
Untitled Lesson
Presentation
•
Business
•
11th Grade
•
Hard
Mely Mely
FREE Resource
4 Slides • 0 Questions
1
Seminar Nasional
Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat VII Tahun 2022
“PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERBASIS INOVASI IPTEKS”
LPPM - Universitas Muhammadiyah Purwokerto
ISSN 2963-2145 Volume 4, Desember 2022
138
PENGEMBANGAN POTENSI UMKM SEBAGAI WUJUD KEMANDIRIAN
EKONOMI MASYARAKAT
DEVELOPMENT OF POTENTIAL MSME AS A COMMUNITY ECONOMIC INDEPENDENCE
1) Rina Mudjiyanti, 2)Ani Kusbandiyah, 3) Naelaty Tubastuvi, 4)Alfalisyado
1,2)Program Studi Akuntansi, 3,4)Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. KH . Akhmad Dahlan
*Email: rinamudjiyantie17@gmail.com
ABSTRAK
Perkembangan UMKM pasca covid-19 sempat mengalami penurunan. Namun dapat dilihat saat ini perkembangan
UMKM mulai membaik. Kebijakan pemerintah dirasa cukup efektif dalam mengembangkan UMKM. Daya serap
tenaga kerja juga sudah cukup tinggi, meski dibebrapa tempat banyak yang UMKM baru bertumbuh. Hal ini juga
didukung dengan adanya inovasi produk dan kemasan, yang dapat meningkatkan nilai jual. Produk yang baik
tentu dimulai dengan bahan baku yang halal atau sesuai dengan syariat Islam. Bukan hanya inovasi produk, namun
juga melalukan promosi melalui media digital. Saat ini UMKM sudah banyak yang memasarkan produk
menggunakan marketplace dan media sosial sebagai sarana promosi tercepat di era digital. Meningkatnya
pendapatan atau omset didukung adanya pencatatan keuangan yang sudah lebih baik, sehingga pemilik atau
pengelola UMKM dapat mengetahui perkembangan usaha secara berkala. Harapan kami, semoga UMKM di desa
Kembaran dapat tumbuh dan berkembang lebih baik lagi ke depannya dan semakin membuka peluang kerja bagi
masyarakat sekitar.
Kata Kunci : inovasi, promosi, keuangan
ABSTRACT
The development of MSMEs after COVID-19 has experienced a decline. However, it can be seen that the
development of MSMEs is starting to improve. Government policies are considered quite effective in developing
MSMEs. The absorption of labor is also relatively high, although many SMEs are growing in some places. This
is also supported by product and packaging innovations, which can increase sales value. A good product, of
course, starts with halal raw materials or by Islamic law. Not only product innovation but also promotion through
digital media. Currently, many MSMEs have marketed their products using the marketplace and social media as
the fastest means of advertising in the digital era. The increase in income or turnover is supported by better
financial records so that the owners or managers of MSMEs can find out about business developments regularly.
We hope that MSMEs in Kembaran village can grow and develop better in the future and open up more job
opportunities for the surrounding community.
Keywords: innovation, promotion, finance
PENDAHULUAN
Pandemi Covid-19 telah membawa perekonomian nasional dan global ke arah resesi ekonomi.
Hal ini ditandai dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi nasional dan global. Salah satu sektor yang
sangat terpukul oleh pandemi Covid-19 adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang
juga menggerek turunnya perekonomian nasional. Menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil,
dan Menengah (KUKM) tahun 2018, jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta atau 99,99% dari
jumlah pelaku usaha di Indonesia. Daya serap tenaga kerja UMKM adalah sebanyak 117 juta pekerja
atau 97% dari daya serap tenaga kerja dunia usaha. Sementara itu kontribusi UMKM terhadap
perekonomian nasional (PDB) sebesar 61,1%, dan sisanya yaitu 38,9% disumbangkan oleh pelaku
usaha besar yang jumlahnya hanya sebesar 5.550 atau 0,01% dari jumlah pelaku usaha. UMKM tersebut
didominasi oleh pelaku usaha mikro yang berjumlah 98,68% dengan daya serap tenaga kerja sekitar
89%.Sementara itu sumbangan usaha mikro terhadap PDB hanya sekitar 37,8%. (Sasongko, 2020).
Kondisi UMKM lokal sempat mengalami penurunan pada dua tahun pertama pandemi Covid-
19 yakni di tahun 2020-2021. Berdasarkan survei dari UNDP dan LPEM UI yang melibatkan 1.180
responden para pelaku UMKM diperoleh hasil bahwa pada masa itu lebih dari 48% UMKM mengalami
2
Seminar Nasional
Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat VII Tahun 2022
“PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERBASIS INOVASI IPTEKS”
LPPM - Universitas Muhammadiyah Purwokerto
ISSN 2963-2145 Volume 4, Desember 2022
139
masalah bahan baku, 77% pendapatannya menurun, 88% UMKM mengalami penurunan permintaan
produk, dan bahkan 97% UMKM mengalami penurunan nilai aset. Namun dapat dilihat saat ini
sebanyak 84,8% UMKM yang tadinya terpuruk sudah kembali beroperasi normal. Kebijakan
Pemerintah selama pandemi terbukti cukup efektif dalam mewujudkan hal tersebut (Limanseto, 2022).
Dalam proses pemulihan ekonomi Indonesia pasca covid-19, sektor UMKM memiliki peranan
yang sangat penting dalam kemajuan perekonomian yang dapat ditinjau dari berbagai aspek. Pertama,
jumlah industrinya yang besar dan terdapat dalam setiap sektor ekonomi. Kedua, potensinya yang besar
dalam penyerapan tenaga kerja. Melihat potensi besar yang dimiliki UMKM, maka diperlukan strategi
dari pemerintah dalam pemberdayaannya. Undang Undang Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro,
Kecil dan Menengah, pasal 2 menyatakan bahwa tujuan dunia usaha ini dalam rangka membangun
perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan. Pemerintah berperan dalam
mengarahkan, membimbing, melindungi serta menumbuhkan suasana dan iklim yang menunjang
pertumbuhan dunia usaha
Pemberdayaan masyarakat pada dasarnya merupakan pokok pikiran dari teori pembangunan
yang berpusat pada rakyat, yang dalam implementasinya dijabarkan ke dalam pendekatan
pemberdayaan masyarakat, yaitu adanya pendekatan yang memberikan kesempatan yang lebih luas bagi
masyarkat lokal untuk lebih berpartisipasi dalam pembangunan sesuai dengan potensi yang
dimiliki(Soetomo, 2011). Desa Kembaran memiliki potensi pengambangan UMKM yang cukup baik,
hal ini disampaikan ketua pembina UMKM kecamatan Kembaran. Bertumbuhnya UMKM pasca covid-
19 menandakan bahwa sektor usaha kecil mampu memperkuat ekonomi masyarakat, mampu menyerap
tenaga kerja, dan mampu bertahan dalam kondisi pemulihan ekonomi.
Permasalahan yang dialami UMKM di desa Kembaran dalam memanfaatkan potensi
sumberdaya alam dan sumber daya manusia adalah: a. Kurangnya bahan baku yang sesuai untuk
pembuatan produk, agar tetap menjaga kualitas. b. belum mampu melakukan inovasi produk secara
maksimal. c. Belum maksimal dalam melakukan pengemasan. d. belum adanya promosi melalui media
digital.
METODE
Secara teknis pelaksanaan kegiatan pengembangan UMKM melalui inovasi produk, kemasan dan
promosi media digital, sebagai berikut:
Persiapan, pada tahap ini mempersiapkan peserta atau UMKM yang akan di dampingi dalam
proses inovasi dan promosi melalui media digital (digital marketing). Pada tahap ini, pemilik UMKM
diberikan sosialisasi mengenai inovasi usaha dan promosi. Selanjutnya tahap pelaksanaan kegiatan.
Pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Penyuluhan dengan
memberikan edukasi dalam hal inovasi yang merupakan pengembangan kreatifitas usaha dan edukasi
pemanfaatan media digital. Pendampingan inovasi produk dan kemasan, serta promosi akan berdampak
jangka panjang pada perkembangan UMKM baik dari sisi produksi dan semakin luasnya target pasar
UMKM. Tahap akhir adalah evaluasi dan monitoring kegiatan. Evaluasi dan monitoring akan
dilaksanakan oleh anggota, serta para pemilik UMKM.
Tabel 1. Luaran yang Dicapai
Bidang dan
Permasalahan
Rencana Kerja
Target Luaran
Capaian
Mitra UMKM desa Kembaran
Bidang Inovasi:
Belum ada inovasi
produk dan kemasan
Pengembangan inovasi
produk dan kemasan
Meningkatkan inovasi
usaha (produk dan
kemasan)
Inovasi produk dan
kemasan menjadi lebih
baik
Bidang Promosi
Digital:
3
Seminar Nasional
Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat VII Tahun 2022
“PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERBASIS INOVASI IPTEKS”
LPPM - Universitas Muhammadiyah Purwokerto
ISSN 2963-2145 Volume 4, Desember 2022
140
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hambatan dalam melaksanakan program ini adalah masih minimnya wawasan masyarakat atau
pemilik UMKM mengenai kemasan, teknologi pengemasan, juga inovasi dari produk tersebut. Selain
itumasih perlu pemahaman dasar mengenai literasi digital dan promosi melalui media digital dapat
digunakan. Kondisi pasca pandemi covid-19 yang masih terus berlanjut menimbulkan kekhawatiran
pelaku usaha akan dampak terhadap keberlanjutan usaha. Perlu adanya usaha, kreatifitas, dan strategi
bisnis untuk meyakinkan pelaku usaha dalam menghadapi ketidakpastian. Solusi yang ditawarkan untuk
mengatasi hambatan tersebut adalah: a. Memberikan edukasi mengenai inovasi produk dan kemasan
yang lebih baik, agar produk tidak mudah rusak. b. Mengadakan pendampingan dalam melakukan
promosi melalui media digital. Selain itu, pendampingan inovasi produk dan kemasan dimaksudkan
untuk meningkatkan nilai jual produk. Sedangkan untuk pendampingan promosi, agar supaya UMKM
lebih dikenal masyarakat luas.
Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi hambatan:
a.Memberikan edukasi inovasi produk dan kemasan, serta literasi digital, melalui penyulihan pada
pemilik UMKM.
b.Mengadakan pendampingan saat melaksanakan inovasi produk dan kemasan, agar hasil produksi
dan kemasan lebih baik, produk tidak mudah rusak.
c.Mengadakan pendampingan promosi dengan media digital, membuat media promosi yang lebih
menarik.
Manfaat yang diperoleh UMKM:
a.Inovasi produk dan kemasan.
Pemilik UMKM lebih mengenal inovasi usaha khususnya produk dan kemasan.
b.Promosi digital.
Peningkatan penggunaan media digital sebagai bagian dari promosi usaha, agar lebih dikenal
masyarakat di era milenial.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Dengan melakukan inovasi produk dan kemasan, pelaku usaha dapat memahami dan mengembangkan
cara meningkatkan kualitas produk. Tatanan sosial masyarakat di era pandemi yang mayoritas
berbelanja secara online, sehingga dibutuhkan promosi melalui media digital. Dengan demikian
ekonomi masyarakat dapat semakin kuat dan meningkat.
KESIMPULAN
Kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan produktivitas pelaku UMKM dalam hal
inovasi dan promosi. Inovasi kemasan diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas dan produk tidak
mudah rusak. Peningkatan kegiatan promosi melalui media digital diharapkan mampu memperluas
target pasar dan meningkatkan penjualan, sehingga tercapai penguatan ekonomi melalui pmberdayaan
UMKM. Kami juga mengucapkan terimakasih pada pemilik UMKM desa Kembaran yang memberikan
kesempatan untuk berbagi, sehingga kegiatan ini memberikan manfaat untuk sesama.
Belum ada media
promosi digital
Pemanfaatan
media
digital sebagai sarana
promosi produk
Meningkatkan dan
memperluas target pasar
Berkembangnya
UMKM, memiliki pasar
yang lebih luas
4
Seminar Nasional
Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat VII Tahun 2022
“PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERBASIS INOVASI IPTEKS”
LPPM - Universitas Muhammadiyah Purwokerto
ISSN 2963-2145 Volume 4, Desember 2022
141
DAFTAR PUSTAKA
Maghfiroh, dkk. 2021. Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Pemanfaatan Aset Produktif
di Kabupetan Mojokerto. http://cakrawalajournal.org/index.php/cakrawala Volume 15 Nomor
2 Desember 2021
Soetomo, 2011, Pemberdayaan Masyarakat Mungkinkah Muncul Antitesisnya, Pustaka Pelajar,
Yogyakarta
Suwandi, E. 2021. Mengembangkan Kemandirian Ekonomi Keluarga Pelatihan Menyusun Laporan
Keuangan bagi Pelaku UMKM pada Komunitas Pengusaha Muda Yogyakarta. Journal of
Community Service and Empowerment. Vol 2 No 1 (2021)
Seminar Nasional
Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat VII Tahun 2022
“PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERBASIS INOVASI IPTEKS”
LPPM - Universitas Muhammadiyah Purwokerto
ISSN 2963-2145 Volume 4, Desember 2022
138
PENGEMBANGAN POTENSI UMKM SEBAGAI WUJUD KEMANDIRIAN
EKONOMI MASYARAKAT
DEVELOPMENT OF POTENTIAL MSME AS A COMMUNITY ECONOMIC INDEPENDENCE
1) Rina Mudjiyanti, 2)Ani Kusbandiyah, 3) Naelaty Tubastuvi, 4)Alfalisyado
1,2)Program Studi Akuntansi, 3,4)Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. KH . Akhmad Dahlan
*Email: rinamudjiyantie17@gmail.com
ABSTRAK
Perkembangan UMKM pasca covid-19 sempat mengalami penurunan. Namun dapat dilihat saat ini perkembangan
UMKM mulai membaik. Kebijakan pemerintah dirasa cukup efektif dalam mengembangkan UMKM. Daya serap
tenaga kerja juga sudah cukup tinggi, meski dibebrapa tempat banyak yang UMKM baru bertumbuh. Hal ini juga
didukung dengan adanya inovasi produk dan kemasan, yang dapat meningkatkan nilai jual. Produk yang baik
tentu dimulai dengan bahan baku yang halal atau sesuai dengan syariat Islam. Bukan hanya inovasi produk, namun
juga melalukan promosi melalui media digital. Saat ini UMKM sudah banyak yang memasarkan produk
menggunakan marketplace dan media sosial sebagai sarana promosi tercepat di era digital. Meningkatnya
pendapatan atau omset didukung adanya pencatatan keuangan yang sudah lebih baik, sehingga pemilik atau
pengelola UMKM dapat mengetahui perkembangan usaha secara berkala. Harapan kami, semoga UMKM di desa
Kembaran dapat tumbuh dan berkembang lebih baik lagi ke depannya dan semakin membuka peluang kerja bagi
masyarakat sekitar.
Kata Kunci : inovasi, promosi, keuangan
ABSTRACT
The development of MSMEs after COVID-19 has experienced a decline. However, it can be seen that the
development of MSMEs is starting to improve. Government policies are considered quite effective in developing
MSMEs. The absorption of labor is also relatively high, although many SMEs are growing in some places. This
is also supported by product and packaging innovations, which can increase sales value. A good product, of
course, starts with halal raw materials or by Islamic law. Not only product innovation but also promotion through
digital media. Currently, many MSMEs have marketed their products using the marketplace and social media as
the fastest means of advertising in the digital era. The increase in income or turnover is supported by better
financial records so that the owners or managers of MSMEs can find out about business developments regularly.
We hope that MSMEs in Kembaran village can grow and develop better in the future and open up more job
opportunities for the surrounding community.
Keywords: innovation, promotion, finance
PENDAHULUAN
Pandemi Covid-19 telah membawa perekonomian nasional dan global ke arah resesi ekonomi.
Hal ini ditandai dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi nasional dan global. Salah satu sektor yang
sangat terpukul oleh pandemi Covid-19 adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang
juga menggerek turunnya perekonomian nasional. Menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil,
dan Menengah (KUKM) tahun 2018, jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta atau 99,99% dari
jumlah pelaku usaha di Indonesia. Daya serap tenaga kerja UMKM adalah sebanyak 117 juta pekerja
atau 97% dari daya serap tenaga kerja dunia usaha. Sementara itu kontribusi UMKM terhadap
perekonomian nasional (PDB) sebesar 61,1%, dan sisanya yaitu 38,9% disumbangkan oleh pelaku
usaha besar yang jumlahnya hanya sebesar 5.550 atau 0,01% dari jumlah pelaku usaha. UMKM tersebut
didominasi oleh pelaku usaha mikro yang berjumlah 98,68% dengan daya serap tenaga kerja sekitar
89%.Sementara itu sumbangan usaha mikro terhadap PDB hanya sekitar 37,8%. (Sasongko, 2020).
Kondisi UMKM lokal sempat mengalami penurunan pada dua tahun pertama pandemi Covid-
19 yakni di tahun 2020-2021. Berdasarkan survei dari UNDP dan LPEM UI yang melibatkan 1.180
responden para pelaku UMKM diperoleh hasil bahwa pada masa itu lebih dari 48% UMKM mengalami
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 4
SLIDE
Similar Resources on Wayground
3 questions
Untitled Lesson
Lesson
•
11th Grade
3 questions
Ilmu Pembelajaran Alam
Lesson
•
11th Grade
3 questions
mengenal bagian tanaman
Lesson
•
KG
3 questions
sistem ekskresi manusia
Lesson
•
11th Grade
3 questions
Asam dan Basa
Lesson
•
11th Grade
3 questions
persebaran flora dan fauna di dunia
Lesson
•
11th Grade
3 questions
Rangkaian arus searah
Lesson
•
11th Grade
1 questions
teori akuntansi
Lesson
•
KG
Popular Resources on Wayground
7 questions
History of Valentine's Day
Interactive video
•
4th Grade
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Valentine's Day Trivia
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
Discover more resources for Business
13 questions
BizInnovator Startup - Experience and Overview
Quiz
•
9th - 12th Grade
10 questions
Understanding Stock Market Investing
Interactive video
•
9th - 12th Grade
12 questions
Time Management Lesson
Lesson
•
1st - 12th Grade
20 questions
Review for Business Essentials 2.05
Quiz
•
9th - 12th Grade