

Belum Berjudul
Presentation
•
Chemistry
•
12th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Nurlaena Nurlaena
FREE Resource
35 Slides • 0 Questions
1
HIDROKARBON
2
� Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang
paling sederhana. Dari namanya, senyawa hidrokarbon
adalah senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom
hidrogen dan atom karbon. Dalam kehidupan sehari-hari
banyak kita temui senyawa hidrokarbon, misalnya
minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan lain-lain.
minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan lain-lain.
� Sampai saat ini telah dikenal lebih dari 2 juta senyawa
hidrokarbon. Untuk mempermudah mempelajari
senyawa hidrokarbon yang begitu banyak, para ahli
mengolongkan hidrokarbon berdasarkan susunan atom-
atom karbon dalam molekulnya.
3
Kekhasan / Keunikan Atom Karbon
o Sesuai dengan nomor golongannya (IVA), atom karbon
mempunyai 4 elektron valensi. Oleh karena itu, untuk
mencapai konfigurasi oktet maka atom karbon mempunyai
kemampuan membentuk 4 ikatan kovalen yang relatif kuat.
o Atom karbon dapat membentuk ikatan antar karbon;
o Atom karbon dapat membentuk ikatan antar karbon;
berupa ikatan tunggal, rangkap dua atau rangkap tiga.
o Atom karbon mempunyai kemampuan membentuk rantai
(ikatan yang panjang).
o Rantai karbon yang terbentuk dapat bervariasi yaitu :
rantai lurus, bercabang dan melingkar ( siklik )
4
Kedudukan Atom Karbon
Dalam senyawa hidrokarbon, kedudukan atom karbon dapat
dibedakan sebagai berikut :
· Atom C primer : atom C yang mengikat langsung 1 atom C
yang lain
yang lain
· Atom C sekunder : atom C yang mengikat langsung 2 atom C
yang lain
· Atom C tersier : atom C yang mengikat langsung 3 atom C
yang lain
· Atom C kuarterner : atom C yang mengikat langsung 4 atom C
yang lain
5
Alkana
o
Adalah
hidrokarbon
alifatik
jenuh
yaitu
hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua
ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatanikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan
tunggal.
o Rumus umum alkana yaitu : C n H 2n+2 ; n =
jumlah atom C
6
7
8
Sifat-sifat Alkana
• merupakan senyawa nonpolar, sehingga tidak larut dalam
air
• makin banyak atom C (rantainya makin panjang), maka titik
didih makin tinggi didih makin tinggi
• pada tekanan dan suhu biasa, CH 4 - C 4 H 10 berwujud gas,
C 5 H 12 - C 17 H 36 berwujud cair, diatas C 18 H 38
berwujud padat
• mudah mengalami reaksi subtitusi dengan atom-atom
halogen (F 2, Cl 2, Br 2 atau I 2 )
• dapat mengalami oksidasi (reaksi pembakaran)
9
Alkana
Jumlah isomer
C 4 H 10
2
C 5 H 12
3
C 6 H 14
5
Isomer Alkana
Alkana yang mempunyai
rumus molekul sama,
tetapi rumus struktur
C 6 H 14
5
C 7 H 16
9
C 8 H 18
28
C 9 H 20
35
C 10 H 22
75
tetapi rumus struktur
beda
CH 4, C 2 H 6, C 3 H 8
tidak mempunyai isomer
10
6) Cabang-cabang yang berbeda disusun sesuai dengan
urutan abjad dari nama cabang tersebut. Awalan normal,
sekunder dan tersier diabaikan. Jadi n-butil, sek-butil dan
ters-butil dianggap berawalan b-.
Awalan iso- tidak diabaikan. Jadi isopropil berawal dengan Awalan iso- tidak diabaikan. Jadi isopropil berawal dengan
huruf i- .
Awalan normal, sekunder dan tersier harus ditulis dengan
huruf cetak miring .
7) Jika penomoran ekivalen dari kedua ujung rantai induk,
maka harus dipilih sehingga cabang yang harus ditulis
terlebih dahulu mendapat nomor terkecil.
11
Sumber dan Kegunaan Alkana
Alkana adalah komponen utama dari gas alam dan minyak
bumi.
Kegunaan alkana, sebagai :
· Bahan bakar
· Pelarut
· Sumber hidrogen
· Pelumas
· Bahan baku untuk senyawa organik lain
· Bahan baku industri
12
13
Alkena
o Adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yaitu hidrokarbon
dengan satu ikatan rangkap dua (–C=C–) . Senyawa yang
mempunyai 2 ikatan rangkap 2 disebut alkadiena, yang
mempunyai 3 ikatan rangkap 2 disebut alkatriena dst.
o Rumus umum alkena yaitu : C n H 2n ; n = jumlah atom C
14
Tata Nama Alkena
1.
Nama alkena diturunkan dari nama alkana yang sesuai
(yang jumlah atom Cnya sama), dengan mengganti akhiran
–ana menjadi –ena .
2. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung
ikatan rangkap. ikatan rangkap.
3. Penomoran dimulai dari salah 1 ujung rantai induk
sedemikian sehingga ikatan rangkap mendapat nomor
terkecil.
4. Posisi ikatan rangkap ditunjukkan dengan awalan angka
yaitu nomor dari atom C berikatan rangkap yang paling tepi
/ pinggir (nomor terkecil).
5. Penulisan cabang-cabang, sama seperti pada alkana.
15
Sumber dan Kegunaan Alkena
Alkena dibuat dari alkana melalui proses pemanasan atau
dengan bantuan katalisator (cracking). Alkena suku rendah dengan bantuan katalisator (cracking). Alkena suku rendah
digunakan sebagai bahan baku industri plastik, karet
sintetik, dan alkohol
16
Alkuna
o Adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yaitu hidrokarbon
dengan satu ikatan rangkap tiga (–C≡C–) .
Senyawa yang mempunyai 2 ikatan rangkap 3 disebut
alkadiuna, yang mempunyai 1 ikatan rangkap 2 dan 1 ikatan
rangkap 3 disebut alkenuna . rangkap 3 disebut alkenuna .
o Rumus umum alkuna yaitu : C n H 2n-2 ;
n = jumlah atom C
17
Tata Nama Alkuna
o Nama alkuna diturunkan dari nama alkana yang sesuai
dengan mengganti akhiran –ana menjadi –una .
o Tata nama alkuna bercabang sama seperti penamaan o Tata nama alkuna bercabang sama seperti penamaan
alkena.
Sumber dan Kegunaan Alkuna
Alkuna yang mempunyai nilai ekonomis penting contohnya
etuna (asetilena), C 2 H 2 . Gas asetilena digunakan untuk
mengelas besi dan baja.
18
Sifat-sifat hidrokarbon
Meliputi :
a) Sifat-Sifat Fisis
b) Sifat Kimia Berkaitan dengan reaksi kimia.
1) Reaksi-reaksi pada Alkana
Alkana tergolong zat yang sukar bereaksi
sehingga disebut parafin yang artinya afinitas
kecil . Reaksi terpenting dari alkana adalah
reaksi pembakaran, substitusi dan
perengkahan ( cracking ).
19
Pembakaran
� Pembakaran sempurna alkana menghasilkan gas
CO 2 dan uap air, sedangkan pembakaran tidak CO 2 dan uap air, sedangkan pembakaran tidak
sempurna menghasilkan gas CO dan uap air, atau
jelaga (partikel karbon).
20
� Perengkahan atau cracking
� Perengkahan adalah pemutusan rantai karbon menjadi
potongan-potongan yang lebih pendek.
� Perengkahan dapat terjadi bila alkana dipanaskan pada
suhu dan tekanan tinggi tanpa oksigen .
� Reaksi ini juga dapat dipakai untuk membuat alkena dari
alkana . Selain itu juga dapat digunakan untuk membuat
gas hidrogen dari alkana .
21
. Substitusi atau pergantian
Atom H dari alkana dapat digantikan oleh atom lain,
khususnya golongan halogen .
· Penggantian atom H oleh atom atau gugus lain
disebut reaksi substitusi . disebut reaksi substitusi .
· Salah satu reaksi substitusi terpenting dari alkana
adalah halogenasi yaitu penggantian atom H alkana
dengan atom halogen, khususnya klorin ( klorinasi ).
· Klorinasi dapat terjadi jika alkana direaksikan
dengan klorin.
22
� Reaksi-reaksi pada Alkena
� Alkena lebih reaktif daripada alkana. Hal ini
disebabkan karena adanya ikatan rangkap C=C.
� Reaksi alkena terutama terjadi pada ikatan rangkap
tersebut. Reaksi penting dari alkena meliputi : reaksi
pembakaran, adisi dan polimerisasi .
23
�
Pembakaran
� Seperti halnya alkana, alkena suku rendah mudah terbakar. Jika
dibakar di udara terbuka, alkena menghasilkan jelaga lebih banyak
daripada alkana. Hal ini terjadi karena alkena mempunyai kadar C
lebih tinggi daripada alkana, sehingga pembakarannya menuntut /
memerlukan lebih banyak oksigen.memerlukan lebih banyak oksigen.
� Pembakaran sempurna alkena menghasilkan gas CO 2 dan uap air.
�
� Adisi (penambahan = penjenuhan)
� Reaksi terpenting dari alkena adalah reaksi adisi yaitu reaksi
penjenuhan ikatan rangkap .
24
Polimerisasi
• Adalah reaksi penggabungan molekul-molekul sederhana
menjadi molekul yang besar.
• Molekul sederhana yang mengalami polimerisasi disebut
monomer , sedangkan hasilnya disebut polimer .monomer , sedangkan hasilnya disebut polimer .
• Polimerisasi alkena terjadi berdasarkan reaksi adisi .
• Prosesnya dapat dijelaskan sebagai berikut :
• Mula-mula ikatan rangkap terbuka sehingga terbentuk
gugus dengan 2 elektron tidak berpasangan.
• Elektron-elektron tidak berpasangan tersebut kemudian
membentuk ikatan antar gugus sehingga membentuk rantai.
25
Reaksi-reaksi pada Alkuna
o Reaksi-reaksi pada alkuna mirip dengan alkena;
untuk menjenuhkan ikatan rangkapnya, alkuna
memerlukan
pereaksi
2
kali
lebih
banyak
memerlukan
pereaksi
2
kali
lebih
banyak
dibandingkan dengan alkena.
o
Reaksi-reaksi
terpenting
dalam
alkena
dan
alkuna adalah reaksi adisi dengan H 2, adisi
dengan halogen (X 2 ) dan adisi dengan asam
halida (HX).
26
Pada reaksi adisi gas HX (X = Cl, Br atau I)
terhadap
alkena
dan
alkuna
berlaku
aturan
Markovnikov yaitu :
“ Jika atom C yang berikatan rangkap mengikat
jumlah atom H yang berbeda, maka atom X akanjumlah atom H yang berbeda, maka atom X akan
terikat pada atom C yang sedikit mengikat atom H
”
“ Jika atom C yang berikatan rangkap mengikat
jumlah atom H sama banyak, maka atom X akan
terikat pada atom C yang mempunyai rantai C
paling panjang “
27
Keisomeran
Isomer adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus
molekul yang sama tetapi mempunyai struktur atau
konfigurasi yang berbeda .
Struktur berkaitan dengan cara atom-atom saling berikatan, Struktur berkaitan dengan cara atom-atom saling berikatan,
sedangkan konfigurasi berkaitan dengan susunan ruang
atom-atom dalam molekul.
Keisomeran dibedakan menjadi 2 yaitu :
o Keisomeran struktur : keisomeran karena perbedaan
struktur.
o Keisomeran ruang : keisomeran karena perbedaan
konfigurasi (rumus molekul dan strukturnya sama).
28
Keisomeran Struktur
Dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
· keisomeran kerangka : jika rumus molekulnya sama
tetapi rantai induknya (kerangka atom) berbeda. tetapi rantai induknya (kerangka atom) berbeda.
· keisomeran posisi : jika rumus molekul dan rantai
induknya (kerangka atom) sama tetapi posisi cabang /
gugus penggantinya berbeda.
· keisomeran gugus fungsi
29
Keisomeran Ruang
Dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
o keisomeran geometri : keisomeran karena perbedaan o keisomeran geometri : keisomeran karena perbedaan
arah (orientasi) gugus-gugus tertentu dalam molekul
dengan struktur yang sama.
o keisomeran optik .
30
Keisomeran pada Alkana
o Tergolong keisomeran struktur yaitu perbedaan kerangka
atom karbonnya. Makin panjang rantai karbonnya, makin
banyak pula kemungkinan isomer-nya. banyak pula kemungkinan isomer-nya.
o Pertambahan jumlah isomer ini tidak ada aturannya. Perlu
diketahui juga bahwa tidak berarti semua kemungkinan
isomer itu ada pada kenyataannya.
o Misalnya : dapat dibuat 18 kemungkinan isomer dari C 8 H
18, tetapi tidak berarti ada 18 senyawa dengan rumus molekul
C 8 H 18 .
31
Keisomeran pada Alkena
Dapat berupa keisomeran struktur dan ruang.
a) Keisomeran Struktur.
Keisomeran struktur pada alkena dapat terjadi karena Keisomeran struktur pada alkena dapat terjadi karena
perbedaan posisi ikatan rangkap atau karena perbedaan
kerangka atom C.
Keisomeran mulai ditemukan pada butena yang
mempunyai 3 isomer struktur. Contoh yang lain yaitu
alkena dengan 5 atom C.
32
Keisomeran Geometris.
Ø Keisomeran ruang pada alkena tergolong keisomeran
geometris yaitu : karena perbedaan penempatan gugus-
gugus di sekitar ikatan rangkap. gugus di sekitar ikatan rangkap.
33
Contohnya :
o Keisomeran pada 2-butena. Dikenal 2 jenis 2-butena yaitu
cis -2-butena dan trans -2-butena. Keduanya mempunyai
struktur yang sama tetapi berbeda konfigurasi (orientasi
gugus-gugus dalam ruang).
o Pada cis -2-butena, kedua gugus metil terletak pada sisi o Pada cis -2-butena, kedua gugus metil terletak pada sisi
yang sama dari ikatan rangkap; sebaliknya pada trans -2-
butena, kedua gugus metil berseberangan.
Ø Tidak semua senyawa yang mempunyai ikatan rangkap
pada atom karbonnya (C=C) mempunyai keisomeran
geometris. Senyawa itu akan mempunyai keisomeran
geometris jika kedua atom C yang berikatan rangkap
mengikat gugus-gugus yang berbeda.
34
Keisomeran pada Alkuna
Keisomeran pada alkuna tergolong keisomeran kerangka
dan posisi . dan posisi .
Pada alkuna tidak terdapat keisomeran geometris.
Keisomeran mulai terdapat pada butuna yang mempunyai 2
isomer.
35
The end
HIDROKARBON
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 35
SLIDE
Similar Resources on Wayground
30 questions
VSEPR theory
Presentation
•
University
24 questions
Review Pembelajaran Senyawa Hidrokarbon
Presentation
•
12th Grade
29 questions
Spektrum Elektromagnetik
Presentation
•
12th Grade
27 questions
Molecular Geometry
Presentation
•
11th - 12th Grade
27 questions
Periodic Table Trend
Presentation
•
12th Grade
27 questions
Atomic Trends
Presentation
•
12th Grade
26 questions
pertemuan 2
Presentation
•
12th Grade
Popular Resources on Wayground
10 questions
Safety Day 2026 – Student Review
Quiz
•
9th Grade
21 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Parts of Speech
Quiz
•
5th Grade
16 questions
Subject & Predicate
Quiz
•
5th Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
12 questions
Map Skills
Quiz
•
3rd Grade
22 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
5th Grade
15 questions
Rounding Decimals
Quiz
•
5th Grade
Discover more resources for Chemistry
20 questions
electron configurations and orbital notation
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
Physical or Chemical Change/Phases
Quiz
•
8th Grade - University
15 questions
Periodicity Module Exam Practice Quiz
Quiz
•
9th - 12th Grade
8 questions
Label Energy Diagram
Quiz
•
9th - 12th Grade
10 questions
Endothermic/Exothermic
Quiz
•
9th - 12th Grade
6 questions
Energy Change
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
Physical & Chemical Properties & Changes
Quiz
•
9th - 12th Grade
6 questions
Collision Theory
Quiz
•
9th - 12th Grade