

NOVEL
Presentation
•
•
Practice Problem
•
Hard
catur priono
FREE Resource
21 Slides • 0 Questions
1
Oleh:
Drs. Catur Karya Agus P., M.Pd.
SMA 1 Jekulo, Kudus
N O V E L
2
Salah satu jenis karya sastra prosa adalah
NOVEL.
Tahukah kalian apa itu novel?
Kali ini kalian akan mempelejari novel.
Pelajari materi berikut ini kemudian
diskusikan dengan teman kalian.
Jangan lupa berdoa sebelum kalian
mengerjakan tugas ini!
Selamat mengerjakan, semoga Allah
melindungi kita semua, Aamiin!
3
Pengertian
Novel adalah karya imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas
problematika kehidupan seorang tokoh.
Unsur-unsur Intrinsik Novel
➢Tema
➢Latar
➢Alur
➢Penokohan
➢Sudut Pandang
➢Amanat
➢Gaya Bahasa
4
Tema
Tema sering disebut inti atau ide dasar sebuah cerita, yakni
pokok permasalahan yang mendominasi suatu cerita.
Contoh tema:
Siti Nurbaya
Tema: “Kasih tak sampai sebagai akibat kawin
paksa karena adat”
5
Latar (setting)
Latar (setting) adalah keterangan yang menggambarkan tempat,
waktu, dan keadaan sebagai latar belakang suatu peristiwa
dalam cerita.
Perhatikan contoh berikut!
6
Ketika Dukuh Paruk menjadi karang abang lemah ireng pada
awal tahun 1966 hampir semua dari kedua puluh tiga rumah
di sana menjadi abu. Waktu itu banyak orang mengira kiamat
bagi pedukuhan kecil itu telah tiba. Siapa yang masih ingin
bertahan hidup harus meninggalkan Dukuh Paruk. Karena
hampir segala harta-benda, padi, dan gaplek musnah
terbakar, bahkan juga kambing dan ayam. Lalu siapa yang
tetap tinggal di atas tumpukan abu dan arang itu boleh
memilih cara kematian masing-masing; melalui busung-lapar
atau melalui keracunan ubi gadung atau singkong beracun.
7
Alur (Plot)
Alur adalah struktur rangkaian kejadian dalam cerita yang
disusun sebagai sebuah interelasi fungsional yang sekaligus
menandai urutan bagian-bagian dalam keseluruhan fiksi
(Semi, 1988: 44). Dengan demikian alur merupakan
rangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis
berdasarkan sebab akibat.
8
Contoh Alur:
1.
Pengenalan
Anita anak satu-satunya Pak Junaedi. Ia sekolah
di SMA faforit di kotanya. Setiap berangkat
ia di antar sopir pribadi karena orang tuanya
kaya raya. Orang tuanya adalah pejabat di
daerahnya
9
2.
Konflik
Anita jarang bertemu lagi dengan ayahnya. Ayahnya
sering keluar rumah. Akhirnya Anita mendengar
bahwa orang tuanya sedang menjalani
pemeriksaan karena diduga menggelapkan uang
proyek pembangunan jalan.
10
3.
Komplikasi
Di sekolah Anita selalu mendapat cemoohan
dari teman-temannya. Ia disebutnya
sebagai anak koruptor. Mobil yang ia
tumpangi dikatakannya mobil rakyat.
11
4.
Klimaks
Anita tidak lagi mau pergi ke sekolah karena ia
malu. Seharian ia menangis di kamar. Ibunya
sudah mencoba menghiburnya, tetapi Anita
tetap menangis. Bahkan ketika ibunya keluar
kamar, Anita berusaha bunuh diri dengan
meminum obat anti nyamuk.
12
5.
Penyelesaian
Ketika ibunya masuk kamar didapati Anita
tergeletak di lantai. Ia berteriak minta tolong.
Dengan dibantu sopir pribadi Anita, Anita di
bawa ke rumah sakit. Namun, Anita tidak
tertolong, ia menghembuskan nafas
terakhirnya ketika ia mendengar ayahnya
difonis bebas karena tidak terbukti.
13
Penokohan
Penokohan adalah pelukisan mengenai
tokoh cerita. Ada dua macam cara yang
sering digunakan pengarang dalam
melukiskan tokoh, yaitu secara langsung
(analitik) dan tidak langsung
(dramatik).
14
Penokohan secara langsung (analitik) adalah
penggambaran sifat tokoh dengan
menyebutkan sifat tokoh oleh pengarang.
Contoh:
Renita semula sebagai gadis periang dan mudah
bergaul dengan siapa saja. Namun, sejak ayahnya
terlibat kasus korupsi, ia menjadi pendiam,
pemurung, dan tertutup.
15
Penokohan secara tidak langsung
(dramatik) adalah penggambaran
tokoh dengan cara penggambaran
tingkah laku, tempat tinggal, cara
berbicara, dialog tokoh lain, atau
bentuk fisik.
16
Contoh Penggambaran Watak tokoh
dengan cara penggambaran tingkah
laku
Sakarya menunduk dan pundaknya jatuh. Perlahan-lahan
dia mendekat ke balai-balai. Khidmat, dibukanya kain
penutup hingga tampak wajah mendiang Nenek Rasus.
Buat kesekian kali Sakarya menatap citra kematian pada
wajah tanpa hayat dan tanpa roh. Sama-sama tanpa roh,
namun monumen yang terbuat dari jaringan organik
memang tidak sama dengan tubuh yang sedang tidur.
17
Contoh Penggambaran Watak tokoh
dengan cara penggambaran tempat
tinggal
Sesaat aku tertegun pada penataan ruang tamu itu.
Ukurannya tidak begitu luas, tetapi di ruangan yang
serba tertata rapi dan bersih membuat hati merasa
lapang. Pandanganku tidak merasa bosan menyapu
di sekeliling ruang itu. Akhirnya, mataku tertuju
pada foto yang terpampang di dinding, “Ayahnya
seorang jenderal?”
18
Contoh Penggambaran Watak tokoh
dengan penggambaran cara
berbicara (dialog-dialog)
"Kamu minta apa, Nak?" ulang Srintil sambil tersenyum, senyum yang
pertama sejak kepulangannya dari keterasingan. Didekatinya Goder,
kemudian Srintil jongkok hingga wajahnya sangat dekat dengan wajah
bocah itu.
"Aku ingin anu. Apa ya, Mak?" Goder menoleh kepada Tampi.
"Nah, terserah. Kamu mau apa?"
"Aku ingin ondol-ondol."
"Hanya itu? Bagaimana dengan gembus?"
"Ya, gembus juga. Apa uangmu banyak?"
"Banyak," jawab Srintil pasti.
"Kalau begitu aku ingin beli balon."
"Baik, Nak. Sekarang mari kita pulang. Uangku di rumah."
19
Contoh Penggambaran Watak tokoh
dengan penggambaran cara dialog-dialog
tokoh lain
"Nanti dulu, Jenganten. Marsusi sekarang sudah
menjadi duda. Dan dia bersedia memberimu sebuah
Vespa bila sampean mau. Siapa tahu Marsusi
bermaksud mengambil sampean menjadi istrinya.
Pikirlah dengan tenang, Jenganten."
"Tidak, Nyai. Kamu tahu. Aku juga tahu siapa Marsusi.
Dan kamu masih percaya ada laki-laki yang mau
mengawini perempuan bekas tahanan?"
20
Contoh Penggambaran Watak tokoh
dengan cara penggambaran bentuk fisik
Diperhatikannya wajahnya sekali lagi. Alis tebal,
kumis tebal, dan dagu yang ditumbuhi bulu seperti
hutan hujan tropis. Rambutnya yang keriting
panjang hampir menutupi wajahnya. Jika
diperhatikan lagi dan lagi ternyata rambut itu
seperti tidak pernah dishampo, pencuci rambut.
21
Sudut Pandang (point of view)
Sudut pandang atau point of view adalah
posisi/kedudukan pengarang dalam
membawakan cerita. Jenis pusat pengisahan
antara lain sudut pandang orang I dan udut
pandang orang III. Orang I (akuan): akuan
sertaan dan akuan tak sertaan. Orang III
(diaan): diaan serbatahu dan diaan terbatas.
Oleh:
Drs. Catur Karya Agus P., M.Pd.
SMA 1 Jekulo, Kudus
N O V E L
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 21
SLIDE
Similar Resources on Wayground
17 questions
Navidad
Presentation
•
1st - 12th Grade
15 questions
Fakta dan Opini
Presentation
•
7th Grade
17 questions
My Family
Presentation
•
3rd - 4th Grade
16 questions
WANG TAHUN 6
Presentation
•
6th Grade
16 questions
Kata Baku
Presentation
•
1st - 5th Grade
16 questions
Ide Pokok Paragraf (BI Kls 6)
Presentation
•
4th - 6th Grade
16 questions
Mengenal Konstitusi dan UUD NRI 1945
Presentation
•
10th Grade
16 questions
Masa Pengasuhan & Menginjak Remaja Nabi Muhammad SAW
Presentation
•
8th Grade
Popular Resources on Wayground
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Identify Fractions, Mixed Numbers & Improper Fractions
Quiz
•
3rd - 4th Grade
Discover more resources for
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Identify Fractions, Mixed Numbers & Improper Fractions
Quiz
•
3rd - 4th Grade