

AGAMA
Presentation
•
History
•
11th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Dewi Anggraeni
FREE Resource
10 Slides • 0 Questions
1
KELOMPOK 9
OLEH : 1.
Muhamma
d Fahrul
2.
Nunul
Firania
3.
Sahliawan
4.
Tenri
Anggriani
A. PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG MASALAH
Perkembangan agama Islam sejak 14 abad silam turut mewarnai sejarah
peradaban dunia. Bahkan pesatnya perkembangan Islam ke Barat dan
Timur membuat peradaban islam dianggap sebagai peradaban yang
paling besar pengaruhnya di dunia. Berbagai bukti kemajuan peradaban
2
Islam kala itu dapat dilihat dari beberapa indikator antara lain: 1.
Keberadaan perpustakaan islam dan lembaga-lembaga keilmuan seperti
Baitul Hikmah, Masjid Al-Azhar, Masjid Qarawiyyin dan sebagainya, yang
merupakan pusat para intelektual muslim berkumpul untuk melakukan
proses pengkajian dan pengembangan ilmu dan sains
2. Peninggalan karya intelektual muslim seperti Ibnu Sina, Ibn Haytam,
Imam Syafii, Ar-Razi, Al-Kindy, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun
3. Penemuan-penemuan intelektual yang dapat mengubah budaya dan
tradisi umat manusia, seperti penemuan kertas, karpet, kalender Islam,
penyebutan hari-hari, seni arsitektur dan tata perkotaan
4. Pengarusutamaan nilai-nilai kebudayaan asasi sebagai manifestasi
dari konsep Islam, iman, ihsan, dan taqwa. Islam mendorong budaya
yang dibangun atas dasar silm (ketenangan dan kondusifitas), salam
(kedamaian), salaamah (keselamatan). Sedangkan Iman melahirkan
budaya yang dilandasi amn (rasa aman), dan amaanah (tanggung jawab
terhadap amanah). Akhirnya Ihsan mendorong budaya hasanah
(keindahan) dan husn (kebaikan)
2. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana konstribusi islam dalam pegembangan peradaban dunia?
Bagaimana sumber historis,sosiologis,filosofis,dan teologis kontribusi islam
bagi peradaban duni
B. PEMBAHASAN
1. Menelusuri Pertumbuhan dan Perkembangan Peradaban Islam
Berbicara tentang kontribusi Islam bagi perkembangan peradaban dunia
tentu saja secara inheren akan melekat suatu pembahasan mengenai
sejarah peradaban Islam. Para pengkaji sejarah Islam biasanya membuat
suatu peta sistematis terkait berubah atau berkembangnya peradaban
Islam, yaitu mulai dari peradaban Yunani, peradaban Islam, sampai
kemudian peradaban Barat. Pada masing-masing periode perkembangan
itu mempunyai dimensi peradaban tertentu yang berbeda satu sama lain.
Sebagai Muslim tentu kita ingin mengetahui bagaimana perkembangan
3
peradaban Islam itu dan apa sumbangsih islam bagi peradaban dunia.
Perkembangan agama Islam sejak 14 abad silam turut mewarnai sejarah
peradaban dunia. Bahkan pesatnya perkembangan Islam ke Barat dan
Timur membuat peradaban islam dianggap sebagai peradaban yang
paling besar pengaruhnya di dunia. Berbagai bukti kemajuan peradaban
Islam kala itu dapat dilihat dari beberapa indikator antara lain:
1. Keberadaan perpustakaan islam dan lembaga-lembaga keilmuan
seperti Baitul Hikmah, Masjid Al-Azhar, Masjid Qarawiyyin dan
sebagainya, yang merupakan pusat para intelektual muslim
berkumpul untuk melakukan proses pengkajian dan pengembangan
ilmu dan sains
2. Peninggalan karya intelektual muslim seperti Ibnu Sina, Ibn Haytam,
Imam Syafii, Ar-Razi, Al-Kindy, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun dan lain
sebagainya.
3. Penemuan-penemuan intelektual yang dapat mengubah budaya dan
tradisi umat manusia, seperti penemuan kertas, karpet, kalender
Islam, penyebutan hari-hari, seni arsitektur dan tata perkotaan
4. Pengarusutamaan nilai-nilai kebudayaan asasi sebagai manifestasi
dari konsep Islam, iman, ihsan, dan taqwa. Islam mendorong budaya
yang dibangun atas dasar silm (ketenangan dan kondusifitas), salam
(kedamaian), salaamah (keselamatan). Sedangkan Iman melahirkan
budaya yang dilandasi amn (rasa aman), dan amaanah (tanggung
jawab terhadap amanah). Akhirnya ihsan mendorong budaya
hasanah (keindahan) dan Husn (kebaikan).
Harun Nasution membagi sejarah Islam menjadi tiga
periode, yaitu periode klasik (650-1250 M), periode pertengahan
(1250-1800 M), dan periode modern (1800 M-sekarang). Pada
masing-masing periode terdapat perbedaan dimensi yang khas yang
tampil dalam setiap perkembangannya. Periode klasik terbagi
menjadi dua, yaitu masa kemajuan Islam I (650-1000 M) dan masa
disintegrasi (1000-1250 M). Masa ini bisa disebut sebagai awal dari
masa keemasan Islam. Sebelum Nabi Muhammad saw. wafat,
ekspansi Islam telah berhasil menguasai Semenanjung Arabia
4
(Arabian Peninsula). Ekspansi ke luar wilayah Arab baru dimulai pada
masa khalifah pertama Abu Bakar AshShiddiq. Selain dalam hal
ekspansi, pada masa Rasulullah saw., Islam merupakan jalan keluar
bagi kerusakan akidah atau tauhid masyarakat Arab. Islam
mengajarkan menyembah hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Konsep tauhid Islam inilah yang kemudian sebagai cikal-bakal dari
lahirnya integrasi umat manusia. Misi Rasulullah saw. ialah membawa
kedamaian, persatuan, dan kasih sayang sesama manusia, suatu
misi yang sangat berlawanan bagi kultur dan kebiasaan masyarakat
Arab Jāhiliyah yang selalu mengutamakan kepentingan kelompok
masing-masing. Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.
selanjutnya dikembangkan oleh para sahabat. Masa kemajuan Islam
I (bagian dari periode klasik) ini ditandai oleh adanya sejarah empat
sahabat Nabi Muhammad yang dalam kajian Islam akrab disebut
sebagai Khulafā`ur Rāsyidīn, yaitu Abu Bakar (menjabat sebagai amīr
al-mu‟minīn tahun 632-634 M), Umar bin Khattab (634-644 M),
Utsman bin Affan (644- 656 M), dan Ali bin Abi Thalib (656-661 M).
Pada masa ini Islam mulai tersebar di luar wilayah Semenanjung
Arab. Terjadi penaklukan-penaklukan Islam terhadap beberapa
wilayah, seperti Damaskus, Mesir, Irak. Palestina, Syiria, dan Persia.
Pergerakan
dari
“kerajaan”
Khulafā`ur
Rāsyidīn
selanjutnya
diteruskan oleh Dinasti Umayyah (661-750 M). Ekspansi penyebaran
Islam semakin luas pada zaman ini. Daerah-daerah yang dikuasai
Islam pada masa ini adalah Syiria, Palestina, Afrika Utara, Irak,
Semenanjung Arabia, Persia, Afghanistan, dan Asia Tengah
(Pakistan, Turkmenistan, Uzbekistan,kirgistan). Di samping itu, pada
masa ini juga ditandai dengan berkembangnya kebudayaan Arab.
Determinasi dari Khalifah Abdul Malik dengan perubahan bahasa
administrasi dari bahasa Yunani dan bahasa Pahlawi ke bahasa Arab,
membuat masyarakat semakin menaruh perhatian terhadap bahasa
Arab. Penyair-penyair Arab-baru bermunculan pada masa ini, seperti
Qays bin Al-Mulawwah (w. 699 M), Jamil Al-Udhri (w. 701 M), Al-
Akhtal (w. 710 M), Umar bin Abi Rabi‟ah (w. 719 M), Al-Farazdaq (w.
5
732 M), dan Jarir (w. 792 M). Tidak hanya itu, perhatian dalam bidang
tafsir, hadis, fikih, dan ilmu kalam juga hadir pada masa ini.
Peradaban Islam semakin maju dengan perpindahan kekuasaan dari
dinasti Bani umayya ke dinasti bani Abbasiyah. Pusat kota kerajaan
Bani Abbasiyah terletak di Baghdad menggantikan kota Damaskus
pada masa Dinasti Umayyah. Perpindahan ibu kota kerajaan ini
dilakukan oleh Khalifah Al-Manshur (754-775 M). Pada tahun 775 M
kepemimpinan Al-Manshur digantikan oleh Khalifah Al-Mahdi (775-
785). Pada zaman ini perekonomian negara mulai meningkat dengan
berkembangnya bidang pertanian dan pertambangan.
Pada masa Bani Abbasiyah perhatian terhadap ilmu
pengetahuan mulai tumbuh, khususnya pada masa kepemimpinan
Harun Al-Rasyid (785-809 M) dan Al-Ma‟mun (813-833). Perhatian
terhadap ilmu pengetahuan ini ditandai dengan penerjemahan
bukubuku yang berbahasa Yunani dan Bizantium ke dalam bahasa
Arab. Untuk kegiatan menerjemahkan buku-buku ini, Khalifah Al-
Ma‟mun mendirikan Bait al-Hikmah. Di antara cabang-cabang ilmu
pengetahuan yang diutamakan dalam Bait al-Hikmah ini adalah ilmu
kedokteran, fisika, geografi, astronomi, optik, sejarah, dan filsafat.
Pada masa kemajuan Islam ini terdapat integrasi dari beberapa
cabang ilmu pengetahuan. Dalam ilmu kedokteran, terkenal nama
ArRazi yang di Eropa dikenal dengan nama Rhazes. Karya-karyanya
di bidang kedokteran diterjemahkan ke dalam bahasa Latin untuk
digunakan di Eropa. Selain Ar-Razi, yang tidak kalah masyhur dan
terkenal adalah Ibnu Sina seorang filsuf sekaligus dokter. Ia menulis
satu ensiklopedia dalam ilmu kedokteran berjudul Al-Qānūn fī
AthThibb (Canon of Medicine). Buku ini digunakan di Eropa sampai
pertengahan kedua dari abad XVII. Integrasi juga terjadi dalam bidang
bahasa, kebudayaan, astronomi, optik, ilmu kimia, geografi, dan
filsafat. Yang menarik, pada periode ini pula ilmu-ilmu keagamaan
dalam Islam mulai disusun. Dalam bidang penyusunan hadis terkenal
nama Imam Bukhari dan Muslim. Dalam bidang fikih, terkenal nama
Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Syafi‟i, dan Imam
6
Ahmad bin Hanbal. Imam Ath-Thabari terkenal dalam bidang tafsir
dan Ibnu Hisyam terkenal dalam bidang sejarah. Perumusan konsep
teologi dihadirkan oleh Washil bin Atha‟, Ibnu Huzail Al-Allaf dan
lainlain dari golongan Muktazilah. Adapun dari Ahlu Sunnah, terkenal
Abu Hasan Al-Asy‟ari dan Al-Maturidi. Dalam bidang tasawuf,
terdapat nama Abu Yazid Al-Busthami, Husain bin Mansur Al-Hallaj,
dan sebagainya. Periode ini merupakan masa peradaban Islam yang
tertinggi dari periode-periode sebelumnya.
Dalam perkembangan selanjutnya Islam mengalami
disintegrasi politik dan perpecahan di kalangan umat yang
menyebabkan Islam mundur dari pentas atau panggung peradaban
dunia. Ditambah dengan upaya diterjemahkannya buku-buku ilmu
pengetahuan dan filsafat karangan para ahli dan filsuf Islam ke dalam
bahasa Eropa pada abad ke-12 M, menandai berakhirnya fase
kemajuan Islam I (650-1000 M). Periode ini disebut dengan masa
disintegarsi (1000-1250 M). Masa ini ditandai dengan adanya
kerajaan-kerajaan independen yang ingin memisahkan diri dari
kepemimpinan seorang khalifah. Disintegrasi politik tersebut yang
menyebabkan perpecahan di kalangan umat Islam. Selanjutnya
adalah periode pertengahan (1250-1800 M). Pada zaman ini tidak
ada perkembangan yang berarti bagi peradaban Islam, kecuali hanya
sedikit. Perkembangan itu pun hanya bersifat memperluas kekuasaan
Islam ke dalam beberapa wilayah, seperti di Mesir, India, Persia,
Turki, dan lain-lain. Rekaman sejarah yang paling terlihat dan dikenal
masyarakat pada umumnya pada zaman ini adalah penaklukan
Konstantinopel dari Kerajaan Bizantium pada tahun 1453 M oleh
Sultan Muhammad Al-Fatih (1451-1481 M). Pada zaman ini terdapat
tiga kerajaan besar, yaitu Kerajaan Utsmani di Turki, Kerajaan Safawi
di Persia, dan Kerajaan Mughal di India. Masing-masing dari kerajaan
ini tidak memperlihatkan kontribusi bagi peradaban Islam secara
signifikan. Peperangan demi peperangan bahkan sering terjadi pada
masa tiga kerajaan besar ini untuk menguasai wilayah tertentu.
Disintegrasi politik pada masa ini terlihat semakin besar dibandingkan
7
dengan masa Bani Abbasiyah dan sekaligus menandai berakhirnya
perkembangan peradaban Islam. Pada saat Islam sibuk dengan
merespon konstelasi perpolitikan yang rumit itu, di Barat mulai
tumbuh kesadaran untuk menaruh perhatian lebih terhadap ilmu
pengetahuan. Oleh karena itu, umat Islam tidak hanya berdiam diri
melihat kegemilangan dunia Barat, tetapi membuat pola perubahan
kiblat pengetahuan dari yang sebelumnya berkiblat kepada
peradaban Yunani, menjadi berkiblat kepada peradaban Barat. Masa
ini disebut dengan periode modern (1800 M - Sekarang). Pada masa
ini bisa disebut juga sebagai masa kebangkitan dunia Islam. Sejumlah
tokoh Islam melakukan pembaruan pemikiran Islam atau modernisasi
dalam Islam untuk mengembalikan kejayaan Islam. Beberapa tokoh
pembaru itu di antaranya seperti di Mesir terkenal nama Muhammad
Abduh, Rasyid Ridha, dan Jamaluddin AlAfghani. Di India pembaruan
dilakukan oleh Sir Sayyid Ahmad Khan, Sayyid Amir Ali dan
Muhammad Iqbal. Ide pembaruan itu sampai masuk ke Indonesia dan
dikembangkan
oleh
K.H
Ahmad
Dahlan
dari
organisasi
Muhammadiyah dan oleh KH Hasyim Asy‟ari dari Nahdhatul ulama.
2. Menanyakan
Faktor
Penyebab
Kemajuan
dan
Kemunduran
Peradaban Islam
Pada sebuah artikel berjudul Science and Islam in Conflict yang
diterbitkan dalam majalah Discover Magazine tahun 2007 dikatakan
bahwa di seluruh penjuru dunia meskipun ada perbedaan budaya dan
bahasa, ilmu dan sains berkembang bertolak dari konsep-konsep dan
dasar-dasar ilmiah, kecuali dunia Islam yang menjadikan Al-Qur‟an
sebagai induk ilmu pengetahuan. Pernyataan tersebut mengindikasikan
seakan-akan ilmu-ilmu Islam bukanlah ilmu-ilmu yang ilmiah. Pernyataan
di atas seolah-olah semakin memperoleh penguatan disebabkan secara
empirik kehidupan beberapa masyarakat muslim di beberapa negara
yang diidentikkan dengan Islam menunjukan keadaan yang tidak baik.
Dinamika peradaban Islam dipengaruhi oleh konteks sosial, politik,
budaya, dan agama yang melekat di dalamnya. Peradaban Islam pada
masa awal / klasik, pertengahan, sampai modern memiliki nuansa atau
8
pentingnya kontribusi Bani Umayyah dalam peradaban Islam, Bani
Abbasiyah sebagai dinasti yang secara resmi menggantikan kekhalifahan
Bani Umayyah tersebut juga banyak memberikan kontribusi bagi
peradaban Islam. Era ini bahkan sering disebut-sebut sebagai masa
kemajuan Islam. Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abu Al-Abbas Ash-
Shafah pada tahun 750 M. Kerajaan ini berkuasa selama lima abad dari
tahun 750 M. sampai tahun 1258 M.
Masa kejayaan Bani Abbasiyah terjadi pada masa Khalifah Harun Al-
Rasyid dan anaknya Al-Ma‟mun. Pada masanya ilmu pengetahuan
agama dan ilmu pengetahuan umum berkembang pesat. Perkembangan
ilmu agama meliputi, pembukuan sejumlah bidang agama, yaitu fikih,
tafsir, hadis, kalam, dan tasawuf. Adapun bidang ilmu pengetahuan
umum meliputi filsafat, ilmu kedokteran, ilmu astronomi, farmasi, geografi,
sejarah, dan bahasa. Kemajuan ini disebabkan pada orientasi peradaban
yang diarahkan pada kemajuan ilmu pengetahuan, dan bukan pada
ekspansi perluasan wilayah. Kemajuan peradaban Islam pada masa Bani
Abbasiyah ini ditentukan setidaknya oleh dua faktor, yaitu terjadinya
asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa-bangsa lain yang telah
mengalami perkembangan ilmu pengetahuan, dan adanya gerakan
penerjamahan buku-buku kebudayaan Yunani ke dalam bahasa Arab.
Keterbukaan Islam terhadap peradaban bangsa lain membuat Islam
semakin maju dan tinggi dalam hal peradaban. Masa kejayaan Islam itu
selanjutnya mulai memudar seiring runtuhnya kerajaan Bani Abbasiyah.
Akhir kekuasaan Dinasti Abbasiyah (1000-1800 M) merupakan periode
pertengahan, saat menyurutnya kontribusi Islam bagi kemajuan
peradaban. Hal ini dikarenakan pada masa ini umat Islam hanya sibuk
dengan urusan perang untuk mempertahankan sekaligus merebut
kekuasaan. Prestasi dalam hal ekspansi wilayah pada masa ini adalah
ditaklukkannya Konstatinopel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih di bawah
Kerajaan Turki Utsmani pada tahun 1453 M. Namun, ini hanya
merupakan keberhasilan Islam dalam hal perluasan wilayah kekuasaan,
tetapi tidak dalam hal perkembangan ilmu pengetahuan. Walaupun
demikian, penting untuk dicatat bahwa terdapat Dinasti Umayyah di
9
Spanyol yang dapat memberikan hasil nyata bagi peradaban Islam.
Dinasti Umayyah di Spanyol didirikan oleh Abdurrahman Ad-Dakhil yang
ketika itu melarikan diri ke Spanyol dari serbuan Bani Abbasiyah. Ad-
Dakhil selanjutnya berhasil mendirikan Dinasti Umayyah di Spanyol. Pada
periode ini, umat Islam di Spanyol mulai memperoleh kemajuan dalam
bidang intelektual, politik, kebudayaan, agama dan bidang-bidang
lainnya. Beberapa intelektual terkenal muncul pada periode ini seperti
Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun, Ibnu Batuthah, dan lain-lain. Kemajuan Islam
di Spanyol berdampak pada perkembangan peradaban di Eropa. Tokoh
Spanyol yang sangat berpengaruh dalam kemajuan intelektual di Eropa
adalah Ibnu Rusyd, yang dikenal di Eropa dengan sebutan Averroes
(1120-1198 M). Averroes merupakan seorang filsuf yang menganjurkan
kebebasan berpikir dan ingin melepaskan belenggu taklid dari umat
Islam. Pengaruh Averroes sangat besar bagi kemajuan peradaban di
Eropa sehingga di Eropa melahirkan reformasi pada abad ke-16 dan
rasionalisme pada abad ke-17 M. Beberapa buku karya Ibnu Rusyd
dicetak dan diterbitkan di Eropa pada abad ke-14-17 M. Bukan hanya
karya-karya Ibnu Rusyd saja yang dicetak dan diterbitkan di Eropa,
melainkan juga karyakarya ilmuwan muslim lainnya. Pengaruh peradaban
Islam masuk ke Eropa bermula dari banyaknya para pelajar Kristen Eropa
yang menimba ilmu di pelbagai Universitas Islam di Spanyol, seperti
Universitas Cordoba, Sevilla, Malaga, Granada, dan Samalanca. Selama
mereka belajar, nereka juga aktif menerjemahkan buku karya ilmuwan
muslim. Pusat penerjemahan itu dilakukan di Toledo. Masa peradaban
Islam di Spanyol sekaligus merupakan masa transisi dari kemajuan
peradaban di Eropa, sampai kemudian mundurnya Islam di Spanyol.
Kehancuran peradaban Islam di Spanyol menandai berhentinya
kemajuan peradaban Islam. Samsul Munir Amin, sebagaimana dikutip
Badri Yatim, menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan
kehancuran Islam di Spanyol, yaitu adanya konflik penguasa Islam
dengan penguasa Kristen, tidak adanya ideologi pemersatu, kesulitan
ekonomi, tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan, letaknya yang
terpencil dari pusat wilayah dunia islam yang lain.
10
3.Menggali Sumber Historis, Sosiologis, Filosofis dan Teologis
Kontribusi Islam bagi Peradaban Dunia
Mulyadhi Kartanegara dalam Reaktualisasi Tradisi Ilmiah Islam
menuliskan bahwa ada tiga faktor yang mendorong perkembangan ilmu
di dunia Islam pada saat kejayaan umat Islam. Ketiga faktor tersebut
adalah (1) faktor agama dan ramifikasinya, (2) apresiasi masyarakat
terhadap ilmu, dan (3) patronase [perlindungan dan dukungan] para
dermawan dan penguasa terhadap kegiatan ilmiah. Kelompok pertama
diharapkan menggali dan menghimpun informasi tentang perkembangan
ilmu-ilmu humaniora, kelompok dua menggali dan menghimpun informasi
tentang perkembangan sains, sedangkan kelompok tiga diharapkan
menghimpun berbagai informasi terkait dengan perkembangan seni.
Montgomerry Watt seorang orientalis terkemuka menyatakan bahwa
dalam sejarah perkembangannya, Islam mampu membuktikan sikap
terbuka sehingga proses asimilasi kebudayaan dapat berlangsung baik.
Dalam memadukan peradaban Yunani, Romawi, dan Persia dengan
peradaban Arab yang dilandasi spirit Islam telah dihasilkan peradaban
baru yang memiliki wajah dan nilai Islami, yang belum pernah ada
sebelumnya. Apresiasi Islam terhadap kebebasan akal dan memberi
ruang untuk melakukan kerja ilmiah begitu besar. Yang terjadi setelah
masa Khulafā`ur Rāsyidīn berakhir, aktivitas intelektual di kalangan Islam
tidak dimonopoli oleh umat Islam saja. Keterbukaan Islam ini sungguh
merupakan kontribusi konkret dalam perkembangan peradaban umat
manusia selanjutnya. Peradaban Islam memiliki warnanya sendiri karena
pada dasarnya umat Islam mencoba melakukan hal baru dengan cara
mempelajari ilmu pengetahuan secara universal. Umat Islam kala itu tidak
membuat tembok tebal antara Islam dengan nonIslam. Ketika ingin
mempelajari peradaban dan juga kearifan (alhikmah) yang ada di negeri-
negeri selain daratan Arabia, umat Islam tidak memandang sumber dan
asal mereka dapatkan. Peradaban Islam akhirnya berkembang dan
menjadi harapan baru. Ini adalah kontribusi penting dari kemajuan
peradaban dunia saat ini. Menurut Nurcholish Madjid dalam Tradisi Islam:
Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia, kreativitas akan
KELOMPOK 9
OLEH : 1.
Muhamma
d Fahrul
2.
Nunul
Firania
3.
Sahliawan
4.
Tenri
Anggriani
A. PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG MASALAH
Perkembangan agama Islam sejak 14 abad silam turut mewarnai sejarah
peradaban dunia. Bahkan pesatnya perkembangan Islam ke Barat dan
Timur membuat peradaban islam dianggap sebagai peradaban yang
paling besar pengaruhnya di dunia. Berbagai bukti kemajuan peradaban
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 10
SLIDE
Similar Resources on Wayground
6 questions
Ancaman Disintegrasi Bangsa 1945-1965
Presentation
•
10th Grade
6 questions
Islamisasi dan Silang Budaya di Nusantara
Presentation
•
10th Grade
7 questions
ASSESMENT DIAGNOSTIC KELAS 11
Presentation
•
11th Grade
10 questions
Pemerintahan Belanda di Indonesia
Presentation
•
11th Grade
10 questions
VOC Sej.Indo Xi
Presentation
•
11th Grade
7 questions
BAHASA INDONESIA
Presentation
•
11th Grade
11 questions
Sidang BPUPKI I dan II
Presentation
•
11th Grade
6 questions
INDONESIA AWAL KEMERDEKAAN
Presentation
•
12th Grade
Popular Resources on Wayground
20 questions
"What is the question asking??" Grades 3-5
Quiz
•
1st - 5th Grade
20 questions
“What is the question asking??” Grades 6-8
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
Fire Safety Quiz
Quiz
•
12th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
34 questions
STAAR Review 6th - 8th grade Reading Part 1
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
“What is the question asking??” English I-II
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
47 questions
8th Grade Reading STAAR Ultimate Review!
Quiz
•
8th Grade
Discover more resources for History
41 questions
US History STAAR Review
Quiz
•
11th Grade
20 questions
US History EOC STAAR 2022 Review Set 1
Quiz
•
11th Grade
21 questions
STAAR US History Questions: 1990s - 21st Century (Updated)
Quiz
•
11th Grade
21 questions
STAAR US History Questions: 1970s - 1980s (Updated)
Quiz
•
11th Grade
36 questions
8th Grade Social Studies STAAR Review
Quiz
•
8th - 11th Grade
65 questions
US History STAAR Review
Quiz
•
11th - 12th Grade
52 questions
STAAR US History Review
Quiz
•
11th - 12th Grade
36 questions
8th Grade US History STAAR Review
Quiz
•
KG - University