Search Header Logo
kedatangan bangsa barat ke indonesia

kedatangan bangsa barat ke indonesia

Assessment

Presentation

Social Studies

8th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Susilawati Susilawati

Used 12+ times

FREE Resource

15 Slides • 10 Questions

1

NASIONALISME DAN JATI DIRI BANGSA

media

SUSILAWATI, S.E

2

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik diharapkan mampu:

1.menjelaskan hubungan antara kondisi geografis dengann munculnya kolonialisme dan imperialism di Indonesia;

2.menganalisis pengaruh kolonialisme dan imperialisme di Indonesia;

3

media

Bagaimana pengaruh kondisi geografis wilayah Indonesia terhadap penjelajahan samudra?

PERHATIKAN GAMBAR DI SAMPING

4

media

Mengapa wilayah Nusantara dipilih bangsa Eropa sebagai koloni atau wilayah jajahan?

5

A. Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan Imperialisme di Indonesia

6

1. Pengaruh Kondisi Geografis terhadap Penjelajahan Samudra

Rempah-rempah yang dicari bangsa-bangsa Eropa banyak ditermukan di Kepulauan Nusantara. Kepulauan Nusantara merupakan jalur pelayaran yang menghubungkan dunia barat dan timur. Hal tersebut karena Nusantara terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia serta Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Kondisi geografis inilah yang memengaruhi penjelajahan samudra ke Nusantara.

7

2. Faktor-faktor Pendorong Penjelajahan Samudra

Faktor yang menjadi latar belakang kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia antara lain sebagai berikut.

a.Kekayaan alam. Kekayaan alam terutama rempah-rempah menjadi alasan utama bangsa-bangsa Eropa datang ke Nusantara. Rempah-rempah merupakan komoditas yang sangat laku di pasaran Eropa.

b.Motivasi 3G. Motivasi 3G, yaitu mendapatkan kekayaan (Gold), meraih kejayaan (Glory), dan menyebarkan ajaran agama (Gospel). Hal-hal tersebut mendorong terjadinya imperialisme kuno, yaknni melakukan penguasaan daerah baru untuk mendapatkan 3G.

c.Revolusi Industri. Terjadinya revolusi industri mendorong bangsa-bangsa Eropa melakukan imperialisme modern untuk kepentingan ekonomi, seperti mendapatkan wilayah untuk memasarkan produk, mendapatkan wilayah penghasil bahan mentah dan penanaman modal.

8

3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonialisme dan Imperialisme Eropa

a. Kedatangan Bangsa Eropa di Indonesia

Bangsa Bangsa PortugisPo
rt
Bartolomeus Diaz merupakan orang Portugis pertama yang mencoba mencari jalan menuju negara penghasil rempah-rempah melalui Tanjung Harapan Baik dan di lanjutkan oleh Vasco da Gama tahun 1947. Baru pada tahun 1511, ekspedisi Portugal di bawah pimpinan Afonso de Albuquerque berhasil menaklukan Malaka dan mengendalikan jalur perdagangan rempah-rempah. Perjalanan selanjutnya dilakukan tahun 1522 ke Maluku dan diterima dengan baik oleh Raja Ternate.ugis

9

Bangsa Spanyol

Pelopor bangsa Spanyol untuk mencari jalan ke daerah penghasil rempah-rempah adalah Christoper Columbus, namun usahanya gagal. Pelaut lain, yaitu Ferdinand Magellan mencari jalur menuju Kepulauan Maluku. Ekspedisi yang dimulai Magellan tiba di Kepulauan Maluku pada November 1521 dan singgah di Tidore. Sejak saat itu, terjalin kerja sama antara Spanyol dan Tidore. Kondisi tersebut menyababkan pertentangan antara Portugal dan Spanyol yang mengklaim Kepulauan Maluku sebagai milik mereka.

10

Bangsa Inggris

Kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia dirintis oleh Francis Drake dan Thomas Cavendish dengan mengikuti jalur yang dilalui Magellan. Ia singgah di Maluku, Sulawesi, serta Jawa dan berhasil membawa rempah-rempah kembali ke Inggris. Kongsi Dagang Inggris, sejak awal abad ke-17 telah mendirikan kantor-kanntor dagangnya di Banten, Aceh, Makassar, dan Maluku. Namun, tahun 1682, Belanda berhasil mengusir Inggris dan merebut perdagangan lada.

11

Bangsa Belanda

Ekspedisi Belanda yang pertama berusaha mencapai Indonesia pada tahun 1595 dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Dengan melalui Selat Sunda, hingga tiba di Banten tetapi ditola oleh rakyat Banten, Ekspedisi berikutnya dipimpin oleh Jacob Corneliszoon van Neck berhasiil mencapai Kepulauan Maluku dan membawa rempah-rempah. Berbagai armada Belanda kemudian datang secara bergantian. Pada tahun 1602, dibentuk VOC dengan memberikan hak-hak istimewa atau hak oktroi.

12

3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonialisme dan Imperialisme Eropa
b. Pengaruh Kedatangan Bangsa Eropa terhadap Masyarakat Indonesia

Bangsa-bangsa Eropa mulai melakukan berbagai cara untuk memperoleh hak monopoli perdagangan di Indonesia. Hal tersebut dilakukan dengan menetapkan kebijakan-kebijakan  pada masa kolonialisme dan imperialisme di Indonesia.

13

b. Pengaruh Kedatangan Bangsa Eropa terhadap Masyarakat Indonesia
Monopoli Perdagangan

Perkembangan industri Eropa memengaruhi meningkatnya kebutuhan akan rempah-rempah. Oleh karena itu, serikat-serikat dagang Eropa memonopoli perdagangan di suatu wilayah untuk memastikan kestabilann pasokan bahan baku dan harga.

Bangsa Portugis menjalin kerja sama dengan Kerajaan Ternate untuk memperoleh hak istimewa memonopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku.

Bangsa Inggris melalui serikat dagang East India Company (EIC) menjalin kerja sama perdagangan dengan beberapa kerajaan, tetapi gagal dan kalah bersaingndengan armada dagang Belanda.

Bangsa Belanda melalui serikat dagang VOC menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku dan memonopoli lada di Banten.

Pengaruh praktik monopoli terhadap masyarakat Indonesia adalah petani tidak mendapatkan keuntungan yang tinggi, adanya pembatasan jumlah produksi sehingga hasil produksi tidak maksimal, terjadi campur tangan dalam pembuatan kebijakan yang menguntungkan bangsa Eropa.

14

b. Pengaruh Kedatangan Bangsa Eropa terhadap Masyarakat Indonesia
Sistem Kerja Paksa

Pemerintah kolonial mengerahkan tenaga rakyat Indonesia melakukan kerja paksa untuk membangun jalan raya dari Anger (Banten) hingga ke Panarukan (Jawa Timur), membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya, serta membangun pangkalan laut di Merak dan Surabaya.

Dampak sistem kerja paksa terhadap masyarakat Indonesia adalah timbulnya kemiskinan dan kemelaratan dan menyebabkan banyak rakyat meninggal dunia.

15

b. Pengaruh Kedatangan Bangsa Eropa terhadap Masyarakat Indonesia
Sistem Tanam Paksa

Penetapan sistem tanam paksa mewajibkan masyarakat menanam tanaman komersial komoditas ekspor, seperti kopi dan tebu. Hasil produksi wajib dijual kepada pemerintah Hindia Belanda dengan harga yang telah ditentukan. Pengaruh praktik sistem tanam paksa terhadap masyarakat Indonesia adalah petani lokal mulai mengenal tanaman komoditas ekspor dan sistem upah, hasil produksi pertanian masyarakat berkurang, muncul fenomena kemiskinan dan kelaparan di berbagai daerah.

16

Multiple Choice

Apa yang menjadi keunggulan Indonesia yang mendorong kedatangan bangsa-bangsa barat?

1

klim yang ekstrim

2

Kepadatan penduduk

3

Kekayaan minyak bumi

4

Letak geografis yang strategis

17

Multiple Choice

Apa yang menjadi daya tarik Indonesia bagi bangsa-bangsa Barat?

1

Emas

2

rempah-rempah

3

perak

4

berlian

18

Fill in the Blank

19

Fill in the Blank

20

Word Cloud

Faktor-faktor Pendorong Penjelajahan Samudra

21

Multiple Choice

Apa yang dimaksud dengan semboyan 3G dalam motivasi bangsa-bangsa Eropa?

1

Gula, Garam, Gandum

2

Gajah, Gajah, Gajah

3

Gold, Glory, Gospel

4

Gelombang, Gempa, Gunung

22

Multiple Choice

Siapakah pelaut Belanda yang pertama kali memimpin ekspedisi ke Indonesia?

1

Jacket van Neck

2

Cornelis de Houtman

3

Peterboff

4

Alfonso De Albert Turki

23

Fill in the Blank

24

Fill in the Blank

25

Fill in the Blank

NASIONALISME DAN JATI DIRI BANGSA

media

SUSILAWATI, S.E

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 25

SLIDE