasilkan karya
dan tindakan yang
orisinal
Memperoleh dan
memproses informasi
dan gagasan

Akhlak terhadap alam
Menganalisis dan
mengevaluasi
penalaran

Untuk diksus, pada dasarnya projek
bisa mengambil dan/atau
mengembangkan projek dari jenjang
lain menyesuaikan dengan kondisi dan
tahapan belajarnya.

34

media

Diskusi : Apa saja isu yang dapat dikembangkan untuk tema
GAYA HIDUP BERKELANJUTAN

SD

SMP

SMA

SMK

SLB

Contoh
Projek

Elemen
PPP
yang
disasar

Akhlak terhadap alam
Memperoleh dan
memproses informasi
dan gagasan

Akhlak terhadap alam
Menghasilkan karya
dan tindakan yang
orisinal

Akhlak terhadap alam
Menghasilkan karya
dan tindakan yang
orisinal
Memperoleh dan
memproses informasi
dan gagasan

Akhlak terhadap
alam
Menghasilkan karya
dan tindakan yang
orisinal
Memperoleh dan
memproses informasi
dan gagasan

Akhlak terhadap
alam
Menganalisis dan
mengevaluasi
penalaran

35

media

Projek penguatan profil pelajar Pancasila di PAUD

Satuan pendidikan
memilih minimal 2 tema
setiap tahunnya.

Penguatan profil pelajar Pancasila di
PAUD dilakukan dalam konteks
perayaan tradisi lokal, hari besar
nasional, dan internasional.
Pelaksanaan projek penguatan profil
pelajar Pancasila menggunakan alokasi
waktu kegiatan di PAUD.

Tidak ada rapor tersendiri untuk projek
di PAUD. Proses projek diharapkan
dapat muncul dalam portofolio atau
catatan asesmen anak.

36

media

Alokasi Waktu Projek

PAUD:

tidak ada minimal
alokasi waktu

SD kelas IV:252 JP

SD kelas VI:

224 JP

SMP kelas VIIVIII: 360 JP

SMP kelas IX: 320 JP

SMA kelas X: 486 JP

SMA kelas XI:

216 JP

SMA kelas XII:

192 JP

SMK Kelas X:

288 JP

SMK Kelas XI:

144 JP

SMK Kelas XII

(Program 3 tahun):

36 JP

SMK Kelas XII

(Program 4 tahun):

144 JP

SDLB Kelas I: 234 JP

SDLB Kelas II: 252 JP

SDLB Kelas III - V: 306 JP

SDLB Kelas VI: 272 JP

SMPLB Kelas VII - VIII

306 JP

SMPLB Kelas IX

272 JP

SMALB Kelas X - XI

378 JP

SMALB Kelas XII

336 JP

37

media

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila
untuk SD- SMA

Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek

dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi

jam pelajaran projek dari semua mata pelajaran

dan

jumlah

total

waktu

pelaksanaan

masing-masing projek tidak harus sama.

38

media

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila
untuk SD- SMA

Dalam satu tahun ajaran, projek penguatan profil pelajar Pancasila
dilakukan sekurang-kurangnya:

a.

2 projek dengan 2 tema berbeda di SD/MI,

b.

3 projek dengan 3 tema berbeda di SMP/MTs dan SMA/MA kelas X,

c.2 projek dengan 2 tema berbeda di kelas XI dan XII SMA/MA,

39

media

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila
untuk SMK

Untuk SMK/MAK, dalam satu tahun ajaran,
projek penguatan profil pelajar Pancasila
dilakukan sekurang-kurangnya 3 projek
dengan 2 tema pilihan dan 1 tema
Kebekerjaan di kelas X, 2 projek dengan 1
tema pilihan dan 1 tema Kebekerjaan di kelas
XI, dan 1 projek dengan tema Kebekerjaan di
kelas XII SMK/MAK. Kelas XIII pada SMK
program 4 tahun tidak mengambil projek
penguatan profil pelajar Pancasila.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila di
SMK dapat dilaksanakan secara terpadu
berkolaborasi dengan mitra dunia kerja, atau
dengan komunitas/organisasi serta
masyarakat.

Karena jenjang SMK/MAK sudah memiliki mata pelajaran
Projek Kreatif dan Kewirausahaan, maka tema ini tidak
menjadi pilihan untuk jenjang SMK. Untuk SMK, ada tema
wajib yaitu Kebekerjaan. Pada tema ini, peserta didik
menghubungkan berbagai pengetahuan yang telah
dipahami dengan pengalaman nyata di keseharian dan
dunia kerja. Peserta didik membangun pemahaman
terhadap ketenagakerjaan, peluang kerja, serta kesiapan
kerja untuk meningkatkan kapabilitas yang sesuai dengan
keahliannya, mengacu pada kebutuhan dunia kerja terkini.
Dalam projeknya, peserta didik juga akan mengasah
kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan standar yang
dibutuhkan di dunia kerja. Tema ini ditujukan sebagai
tema wajib khusus jenjang SMK/MAK.

40

media

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk
Pendidikan Khusus

Untuk diksus, pada dasarnya projek bisa mengambil dan/atau mengembangkan
projek dari jenjang lain menyesuaikan dengan kondisi dan tahapan belajarnya.

Penerjemahan tema dalam projek disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan ABK

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila dapat diintegrasikan pada
mata pelajaran keterampilan atau mapel lain yang relevan

Akan ada pedoman pelaksanaan tersendiri untuk implementasi ini

41

media

Apa saja yang perlu disiapkan Sekolah Penggerak
untuk dapat menggulirkan projek penguatan profil pelajar Pancasila?

Pengelolaan jam pelajaran dan
kolaborasi guru

Pengaturan agar alokasi jam
mengajar guru tetap sama

Guru

Menyiapkan sistem dari
perencanaan hingga penilaian

Sistem pendokumentasian
projek untuk dapat digunakan
sebagai portofolio

Kolaborasi dengan narasumber
pengaya projek: masyarakat,
komunitas, universitas, praktisi

Pengelolaan waktu dan

kegiatan

42

media

Komponen
Modul
Projek

Informasi utama

Deskripsi singkat projek. Satu paragraf singkat yang menjelaskan tentang tujuan

umum, ruang lingkup tema, dan relevansi projek dengan sekolah ( siswa)

Dimensi dan sub elemen dari Profil Pelajar Pancasila yang berkaitan
Tujuan spesifik untuk fase tersebut
Cara penggunaan perangkat ajar
Alur kegiatan projek secara umum
Relevansi projek untuk sekolah

Asesmen

Penjelasan tentang aspek yang dinilai
Instrumen penilaian (misalnya rubrik, evaluasi diri, dsb.) yang dapat langsung

digunakan guru

Contoh umpan balik atau penilaian yang diberikan
Lembar refleksi siswa
Lembar refleksi guru

Persiapan

Catatan penting untuk menyiapkan guru dan anggota komunitas sekolah lain
Referensi yang akan digunakan

Langkah-langkah

pelaksanaan

Alat dan bahan yang harus disiapkan dan dibutuhkan untuk setiap langkah
Langkah-langkah kegiatan dan alokasi waktunya, termasuk bagaimana guru perlu

memainkan perannya sebagai fasilitator,

Kegiatan pengayaan

Beberapa alternatif kegiatan tambahan sebagai bentuk pengayaan

Tips untuk guru

Saran dan tips konkret agar proses belajar dapat lebih efektif

43

media

M

T

W

T

F

Contoh Rapor

Projek

44

media

Rapor Projek
Skenario
Didi adalah peserta didik kelas 10 di SMA Bintang Kejora, Palangkaraya. Dalam setahun,
satuan pendidikan tersebut menyelenggarakan 3 projek pengembangan Profil Pancasila
dan setiap peserta didik wajib mengikutinya.

Projek 1 | Mengenal dan merawat keberagaman agama dan keyakinan di Indonesia
Projek ini adalah projek yang mengambil tema Bhinneka Tunggal Ika. Ada 2 dimensi Profil yang dibangun dalam projek ini:

Kebinekaan global

Bernalar kritis

Projek 2 | 3R
Projek ini adalah projek yang mengambil tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Projek ini membangun 3 dimensi Profil Pelajar Pancasila,
namun berbeda dengan projek pertama

Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia

Mandiri

Bernalar kritis

Projek 3 | Merancang Simulasi Digital
Projek ini adalah projek yang mengambil tema Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI. Ada 2 dimensi Profil yang
dibangun dalam projek ini:

Kreatif

Bernalar kritis

Bergotong royong

Dalam setiap projek, pendidik mengambil beberapa sub elemen yang menjadi fokus pengembangan peserta didik, dan dilaporkan
dalam rapor projek.

45

media
media

RAPOR PROJEK PROFIL

Nama sekolah SMA Bintang Kejora

Kelas 10

Alamat Jl. Bijaksana no. 1, Palangkaraya

Fase E

Nama Siswa Didi Felicia Herutami

Tahun ajaran 2021/2022

NISN 201912345

Sekolah
Bintang

Kejora

Projek 1 | Mengenal dan merawat keberagaman agama dan keyakinan di Indonesia
Projek ini adalah projek pertama di kelas 10. Projek ini diharapkan membangun dua dimensi
Profil Pelajar Pancasila, yakni berkebinekaan global dan bernalar kritis. Pada projek ini, siswa
belajar untuk membuka diri mengenal stigma dan stereotip yang ia punya terhadap orang yang
baru dikenal mengeksplorasi pengetahuan (dari segi hukum, kebijakan, juga norma sosial) dan
mengenal lebih dekat keberagaman agama dan keyakinan di Indonesia, mereduksi prasangka,
refleksi diri, dan bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui aksi nyata.

46

media

Projek Kelas 10

1. Mengenal dan
merawat keberagaman
agama dan keyakinan di
Indonesia

BSH

SB

Kreatif

Bergotong

royong

Berkebinekaan

global

Beriman, Bertakwa

kepada Tuhan YME,

dan Berakhlak Mulia

Mandiri

Bernalar kritis

BB. Belum Berkembang

MB. Mulai Berkembang

BSH. Berkembang Sesuai
Harapan

SB. Sangat berkembang

Siswa masih
membutuhkan bimbingan
dalam mengembangkan
kemampuan

Siswa mulai
mengembangkan
kemampuan namun masih
belum ajek

Siswa telah
mengembangkan
kemampuan hingga
berada dalam tahap ajek

Siswa mengembangkan
kemampuannya
melampaui harapan

47

media

1. Mengenal dan merawat keberagaman agama dan
keyakinan di Indonesia

BB

MB

BSH

SB

Berkebinekaan global

Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya.
Menganalisis dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian
dalam rentang waktu yang panjang dan konteks yang luas.

Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya. Memahami pentingnya
saling menghormati dalam mempromosikan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang
saling terhubung serta menunjukkannya dalam perilaku.

Refleksi terhadap pengalaman kebinekaan. Merefleksikan secara kritis dampak dari pengalaman
hidup di lingkungan yang beragam terkait dengan perilaku, kepercayaan serta tindakannya terhadap
orang lain

Menghilangkan stereotip dan prasangka. Mengkritik penggunaan stereotip dan prasangka yang
ada dalam sejumlah teks dan permasalahan yang berkaitan dengan kelompok budaya tertentu dalam
lingkup nasional, regional, dan global.

Menyelaraskan perbedaan budaya. Mengetahui tantangan dan keuntungan hidup dalam
lingkungan dengan budaya yang beragam, serta memahami pentingnya kerukunan antar budaya
dalam kehidupan bersama yang harmonis.

48

media

1. Mengenal dan merawat keberagaman agama dan
keyakinan di Indonesia

BB

MB

BSH

SB

Bernalar kritis

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan. Secara kritis
mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai
sumber. Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis.

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan. Menganalisis dan
mengevaluasi penalaran yang digunakannya dalam menemukan dan mencari solusi serta mengambil
keputusan.

Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri. Menjelaskan alasan untuk mendukung
pemikirannya dan memikirkan pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya dan
mengubah pemikirannya jika diperlukan.

Catatan proses:
Dalam mengerjakan projek ini, Didi aktif melibatkan diri dengan memberikan usulan tentang cara-cara untuk mengajak remaja lainnya membuka diri terhadap
stereotip tentang agama dan keyakinan. Wawasan yang luas dan pengalamannya berada di tengah lingkungan yang beragam sangat membantu Didi dalam
memberikan ide dan gagasan serta berkontribusi aktif dalam diskusi kelompok. Ia aktif memberikan pertanyaan-pertanyaan yang memancing diskusi di kelompoknya,
sehingga ia dan teman kelompoknya dapat merancang kampanye yang efektif. Dalam pengerjaan projeknya pun, Didi tampak terbiasa untuk membantu teman yang
kesulitan.

49

media
media
media

M

T

W

T

F

Foto pelaksanaan projek penguatan profil
pelajar Pancasila

Melipat kertas suara dan perhitungan suara pada pemilihan ketua OSIS di SMP Negeri 1 Ternate.

50

media

Dukungan Pemerintah…

Apa saja dukungan pemerintah untuk
pengembangan dan penerapan projek

penguatan profil pelajar Pancasila?

M

T

W

T

F

51

media
media
media

M

T

W

T

F

Panduan Pengembangan Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Silakan scan kode atau
kunjungi link berikut ini
untuk mengunduh panduan:

[QRcode]

https://kurikulum.kemdikbud.go
.id/wp-content/unduhan/PP5_2
021.pdf

52

media

Contoh Cuplikan Modul Projek

Sub-elemen yang disasar

Memahami Keterhubungan
Ekosistem Bumi

Menjaga Lingkungan Alam
Sekitar

Kerja sama

Koordinasi Sosial

Mengajukan pertanyaan

Mengidentifikasi,
mengklarifikasi, dan mengolah
informasi dan gagasan

Modul Projek Fase D
Tema: Gaya Hidup Berkelanjutan
Topik: Sampahku,
Tanggungjawabku
Total waktu: 57 JP

Dimensi Profil Pelajar Pancasila:

Beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa

Gotong royong

Bernalar kritis

Asesmen Diagnostik. Dilakukan sebelum projek dimulai untuk mengukur kompetensi awal murid yang dipakai untuk menentukan

kebutuhan diferensiasi murid, pengembangan alur dan kegiatan projek, dan penentuan perkembangan sub-elemen antarfase

Tahap Pengenalan. Mengenali dan membangun kesadaran siswa terhadap isu pengelolaan sampah dan implikasinya terhadap
perubahan iklim

1.

Perkenalan: Perubahan

Iklim dan Masalah

Pengelolaan Sampah

2.

Eksplorasi Isu

3.

Refleksi awal

4.

Kunjungan ke TPA/

Komunitas Peduli

Sampah

5.

Diskusi Kritis

Masalah Sampah

Tahap Kontekstualisasi. mengkontekstualisasi masalah di lingkungan terdekat

6.

Pengumpulan,

Pengorganisasian, dan

Penyajian Data

7.

Trash Talk:

Sampah di satuan

pendidikanku

8.

Pengorganisasian Data

Secara Mandiri

9.

Asesmen Formatif

Presentasi: Sampah di
satuan pendidikanku

Tahap aksi. bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui aksi nyata

10.

Poster Aksi Nyata

Sayangi satuan
pendidikanku:

Eksplorasi program
pengelolaan sampah

yang ada

11.

Poster Aksi Nyata

Sayangi satuan
pendidikanku:

Peranku dan Solusiku

12.

Poster Aksi Nyata

Sayangi satuan
pendidikanku:
Menentukan

Karakteristik Poster

yang Baik

13.

Poster Aksi Nyata

Sayangi satuan
pendidikanku:

Membuat Poster

14.

Asesmen Formatif
Simulasi Pameran
Poster Aksi Nyata

Sayangi satuan

pendidikanku

Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut. Menggenapi proses dengan berbagi karya, evaluasi dan refleksi, serta menyusun langkah strategis

15.

Asesmen Sumatif

Pameran Poster Aksi

Nyata Sayangi

Sekolahku

16.

Asesmen Sumatif

Evaluasi Solusi Yang

Ditawarkan

17.

Mari Beraksi Sambil

Refleksi

Mengelola Sampah di

satuan pendidikan

CONTOH

53

media
media

Dukungan Pemerintah…

Apa yang bisa dilakukan Bapak dan
Ibu dalam mendukung implementasi

projek penguatan profil pelajar

Pancasila?

M

T

W

T

F

54

media

M

T

W

T

F

Bagaimana mendorong kolaborasi masyarakat dan satuan
pendidikan dalam pelaksanaan projek penguatan profil
pelajar Pancasila?

Bagaimana membantu satuan pendidikan untuk
mengembangkan projek penguatan profil pelajar Pancasila?

55

media

M

T

W

T

F

Kesimpulan

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

bertujuan untuk mencapai dimensi-dimensi
dalam profil pelajar Pancasila

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

(selanjutnya disebut projek penguatan PPP)
)adalah metode pembelajaran dimana siswa
belajar dengan secara aktif terlibat dalam dunia
nyata dan projek yang bermakna secara pribadi.
Projek penguatan PPP ini memberi kesempatan
bagi siswa untuk belajar di situasi belajar yang
berbeda (dalam situasi yang lebih tidak formal,
struktur belajar yang fleksibel, kegiatan belajar
yang lebih interaktif dan juga terlibat langsung
dengan lingkungan sekitar) dan lintas mata
pelajaran untuk penguatan karakter dan
kompetensi umum (transversal atau general
competences ).

Dalam implementasinya projek penguatan PPP

dilaksanakan sebagai kegiatan ko-kurikuler dan
tidak perlu dipetakan untuk mencapai CP.

Prinsip-prinsip projek penguatan PPP adalah

holistik, kontekstual, berpusat pada murid, dan
eksploratif

Pemerintah menyediakan dukungan berupa

panduan pengembangan projek penguatan profil
pelajar Pancasila dan contoh-contoh modul.

Projek berfokus pada proses menju kompetensi

dan karakter yang diharapkan terbangun pada
anak, bukan pada produk atau hasil akhir

Siswa perlu dilibatkan secara aktif dalam rencana

dan evaluasi projek

Tidak ada bentuk evaluasi yang mutlak dan

seragam dalam pelaksanaan projek

Berbagai bentuk asesmen diharapkan digunakan

sepanjang proses projek

Pelibatan masyarakat, komunitas, dan mitra

diharapkan dilakukan dalam projek sehingga
dampak dari projek berpotensi lebih luas

56

media

Terima Kasih

Sosialisasi Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran 2022

media
media
media
media

Topik: Projek Penguatan

PROFIL PELAJAR PANCASILA

SDN 112324 PINANG LOMBANG

BY : HERI AZWARDIN,S.Pd.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 56

SLIDE

Discover more resources for Professional Development