Search Header Logo
Budaya Positif - Berbagi

Budaya Positif - Berbagi

Assessment

Presentation

Other

Medium

Created by

Misran Misran

Used 1+ times

FREE Resource

22 Slides • 15 Questions

1

media

Misran, S.Mat., Gr.

2

media

D

-

Tujuan dari disiplin positif adalah menanamkan motivasi yang ketiga pada murid-
murid kita yaitu untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri
sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Ketika murid-murid kita memiliki
motivasi tersebut, mereka telah memiliki motivasi intrinsik yang berdampak jangka
panjang, motivasi yang tidak akan terpengaruh pada adanya hukuman atau hadiah.

3

media

3 Motivasi Perilaku Manusia

Diane Gossen dalam bukunya Restructuring School Discipline, menyatakan ada 3
motivasi perilaku manusia:

1.

Untuk menghindari ketidaknyamanan atau hukuman

2.

Untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan dari orang lain.

3.

Untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri
dengan nilai-nilai yang mereka percaya.

4

media

Hukuman, Konsekuensi dan Restitusi

Dalam menjalankan peraturan ataupun keyakinan kelas/sekolah, bilamana ada suatu
pelanggaran, tentunya sesuatu harus terjadi. Untuk itu kita perlu meninjau ulang
Tindakan penegakan peraturan atau keyakinan kelas/sekolah kita selama ini.
Tindakan terhadap suatu pelanggaran pada umumnya berbentuk hukuman atau
konsekuensi. Dalam modul ini akan diperkenalkan program disiplin positif yang
dinamakan Restitusi.

5

media

-

Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki
kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan
karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004)

Restitusi juga adalah proses kolaboratif yang mengajarkan murid untuk mencari
solusi untuk masalah, dan membantu murid berpikir tentang orang seperti apa yang
mereka inginkan, dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain
(Chelsom Gossen, 1996).

Melalui restitusi, ketika murid berbuat salah, guru akan menanggapi dengan cara
yang memungkinkan murid untuk membuat evaluasi internal tentang apa yang
dapat mereka lakukan untuk memperbaiki kesalahan mereka dan mendapatkan
kembali harga dirinya.

6

media

-

Di bawah ini adalah ciri-ciri restitusi yang membedakannya dengan program
disiplin lainnya.

Restitusi bukan untuk menebus kesalahan, namun untuk belajar dari kesalahan

Restitusi memperbaiki hubungan

Restitusi adalah tawaran, bukan paksaan

Restitusi menuntun untuk melihat ke dalam diri

Restitusi mencari kebutuhan dasar yang mendasari Tindakan

Restitusi diri adalah cara yang paling baik

Restitusi fokus pada karakter bukan Tindakan

Restitusi menguatkan

Restitusi fokus pada solusi

Restitusi mengembalikan murid yang berbuat salah pada kelompoknya

7

media

KEYAKINAN

KELAS

Mengapa keyakinan kelas, mengapa tidak peraturan kelas saja?

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:

• Mengapa kita memiliki peraturan tentang penggunaan helm pada saat
mengendarai kendaraan roda dua/motor? (Kemungkinan jawaban Anda adalah
untuk ‘keselamatan’).

• Mengapa kita memiliki peraturan tentang penggunaan masker dan mencuci tangan
setiap saat? (Kemungkinan jawaban Anda adalah ‘untuk kesehatan dan/atau
keselamatan’).

Nilai-nilai keselamatan atau kesehatan inilah yang kita sebut sebagai suatu
‘keyakinan’, yaitu nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati secara tersirat dan
tersurat, lepas dari latar belakang suku, negara, bahasa maupun agama.

8

media

KEYAKINAN

KELAS

Pembentukan Keyakinan Sekolah/Kelas:

• Keyakinan kelas bersifat lebih ‘abstrak’ daripada peraturan, yang lebih rinci dan
konkrit.

• Keyakinan kelas berupa pernyataan-pernyataan universal.

• Pernyataan keyakinan kelas senantiasa dibuat dalam bentuk positif.

• Keyakinan kelas hendaknya tidak terlalu banyak, sehingga mudah diingat dan
dipahami oleh semua warga kelas.

• Keyakinan kelas sebaiknya sesuatu yang dapat diterapkan di lingkungan tersebut.

• Semua warga kelas hendaknya ikut berkontribusi dalam pembuatan keyakinan
kelas lewat kegiatan curah pendapat.

• Bersedia meninjau kembali keyakinan kelas dari waktu ke waktu.

9

media

KEBUTUHAN

DASAR

MANUSIA

DAN DUNIA

BERKUALITAS

Seluruh tindakan manusia memiliki tujuan tertentu. Semua
yang kita lakukan adalah usaha terbaik kita untuk
mendapatkan apa yang kita inginkan. Ketika kita
mendapatkan apa yang kita inginkan, sebetulnya saat itu
kita sedang memenuhi satu atau lebih dari satu kebutuhan
dasar kita.
Ketika seorang murid melakukan suatu perbuatan yang
bertentangan dengan nilai-nilai kebajikan, atau melanggar
peraturan, hal itu sebenarnya dikarenakan mereka gagal
memenuhi kebutuhan dasar mereka.

10

media

KEBUTUHAN

DASAR

MANUSIA

DAN DUNIA

BERKUALITAS

5 Kebutuhan Dasar Manusia

Kebutuhan Bertahan Hidup

Kasih sayang dan Rasa Diterima

(Kebutuhan untuk Diterima)

Penguasaan

(Kebutuhan Pengakuan atas Kemampuan)

Kebebasan (Kebutuhan Akan Pilihan)

Kesenangan

(Kebutuhan untuk merasa senang)

11

media

DUNIA

BERKUALITAS

Dunia Berkualitas Anda adalah tempat khusus dalam pikiran Anda, tempat Anda
menyimpan gambaran representasi dari semua yang Anda inginkan: bisa berisi
orang-orang, hal-hal dan apa saja yang terbaik dalam hidup Anda dan membuat
Anda merasa bahagia dan terpenuhi kebutuhan dasar Anda.

Murid kita juga mempunyai gambaran dunia berkualitas mereka. Tentunya sebagai
guru kita ingin mereka memasukkan hal-hal yang bermakna dan nilai-nilai
kebajikan yang hakiki ke dalam dunia berkualitas mereka. Bila guru dapat
membangun interaksi yang memberdayakan dan memerdekakan murid, maka
murid akan meletakkan dirinya sendiri sebagai individu yang positif dalam dunia
berkualitas karena mereka menghargai nilai-nilai kebajikan.

Menggunakan informasi tentang Kebutuhan Dasar Manusia dan kegiatan dunia
berkualitas yang dilakukan oleh murid-murid dan guru-guru di sekolah dalam
proses pembentukan budaya positif.

12

Multiple Choice

Proses menciptakan Kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka , sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter lebih kuat ( Gossen;2004 ) merupakan definisi...

1

Hukuman

2

Motivasi

3

Restitusi

4

Penghargaan

13

Multiple Choice

Suasana positif penting untuk diwujudkan disekolah?

1

Benar

2

Salah

14

Multiple Choice

Suasana Positif diciptakan hanya oleh guru?

1

Benar

2

Salah

15

Multiple Choice

Tidak ada hubungan antara suasana positif dengan proses pembelajaran yang berpihak pada murid

1

Benar

2

Salah

16

Multiple Choice

Lari keliling lapangan basket sebanyak 2 kali karena terlambat 10 menit untuk pelajaran PJOK

1

Hukuman

2

Konsekuensi

3

Restitusi

4

Penghargaan

17

Multiple Choice

Disiplin di sekolah kita adalah tanggung jawab guru BK

1

Setuju

2

Tidak setuju

18

Multiple Choice

Tidak ada hubungan antara suasana positif dengan proses pembelajaran yang berpihak pada murid

1

Benar

2

Salah

19

media

RESTITUSI

-

LIMA

POSISI

KONTROL

Disiplin positif yang berpusat pada murid, yang dikembangkan oleh Diane Gossen
dengan pendekatan Restitusi, yang disebut dengan 5 Posisi Kontrol.

1. Penghukum: Seorang penghukum bisa menggunakan hukuman fisik maupun
verbal. Orang-orang yang menjalankan posisi penghukum, senantiasa mengatakan
bahwa sekolah memerlukan sistem atau alat yang dapat lebih menekan murid-murid
lebih dalam lagi.

“Patuhi aturan saya, atau awas!”

“Kamu selalu saja salah!”

“Selalu, pasti selalu yang terakhir selesai”

Guru seperti ini senantiasa percaya hanya ada satu cara agar pembelajaran bisa
berhasil, yaitu cara dia.

20

media

RESTITUSI

-

LIMA

POSISI

KONTROL

Disiplin positif yang berpusat pada murid, yang dikembangkan oleh Diane Gossen
dengan pendekatan Restitusi, yang disebut dengan 5 Posisi Kontrol.

2. Pembuat Merasa Bersalah: pada posisi ini biasanya guru akan bersuara lebih
lembut. Pembuat rasa bersalah akan menggunakan keheningan yang membuat
orang lain merasa tidak nyaman, bersalah, atau rendah diri.

Kata-kata yang keluar dengan lembut akan seperti:

“Ibu sangat kecewa sekali dengan kamu”

“Berapa kali Bapak harus memberitahu kamu ya?”

“Gimana coba, kalau orang tua kamu tahu kamu berbuat begini?”

Di posisi ini murid akan memiliki penilaian diri yang buruk tentang diri mereka,
murid merasa tidak berharga, dan telah mengecewakan orang-orang disayanginya.

21

media

RESTITUSI

-

LIMA

POSISI

KONTROL

Disiplin positif yang berpusat pada murid, yang dikembangkan oleh Diane Gossen
dengan pendekatan Restitusi, yang disebut dengan 5 Posisi Kontrol.

3. Teman: Guru pada posisi ini tidak akan menyakiti murid, namun akan tetap
berupaya mengontrol murid melalui persuasi. Posisi teman pada guru bisa negatif
ataupun positif. Positif di sini berupa hubungan baik yang terjalin antara guru dan
murid. Guru di posisi teman menggunakan hubungan baik dan humor untuk
mempengaruhi seseorang.

Hal negatif dari posisi teman adalah bila suatu saat guru tersebut tidak membantu
maka murid akan kecewa dan berkata, “Saya pikir bapak/Ibu teman saya”. Murid
merasa dikecewakan, dan tidak mau lagi berusaha. Hal lain yang mungkin timbul
adalah murid hanya akan bertindak untuk guru tertentu, dan tidak untuk guru
lainnya. Murid akan tergantung pada guru tersebut.

22

media

RESTITUSI

-

LIMA

POSISI

KONTROL

Disiplin positif yang berpusat pada murid, yang dikembangkan oleh Diane Gossen
dengan pendekatan Restitusi, yang disebut dengan 5 Posisi Kontrol.

4. Pemantau: Memantau berarti mengawasi. Pada saat kita mengawasi, kita
bertanggung jawab atas perilaku orang-orang yang kita awasi. Posisi pemantau
berdasarkan pada peraturan-peraturan dan konsekuensi. Dengan menggunakan
sanksi/konsekuensi, kita dapat memisahkan hubungan pribadi kita dengan murid,
sebagai seseorang yang menjalankan posisi pemantau.

23

media

RESTITUSI

-

LIMA

POSISI

KONTROL

Disiplin positif yang berpusat pada murid, yang dikembangkan oleh Diane Gossen
dengan pendekatan Restitusi, yang disebut dengan 5 Posisi Kontrol.

5. Manajer:

Posisi terakhir, Manajer, adalah posisi di mana guru berbuat sesuatu bersama
dengan murid, mempersilakan murid mempertanggungjawabkan perilakunya,
mendukung murid agar dapat menemukan solusi atas permasalahannya sendiri.
Seorang manajer telah memiliki keterampilan di posisi teman maupun pemantau,
dan dengan demikian, bisa jadi di waktu-waktu tertentu kembali kepada kedua
posisi tersebut bila diperlukan.

24

media

RESTITUSI

-

SEGITIGA

RESTITUSI

Diane Gossen dalam bukunya Restitution;
Restructuring School Discipline, (2001) telah
merancang sebuah tahapan untuk
memudahkan para guru dan orangtua dalam
melakukan proses untuk menyiapkan anaknya
untuk melakukan restitusi, bernama segitiga
restitusi/restitution triangle.

25

media

-

26

media

-

1.

Menstabilkan Identitas (Stabilize the Identity)

Bagian dasar dari segitiga bertujuan untuk mengubah identitas anak dari orang
yang gagal karena melakukan kesalahan menjadi orang yang sukses. Anak yang
melanggar peraturan karena sedang mencari perhatian adalah anak yang sedang
mengalami kegagalan. Dia mencoba untuk memenuhi kebutuhan dasarnya namun
ada benturan. Kalau kita mengkritik dia, maka kita akan tetap membuatnya dalam
posisi gagal. Kalau kita ingin ia menjadi reflektif, maka kita harus meyakinkan si
anak, dengan cara mengatakan kalimat-kalimat ini:

Berbuat salah itu tidak apa-apa.

Tidak ada manusia yang sempurna

Saya juga pernah melakukan kesalahan seperti itu.

27

media

-

2. Sisi 2: Validasi Tindakan yang Salah (Validate the Misbehavior)

Menurut Teori Kontrol semua tindakan manusia, baik atau buruk, pasti memiliki
maksud/tujuan tertentu. Seorang guru yang memahami teori kontrol pasti akan
mengubah pandangannya dari teori stimulus response ke cara berpikir proaktif
yang mengenali tujuan dari setiap tindakan.

Restitusi tidak menyarankan guru bicara ke murid bahwa melanggar aturan adalah
sikap yang baik, tapi dalam restitusi guru harus memahami alasannya, dan paham
bahwa setiap orang pasti akan melakukan yang terbaik di waktu tertentu.

28

media

RESTITUSI

-

SEGITIGA

RESTITUSI

3. Sisi Ketiga: Menanyakan Keyakinan (Seek the Belief)

Teori kontrol menyatakan bahwa kita pada dasarnya termotivasi secara internal.
Ketika identitas sukses telah tercapai (langkah 1) dan tingkah laku yang salah telah
divalidasi (langkah 2), maka anak akan siap untuk dihubungkan dengan nilai-nilai
yang dia percaya, dan berpindah menjadi orang yang dia inginkan. Pertanyaan-
pertanyaan di bawah ini menghubungkan keyakinan anak dengan keyakinan kelas
atau keluarga.

• Apa yang kita percaya sebagai kelas atau keluarga?

• Apa nilai-nilai umum yang kita telah sepakati?

29

Multiple Choice

Berapa langkah yang ditempuh untuk menerapkan segitiga restitusi?

1

2

2

3

3

4

4

5

30

Multiple Choice

Question image

Nina siswa yang terlambat hadir di sekolah. guru mengatakan "Terlambat lagi, pasti terlambat lagi, selalu datang terlambat, kapan bisa datang tepat waktu?" guru tersebut memposisikan sebagai?

1

Manajer

2

Teman

3

Penghukum

4

Pemantau

31

Multiple Choice

Question image

Nada suara tulus, bahasa tubuh tidak kaku, mendekat ke murid, fokus pada murid, mengembalikan tanggung jawab dan karakter pada murid, guru tersebut memposisikan diri sebagai...

1

Pembuat Orang Merasa bersalah

2

Teman

3

Monitor/Pemantau

4

Manajer

32

Multiple Choice

Motivasi yang paling baik yang mendasari perilaku murid Anda di sekolah adalah....

1

Untuk menghindari ketidaknyamanan atau hukuman

2

Untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan dari orang lain

3

Menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya

4

Mendapatkan kehormatan dan prestasi

33

Multiple Choice

"Doni, kamu ini bagaimana ya? kamu sudah berjanji dengan ibu tidak akan terlambat lagi. kamu kenapa ya senang sekali mengecewakan ibu. ibu benar benar kecewa sekali". posisi kontrol yang coba diterapkan oleh guru disini adalah...

1

manager

2

pembuat orang lain merasa bersalah

3

teman

4

penghukum

34

Multiple Choice

Guru yang senantiasa mengatakan bahwa sekolah memerlukan sistem atau alat yang dapat lebih menekan murid-murid lebih dalam lagi. Dan Guru sering berkata:

“Patuhi aturan saya, atau awas!” “Kamu selalu saja salah!” “Selalu, pasti selalu yang terakhir selesai”.:“Terlambat lagi, pasti terlambat lagi, selalu datang terlambat, kapan bisa datang tepat waktu?” (Nada suara tinggi, bahasa tubuh: mata melotot, dan jari menunjuk-nunjuk menghardik)

Uraian di atas menunjukkan kontrol guru sebagai ...

1

Pemantau

2

Penghukum

3

Manajer

4

Teman

35

Multiple Choice

Berbuat salah itu tidak apa-apa; Tidak ada manusia yang sempurna

Saya juga pernah melakukan kesalahan seperti itu; ita bisa menyelesaikan ini;

Bapak/Ibu tidak tertarik mencari siapa yang salah, tapi Bapak/Ibu ingin mencari solusi dari permasalahan ini; Kamu berhak merasa begitu;

Apakah kamu sedang menjadi teman yang baik buat dirimu sendiri?;

Kalimat di atas sering digunakan oleh guru pada proses restitusi tahap ...

1

Menstabilkan identitas

2

Validasi Tindakan yang salah

3

Menanyakan keyakinan

36

Multiple Choice

Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini menghubungkan keyakinan anak dengan keyakinan kelas atau keluarga. "Apa yang kita percaya sebagai kelas atau keluarga?"; "Apa nilai-nilai umum yang kita telah sepakati?", "Apa bayangan kita tentang kelas yang ideal?". "Kamu mau jadi orang yang seperti apa?" "Apakah kamu ingin menjadi orang yang sukses, bertanggung jawab, atau bisa dipercaya?".

Pertanyaan di atas menunjukkan proses restitusi pada tahapan ...

1

Menstabilkan identitas

2

Validasi Tindakan

3

Menanyakan keyakinan

37

media

TERIMA KASIH

media

Misran, S.Mat., Gr.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 37

SLIDE