Search Header Logo
Pengenalan Alqawaidul Khamsah (kaidah 1-2)

Pengenalan Alqawaidul Khamsah (kaidah 1-2)

Assessment

Presentation

Religious Studies

12th Grade

Easy

Created by

Firman Firman

Used 4+ times

FREE Resource

9 Slides • 8 Questions

1

Pengenalan Alqawaidul Khamsah

Alqawaidul Khamsah adalah sebuah konsep penting dalam studi bahasa Arab yang mencakup lima prinsip dasar dalam tata bahasa Arab. Prinsip-prinsip ini meliputi isim, fi'il, harf, jumla, dan kalimat. Pemahaman yang baik tentang Alqawaidul Khamsah akan membantu meningkatkan kemampuan berbahasa Arab.

2

Pengenalan Alqawaidul Khamsah

  • Alqawaidul Khamsah adalah lima kaidah fikhiyah yang menjadi dasar hukum dalam menetapkan suatu problem.

  • Kaidah pertama: Al umuru bimaqasidiha. Segala sesuatu tergantung tujuannya. Sahnya perbuatan tergantung pada niatnya.

  • Fungsi dan tujuan niat:

    1. Niat memiliki tujuan untuk membedakan ibadah dari adat yang serupa.

    2. Niat berfungsi untuk membedakan antara satu bentuk ibadah dengan ibadah lainnya.

    3. Niat digunakan untuk membedakan antara ibadah dan adat, contohnya dalam ibadah Puasa.

3

Multiple Choice

Apa yang dimaksud dengan Alqawaidul Khamsah?

1

Lima kaidah fikhiyah yang menjadi dasar hukum dalam menetapkan suatu problem

2

Lima kaidah fikhiyah yang digunakan untuk membedakan ibadah dan adat

3

Lima kaidah fikhiyah yang berfungsi untuk membedakan antara satu bentuk ibadah dengan ibadah lainnya

4

Lima kaidah fikhiyah yang memiliki dua maksud dan tujuan

4

Alqawaidul Khamsah

Lima kaidah fikhiyah yang menjadi dasar hukum dalam menetapkan suatu problem.

5

Pengenalan Alqawaidul Khamsah

  • Syaikh Abu Ishaq asy-Syairazi dalam kitab al-Muhadzdzab memberi batasan, setiap perkara yang membutuhkan niat fardhu, membutuhkan penentuan penyebutan (ta’yin), kecuali tayammun untuk ibadah fardhu.

  • Suatu ibadah ditentukan, sementara niat menentukan tidak disyaratkan secara terperinci.

  • Terjadi kesalahan penyebutan, maka menyebabkan batal.

  • Terkait penyebutan ada’ dan qadha’ dalam shalat ada beberapa perbedaan.

  • Keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan sebab keraguan.

6

Multiple Choice

Apa yang menjadi syarat untuk membutuhkan penentuan penyebutan (ta’yin) dalam perkara yang membutuhkan niat fardhu?

1

Tayammun untuk ibadah fardhu

2

Kesalahan penyebutan

3

Perbedaan antara ada’ dan qadha’ dalam shalat

4

Keyakinan yang tidak bisa dihilangkan dengan sebab keraguan

7

Kesalahan Penyebutan

Kesalahan penyebutan dapat mempengaruhi penentuan penyebutan (ta’yin) dalam perkara yang membutuhkan niat fardhu. Kesalahan ini bisa terjadi jika seseorang salah menyebutkan niat atau mengucapkan kata-kata yang tidak sesuai dengan niat yang sebenarnya. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan dengan baik penyebutan yang benar dalam ibadah fardhu.

Kaidah pokok yang kedua: Al yaqinu la yuzalu bissyakki (keyakinan tidak dapat dihilangkan dengan keraguan)

8

Pengenalan Alqawaidul Khamsah

Kaidah Baqa' Ma Kana 'Ala Ma Kana: Hukum yang berlaku sebelumnya tetap berlaku sebelum datang hukum yang baru.
Kaidah Bara'ah Adz-dzimmah: Satu orang saksi saja tidak bisa menjadi dasar penetapan seseorang harus menanggung hak-hak orang lain.
Kaidah Man Syakka Hal Fa'ala Syai'an Am La: Orang yang ragu, apakah telah melakukan sesuatu atau belum, maka hukum asalnya adalah sungguh ia belum melakukannya.
Kaidah Al-Ashl Al-'Adam: Hukum asal pada hak adami adalah tidak ada ketetapan atau tanggungan kepada orang lain.

9

Multiple Choice

Apa yang dimaksud dengan Kaidah Baqa' Ma Kana 'Ala Ma Kana?

1

Hukum yang berlaku sebelumnya tetap berlaku sebelum datang hukum yang baru

2

Satu orang saksi saja tidak bisa menjadi dasar penetapan seseorang harus menanggung hak-hak orang lain

3

Orang yang ragu, apakah telah melakukan sesuatu atau belum, maka hukum asalnya adalah sungguh ia belum melakukannya

4

Hukum asal pada hak adami adalah tidak ada ketetapan atau tanggungan kepada orang lain

10

Kaidah Baqa' Ma Kana 'Ala Ma Kana

Hukum yang berlaku sebelumnya tetap berlaku sebelum datang hukum yang baru. Ini berarti bahwa hukum yang sudah ada sebelumnya masih berlaku sampai ada hukum baru yang menggantikannya. Prinsip ini menunjukkan pentingnya kontinuitas hukum dalam sistem perundang-undangan.

11

Alqawaidul Khamsah

Kaidah Al-Ashl: Hukum asal setiap perkara baru adalah mengira-ngirakannya terjadi pada waktu terdekat. Hukum Asal Membahayakan: Haram. Hukum Asal Bermanfaat: Halal. Kaidah Al-Ashl: Jika haram dan halal untuk dinikahi dihadapkan kepada seorang wanita, maka yang dimenangkan adalah sisi haramnya. Kaidah Al-Ashl: Hakikat adalah lafad atau kata yang digunakan sesuai dengan maksud lafad tersebut dimunculkan pertama kalinya.

12

Multiple Choice

Apa yang dimaksud dengan Kaidah Al-Ashl?

1

Hukum asal setiap perkara baru adalah mengira-ngirakannya terjadi pada waktu terdekat

2

Hukum Asal Membahayakan adalah haram

3

Hukum Asal Bermanfaat adalah halal

4

Hakikat adalah lafad atau kata yang digunakan sesuai dengan maksud lafad tersebut dimunculkan pertama kalinya

13

Kaidah Al-Ashl

Hukum asal setiap perkara baru adalah mengira-ngirakannya terjadi pada waktu terdekat. Ini berarti bahwa ketika ada perkara baru, kita harus menganggap bahwa perkara tersebut akan terjadi dalam waktu dekat. Kaidah ini digunakan dalam hukum Islam untuk memudahkan pengambilan keputusan dalam situasi yang belum jelas.

14

Multiple Choice

Orang yang menanam anggur dengan niatan akan dijual kepada pabrik minuman keras hukumnya haram berdasarkan kaidah

1

al umuru bimaqasidiha

2

ad dararu yuzalun

3

al masyaqqatu tajlibu taisir

15

Multiple Choice

Seorang ragu apakah sudah berwudu atau belum maka yang dimenangkan adalah belum berwudu berdasarkan kaidah

1

man syakka hal fa'ala syaian am lam yaf'al fal ashlu annahu lam yaf'al

2

ad darau yuzalun

3

al adatu muhakkamatun

4

al umuru bimaqasidiha

16

Multiple Choice

seorang yang ragu bilangan rakaat dalam shalat maka yang diambil adalah yang sedikit berdasarkan kaidah

1

al masyaqqatu tajlibu taisir

2

al umuru bimaqasidiha

3

al adatu muhakkamatun

4

man tayaqqana al-fi’la wa syak fi al-qalil au al-katsir hummail ‘ala alqalil

17

Multiple Choice

orang yang ragu jumlah bilangan rakaat shalat maka yang diambil adalah yang sedikit berdasarkan kaidah

1

al umuru bimaqasidiha

2

al adatu muhakkamatun

3

man tayaqqana al-fi’la wa syak fi al-qalil au al-katsir hummail ‘ala alqalil

Pengenalan Alqawaidul Khamsah

Alqawaidul Khamsah adalah sebuah konsep penting dalam studi bahasa Arab yang mencakup lima prinsip dasar dalam tata bahasa Arab. Prinsip-prinsip ini meliputi isim, fi'il, harf, jumla, dan kalimat. Pemahaman yang baik tentang Alqawaidul Khamsah akan membantu meningkatkan kemampuan berbahasa Arab.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 17

SLIDE