Search Header Logo
Tipografi Kelas 7 Genap

Tipografi Kelas 7 Genap

Assessment

Presentation

Arts

7th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Nyoman Sri Rizayanti

Used 9+ times

FREE Resource

17 Slides • 0 Questions

1

media

Mengenal Tipografi

Tipografi adalah suatu seni dalam mengatur teks dan huruf dalam ruang yang tersedia, sehingga
bisa menghasilkan visual yang lebih menarik dan nyaman untuk dilihat dan dibaca banyak orang.
Dalam menerapkan teknik ini, Anda harus bisa mengatur tampilan, font, dan struktur yang bagus.

Dalam perkembangan teknologi dan komunikasi, peran huruf sebagai penyampai pesan sangat
diperlukan seperti penyampaian berita atau pesan secara visual, dan berbagai pesan atau iklan
yang ada di media massa, televisi maupun internet. Kata tipografi berasal dari bahasa Inggris
"typography" yang berarti seni cetak dan tata huruf.

Pengertian Tipografi

Menurut Kamus Istilah Periklanan Indonesia, tipografi adalah seni memilih, menyusun, dan
mengatur tata letak huruf serta jenis huruf untuk keperluan percetakan maupun produksi. Tipografi
adalah seni memilih jenis huruf, dari ratusan jumlah rancangan atau desain jenis huruf yang
tersedia, menggabungkan beberapa jenis huruf yang berbeda, menggabungkan sejumlah kata yang
sesuai dengan ruang yang tersedia, menandai naskah untuk proses typesetting, menggunakan
ketebalan dan ukuran huruf yang berbeda.

2

media

Tipografi tidak akan dibaca orang, jika orang tersebut tidak tertarik karena merasa tidak
memerlukannya. Tugas tipografer adalah tidak hanya menginformasikan berita saja, tetapi juga
merayu calon pembaca untuk memperhatikannya lalu membacanya.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tipografi tepat pada sasaran:

1. Tipografi harus dapat dilihat atau dibaca sebanyak mungkin orang.
2. Dalam sepintas, pihak pembaca sudah bisa menyerap isi pesan yang disampaikan.
3. Harus dapat membangkitkan perhatian dari seluruh tipografi yang disampaikan.
4. Tipografi harus disusun sedemikian rupa agar pembaca cepat bereaksi sesuai dengan cara

yang diinginkan pembaca.

Prinsip Tipografi

Tipografi memiliki empat prinsip pokok yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu desain
tipografi, sebagai berikut:

1. Legibility : Kualitas pada huruf membuat huruf tersebut dapat dibaca.
2. Readability : Penggunaan huruf dengan memperhatikan hubungannya dengan huruf lain

sehingga mudah terbaca.

3

media
media

3. Visibility : Kemampuan suatu huruf, kata, kalimat dalam suatu karya komunikasi visual dapat

terbaca dalam jarak tertentu.

4. Clarity : Kemampuan huruf-huruf dalam karya desain dapat dibaca dan dimengerti oleh target

yang dituju.

Contoh Tipografi

Memahami Dasar-Dasar Tipografi

https://wvdsgn.wordpress.com/2017/12/11/memahami-dasar-dasar-tipografi/

4

media

Tipografi adalah teknik menyusun huruf untuk membuat bahasa tulis lebih terbaca, jelas, dan
menarik ketika ditampilkan. Penyusunan huruf ini termasuk pemilihan typeface, ukuran, line-
lenght, line-spacing

(leading), dan letter-spacing

(tracking), dan

mengatur

spasi

antara

huruf (kerning). Dalam desain grafis, huruf adalah unsur penting yang juga memperindah suatu
desain. Untuk itu, memahami tipografi menjadi sangat diperlukan untuk menciptakan karya visual
yang baik.
Tipografi berasal dari bahasa Yunani “typos” yang berarti yang cetakan, dan “graphein” yang berarti
tulisan. Pada zaman dahulu, orang yang memiliki keahlian mencetak disebut tipografer karena
tipografi hanya dimaknai sebagai ilmu cetak mencetak. Setelah berkembang, tipografi lalu diartikan
sebaga cara untuk memahami karakteristik suatu huruf sehingga dapat dikelola sesuai dengan
tujuan-tujuan tertentu. Setiap jenis huruf memiliki karakter yang berbeda sehingga pengelolaan dan
penanganannya pun berbeda.
Dalam penggunaannya, elemen tipografi terbagi menjadi dua:

1. Huruf teks (Text Type)

5

media
media

Sumber.

Yaitu huruf yang tersaji untuk naskah. Dipilih huruf teks dengan body yang tidak terlalu tebal dan
tidak terlalu banyak lekukan agar tingkat keterbacaannya tinggi dan nyaman.

2. Huruf judul (Display Type)

Untuk pengunaan huruf judul jauh lebih fleksibel. Asal unsur keterbacaan dan keefektifan
penyampaian pesan dapat terkemas dengan rapi dan nyaman, maka unsur penerapan dalam
desain grafis telah terpenuhi. Penggunaan huruf judul juga tergantung dari tema desain. Jika
dipilih tema retro, maka lebih baik digunakan pula jenis huruf yang bergaya retro.

6

media
media

Penggunaan huruf judul pada halaman utama koran The New York Times . Sumber.

Memilih Huruf

Advertisement

Dalam software pengolah kata dan grafis sudah tersedia ratusan fonts yang dapat digunakan,
namun masih bisa ditambahkan lebih banyak font lagi melalui berbagai website
seperti dafont.com , fontspace.com , dan masih banyak lagi website lainnya.
Berdasarkan sejarah perkembangannya, huruf dapat diklasifikasikan menjadi tujuh gaya yaitu :

Huruf Klasik (Classical Typefaces)

Huruf klasik yang memiliki kaki atau kait (serif) lengkung disebut dengan Old Style Roman. Pada
awal teknologi percetakan, gaya huruf ini banyak digunakan untuk desain-desain media cetak di
negara Inggris, Italia, dan Belanda. Hingga saat ini, huruf gaya ini masih sering digunakan untuk

7

media
media

teks karena lebih mudah terbaca. Contohnya adalah font Garamond yang didesain oleh Claude
Garamond pada tahun 1540 di Perancis.

Sumber

Huruf Transisi (Transitional)

Hampir serupa dengan Old Style Roman, hanya saja pada ujung kaitnya beda runcing dan
memiliki perbedaan tebal-tipis pada garis vertikalnya. Yang termasuk dalam kategori gaya ini
adalah font Baskervile yang didesain oleh John Baskervile pada tahun 1750 di Inggris, dan
juga Century yang sering digunakan sebagai judul.

8

media
media

Sumber

Huruf Modern Roman

Huruf gaya ini sangat jarang digunakan untuk teks karena memiliki ketebalan body yang sangat
kontras, yaitu garis pada bagian vertikal sangat tebal sedangkan garis horizontal dan kaitnya
sangat tipis sehingga lebih sulit terbaca jika digunakan pada teks. Contoh huruf untuk gaya ini
adalah Bodoni dan Scotch Roman.

9

media
media

Bodoni. Sumber.

Huruf Sans-Serif

Disebut sans-serif karena tidak memiliki kait pada ujung hurufnya. Bagian tubuh huruf satu sama
lain memiliki ketebalan yang sama. Kesan yang dihasilkan oleh font ini adalah dinamis, simpel,
dan minimalis. Font yang termasuk kategori ini adalah font Arial, Helvetica, Univers, dan Futura.
Font gaya ini baik digunakan sebagai teks maupun judul, namun pada umumnya lebih baik
digunakan sebagai judul karena jika digunakan sebagai teks, terutama teks panjang, akan
menyebabkan ketidaknyamanan dalam membaca.

10

media
media

Perbedaan antara font dengan serif dan font tanpa serif. Sumber.

Huruf Berkait Balok (Egyptian Slab Serif)

Huruf ini sangat populer di Inggris pada tahun 1895 ketika masyarakat Inggris terpesona dengan
kebudayaan bangsa Mesir, oleh karena itulah font bergaya ini disebut Egyptian. Huruf bergaya ini
memiliki kait berbentuk balok pada ujung-ujung hurufnya. Kesan yang dihasilkan dari jenis huruf
ini adalah kaku, keras, dan maskulin.

11

media
media
media

Sumber.

Huruf Tulis (Script)

Huruf bergaya ini diadaptasi dari tulisan tangan, sangat tidak direkomendasikan dipakai untuk teks
yang panjang, namun sangat cocok digunakan untuk judul, terutama untuk desain bertema
keagamaan atau romantisme.

12

media
media

Sumber.

Huruf Hiasan (Decorative)

Huruf ini sangat berlebihan dalam segi bentuk sehingga hanya cocok digunakan untuk judul
pendek dan tidak cocok digunakan sebagai teks.

Sumber.

Mengelola Huruf
Setelah dipilih, huruf masih perlu dikelola agar teks nyaman dan pas untuk dinikmati audience.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan huruf antara lain :

Ukuran Huruf

Besar kecilnya suatu huruf sangat berangaruh terhadap unsur keterbacaan sebuah teks. Huruf
yang berukuran kecil tidak mudah untuk dibaca bagi sebuah teks, pun huruf yang terlalu besar
tidak cocok digunakan sebagai teks karena selain memakan tempat, juga tidak nyaman untuk
dibaca. Jadi, sangat penting memperhatikan berapakah ukuran font yang pas untuk dibaca.

13

media

Huruf teks untuk visual publikasi seperti poster, leaflet, flyer, ataupun brosur berkisar 8 hingga 12
point. Untuk bacaan anak-anak berkisar 14 hingga 16 point, namun pada dasarnya ukuran font
tergantung ada intuisi kita sebagai desainer dengan mempertimbangkan ketersediaan ruang bagi
teks, jenis informasi yang hendak disampaikan, serta gaya tema desain yang diterapkan.

Bobot dan Variasi Huruf

Huruf memiliki bobot, yaitu tebal tipisnya suatu huruf. Selain itu, huruf juga memiliki variasi seperti
tinggi (condensed), miring (italic), tebal (bold), tipis (light), sedang (medium), dan juga extra tebal
(extra bold). Font Futura memiliki semua variasi huruf tersebut.
Dengan banyaknya kombinasi yang ada, penggunaan variasi tersebut juga harus disesuaikan
kebutuhan desain yang diperlukan. Perlu diperhatikan pula bahwa dalam satu desain, misalkan
desain poster, menggunakan terlalu banyak variasi font akan menimbulkan kesan berdesakan
sehingga mengurangi efektifitas penyampaian informasi.

Untuk beberapa teks yang hanya satu atau dua paragraf, variasi ketebal-tipisan huruf dapat
digunakan untuk memberikan kemudahan, menunjukan highlight informasi utama, dan
menghilangkan kesan monoton pada teks.

Mengatur Panjang Garis

Panjang garis biasa disebut line-lenght. Maksudnya adalah mengatur lebar kolom agar pembaca
nyaman dan tidak mengalami kelelahan serta kebosanan. Menurut penelitian Herbert Spencer,
jumlah huruf per baris yang nyaman dibaca adalah sekitar 60 karakter. Baris teks yang terlalu
panjang dapat menyebabkan kelelahan baca, dan baris teks yang terlalu pendek dapat
mengurangi kenyamanan baca.

14

media
media

Sumber.

Mengatur Spasi Baris (Leading)

Mengatur jarak antar baris dalam teks atau leading bertujuan untuk menghadirkan keindahan dan
keterbacaan. Membuat leading yang lebih lebar atau lebih sempit tergantung dari tujuannya,
apakah untuk keseimbangan, pengisian bidang, irama, atau alasan-alasan estetis lainnya. Tidak
harus baku dan sesuai dengan aturan, terkadang boleh juga menabrakkan baris spasi untuk teks
pende untuk menghadirkan estetika, dan lebih menarik perhatian.

Spasi huruf, Kerning, dan Tracking

Ada beberapa huruf yang jika berdampingan, spasi hurufnya akan sedikit terlalu lebar bahkan
terlalu sempit sehingga terkesan kurang seimbang. Beberapa huruf yang jika berdampingan
terjadi spasi yang terlalu lebar adalah Y yang disandingkan dengan A, juga W dengan A, Y
dengan O kecil. Sedangkan huruf-huruf yang bila berdekatan spasinya terlalu sempit adalah huruf
N dengan I, H dengan N, serta M dengan E.

15

media
media

Sumber.

Pengaturan spasi huruf pada huruf-huruf yang berdampingan disebut dengan kerning, sedangkan
mengatur spasi huruf, baik direnggangkan maupun dirapatkan keseluruhannya dalam tulisan
disebut tracking.

Bentuk Susunan (Alignment)

Bentuk penataan susunan baris dapat diketegorikan menjadi lima macam, yaitu

Rata Kiri (Flush Left)
Hanya bagian kiri yang rata sedangkan bagian kanan menjadi tidak teratur. Penyusunan rata kiri
memberikan kesan dinamis dan tidak monoton.

Rata Kanan (Flush Right)
Hanya bagian kanan yang rata, sedangkan bagian kiri tidak teratur. Untuk naskah teks yang
panjang, penggunaan susunan baris seperti ini tidak baik karena pembaca membaca dari arah kiri
sedangkan yang rata bagian kanan. Pembaca akan kesulitan mencari posisi awal huruf untuk
mulai membaca.

16

media

Rata Tengah (Centered)
Cocok digunakan untuk teks pendek seperti kata mutiara, quote, atau teks-teks penting. Untuk
naskah yang panjang sangat tidak dianjurkan karena akan melelahkan mata pembaca.
Rata Kiri-Kanan (Justified)
Sangat cocok digunakan untuk naskah teks yang panjang, namun perlu diingat, jika melakukan
susunan baris seperti ini akan terjadi beberapa kata yang kerenggangannya tidak teratur. Perlu
beberapa pengaturan khusus agar terjadi keterbacaan yang baik, namun jenis ini sangat
dianjurkan.

Asimetris (Random)
Susunan baris yang tidak memiliki aturan dan tidak berpola. Bentuk susunan asimetris tidak cocok
untuk teks panjang karena memiliki tingkat keterbacaan yang rendah.

Personality Dan Trend Pada Huruf
Setiap font memiliki personality tertentu, jadi perhatikan betul-betul pesona font yang bisa
disampaikan dengan tujuannya. Misalnya, font-font bergaya tegas untuk tujuan visual yang sporty.
Sedangkan font-font bergaya ornamental untuk tujuan visual romantis.

Tidaklah mudah memilih font yang pas untuk digunakan sebagai elemen visual. Bagaimanapun,
pemilihan font yang aps sangat berpengaruh terhadap kualitas suatu desain. Dibutuhkan jam
terbang yang tak sebentar, intuisi, serta rasa berkesenian yang sangat baik untuk memilih font
yang berkarakter dan sesuai dengan tema visual yang hendak disampingkan kepada audience.

17

media
media

Mengenal Tipografi

Tipografi adalah suatu seni dalam mengatur teks dan huruf dalam ruang yang tersedia, sehingga
bisa menghasilkan visual yang lebih menarik dan nyaman untuk dilihat dan dibaca banyak orang.
Dalam menerapkan teknik ini, Anda harus bisa mengatur tampilan, font, dan struktur yang bagus.

Dalam perkembangan teknologi dan komunikasi, peran huruf sebagai penyampai pesan sangat
diperlukan seperti penyampaian berita atau pesan secara visual, dan berbagai pesan atau iklan
yang ada di media massa, televisi maupun internet. Kata tipografi berasal dari bahasa Inggris
"typography" yang berarti seni cetak dan tata huruf.

Pengertian Tipografi

Menurut Kamus Istilah Periklanan Indonesia, tipografi adalah seni memilih, menyusun, dan
mengatur tata letak huruf serta jenis huruf untuk keperluan percetakan maupun produksi. Tipografi
adalah seni memilih jenis huruf, dari ratusan jumlah rancangan atau desain jenis huruf yang
tersedia, menggabungkan beberapa jenis huruf yang berbeda, menggabungkan sejumlah kata yang
sesuai dengan ruang yang tersedia, menandai naskah untuk proses typesetting, menggunakan
ketebalan dan ukuran huruf yang berbeda.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 17

SLIDE