

Belum Berjudul
Presentation
•
Religious Studies
•
10th Grade
•
Hard
Rindi Yanuariska
FREE Resource
31 Slides • 0 Questions
1
SEJARAH
TIMBULNYA
TASAWUF
KELOMPOK 2
2
ANGGOTA KELOMPOK
WIDIA KURNIAWATI
LIANA BADI'ATUZ ZAHRO
RINDI YANUARISKA
(126201201029
(126201202088)
(126201203320
3
MATERI PEMBAHASAN
ERA
PERTUMBUHAN
ERA
PENGEMBANGAN
ABAD III-IV
ERA PEMBENTUKAN
(ABAD 1-11
MASA KONSOLIDAI
ABAD V
TASAWUF
FALSASFI ABAD VI
MASA PEMURNIAN
ABAD VII
4
ERA
PERTUMBUHAN
5
Istilah tasawuf sebagai sebuah ilmu pengetahuan baru muncul
setelah masa sahabat dan tabi’in.
Munculnya istilah tasawuf karena datangnya suatu kaum yang
mengaku zuhud yang berpakaian shuf (pakaian dari bulu
domba).
Dalam perspektif sejarah, tasawuf muncul dan berkembang
sebagai akibat dari kondisi sosio kultur dan politik pada masa
rezim pemerintahan kaum Umawi di Damaskus.
Secara umum, mereka dianggap kurang religius dalam praktik
kehidupannya, oleh karena itu kemudian tasawuf muncul sebagai
gerakan oposisi politik untuk merespon perilaku kaum Umawi
pada saat itu.
6
Tokoh yang paling berpengaruh pada saat itu adalah Hasan
dari Basrah yang didukung para ulama’ Sunni dan orang-
orang Muslim yang cenderung hidup zuhud (asketik).
Dalam realitas historis menunjukkan bahwa kelahiran
tasawuf dalam Islam bermula dari gerakan hidup zuhud.
Dalam realitas historis menunjukkan bahwa kelahiran
tasawuf dalam Islam bermula dari gerakan hidup zuhud.
ditemukan
orang-orang
zahid
yang
secara
tekun
mengamalkan
dan
mengaktualisasikan
ajaran-ajaran
esotoris Islam, yang kemudian dalam perkembangannya
dikenal dengan ajaran tasawuf Islam.
7
ERA
PEMBENTUKAN
(ABAD 1-11)
8
Pada abad I Hijriyah, lahirlah Hasan al-Basri seorang
zahid yang termashyur dalam sejarah tasawuf.
Beliau lahir di Makkah tahun 642 M, dan meninggal
di Basrah tahun 728 M.
Pada abad I Hijriyah, lahirlah Hasan al-Basri seorang
zahid yang termashyur dalam sejarah tasawuf.
9
Hasan al-Basri al-Basri
Ibrahim bin Adham
Sufyan al-Sauri
Rabi'ah al Adawiyah
TOKOH-TOKOH ERA PEMBENTUKAN
ABAD I DAN II
10
PADA ABAD I DAN II HIJRIYAH, ZUHUD
YANG TERSEBAR LUAS TERDIRI ATAS
BERBAGAI ALIRAN, YAITU:
11
2. ALIRAN BASHRAH
1. ALIRAN MADINAH
Aliran Madinah lebih cenderung pada pemikiran kaum
muslimin (salaf) dan berpegang teguh pada zuhud serta
kerendahan hati Nabi Muhammad SAW.
Aliran
Madinah
tidak
begitu
terpengaruh
pada
perubahan-perubahan sosial yang berlangsung pada
dinasti Umayyah dan prinsip-prinsipnya tidak berubah
meskipun mendapat tekanan dari dinasti Umayyah
sehingga zuhud dalam aliran ini tetap bercorak murni
islam dan konsisten pada ajaran-ajaran islam.
Tokoh dari kalangan sahabat adalah Abu Ubaidah al-
Jarrah, Abu Dzar al-Ghiffari, Salman al-Farisi, Abdullah
ibn Mas’ud, Hudzaifah ibn Yaman sedangkan dari
kalangan tabi’in adalah Sa’id ibn al-Musayyad dan Salim
ibn Abdullah.
Orang-orang Arab yang tinggal di Bashrah berasal
dari Banu Tamim.
Mereka terkenal dengan sikpnya yang kritis dan tidak
percaya kecuali pada hal yang riil.
Mereka merupakan penganut aliran ahlu Sunnah, akan
tetapi cenderung pada aliran mu’tazilah dan qadariyah.
Tokoh mereka dalam zuhud adalah Hasan al-Bashri,
Malik ibn Dinar, Fadhl al-Raqqasyi, Rabbah ibn ‘Amru
al-qisyi, Shalih al Murni (Abdul Wahid ibn Zaid)
seorang pendiri kelompok asketis di Abadan.
Corak yang menonjol dari para zahid di Bashrah
adalah zuhud dan rasa takut yang berlebihan
12
4. ALIRAN MESIR
3. ALIRAN KUFAH
Aliran Kufah berasal dari Yaman.
Aliran kufah bercorak idealistis, menyukai hal-hal aneh
dalam nahwu, hal-hal image dalam puisi dan harfiah
dalam hal hadist.
Dalam aqidah cenderung pada aliran syi’ah dan
Rajaiyyah.
Tokoh zahid di Kufah pada abad I Hijriyah adalah ar-
Rabi’ ibn Khatsim pada masa pemerintahan Mu’awiyah,
Sa’id ibn Jubair, Thawus ibn Kisan, dan Sufyan al-Tsauri
Pada abad I dan II Hijriyah terdapat suatu aliran zuhud
lain dan aliran tersebut nampaknya bercorak salafi
seperti halnya aliran Madinah. Aliran tersebut adalah
aliran Mesir.
Semenjak penaklukan Islam terhadap Mesir, sejumlah
para sahabat telah memasuki kawasan tersebut,
seperti Amru ibn al-Ash, Abdullah ibn Amru ibn al-Ash
yang terkenal kezuhudannya, al-Zubair bin Awwam
dan Miqdad ibn al�Aswad.
Tokoh zahid di Mesir pada abad I diantaranya Salim
ibn ‘Atar al-Tajibi sedangkan zahid yang paling
menonjol pada abad II adalah al�Laits ibn Sa’ad.
13
Pada masa ini, para sufi ramai membicarakan konsep tasawuf
yang sebelumnya tidak dikenal sehingga pada abad II Hijriyah
dapat dikatakan sebagai abad mula tersusunnya ilmu tasawuf.
Abu al-A’la ‘Afifi mengemukakan bahwa pada permulaan
abad ke II Hijriyah telah terjadi pergeseran pola hidup kaum
sufi dari yang awalnya berpangkal tolak pada kehidupan
asketis (zuhud) menjadi memperbincangkan pengalaman-
pengalaman yang belum dikenal sebelumnya sehingga
munculah istilah maqamat dan ahwal yang mencerminkan
perkembangan pengalaman spiritual mereka.
14
ERA
PENGEMBANGAN
(ABAD III-IV)
15
Pada permulaan abad ketiga Hijriyah, adanya
peralihan konkrit pada asketisme Islam (isisme
zuhd) dan para asketis pada waktu itu tidak lagi
dikenal dengan gelaran tersebut, tetapi mereka
lebih dikenal dengan sebutan sufi.
Mereka pun cenderung memperbincangkan
konsep-konsep tentang moral, jiwa, tingkah
laku, tingkatan (maqam serta keadaan (hal),
ma’rifat
dan
metodenya,
tauhid,
fana,
penyatuan atau hulul.
Bahkan
mereka
menyusun
aturan-aturan
praktis bagi tarikat mereka, dan mereka pun
mempunyai bahasa simbolis khusus yang
hanya dikenal dalam kalangan mereka sendiri
Tasawuf atau mistisisme pada umumnya
memiliki lima ciri, yaitu;
Peningkatan moral.
Pemenuhan fana (sirna) dalam realitas mutlak.
Pengetahuan intuitif langsung.
Ketentraman atau kebahagiaan.
Penggunaan
symbol
dalam
ungkapan-
ungkapan.
Maka dapat dkatakan bahwa abad ketiga
Hijriyah adalah abad mula tersusunnya ilmu
tasawuf dalam arti yang luas.
Kondisi begini tetap berlangsung sampai abad
IV Hijriyah, sehingga tasawuf kedua abad itu
bisa
dipandang
sebagai
tasawuf
yang
perkembangannya
telah
mencapai
kesempurnaan
1.
2.
3.
4.
5.
16
PADA ABD IV TERDAPAT DUA ALIRAN
TASAWUF.
17
ALIRAN PARA SUFI YANG
TERPESONA KEADAAN-KEADAAN
FANA
ALIRAN PARA SUFI YANG
PENDAPAT-PENDAPATNYA
MODERAT.
Tasawufnya selalu merujuk pada al-
Qur’an dan as-Sunnah.
Atau dengan kata lain, tasawuf aliran itu
selalu bertandakan timbangan syari’ah.
Sebagian sufinya adalah ulama-ulama
terkenal dan tasawufnya didominasi
cirri-ciri moral.
Mereka itu sering mengucapkan kata-
kata ganjil, yang terkenal dengan
istilah syathahat.
Mereka menumbuhkan konsep-konsep
hubungan
manusia
dengan
Allah,
seperti penyatuan ataupun hulul dan
sedikitnya
tasawuf
mereka
bertandakan beberapa kecenderungan
metafisis
18
Abad keempat hijriyah ditandai dengan
kemajuan ilmu tasawuf yang lebih pesat dari
sebelumnya,
karena upaya maksimal dari 'ulama tasawuf
dalam pengembangan dakwahnya masing-
masing,
sehingga kota Baghdad yang hanya satu-
satunya
kota
terkenal
sebagai
pusat
kegiatan
tasawuf
terbesar
sebelumnya
tersaingi oleh kota-kota besar lainnya.
Di abad keempat ini pula para sufi
membagi inti ilmu menjadi 4 tingkatan
atau 4tahapan, yaitu:
lmu Syari'at.
lmu Tariqat.
lmu Hakikat.
lmu Ma'rifat
1.
2.
3.
4.
19
TASAWUF MASA
KONSOLIDASI
(ABAD V)
20
Pada masa ini ditandai kompetisi dan pertarungan antara
tasawuf semi falsafi dengan tasawuf sunni.
Tasawuf sunni memenangkan pertarungan dan berkembang
sedemikian rupa, sedang tasawuf falsafi tenggelam dan akan
kembali lagi pada abad VI Hijriyah dalam bentuk yang lain.
Kemenangan tasawuf sunni ini dikarenakan menangnya
teologi ahl as Sunnah wa al Jama’ah yang dipelopori oleh
Abu al Hasan al Asy’ari (w. 324 H) yang mengadakan kritik
pedas terhadap teori Abu Yazid al Bushthami dan al-Hallaj,
sebagaimana yang tertuang dalam syathahiyatnya yang
nampak bertentangan dengan kaidah dan aidah Islam.
21
TOKOH TOKOH TASAWUF ABAD V
22
Al-harawy
Terkenal dengan karyanya Manazil al-Sairin ila Rabb al-‘Alamin
Dikenal sebagai penyusun teori fana dalam kesatuan,
Baginya fana bukanlah fana wujud sesuatu selain Allah, tetapi dari penyaksian dan
perasaan mereka sendiri.
Dengan kata lain ketidaksadaran atas segala sesuatu selain yang disaksikan, bahkan
juga ketidaksadaran terhadap penyaksiannya serta dirinya sendiri.
Al-Qusyairi
Terkenal dengan karyanya Risalah al-Qusyairiyah
Ada 2 hal yang dikritiknya tentang syathahat yang dikatakan oleh kaum sufisme
falsafi dan cara berpakaian mereka yang menyerupai orang miskin
Dia menekankan bahwa kesehatan batin dengan berpegang teguh pada
Alquran dan Sunnah lebih penting daripada pakaian lahiriah.
Al Ghazali
Corak tasawufnya dapat dilihat pada karyanya ihya ulum al-Din, Bidayah al
Hidayah, dan lain-lain.
Al Ghazali menilai negatif terhadap syathahiyat, karena dianggapnya mempunyai 2
kelemahan
23
TASAWUF FALSAFI
(ABAD VI)
24
Setelah tasawuf semi falsafi mendapat
hambatan dari tasawuf sunni tersebut,
maka pada abad VI Hijriyah telah tampil
tasawuf falsafi, yaitu tasawuf yang
bercampur
dengan
ajaran
filsafat,
kompromi dalam pemakaian term-term
filsafat
yang
maknanya
disesuaikan
dengan tasawuf.
Oleh karena itu, tasawuf yang berbau
filsafat tidak sepenuhnya bisa dikatakan
tasawuf,
dan
tidak
bisa
dikatakan
sebagai filsafat. Oleh karena itu disebut
sebagai tasawuf falsafi,
tasawuf Falsafi mempunyai 4 objek
utama:
Latihan rohaniah dengan rasa, intuisi
serta intropeksi yang timbul darinya.
Illuminasi atau hakikat yang tersingkap
dari alam ghaib.
Peristiwa-peristiwa dalam alam maupun
kosmos berpengaruh terhadap berbagai
bentuk kekeramatan atau keluarbiasaan.
Penciptaan ungakapan-ungkapan yang
pengertiannya
sepintas
samar-samar
(syathahiyat).
1.
2.
3.
4.
25
Adapun methode pencapaian tujuan tasawuf
sama
dengan
tasawuf
sebelumnya,
baik
mengenai
maqamat,
ahwal,
riyadhah,
mujahadah, dzikir, mematikan kekuatan syahwat,
maupun yang lainnya.
Tokoh-tokohnya ialah Ibnu Araby dengan teori
wahdat al wujud, Suhrawardi al Maqtul (yang
terbunuh) dengan teori isyraqiyah (pancaran),
Ibnu Sabi’in dengan teori Ittihad, Ibnu Faridh
dengan
teori
Cinta,
Fana’
dan
wahdat
alsyuhudnya.
26
Pada abad VI H dan dilanjutkan
abad VII H muncul cikal bakal orde-
orde (thariqah) sufi kenamaan.
Thariqah
yang
terkenal
dan
berkembang
sampai
sekarang
antara lain :
Thariqah Qadariyah yang diciptakan
oleh Abdul Qadir al Jailani (471-561
H).
Thariqah
Suhrawardiyah
yang
dicetuskan oleh Syihab al-Din Umar
ibn Abdillah al-Suhrawardy (539-
631 H),
Thariqah Syadziliyah yang dirintis
oleh Abu Hasan alSyadzily (592-
656 H),
Thariqah
Badawiyah
yang
dicetuskan
oleh
Muhammad
alBadawy (596-675 H),
Thariqah
Naqsyabandiyah
yang
dicetuskan oleh Muhammad ibn
Baha’ al-Din al-Uwaisi al-Bukhary
(717-791 H).
27
TASAWUF MASA
PEMURNIAN
28
pada Ibn ‘Arabi, Ibn Faridh, dan ar-
Rumi
adalah
masa
keemasan
gerakan tasawuf baik secara teoritis
maupun praktis.
Pengaruh
dan
praktek-praktek
tasawuf
tersebar
luas
melalui
tarekat-tarekat.
Meski demikian, lama kelamaan
timbul
penyelewengan-
penyelewengandan skandal-skandal
yang berakhir pada penghancuran
citra baik tasawuf itu sendiri.
Tasawuf pada waktu itu ditandai
bid’ah,
khurafat,
mengabaikan
syari’at dan hukum-hukum moral
dan penghinaan terhadap ilmu
pengetahuan, berbentengkan diri
dari
dukungan
awam
untuk
menghindarkan
diri
dari
rasionalitas, dengan menampilkan
amalan yang irrasional.
Azimat dan ramalan serta kekuatan
ghaib ditonjolkan.
29
Bersama dengan itu muncullah, Ibnu Taimiyah yang
dengan
lantang
menyerang
penyelewengan-
penyelewengan para sufi tersebut.
Dia terkenal kritis, peka terhadap lingungan sosialnya,
polemis dan tandas berusaha meluruskan ajaran Islam
yang telah diselewengkan para sufi tersebut.
Kepercayaan yang menyimpang diluruskan seperti
kepercayaan kepada wali, khurafat, dan bentuk-bentuk
bid’ah pada umumnya.
30
Ibnu Taimiyah melancarkan kritik terhadap ajaran Ittihad,
hulul, dan wahdat alWujud sebagai ajaran yang menuju
kekufuran (atheisme), meskipun keluar dari orang-orang
yang terkenal ‘arif (orang yang telah mencapai tingakatan
ma’rifah), ahli tahqiq (ahli hakikat) dan ahli tauhid (yang
mengesakan Tuhan).
Secara garis besar, ajaran tasawuf Ibn Taimiyah tidak lain
ialah melakukan apa yang pernah diajarkan oleh Rasulullah
Saw, yakni menghayati ajaran Islam, tanpa mengikuti
madzhab tarekat tertentu, dan tetap melibatkan diri dalam
kegiatan social sebagaimana kalayak umum.
31
TERIMA KASIH
Kelompok 2
SEJARAH
TIMBULNYA
TASAWUF
KELOMPOK 2
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 31
SLIDE
Similar Resources on Wayground
22 questions
Bab 5 Menuntut Ilmu
Presentation
•
10th Grade
24 questions
Darwin, evolución y selección natural
Presentation
•
10th Grade
26 questions
WALI SONGO
Presentation
•
10th Grade
23 questions
Iman Kepadan Malaikat Bab 4
Presentation
•
10th Grade
24 questions
Daulah Umayyah di Andalusia
Presentation
•
10th Grade
22 questions
Cómo mejorar mi autoestima.
Presentation
•
10th Grade
23 questions
dakwah, khubah dan tabliq
Presentation
•
11th Grade
27 questions
Covalent Nomenclature
Presentation
•
10th Grade
Popular Resources on Wayground
19 questions
Naming Polygons
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Prime Factorization
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade