Search Header Logo
Peristiwa Fathu Makkah

Peristiwa Fathu Makkah

Assessment

Presentation

Religious Studies

5th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Rizal Mahdiana

Used 7+ times

FREE Resource

11 Slides • 0 Questions

1

Peristiwa Fathu Makkah

Peristiwa penting dalam sejarah Islam di mana Kota Makkah berhasil direbut kembali oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun 630 M. Peristiwa ini menandai kemenangan Islam dan pembukaan pintu masuk bagi penyebaran agama Islam di seluruh Semenanjung Arab.

2

Awal Terjadinya Perjanjian Hudaibiyyah

Rangkaian peristiwa yang berujung pada perjanjian Hudaibiyah berawal dari mimpi Rasulullah SAW pada tahun ke-6 setelah beliau hijrah ke Madinah. Dalam mimpinya itu, Rasulullah SAW bersama para sahabat memasuki Makkah dengan aman, menginjakkan kaki di Masjidil Haram, mengambil kunci Ka'bah, dan melaksanakan ibadah umrah.
Rasulullah SAW lantas menceritakan mimpi itu kepada para sahabatnya. Nabi Muhammad SAW pun bilang ke para sahabat soal rencananya menunaikan ibadah umrah ke Makkah. Para sahabat setuju dan segera bersiap melakoni perjalanan yang penuh risiko itu.

3

Awal Terjadinya Perjanjian Hudaibiyyah

Maka itu, pada awal bulan Dzulqa'dah tahun ke 6 Hijriyah, Rasulullah SAW bersama 1500-an sahabat berangkat ke Makkah. Adapun kepemimpinan di Madinah dipasrahkan untuk sementara kepada Abdullah bin Ummi Maktum.
Dalam rombongan Rasulullah SAW, juga ada puluhan unta dengan tanda di lambung kanannya sebagai petunjuk bahwa hewan-hewan itu untuk kurban, bukan kendaraan perang. Pesan terang benderang ditunjukkan Rasulullah SAW bahwa kedatangannya ke Makkah bukan untuk bertempur dengan kaum Qurays.

4

Awal Terjadinya Perjanjian Hudaibiyyah

Bahkan saat sampai di tempat bernama Dzul Hulaifah, Rasulullah SAW meminta para sahabatnya segera memakai pakain ihram, berniat melaksanakan umrah, dan membaca talbiah sepanjang perjalanan. Meskipun begitu, kaum Qurays di Makkah tetap curiga dan bahkan berusaha menghalangi rombongan Rasulullah SAW agar tidak bisa masuk ke Kota Makkah. Mereka pun sempat mengirim pasukan di bawah pimpinan Khalid bin Walid untuk melakukan pengadangan, tapi Rasulullah SAW memutuskan untuk melewati jalur berbeda agar tidak terjadi konfrontasi.

5

Awal Terjadinya Perjanjian Hudaibiyyah

Sementara itu, di tengah perjalanan menuju Makkah, Rasulullah SAW meminta rombongannya untuk berhenti dan berkemah di sebuah lembah yang lantas jadi lokasi perundingan Hudaibiyah. Di tempat itu pula, Nabi Muhammad SAW menerima beberapa utusan dari kaum Qurays. Utusan-utusan itu dikirim oleh kaum Qurays untuk mengonfimasi maksud rombongan Rasulullah SAW datang ke Kota Makkah. Ada 4 utusan yang dikirim secara bergilir oleh kaum Qurays, yaitu Badil bin Warqa (Bani Khuzaah), Makraz bin Haf, Hulais (Kabilah Ahabsy), Urwah bin Mas’ud as-Saqaf. Namun, kaum Qurays masih tidak percaya bahwa rombongan Nabi Muhammad SAW datang ke Makkah untuk umrah.

6

Awal Terjadinya Perjanjian Hudaibiyyah

Karena itu, Rasulullah SAW kemudian mengutus Khurasy bin Umayyah al-Khuza’i untuk menegaskan keterangan ke kaum Qurays bahwa tidak ada niat perang. Akan tetapi, unta yang dikendarai Khurasy dibunuh dan ia sendiri nyaris kehilangan nyawa. Setelah insiden tersebut, dikutip dari situs Kemenag, Rasulullah mengutus Utsman bin Affan untuk menyampaikan pesan kepada kaum Qurays terkait niat rombongan dari Madinah yang hendak melaksanakan umrah. Utsman jadi pilihan, terutama karena dia dikenal memiliki sikap yang lunak dan banyak kerabat berpengaruh di kalangan kaum Qurays Makkah.

7

Awal Terjadinya Perjanjian Hudaibiyyah

Ketika tiba di Makkah, Utsman segera menemui perundingan yang alot. Sekalipun banyak pembesar kaum Qurays, seperti Abu Sufyan, adalah kerabat Utsman, izin bagi rombongan Rasulullah SAW untuk masuk Makkah tetap tidak diberikan. Akibat perundingan yang alot itu, Utsman terpaksa tinggal lebih lama di Makkah dari rencana semula. Di tengah situasi yang demikian meresahkan para sahabat, tersiar isu bahwa Utsman dibunuh oleh kaum Quraisy. Mendengar kabar itu, Rasulullah SAW segera memerintahkan para sahabat untuk berkumpul dan menyampaikan sumpah setia, bahwa mereka tidak akan pulang sebelum memerangi kaum Qurays.

8

Awal Terjadinya Perjanjian Hudaibiyyah

Menyadari situasi semakin genting, Kaum Quraisy mengutus Suhail bin Amr untuk membahas perjanjian damai dengan Rasulullah SAW. Perundingan Suhail dengan Nabi Muhammad yang disaksikan oleh para sahabat tersebut berlangsung lama. Apalagi, Suhail ngotot menyodorkan poin yang tidak bisa ditawar, seperti rombongan Rasulullah SAW harus kembali ke Madinah, dan baru boleh datang ke Makkah untuk umrah pada tahun berikutnya. Akhirnya, dalam perundingan tersebut, muncul kesepakatan yang disebut dengan Perjanjian Hudaibiyah.

9

isi perjanjian Hudaibiyyah

  1. Kedua belah pihak bersedia menghentikan gencatan senjata selama 10 tahun.

  2. Setiap orang diberi kebebasan untuk memilih menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW atau menjadi bagian dari kaum kafir Quraisy.

  3. Kaum muslimin wajib untuk mengembalikan orang Makkah yang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW di Madinah tanpa alasan yang benar kepada walinya, sedangkan kaum kafir Quraisy tidak wajib mengembalikan orang Madinah yang menjadi pengikut mereka.

  4. Kunjungan rombongan umat Islam untuk menunaikan ibadah haji ditangguhkan pada tahun berikutnya. Lama kunjungan paling lama adalah 3 hari dan tidak diperbolehkan membawa senjata.

10

Pelanggaran Kaum Kafir Qurasiy

Belum lewat dua tahun sejak penandatanganan perjanjian, pihak kafir Quraisy sudah melanggar perjanjian pasal pertama (gencatan senjata). Kabilah bani Khuza'ah merupakan sekutu kaum muslimin dan kabilah bani Bakr adalah sekutu kafir Quraisy.
Pada pertempuran antara dua kabilah tersebut pada tahun ke-8 H/629, orang-orang Quraisy ikut campur membela bani Bakr dan membunuh orang-orang bani Khuza'ah. Ini artinya perjanjian telah dilanggar. Bermaksud memohon maaf, Abu Sufyan datang langsung ke Madinah, namun permohonannya ditolak. Atas kejadian itu, Rasulullah saw segera mendatangi Mekkah bersama pasukan yang sangat banyak.

11

Fathu Makkah: Pengampunan Rasulullah SAW

  • Fathu Makkah adalah penaklukan Makkah oleh Rasulullah SAW

  • Rasulullah SAW mengampuni musuh-musuhnya yang dulu memusuhi Islam

  • Pengampunan ini menunjukkan sikap mulia dan kasih sayang Rasulullah SAW

  • Pengampunan ini juga menjadi contoh bagi umat Islam dalam memaafkan orang lain

Peristiwa Fathu Makkah

Peristiwa penting dalam sejarah Islam di mana Kota Makkah berhasil direbut kembali oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun 630 M. Peristiwa ini menandai kemenangan Islam dan pembukaan pintu masuk bagi penyebaran agama Islam di seluruh Semenanjung Arab.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 11

SLIDE

Discover more resources for Religious Studies